Disclaimer: Naruto milik masashi kisimoto
Rated: M (untuk jaga-jaga)
Pair: Naruto X Kushina
Ganre: Adventure, Romance
Warning: OOC, Typo, overpower(maybi)
Tak terasa satubulan sudah tim 6 terbentuk. Dan selama itu juga mereka berhasil menyelesaikan semua misi yang di berikan oleh Hokage. Mulai dari misi Rank-C maupun Rank-A dapat di selesaikan dengan sempurna. Dan di sini lah mereka sekarang. Tepatnya mereka saat ini sedang berada di Training Ground tim 6. Nampak Naruto dan Kushina sedang berlatih dengan keras.
"Sial. Ternyata berlatih jutsu Hiraishin tak semudah seperti yang ku bayangkan. Lalu apakah kalian semua sudah berhasil menguasai jutsu elemen Mokuton." Tanya Naruto kepada kesepuluh bunshinnya. Memang setelah misi dari Kusagakure Naruto terus mempelajari gulungan jutsu elemen Mokutonnya.
"Tentu boss." Teriak kesepuluh bunshinnya.
Naruto pun mengangguk.
"Kalau begitu aku ingin kalian semua mempelajari semua jutsu tersebut hingga sempurna." Kata Naruto. Semua bunshinnya pun mengangguk.
"Ku harap kali ini berhasil." Kata Naruto.
Lalu Naruto pun melempar kunai cabang tiganya. Setelah kunai itu melesat cukup jauh Naruto pun menghilang dalam kilatan kuning. Lalu dia pun mencul kembali di tempat kunai tadi melesat. Namun sayang dia pun mendarat dengan kepala menyentuh tanah terlebih dahulu.
"Ittai." Kata Naruto sambil mengelus-ngelus kepalanya yang benjol.
"Sial. Padahal aku terus mencoba jutsu ini selama satu minggu lebih. Tapi kenapa belum berhasil juga." Pikir Naruto. Lalu terus mencoba.
Sementara itu Kushina pun langsung berbaring di tengah lapangan. Setelah menghilangkan dua puluh bunshinnya.
"Hah hah hah. Akhirnya aku berhasil menguasai jutsu-jutsu yang di berikan oleh Jiraya-sensei. Walaupun aku harus berlatih keras selama tiga minggu lebih dan menggunakan dua puluh bunshin." Kata Kushina sambil berbaring di tanah.
Lalu dia pun berjalan ke arah Naruto.
"Hey Naruto-kun apakah kau sudah selesai." Tanya Kushina.
Lalu Naruto pun menoleh ke arah Kushina.
"Belum. Kalau kamu sudah selesai pulang saja dulu." Kata Naruto.
Kushina pun mengangguk.
"Baiklah kalau begitu. Nanti aku kesini lagi sambil membawa makanan." Kata Kushina sambil tersenyum.
Naruto pun tersenyum lalu mengangguk.
"Baiklah. Hati-hati di jalan." Kata Naruto sambil tersenyum.
Kushina pun mengangguk. Lalu pergi meninggalkan Naruto.
Time skip.
Tak terasa hari siang pun sudah berganti menjadi malam. Kushina pun sedang berjalan di jalanan konoha sambil tersenyum. Dia juga membawa sebuah kotak bento di tangannya. Saat ini Kushina sedang mengenakan sebuah yukata berwarna putih. Dan rambut merah sepunggungnya di biarkan tergerai seperti di canon. Sehingga membuatnya semakin terlihat cantik.
Sementara itu. Saat ini Naruto sedang berbaring di tengah lapangan tim 6.
"Hah hah hah. Akhirnya aku berhasil juga." Kata Naruto pada kesunyian malam.
Tak berselang lama Naruto pun berdiri saat dia merasakan ada seseorang mendekat ke arahnya. Lalu dia pun melihat Kushina yang sedang berjalan ke arahnya. Yang mengenakan sebuah yukata berwarna putih dan rambutnya menari-nari karna tertiup angin. Dan hanya ada satu kata yang ada di pikiran Naruto.
"Cantik." Pikir Naruto.
Namun tiba-tiba kyuubi langsung berkata di dalam pikirannya
"Hey bocah. Jika kau memang meyukainya. Lebih baik kau jujur saja tentang perasaan perasaanmu. Sebelum dia di rebut oleh orang lain." kata kyuubi dalam pikiran Naruto.
"Benar juga kurama. Kalau begitu aku akan jujur tentang perasaanku kasih atas sarannya Kurama." Kata Naruto dalam hati. Namun kyuubi tidak menjawab karena dia sudah tertidur lagi.
"Nee Naruto-kun. Apakah latihannya sudah selesai." Kata Kushina membuyarakan lamunan Naruto.
"Ehh. I-iya sudah selesai." Kata Naruto tergagap.
"Kalau begitu ini makan dulu. Karna kau pasti lapar setelah seharian latihan." Kata Kushina sambil menyerahkan sebuah kotak bento.
Lalu Naruto pun mengambil bento tersebut.
"Terima kasih. Bagaimana kalau kita mencari tempat yang cocok untuk memakannya." Kata Naruto.
"Tapi di mana." Tanya Kushina.
Naruto pun tersenyum lalu memegang tangan Kushina. Sementara Kushina hanya memerah saat tanganya di gandeng Naruto. Lalu dia mengeluarka kunai cabang tga dari kantongnya.
"Pegangan yang kencang.." kata Naruto.
Kushina pun mengangguk. Lalu dia melemparkan kunainya kearah patung hokage. Dan menghilang meninggalkan kilatan kuning.
Sementara itu suasana yang sangat tenang di atas patung hokage. Harus terganggu saat tiba-tiba muncul kilatan berwarna kuning. Lalu dari kilatan tersebut muncullah seorang anak berambut kuning yang sedang menggandeng seorang gadis berambut merah.
"Jadi kau sudah menguasai jutsu tersebut Naruto-kun." Tanya Kushina.
Naruto pun tersenyum lalu mengangguk.
"Yah. Seperti yang kau lihat. Aku sudah berhasil menguasai jutsu dengan latihan yang sangat keras." Kata Naruto.
Kushina pun mengangguk.
