Bagian 3
Fortunes Of Bracelet
(Gelang Keberuntungan)
Pairing : Kaihun, Hanhun, Krishan, Chanbaek, etc.
Rate : T
Genre : Hurt/comfort, Romance.
Declaimer : Semua tokoh dalam fanfic ini berada dibawah asuhan SM Ent, milik orang tua mereka dan tentunya merupakan ciptaan Tuhan. Tetapi fanfic ini, pure/real/murni karya saya.
summary: Sehun yang dianggap meninggal karena sebuah kecelakaan yang terjadi ketika ayahnya dipindah tugaskan ke Seoul. Luhan yang tidak pernah percaya akan kematian adiknya karena belum ada bukti yang akurat. Kai bertemu dengan namja cantik berkulit putih susu pada saat yang tidak tepat. "Sehunnie kau tida apa-apa? Apakah kepalamu cidera?"- Baekhyun. "Maaf, bolaku tidak sengaja mengenai kepalamu tadi." - kai. "Kai apakah dia itu yeoja?" - Park Chanyeol.
Warning : YAOI, BL, Boyxboys, OC and Typo.
...
4 tahun kemudian
.
"Kris hyung, tunggu aku!" Teriak namja berkulit putih susu kepada namja tinggi yang di panggil Kris tersebut.
"Sehunie, bisakah kau lebih cepat menghabiskan sarapanmu? 20 menit lagi hyung ada meeting di kantor." Namja yang diketahui bernama Kris ini hanya bisa memandang jengkel adik satu-satunya itu.
"Daddy, Kris hyung memarahiku lagi.." Adu namja berkulit putih susu –Sehun- dengan raut wajah yang dibuat-buat kepada namja paruh baya yang di panggil Daddy tersebut. Tuan Wu pun hanya tersenyum sambil mengusak pelan rambut caramel putra keduannya.
Melihat Tuan Wu akan mengambil nafas dan siap untuk mengeluarkan suaranya, Kris pun hanya bisa menghembuskan nafas kesal. "Aku tahu, Daddy pasti akan membela bocah nakal ini lagi." Mendengar jawaban Kris yang berubah menjadi sangat ketus membuat wajah Sehun menjadi berbinar dan terkikik geli melihat raut wajah hyung-nya yang menurutnya sama sekali tidak pantas merajuk itu.
"Daddy, gomawo.. Sehun sangat-sangaaat menyanyangi daddy." Ucapnya manja sambil melingkarkan tangannya untuk memeluk tubuh Tuan Wu. "Tidak seperti namja tiang listrik itu!" Cibir Sehun sambil menggerakkan dagunya seolah-olah menunjuk Kris dengan wajah cemberutnya.
"Apakah itu artinya kau membenciku, eooh? Okee, kalau begitu hari ini tidak ada bubble tea." Balas Kris sengit.
"Daad..." rajuk Sehun sambil menolehkan kepalanya kearah Tuan Wu untuk meminta pembelaan.
"Sudahlah Sehunie, hyung-mu hanya bercanda. Cepat habiskan sarapanmu, daddy tidak mau anak daddy terlambat kesekolah." Perintah Tuan Wu lembut.
"Siaaap!" Balas Sehun bersemangat.
Kini semuanya telah berubah, empat tahun sudah berlalu dan sudah selama empat tahun pula Sehun hidup bersama orang baru yang sekaligus menjadi keluarga barunya. Kejadian empat tahun lalu benar-benar menjadi kenangan yang telah tersimpan rapat oleh Kris dan Tuan Wu. Semenjak kecelakaan itu terjadi, beruntungnya Sehun bisa selamat dari maut yang pada saat itu hampir merenggut nyawanya.
Selama 2 bulan lebih Sehun mengalami koma. Ketika Sehun baru sadar dari komanya, disitulah awal dari semuanya. Berdasarkan dokter spesialis yang menangani Sehun, dia mengatakan bahwa Sehun mengalami Amnesia Retrograde. Amnesia Retrograde merupakan kondisi dimana otak tidak dapat mengingat kembali kejadian pada masa lalu. Biasanya penyakit ini bisa bersifat sementara dan bisa juga memerlukan terapi khusus untuk proses penyembuhannya.
