Disclaimer: Naruto milik Masashi kisimoto di jepang
Rated: M(untuk jaga-jaga)
Pair: Naruto X Kushina
Ganre: Adventure, Romance
Warning: OOC, Typo.
Pagi itu di sebuah ruangan nampak lah dua orang anak berambut kuning dan merah. Terlihat bahwa si bocah berrambut kuning itu masih tidur di atas futon dengan posisi tengkurap. Sementara si bocah berambut merah tampak kesal karena si bocah berambut kuning belum bangun-bangun dari tadi.
"Hey Naruto-kun ayo bangun." Kata Kushina sambil menggoyang-goyangkan tubuh Naruto yang masih tidur di atas futon.
"Engh." Desah Naruto yang kasih tidur.
"Ayolah Naruto-kun. Nanti kita telat ujian genin lo." Kata Kushina sambil menggoyang-goyangkan tubuh Naruto yant masih tidur.
Bukannya bangun. Tiba Naruto menarik tangan Kushina kedalam pelukannya. Sontak hal itu membuat Kushina melebarkan matanya. Dan di tambah lagi Naruto tiba-tiba mencium bibir Kushina. Kushina pun sontak kaget dan memerah. Apalagi saat dia merasa bahwa lidah Narutio menjlat bibir merah Kushina. Kushina pun langsung merah padam. Sadar dari kekagetannya. Kushina langsung memukul kepala Naruto. Hingga membuat naruto terlempar dan menghantam dinding.
"Ittai. Apa yang kau lakukan Kushina-chan." Teriak Naruto sambil mengelus kepalanya yang benjol.
Mendengar hal ter sebut pun Kushina menggeram marah.
"Apa yang kulakukan? Harusnya aku yang berkata begitu." Teriak Kushina dengan kesal.
"Apa maksudmu." Kata Naruto bingung.
Mendengar hal itu pun Kushina menghela nafas.
"Apa kamu tidak tahu. Tadi kamu itu tiba-tiba memelukku dan lalu menciumku BAKA." Teriak Kushina sambil memalingkan wajah nya yang merah kesamping.
Mendengar hal tersebut Naruto pun langsung kaget dan merasa bersalah.
"Go-gomen Kushina-chan aku tak sengaja. Sekali lagi aku minta maaf." Kata Naruto sambil menundukkan wajahnya penuh penyesalan.
Kushina pun yang melihat Naruto begitu menyesal hanya tersenyum lembut. Lalu menepuk pelan pundak Naruto.
"Sudah lah tak usah difikirkan. Lebih baik kau cepat mandi. Soalnya kita hampir telat." Kata Kushina sambil tersenyum lembut ke arah Naruto.
Sementara Naruto pun mengangguk dan berjalan kearah kamar mandi.
"Rasanya begitu lembut dan aneh.. Tapi entah mengapa aku merasa ketagihan dan begitu senang saat Naruto-kun mencium bibirku." Pikir Kushina sambil memegang bibirnya.
Setelah selesai mandi dan ganti baju. Naruto pun langsung berjalan kearah Kushina.
"Baiklah Kushina-chan ayo kita pergi. Karena kita sudah terlambat." Kata Naruto ke arah Kushina.
"Baiklah ayo kita pergi." Kata Kushina.
"Sekarang pegang tanganku." Kata Naruto.
Kushina pun langsung mengangguk dan memegang tangan Naruto. Mereka pun langsung menghilang dalam kobaran api.
At Akademi
Sementara itu di akademi nampak seluruh murid sudah duduk di kursi masing-masing. Tapi masih ada dua anak yang belum datang. Mereka adalah Naruto dan Kushina. Bahkan sensei mereka pun sudah datang.
"Di mana sih mereka berdua itu. Ini kan sudah masuk dari tadi. Dasar merepotkan." Kata Shikamaru Sambil meletakkan kepalanya diatas meja
"Naruto-kun kemana sih. Ini kan sudah telat." Pikir hinata.
Sementara Iruka pun hanya menghela nafas panjang.
"Hah. Apakah kalian semua tahu di mana perginya mereka berdua." Tanya Iruka kepada semua muridnya.
Mereka semua pun hanya menggeleng. Tak berselang lama, di depan mereka semua. Tiba-tiba muncul kobaran api yang semula sangat kecil dan terus membesar. Semua orang pun kaget melihat itu. Setelah api tersebut menhilang. Nampaklah Naruto yang sedang menggandeng tangan Kushina.
Semua anak di akademi pun hanya memandang mereka berdua dengan tatapan kagum. Sedangkan Sasuke hanya memandang mereka dengan tatapan iri. Iruka pun hanya memandang mereka shock. Karena seorang siswa akademi bisa menggunakan Shunshin api.
"Coba jelaskan mengapa kalian bisa sampai terlambat." Tanya Iruka setelah keluar dari keterkejutannya.
"Maaf sensei. Tadi kami tersesat di jalan yang bernama kehidupan." Kata Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya.
Sementara seluruh orang hanya sweatdroop mendengar alasan Naruto. Iruka pun hanya menghela nafas.
"Hah. Baiklah kalau begitu begitu ayo kita semua pergi ke lapangan untuk memulai ujiannya." Kata Iruka. Lalu mereka semua pun mengangguk.
At Lapangan.
Seluruh murid akademi pun sudah berkumpul di lapangan. Mereka semua pun sedang memperhatikan sensei mereka.
"Baiklah anak-anak ujiannya adalah melempar kunai dan suriken, membuat Bunshin, melakukan Kawarimi dan menunjukkan sebuah Ninjutsu yang kalian kuasai. Apa kalian mengerti." Kata Iruka. mereka semua pun mengangguk.
"Baiklah di mulai dengan Uciha Sasuke." Kata Iruka.
Sasuke pun maju kedepan. Sementara para fansgirlnya langsung berteriak-teriak tak jelas.
Hasilnya. 9 kunai dan suriken tepat sasaran. Berhasil melakukan membuat bunshin, kawarimi dan henge. Melakukan jutsu Katon: gokakyou no jutsu.
Seluruh fansgirl Sasuke pun berteriak dengan jelas.
"Kyyyaaaaa, Sasuke-kun keren." Teriak sakura dengan histeris.
Sasuke pun hanya menyeringai kearah Naruto.
"Apa kau bisa melibihi itu dobe."kata Sasuke.
"Tentu." Jawab Naruto singkat.
Kita lewati saja yang lain karja hasilnya seperti di canon.
"Baiklah selanjutnya Uzumaki Kushina." Kata Iruka.
Kushina pun mengangguk.
"Semoga berhasil Kushina-chan." Kata Naruto memberi semangat.
Kushina pun tersenyum. Lalu berjalan kearah lapangan. Dia pun langsung mengambil kunai dan suriken. Dia pun langsung melemparkannya. Hasilnya sangat mengejutkan karna semuanya tepat sasaran. Lalu dia pun membentuk bunshin, kawarimi dan henge. Dan yang terakhir dia melakukan sebuah jutsu Katon: Gouryukka no jutsu.
Semua orang pun kaget karena Kushina mampu melebihi Sasuke. Sementara Sasuke hanya mendengus sebal karena dia di kalahkan oleh seorang perempuan.
"Baiklah selanjutnya Uzumaki Naruto." Kata Iruka. Naruto pun mengangguk.
Seluruh siswa pun mencemooh Naruto. Kecuali Kushina dan Hinata.
"Dia pasti gagal."
"Itu sudah pasti karena dia kan bodoh."
Seluruh murid pun mengejek naruto. Sementara Naruto pun langsung berdiri.
"Se-semoga berhasil Naruto-kun."kata Hinata.
"Tentu saja Hinata." Kata Naruto sambil tersenyum.
Sementara Kushina yang melihat hal tersebut pun. Merasakan tidak suka dan merasakan sakit di dadanya.
"Mengapa aku tak suka jika Naruto dekat dengan wanita lain." Pikir Kushina.
Sementara Naruto langsung mengambil kunai dan suriken. Dia pun juga menyalurkan chakra anginya ke kunai dan surikennya untuk menambah ketajamannya. Dia pun langsung melemparkannya. Dan semua pun tepat sasaran dan juga semuanya menembus papan sasaran.
Sementara semua orang pun hanya kaget dengan kemempuan naruto.
Lalu naruto pun membuat Bunshin, Kawarimi dan Henge. Dan naruto pun membuat sebuah jutsu Suiton: Suiryuudan no jutsu.lalu dari belakang naruto tiba-tiba muncullah seekor Naga air raksasa yang siap menerkam siapa saja. Sementara itu para jounin pun kaget. Karena Naruto bisa membuat air dari udara.
Sedangkan seluruh murid akademi pun shock atas kemampuan naruto kecuali Kushina .
"Sejauh apa sebenarnya kemampuanmu dobe." Pikir Sasuke iri.
Setelah ujian selesai Iruka pun langsung menyuruh mereka semua untuk kembali ke kelasnya.
Setelah Seluruh siswa telah sampai di kelasnya. Dan menempati tempat duduk masing-masing. Iruka pun langsung mulai pembicaraannya.
"Baiklah anak-anak apakah semuanya sudah berkumpul." Kata Iruka.
"Sudah sensei." Kata mereka semua.
"Baiklah kana semuanya sudah berkumpul. Maka akan ku beritahukan kalau kalian semua lulus." Kaa iruka sambil tersenyum
Seluruh murid pun langsung berteriak dengan senang.
