Miyoshi terlihat kebingungan, meski air mukanya tak berubah. "Ada apa denganmu? Kau seperti melihat hantu saja, Kaminaga."

"Ya, kau hantunya."

"Jangan melucu," ia mendengus, "dasar orang aneh, menunduk di depan halte seperti patung. Sama sekali tidak ada kerjaan."

"Kau melihatnya?"

"Dari jendela bus."

"Itu berarti aku memang aneh." Suara tawanya agak getir, yang beberapa sekon kemudian, nada bicaranya terdengar pecah ketika ia berkata. "Okaeri, Miyoshi." Meskipun ia tahu betul balasan berupa tadaima terlalu kaku bagi Miyoshi.

Jeda sejenak, lalu, "Kau baik-baik saja?"

Pertanyaan bodoh. Tetapi mengapa balasan awalnya tak jauh dari suara tawa? Kaminaga tidak mengerti.

"Yeah." Sepasang kelopak matanya terpejam pelan. "Miyoshi..."

"Apa,"

"Boleh aku peluk?"


winter, end


sankyuu udah mampir yaa /o/