The Adventure Of Uzumaki Naruto
Naruto © Masashi Kishimoto
.
.
.
Rate : M (Jaga- jaga)
Warning(s):overpower!naru,Dojutsu!naru,Notjinchuriki!naru,Godlike!naru (maybe), alive MinaKushi, ide pasaran, alur maksa, my first fanfic multichap, newbie Author, Ejaan tidak baku, Typo, Jurus hasil terjemahan.
.
Genre : Adventure, Romance, Friendship
Pair : Naruto X Sakura
Sasuke X Karin
Summary: Hanya karena kakaknya Menma adalah Jinchuriki dari Kyuubi no Yokou dia diabaikan dan tidak diberi kasih sayang, tetapi tanpa kedua orang tua Naruto ketahui dirinya bertemu RIKUDOU SENINN di mindscape- nya dan dilatih. Anak bernama Naruto ini mempunyai tujuan mendamaikan dunia dengan kekuatannya.
" Naruto " : Talk
' Naruto ' : Thinking
" Suzaku " : Biju/Summoning talk
' Suzaku ' : Biju/Summoning thinking
.
.
.
Tertulis di buku yang tidak di ketahui dibuat oleh siapa…
Bahwa di dunia ini Tuhan menciptakan tujuh dimensi…
Di celah masing – masing dimensi terdapat tujuh makhluk legenda…
Mereka bertugas untuk menjaga dimensi masing – masing agar tidak terjadi bentrokkan satu dengan yang lain…
Namun, di buku tersebut tertulis bahwa…
Barang siapa yang bisa membuat masing – masing penjaga dimensi berpihak pada dirinya maka…
Dia bisa memanggil mahkluk berkekuatan Dewa itu kapan – pun dia mau dan jiwa mereka akan terikat…
Kecuali ' Sang Mata ' memanggil…
Kontrak tersebut akan hilang…
Di buku tersebut juga tertulis…
Satu garis terbagi menjadi dua, dan akan mengikat ' Sang Mata ' …
Yang bisa memanggil ke – tujuh mahkluk dan menjadikan mereka layaknya teman…
.
.
.
.
.
.
Kini setelah melangsungkan ujian chunin tahap satu, dua, dan tiga Naruto, Sasuke, dan Sakura berjalan menuju apartemen Naruo. Perjalanan mereka diselingi obrolan ringan, tetapi ada yang sedikit aneh dengan Sasuke sejak tadi jika ditanya ia menjawabnya dengan gugup serta keringat dingin terus keluar dari pelipisnya.
.
NARUTO APARTEMEN
Tak terasa mereka sudah sampai di apartemen milik Naruto, Sampai didepan pintu apartemen Naruto dia membukanya.
" Tadaima "
" Okaeri " Ada sebuah suara perempuan yang menyahut dari dalam apartemen yang membuat Naruto menaikan sebelah alisnya. Dia melihat ke arah Sasuke, disana dia melihat Sasuke yang memasang wajah biasa saja tetapi keringat dingin membanjiri tubuhnya. Setelah itu dia melihat ke arah Sakura yang memasang ekspresi yang menurut Naruto sulit diartikan. Naruto perlahan memutar knop pintu apartemennya itu.
Ckleekk
Di dalam apartemen tampak perempuan bersurai merah memakai kacamata dan memiliki mata vermilon sedang membersihkan apartemennya. Naruto tampak terkejut akan adanya seorang wanita yang tidak ia kenal ada di dalam apartemen- nya. Menengok kebelakang untuk bertanya kepada dua sahabatnya, namun yang ia dapati hanyalah Sasuke seorang yang tubuh- nya pucat dan keringat dingin masih terus mengalir dari tubuhnnya dan dimana Sakura berdiri tadi ia hanya melihat sesuatu yang ia perkirakan adalah air ada di lantai apartemennya.
" Sasuke, dimana Sakura- chan ?! Dan kau, siapa kau?! Kenapa kau ada di apartemenku ? " Tanya Naruto dengan nada agak ditinggikan sambil menunjuk perempuan bersuarai merah tadi. Perempuan berambut merah tadi hanya menatap bingung kepada Naruto.