"Hey aku lulus."
"Aku juga lulus. Orang tua ku pasti senang padaku."
"Aku juga lulus."
Sementara Naruto yang sangat senang langsung memeluk Kushina dengan erat dan mencium pipi kiri Kushina. Sementara Kushina pun hanya memerah dan senang.
"Akhirnya aku lulus." Kata Naruto sambil sambil melepas pelukannya dari Kushina.
"Selamat Naruto-kun." Kata kushina sambil tersenyum. Naruto pun mengangguk.
"Dengan ini aku akan mengetahui kedua orang tuaku." Pikir Naruto sambil tersenyum.
Sementara Iruka yang melihat seluruh muridnya senang pun hanya tersenyum.
"Baiklah anak-anak sekarang kalian ambil hittae-atte kalian." Kata Iruka.
Lalu semua pun mengambil hittae-attenya masing-masing dan memakainya. Naruto pun memakainya di kepalanya. Sementara kushina masing bingung mau memasangnya dimana.
Sementara Naruto yang melihat hal itu pun tersenyum dan berjalan kearah Kushina. Lalu dia pun mengambil hittae-atte yang masih berada di tangan kanan Kushina.
"Sini biar kupasang kan." Kata naruto sambil tersenyum. Lalu dia pun menyingkap rambut merah Kushina dan memasangkan di kepalanya.
Setelah selesai Naruto pun mundur beberapa langkah kebelakang untuk melihatnya. Sementara Kushina yang dipandang oleh Naruto pun hanya bisa blushing dan gugup.
"Ba-bagaimana menurut mu Naruto-kun."tanya Kushina.
"Kau terlihat cantik." Kata naruto jujur.
"Te-terima kasih atas pujiannya." Kata kushina malu. Naruto pun mengangguk.
Setelah mereka semua memasang hittae-attenya masing-masing. Iruka pun nelanjutkan perkataannya.
"Untuk pengumuman ROTY dan pembagian tim akan di lakukan besok."kata Iruka.
Setelah itu seluruh murid pun langsung pulang kerumah masing-masing. Dan hanya menyisakan Naruto dan Kushina yang masih di di ruangan tersebut.
"Hey Kushina-chan." Kata naruto.
"Ya ada apa."
"Lebih baik kau pulang dulu karna aku ada urusan sebentar." Kata naruto. Kushina pun mengangguk.
Sementara Naruto pun langsung berjalan kearah hutan kematian.
At hutan kematian
Tak berselang lama di hutan kematian. Tepatnya di bawah sebuah pohon yang besar dan rindang. Terdapat seorang bocah berrambut pirang jabrik sedang bersandar di sebuah batang pohon sedang menutup matanya. Bocah yang kita kenal sebagai Naruto itu berkonsentrasi untuk menuju alam bawah sadarnya.
Mind scape:
TES
TES
TES
Terdengar suara tetesan air yang jatuh dari langit- langit. Naruto pun berdiri di sebuah tempat pembuangan air. Dan di depannya terdapat seekor rubah raksasa yang nampak sedang tidur. Menyadari ada kedatangan seseorang rubah itu pun membuka matanya.
"Sedang apa kau kemari bocah. Apa kau tidak tahu kau itu mengganggu tidurku." kata kyuubi dengan kesal.
Mendengar hal tersebut pun hanya Naruto hanya menghela nafas.
"Hah. Aku kan cuma mau menanyakan orang tuaku. Soalnya kan aku sudah resmi lulus menjadi genin." Kata Naruto dengan kesal.
"Kau sudah menguasai sumua jutsu yang ku beri." tanya Kyuubi.
"Tentu saja." Kata Naruto sambil tersenyum.
"Hah. Baiklah sebenarnya ayahmu adalah Minato Namikaze sedangkan ibumu adalah Uzumaki Aisha. Mereka berdua adalah seorang yang sangat melindungi desa sampai akhir hayat mereka. Dan aku harap kau dapat melanjutkan perjuangan mereka." Kata Kyuubi.
Naruto pun kaget karena ayahnya adalah Yondaime hokage.
"Benarkah ayahku adalah adalah Yondaime hokage." Tanya Naruto dengan senang.
Kyuubi pun mengangguk.
"Itu semua benar. Dan untuk informasi yang lebih lengkap tentangmu. Tanyalah pada hokage. Karena selama ini dia menyembunyikan identitas aslimu." kata kyuubi.
"Kenapa hokage-jiji menyembunyikan identitas asliku." Tanya Naruto bingung.
"Dasar bodoh. Tentu saja itu semua untuk melindungimu dari musuh-musuh ayahmu." kata kyuubi dengan kesal.
"Oh jadi begitu. Baiklah aku pergi dulu Kurama. Jaa nee." Kata Naruto sambil tersenyum dan menghilang.
Real world.
Naruto pun membuka matanya dan sebuah senyum terbentuk di bibirnya.
"Baiklah saatnya pergi." Pikir naruto. Lalu menghilang dalam pusaran angin.
At gedung hokage.
Sementara itu di gedung hokage. Tepatnya di dalam ruang hokage. Nampaklah seseorang yang duduk di kursi hokage sedang menggerutu tak jelas.
"Sial, mengapa kertas-kertas ini tidak ada habisnya." Kata Sandaime dengan kesal. Karena di depannya masih ada 3 tumpuk dokumen yang belum di kerjakan.
Tak berselang lama kemudian. Tiba-tiba ada sebuah pusaran angin. Lalu dari pusaran angin keluarlah naruto dengan tampang serius. Melihat hal tersebut Hiruzen pun mengangkat sebelah alisnya bingung.
"Ada apa naruto." Tanya Hiruzen bingung.
"Ada yang ingin ku tanyakan denganmu Jiji. Tapi sebelum itu aku ingin kau menyuruh seluruh anbu yang mengawalmu untuk keluar." Jawab Naruto dengan serius.
Melihat Naruto yang terlihat sangat serius. Hiruzen pun langsung menyuruh seluruh anbu keluar.
"Ada apa Naruto." Kata Hiruzen dengan serius.
"Aku ingin tahu tentang orang tuaku."
"Apa maksudmu." Kata Hiruzen bingung.
"Tak usah berpura-pura tidak tahu Jiji. Aku sudah tahu semuanya. Aku sudah tahu siapa nama orang tuaku. Bahkan aku tahu tentang malam pembantaian clan Uciha." Kata Naruto dengan serius.
Sementara Hiruzen pun shock atas pernyataan naruto. Karna dia sudah mengetahui nama kedua orang tuanya. Dan yang lebih mengagetkan adalah karena dia mengetahui tentang pembantaian clan Uciha.
"Darimana kau tahu semua itu." Tanya Hokage dengan serius.
"Aku tahu itu semua dari Kyuubi. Tapi tenang saja aku tak kan membocorkan tentang pembantaian clan Uciha. Jadi bisakah kau ceritakan tentang orang tuaku." Kata Naruto sambil tersenyum.
Mendengar hal tersebut Hiruzen pun menghela nafas lega.
"Hah baiklah. Seperti yang kau tahu ayahmu adalah Minato Namikaze sang yondaime hokage. Sedangkan ibumu adalah Uzumaki Aisha. Dan yang kau tahu mereka adalah pasangan terkuat di Konoha. Namun mereka meninggal untuk melindungi mu dari serangan kyuubi. Dan sebelum mereka meninggal mereka memberikan gulungan ini untukmu. Gulungan itu hanya bisa di buka dengan darahmu" Kata Hiruzen sambil mengeluarkan 2 buah gulungan dari lacinya.
Dan Naruto pun mengambil gulungan itu. Dan mengoleskan darahnya ke gulungan itu lalu dibuka. Lalu dari gulungan itu keluarlah sebuah gulungan dan sebuah catatan. Lalu dia pun membaca catatan itu.
Namikaze Minato.
Hai Naruto bagaimana kabarmu? Kamu pasti susah besar sekarang. Jika kamu membaca surat ini berarti aku sudah mati. Oh ya, aku minta maaf jika telah menyegel Kyuubi dalam tubuhmu. Dan juga sebelum aku dan ibumu membuat surat ini. Aku dan Ibumu sudah setuju untuk menitipkan mu pada jiraya jika kami tidak bisa mengasuhmu lagi. Dan aku harap kamu sudah bertemu Jiraya. Karena Jiraya sudah setuju dengan hal ini. Dan juga aku harap kau bisa menguasai semua jutsu yang sudah aku tinggalkan. Dan aku minta maaf karena tidak bisa merawat dan memberimu kasih sayang.
Yang kusayangi Uzumaki-Namikaze Naruto.
Setelah membaca surat tersebut Naruto pun langsung memeluk surat itu dengan erat. Sementara Hiruzen yang melihat hal tersebut pun hanya tersenyum.
"Aku juga menyayangimu tou-san." Kata Naruto yang masih memeluk surat tersebut.
Lalu dia pun membuka gulungan yang satunya. Setelah di buka dari gulungan tersebut keluarlah sebuah surat, jepit rambut berwarna kuning dan sebuah foto. Di foto tersebut terdapat gambar seorang pria yang sedang memeluk seorang wanita yang sedang hamil. Dan juga mereka terlihat. Dan saat melihat ibunya. Entah mengapa itu mengingatakan nya dengan kushina. Karena mereka hampir terlihat mirip. Yang membedakan hanyalah warna mata ibunya berwarna hijau dan rambut ibunya sedikit lebih pendek.