Setelah mendengar penuturan dari dokter spesialis tersebut, Tuan Wu dan Kris merasa kasian dengan kondisi Sehun dan kemudian mengangkat Sehun menjadi anak keduanya. Disamping itu, Kris sangat merasa senang sekali mengingat dia akan mempunyai seorang adik karena sudah lama Kris mendambakannya namun tidak bisa karena Nyonya Wu telah meninggal sejak Kris berusia 7 tahun.
Walaupun Sehun hanya anak angkat, tapi Tuan Wu dan Kris sangat menyayangi Sehun melebihi apa pun. Bahkan menurut Kris, daddy-nya lebih menyayangi Sehun daripada dirinya. Namun Kris sama sekali tidak merasa keberatan, karena ia pun juga sangat-sangat menyanyangi Sehun dan akan melakukan apa saja untuk Sehun –adiknya- dan Sehun pun hanya mengetahui bahwa keluarga Wu memang keluarga kandungnya karena mereka semua merahasiakannya dari Sehun. Semenjak itu pula nama Sehun menjadi Wu Sehun. 'Wu' merupakan nama marga keluarga Tuan Wu Zhoumi (ini author rubah ya) dan 'Sehun' didapatkan dari gelang milik Sehun yang ditemukan terjatuh oleh Kris.
.
~Fortunes Of Bracelet~
.
Seoul High School merupakan sekolah terbaik yang ada di Seoul. Bagunan yang megah menjulang tinggi serta memiliki halaman yang sangat luas. Para siswa dan siswi yang bersekolah disini sebagian besar pendapatan keluarganya terbilang diatas rata-rata.
"Apa perlu hyung mengantarkanmu hingga kedepan kelasmu, eooh?" namja yang bernama Sehun ini hanya terkekeh pelan melihat perkataan hyung-nya yang sepertinya masih marah karena insiden di ruang makan tadi.
"Tidak perlu, hyung. Aku tidak mau melihat naga mengamuk karena telat mengikuti meeting." Ucap Sehun.
"Ya sudah, kalau begitu kau cepat masuk kedalam kelasmu." Perintah Kris –nama namja itu- kemudian mengecup dahi Sehun sebelum masuk kedalam mobilnya dan melaju menuju kantornya.
Sementara itu ketika Sehun sudah membalikkan badannya dan bersiap untuk masuk kedalam gerbang sekolahnya, tiba-tiba namja bersepeda datang dengan terburu-buru tanpa memperhatikan Sehun yang tengah berjalan disampingnya dan namja bersepeda itupun mengambil jalur yang sama dengan Sehun. Sehingga –
"BRUUK!"
Ntah bagaimana detail kejadiannya, tiba-tiba saja namja yang menggunakan sepeda tersebut sudah berada diatas Sehun. Sehun yang menyadari sesuatu langsung terbelalak, mata sipitnya membulat sempurna. Bagaimana tidak? Bibirnya? Ciuman pertamanya? Diambil oleh seorang namja yang tidak tahu sopan santun kemudian dengan cara yang tidak elit –menurut Sehun- Ayolaaah.. Sehun sudah berangan-angan akan memberikan ciuman pertamanya pada yeoja atau namja yang dicintainya. Tapi dengan lancangnya namja tak dikenal ini? Hell!
"Eheemm.."
"Cieee Sehunnieee.."
"Tidak romantis sekali."
Ingatkan mereka jika saat ini tengah berada didepan gerbang sekolah mereka. Setelah hampir satu menit mereka berada diposisi tersebut, Sehun-pun tersadar dan langsung mendorong namja tersebut hingga tersungkur kebelakang kemudian memberikan tatapan tajamnya. Namun bukannya takut, malah terkesan imut –pikir namja itu-
"Maaf, tapi aku sedang buru-buru!" Tanpa pikir panjang, namja itu pun langsung memungut sepedanya. Setelah itu langsung mengendarainya masuk kearea parkir.