" Bukankah Sasuke – san sudah menjelaskan kepadamu siapa aku ? " Perempuan tadi bertanya sambil menunjuk Sasuke. Sementara Naruto ia menautkan kedua alisnya.
" Jadi Sasuke apa yang belum kau beritahukan kepadaku ? " Naruto bertanya kepada Sasuke.
" J – Jadi begini Naruto aku menemukan dia waktu ujian Chunin di saat kau meninggalkan aku untuk melawan si mata panda itu. Namanya Uzumaki Karin. Dia hampir saja di bunuh oleh Genin desa lain dan aku datang menyelamatkan – nya. "
" Uzumaki ? " NAruto bertanya.
" Ya, aku seorang Uzumaki dengan kata lain aku adalah saudaramu yang tak terikat oleh hubungan darah. Sasuke – san juga sudah menjelaskan semua tentangmu Naruto – san. Dan bolehkan sementara waktu aku tinggal disini Naruto – san. " Karin bertanya sambil tersenyum.
" Hah… baiklah dan anggap saja aku ini kakakmu. Sekarang Kau Teme temani Karin di sini sedangkan aku akan mencari Sakura – chan. Jaa " Naruto langsung pergi dengan Shunsin.
" Eh, padahalkan aku bisa memberitahunya dimana perempuan tadi " Karin berujar.
.
SCEAN BREAK
Kini Naruto sedang meloncati pohon demi pohon untuk mencari Sakura. Naruto yakin sekarang sedang menyendiri di suatu tempat yang tenang, sepi, dan indah. Seakan kabel di kepalanya baru tersambung ia mengingat ada satu tempat yang begitu tenang, sepi, dan indah.
Naruto kemudian melakukan Shunsin menuju tempat itu. Setelah sampai di dekat tempat yang ia tuju Naruto kemudian menekan Chakranya ke titik terendah karena ia merasakan Chakra Sakura berada disekitar daerah ini.
Dan setelah Naruto berjalan melewati semak – semak ia dapat melihat sebuah air terjun kecil dan dihiasi beberapa batuan, rumput yang hijau dan beberapa tanaman yang tumbuh disekitarnya. Dapat juga ia lihat Sakura yang meringkuk dibawah pohon dan bahunya tampak bergetar. Menangis. Sakura sedang menangis disana. Naruto perlahan berjalan mendekat menuju Sakura dan perlahan menyentuh pundak Sakura.
" Sakura – chan kenapa tadi kau langsung pergi dari apartemen tanpa berpamitan. Hmm… " Naruto bertanya pada Sakura.
" Menurutmu. " Sakura menjawab singkat. Naruto menaikan sebelah alisnya, tetapi setelah beberapa saat ia jadi mengerti apa yang membuat Sakura langsung pergi dari apartemennya.
" Kau cemburu, eh ? " Naruto bertanya sambil sedikit terkekeh.
" Percaya diri sekali kau !? apa buktinya " balas Sakura dengan suara agak serak.
" Buktinya kau langsung saja pergi setelah melihat Karin – Chan ada di apartemenku. " Naruto menjawab. Sakura terdiam ' Chan ' jadi Naruto pasti memiliki hubungan yang special dengan perempuan itu. Mata Sakaura mulai memanas lagi. Liquid bening sudah menggenang di pelupuk matanya dan akhirnya jatuh lagi.
" Hiks,… kalau aku cemburu memangnya kenapa Hiks… dari waktu kita pertama kali bertemu dulu kau bilang keningku ini indah sehingga kau ingin menciumnya, ta – tapi apa hiks… kau malah memilih wanita lain dan menyembunyikannya dariku, kau bilang keningku ini indah sehingga kau ingin menciumnya tapi apa ? sekalipun kau belum pernah melakukan itu, sementara dengan wanita tadi kau pasti sudah melakukannya bahkan bisa saja lebih. DAN KAU TIDAK PERNAH MEMPERLAKUKANKU SECARA LEBIH ! BAGAIMANA AKU TIDAK CEMBURA HAH NARUTO ! hiks… hiks… "
Naruto terdiam memikirkan perkataan Sakura yang menurutnya terlalu jauh. Perempuan tadi saja ia baru mengenalnya mana mungkin ia melakukan macam – macam. Salahkan saja Sasuke yang seenaknya membawa orang menuju apartemennya.