Tak terasa saat melihat foto tersebut. Air mata naruto menetes membasahi foto tersebut. Dengan cepat Naruto pun menghapus air matanya. Lalu dia pun langsung menbaca surat tersebut.
Uzumaki Aisha
Hai Naruto bagaimana kabarmu? Kamu pasti sudah besar sekarang. Jika kau membaca surat ini berarti aku sudah meninggal. Oh ya aku minta maaf jika kamu di jadikan sebagai wadah baru bagi kyuubi. Aku juga ingin memberitahukan bahwa aku adalah Jinchuriki Kyuubi sebelum kamu. Aku juga memberimu jepit rambut ibu yang dulu di berikan oleh ayahmu sebagai hadiah ulang tahun Ibu. Ku harap kau memberikannya kepada seorang gadis yang sangat berharga bagimu dan juga kau cintai. Lalu bagaimana dengan foto ibumu. Apakah ibu tampak cantik. Oh ya jangan banyak memilih. Jangan begadang sampai malam. Jangan minum sake sebelum berumur 20 tahun. Jangan sampai telat makan. Dan untuk seorang wanita. Pilihlah wanita yang mirip dengan ibu. Aku harap kau dapat meneruskan perjuangan kami berdua. Ibu juga minta maaf jika tak bisa merawat dan memberimu kasih sayang. Ibu harap kau tak pernah membenci kami.
Yang kusayangi Uzumaki-Namikaze Naruto.
Setelah membaca surat tersebut. Air mata pun mengalir dengan deras mengaliri pipi Naruto. Dia pun langsung mengambil foto kedua orang tuanya dan memeluknya dengan erat.
"Hikksss hiikkksss ayah ibu aku menyayangi kalian berdua." Kata naruto sambil menangis.
Melihat hal tersebut Hiruzen pun langsung mendekati Naruto dan memeluknya.
"Sudahlah jangan menangis." Kata Hiruzen dengan lembut.
Naruto pun menggangguk dalam pelukan Hiruzen.
Setelah beberapa saat kemudian Naruto pun berhenti menangis. Lalu melepaskan pelukan Hiruzen.
"Jiji aku akan pulang dulu. Karena aku tidak ingin membuat Kushina-chan menunggu terlalu lama." Kata naruto lalu mengambil barang-barang yang di tinggalkan oleh kedua orangtuanya.
"Baiklah hati-hati di jalan." Kata Hiruzen.
Narutopun mengangguk lalu meninggalkan ruangan tersebut.
With Naruto.
Saat ini Naruto sedang berjalan di antara rumah penduduk. Dia pun menghiraukan tatapan tajam para penduduk desa.
"Kira-kira jepit rambut ibu kuberikan pada siapa. Tapi kata ibu itu harus ku berikan untuk seseorang yang aku cintai dan berharga bagi diriku." Pikir Naruto sambil terus berjalan.
Namun tiba-tiba dalam pikirannya terlintas bayangan seorang wanita berrambut merah dan bermata violet sedang tersenyum manis.
"Oh ya. Lebih baik kuberikan saja jepit rambut ibu untuk Kushina-chan." Pikir Naruto sambil tersenyum dan terus berjalan kearah apartementnya.
Tak terasa hari pun sudah mulai petang. Dan Naruto pun sudah berada di depan apartementnya.
Dia pun langsung membuka pintu. "Tadaima" kata Naruto. Hening tak ada jawaban dari siapa pun. Lalu saat memasuki apartementnya. Naruto pun melihat Kushina yang tertidur di atas meja makan. Dan di meja makan pun terlihat banyak makanan yang sudah siap makan. Sementara Naruto yang melihat hal itu pun hanya tersenyum dan berjalan kearah kushina.
"Dia pasti sangat lelah." Pikir Naruto
Lalu Naruto mengangkatnya dan berjalan kearah kamar Kushina. Setelah sampai dikamar Kushina. Dengan lembut pun Naruto meletakkan Kushina diatas ranjang. Melihat wajah damai Kushina yang sedang tidur. Entah mengapa hati Naruto merasa tentram dan tenang. Lalu dia pun keluar dari kamar Kushina dengan sebuah senyuman di bibirnya.
Naruto pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai mandi dia pun langsung berjalan ke arah kamarnya untuk mengganti bajunya. Naruto pun keluar dari kamarnya dengan mengenakan celana hitam panjang dan sebuah kaos berwarna putih dengan lambang pusaran air di belakangnya.
Naruto saat ini sedang berada di kamar Kushina untuk membangunkannya.
"Hey Kushina-chan ayo bangun. Ini sudah saatnya makan malam." Kata Naruto sambil menggoyang-goyangkan badan Kushina.
Kushina pun langsung bangun dengan wajah yang masih ngantuk.
"Ayo kita makan malam." Kata Naruto dengan lembut.
Kushina pun mengangguk dan berjalan mengikuti Naruto ke arah meja makan.
Keheningan pun menemani acara makan malam mereka. Hanya suara sendok yang berbenturan dengan piringlah yang terdengar. Setelah selesai mereka pun langsung membersihkan peralatan makan masing-masing.
Disinilah mereka saat ini. Mereka saat ini sedang berada di balkon apartement Naruto. Tepatnya mereka saat ini sedang duduk di sebuah sofa yang ada di tempat tersebut. Mereka terlihat sedang menikmati hembusan angin malam dari tempat tersebut.
"Kira-kira besok kita satu tim dengan siapa Naruto-kun." Tanya Kushina memulai pembicaraan.
"Jika tebakanku benar besok kita akan satu tim dan Jounin pembimbing kita ero sennin." Kata Naruto kepada Kushina yang duduk di sampingnya.
"Ku kira juga begitu." Kata Kushina sambil mengangguk.
Lalu mereka pun terus berbincang tentang kegiatan mereka hari ini. Dan tak terasa hari pun sudah semakin larut.
"Hey Kushina-chan." Tanya Naruto kepada Kushina.
Namun tidak ada jawaban sama sekali. Tapi tak berselang lama Naruto merasakan bahwa ada sesuatu yang bersandar pada bahunya. Dan saat melihat kesamping nampaklah Kushina yang sudah tertidur. Dan menyandarkan kepalanya di bahu Naruto.
Melihat hal tersebut pun Naruto tersenyum. Lalu dengan perlahan dia mengangkat tubuh Kushina. Dan dia pun berjalan ke kamar Kushina. Setelah sampai di kamar Kushina. Naruto pun meletakkan Kushina di tempat tidur dengan lembut. Lalu menarik selimut untuk menyelimuti Kushina.
Naruto pun dengan lembut mengusap rambut Kushina. Lalu mencium bibir Kushina dengan lembut. Yang membuat Kushina menggeliat. Dia pun membisikan sesuatu di telinga Kushina.
"Aku mencintaimu Kushina-chan." Kata Naruto dengan pelan di telinga Kushina.
Lalu Naruto pun meninggalkan Kushina yang sedang tidur. Dan menutup pintu kamarnya dengan pelan. Sehingga dia tidak mendengar perkata Kushina setelah dia menutup pintu itu.
"Aku juga mencintaimu Naruto-kun." Kata Kushina yang sedang mengigau.
Keesokan paginya di akademi.
Saat ini Naruto dan Kushina sedang berada di depan pintu akademi. Naruto saat ini sedang menggunakan celana hitan khas anbu. Sementara untuk bagian atas. Dia menggenakan sebuah kaos berwarna putih dan sebuah jaket berwarna hitam dengan lambang pusaran air di belakangnya yang dibiarkan. Dan rambut pirangnya dibiarkan berantakan sehingga menambah kesan keren untuk Naruto. Sedangkan Kushina menggunakan pakaian seperti di canon waktu menjadi genin.
Lalu mereka pun membuka pintu akademi.
"Sreekk." Kelas yang tadinya ramai pun langsung hening saat mereka membuka pintu. Sementara Naruto dan Kushina pun hanya mengangkat alisnya bingung.
3
2
1
"KYAAAAAAAAAA tampan sekali." Teriak seluruh murid perempuan.
"Dia lebih keren dari Sasuke-kun."
"Ternyata Naruto-kun tampan."
Sementara Naruto yang mendengar teriakan para murid perempuan pun hanya menghela nafas. Lalu dia pun menggandeng tangan Kushina dan berjalan kearah tempat duduknya. Sedangkan para murid perempuan pun hanya bisa cemburu pada Kushina. Sementara Kushina tampak memerah karena di gandeng Naruto.
"Hey Naruto kamu terlihat keren hari ini." Kata kiba kepada Naruto yang sudah duduk di kursinya.
"Biasa saja kiba." Kata Naruto sambil tersenyum.
"Benar Naruto Krauk kamu tampak Krauk keren hari ini." Kata Chouji sambil memakan kripik singkong.
Naruto pun hanya tersenyum.
"Hah kalian berisik sekali. Aku tak bisa tidur tahu. Merepotkan." Kata Shikamaru sambil tidur di atas meja.
Sementara Naruto hanya menghela nafas. Sedangkan Sasuke hanya mendengus kesal.
Kelaspun menjadi ramai kembali. Bahkan saat sensei mereka sudah memasuki kelas. Para murid pun masih ramai.