Sehun hanya bisa memandang geram kearah namja tersebut yang sedang memarkirkan sepedanya. Setelah tadi Sehun memasang tatapan tajamnya, kini berubah menjadi raut sendu.
"Dasar namja hitaaaam jelek! Hu..hu..hu bibirku, ciuman pertamaku.." kemudian Sehun sedikit meringis merasakan perih di bagian sikunya yang tergores oleh aspal.
Ketika Sehun tengah berjalan menuju kelasnya, tiba-tiba dia dikejutkan oleh namja putih mungil dengan rambut cokelatnya –Baekhyun- merangkul pundak Sehun sehingga kain seragam yang dikenakannya tidak sengaja mengenai luka yang menggores siku mulus Sehun.
"Oeey, Sehunie.. Dari tadi hyung perhatikan kau menggerutu terus. Apa ada yang mengganggumu, eeoh?" tanya namja tersebut –Baekhyun- menggesekkan tubuh bagian sampingnya kearah Sehun.
"Aaww.. Hyung blazermu mengenai lukaku." Ucap Sehun semakin cemberut sambil memperlihatkan sikunya yang sempat tergores aspal yang disebabkan oleh namja idiot –menurutnya-
"Astagaa.. Apa yang telah terjadi, Sehunie? Ayoo.. hyung antarkan ke UKS! Kalau Kris hyung tahu pasti aku akan diceramahi habis-habisan." Raut wajah Baekhuyn yang mulanya bersahabat, kini berubah panik. Perlu diketahui bahwa Baekhyun merupakan sepupu Kris, jadi Kris sudah mempercayakan Baekhyun untuk menjaga adiknya dan Baekhyun harus siap diteror oleh Kris jika terjadi sesuatu dengan Sehun. Yaaah, Baekhyun itu seperti mata-mata Kris.
"Haissh, Kau berlebihan sekali hyung. Lagipula aku terluka kan bukan karena hyung. Jadi, hyung tenang saja. Tapi awas saja, aku akan mengadukan namja idiot itu ke Kris hyung nanti." Baekhyun sih tenang-tenang saja, tapi ketika Sehun menyebutkan seseorang dengan sebutan namja idiot dengan wajah kesal yang menggebu-gebu membuat Baekhyun mengangkat sebelah alisnya tinggi-tinggi.
"Namja idiot?" tanya Baekhyun penasaran dengan namja idiot yang dimaksudkan Sehun.
Sehun yang terlampau kesal tidak sadar jika dia tengah berbicara dengan Baekhyun –si mulut ember- sebutan Sehun untuk Baekhyun. "Nde, hyung. Dan aku kesal sekali dengan namja idiot yang menggunakan sepeda itu. Kau tahu hyung? Berani-beraninya dia menabrakku kemudian langsung pergi tanpa berniat membantuku dan lebih parahnya lagi mengambil ciuman pertamaku. Pokoknya aku tidak terima dan aku sangat-sangat membencinya." Omel Sehun tanpa dia tahu kalau Baekhyun tengah membungkam mulutnya menahan tawa sekaligus merekam kata demi kata yang akan menjadi bahan laporannya ke Kris nantinya.
Baekhyun yang sudah bisa menetralkan dirinya berkata, "Namja idiot, bersepada, ciuman pertama? Sepertinya Kris hyung harus mengetahui ini." Seringai Baekhyun membuat Sehun langsung mengatupkan mulutnya rapat-rapat. Apa itu artinya dia telah keceplosan mengakui semuanya di depan si mulut ember ini? Aaaghh.. –batin Sehun-
"Mak..maksudku.. bukan begitu, hyung. Tadi itu kau salah dengar.. ya kau salah dengar." Sehun gugup dan salah tingkah. Bagaimana mungkin Baekhyun salah dengar. Kalaupun Baekhyun salah dengar, tidak mungkin ekspresi Sehun akan berlebihan seperti ini. Lihatlah wajahnya sekarang sangat merah, tak urung membuat Baekhyun terkikik dalam hati.
