After Meet You Chap 2
Author: vwvw
Main Cast: Byun Baekhyun, Oh Sehun, Park Chanyeol
Genre: School life
Length: Chapter
Rate : T
.
.
.
.
Chapter 2 / END
Baekhyun pov
Kriiiing~
Bel pulang sekolah
Kuputuskan untuk menunggu Chanyeol Sunbae dikelas. Tak lama ia datang dengan tergesah-gesah.
"Eh? Apa kau berlari sunbae? Kenapa kau terburu-buru?" tanyaku menghampirinya dan mengusap peluhnya
"Aku hanya tak ingin kau menunggu terlalu lama" jawabnya sambil menggaruk tengkunya
"Eh? Aku senang menunggu sunbae. Tak apa tak perlu khawatir sunbae." terangku
Chanyeol pov
Akhirnya waktu yang kutunggu-tunggu telah tiba. Kupercepat langkahku menuju kelasnya. Baru sebentar berlari peluh telah membanjiriku. Mungkin ini efek karena terlalu bersemangat.
"Eoh? Apa kau berlari sunbae? Kenapa kau terburu-buru?" tanyanya menghampiriku dan mengusap peluhku
DEG DEG
Aku terkejut karena perlakuannya. Tapi aku memaklumi itu karena ia memang baik pada semua orang.
"Aku hanya tak ingin kau menunggu terlalu lama" jawabku sambil menggaruk tengkunya
"Eh? Aku senang menunggu sunbae. Tak apa tak perlu khawatir sunbae." Terangnya
"Araseo. Kajja Baekhyun-ah kita berangkat." ujarku
"Ne~" ucapnya tak kalah girang
kedai ice cream
"Sunbae mau pesan apa?"
"Biar aku saja yang membelikanmu, hari ini aku yang akan membayarmu."
"Hua jeongmal? Hahaaa gomawo sunbae." ujarnya senang
Tak lama
"Cha~ Ice cream pesananmu datang"
"Eoh? darimana sunbae tau aku menyukai stroberi?"
"Aku hanya menebaknya saja."
"Cham, Apa sunbae tahu? Sunbae adalah yang pertama yang pernah kuajak kemari."
"Eoh? Benarkah? Bagaimana dengan namjachingumu itu?"
"Sehun tak suka ice cream. Ia selalu menolak jika kuajak kemari."
Kulihat wajahnya berubah sendu. Aku benar-benar tak tega melihatnya seperti ini.
"Hei. Kenapa kau tak membicarakan masalah tadi dengannya? Apa kau pernah mencoba untuk bertanya padanya?" ujarku
"Ak-aku takut sunbae. Tatapannya seolah-olah membunuhku secara perlahan. Aku benar-benar tak bisa mengatakannya, lidahku terasa kelu untuk membicarakannya."
"Kalau begitu katakan tanpa menatapnya."
"Eoh, benar juga kenapa tak terpikirkan olehku ya?" ucapnya sambil menggaruk kepalanya
"Aigoo, kenapa kau imut sekali" kucubit kedua pipi cubbynya
"Yak! Ap-appo sunbae! Geumanhae jebal~" erangnya
Normal pov
Kriiing
Bel alarm berbunyi
Dengan semangat Baekhyun bangun dan segera mematikan alarm itu. Segera ia beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi. Stelah memakai seragam ia turun menuju meja makan untuk sarapan bersama. Tak lama suara mobil Sehun terdengar. Setelah berpamitan ia segera menghampiri namjachingunya.
Masih seperti hari-hari sebelumnya, Sehun hanya menjawabnya datar. Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang menyeliputi mereka. Seketika Baekhyun teringat ucapan Chanyeol kemarin.
"Hu-hunnie~ Sepulang sekolah nanti aku tunggu dikelasku ya! Tak ada penolakan kali ini." ujarnya setelah sampai disekolah.
'Kali ini akan kuperjelas permasalahan ini' ujarnya
-skip time-
Kriiing
Bel istirahat
Terlihat sesosok namja tengah kebingungan mencari Baekhyun. Yap bisa ditebak namja itu adalah Chanyeol.
Dia terlihat kebingungan mencari Baekhyun saat ini. Bagaimana ia tidak kebingungan, Baekhyun mengiriminya pesan untuk segera menemuinya tanpa memberitahu tujuannya.