" Sakura dengarkan penje -… "
" AKU TIDAK BUTUH PENJELASANMU BODOH "
" Sakura setidaknya biarkan aku bi - … "
" AKU SUDAH TIDAK PERCAYA DENGANMU LAKI – LAKI PEMBOHONG "
" Sakur - … "
" PENDUSTA "
" Saku - … "
" PEMBERI HARAPAN PAL – "
Ctakk
Naruto menyentil dahi Sakura. Dia menatap Sakura dalam. Seakan baru sadar kalimat apa saja yang ia lontarkan kepada Naruto wajahnya cemas dan tersirat sedikit rasa takut disana karena telah membentak – bentak Naruto. Namun setelah beberapa saat bertatapan Naruto menghela nafas kemudian tersenyum.
" Sakura – chan perempuan itu adalah orang yang ditolong Sasuke saat ujian chunin, aku bahkan juga baru mengetahuinya tadi. Ya, memang aku dan dia memiliki ikatan, tapi bukan ikatan seperti yang ada dalam pikiranmu. Kami adalah saudara karena kami berasal dari klan yang sama yaitu Uzumaki, paham ? kalau begitu jangan pernah berkata aku ini pembohong dan sebagainya lagi ".
Sakura mulai berpikir. Betapa bodohnya dia karena tidak mau mendengar penjelasan Naruto, toh dari awal mereka kenal Naruto belum pernah berbohong padanya. Setelah itu Sakura menganggukkan kepala.
" ma… "
Belum sempat Sakura menuntaskan kalimatnya, dia merasakan sesuatu yang lembab menempel di dahinya. Cukup lama Sakura diam karena terkejut dan akhirnya dia tersadar saat benda lembab itu meninggalkan dahinya.
" Apa yang… ? "
" Menepati janjiku padamu Sakura – chan " jawaban singkat Naruto sukses membuat wajah Sakura memerah. Sakura langsung menghambur kepelukan Naruto dan berulangkali mengatakan 'maaf ' .
" Baiklah Sakura – chan kita pergi " Setelah Naruto mengatakan hal tersebut, mereka langsung hilang dengan Shunsin.
.
.
.
.
.
Sepuluh hari berlalu
Naruto, Sakura, Sasuke kini sedang ada di dalam hutan kematian, lantas kemana Karin ? dia sudah pindah ke rumah Sasuke dan ia juga secara suka rela ingin menjaga rumah. Sakura dan Sasuke disini karena Naruto akan mengajarkan jutsu istimewa pada mereka.
" Baiklah, aku akan memulainya. Pertama kalian oleskan sedikit darah di telapak tangan kalian lalu lakukan segel tangan ini… " Naruto kemudian memperagakan beberapa handseal.
" Naruto, bukankah itu segel tangan untuk kuchiyose ? jika kita tidak memiliki kontrak dengan hewan kuchiyose bisa bahayakan ? " Sasuke bertanya kepada Naruto.
" Kau benar Sasuke. Tapi aku ingin kalian menemukan kuchiyose kalian sendiri, bisa sajakan kalian mendapat hewan yang unik. "
" Tapi… "
" Lakukan atau ku penggal kepalamu Sasuke. " Naruto memberi perintah disertai tatapan membunuh. Dengan cepat Sasuke mengangguk. Sasuke langsung mempraktekkan apa yang dilakukan Naruto dengan cepat.
' POOF '
Sasuke hilang.
" Nah, Sakura – chan sekarang giliranmu. " Sakura langsung mengangguk dan mempraktekan segel kuchiyose yang diajarkan oleh Naruto.