"Sehunie, kau semakin menggemaskan jika sedang gugup seperti itu." Ejek Baekhyun yang semakin ingin membuat Sehun ingin menenggelamkannya di sungai Han. Baekhyun yang sudah merasakan aura yang berbeda dari Sehun yang siap meledak, langsung berlari terbirit-birit meninggalkan Sehun.
"Bekhyuuun hyuuuung... jangan lari kau! Kau harus berjanji dulu tidak akan berbicara apa-apa di depan Kris hyung!" teriak Sehun sambil berlari mengejar Baekhyun yang sudah lumayan jauh. Namun mendengar pekikan Sehun, dia pun menghentikan langkahnya sejenak dan berbalik menghadap Sehun.
"Aku tidak berjanji, Sehunie.." jawab Baekhyun dari kejauhan kemudian tertawa lepas setelahnya.
"Baekhyun hyung aku membenci—"
"BRAAAK!" sebuah bola basket melayang mengenai kepala Sehun yang tengah berlari mengejar Baekhyun.
"Aappoo~" Ringis Sehun menghentikan langkahnya dan memegang bagian kepalanya yang terkena bola basket. Baekhyun yang mendengar ringisan tersebut langsung mengenali pemilik suara itu, dan menolehkan kepalanya.
"Sehunnie kau tidak apa-apa? Apakah kepalamu cidera?" tanya Baekhyun merasa bersalah. "Coba hyung lihat.." lanjut Baekhyun.
"Hyung, kepalaku sakit." Adu Sehun dengan mata berkaca-kaca. "Kenapa sih hari ini aku sial sekali? Tadi aku ditabrak oleh namja tidak bertanggung jawab kemudian seenaknya merampas ciu—"
"Maaf, bolaku tidak sengaja mengenai kepalamu tadi." Ucap seorang namja sambil menunjuk kearah bola basketnya yang memantul ke tepi lapangan.
"kau/kau?!" pekik Sehun dan namja itu berbarengan.
"Yaak.. kau namja idiot yang tidak bertanggung jawab yang tadi pagi menciumku dan dengan seenaknya pergi meninggalkanku tanpa berniat membantuku, dan sekarang kau dan bola basket jelekmu itu mengenai kepalaku." Ucap Sehun menggebu-gebu dalam satu tarikan nafas. "Kau tidak tahu, gara-gara kecerobonmu tadi pagi membuat lenganku terluka dan sekarang membuat kepalaku sakit." Lanjut sehun dengan hidung kembang-kempis diiringi dengan mata memerah menahan tangis.
Namja itupun hanya menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. "Aah, kau. Maaf, pagi tadi aku benar-benar buru buru soalnya aku dan teman se-timku harus latihan basket untuk persiapan turnamen minggu ini. Sekali lagi, aku minta maaf juga untuk yang tadi." Jelas namja tersebut.
"kau.. kau Kim Jongin kan? Maksud ku, kau bukannya sahabatnya Chanyeol?" ditengah perseteruan sengit yang terjadi antara Sehun dan namja tadi yang dikatakan bernama Kim Jongin itu, tiba-tiba muncul suara yang Sehun sudah hafal siapa pemilik suara itu.
"Ahh, nde." Jawab namja itu –Kim Jongin-
Seolah tidak terjadi apa-apa, Baekhyun langsung mengulurkan tangannya. "Aku Byun Baekhyun." Ucap Baekhyun memperkenalkan diri. "Dan namja yang terkena oleh bola basketmu ini adalah adik sepupuku, namanya Wu Sehun." Sehun hanya bisa memandang kesal kearah hyungnya. Bagaimana mungkin dia sempat-sempatnya berkenalan dengan namja yang telah terang-terangan melukainya. Menurut Sehun, sebagai hyung yang baik pasti dia akan memarahi namja yang bernama Kim Jongin itu atau bila perlu dia memukulnya biar impas. Tapi ini?