Chanyeol pov
"Yak Byun Baekhyun kau ada dimana?" umpatku
Eoh, lebih baik kucoba mencarinya di atap sekolah, mungkin ia ada disana.
Ternyata dugaanku benar, ia saat ini tengah menatapku dengan senyum yang lebar melebihi lebarnya senyumanku.
"Wah! Kau menemukanku sunbae! Daebak." ucapnya layaknya seorang anak kecil yang melihat ibunya datang.
"Heuh... heuh... aku kebingungan mencarimu tadi. Kau tega sekali!" kesalku
"Kkkk~ mianhae. Ini minumlah sunbae." ucapnya menyodorkan minuman kaleng bersoda
"Ada apa memanggilku kemari?"
"Tebak apa yang telah kukatakan padanya sunbae!" ujarnya riang
"Aku menyerah. Memang apa yang kau katakan?"
"Aku telah memintanya untuk menemuiku sepulang sekolah nanti^^!"
"Jinjja? Baiklah, semoga kau baik-baik saja dengannya." ujarku tersenyum menutupi rasa sakitku
'Ini yang terbaik Chanyeol-ah. Asal ia bahagia aku juga bahagia. Lebih baik aku tetap seperti ini.' Gumamku
Normal pov
Kriiing
Bel pulang sekolah
Drrrt
Sebuah pesan baru masuk dihandphone Baekhyun. Setelah membaca nama yang tertera disana ia langsung berhambur mengulum senyum.
From: Sehun 3
"Mianhae Byun Baekhyun. Aku benar-benar tak bisa untuk bertemu saat ini, aku ada keperluan mendadak. Mengertilah."
Seketika senyum itu luntur. Ia benar-benar merasa kecewa pada namjachingunya itu. Bahkan saat Chanyeol mengajaknya ke taman ia hanya diam dan menekuk wajahnya menahan tangis. Sampainya mereka ditaman, Chanyeol tak menyerah untuk membuat Baekhyun kembali tersenyum. Setelah kehabisan akal akhirnya ia memeluk Baekhyun untuk mengeluarkan air matanya. Hanya dengan cara ini lah Baekhyun bisa kembali tersenyum.
Chanyeol pov
Kurengkuh erat tubuhnya. Sungguh aku benar-benar membenci pemandangan saat ini, dimana Baekhyun menangis terisak hanya karena namja bodoh yang mempermainkan perasaannya. Hatiku berdenyut sakit mendengar isakannya. Yang bisa kulakukan saat ini hanyalah memeluknya, mengelus dan mencium puncak kepalanya menyalurkan sedikit ketenangan.
"Apa kau tahu Baekkie. Sangat sakit melihatmu selalu menangis seperti ini karena namja itu. Tapi aku juga senang karena kau tak menyembunyikan apapun dariku. Tapi mengapa kau selalu melampiaskannya dengan menangis? Aku bahkan tak pernah melihatmu marah. Tidakkah kau lelah dengannya?" tanyaku lembut
Tapi ia tak menjawab. Tak lama suara isakan itu hilang, setelah kurasa ia sedikit tenang kuusap air mata itu dan menunggunya menjawab. Kulihat ia tersenyum, ia sudah kembali seperti Byun Baekhyun yang ceria. Selalu saja seperti ini, setelah menangis menumpahkan semua rasa marahnya ia akan tersenyum seperti tak pernah terjadi apa-apa. Kulihat ia menatapku lembut tapi masih menyiratkan sebuah kesedihan didalamnya.
"Mianhae sunbae karena aku menangis lagi dihadapanmu. Aku hanya lebih nyaman seperti ini sunbae. Kalau sunbae bertanya apa aku lelah, tentu saja aku lelah tapi sebelum mendapatkan kepastian itu aku tak akan menyerah." ucapnya tersenyum manis
Perlahan kuangkat tanganku, kuusap pipinya dengan tatapanku yang berubah menjadi sendu.