.
Sasuke Side ~
.
Kini Sasuke sedang berdiri di tempat yang memiliki banyak kuil raksasa. Dia nampak memandang kuil – kuil tersebut dengan takjub. Di sejarah hidupnya dia tak pernah melihat kuil sebesar ini sampai sekarang ini. Dia berjalan mengelilingi daerah itu.
Sasuke akhirnya memutuskan untuk memasuki salah satu kuil yang menurutnya menarik. Kuil yang dituju oleh Sasuke adalah kuil yang asri, ada banyak tumbuhan hijau di sana. Bunga – bunga hias juga tertanam rapi di sekitar kuil ini. Yang paling Sasuke sukai adalah bunga mawar merah karena bunga itu mengingatkannya pada mendiang Ibunya yang suka sekali menaruh rangkaian bunga mawar pada kepalanya sebagai ' mahkota '. Sasuke tersenyum sendiri kala mengingat hal itu.
Langkah demi langkah, Sasuke mulai mengeliminasi jarak dirinya dengan kuil tersebut. Setelah sampai di depan pintu yang tiga kali lipat dari ukuran tubuhnya, Sasuke mulai membuka pintu. Terdengar suara pintu terbuka. Sasuke kemudian memandang isi kuil tersebut, dia melihat ada beberapa gang di dalam.
Rasa penasaran yang besar mendorong Sasuke memasuki kuil tersebut. Dia memasuki salah satu gang yang ada di kuil tersebut dan sampailah ia pada sebuah ruangan yang ada di kuil tersebut. Di dalam ruangan tersebut ternyata menyimpan banyak senjata, mulai dari kecil hingga besar. Belati, Pedang biasa maupun istimewa, Tonfa, Naginata, Katana, Samurai, sampai Gada – pun ada.
Sasuke menatap tempat itu dengan kagum. Berbagai senjata yang kelihatan hebat ada di sana. Dia akhirnya mencoba salah satu pedang yang ada di sana. Sasuke mengayun – ayunkan pedang tersebut dengan lihai serta mata terpejam.
Trank..
Suara dentingan logam membuat Sasuke membuka matanya dengan Sharinggan tiga tomoe yang sudah aktif. Matanya terbelalak ketika melihat sesosok menggunakan baju tempur kuno dengan bentuk yang membuatnya ingat akan wujud tekhnik Susano ' o sempurna yang pernah Naruto tunjukan padanya. Tapi juga ia ingat bahwa Naruto mengatakan jurus itu masih ada tingkat selanjutnya.
" Siapa kau ?! " Sasuke bertanya pada sosok tersebut.
" Harusnya aku yang bertanya siapa kau manusia ?! Kenapa kau bisa ada disini ?! " Sosok tadi bertanya balik dengan suara berat.
.
Sakura Side~
.
Untuk Sakura dia berada di tempat kembalikannya Sasuke. Jika Sasuke berada tempat seperti peradaban, Sakura sekarang berada dihutan lebat dan memiliki pohon yang tinggi menjulang. Dia berkelling tempat tersebut seperti orang tersesat. Walaupun dia mengakui hutan ini indah namun hutan ini juga membingungkan baginya.
Saat berada dalam hutan Sakura seringkali mendengar suara dari semak – semak, sehingga ia harus menggunakan pertahanan ekstra. Langkah Sakura semakin lama semakin tak tentu arah. Dirinya hanya seperti berputar – putar tak tentu arah.
SWUUSH…
Sekelebat bayangan seperti melewati dirinya. Sakura menoleh kesana – kemari hingga ia melihat se – ekor kuda berlari tetapi rasanya ada yang aneh dari kuda tersebut.
" Kakinya tidak menapak di tanah! "
Rasa penasaran yang tinggi membuat Sakura berlari mengejar kuda tersebut. Lama kelamaan jaraknya dengan kuda tersebut – pun tereliminasi. Saat berjarak kira – kira lima meter, kuda tersebut menengok kebelakang dan saat ia melihat Sakura hewan tersebut berhenti secara tiba – tiba. Sakura yang melihat kuda tesebut berhenti juga ikut menghentikan langkahnya.