"Jonginie, nanti jika bertemu dengan Chanyeol sampaikan salamku padanya." Mendengar itu, rasanya Sehun ingin muntah. Dan apaan itu? Sok kenal sekali dia memanggil namja itu dengan sebutan Jonginie. Terus apaan itu pake kedip-kedip segala? Tambah membuat Sehun mual saja.
"Nde, sunbae!" jawab Jongin formal.
Karena merasa jengah diabaikan seperti ini, Sehun pun langsung menarik pergelangan tangan Baekhyun menjauh dari namja yang bernama Kim Jongin itu. "Hyung, kau harus menjelaskannya padaku. Dan kau, namja idiot! Urusan kita belum selesai!" ucap Sehun dengan memasang wajah sesangar mungkin sebelum pergi menyeret hyung-nya.
Jongin yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Sehun hanya bisa tersenyum geli dalam hati. -Namja yang menggemaskan-
Ketika Jongin masih memperhatikan Sehun yang pergi menjauh dengan tangan yang tengah menyeret namja yang lebih kecil darinya, tiba-tiba dia dikejutkan oleh kedatangan rekan se-timnya yang hendak melemparkan minuman dingin padanya "Kai apakah dia itu yeoja? Aku tidak yakin dia itu namja!" ucap namja itu.
Karena Jongin tidak menyadari kedatangan namja itu, dia pun tersentak namun masih sadar untuk menerima lemparan minuman dingin yang ditujukan kepadanya. "Oh, kau hyung. Maaf tadi aku tidak mendengarnya, tadi hyung berkata apa?" Jongin tidak fokus? Tentu saja karena semenjak kepergian namja cantik –kerena menurut Jongin, namja itu lebih terkesan cantik- kedua obsidiannya tidak pernah lepas dari objek yang tengah menjadi incarannya.
"Eerr, tadi aku bertanya apakah dia itu yoeja? Dan bukankah yang bersamanya tadi itu adalah Baekhyun?" tanya namja itu –Chanyeol- yang baru menyadari keberadaan Baekhyun namja chingunya.
"Yaak, tentu saja dia itu namja hyung. Dan tadi yang bersamanya memang Baekhyun sunbae. Baekhyun sunbae juga menyuruhku untuk menyampaikan salamnya padamu." Jawab Jongin.
"Nanti aku akan menemuinya." Ucap Chanyeol."Ya sudah, sebaiknya kita kembali latihan." Lanjutnya.
.
~Fortunes Of Bracelet~
.
Setalah 5 jam bergelut dengan buku pelajaran, kini saatnya untuk istirahat untuk mengisi perut mereka. Dan disinilah Sehun dan Baekhyun dengah berada di bagian paling pojok kantin. Jika diperhatikan dengan teliti, raut wajah Sehun seperti ingin memakan Baekhyun habis hingga tidak tersisa.
"Sekarang kau jelaskan semuanya padaku, hyung! Kenapa kau bisa mengenal namja idiot itu? Dan siapa namja yang bernama Chanyeol yang kau sebutkan tadi itu, kemudian kau harus berjanji didepanku saat ini untuk tidak mengatakan apa-apa didepan Kris hyung tentang masalah tadi, karena kalau tidak aku juga akan melaporkanmu pada Kris hyung karena –" semenjak Sehun yang tiba-tiba menyeretnya dari kelas menuju kantin dengan tidak berperikemanusiaan, semenjak itu juga perasaan Baekhyun menjadi tidak enak.
"Sehun, stopp! Kau tahu? Kau banyak sekali berbicara hari ini." Ucap Baekhun jengah. "Dan sekarang kau dengarkan baik-baik karena aku tidak akan mengulangnya dua kali. Jadi lepaskan earphone yang kau kenakan itu!" perintah Baekhyun sampil mencopot paksa earphone yang tengah bertengger manis di telinga Sehun.
"Yaak..hyung! kau menyakiti telingaku!" ucap Sehun dengan bibir yang dicebikkan.