"Ada apa dengan tatapanmu itu eoh? kau terlihat seperti anak kecil yang menginginkan sebuah permen. Kkkk~"
Ya, kembalilah Baekhyun yang ceria dan cerewet seperti dulu. Aku bersyukur karena ia sudah bisa tersenyum lagi. Tak lama setelah itu, kuajak ia menuju kedai ice cream, dan tentu saja ia menjawabnya dengan tatapan berbinar.
kedai ice cream
"Channie sunbae~ bolehkah aku membeli 2 mangkuk ice cream? Ne ne ne?" ujarnya menggelayut dilenganku
"Mwo! Apa kau sedang memerasku eoh? Tidak! Nanti perutmu sakit anak kecil!"
"Channie~~! Ne ne?" ucapnya dengan puppy eyesnya
"Haishh, geurae!"
"Huaaa jinjjayo? Gomawo sunbae~"
CUP
Saking/? senangnya ia mengecup pipiku. Tentu saja aku terkejut, sedetik kemudian kuulum sebuah senyum menatapnya yang langsung berlari memesan ice cream. Segera kuhampiri ia menyuruhnya untuk menunggu ditempat duduk. Ia pun menurut dan menungguku.
"Ini ice creamnya."
Kulihat ia menatap nanar lurus entah kearah siapa. Setelahku ikuti pandangannya.
DEG
Bukankah ia Sehun? Namjachingu Baekhyunku, mengapa ia sedang bersama Luhan bahkan mereka bermesraan. Seketika aku tersadar dan menatap Baekhyun sendu. Terlihat dengan jelas kalau ia benar-benar menahan tangis sembari menatapku. Kutarik tangannya menjauh dari kedai itu.
"Kenapa keluar sunbae? Bukankah didalam ada Sehun tadi? Ia sedang bersama Luhan tadi, aku ingin menemui mereka." ucapnya lirih
"Kau tak perlu melihatnya Baekkie. Kau boleh menangis sekarang" ujarku lembut
"Ani, aku tak akan menangis lagi untuknya karena sunbae juga akan sakit nantinya" ujarnya tersenyum, senyumnya seakan menunjukkan bahwa dirinya baik-baiknya. Aku hanya mengangguk menanggapinya.
"Aku akan selalu disampingmu anak kecil, tak perlu takut" ujarku
Baekhyun pov
Akupun kembali menuju kedai tadi. Kuhampiri meja Sehun Oppa bersama yeojachingunya dan kusapa mereka dengan senyum palsuku.
"Annyeong" sapaku, kulihat Sehun terkejut tapi kulemparkan tatapan hangatku padanya.
Sedetik kemudian ia menarik lenganku keluar sedangkan Chanyeol sunbae menemani Luhan. Ia hempaskan tanganku kasar sehingga aku melenguh sakit karnanya.
"Apa yang kau lakukan disini!" bentaknya
"Eoh? Bukankah kau tahu persis kalau aku menyukai ice cream? Aku yang seharusnya bertanya sedang apa kau disini? Dan siapa dia? Namjachingu?" tanyaku
"Ya, ia namjachinguku" ucapnya menatapku. Kulihat ia benar-benar yakin dengan ucapannya.
DEG
Aku hanya menghela nafas berat dan coba tersenyum.
Kulihat ia mengerutkan kedua alisnya bingung.
"Tidakkah kau merasa sakit? Jangan tersenyum." tanyanya lembut
"Kenapa kau melakukan ini kepadaku Sehunnie? Apa kau bosan denganku?" tanyaku
"Mianhae, aku benar-benar tak bermaksud begini. Aku hanya merasa ada yang tak kau miliki ada apa Luhan. Aku tak nyaman saat bersamamu, mungkin hanya diawal aku bisa nyaman denganmu Baekhyun-ah. Mianhae" ujarnya menyesal
"Luhan cantik dan imut, ia namja baik dan lebih mandiri dari pada aku. Mungkin itu yang membuatmu luluh padanya" ucapku menahan air mata
Tidak Baekhyun-ah kau jangan menangis untuknya lagi. Kau sudah berjanji pada Chanyeol tadi.
"Kalian sangat serasi. Luhan cantik dan kau tampan. Tolong jagalah Luhan jangan sampai ia menangis karnamu seperti aku ara! Aku akan merestui kalian, aku juga tak akan menceritakan tentang kita padanya" ujarku tersenyum
Aku yakin Sehun benar-benar mengerti arti dari senyumku. Seketika itu ia langsung memelukku, perlahan kubalas pelukannya yang merupakan pelukan terakhir darinya.