"Bagaimana kalau kita langsung saja mencari tempat yang bagus." Kata Naruto.
Kushina pun mengangguk. Lalu mereka pun berjalan melewati pepohonan. Dan berhenti di sebuah padang rumput yang luas. Dan di langit nampak bintang-bintang yang sangat indah. Serta bulan purnama yang bersinar terang menambah keindahan tempat tersebut.
"Wah indah sekali." Kata Kushina kagum.
Naruto pun tersenyum. Lalu dia dan Kushina duduk di atas rerumputan.
"Ayo sekarang kita makan." Kata Naruto.
Namun Kushina pun menggeleng dan tersenyum.
"Tak usah aku masih kenyang. Untukmu saja. Kau kan belum makan dari pagi." Kata Kushina menolak dengan halus.
"Tidak. Pokoknya kamu juga harus makan. Dan aku memaksa. Sekarang buka mulutmu. Aaaaa." Kata Naruto sambil menyuapi Kushina.
Kushina pun membuka mulutnya dengan malu-malu. Dan tak terasa mereka pun sudah selesai makan. Dan saat ini mereka sedang duduk diam sambil menikmati angin malam.
"Hei gaki. Lebih baik kau ungkapkan saja perasaanmu saat ini juga." Kata kyuubi dalam pikiran Naruto.
"Baiklah Kurama." Kata Naruto dalam hatinya.
Lalu Naruto dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya pun mulai berbicara dengan Kushina.
"Hey Kushina-chan ada yang ingin ku katakan padamu." Kata Naruto.
"Apa itu Naruto-kun." Kata Kushina.
Naruto pun merasa jantungnya berdebar-debar saat ingin mengatakan. Kepada Kushina bahwa dia mencintaimu.
"Se-sebenarnya. A-aku aku aku i-ing-ingin..." kata Naruto dengan gelagapan.
Kushina pun bingung saat Naruto bicara dengan tergagap.
"Kau ingin apa. Apakah kau haus." Kata Kushina.
Lalu Naruto pun menarik nafasnya dalam-dalam untuk memberanikan dirinya
"Se-sebenarnya aku mencintaimu Kushina-chan. Ja-jadi apa kah kau mau menjadi kekasihku." Kata Naruto dengan jantung yang berdebar-debar.
Kushina Pov
Kushina yang mendengar hal itu pun melebarkan matanya.
"A-apa Naruto-kun ternyata mencintaiku. Dan juga dia memintaku untuk menjadi kekasihnya." Pikir Kushina dengan senang.
Karena semenjak pertama bertemu Naruto. Dia telah menaruh hatinya
pada pemuda tersebut. Dan sekarang Naruto menembaknya. Rasanya Kushina sangat bahagia sekali.
Normal Pov
Sedangkan Naruto yang melihat Kishina diam saja. Pun bertambah gugup saja. Akhirnya Kushina pun angjat bicara.
"Maaf Naruto-kun. Aku tidak bisa. Karena aku sudah mencintai seseorang." Kata Kushina dengan nada senang
Deggg
Jantung Naruto pun berhenti berdetak dan hatinya terasa hancur berkeping-keping saat mendengar perkataan Kushina. Lalu Naruto pun menundukkan kepalanya dengan sedih.
Sementara kyubi yang dapat merasakan perasaan Naruto pun mencoba menenangkannya.
"Hey tenanglah. Mungkin kau bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik dari pada dia" Kata kyuubi dalam pikiran Naruto.
"Tenang kau bilang. Bagaimana rasanya jika seseorang yang kau sukai ternyata mencintai orang lain. Dan aku tak akan pernah mencintai orang lain. Karena hanya Kushina lah satu-satunya orang yang ku cintai. Dan aku tak menyangka. Jika akan sesakit ini akhirnya." Kata Naruto dalam hatinya.
Sedangkan kyuubi yang mendengarkannya pun hanya tersenyum miris dalam diri Naruto. Tak terasa air mata pun mengalir membasahi pipi Naruto.
Sedangkan Kushina yang melihat bahwa Naruto sedang menangis pun. Hanya menatapnya dengan tak percaya.
"Apa aku terlalu berlebihan. Padahal kan aku hanya bercanda." Pikir Kushina.
Lalu dia pun mencoba untuk berrtanya kepada Naruto.
"Hei Naruto-kun kenapa kau menangis." Kata Kushina dengan khawatir.
Sedangkan Naruto yang mendengar hal tersebut pun langsung berdiri dan mengusap air matanya dengan kasar.
"Siapa yang menangis. Aku tidak menangis. Dan sepertinya aku akan pulang dulu. Aku sudah mengantuk." Kata Naruto berbohong.
"Hey tunggu Naruto-kun aku bis-..." Ucapan Kushina pun terhenti saat Naruto sudah menghilang dalam kilatan berwarna kuning. Dan meninggalkan Kushina sendiri.
Sedangkan Kushina yang sendirian pun hanya menatap bulan sambil meneteskan air matanya.
"Maafkan aku Naruto-kun. Aku tak bermaksud untuk menyakitimu. Aku hanya bercanda tadi. Aku tak menyangka jika itu akan membuatmu sampai sejauh itu. Kau pasti sangat kecewa kepadaku. Aku juga mencintaimu Naruto-kun. Selalu dan untuk selamanya." Kata Kushina pada kesunyian malam. Air matanya pun semakin mengalir dengan deras membasahi pipinya.
Sedangkan Naruto yang sudah sampai di apartementnya. Langsung menuju kamarnya dan munguci pintunya. Lalu menjatuhkan badannya diatas kasur. Tak peduli bahwa bajunya masih kotor dan belum mandi. Dia pun menangis dalam diam di ruangan tersebut. Dan dia pun langsung tertidur karena kelelahan menangis.
Sementara itu Kushina yang sudah sampai di apartementnya. Langsung menuju kamar Naruto. Namun sayang karna kamar Naruto di kunci dari dalam.
"Pasti Naruto-kun sangat membenciku sekarang." Pikir Kushina dengan sedih.
Lalu dia pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat.
Ke esokan paginya.