"Jadi, Chanyeol itu dalah namja chinguku. Dan kami sudah berpacaran kurang lebih selama 2 bulan. Kemudian mengenai namja yang kau katakan mengambil ciuman per—" tiba-tiba Sehun memotong ucapan Baekhyun.
"Hyung, bisakah kau kecilkan suaramu sedikit? Kan sudah ku bilang kalau itu hanya kecelakaan." Sungut Sehun.
"Aku tidak pernah memintamu untuk memotong pembicaraanku, Sehunie!" Baekhyun gemas. "Lanjutkan, maksudku namja yang benama Kim Jongin itu adalah teman Chanyeol sekaligus satu club basket dengan Chanyeol. Dan Jongin itu satu angkatan denganmu hanya saja kalian berada dikelas yang berbeda." Jelas Baekhyun panjang lebar.
"Ohh, pantas aku jarang sekali melihatnya. Terus, hyung?" Ucap Sehun.
"Nanti dulu, aku harus memakan ramenku." Jawab Baekhyun dengan tampang polos tanpa dosa.
"Hyuuuung~" cicit Sehun sebal.
"Ahh, nde. Mengenai Jongin yang selalu menggunakan sepeda, menurut Chanyeol dia memang memiliki hobby mengendarai sepeda. Walaupun Jongin termasuk jajaran keluarga yang kaya, tapi Jongin jarang sekali menggunakan mobil atau sepeda motor yang seperti kebanyakan orang. Katanya sih, untuk mengurangi polusi." Papar Baekhyun.
"Tapi kan meggunakan sepeda itu melelahkan, hyung." Sehun yang merasa heran dengan pilihan Jongin mengeluarkan komentarnya.
"Kenapa sekarang kau justru terlihat perhatian pada Jongin?" tanya Baekhyun penuh selidik.
Sehun gugup. "Tidak, aku kan hanya berkomentar." Untuk menyembunyikan kegugupannya, Sehun pun berpura-pura pokus pada ramennya yang mulai dingin.
.
.
Sore pun tiba, dan kini waktunya jam pertanda pelajaran sudah berakhir. Seluruh siswa Seoul High School berhambur keluar menuju gerbang sekolah untuk menunggu sopir atau bergegas menuju halte bus agar tidak tertinggal.
"Sehunie, hyung sepertinya tidak bisa menunggumu hingga Kris hyung datang menjemputmu. Tidak apa-apakan?" tanya Baekhyun hati-hati.
Mendengar penuturan Baekhyun, Sehun langsung memasang tampang masam. "Kenapa?" tanya Sehun sambil mempoutkan bibirnya.
"Jangan memasang wajah seperti itu didepanku, Sehunie. Kau seperti anak anjing yang kehilangan induk saja." Canda Baekhyun.
Sesampai di depan gerbang, seorang namja langsung melambaikan tangannya kearah Baekhyun. "Baekhyunie!" panggilnya.
"Oh, hay Chanyeolie.." balas Baekhyun semangat.
Sehun yang melihat itu hanya bisa memutar bola matanya jengah. Oh, jadi ini alasan Baekhyun hyung tidak mau menemaniku, eeoh –batin Sehun-
"Sehunie, hyung duluan ne.." Ucap Baekhyun antusias sebelum bergegas, dia menyempatkan diri untuk mengacak rambut Sehun.
Sehun pun hanya membalasnya dengan deheman kasar. Setelah merasakan Baekhyun pergi bersama Chanyeol, Sehun pun berjalan menuju halte untuk menunggu Kris hyung datang menjemputnya.
10 menit
15 menit
Merasa bosan menunggu, Sehun pun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Kris.