" Siapa kau ? Kenapa kau bisa disini ? " Kuda tadi bertanya dengan suara halus tapi terkesan berat.
Kaget. Itulah yang di alami oleh Sakura pertama kali. Dirinya ta menyangka bahwa kuda tersebut bisa bicara layaknya manusia.
" Ma – maaf, a – aku tak sengaja be – berada disini, dan – dan namaku Haruno Sakura. " Sakura menjawab pertanyaan kuda tersebut dengan gugup.
" Tidak usah gugup begitu, aku tidak akan mencelakaimu dan bagaimana caramu sampai kesini ? "
" Ah, maaf aku tadi sedang mencari mahkluk Kuchiyose ku sendiri dan akhirnya aku terdampar disini. "
" Kuchiyose ya, ikutlah denganku jika kau ingin memiliki Kuchiyose. "
" Benarkah ? "
" Ya. "
Sakura lantas mengikuti hewan tadi dengan berjalan. Entah mengapa dia bisa mudah percaya pada hewan di depannya itu.
.
Meeting Room ~
.
Kini lima orang yang masing – masing menggunakan topi dengan warna dan aksen masing – masing sedang berkumpul. Mereka adalah Kage dari masing – masing desa di lima Negara besar. Dimulai dari tuan rumah yaitu Hokage melepas topi kebanggaan dan diikuti oleh pemimpin yang lain. Tampak lah lima orang dengan ciri masing – masing.
Sang hokage Minato Namikaze, Raikage Ai, Tsuchikage Onoki, Mizukage Mei Terumi, Takikage Tori Azuki ( Asal gak tau nama aslinya ), dan terakhir Kazekage Rasa Sabaku. Mereka seperti tampak membahas sesuatu yang penting.
" Hokage – dono, aku meminta peraturan di ujian Chuunin ini diubah. Yaitu dengan para peserta yang memiliki Jinchuuriki boleh menggunakan kekuatan biju – nya dan dua kelompok yang awalnya sudah dibagi dijadikan satu, jadi mereka bisa bekerja sama jika sesama tim. "
Raikage mengawali pembicaraan yang langsung ia sampaikan pada intinya, tetapi tindak – kannya tidak hanya di seorang yang setuju, Tsuchikage dan Kazekage juga mengangguk.
" Untuk penggabungan tidak ada masalah. Tetapi jika menyangkut para biju, bukankah itu cukup berbahaya Raikage – dono, Tsuchikage – dono, Kazekage – dono ? Karena jika mereka sampai lepas kendali bisa mencelakakan peserta lain. " Minato membalas dan disertai anggukan Mizukage dan Takikage.
" Begitukah ? kalau itu alasanmu, maka solusinya adalah para biju. Merekakan bisa menyadarkan Jinchuuriki mereka, toh juga mereka adalah hewan baik serta bersahabat. " Kazekage membalas.
" Itu tetap saja membahayakan peserta Kazekage – dono. " Mizukage membalas.
" Oh… rupanya kalian bertiga takut ya kalau kalah, terlebih kau Mizukage – dono. Dan kenapa Konoha dan Taki juga takut, kalian juga memiliki biju di desa kalian. Ah… aku tahu pasti Jinchuuriki dari biju kalian itu lemah. " Tsuchikage ber argument. Ketiga orang yang dihina tadi merasa kesal. Mereka saling tatap dan mengangguk kemudian.
" Tsuchikage – dono, tolong jaga bicaramu! Dan baiklah kami menyetujui permintaan kalian serta beritahu pada ninja kalian masing – masing. " Sahutan dari Takikage tadi akhirnya menutup rapat tersebut dan akirnya para kage dari masing – masing daerah pergi meninggalkan ruangan.
Tiga Hari Kemudian.
.