Pagi itu itu di kamar Kushina. Sinar matahari pun sudah memasuki ruangan tersebut lewat jendela. Sinar matahari pun menyinari mata seseorang yang masih tidur dengan keadaan yang kacau. Akhirnya Kushina pun bangun dari tidurnya. Nampak matanya yang sembam dan rambutnya yang acak-acakan. Itu semua karena semalaman dia terus-menerus menangis. Karena kesalahan bodoh yang dibuatnya sendiri.
Lalu dia pun berjalan dengan gontai ke arah kamar mandi. Setelah mandi dia pun langsung berjalan ke kamar Naruto. Namun sayang Naruto sudah tidak ada di sana.
Kushina pun hanya menghela nafas sedih saat Naruto sudah tidak ada di kamarnya.
"Lebih baik aku berlatih saja. Untuk menghilangkan semua pikiranku saat ini." Pikir Kushina.
Lalu Kushina pun berjalan melewati rumah-rumah penduduk. Dan tak berselang lama dia melihat Naruto yang sedang berjalan dengan Hinata sambil tertawa bersama. Melihat hal tersebut pun Kushina merasakan rasa sakit didadanya.
"Jadi seperti ini yang Naruto-kun rasakan kemarin." Pikir Kushina sambil melihat mereka berdua.
Sementara Naruto yang merasakan bahwa ada chakra seseorang yang sudah sangat dikenalnya berada didekatnya. Dia pun langsung pergi meninggalkan Hinata tanpa berpamitan terlebih dahulu. Hal itu pun membuat hinata menaikkan alisnya bingung. Sedangkan Kushina yang melihat Naruto pergi meninggalkan Hinata. Dia pun langsung melesat mengikuti Naruto.
Sementara saat ini Naruto terus melompati rumah-rumah penduduk untuk pergi ke Training Ground Tim 6.
"Aku tahu kau di sana Kushina-chan. Karena itulah aku pergi meninggalkan Hinata. Sebab aku tak ingin kau berfikir bahwa aku punya hubungan yang spesial dengannya. Karena biar bagaimana pun aku masih sangat mencintaimu." Pikir Naruto.
Dan tak terasa air mata pun mengalir membasahi pipinya. Lalu dengan kasar dia pun menghapus air matanya.
"Kau tidak boleh menangis Naruto. Jika kau memang mencintainya. Biarkanlah dia bahagia dengan pilihannya sendiri. Dan kau tidak boleh egois." Kata Naruto. Mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri.
Lalu dia pun terus melesat ke arah Training Ground Tim 6 di ikuti oleh Kushina yang tak jauh berada jauh di belakangnya.
Sesampainya di Training Ground Tim 6 Naruto pun langsung membuat 20 kage bunshin.
"Aku ingin kalian semua menyerangku dengan taijutsu. Dan kalian harus serius melawanku." Kata Naruto kepada bunsinnya.
"Tapi bosss..."
"Dan tidak ada tapi-tapian. Cepat lakukan." Teriak Naruto kepada seluruh bunshinnya.
"Paling tidak dengan cara ini. Aku akan melupakan masalahku untuk saat ini." Pikir Naruto.
Lalu Naruto pun menyerang semua bunshinnya.
Sedangkan Kushina yang ingin berbicara dengan Naruto. Harus mengurungkan niatnya saat Naruto sedang melakukan Spairing dengan bunsinnya.
"Lebih baik aku latihan saja. Dan nanti saja berbicara dengan Naruto-kun." Pikir Kushina.
Lalu mereka berdua pun terus berlatih dengan keras. Hingga tak terasa hari pun sudah berganti dengan malam. Naruto pun berbaring di tengah lapangan karena kelelahan. Sementara Kushina yang bersandar di bawah pohon. Langsung berjalan kearah Naruto saat latihannya sudah selesai.
Sedangkan Naruto yang merasa ada seseorang mendekat. Dia pun langsung berdiri. Dan dia dapat melihat Kushina sedang berjalan ke arahnya.
"Maaf. Aku akan pergi dulu." Kata Naruto.
Namun sebelum Kushina bertanya. Naruto sudah terlebih dahulu pergi meninggal kan dia seberkas kilatan berwarna kuning.
Sementara Kushina yang melihat hal sebutpun hanya bisa menahan kesedihannya.
"Apakah kau sangat membenciku Naruto-kun." Kata Kushina pada kesunyian.
Dan tak berselang lama. Kushina pun merasakan ada sesuatu yang mengalir di kedua pipinya. Lalu dia pun menghapus air matanya.
"Kau tidak boleh menangis Kushina. Yang perlu kau lakukan adalah menjelaskan kepada Naruto. Yang sebenarnya tentang kemarin malam." Kata Kushina sambil menyemangati dirinya sendiri. Lalu menghilang dalam kepulan asap.
Sementara itu di padang rumput yang sangat luas Dan damai. Tiba-tiba muncul kilatan berwarna kuning. Lalu dari kilatan tersebut muncullah seorang anak berambut pirang jabrik aKa Naruto. Lalu Naruto pun langsung berbaring di atas rerumputan tersebut.
"Apakah yang kulakukan ini salah. Maafkan aku Kushina-chan. Bukannya aku bermaksud menjauhi mu. Hanya saja aku masih ingin sendiri dulu." Kata Naruto pada kesunyian malam.
Tak berselang lama di samping Naruto muncullah kepulan asap. Lalu dari kepulan asap keluar seorang gadia berambut merah panjang aKa Kushina. Sedangkan Naruto yang melihat Kushina pun langsung berdiri. Dan berniat pergi meninggalkan tempat tersebut.
Namun sayang karena baru berjalan satu langkah. Tangannya sudah di pegang erat oleh Kushina.
"Maaf. Bisakah kau lepaskan tanganku." Pinta Naruto.
Bukannya menjawab. Tiba-tiba Kushina langsung memeluk Naruto dengan erat. Dan membenamkan kepalanya di dada Naruto sambil menggeleng.
"Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi." Kata Kushina sambil menangis di dada Naruto.
Sedangkan Naruto yang mengetahui jika Kushina menangis pun melebarkan matanya. Lalu dia pun membalas pelukan Kushina.
"Hei tenanglah. Aku tak akan pernah meninggalkanmu." Kata Naruto dengan lembut.