"Kris hyung, kau di mana? Aku – TUUTTT!" sial, ponselnya tiba-tiba mati. Dia baru ingat kalau tadi malam dia tidak sempat men-charge baterai ponselnya. Aiisss.. Daddy, jemput Hunnie~
20 menit
25 menit
Merasa sudah tidak tahan, Sehun pun berniat untuk pulang Sendiri. Biarkan saja dia tersesat, toh tidak ada yang peduli padanya –pikiran kekanakan Sehun- Walaupun Sehun sudah bertahun-tahun hidup di Seoul, tapi percayalah kalau Sehun tidak pernah mengetahui arah menuju rumahnya. Yang dia tahu hanya rumahnya berada di kawasan Gangnam, udah itu saja! Salahkan saja Tuan Wu dan Kris yang begitu protektif padanya hingga tak membiarkan Sehun keluyuran kemana-mana –kecuali bersama Tuan Wu atau Kris- sekarang pertanyaannya, kenapa dia tidak menggunakan bus atau taksi? Karena Sehun tidak mudah percaya pada orang lain, selain itu juga dia eerr... takut. Takut diculik maksudnya.
"Awas saja jika aku sudah sampai rumah aku akan melaporkan Kris hyung ke daddy." Kicau Sehun.
Cukup jauh sudah Sehun berjalan, dan kini dia berada persimpangan jalan dan dia pun tidak tahu harus mengembil jalan yang mana.
"Daddy.. Sehunie tersesat.." ucap Sehun tidak tahu lagi harus kemana. Dia pun mendudukkan tubuhnya disamping terotoar pejalan kaki dan menenggelamkan kepalanya diantara kedua lututnya. Tak lama kemudian keluarlah isakan dari bibir tipisnya.
Kira-kira berjarak 10 meter, seorang namja bersepeda memandang heran Sehun yang tiba-tiba duduk di pinggir terotoar seperti ini. Karena penasaran, namja itu pun kembali mengayuh sepedanya mendekati Sehun .
"Yaak, kenapa kau duduk disini? Kalau kau mau istirahat, kau bisa duduk bangku sebelah sana.." Heran namja ini.
"Hiks..hisks.." hanya suara isakan yang mampu di dengar oleh namja ini.
"Yaak kenapa kau menangis?" Tanya namja ini –lagi-
"Kris hyung tidak menjemputku, dan sekarang aku tersesat.." ucapnya disela sela tangisnya, belum mau mengangkat kepalanya.
Namja ini –Jongin- hanya memandang Sehun heran. Di dalam hatinya dia membandingkan sifat Sehun. Ketika disekolah tadi dia menganggap Sehun tipe namja galak –walaupun dominan imut-
"Kau tidak perlu menangis seperti ini.. Ayoo, aku akan mengantarkanmu pulang." Tawar Jongin.
Namun bukannya senang, Sehun pun hanya menggelengkan kepalanya. "Aku tidak mau. Daddy bilang aku tidak boleh mudah percaya terhadap orang yang tidak di kenal." Ucapan polos itu keluar begitu saja dari bibir Sehun.
Jongin yang merasa geli dengan kepolosan Sehun, berusaha untuk menahan tawanya agar tidak pecah. "Hm.. bukannya tadi disekolah kita sudah berkenalan?" Ucapan Jongin sukses membuat Sehun mengangkat wajahnya. Matanya terbelalak, mulut yang semulanya mengerucut menganga lebar –menggemaskan- pikir Jongin.
"Kau?" dengan kasar Sehun menghapus air matanya. Malu, Sehun benar-benar malu. Apa-apaan tadi, dia menangis? Dihadapan namja idiot ini? Hell!
Jongin terkekeh, "Sebelum tangismu bertambah deras, ayoo naik aku antar pulang." Canda Jongin.
Sumpah Sehun memerah, bahkan sangat merah. Dan Sehun eerr.. gugup, "Ti..tidaak. kau.. kau adalah orang jahat!" Ucap Sehun sambil memukul brutal lengan dan kepala Jongin berhantian.
"Aaisss.. kenapa kau malah memukuliku, eeooh?" Ucap Jongin marah. Siapa sih yang tidak marah jika dipulul bertubu-tubi apalagi niatnya baikkan ingin membantu.
"Aa..aku kan.. hanya –" Ucapan Sehun terpotong karena tiba-tiba Jongin menarik pergelangan tangannya untuk duduk di bagian depan sepedanya.