"Gomawo Baekhyun-ah, kau pantas mendapatkan yang lebih baik dari aku"
"Tentu saja! Memang hanya kau yang boleh mendapatkan yang terbaik!"
"Kkkk~ gomawo Baekhyun-ah"
"Hng Sehun-ah!"
Kemudian kami kembali memasuki kedai. Kulihat saat ini Luhan sedang bercanda dengan Chanyeol sunbae. Entah mengapa melihatnya aku sedikit tak suka. Semenjak aku bertemu dengan Chanyeol sunbae aku selalu merasa baik-baik saja, aku selalu percaya bahwa Chanyeol akan membuatku bahagia.
"Annyeong Luhanie" sapaku yang membuat ia bingung
"An-annyeong, geundae nuguseyo?" tanyanya imut
"Wah kau benar-benar imut, pantas saja Sehun menyukaimu. Kenalkan aku Byun Baekhyun teman dekat namjachingumu" ucapku dengan senyum tulus
"Ah, ne Xi Luhan imnida" ujarnya sambil menunduk malu
"Kkk~ kyeopta. Baiklah sepertinya aku dan Chanyeol sudah tidak ada keperluan disini. Aku pergi dulu annyeong!"
Kutatap Sehun yang juga menatapku seolah berkata 'Gomawo' kubalas dengan senyumku kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.
PUK
Kurasakan ada seseorang yang pastinya itu Chanyeol sunbae, ia sedang menepuk bahuku.
"Gwaenchanha?"
"Tentu saja, memangnya ada apa?"
"Aku benar-benar kagum denganmu tadi, kau bahkan secepat itu memaafkannya."
"Memang apa yang harus aku lakukan? Memukulnya? Menamparnya? Itu hanya akan menjadi beban berat nantinya, bukankah begitu? Berteman lebih menyenangkan dari pada harus bermusuhan karena hal ini."
Ia menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapanku. Ia menarik tanganku kedekapannya. Kubalas pelukannya.
"Eoh? Ice creamku mana sunbae? Tadikan sudah beli?" ucapku mengerucutkan bibirku
"Eoh? aku meninggalkannya di meja kasir, tadi kusuruh mereka untuk membungkusnya."
"Mwo? Hiks... Ice creamku hiks.." tangisku
"Eh? uljima Baekkie akan kuambilkan tunggulah sebentar disini. Araseo"
"Jinjja! Araseo akan kutunggu sampai kau kembali Channie~" ucapku girang
"Haish giliran ice cream saja sudah senang seperti ini."
Normal pov
1 week later
Terlihat sepasang sahabat sedang tidur bersama ditaman belakang sekolah yang merupakan tempat bertemunya mereka pertama kali.
Tak lama seorang namja terbangun dari tidurnya karena suara igauan sang sahabat yang mengusik tidurnya. Perlahan tapi pasti ia membuka matanya, setelah sepenuhnya sadar ia tersenyum memandangi sahabatnya yang sedang tidur dibahunya. Perlahan ia angkat tangannya bergerak mengelus pipi sahabatnya. Sang sahabat yang kita ketahui adalah Baekhyun ini pun terusik tidurnya karena elusan dipipinya.
"Eoh, Channie." serunya sambil mengucek matanya.
"Kau sudah bangun anak kecil?"
"Heum, karena kau menyentuh pipiku."
"Kkk~ Mianhae. Tapi apa kau baik-baik saja setelah kau melepasnya? Bukankah kau menyayanginya? Mian tapi aku masih memikirkannya. Apa benar kau telah rela melepaskannya atau jangan-jangan kau malah menyembunyikan perasaanmu yang sebenarnya padaku!"
Baekhyun hanya bisa menutup kedua telinganya dan memejamkan matanya rapat. Setelahnya ia menghela napas berat menanggapi pertanyaan sahabatnya yang mungkin sedikit berlebihan.
"Ia telah memilih Luhan, aku hanya bisa mendukung mereka saat ini. Asal ia bisa membahagiakan Luhan aku akan memaafkannya. Entah mengapa saat itu aku benar-benar rela melepasnya mengingat aku yang dulu sangat mencintainya. Bukankah aku sudah tak pernah menangis lagi eoh? Apa kau tak percaya padaku?"