Kushina pun mengangguk.
"A-aku minta maaf soal kejadian tadi malam. Aku bercanda tentang semuanya. Jadi aku minta maaf padamu." Kata Kushina yang masih menangis.
Naruto pun mengangkat alisnya binggung.
"Apa maksudmu." Kata Naruto bingung.
"Aku berbohong tentang semuanya. Aku berbohong jika aku menolakmu. Aku mencintaimu Naruto-kun. Kaulah satu-satunya orang yang kucintai. Selalu dan untuk selamanya. Jadi ku mohon maafkan aku. Aku harap kau tak membenciku dan juga meninggalkanku." Kata Kushina sambil terus menangis.
Mendengar hal tersebut pun Naruto melebarkan matanya.
"Jadi kemarin malam dia berbohong padaku. Dan dia juga cinta padaku. Betapa bodohnya aku kemarin malam. Saat langsung percaya padanya tanpa bertanya terlebih dahulu." Pikir Naruto.
Lalu Naruto pun tersenyum lembut dan mengelus rambut Kushina.
"Hei tenanglah aku tak akan pernah meninggalkanmu. Apalagi membencimu. Karena aku akan tetap mencintaimu." Kata Naruto dengan lembut.
Kushina pun mengangguk dalam pelukan Naruto. Setelah beberapa menit menangis dalam pelukan Naruto. Akhirnya Kushina pun mulai tenang.
"Nee Naruto-kun. Kenapa tadi pagi kau meninggalkan Hinata sendirian." Kata Kushina setelah melepaskan pelukan Naruto.
"Itu karena aku tak ingin kau befikiran yang tidak-tidak. Tentang hubunganku dan Hinata." Kata Naruto dengan lembut.
"Benarkah." Kata Kushina.
Naruto pun mengangguk. Lalu keheningan pun menemani mereka berdua. Mata biru shapire Naruto menatap mata violet Kushina. Dan tanpa mereka sadari wajah mereka berdua semakin mendekat. Lebih dekat lagi hingga hembusan Nafas mereka berdua. Dapat di rasakan pasangan tersebut. Lalu Kushina pun menutup matanya. Sedangkan Naruto yang melihat Kushina sedang menutup matanya hanya tersenyum lembut. Dan jarak antara mereka pun hanya tersisa beberapa sentimeter lagi. Dan...
CUP
Bibir mereka pun bersentuhan. Tiada nafsu dan paksaan dalam ciuman itu. Yang ada hanyalah cinta dan kasih sayang. Naruto pun menekan kepalanya untuk memperdalam ciuman tersebut. Dan juga melingkarkan kedua tangannya di pinggang Kushina untuk menariknya lebih dekat. Sementara itu Kushina mengalungkan tangannya di leher Naruto. Dan menarik kepala Naruto untuk lebih dekat lagi.
"Mmmmhhhhh." Desah Kushina di mulut Naruto.
Naruto pun langsung menjilat bibir bawah Kushina dan memberinya gigitan kecil. Sedangkan Kushina yang mengerti maksud Naruto pun langsung membuka mulutnya. Naruto pun langsung menjulurkan lidahnya. Dan mengabsen setiap deret gigi putih Kushina. Naruto pun memperdalam ciumannya dan menyapu setiap inci mulut Kushina.
"Mmhhhh Naru." Desah Kushina.
Tak mau kalah. Kushina pun langsung membalas ciuman Naruto. Lidah mereka pun saling berpagutan. Saling sedot dan berbagi saliva pun mewarnai ciuman penuh kasing sayang tersebut.
Ciuman yang awalnya berjalan dengan lembut dan penuh kasih sayang. Pun berubah menjadi ciuman yang panas. Lidah mereka berdua terus bergulat dengan liar. Seolah-olah mereka berdua tidak ada yang mau mengalah sama sekali. Mereka pun terus menyedot saliva pasangannya. Ciuman tersebut pun berlangsung dengan cukup lama.
Karena kebutuhan nafas. Mereka berdua pun melepaskan ciuman tersebut. Benang saliva pun terbentang dari kedua bibir mereka. Wajah mereka berdua pun merah padam. Tapi kedua mata mereka pun saling menatap satu sama lain. Keheningan pun menemani mereka berdua. Namun tiba-tiba sebuah suara yang berasal dari perut Kushina pun membuat Naruto harus menahan tawanya mati-matian.
"Mm-mmpppp hahahahahaha." Tawa Naruto dengan keras.
Sedangkan Kushina pun harus menahan malu. Karna tidak tahan karna terus di tertawakan oleh Naruto. Kushina pun langsung memukul kepala Naruto.
Duakh
"Ittai. Apa yang kau lakukan Kushi-chan." Tanya Naruto sambil mengelus-ngelus kepalanya yang benjol.
Sedangkan Kushina yang di panggil Naruto, dengan nama kecilnya pun hanya memerah.
"Di-diam kau baka. Dan berhentilah tertawa." Kata Kushina dengan kesal.
Naruto pun hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Hehehe. Aku minta maaf Kushi-chan. Baiklah ayo kita membeli sebuah makanan." Kata Naruto.
Lalu Naruto pun berjongkok di depan Kushina. Melihat hak tersebut pun Kushina mengangkat alisnya bingung.
"Apa yang kau lakukan Naru-kun." Tanya Kushina.
Mendengar hal tersebut pun Naruto tersenyum.
"Bukankah sudah jelas. Ayo cepat Naik." Kata Naruto.
Kushina pun dengan ragu naik kepunggung Naruto. Setelah Kushina naik ke punggungnya Naruto pun langsung berdiri dan mulai berjalan.
"Bagaimana kalau kita pulang kerumah dulu dan setelah itu kita membeli makanan." Kata Naruto memulai pembicaraannya.
"Kenapa tidak langsung saja membeli makanan Naru." Tanya Kushina bingung.
"Tentu saja tak bisa. Cobalah cium bau badanmu. Badanmu itu kotor dan bau tahu. Nanti yang ada kita akan di usir gara-gara kamu." Kata Naruto sambil tersenyum mengejek.
Sementara Kushina yang merasa di ejek pun menarik telinga Naruto dengan kencang.
