Reader POV
Bunyi alarm dari handphone membangunkanku dari tidur yang lelap usai melahap asupan. Walau mata masih merepet karena sepet, nekat kududukkan badan ini sambil bersandar di tembok. Sedikit mengrepe aku sudah menyentuh engsel jendela dan membukanya. Cahaya lembut matahari pagi menyambutku dengan hangat ditengah sirobok udara sejuk yang masuk ruangan.
"Andai tadi aku ga kamu bangunin pasti aku sudah di iya-iya in sama cogan webtoon. Trimakasih ya" Kataku sambil mengelus-ngelus layar handphone ku yang tercetak jelas wajah Elios di sana. Yap, tadi aku mimpi dikerubungi dan di gombalin cogan-cogan disana. Hohoho.. mimpi yang sesuanu sekali kan.
"Tidur lagi ah, eh jangan ding, hari ini aku ada rencana ama Mbak Aida dan Mbak Momoi" selimut langsung kutarik dan rapikan. Begini-begini aku orangnya ga suka hal-hal kotor lho, yha walau pikiran sering berpikir butek. Setelah itu langsung mandi dan ganti baju, celana panjang dan kaos blus panjang sudah cukup.
Rencana mau sarapan dulu, tapi di kulkas hanya ada roti dan telur. "Ah, buat roti isi telur ngikut resep yang di webtoon itu aja". Dengan hati bahagia aku menyiapkan bahan dan alat, lalu segera memasaknya. Simple sekali, dan tak menunggu lama roti sudah siap. Langsung kutata di piring mumpung masih hangat di sanding dengan segelas teh manis. Setelah berdoa, aku menyantapnya dengan lahap sembari senggol-senggol layar handphone membaca webtoon(lagi?)
AIDA POV
Ditengah kamar yang penuh akan aroma jejepangan khas wibu jejadian. Diantara tumpukan dakimakura berbagai husbando yang ada. Dan diantara selipan komik-komik penuh cogan yang kupunya. Aku, Riko Aida telah bangun untuk menyapa dunia lebih awal.
Kucuran keringat tidak kuperdulikan, yang terpenting bento sudah siap. Gegara semalam nonton shokugeki no souma, pagi ini aku jadi semangat masak. Namun kalau sudah jadi begini mau kuapakan?. Kalau makan sendiri nanti dietku gagal. Yap, aku kudu diet agar kostum Ram yang akan kugunakan di acara cosplay saat festival nanti muat.
"Kenapa harus susah-susah kalau tinggal di dekat orang pemakan segala yang susah gemuk. Huehuehue..." Aku mulai tertawa jahat hingga tanpa di ketahuinya hawa gelap telah menyelimutiku, ah, buang tabiat. Tanpa ba bi bu Aku langsung membungkus bento itu sedemikian rupa.
"Yosh, waktunya mandi!" sebelum mandi aku sudah menyiapkan pakaian yang akan kukenakan untuk pergi hari itu. Setelah itu melenggang menuju kamar mandi dengan bahagia sambil menyenandungkan lagu endingnya bungou stray dogs.
MOMOI POV
"Hari ini mau nyoba masak bulgogi ah~" Dengan semangat kutata semua bahan di meja, kucampur sesuai arahan dari resep yang ada, dan kumasak dengan segenap jiwa raga. Hingga tercium aroma yang menggungah selera, setidaknya begitu bayanganku. Namun justru aroma gosong yang menguar.
"Aduh, tapi kok warnanya begini ya?" Aku menatap daging iris berbumbu itu dengan heran, warnanya kok jadi hitam begini? "Ah, namanya juga bulgogi. Warnanya kan memang gelap, ya ngak bang jin?" tanyaku sambil menatap poster seok jin yang tertempel jelas di tembok kamarku. Namun sudah pasti tidak sebesar milik kookie kesayanganku.
"Kasih ke (Namamu) ah, buatin dia bekal pakai ini pasti dia senang" aku membungkusnya dengan bahagia. Lalu segela sarapan dengan kue brownies sisa semalam ditemani segelas susu hangat. Ah, memang mengenyangkan. Tapi entahlah bila nanti sudah akhir bulan.
"Ah, sudah jam segini!" aku segera bergegas mengenakan sepatu dan tak lupa jaket warna hitam dengan logo BTS di bagian depan sebelah kiri atas. Bekalpun sudah kusiapkan dan siap diserahkan pada yang membutuhkan. "Aku berangkat dulu ya"
NORMAL POV
Dua orang gadis muda tengah bercengkrama di teras kos-kosan. Mereka nampak menunggu seseorang dengan sabar. Sesekali mereka berbicara bahkan tertawa dengan ambigu yang akan membingungkan siapapun yang mendengarnya.
"Ohaiyo~" sapa Aida mengalihkan perhatian dua orang gadis dihadapannya. Mereka berdua menoleh dan membalas salam Aida.
"Pagi mbak, udah jam segini nih. berangkat sekarang aja yuk"
"Iya, mumpung matahari belum membakar kulit ini" Momoi berpendapat.
"Heee.. aku gak tahu kalau kamu takut jadi gelap mom" Ledek Aida.
"Aku Cuma ga mau jadi mirip si daki-chan kok!" Bantah Momoi dengan tegas "Dan lagi, jangan memanggilku Mom! Dasar istrinya maniak bunuh diri"
"HE! Jangan salah yha, begitu-begitu Osamu Dazai itu hebat yha. Jangan sampai bawa-bawa nama husbando dong.
"Hahahahaha.. sudah-sudah. Yuk ah berangkat" (Namamu) Tertawa kikuk sambil menggandeng tangan keduanya dan berjalan menjauh. Dan tak lama kemudian ketiganya menaiki angkot menuju sebuah tempat yang untuk chapter ini masih disensor keberadaannya.
TBC
Hyaaaaaa.. akhirnya bisa lanjut juga :v ~ /plaks/ apapun itu semoga terhibur. Punya kisah tentang dirimu yang berstatus fangirl? Mau berbagi sebagai reverensi saya menulis ff ini? Silahkan berceloteh di kotak review atau mari berteman dengan saya di fb. Hohoho...
Balasan review =
SylRa shin : Hahaha.. saya sih termasuk semuanya/plaks/ maruk XD
chocoswift : Saya pilih Tua :v /plaks
Inas507 : hohohoho... senasib dong XD makasih yha. Nih lanjutannya, maaf kelamaan
Hiro Kuroru : Weleh, mananya yg ga faham? XD saya emang medhok /plaks
YuriKazehaya : Maaf sudah kelamaan :", btw, udah ngumpulin pedang apa aja? XD
Trimakasih untuk para pembaca yang sudah mau mampir :v /