"Mianhae hehe. Geundae apa kau tahu? Saat itu kau benar-benar bersikap layaknya orang dewasa Baekkie, baru saja aku terkagum-kagum karena itu setelahnya kau malah kembali seperti anak kecil."
"Kkk~ benarkah? Mana yang kau suka? Saat aku menjadi anak kecil atau dewasa seperti saat itu?"
"Aku menyukai keduanya."
"Lalu mengapa kau cemberut saat aku kembali menjadi anak kecil eoh?"
"Kkk~ Aku menyukai semua yang ada padamu Baekkie" ujar Chanyeol lembut
"Eung?" ujar Baekhyun bingung
Chanyeol pov
Kutangkup kedua pipinya, kutatap dalam matanya tak meninggalkan kesan lembut tentunya. Kulihat ia masih bingung dengan ucapanku tadi. Kali ini aku akan katakan yang sebenarnya, tak mungkin akan kupendam selamanya bukan.
"Baekhyun-ah, apa kau percaya love at first sight?"
"Eoh? Tentu saja, bahkan aku telah mengalaminya dengan Sehun dulu."
"Bisakah kau tak membicarakan orang lain saat ini" ucapku serius
"Mianhae" ucapnya menunduk
Kuangkat perlahan kepalanya menghadapku.
"Apa kau tahu? Saat pertama kali aku melihatmu. Aku tertarik, awalnya kupikir itu hanyalah perasaan sebentar. Tapi semakin lama perasaan itu semakin besar setiap harinya. Aku selalu memperhatikanmu dari jauh, bahkan aku tahu kebiasaanmu saat kau kesal, marah, bahkan kecewa meski semua itu selalu kau tutup dengan senyumanmu. Aku benar-benar menyukaimu Baekkie, ani bahkan aku mencintaimu. Maukah kau menjadi namjachinguku?" ujarku serius
Kulihat ia melebarkan mata dan mulutnya. 'Bahkan disaat seperti ini ia terlihat menggemaskan.' umpatku
Tak lama ia mengulum sebuah senyum tipis.
"Apa kau yakin?" tanyanya sedikit curiga. Aku mengerti perasaannya, tentu ia trauma karena kejadian itu. Tapi aku tak menyerah untuk meyakinkannya.
"Tentu. Aku berjanji tak akan meninggalkanmu sepertinya, aku akan membuat senyum tulus yang akan selalu terlukis indah dibibirmu. Aku tak akan sekalipun membiarkanmu untuk meneteskan air mata dari mata indahmu ini. Karena mata ini hanya akan kubiarkan untuk melukis sebuah senyuman." tuturku
Kulihat matanya mulai bergerak mencari sebuah ketulusan dimataku. Setelah ia menemukannya senyumnya mengembang, perlahan dari matanya akan turun beberapa air mata.
"Hei, kenapa menangis eum?" tanyaku mengelus pipinya
"Aku percaya padamu sunbae" ujarnya meneteskan air mata dan tak lupa senyuman manis terlukis indah dibibirnya.
"Jinjja?" ucapku tak percaya
Ia membalas ucapan dengan anggukan cepat. Oh, betapa menggemaskannya ia. Tanpa basa basi kutarik ia kedalam pelukanku.
"Gomawo Baekhyun-ah, saranghae."
"Nado saranghae sunbae"
Kutangkup kedua wajahnya, kutatap lekat kedua matanya, kudekatkan wajahku.
CUP
Kukecup kening dan kedua pipinya. Kulihat ia tersenyum.
CUP
Ia mencium pipi kananku. Kulihat ia menundukkan kepalanya malu, aku hanya terkekeh pelan dan menggusak rambutnya sayang.
Baekhyun pov
Aku benar-benar bahagia saat ini. Sekarang aku mempunyai namjachingu yang tampan, tinggi, dan pintar. Setelah menemukan sebuah ketulusan dimatanya aku benar-benar yakin ia bisa menjagaku. Entah sejak kapan aku menyukainya, sepertinya sekarang aku semakin yakin bahwa memang mencintainya. Tuhan kalau memang benar ialah seorang malaikat yang kau kirim untukku, tolong jagalah perasaan ini selalu untuknya. Aku tak akan melepaskannya jika memang itu benar, aku benar-benar mencintainya Tuhan tolong jaga perasaan kami.