"Apa yang kau katakan baka." Teriak Kushina dengan kesal.
"Hey, Kushi-chan lepaskan telingaku." Kata Naruto sambil meringis kesakitan.
"Tidak akan. Sebelum kamu minta maaf padaku." Kata Kushina.
"Baiklah-baiklah aku minta maaf. Aku kan cuma bercanda. Walau biar bagaimana pun keadaanmu aku akan tetap mencintaimu." Kata Naruto.
Sementara Kushina yang mendengar hal tersebut pun sangat senang. Lalu Kushina pun meletakkan kepalanya di samping leher Naruto.
"Nee Naru-kun. Apakah sekarang kita sepasang kekasih." Kata Kushina dengan pelan.
Mendengar hal tersebut pun Naruto menghentikan langkahnya dan tersenyum lembut ke arah Kushina.
"Tentu saja. Bukankah ciuman tadi sudah cukup untuk memberimu jawabannya. Apakah kaumenyesal menjadi kekasihku." Tanya Naruto.
Dengan cepat pun Kushina menggeleng.
"Tentu saja tidak. Justru aku sangat senang." Kata Kushina sambil tersenyum.
Mendengar hal tersebut pun Naruto tersenyum dan lalu melanjutkan jalannya. Tak terasa mereka berdua telah sampai di apartement Naruto. Lalu mereka berdua pun masuk untuk membersihkan badannya. Tak berselang lama mereka berdua pun keluar dengan pakaian yang rapi. Naruto mengenakan sebuah celana hitam panjang dan sebuah kaos berwarna putih dengan lambang pusaran air di depannya. Dan rambut pirangnya pun di biarkan acak-acakan sehingga membuatnya tampak tampan dan keren.
Sementara itu Kushina mengenakan yukata berwarna biru laut. Dan rambutnya di biarkan tergerai bebas dan sebuah poni yang menutupi keningnya. Sehingga membuatnya nampak sangat cantik.
"Baiklah ayo kita pergi." Kata Naruto sambil menggandeng tangan Kushina.
Kushina pun mengangguk. Lalu mereka berjalan ke jalan ke arah desa.
"Hai Kushi-chan ada yang ingin ku berikan padamu." Kata Naruto.
"Apa Naru-kun." Tanya Kushina.
Lalu Naruto merogoh kantong sakunya. Dan mengeluarkan sebuah jepit rambut berwarna kuning.
"Wah indahnya." Kata Kushina kagum.
"Ini adalah peninggalan ibuku. Aku ingin kau memakainya." Kata Naruto.
Mendengar hal itu Kushina pun kaget.
"Eh. Kenapa kau memberikannya kepadaku." Tanya Kushina.
Mendengar hal tersebut pun Naruto tersenyum.
"Karna ibuku menyuruhku untuk memberikannya kepada seseorang yang kusayangi dan paling berharga dalam hidupku. Dan kau lah orangnya." Kata Naruto sambil tersenyum.
Naruto pun memasangkannya di rambut Kushina seperti di cannon. Lalu dia pun mundur beberapa langkah kebelakang untuk melihatnya.
"Kau tampak cantik memakainya." Kata Naruto sambil tersenyum.
Kushina pun memerah mendengar hal tersebut.
"Te-terima kasih." Kata Kushina.
Naruto pun tersenyum lalu merangkul pundak kanan Kushina dengan tangan kanannya.
"Sudahlah lebih baik ayo kita pergi untuk membeli makanan." Kata Naruto.
Kushina pun mengangguk dengan wajah memerah. Mereka pun terus berjalan dengan Naruto merangkul badan Kushina. Sedangkan Kushina melingkarkan tangannya di perut Naruto. Akhirnya mereka pun sampai di depan toko ramen ichiraku. Lalu mereka pun masuk ke tempat tersebut.
"Paman ramen misonya dua mangkok." Teriak Naruto.
"Oh kau Naruto, Kushina. Baiklah tunggu sebentar." Kata Ayame.
Naruto pun mengangguk. tak berselang lama mereka menunggu. Akhirnya Ayame pun keluar dari dapur sambil membawa dua mangkok ramen.
"Ini Naruto Kushina selamat makan." Kata Ayame.
"Terimakasih Ayame-nee." Kata Naruto.
Ayame pun mengangguk. Lalu meninggalkan mereka berdua.
"Selamat makan." Kata mereka berdua. Lalu mereka berdua pun memakan ramennya. Setelah mangkok yang keempat akhirnya mereka pun berhenti makan.
"Ah aku kenyang." Kata Naruto.
Kushina pun mengangguk.
"Ya aku juga kenyang." Kata Kushina.
"Bagaimana kalu sekarang kita pulang. Aku sudah mengantuk." Kata Naruto.
Kushina pun mengangguk.
"Paman aku pulang dulu. Uangnya ku taruh di meja." Kata Naruto.
"Iya Naruto." Kata paman Teuchi.
Lalu Naruto memegang tangan Kushina dan menghilang dalam kilatan berwarna kuning.
At apartement Naruto.
Sementara itu di apartement Naruto. Suasana yang semula tenang pun harus terganggu oleh sebuah kilatan berwarna kuning. Lalu dari kilatan tersebut keluarlah Naruto dan Kushina.
Kemudian Naruto dan kushina duduk di futon
"Kushina-chan bagai mana kalau kita bermain dulu hmm." Kata Naruto.
Kushina pun mengangguk dengan semburat di kedua pipinya.
Warning lemon :
Naruto mendekatkan wajahnya ke wajah Kushina, sedetik kemudian Naruto sudah mencium Kushina dengan lembut, Kushina pun membalas ciuman Naruto, Naruto membuka yukata biru laut milik Kushina, terlihatlah bra merah dan celana dalam merah milik Kushina kemudian naruto melepas bra dan celana dalam Kushina dan terlihatlah payudara yang indah dengan puting berwarna merah muda,serta vagina indah kushina
Kini Naruto beralih mencium leher jenjang Kushina dan memberikan banyak kissmark, tidak lupa tangan kanannya meremas payudara sebelah kiri milik kushina, Kushina pun mendesah kenikmatan.