"Anak-anak bisakah kalian diam." kata Iruka dengan pelan.
Sementara para murid pun tak merespon perkataan sensei mereka. Merasa diabaikan Iruka pun kesal.
"ANAK-ANAK BISAKAH KALIAN DIAM." teriak Iruka Sambil menggebrak meja.
Kelas yang tadinya berisikpun langsung menjadi sunyi seketika. Melihat hal tersebut pun Iruka menghela nafas.
"Hah baiklah untuk ROTY tahun ini adalah ..." kata Iruka menggantungkan kalimatnya.
"Pasti aku." Pikir Sasuke sambil menyeringai.
"Dan pemenangnya 1. Uzumaki Naruto. 2. Uzumaki Kushina. 3. Uchia Sasuke." Kata Iruka.
Sementara seluruh murid pun kaget karna Sasuke kalah oleh duo Uzumaki. Sasuke pun tidak terima.
"Kenapa bukan aku. Dan juga kenapa si dobe itu pemenangnya. Lalu kenapa aku kalah oleh sitomat busuk it-... BRAKK" Belum sempat dia enyelesaikan perkataannya. Sasuke harus rela menabrak tembok karena di tendang oleh Naruto.
Semua orang pun kaget karena tiba-tiba Naruto menendang Sasuke. Sementara Sasuke yang sudah bangun pun langsung memandang Naruto dengan penuh amarah. Namun belum sampai memarahi Naruto. Ternyata Naruto sudah di belakang Sasuke dengan mengalungkan sebuah kunai di lehernya.
"Kau boleh menghinaku. Tapi jika sekali lagi kau menghina Kushina-chan. Ku pasti kan kepalamu akan terlepas dari lehermu." Kata Naruto dengan dingin dan mengeluarkan KI yang membuat seluruh orang di ruangan itu gemetar ketakutan.
Sementara keringat dingin Keluar dari pelipis Iruka.
"Su-sudahlah Naruto lepaskan Sasuke. Dan untukmu Sasuke ini semua sudah keputusan Hokage. Ku harap kau tidak menghina seseorang lagi." Kata Iruka dengan sedikit ketakutan.
Naruto pun langsung melepaskan Sasuke dan berjalan ke arah tempat duduknya. Sedangkan sasuke berjalan ke tempat duduknya dengan ketakutan.
"Naruto-kun." Kata Kushina dengan lirih.
Merasa dirinya di panggil Naruto pun melihat kesamping. Dan melihat Kushina sedang menatapnya dengan khawatir. Merasa Kushina menghawatirkan dirinya. Naruto pun tersenyum lembut dan mengelus kepala Kushina dengan lembut.
"Sudahlah jangan khawatir. Karena aku tidak akan membiarkan siapapun menghinamu. Karena aku sudah berjanji akan selalu melindungimu." Kata Naruto dengan tersenyum.
Mendengar hal tersebut pun Kushina tersenyum senang. Lalu mereka pun kembali memperhatikan sensei mereka.
"Baiklah untuk pembagian timnya adalah tim 6 Uzumaki Naruto dan Uzumaki Kushina dengan jounin pembimbing jiraya. Tim 7 ucihiha sasuke, haruno sakura dan senju kurosaki dengan jounin pembimbing kakashi hatake."
Sementara itu Sakura berteriak gaje karena dia satu tim dengan Sasuke. Sementara kurosaki hanya mendengus sebal karena dia satu tim dengan seorang fansgirl.
"Tidak satu tim dengan Naruto-kun ya." Pikir hinata.
"lalu tim 8 Aburame Shino, Inazuka Kiba dan Hyuga Hinata dengan jounin pembimbing Kurenai yuhi. Da tim 10 Nara Shikamaru, Akimichi Chouji dan Yamanaka Ino Dengan jounin pembimbing Asuma Sarutobi." Kata Iruka.
"Hey sensei kenapa aku satu tim dengan dua orang pembuat onar." Kata Ino tidak terima.
Iruka pun hanya menghela nafas.
"Sudahlah. Ini semua keputusan hokage. Dan untuk tim 6 merupakan tim spesial. Karna tim kalian hanya beranggotakan 2 orang. Satu jam lagi jonin pembimbing kalian akan datang jadi jangan pergi kemana." Kata meninggalkan kelas.
Satu jam kemudian
Terlihat seluruh anak sedang menunggu sensei mereka dengan duduk di bangkunya masing-masing. Tak berselang lama kemudian "Poff". Lalu dari kepulan asap muncullah seseorang berambut putih panjang aka Jiraya.
"Tim 6 temui aku di patung hokage." Kata jiraya lalu menghilang kembali.
Mendengar hal tersebut Naruto dan Kushina pun langsung keluar dari kelas dan berjalan ke arah patung hokage.
Saat ini Naruto dan Kushina sedang berada dijalanan konoha. Karna jarak akademi dan patung hokage tidak terlalu jauh. Jadi mereka berdua memutuskan untuk berjalan saja dengan santai.
"Nee Naruto-kun. Kenapa kau ingin selalu melindungiku." Tanya Kushina memulai pembicaraan.
Mendengar hal tersebut pun Naruto tersenyum.
"Entahlah. Hanya saja hatiku selalu ingin untuk melindungimu. Selain itu kau juga mirip dengan ibuku. dan juga karena aku mencintai mu." kata Naruto dalam hati pada kalimat terakhir.
Mendengar hal tersebut pun Kushina bingung.
"Memang kau sudah mengetahui orang tuamu Naruto-kun." Tanya Kushina dengan hati-hati.
"Tentu saja."
Lalu Naruto pun menceritakan tentang kedua orang tuanya. Dan juga mengapa identitasnya di rahasiakan.
"Jadi orangtua mu adalah ..." kata Kushina menggantungkan kalimatnya sambil melihat foto orang tua Naruto.
Naruto pun mengangguk dan tersenyum.
"Ya seperti yang kau ketahui. Dan aku harap kau juga merahasiakan tentang hal tersebut." Pinta Naruto.
Kushina pun tersenyum dan mengangguk.
"Tenang saja aku akan merahasiakan tentang hal ini." Kata Kushina sambil menyerahkan foto orang tua Naruto kepadanya.
"Bagaimana kamu miripkan dengan ibuku." Tanya Naruto.
"Ya kami hampir mirip."
"Dan juga kalian sama-sama cantik." Kata Naruto sambil tersenyum kearah Kushina.
Sementara Kushina yang mendengar hal tersebut pun hanya memerah. Dan mereka pun terus berjalan ke arah gedung hokage.
Setelah beberapa menit berjalan mereka pun sampai di patung hokage. Dan disana mereka melihat Jiraya sedang bediri di atas patung Yondaime hokage dan membelakangi mereka berdua.
"Akhirnya kalian berdua sampai juga." Kata Jiraya sambil membalikkan badanya.
"Dan untuk pertemuan pertama kita kali ini. Kita awali saja dengan dengan perkenalan." Kata jiraya.
"Bukan kah kita sudah saling kenal." Kata Kushina.
Mendengar hal tersebut pun jiraya hanya menggaruk belakang kepalanya karna malu.
"Hehehehe. Baiklah kalau begitu besok temui aku di Training Groud Tim 6. Untuk mengambil misi pertama kalian. Karena aku sudah mengetahui kemampuan kalian. Jadi tidak perlu aku tes lagi. Jadi aku akan pergi dulu." Kata Jiraya.
Namun sebelum dia pergi di cegah oleh Naruto.
"Tunggu dulu Ero sennin. Ada yang ingin ku tanyakan padamu."kata Naruto dengan serius.
"Ada apa." Jawab Jiraya dengan bingung.
Naruto pun langsung melemparkan sebuah gulungan ke arah jiraya. Jiraya pun langsung menangkap gulungan dan membacanya. Dia pun kaget dengan isi dari gulungan tersebut.
"Jadi kau sudah mengetahui tentang semua ini." Kata Jiraya yang sudah membaca gulungan tersebut.
Naruto pun mengangguk.
"Ya seperti yang kau tahu. Tapi kenapa kau tidak melakukan seperti yang ada dalam gulungan tersebut." Tanya Naruto.
"Tapi sebelum itu Kushina bisakah kau tinggalkan kami sebentar." Kata Jiraya.
Kushina pun mengangguk dan beranjak dari tempat itu. Namun baru satu langkah dia berjlan tangannya di tahan oleh tangan Naruto.
"Tetaplah disini Kushina-chan. Dan untuk mu Ero sennin Kushina-chan sudah tahu semuanya jadi dia tidak perlu pergi dari sini. Dan ku jamin Kushina-chan tak akan membocorkan rahasia ini." Kata Naruto.
Jiraya pun menghela nafas.
"Hah. Seperti yang kau tau. Ayahmu ingin supaya aku merawatmu jika orangtuamu tidak ada. Dan aku menyanggupi permintaan ayah mu. Karena aku pikir orang tuamu tak akan pernah meninggalkanmu. Namun beberapa bulan setelah itu aku mendengar kabar bahwa kedua orang tua mu tewas saat penyerangan kyuubi. Dan saat itu aku yang sedang sibuk dengan jaringan mata-mataku yang sangat luas pun tidak dapat memenuhi permintaan orang tuamu. Jadi aku menitipkanmu pada Sandaime hokage. Lalu aku pun bertemu denganmu saat kau berusia 8 tahun. Jadi aku minta maaf karena aku tidak bisa merawatmu selama ini." Kata jiraya dengan penuh penyesalan.
