Author: GalaxyPanda69

Cast: ChanBaek

Title: Baby?

Rate: T (nyerempet M :v)

Warning: YAOI,Boy X Boy, AU , typo bertebaran dimana-mana. (DIMOHON BACA LAXY NOTE YAH~)

.

.

Hey! THIS IS YAOI FANFICTION

.

.

DON'T LIKE,JUST DON'T READ

.

.

GalaxyPanda69 Present

.

Baby? Chap 2

.

.

Baekhyun mengusap pelan matanya. Astaga bisa-bisanya ia tertidur. Setelah mengumpulkan nyawanya ia menatap bayi yang tidur lelap. Tanpa sengaja mata puppynya melihat secarik kertas diatas meja nakas dekat tempat tidurnya. Ia mengambil dan membacanya.

Namanya YeolBaek, lucu sekali bukan dia.. Tolong rawat dia, sedang terjadi sesuatu ditempatku.

-Dari kakak tercintamu-

Baekhyun menatap horror surat itu "ap..apa-apaan ini! Si Sialan itu!".

BRAKK

"Hwaaa! Chanyeol!" Baekhyun menerjang Chanyeol yang masih membawa belanjaannya.

Namja tinggi itu baru saja sampai tapi ia dibuat kaget dengan teriakan Baekhyun yang menggelegar. Alhasil ia pergi kekamar Baekhyun dan yang didapat Baekhyun yang langsung menerjangnya dan meringis.

"ada apa?"

"aku tidak tahu Yeol"

Akhirnya ketahuan jika itu adalah anak dari Kakak Baekhyun, tapi sialnya Baekhyun harus merawatnya.

Chanyeol mengambil surat itu dan membacanya lalu melihat Baekhyun dan melihat surat lagi. 'ada pesan lagi' batin Chanyeol.

PS: Aku tahu apa yang kau lakukan dengan Chanyeol! jika kau tidak ingin ini tersebar maka tolong rawat Yeolbaek ya^^

-kakakmu-

Chanyeol dengan cepat berlari kearah pintu namun Baekhyun menahan kerah belakang Chanyeol.

"Tunggu sialan! Kau harus ikut tanggung jawab!"

"oh tidak! ini masalah keluargamu!"

"Bagaimana kalau dia bilang ke semua orang!"

"bilang saja kita sedang khilaf!"

"Dasar Park BODOH Chanyeol! tentu saja tidak bisa!"

.

.

.

TING TONG!

Bel masuk berbunyi di sekolah yang cukup terkenal di Korea yaitu SMA XOXO. Namun murid dikelas XI-D belum duduk dibangku mereka masing-masing toh guru mereka belum datang. Mereka asik menggerubungi seseorang.

"Kyaaa! lucunya! apa ini anak kakakmu, Baekhyun-ah?" jerit seorang perempuan yang ikut menggerubungi seseorang itu.

Baekhyun mengangguk "iyap!"

"wah.. kulitnya lembut sekali!"

"dia namja atau yeoja?"

Baekhyun mengusap tengkuknya, ia merasa gugup dikelilingi oleh perempuan dikelasnya "dia namja, namanya YeolBaek".

Chanyeol jengah melihat pemandangan Baekhyun yang dikelilingi perempuan.'cih, merusak mood orang saja'.

"sini kubantu merawatnya"

"wah.. makasih ya, soalnya seseorang yang tinggal disebelah rumahku tidak mau membantuku sama sekali" jawab Baekhyun. Namja mungil itu terkekeh melihat wajah masam Chanyeol. Mengerjai dobi bodoh itu tidak salah juga kan.

'dasar bodoh' pikir Chanyeol kesal. "kau gila ya? dia itu bukan boneka ataupun mainan" ucap Chanyeol.

Kenapa sekarang Baekhyun yang kesal "aku tahu bodoh!"

"Chanyeol benar! Karena dia dibuang sama orang tuanya, dia tidak akan bisa jadi orang tua yang baik! Nanti juga bayi itu akan dibuang" yeoja itu menampilkan senyum meremehkannya kepada Baekhyun.

BRAKK

"hei! kau tidak bisa menjaga mulutmu!" tangan besar Chanyeol memukul mejanya. Ia benci dengan yeoja itu. Ia selalu saja menghina Baekhyun. Chanyeol sangat ingin memukul yeoja itu namun Baekhyun selalu saja menghalanginya, ia tak perduli Chanyeol akan tetap menghantamkan bogem mentahnya kepada siapa saja yang menghina 'teman'nya.

"itu kenyataan!"

DEG

"kau tahu kan Baekhyun sering 'bermain' bisa saja itu anaknya atau memang benar itu anaknya"

"hey! kau selalu mengejek Baekhyun, memangnya kau siapanya dia hingga asal bicara seperti itu hah!" bela yeoja yang ada dikelas itu.

"pasti itu anaknya. Dia kan sering tidur dengan yeoja ataupun namja!"

Badan mungil itu bergetar hebat. Kepalanya menunduk, ia tak kuat mengangkat kepalanya. Baekhyun memeluk erat Yeolbaek.