"Aakh! Ahhn! Ahhh!" desah kushina
Kini Naruto beralih ke belakang Kushina lalu meremas kedua payudara Kushina dengan lembut, dan mencium leher jenjang Kushina. Kushina pun mendesah merasakan kenikmatan yang di berikan Naruto.
"Akhhh! Ahhh! Ughh!"
"Aku mencintai mu Kushina-chan, aku mencintai tubuh indah Kushina-chan." kata Naruto yang masih meremas kedua payudara Kushina.
"Ahhh! Ahhh! Ahhh! Aku juga mencintai mu Naruto-kun,Naruto-kun aku mohon masukan jari-jarimu kedalam vaginaku." kata Kushina yang medesah menikmati sentuhan Naruto.
"Baiklah Kushina-chan." kata Naruto kemudian menyusupkan tangan kanannya ke vagina Kushina, dan memasukan jari tengah tangan kanannya ke vagina Kushina, Kushina pun mendesah kenikmatan.
"Ahhh! Ahhh! Terus Naruto-kun,lebih Ahhh! cepat Ahhh Naruto-kun"
Naruto menambah kecepatan memaju mundurkan jarinya, dan juga menambahkan jari telunjuknya masuk ke dalam vagina kushina. Kushina pun mendesah hebat saat klimaksnya.
"Ahhh! Ahhh! Naruto-kun! Ak-akuu keluaarrrr!"
"Wajahmu sangat indah saat mengeluarkan cairan cintamu Kushina-chan." kata Naruto di telinga Kushina, dan itu membuat Kushina merona di kedua pipinya, kemudian mengeluarkan dua jari tangan kanannya dari dalam vagina Kushina, "Kita lanjutkan?" tanya Naruto kemudian.
Kushina pun hanya mengangguk karen masih terengah-engah, kini Naruto beralih ke depan Kushina, lalu mencium dan melumat payudara indah Kushina, tidak lupa memasuk kembali dua jari tangan kanannya ke dalam vagina Kusina, Kushina pun mendesah kenikmatan.
"Ahhh! Ahhh! Ini enak Naruto-kun! Ahh! Ahhh! Ughhh!"
Naruto terus memberi rangsangan pada Kushina, dari mencium payudara indah Kushina, melumatnya, mencium leher jenjangnya, hingga mencium bibir Kushina, dan tidak lupa memaju mundurkan dua jari tangan kanannya di dalam vagina Kushina. Kushina hanya bisa mendesah merasakan kenikmatan yang di berikan Naruto, tidak berapa lama Kushina pun mendesah panjang.
"Ahhh! Naruto-kun! Ahhh! Ahhh! Ughhh! Aku keluarrr!"
Cairan cinta membasahi vagina Kushina dan dua jari tangan kanan milik Naruto, Naruto pun mengeluarkan dua jari tangan kanannya dan melepas baju dan celananya, kini terpampang jelas penis Naruto yang sudah menegang dengan panjang 15,5 cm dan diameter 3,4 cm.
Di miringkannya tubuh Kushina di futon, Naruto pun mencium bibir Kushina kemudian berkata, "Kushina-chan siap?" tanya Naruto yang kini penisnya menempel pada bibir vagina milik Kushina. Kushina hanya menjawab dengan anggukan.
"Ugh!"Kushina karena kepala penis naruto masuk kedalam vaginanya.
"J-jangan kuat-kuat Naruhh" Desah Kushina pada Naruto.
"Aku masih perawan" Ucap Kushina dengan wajah merona malu.
"Baiklah Kusina-chan!" Ucap Naruto dan memasukkan Penisnya lebih dalam ke Vagina milik Kushina dengan perlahan hingga masuk setengahnya dan merasa ada selaput darah yang melindunginya.
"Kau yakin Kushi-can?" Tanya Naruto berusaha memastikan.
"U-um! Demi Naru-kun aku rela keperawananku hilang" Ucap Kushina dengan pasrah.
"Ugh!" Kushina membelalakkan matanya saat Naruto berhasil menghentakkan pinggulnya dalam Vaginanya, Darah keperawanan keluar dari Vaginanya.
"S-sakit Naru"Kushina memejamkan matanya kesakitan yang luar biasa dia rasakan.
Naruto pun membiarkan sebentar menunggu rasa sakit yang di alami Kushina hilang, kemudian Kushina pun berkata, "Kau boleh bergerak Naruto-kun."
Naruto pun memaju mundurkan pinggulnya lalu mencium leher jenjang Kushina, mencium bibir Kushina, kemudian melumat payudara indah Kushina sambil memaju mundurkan penisnya di dalam vagina milik Kushina, Kuhina pun mendesah lebih nikmat dari yang tadi.
"Ahhh! Ahhh! Naruto-kun lebih cepat! Akhh! Ughh! Ahnn!"
"Kushina-chan vaginamu sempit sekali, penisku terasa di pijat-pijat! Ahhh!" kata Naruto memaju mundurkan penisnya lebih cepat di dalam vagina milik Kushina.
"Ahhh! Sekarang dan selanjutnya tubuhku hanya milikmu Naruto-kun! Ahhh!"
Naruto pun memaju mundurkan penisnya lebih cepat di dalam vagina milik Kushina, tidak lupa mencium dan melumat payudara indah milik Kushina, Hampir 20 menit Naruto memacu penisnya di dalam vagina milik Kushina, tidak lama kemudian Kushina pun mendesah panjang karena mencapai klimaksnya yang ketiga kali.
"Ahhh! Naruto-kun! Aku keluarrr! Ahhh! Ughhhh! Ahhh! Ahhh! Ahhh!"
Naruto pun menghentikan memaju mundurkan penisnya lalu mencium bibir Kushina, lalu memposisikan tubuh Kushina menungging dengan penis yang masih di dalam vagina milik Kushina. Kemudian memaju mundurkan penisnya kembali di dalam vagina milik Kushina.
"Ahh! Kushina-chan! Vaginamu benar-benar enak Ahh! Ahh!"
"Ahh! Ahhh! Naruto-kun! Lebih cepat!"
Naruto pun memaju mundurkan penisnya di dalam vagina milik Kushina dengan lebih cepat, tidak lupa meremas kedua payudara Kushina yang bergoyang-goyang, Kushina pun mendesah merasakan kenikmatan yang di berikan Naruto.