Melihat Jiraya yang sepertinya menyesal. Naruto pun menyeringai.
"Baiklah aku akan memaafkanmu tapi ada syaratnya." Kata Naruto.
Jiraya pun merasakan firasat buruk tentang hal tersebut.
"Apa syaratnya." Kata Jiraya.
"Aku ingin kau membantuku untuk menguasai jutsu yang tou-san beriakan. Dan..." Kata Naruto menggantungkan kalimatnya.
"Dan apa." Tanya Jiraya.
"Aku ingin kau mentraktir ku dan Kushina-chan makan ramen sepuasnya." Kata Naruto dengan tersenyum senang. Sementara Kushina yang mendengar perkataan Naruto pun hanya ikut senang.
Sementara itu Jiraya merasa hari ini adalah hari terburuknya. Karena mentraktir dua orang maniak ramen merupakan kesialan bagi dirinya. Dia pun hanya bisa menghela nafas.
"Hah baiklah. Kalau begitu ayo kita pergi." Kata Jiraya dengan sedih. Karena mungkin setelah ini tidak akan ada lagi orang yang tersisa di dompetnya.
Sementara duo uzumaki pun hanya berteriak senang.
Satu jam kemudian di kedai ramen Ichiraku.
Naruto dan Kushina pun keluar dari kedai ramen ichiraku dengan mengusap perut mereka dengan senang.
"Aku kenyang sekali Kushina-chan." Kata Naruto dengan senang.
"Ya. Aku pun juga sangat kenyang." Kata Kushina sambil tersenyum.
Sementara Jiraya keluar dari tempat tersebut dengan muka murung. Pasalnya seluruh isi dompetnya habis tak bersisa untuk membayar makanan mereka berdua.
"Terima kasih Ero sennin atas makanannya." Kata Naruto sambil tersenyum.
"Hah sudah lah . Lebih baik kalian berdua cepat pulang." Kata jiraya dengan kesal.
Naruto pun mengangguk lalu menggandeng tangan Kushina dan menghilang dalam kepulan asap.
"Hari ini aku sial sekali." Kata jiraya sambil menatap langit. Namun tak berselang lama dia pun tersenyum.
"Paling tidak dia sudah mengetahui semuanya." Pikir Jiraya lalu menghilang dalam kepulan asap.
Pagi itu di Trainig Ground Tim 6. Tepatnya di bawah pohon pohon yang besar nan rindang. Tampak Naruto dan Kushina sedang duduk bersandar di pohon tersebut. Terlihat Naruto sedang serius membaca gulungan yang berisi jutsu-jutsu tou-san nya. Sedangkan Kushina sedang membaca gulungan yang ber isi jutsu-jutsu elemen Katon. Tak berselang lama muncullah kepulan asap di depan mereka berdua. Lalu dari kepulan asap keluarlah seseorang berambut putih panjang aKa Jiraya.
"Baiklah karena semuanya sudah berkumpul. Langsung saja kita menuju kantor Hokage untuk mengambil misi pertama kita." Kata Jiraya.
"Hn." Kata mereka berdua tanpa memperdulikan Jiraya.
"Hey bisakah kalian berdua semangat sedikit. Biar bagaimana pun ini misi pertama kalian." Kata Jiraya kesal. Karena mereka berdua tak memperdulikan jiraya.
"Hn." Kata mereka berdua.
Jiraya pun sangat kesal mendengar jawaban mereka.
"Hey bisakah kalian berdua berkata selain kata Hn." Kata jiraya dengan kesal.
"Hm." Kata mereka berdua.
Jiraya pun cengo mendengar kekompakan jawaban mereka berdua. Lalu dia pun mengacak kepalanya dengan frustasi. Tak berselang lama kemudian dia pun menghela nafas pasrah.
"Hah baiklah. Jika kalian berdua bisa menyelesaikan misi pertama kalian dengan baik. Maka kalian berdua akan kutraktir makan ramen sepuasnya."kata jiraya pasrah.
Tak butuh waktu lama mereka berdua pun pergi kekantor hokage dengan menyeret jiraya.
"Hey Sensei. Bisakah kita lebih cepat sedikit." Kata Kushina senang.
"Benar kata Kushina-chan. Ayo kita lebih cepat." Kata Naruto sambil tersenyum.
Jiraya pun Sweatdroop melihat perubahan emosi mereka hanya karena ramen.
"Sepertinya hidupku akan lebih sulit mulai dari sekarang. Dan kenapa aku harus memiliki murid seperti mereka berdua." Pikir Jiraya meratapi nasip.
At gedung hokage.
Sementara itu di ruang hokage. Tepatnya di kursi hokage. Nampak sang hokage aka Hiruzen sedang duduk di kursinya sambil membaca sebuah novel karya muridnya aKa Jiraya. Dia pun membaca novel tersebut dengan tertawa mesum dan sedikit darah keluar dari hidungnya.
"Hehehehe kau sungguh jenius Jiraya bisa membuat novel sehebat ini. Aku sangat bangga padamu." Pikir Hiruzen dengan bangga.
Namun sayang kesenangan sang hokage harus terganggu karna terdengar ketukan pintu.
TOK TOK TOK
Dengan kecepatan melebihi hiraisin Hiruzen menaruh novel laknat tersebut di laci mejanya.
"Masuk." Kata Hiruzen setenang mungkin.
Lalu pintu pun terbuka dan menampilkan 3 orang yang sudah di kenalnya.
"Apakah mereka sudah siap Jiraya." Tanya Hokage.
Jiraya pun mengangguk.
"Baiklah misi pertama kalian adalah ..." kata Hiruzen menggantungkan perkataannya.
"Pasti menangkap seorang Missing nin." Pikir Naruto.
"Misi pertama kalian adalah membersihkan sungai." Kata Hiruzen.
Naruto pun tidak terima dengan misi tersebut.
"Hei Jiji. Aku tidak mau menerima misi seperti itu." Kata Naruto protes.
Hiruzen pun menghela nafas.
"Hah. Sudah ku duga akan seperti ini. Tapi biar bagaimana pun misi seorang genin yang baru lulus itu seperti ini. Dan paling tidak kau harus menjalankan misi seperti ini. Dan jika kau menolak aku tak akan pernah memberikan kau misi lagi." Kata Hiruzen dengan tenang.
Naruto pun dengan terpaksa mengambil misi tersebut.
"Baiklah-baiklah." Kata Naruto.
Lalu mereka pun menjalankan misi tersebut.
Time skip 3 hari kemudian.
Tiga hari sudah mereka menjalani misi dari hokage. Dan selama itu pula misi yang di berikan sangat mudah. Misi tersebut seperti Membersihkan sungai, membersihkan selokan hingga menangkap kucing milik Daimyo.
Dan disini lah mereka sekarang. Mereka saat ini sedang mengadap hokage untuk menjalankan misi lagi.
"Kami siap untuk menjalankan misi Hokage-sama." Kata Jiraya.
"Dan ingat Jiji. Jika kau memberika misi seperti kemarin. Akan ku ubah menjadi es kantor ini." Kata Naruto mengancam.
Hiruzen pun menghela nafas.
"Hah baiklah. Misi kalian ada mengantarkar klien ke Kusagakure. Ingat misi ini termasuk misi Rank-B dan bisa menjadi Rank-A. Tapi dengan kemampuan kalian aku yakin kalian bisa menjalankan misi ini dengan baik. Apa kalian mengerti." Tanya Hiruzen.
Mereka pun mengangguk.
"Baiklah karna klien sudah menunggu di gerbang desa. Jadi laksanakan." Perintah Hiruzen.
Lalu mereka pun meninggalkan ruangan tersebut.
"Ku beri waktu kalian 20 menit untuk menyiapkan barang kalian. Dan setelah itu temui aku di gerbang desa." Perintah jiraya kepada muridnya.
Naruto dan Kushina pun mengangguk lalu menghilang dalam kepulan asap. Jiraya pun langsung berjalan ke arah gerbang desa.
Dua puluh menit kemudian di gerbang desa.
Terlihat seluruh tim 6 dan klien sudah berkumpul di gerbang desa.
"Baiklah karena semuanya sudah berkumpul. Langsung saja kita mulai misinya. Tapu sebelum itu bisakah kutahu nama tuan." Tanya Jiraya dengan sopan.
"Baiklah. Perkenalkan namaku Kagami. Dan mohon bantuannya." Kata Kagami sambil membungkuk.
Semua anggota tim 6 pun mengangguk. Lalu memperkenalkan diri mereka masing-masing
"Perkenal namaku Uzumaki Naruto. Mohon bantuannya Kagami-san." Kata Naruto memperkenalkan.
"Perkenalkan namaku Uzumaki Kushina. Mohon bantuannya Kagami-san." Kata Kushina sambil menundukkan kepalanya.
"Dan perkenalkan namaku Jiraya. Mohon bantuan." Kata Jiraya dengan sopan.
Kagami pun mengangguk.
"Baiklah Jiraya-san, Naruto-san dan Kushina-san. Mohon kerja samanya." Kata Kagami.
Jiraya dan timnya pun mengangguk.
"Baiklah karna semuanya sudah saling kenal. Ayo kita mulai misinya." Kata Jiraya.
Lalu mereka pun berjalan menjauhi desa Konoha.