"Dari pada kau terus berpikiran buruk tentangku, lebih baik kau duduk disini dengan baik dan beritahu aku arah menuju rumahmu." Ucap Jongin sarat perintah.
"Tapi..tapi aku tidak tahu arah menuju rumahku." Ucap Sehun pelan sambil menggigit bibir bagian bawahnya.
"Mwo? Bagaimana bisa? Aaisss..." dengus Jongin.
"Itu karena daddy dan Kris hyung yang selalu mengantarkanku kemana-mana, jadi aku tidak pernah meneperhatikan jalan. Tapi daddy dan Kris hyung bilang, kita tinggal di kawasan Gangnam." Jelas Sehun dengan mata berkaca-kaca.
"Ya sudah, kau jangan menangis. Aku jadi membenarkan ucapan temanku kalau kau lebih mirip yeoja daripada namja." Ejek Jongin kemudian kembali mengayuh sepedanya.
"Joongiinnnn!" Pekik Sehun ketika sepeda yang dikendarai Jongin melaju dengan tiba-tiba. Jongin yang mendengar pekikan itu hanya tertawa terbahak-bahak melihat raut ketakutan Sehun.
Posisi mereka saat ini adalah Jongin yang mengayuh sepeda kemudian Sehun berada di depan dengan duduk yang menyamping *ngerti kan* Karena sebelumnya Sehun belum pernah menggunakan sepeda –bahkan tidak bisa lebih tepatnya- *kan belum diajarin sama Luhan di taman sungai Han* Sehun hanya bisa memejamkan matanya.
"Yaak, buka matamu! Kau tidak perlu menutup matamu seperti itu." Ucap Jongin sedikit berteriak.
"Tapi aku takut.." pekik Sehun tak kalah berteriak pula.
"Buka matamu dan rentangkan kedua tanganmu, maka kau akan tahu nikmatnya menggunakan sepeda." Ujar Jongin. Sehun yang penasaran dengan ucapan Jongin tentang nikmatnya menggunakan sepeda, akhirnya dengan hati hati Sehun membuka matanya dan dan merentangkanku kedua tangannya.
Seperti de javu. Menyenangkan, rasanya benar-benar menyenagkan. Sehun tidak pernah merasakan senyaman dan semenyenangkan ini sebelumnya. Mungkin ini alasan mengapa Jongin lebih senang menggunakan sepeda dibandingkan dengan menggunakan kendaraan –batin Sehun- Untuk mengekspresikan kebahagiaannya, Sehun kadang-kadang berteriak kencang lalu kemudian tertawa setelahnya.
Sementara itu, Jongin seperti tersihir oleh Sehun. Bagaimana tidak, sedari tadi rambut halus Sehun terasa terus menggelitik lehernya. Sesekali Jongin tersenyum melihat Sehun tertawa lepas seperti itu. Rasanya menyenangkan Sehun memandangi wajah polos sehun.
Mungkin karena tidak sadar, Jongin terus memacu kecepatannya hingga dia tidak menyadari jika ada batu yang lumayan besar menghalagi jalannya. Sehingga –
"Jongiiinnn awaaass!" pekik Sehun dan langsung menutup matanya.
"BRUKK!"
"Chuu~"
.
.
.
TBC
Gimanaaah pemirsaah?
Itu author menepati janji buat munculin si kamjong.
Jujur author ngakak tiap nulis scane-nya kaihun.
Oyaa, author tertarik sama salah satu ripiu yang mengatakan ff ini pair-nya siapa? Jadi, ff ini emang pairing KAIHUN. Sengaja author baru munculin Kai sekarang, karena alurnya emang kayak gini. Kemarin-kemarin itu Cuma penjelasan asal usul gelangnya biar nyambung sama title-nya.
Okee, dan author juga ganti Donghae jadi Zhoumi yak. Jadi, yang ada sekarang Wu Zhoumi *dapat saran dari salah satu ripiu*
RIVIEW-nya di tunggu!