"Ahhhh! Ahhh! Ughhh! Naruto-kun! Lebih cepat!"
Naruto pun memaju mundurkan penisnya dengan cepat, tidak lupa meremas payudara indah milik Kushina. Hampir 20 menit mereka dalam posisi seperti itu, Kushina pun mendesah merasakan nikmat yang begitu dahsyat kemudian mendesah karena mencapai klimaksnya, sedangkan Naruto pun memaju mundurkan lebih cepat lagi karena penisnya hampir mencapai klimaksnya.
"Ahhh! Ahh! Naruto-kun! Aku mau keluar!"
"Ahhh! Kushina-chan! Aku juga!
"Keluarkan di dalam Naruto-kun! Ahhh! Ugh!
"Kushina-chan! Aku keluaarrr!''
"Naruto-kun! Aku juga keluaarrr!''
Naruto dan Kushina pun mencapai puncak kenikmatannya, kemudian memposisikan Kushina tidur dengan memunggungi Naruto, Naruto pun memeluk Kushina dari belakang. Tubu mereka berdua masih telanjang.
"Kushina-chan, aku mengeluarkannya di dalam? Apa tidak apa-apa?" tanya Naruto yang kini mengeratkan pelukannya.
"Tidak apa-apa Naruto-kun, aku sekarang tidak dalam masa subur." jawab Kushina mengeratkan tangan Naruto yang memeluk tubuhnya.
"Ya sudah kalau begitu lebih baik kita tidur, hari sudah malam." kata Naruto yang kini menarik selimut ke dalam tubuh mereka berdua lalu memeluk kembali Kushina.
"Ya, selamat malam Naruto-kun." kata Kushina yang kini memejamkan matanya.
"Selamat malam Kushina-chan." kata Naruto yang mencium pundak Kushina lalu tertidur.
Lemon off
Keesokan paginya.
Pagi itu di Training Ground Tim 6. Nampak Naruto dan Kushina yang sedang berlatih dengan keras. Namun latihan mereka harus terhenti saat muncul kepulan asap di tengah lapangan. Lalu dari kepulan asap keluarlah seseorang berrambut putih panjang aka Jiraya.
"Kalian berdua temui aku di kantor hokage." Kata Jiraya.
Lalu dia pun menghilang lagi dalam kepulan asap. Melihat hal tersebut pun Naruto menghela nafas.
"Hah dia main pergi dan datang seenaknya saja." Kata Naruto dengan kesal.
"Sudahlah Naru-kun lebih baik kita pergi saja. Dari pada nanti sensei marah." Kata Kushina sambil tersenyum.
"Baiklah ayo kita pergi." Kata Naruto.
Kushina pun mengangguk. Lalu dia pun menggandeng tangan Naruto dan menghilang dalam kilatan berwarna kuning.
At gedung Hokage.
Sementara itu di gedung hokage. Nampak sang Hokage sedang duduk di kursinya. Dan di depannya sedang berdiri semua anggota tim 7.
"Tim 7 siap menjalankan misi Hokage-sama." Kata Kakashi dengan sopan.
"Dan kuharap misi kali ini bukan misi Rank-D lagi." Kata Kurosaki dengan kesal
Mendengar hal tersebut pun Hiruzen tersenyum.
"Baiklah. Misi kali ini adalah misi Rank-C. Namun sebelum itu kalian akan menjalankan misi bersama..."Pooff"
Namun sayang belum sampai Hiruzen menyelesaikan berkataannya. Tiba-tiba muncullah kepulan asap di depan mereka semua. Lalu dari kepulan asap keluarlah Jiraya.
"Apakah mereka sudah kau suruh kesini jiraya." Tanya Hiruzen.
Jiraya pun mengangguk.
"Sudah Hokage-sama. Sebentar lagi mereka akan sampai." Kata Jiraya.
Tak berselang lama. Tiba-tiba muncullah kilatan berwarna kuning di depan mereka semua. Lalu muncullah Naruto yang sedang menggandeng tangan Kushina.
"I-itu kan Hiraishin." Pikir Kakashi kaget.
"Hah. Jadi kau sudah bisa menggunakannya Naruto." Tanya Hiruzen.
"Tentu saja Jiji." Kata Naruto sambil nyengir.
"Baiklah Naruto. Ada misi untukmu dan Kushina." Kata Hiruzen.
"Apakah misi Rank-A lagi Jiji." Tanya Naruto.
"Tidak Naruto. Kali ini hanya misi Rank-C. Dan misi kali ini bersama Tim 7." Kata Hiruzen.
Sementara Tim 7 pun kaget karena Tim 6 bisa menjalankan misi Rank-A.
"Apa benar dobe bisa menjalankan misi Rank-A. Aku saja yang seorang Uchiha belum pernah menjalankan misi Rank-A." Kata Sasuke dengan sinis.
"Tentu saja." Kata Naruto cuek.
Sedangkan Hiruzen yang melihat pertengkaran kecil di depannya pun hanya menghela nafas.
"Hah sudahlah. Misi Tim 7 dan Tim 6 adalah mengantarkan seorang klien ke Nami no Kuni. Dan untuk tim 6 kali ini Jiraya tidak akan ikut menjalankan misi. Karena dia ada tugas khusus dari ku." Kata Hiruzen.
"Hai." Kata NaruKushi
"Baiklah klien sudah menunggu di gerbang jadi cepat lakukan." Kata Hiruzen.
Mereka semua pun mengangguk. Lalu berjalan ke arah gerbang desa.
Time skip (pembicaraan kayak di cannon)
Saat ini Tim 6 dan Tim 7 sedang berjalan melewati pepohonan untuk mengantarkan Klien ke Nami no Kuni. Nampak Naruto yang sedang berjalan menggandeng Kushina yang berjalan paling belakang. Sedangkan Tim 7 dan Klien berjalan di depan.
"Hai rambut merah. Kenapa kau terus menggandeng tangan Naruto-kun. Dia itu tidak pantas untuk mu tahu. Naruto-kun itu hanya untukku tahu." Kata Sakura dengan tidak kesal.