"Hey Kagami-san bisakah kau jelas kan tentang detailnya misi ini." Tanya Jiraya sambil terus berjalan.
Kagami pun mengangguk.
"Itu karena aku memegang gulungan yang berisi tentang jutsu Kekkai Genkai elemen Mokuton. Karena itukah aku menyewa kalian. Karena pasti nanti akan banyak ninja yang mengincar gulungan ini." Jawab Kagami.
"Tenang saja Kagami-san kami semua pasti melindungimu. Walaupun kami hanya seorang genin namun kau jangan meragukan kami. Benar kan Ero-Sannin, Kushina-chan." Kata Naruto sambil tersenyum.
Jiraya dan Kushina pun mengangguk. Sementara Kagami yang melihat hal tersebut pun sangat senang.
"Terimakasih. Akan sangat berterima kasih pada kalian semua." Kata Kagami dengan senang.
Mereka pun mengangguk. Dan mereka pun terus melanjutkan perjalanannya dan tak terasa siang pun hampir berganti malam. Mereka pun belum bertemu musuh selama perjalanannya. Namun tiba-tiba di depan mereka berempat. Ada seseorang dengan rompi khas jounin, memiliki rambut putih dan memakai pelindung kepala dengan lambang Kirigakure.
"Bisakah kalian serahkan gulungan yang di bawa oleh orang tua itu. Dan akan kubiarkan kalian selamat." Kata orang tersebut sambil menunjuk Kagami.
Jiraya pun memandang tajam orang tersebut.
"Tidak. Kami tidak akan memberikannya kepadamu. Naruto, Kushina kalian lindungi klien. Dan lihatlah cara ku bertarung." Kata Jiraya kepada muridnya.
"Aku tak menyangka akan melawan anda Jiraya. Salah satu dari tiga legenda sannin konoha." Kata orang tersebut menyeringai.
"Tak kusangka aku terkenal juga. Tapi lebih baik kita mulai saja Kagero Missing nin Rank-A dari Kirigakure." Kata Jiraya. Sambil berlari kearah Kagero dengan kunai sebuah tangan kanannya.
Sementara Kagero pun melakukan hal sama dengan jiraya. Adu kunai pun tak terhindarkan lagi.
TRANK TRANK TRANK
Jiraya pun langsung menebaskan kunai ke leher Kagero. Namun Kagero dapat menghindarinya dengan melakukan backflip ke belakang. Dan langsung berlari kembali ke arah Jiraya sambil mengangkat kunainya tinggi-tinggi. Dan langsung menebaskan kunainya ke arah Jiraya.
TRANK
Namun sayang Jiraya dapat menahannya dengan mudah. Melihat ada celah Jiraya pun langsung menendang dada Kagero. Kagero pun langsung terpental kebelakang. Namun dia dapat mendarat dengan sempurna. Jiraya pun langsung melemparkan sebuah kunai ke arah Kagero dan membuat sebuah segel tangan.
"Kunai kage bunshin no jutsu" Ucap Jiraya.
Kunai yang tadinya satu pun langsung berubah menjadi puluhan dan meluncur ke arah Kagero. Dan kunai tersebut pun langsung menancap ke tubuh Kagero. Namun sayang karena tiba-tiba tubuh Kagero berubah menjadi air.
"Cih. Mizu bunshin." Kata Jiraya kesal.
"Kau tidak bisa membunuhku dengan mudah Jiraya." Kata Kagero sambil berdiri di salah satu pohon.
Lalu mereka berdua pun membuat segel tangan dan meneriakkan jutsunya masing-masing.
Katon: Dai Endan
Suiton: Suigadan
Jiraya pun menembakan peluru api raksasa dari mulut nya. Sedangkan Kagero menembakan peluru taring air dari mulutnya. Kedua jutsu tersebut pun langsung bertabrakan.
BLARRR
Jiraya pun langsung membuat dua buah bunshin untuk menyerang Kagero. Sedangkan dia menunggu waktu yang tepat untuk menyerang. Kedua bunshin itu pun langsung melesat ke arah Kagero. Sedangkan Kagero yang kelihat dua bunshin berlari ke arahnya pun langsung memasang kuda-kuda. Bunshin Jiraya pun langsung meninju kepala Kagero.
Namun Kagero berhasil menangkapnya dengan telapak tanganya. Dan langsung menendang bunshin Jiraya tepat di perutnya. Bunshin Jiraya pun langsung hilang meninggapkan kepulan asap. Kagero pun menyeringai namun tiba-tiba dia pun melebarkan matanya saat kakinya tak bisa digerakkan.
Kagero pun melihat kebawah dan menemukan sepasang tangan yang memegang kakinya dengan erat. Dan ternyata itu adalah salah satu bunshin Jiraya yang bersembunyi di dalam tanah. Melihat kesempatan yang sangat bagus. Jiraya pun langsung berlari ke arah Kagero. Sambil membawa sebuah Rasengan di tangannya. Dan langsung menghantamkan nya dengan keras ke arah Kagero.
"Rasengan" Teriak Jiraya. Sambil terus mendorong dengan keras Rasengannya.
Kagero pun langsung terlempar ke belakang dan menghantam pohon dengan keras. Dia pun tewas seketika dengan lubang menganga di perutnya. Sementara Naruto dan Kushina yang belum pernah melihat pembunuhan di depan matanya. Pun bergidik ngeri melihat tewasnya Kagero. Jiraya pun langsung mendekati mereka semua.
"Dan untuk kalian berdua. Jangan pernah takut apalagi bersalah ketika kalian membunuh shinobi. Karena biar bagaimana pun kematian adalah sebuah resiko seorang shinobi. Apa kalian paham." Tanya Jiraya
Naruto dan Kushina pun langsung mengangguk.
"Karena hari sudah mulai gelap. Kita menginap saja di sini. Naruto, Kushina kalian berdua buat tenda sedangkan aku akan mencari makanan dan kayu bakar." Perintah Jiraya.
Mereka berdua pun mengangguk. Sementara Jiraya pun langsung pergi untuk mencari makanan.
Setelah tiga puluh menit dua buah tenda pun sudah berdiri dengan tegak. Dan Jiraya pun sudah kembali dengan beberapa kayu bakar dan empat ikan yang cukup besar. Mereka pun langsung membuat api unggun dan membakar ikar tersebut. Setelah ikannya matang. Mereka pun langsung memakan ikan tersebut hingga habis.
"Karena sudah malam langsung saja kita tidur. Untuk kau Naruto kau tidur dengan Kushina. Dan ingat jangan macam-macam pada Kushina. Sedangkan aku akan tidur dengan klien untuk melindunginya." Kata Jiraya.
Lalu mereka semua pun langsung berjalan ke tendanya masing-masing untuk beristhirat. Dan tanpa mereka sadari tiga pasang mata sedang mengawasi mereka.
Malam pun sudah semakin larut. Dan mereka semua pun sudah tidur dengan nyenyak.
With Kushina.
Kushina yang sedang tidur dengan nyeyak pun. Tiba-tiba terbangun dan lalu dia keluar dari tenda. Dan menuju sebuah pohon untuk melepaskan hasratnya(buang air kecil). Setelah selesai melakukan kegiatannya dia pun langsung menuju tendanya kembali. Namun sebelum sampai di tendanya tiba-tiba sebuah tangan membungkam mulutnya. Dan menodongkan sebuah kunai kelehernya. Kushina pun langsung melebarkan matanya saat dia merasakan sebuah kunai menempel di lehernya.
"Diam. Atau kepalamu terlepas dari badanmu." Kata orang tersebut dengan pelan.
Kushina pun mengangguk dengan pasrah. Lalu di depan Kushina pun tiba-tiba keluar lagi dua orang hunter-nin.
"Kau akan ku lepaskan jika mereka memberikan gulungan tersebut. Namun untuk sementara kau adalah tawananku." Kata Hunter-nin tersebut.
Lalu mereka pun mengikat tangan Kushina di belakang badannya dengan sebuah rantai. Dan juga mereka juga mengikat kedua kaki Kushina dengan sebuah rantai. Kushina pun meringis kesakitan saat rantai tersebut menggikat dengan kencang.
Setelah selesai mereka pun langsung pergi meninggalkan tempat tersebut dengan Kushina di depannya. Namun baru beberapa langkah berjalan Kushina pun terjatuh saat karena tersandung sebuah batu.
"Cepat bangun." Kata Hunter-nin tersebut. Sambil menarik rantai yang mengikat tangan Kushina.
Kuahina pun tersentak saat mereka menarik rantai yang mengikat tantannya. Hingga rambutnya menutupi matanya. Saat melihat rambutnya sendiri tiba-tiba sebuah ide terlintas di kepalanya.
Lalu mereka pun berjalan kembali. Dan tanpa Hunter-nin tersebut sadari. Kushina mencabut rambutnya sendiri dan menjatuhkan nya ketanah untuk memberi tanda.
Sementara itu satu jam setelah Kushina di culik. Naruto pun bangun dari tidurnya karna dia haus. Namun saat dia menoleh kesamping Kushina sudah tidak ada di tempatnya. Melihat hal tersebut pun jantung Naruto berdegup kencang. Lau dia pun berjalan ke luar tenda untuk mencari Kushina. Namun di luar pun Kushina juga tidak ada.
"Kushina-chan." Kata Naruto dengan ketakutan. Karena Kushina tidak ada.