"Channie~" ucapku sembari mengelus pelan rambutnya.
Ya saat ini ia sedang kembali tidur, tidur dipangkuanku sembari memejamkan mata.
"Heum?" ucapnya tanpa membuka mata
"Aku ingin ice cream stroberi, juseyo" ujarku memelas
"Bukankah kita selalu kekedai tiap pulang sekolah eoh? Tunggulah sampai waktunya tiba" jawabnya
"Aku maunya sekarang, jebal eoh" pintaku
"Haissh apa kau tidak tahu seberapa panjang antriannya dikantin untuk ice cream?" tolaknya
"Eh, baiklah aku akan membelinya sendiri kalau begitu, kau tunggulah disini" jawabku
"Andwae! Baik-baik akan kubelikan. Kau diam saja disini, jangan kemana-mana" jawabnya
Aku hanya tercengang mendengar keputusannya yang plin plan itu.
*10 menit kemudian
"Kau sedang melamun apa anak kecil" ucapnya yang membuatku tersadar
"Dirimu" ujarku menunduk
"Apa yang kau pikirkan heum?" tanyanya sembari mengelus kepalaku
"Tidak ada. Mana es krimku, aku ingin memakannya!" jawabku mengalihkan perhatian
SRET
Ia menyembunyikan es krimku dipunggungnya. Aku hanya menekuk wajahku kesal.
"Tidak sebelum kau mengatakannya"
"Bukankah sudah kukatakan tidak ada tadi!"
"Katakan sekarang atau kubuang es krimmu anak kecil!" ancamnya
"Andwae! Araseo akan kukatakan"
"Good boy"
"Ak-aku hanya takut nantinya kau juga akan bosan denganku" jawabku tak berani menatapnya
Kudengar ia menghela napas berat dan menangkup kedua pipiku.
"Aku bukanlah dia. Aku akan selalu mencintaimu Baekkie percayalah. Dan mungkin aku bisa lebih mencintaimu dari sekarang kalau kau selalu memberiku kejutan" ujarnya
Chanyeol pov
"Ak-aku hanya takut nantinya kau juga akan bosan denganku" jawabnya tak berani menatapku
Aku hanya menghela napas berat danberalih menangkup kedua pipinya.
"Aku bukanlah dia. Aku akan selalu mencintaimu Baekkie percayalah. Dan mungkin aku bisa lebih mencintaimu dari sekarang kalau kau selalu memberiku kejutan" ujarku dengan smirkku yang mungkin keluar
Ia memiringkan kepalanya imut tanda ia tak mengerti ucapanku.
"Kejutan seperti apa?" tanyanya
"Seperti ini"
Kudekatkan wajahku, merasakan hembusan napasnya yang semula teratur menjadi tak beraturan.
CUP
Kukecup kilat bibir cherrynya dan membuat sang empunya melototkan matanya dengan rona merah yang mulai menjalar dipipinya.
"Yak!" bentaknya
"Heum Wae?!" jawabku sembari menjulurkan lidah
"Haissh! Apa yang kau maksud dengan kejutan itu adalah ini?"
"Semacam itulah" jawabku menggaruk tengkuku yang sama sekali tak gatal
GREP
Ia menangkup kedua pipiku dengan tangan mungilnya.
CUP
Ia mengecup bibirku lama sembari memejamkan matanya erat. Aku membulatkan mataku tak menyangka kelakuannya. Tentu saja kesempatan ini tak akan kubiarkan begitu saja, kutarik tengkuknya untuk memperdalam ciuman ini dan sedikit melumat pelan bibir atasnya. Perlahan tapi pasti ia mulai membalas dengan melumat lembut bibir bawahku. Aku tersenyum dalam ciuman ini, dan karena semakin lama semakin minimnya pasokan oksigen akhirnya dengan berat hati kulepas ciuman ini dan merengkuhnya dalam pelukanku.
"Gomawo. Saranghae Baekkie~"
"kkk~ nado saranghae Channie~" jawabnya sembari mempererat pelukannya
END
Waah akhirnya selesai :D
Gimana? Gak seru ya :3 RnR juseyooo~ kasih saran buat cerita lainnya nanti
Gak RnR Gak publish lagi :P