Sementara Kushina pun langsung melingkarkan tangannya di perut Naruto. Dan menghiraukan Sakura.
"Diam kau Haruno. Kushina adalah kekasihku. Jadi jika sampai kau macam-macam sama dia kau akan ku bunuh." Kata Naruto dengan dingin.
Sakura pun ketakutan melihat Naruto.
"Ba-baiklah." Kata Sakura tergagap.
Sedangkan Kakashi yang melihat pertengkaran kecil tersebut pun hanya menghela nafas.
"Sudahlah. Kalian bertiga jangan bertengkar." Kata Kakashi.
Mereka bertiga pun mengangguk. Mereka semua pun terus berjalan melewati pepohonan. Dan di depan mereka semua nampak ada dua genangan air.
"Kushi-chan kau siap." Kata Naruto.
Kushina pun mengangguk.
Sementara Kakashi yang melihat genangan air itu pun menaikkan kewaspadaannya.
"Semoga mereka menyadarinya." Pikir Kakashi.
Lalu mereka pun berjalan melewati genanagan air tersebut. Tiba-tiba dari genangan air tersebut keluarlah dua orang Missing-nin. Sedangkan Kakashi yang melihat hal tersebut pun langsung berteriak.
"Kalian semua meng-..." " Crank Crank Crank"
Belum sampai Kakashi menyelesaikan perkataannya. Tiba-tiba dari dalan tanah dan punggung Kushina keluarlah rantai-rantai chakra yang langsung mengikat kedua Missing-nin tersebut. Sedangkan Kakashi yang melihat hal tersebut pun kaget.
"Ba-bagaimana bisa dia meneggunakan itu." Pikir Kakashi.
Sedangkan Naruto dan Kushina langsung mendekati mereka berdua.
"Aku tak menyangka akan bertemu kalian disini. Gozu dan Meizu iblis bersaudara Missing-nin Rank-C dari Kirigakure." Kata Naruto.
"Mungkin ini keberuntungan kita Naru-kun." Kata Kushina.
Sedangkan Kakashi dan tim 7 hanya memandang kagum. Karena dia mengetahui nama Missing -nin tersebut.
"Dari mana kau tahu informasi tersebut Naruto." Tanya Kakashi
"Entahlah aku tidak tahu."
Kakashi pun Sweatdroop mendengar jawaban Naruto.
"Dasar dobe." Kata Sasuke dengan sinis.
"Diam kau teme. Dan untuk kalian berdua aku minta maaf karena aku akan menghabisi kalian berdua." Kata Naruto.
Lalu Naruto pun membuat segel tangan dengan cepat.
"Hokage shiki jijun jutsu : kakuan nitten suishu."
Lalu tiba-tiba dari dalam tanah keluarlah akar-akar yang melilit kaki Missing-nin dan menyerap habis chakra dua missing-nin tersebut.
"Ba-bagaimana bisa. Mereka berdua memiliki Kekkai genkai." Pikir Kakashi.
"Cih sejauh mana kemampuanmu dobe." Pikir Sasuke iri.
"Mereka hebat." Pikir Sakura dan Kurosaki.
Sementara itu Naruto langsung berjalan ke arah klien.
"Bisa kau jelaskan Tazuna-san. Seharusnya misi rank-c hanya melindungimu dari serangan bandit. Tapi kenapa yang menyerangmu tadi adalah Missing-Nin." Kata Naruto dengan pandangan tajam.
Sementara Tazuna yang dipandang tajam oleh Naruto pun menelan ludah. Lalu mengangguk dengan pasrah.
"Hah baiklah. Sebenarnya ..."
Lalu Tazuna pun menyeritakan semuanya tentang kekejaman-kekejaman yang di lakukan oleh gatou.
"Dan aku harap kalian mau mengantar kan ku sampai di rumah." Kata Tazuna sambil memohon.
"Baiklah aku dan Kushi-chan akan melanjutkan misi. Bagaimana denganmu timmu Kakashi-Sensei." Tanya Naruto.
Kakashi pun menjawab "kalau aku terserah mereka bertiga."
"Aku ikut." Kata Sasuke.
"Karena aku tak akan kalah darimu dobe." Pikir Sasuke.
"Aku juga ikut sensei." Kata Kurosaki.
"Baiklah. Karna semuanya ikut. Aku juga ikut." Kata Sakura.
"Jadi sudah di putuskan. Misi akan di lanjutkan." Kata Kakashi.
Mendengat hal itu Tazuna pun sangat senang.
"Terima kasih." Kata Tazuna.
Mereka semua pun mengangguk. Lalu mereka semua pun melanjutkan perjalanannya. Dan tak terasa mereka semua pun sudah sampai di pantai.
"Aku akan cari perahu terlebih dahulu." Kata Tazuna
Mereka semua pun mengangguk. Tak berselang lama Tazuna pun menghampiri mereka dengan sebuah perahu. Mereka pun langsung menaiki perahu tersebut. Setelah beberapa waktu akhirnya mereka pun sampai di sebrang. Dan mereka pun dapat melihat sebuah jembatan besar yang belum selesai di bangun.
"Jadi itu jembatannya Tazuna-san." Tanya Naruto.
Tazuna pun mengangguk.
"Yah seperti yang kau lihat. Namun sayang jembatan itu belum selesai karena gatou." Kata Tazuna.
"Sudahlah Tazuna-san kami pasti akan melindungimu sampai jembatan tersebut selesai di bangun." Kata Naruto sambil tersenyum.
Tazuna pun sangat senang mendengar hal itu.
"Dan lebih baik. Kita lanjutkan saja perjalanannya." Kata Kakashi.
Mereka semua pun mengangguk. Lalu mereka semua pun berjalan melewati rimbunnya hutan. Namun tiba dari kejauhan nampak sebuah pedang dengan ukuran besar. Melesat dengan cepat kearah mereka. Melihat hal tersebut pun Naruto langsung membuat segel tangan dengan cepat.
"Mokuton : mokujoheki no jutsu."
Lalu dari sekitar mereka terbentuklah kubah kayu milik Naruto. Dan pedang tersebut pun langsung menghantam kubah tersebut.
Jleb
Pedang tersebut pun langsung menancap di kubah kayu itu.
Tbc.