Hening. Tidak ada jawaban sama sekali. Hal itu pun membuat Naruto semakin tak tenang.
"KUSHINA-CHAN." Teriak Naruto dengan sangat keras. Jiraya dan Kagami pun langsung bangun karena teriakan Naruto.
"Hey Naruto kenapa kau berteriak . Bisakah kau tenang." Kata Jiraya dengan bingung.
"Tenang kau bilang. Apakah kau bisa tenang jika orang yang kau cintai tiba-tiba menghilang." Kata Naruto dengan suara keras.
Mendengar hal tersebut pun Jiraya semakin bingung.
"Apa maksudmu." Kata Jiraya.
"Apakah kau tak tahu. Kushina sekarang itu hilang." Kata Naruto dengan sedih.
Mendengar jawaban Naruto. Jiraya dan Kagami pun kaget.
"Baiklah kalau begitu ayo kita mencari Kushina. Dan untuk mu Kagami-san. Tetaplah di tenda aku akan membuat chi bunshin untuk menjaga anda." Kata Jiraya.
Kagami pun mengangguk. Lalu Jiraya pun menggores tangannya dengan sebuah kunai. Dan membiarkan darahnya jatuh ke tanah. Setelah di rasa cukup dia pun membuat segel tangan. Lalu dari kubangan darah itu keluar clone Jiraya.
"Baiklah Naruto lebih baik kita berpencar untuk mencari Kushina. Dan untuk mu lindungi Kagami-san." Perintah Jiraya kepada clonenya.
Clonenya pun mengangguk. Lalu Naruto dan Jiraya pun melesat pergi meninggalkan mereka.
"Jadi Naruto mencintai Kushina ya. Pantas saja dia terlihat sangat marah saat Kushina hilang. Minato tak ku sangka anakmu sudah besar." Pikir Jiraya sambil tersenyum. Dan melompati pepohonan untuk mencari Kusina.
Sementara Naruto terus melompati pepohonan dengan perasaan yang sangat marah. Lalu saat mendarat di tanah tiba-tiba dia pun menghentikan langkahnya. Dia pun melihat sesuatu seperti benang di tanah. Lalu dia pun mengambil benda tersebut.
"Ini terlihat seperti rambut. Rambut siapa ini." Pikir Naruto bingung.
Namun bulan yang tadinya tertutup awan. Akhirnya menampakkan cahayanya juga. Dan sinar dari bulan tersebut pun menyinari rambut yang di pegang Naruto. Hingga nampaklah rambut tersebut dengan warna merah. Naruto yang melihat warna rambut tersebut pun melebarkan matanya.
"Rambut merah. Tidak salah lagi. Pasti dia." Pikir Naruto. Lalu mengikuti ke arah rambut tersebut.
Setelah berlari selama tiga puluh menit. Akhirnya Naruto melihat empat orang yang berjalan di bawah bayang-bayang pepohonan. Lebih tepatnya tiga orang Hunter-nin dan seorang wanita yang sangat di cintai Naruto. Melihat Kushina yang tampak sedang di culik .Naruto pun mengepalkan tangannya.
Naruto pun langsung mengeluarkan sebuah katana dari gulungan. Lalu dia pun berlari dalam kegelapan hutan dengan sebuah katana di tangannya. Setelah jaraknya dekat. Naruto pun meloncat ke arah salah satu Hunter-nin. Dan menebaskan pedangnya.
CRAASSHH
Setelah itu Naruto pun langsung menghilang dalam kegelapan malam. Tak berselang lama Hunter-nin tersebut pun langsung ambruk ke tanah dengan kepala terlepas dari lehernya. Sementara dua temannya pun bergidik ngeri melihat kematian rekannya.
Sementara Naruto yang masih sembunyi pun langsung membuat sebuah kage bunshin. Lalu Naruto dan bunshinnya pun langsung menyerang dua orang Hunter-nin tersebut. Sementara dua orang Hunter-nin tersebut pun langsung melebarkan matanya saat Naruto dan bunshinya sudah ada di depannya. Bunshin Naruto pun langsung menikam jantung salah satu Hunter-nin dengan sebuah kunai hingga tewas. Sedangkan Naruto pun langsung menebaskan pedangnya ke perut Hunter-nin yang tersisa hingga terbelah menjadi dua bagian. Darah segar pun mengalir deras dari kedua bagian tubuh tersebut.
Sementara Kushina yang sangat kelelahan dan kesakitan di kedua kakinya pun. Tak menyadari jika dirinya sedang di tolong Naruto. Dia pun terus berjalan dengan meskipun dia sudah pada batasnya.
Kushina pov.
"Apakah sensei dan Naruto-kun akan menemukanku." Pikir Kushina dengan sedih dan menundukkan wajahnya.
"Sial aku sudah sangat kelelahan. Dan juga kakiku dan tanganku terasa sangat sakit sekali. Pasti mereka mengikat tangan dan kakiku dengan kencang." Pikir Kushina. Sambil terus berjalan dengan gontai.
"Sial aku sudah tidak kuat lagi untuk berjalan lagi." Pikir Kushina sambil masih menundukkan wajahnya.
Namun tiba-tiba sebuah suara yang sudah Kushina kenal pun terdengar. Dan itu pun membuat Kushina menghentikan langkahnya.
Normal pov.
"Aku datang untuk menyelamatkanmu." Kata Naruto. Sambil tersenyum lembut kearah Kushina.
Mendengar suara tersebut. Kushina langsung mengangkat kepalanya. Dia pun melihat Naruto sedang berdiri di depannya dan tersenyum lembut kearahnya. Melihat hal tersebut pun Kushina merasa senang dan bahagia karena Naruto datang untuk menyelamatkannya.
Kushina pun langsung berjalan dengan gontai ke arah Naruto. Namun sayang karena baru beberapa langkah dia berjalan. Tiba-tiba dia kehilangan keseimbangannya. Khusina pun langsung menutup matanya saat dia hampir menghantam tanah.
Sementara Naruto yang melihat Kushina hampir terjatuh. Dia pun langsung melesat kearah Kushina dan menangkapnya ke dalam pelukannya. Dan tak lupa di pun langsung melepaskan semua rantai yang mengikat pada tangan dan kaki Kushina.
Sementara Kushina yang merasakan bahwa ada seseorang yang memeluk dirinya. Dia pun mulai membuka matanya. Dan yang pertama dia lihat adalah Naruto sedang memeluk dirinya sambil tersenyum lembut kearahnya.
"Hangat dan nyaman." Pikir Kushina.
"Apakah kau baik-baik saja." Tanya Naruto Dengan lembut.
Kushina pun mengangguk.
Lalu Naruto pun berdiri dan menggendong Kushina ala Bridal style. Sementara Kushina hanya memarah saat di gendong oleh Naruto. Lalu bunshin Naruto pun mendatangi mereka berdua.
"Aku ingin kau memberi tahu Ero-Sannin. Bahwa Kushina-chan baik-baik saja." Kata Naruto kepada bunshinnya.
"Baik boss." Kata bunshin itu lalu menghilang dalam pusaran angin.
Setelah bunshinya menghilang. Naruto pun langsung melompati pepohonan untuk kembali ke tendanya.
"Nee Naruto-kun. Bagaimana kau bisa menemukanku." Kata Kushina
Naruto pun tersenyum lalu memandang tangan kanannya yang masih memegang rambut Kushina yang tadi di temukannya.
"Itu karena rambut indahmu itu." Kata Naruto sambil memandang tangan kanannya.
Kushina pun memerah saat Naruto menyebut bahwa rambutnya. Karna selama ini semua orang selalu menghina rambutnya.
"Be-benarkah rambutku itu indah." Kata Kushina.
Naruto pun tersenyum lalu mengangguk.
"Tentu saja itu benar. Karena itulah kau jangan pernah membenci rambut indahmu." Kata Naruto dengan lembut.
Kushina pun mengangguk. Tak berselang lama rasa Kushina pun merasa mengantuk. Lalu dia pun tertidur dalam gendongan Naruto. Naruto pun tersenyum saat Kushina tertidur dalam gendongannya.
"Tenang saja Kushina-chan aku pasti akan selalu melindungimu. Walaupun harus mempertaruhkan nyawaku sekali pun." Pikir Naruto.
Setelah hampir satu jam. Akhirnya mereka berdua pun tiba di tendanya. Dan Naruto pun melihat bahwa Jiraya menatapnya dengan khawatir.
"Apakah kalian berdua baik-baik saja." Tanya Jiraya.
Naruto pun mengangguk
"Ya kami baik-baik saja. Tadi ada tiga Hunter-nin yang menculik Kushina. Tapi aku telah membunuh mereka semua. Dan untuk sekarang aku ingin tidur dulu. Dan juga sepertinya Kushina-chan sangat kelelahan." Kata Naruto.
Jiraya pun mengangguk.
Lalu Naruto pun masuk ke tendanya. Dan meletakkan Kushina dengan lembut di atas futon.
"Selamat tidur Kushina-chan." Kata Naruto dengan lembut. Lalu mengecup kening Kushina.
Keesokan harinya.
Mereka berempat pun mulai melanjutkan misinya.
"Hey Ero-sannin. Apakah perjalanannya masih lama." Tanya Naruto.
"Tidak. Tinggal beberapa jam saja." Kata Jiraya
Naruto pun mengangguk. Namun tiba-tiba 4 orang Hunter-nin menghadang mereka.