Entah kenapa, Yeolbaek merasakan apa yang dirasakan Baekhyun tak lama kemudian...

"HWWAAAAA!"

Baekhyun kaget mendengar jeritan Yeolbaek. Tepat saat itu juga guru masuk ke kelas mereka. "hey ada apa ini?!".

Tanpa pikir panjang Baekhyun langsung berlari cepat tanpa menghiraukan panggilan guru itu. Murid lain juga ikut terkejut dengan aksi Baekhyun.

"ck, benar-benar Baekhyun itu"

"salahnya sendiri membawa anaknya kesekolah"

"yah, biasa dia hanya cari perhatian"

Chanyeol meremas tangannya "bisakah kalian diam!" geram Chanyeol. "jangan bicara seenaknya kalau kalian tidak tahu apa-apa tentangnya!" ia mengambil tasnya dan tas Baekhyun lalu meninggalkan kelas. Biarlah ia bolos sehari.

.

.

.

Baekhyun berdiam diri dikamarnya, ia meletakkan Yeolbaek dikarpet kamarnya. Baekhyun memeluk kedua lututnya dan membenamkan wajahnya diantara tangannya. Ia tahu dirinya bermasalah dengan keluarganya, ia tahu kalau dirinya hanya pembawa masalah, ia juga tahu kalau dia ... dibuang oleh keluarganya.

"mmm...aaaa.."

Baekhyun merasakan gerakan kecil mengganggunya. Ia mengangkat kepalanya dan melihat Yeolbaek sudah ada didepannya. Baekhyun menggedong bayi mungil itu.

Mata sipit bayi itu polos sekali, hidungnya dan tangannya mungil. Baekhyun memegang pipi halus Yeolbaek "apa kakak menitipkan mu demi kebaikanmu? atau kau dibuang?" lirih Baekhyun.

Baekhyun selalu dijauhi keluarganya. Jika berakhir seperti ini kenapa ia harus dilahirkan. Jika semua orang membencinya kenapa ia harus terlahir didunia ini!. Kenapa dunia begitu kejam padanya!.

Yeolbaek diangkat tinggi hingga membuatnya tertawa kegirangan, melihat itu bibir tipis Baekhyun tersenyum. "Tapi sudah lama mereka tidak kembali dan tinggal sendiri, berarti aku sudah dibuang. Kita senasib Yeolbaek".

Baekhyun belum menurunkan Yeolbaek. "Aku bukan orang yang pintar. Aku sudah tidak punya ayah jadi aku tidak tahu bagaimana jadi ayah yang baik" Baekhyun tersenyum miris.

"tapi aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi. Jadi Yeolbaek tidak perlu cemas" Baekhyun kembali tersenyum, ia tak perduli jika Yeolbaek tidak mengerti ucapannya. Ia hanya ingin seseorang mendengar cerita sedihnya.

"ah ya, tadi aku membuat Chanyeol marah, dia pasti akan meninggalkanku juga kan?" sesuatu didada Baekhyun sakit saat ia mengucapkan itu. "itu sangat menyebalkan, tapi aku bisa apa?" tanpa diperintah krystal bening meluncur bebas diujung matanya.

"hiks.." Baekhyun kaget melihat Yeolbaek menangis "hey, kenapa menangis?! ayolah jangan menangis" Baekhyun memeluk Yeolbaek dan mengusap kepalanya.

"bukan berarti, kita tak bisa apa-apa tanpa Chanyeol"

Sejak awal Chanyeol memang bukan keluargaku. Bukan pacar atau apapun. Ini bukan tanggung jawabnya.

"ah, sial... kenapa aku juga ikut menangis" Baekhyun menghapus kasar air matanya.

BRAKK!

"ap-apaa! Chanyeol! Bagaimana!"

Chanyeol tanpa permisi masuk kekamar Baekhyun dan mengambil Yeolbaek lalu menaruhnya dikeranjang bayi.

"Chan- apa yang-"

CHUP~

Bibir keduanya menempel dan mulai saling melumat dengan lembut. Tanpa sadar Chanyeol sudah berada diatas tubuh Baekhyun. Chanyeol kembali melumat bibir Baekhyun. Bagi Chanyeol, bibir Baekhyun bagaikan narkoba yang membuatnya candu.

"nngghh..." Chanyeol menggigit bibir bawah Baekhyun membuatnya meringis. Chanyeol tak menyiakan kesempatan itu, ia segera melesakkan lidahnya kedalam mulut Baekhyun. Namja mungil itu melenguh nikmat.

Bibir Chanyeol pindah ke leher jenjang Baekhyun dan mulai menyesap leher putih itu. Baekhyun hanya bisa mendesah dengan perlakuan Chanyeol.

Tanpa Baekhyun sadari tangan Chanyeol sudah merambat kebagian selatan tubuhnya. Perlahan Chanyeol membuka zipper celana Baekhyun dan melepas celana itu.