"Serah kan gulungan yang kalian bawa. Atau kami akan menghabisi kalian semua." Kata Hunter-nin tersebut.
"Tidak akan. Ero-Sennin, Kushina-chan bawalah klien kita menjauh. Sementara aku akan melawan mereka." Kata Naruto.
"Apa kau gila. Kemampuan mereka itu setara chunin bahkan lebih." Kata Jiraya.
Naruto pun hanya tersenyum.
"Tidak usah khawatir. Dan akan ku tunjukkan jutsu pengembangan dari rasengan. Dan aku tidak menerima penolakan." Kata Naruto. Jiraya pun hanya mengangguk pasrah.
"Hah. Hanya seorang anak kecil. Aku pasti akan membunuhmu dengan mudah." Kata Hunter-nin tersebut meremehkan.
"Hah baiklah kalau begitu. Aku akan menghabisi kalian semua dengan satu jutsu." Kata Naruto menyeringai.
"Hah sombong sekali kau." Kata Hunter-nin tersebut.
Naruto pun tak menanggapi perkataan mereka. Dia pun langsung membuat sebuah bunshin. Lalu dia pun memfokuskan chakranya di tangan kanannya. Lalu terbentuklah sebuah rasengan. Sedangkan bunshin Naruto pun langsung memasukkan memasukkan chakra angin ke rasengan tersebut. Tiba-tiba rasengan tersebut pun semakin membesar dan membentuk sebuah shuriken raksasa. Dan menghasilkan bunyi melengking yang sangat keras.
Naruto pun langsung melemparkan Rasengan tersebut. Dan meneriakkan nama jutsunya.
Futon: Rasenshuriken
Sementara para Hunter-nin tersebut pun tak tinggal diam. Dua orang diantara mereka pun membuat sebuah jusu.
"Suiton: Suijinheki no jutsu." teriak mereka berdua.
Lalu mereka berdua menyemburkan air dalam jumlah yang besar dan membentuk sebuah dinding air raksasa.
Namun para Hunter-nin tersebut pun melebarkan matanya saat jutsu Naruto dapat menembus dinding air tersebut dengan mudah. Mereka pun hanya pasrah saat jutsu tersebut semakin mendekat.
Blaaarrrrrrr
Bersamaan dengan ledakan yang sangat besar. Hembusan angin yang sangat kencang pun langsung menyebar ke segala arah. Sehingga Naruto pun langsung terlempar kebelakang. Dan dia pun harus berpegangan pada sebuah pohon supaya tidak terlempar ke belakang.
Sedangkan Jiraya dan yang lain pun harus berpegangan ke sebuah pohon supaya mereka tidak terseret angin tersebut.
"Jutsu yang luar biasa Naruto." Pikir Jiraya dengan kagum.
Sedangkan di tempat para Hunter-nin tersebut. Terciptalah sebuah pusaran raksasa yang di dalamnya terdapat ribuan jarum chakra dengan ukuran kecil yang dapat memotong apa saja.
Setelah pusaran raksasa tersebut menghilang. Nampak lah sebuah kawah dengan ukuran besar di tanah. Dan ditengah-tengah kawah tersebut. Nampaklah Hunter-nin tersebut sudah tewas. Dengan badan yang hancur tak berbentuk dan darah yang berserakan di mana-mana.
Sedangkan Jiraya dan yang lainnya pun langsung menghampiri Naruto yang masih berbaring di tanah.
"Apa kau tak apa Naruto-kun." Tanya Kushina dengan khawatir.
Naruto pun mengangguk lalu berdiri.
"Ya aku tak apa. Hanya saja tanganku rasanya tak bisa di gerakkan." Kata Naruto. Sambil menunjukkan tangan kanannya yang terluka.
Kushina pun langsung mengeluarkan chakra penyembuh dari tangannya. Dan menempelkanya ke tangan Naruto. Luka di tangan Naruto pun perlahan-lahan mulai menutup dan sembuh seperti semula.
"Terima kasih. Kushina-chan." Kata Naruto.
Kushina pun mengangguk dan tersenyum.
"Dari mana kau bisa membuat jutsu sehebat itu Naruto." Tanya Jiraya.
"Aku membuatnya sendiri. Dan aku pun memerlukan waktu bertahun-tahun untuk membuat dan menyempurnakan jutsu itu." Kata Naruto sedikit bohong. Karena dia membuat jutsu tersebut dengan bantuan kyuubi.
Jiraya pun mengangguk dan tersenyum.
"Aku sangat bangga padamu Naruto. Bagaimana kalau kita melihat para Hunter-nin tersebut." Kata Jiraya.
Mereka semua pun mengangguk. Lalu mereka pun berjalan ke arah kawah tersebut. Namun mereka semua shock kecuali Naruto. Karena semua Hunter-nin tersebut sudah tewas dengan tubuh yang hancur lebur dan darah berserakan dimana-mana.
Sementara Kushina yang melihat hal tersebut pun badannya gemetar ketakutan. Dan tangannya menutup mulutnya supaya tidak berteriak.
Sedangkan Naruto yang melihat Kushina ketakutan pun langsung memeluknya.
"Hey tidak usah takut. Harusnya kau terbiasa dengan hal seperti ini." Kata Naruto sambil mengelus-ngelus rambut Kushina.
Kushina pun mengangguk dalam pelukan Naruto.
"Jutsu yang luar biasa Naruto." Kata Jiraya.
"Tentu saja. Biar bagaimana pun itu jutsu Rank-S. Namun sayang jutsu itu menguras setengah chakraku. Dan juga jutsu tersebut dapat menghancurkan sebuah benda hingga ke titik terkecil. Yaitu menjadi debu." Kata Naruto.
Jiraya pun semakin kagum terhadap Naruto.
"Baiklah kalau begitu. Langsung saja kita melanjutkan misi kita." Kata Jiraya.
Mereka semua pun mengangguk.
Satu jam kemudian.
Mereka semua pun sudah sampai di Kusagakure dan mengantarkan kliennya dengan selamat.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih karna sudah mengantarkanku dengan selamat." Kata Kagami.
Mereka semua pun mengangguk.
"Baiklah. Kalau begitu kami pamit dulu Kagami-san. Karna kami harus menjalankan misi yang lain." Kata Jiraya dengan sopan.
"Baiklah. Tapi sebelum itu ada yang ingin ku berikan kepada Naruto-san." Kata Kagami.
"Apa itu paman." Kata Naruto.
"Aku ingin kau menerima gulungan ini. Dan juga aku harap kau bisa mempelajarinya. Karena aku percaya padamu." Kata Kagami.
"Hah benarkah." Kata Naruto dengan senang.
"Tentu saja. Karena aku percaya padamu." Kata Kagami sambil tersenyum. Lalu menyerahkan gulungan tersebut ke arah Naruto.
"Baiklah Kagami-san kami pergi dulu." Kata Jiraya setelah Naruto menerima gulungan tersebut.
Kagami pun mengangguk. Lalu mereka bertiga pun pergi meninggalkan Kagami.
Tak terasa mereka pun sudah memasuki kawasan hutan Negara Api. Namun tiba-tiba sekelompok bandit yang menghadang mereka.
"Hey serahkan semua barang kalian." Perintah ketua bandit tersebut.
Lalu Jiraya pun melirik kedua muridnya.
"Kalian habisi saja mereka semua. Dan untumkmu Kushina ini adalah pengalaman pertamamu dalam membunuh. Jadi tak usah ragu-ragu. Tapi ingat jangan terlalu berlebihan." Kata Jiraya.
Lalu kedua muridnya pun mengangguk.
"Maaf tuan. Tapi kami tak akan memberikan barang kami kepada kalian. Tapi kami akan memberikan kematian kepada kalian." Kata Naruto sambil menyeringai.
"Sialan kau. Ayo serang." Perintah pemimpin kelompok tersebut. Lalu mereka semua pun berlari kearah Naruto dan Kushina.
"Apa kau siap Kushina-chan." Tanya Naruto.
"Tentu." Kata Kushina.
"Ayo kita habisi mereka semua dengan satu serangan. Karena aku ingin cepat-cepat tidur di rumah." Kata Naruto.
Kushina pun mengangguk. Lalu mereka pun membuat segel tangan dan meneriakan jutsunya masing masing.
Katon: Gouryuuka no jutsu
Futon: Atsugai
Kushina pun menyemburkan naga api raksasa dari mulutnya. Sedangkan Naruto menyemburkan angin dengan tekanan yang sangat tinggi dari mulutnya. Sehingga membuat naga api Kushina pun membesar hingga 3X lebih besar.
Sedangkan para bandit tersebut pun hanya pasrah menanti ajalnya.
Blaarrrr
Ledakan keras pun terjadi saat jutsu gabungan Naruto dan Kushina menghantam seluruh bandit tersebut. Setelah asap mereda pun nampaklah mayat seluruh bandit tersebut. Yang sudah tewas terbakar dan ada juga yang sudah menjadi abu.
"Hai Sensei ayo kita kembali." Kata Kushina sambik tersenyum.
Sementara jiraya pun hanya menghela nafas.
"Dasar kan sudah ku bilang jangan terlalu berlebihan. Padahal pada awalnya dia takut untuk membunuh seseorang. Namun sekali membunuh sadis sekali caranya." Pikir Jiraya kepada Kushina.
TBC