Baekhyun tersentak saat sesuatu mencoba melesak ke holenya. Setelah selesai menandai leher putih -yang sekarang ada bekas merah yang mungkin tak akan hilang dalam seminggu- Chanyeol membuka baju Baaekhyun dan menyerang nipple Baekhyun.

"nghh..ahh.." desar Baekhyun saat lidah jahil Chanyeol mengerjai nipplenya. Chanyeol berhasil mengalihkan perhatian Baekhyun, perlahan Chanyeol memasukkan jarinya ke hole ketat Baekhyun.

"aahh... Channhhh..." Baekhyun merasa lubangnyab penuh walau hanya tiga jari Chanyeol. Jari besar Chanyeol melakukan gerakan in-out agar Baekhyun terbiasa.

"bersiaplah Baek" suara seksi Chanyeol terdengar di telinganya. Chanyeol mengangkat satu kaki Baekhyun kebahunya dan perlahan Chanyeol memasukkan penisnya.

Chanyeol terdiam sejenak agar Baekhyun terbiasa hingga akhirnya Baekhyun menganggu yang merupaka lampu hijau baginya.

"aahh... Channhh...enngghh" Chanyeol memompa dengan cepat membuat tubuh kecil Baekhyun ikut bergerak.

"uuhh...kau nikmat sekali.. Baek" Suara bass Chanyeol semakin seksi disaat seperti ini. Tubuh Baekhyun melengkung saat sesuatu yang hangat memenuhi lubangnya.

"haahh..hhahh.." deru napas Chanyeol dan Baekhyun beradu. "Baekhyun ingat, Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Bagaimana aku meninggalkanmu jika kita tinggal bersebelahan" ucap Chanyeol. Sial namja tinggi ini masih ada tenaganya.

"itu..."

"jangan pernah berpikiran aku akan meninggalkan mu sendirian mengerti!" Baekhyun menganggukkan kepalanya. Rona merah memenuhi wajah Baekhyun. Terkadang 'teman'nya ini bisa bertingkah romantis juga.

.

.

.

PLAAKKK

"BODOOHH! Kenapa kau melakukan 'itu' didepan anak kecil!" Jerit Baekhyun sambil menggendong Yeolbaek. "yah, anggap saja honeymoon" jawab Chanyeol gampang.

PLAAKK BRUGG

Semoga Chanyeol masih bisa melihat matahari besok.

Chanyeol tepar dengan benjolan dikepalanya. Percayalah kekuatan Baekhyun layaknya gadis PMS. "kejamnya padahal aku membawakan sesuatu untukmu Baek~" Chanyeol bangkit dan mengelus kepalanya.

"maksudmu apa?"

Chanyeol mengabil tasnya dan mengeluarkan isinya

BRUG

"jja~ perlengkapan untuk Yeolbaek!" Didalam tas Chanyeol terdapat perlengkapan untuk Yeolbaek seperti dot, makanan dan minuman bayi, dan juga popok bayi.

"malu-maluin sekali namja sepertimu membeli begitu"

"kau harusnya bersyukur Baek"

"kau tidak ingin meninggalkan Yeolbaek sendirian walau saat sekolah kan?"

"ap-apa! gak usah sok tahu kau Park bodoh!" Oh ayolah Baekhyun tak usah berbohong, wajah merahmu terlihat jelas sekali. Chanyeol terkekeh melihat wajah lucu Baekhyun.

CHUP~

"Sudahlah diam saja, aku tahu mau mu" Chanyeol mengecup bibir Baekhyun. Ah, sepertinya mereka melupakan keberadaan Yeolbaek lagi. Kasihan mata Yeolbaek sudah tak polos melihat begituan.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Laxy Note:

annyeong readers! masih ingat sama Laxy?! *brakk *bruugg *kreekkk...

Readers: kemana aja Laxy~ napa baru nongol hah?! *muka bengis

eto... Laxy cari referensi beb ._.v

Readers: referensi tapi berbulan-bulan. FF pada lumutan tau!

iya.. Laxy minta maaf! Laxy udah lalay! Mianhae, Gomenasai !

.

ah iya, Laxy baca review bilangnya waktu baca ff ini ada yang keinget ama salah satu manga?. Nah, itu benar Laxy ngambil ini ff dari salah satu Manga yang judulnya "Dekichatta Danshi" karya Mikage Tsubaki. Maaf waktu awal Chapter Laxy lupa kasih tau-". Dan juga ada review yang baru aja masuk suruh ngelanjut ff ini *hayooo siapa :v * jadi karena besok libur dan gk ada tugas jadinya Laxy lanjut deh.. Seneng kaann~~ :v

.

Ah, satu lagi.. Pada punya wattpad?! Kalau readers punya bisa follow Laxy namanya GalaxyPanda69 sama seperti nama ffn ku^^ . PASTI akan Laxy Follback. Dan Laxy juga bikin ff CB disana mohon divote dan komen juseyo #deepbow

.

Oke.. Bacotan Laxy dah selesai jangan lupa REVIEW ff ini biar Laxy semangat ngelajutnyA!^^