Terlihat Naruto kini tengah meditasi di bawah pohon, tempat latihannya pada saat di Shi no Mori. Wajahnya nampak tenang dan tak terusik sedikitpun oleh belaian angina serta bunyi pohon – pohon yang daunnya bergoyang. Namun entah kenapa dia seperti orang yang pingsan.
.
Mindscape Naruto ~
.
Naruto kini sedang ada di tempat pertamanya bertemu Rikudou. Dia tidak tahu kenapa ia bisa sampai disini. Seingatnya tadi dia bermeditasi hanya untuk menenangkan diri.
" Hei, Naruto lama tak jumpa ya ? " Seorang kakek tua yang kakinya tidak menapak tanah, di belakang tubuhnya terdapat bola – bola hitam, dan memiliki sepasang taduk tiba – tiba datang dan bicara.
" Rikudou – Jiji kenapa kau bisa disini ? " Naruto yang kaget langsung bertanya pada Rikudou. Naruto melihat Rikudou tertawa kecil.
" Kau ini… setidaknya jawablah pertanyaan orang lain sebelum bertanya. "
" Hehehe, maaf aku terlalu terkejut saat kau datang kesini. Dan kenapa Rikudou – Jiji berada disini ? "
Wajah Rikudou langsung berubah serius saat Naruto bertanya begitu.
" Aku disini akan menyampaikan informasi penting Naruto. Kau ingatkan saat terakhir kali kita berlatih, kau dapat mengimbangiku. Tapi sebenarnya itu bukan kekuatan penuhku. Saat itu aku hanya menggunakan sekitar kurang dari 50% kekuatanku. " Rikudou menjelaskan kepada Naruto.
" Aku juga sudah menduganya Rikudou – jiji, karena tak mungkinkan anak usia tujuh tahun yang walaupun sudah di asah sampai tajam bisa mengalahkanmu dalam kekuatan penuh, lalu informasi pentingnya apa ? " Naruto berujar serta bertanya.
" Naruto, akan datang orang yang seharusnya tidak ada pada masa ini kesini dan tentunya kekutanmu sekarang masih jauh dibawah mereka yang akan datang. "
" Mereka ? berarti lebih dari satu ? "
" Ya memang lebih dari satu, tetapi ada diantara mereka yang baik dan bersahabat. "
" Lalu siapa mereka itu Rikudou – Jiji ? "
" Kalau sudah waktunya kau akan tahu Naruto. Baiklah kalau begitu sampai jumpa lagi Naruto. " Sinar kuning ke – emasan menutupi tubuh kedua tubuh mereka.
" Tungu! Rikudou – Jiji! Rikudou – Jiji! "
.
Mindscape off~
.
Naruto bangun dengan keringat yang membajiri seluruh tubuhnya. Dia bangun juga dengan nafas terengah, tanpa sadar dua orang yang memandangnya dengan tatapan bingung.
" Hei Naruto, kau kenapa ? " Seseorang berambut biru dongker berkulit putih dan mata onyx bertanya pada Naruto. Naruto menoleh dan mendapati kedua rekannya di sana sedang memandangnya bingung.
" Tidak, hanya mimpi buruk saja, dan hei… sejak kapan kalian pulang dan berada disini. Sasuke juga kenapa tubuhmu luka – luka! "
" Aku dan Sakura baru saja sampai disini. Dan untuk luka lebamku ini cepat tatap mataku! " Sasuke bicara dengan bersungut – sungut. Naruto kemudian menatap mata Sasuke yang sudah berubah menjadi tiga tomoe. Setelah melihat kilasan ingatan Sasuke Naruto tertawa terpingkal – pingkal.
" HAHAHA… kasihan sekali kau Sasuke, dapat sih dapat, tapi sangarnya minta ampun, HAHAHA… " Naruto menertawakan Sasuke yang dilatih kenjutsu oleh Kuchiyosenya dalam wujud mini, dan Sasuke dibantai habis – habisan.
" Berhenti tertawa Naruto ! "
" Baiklah – baiklah, oh ya ada informasi baru mengenai ujian Chunin nanti yaitu Group A dan B akan digabung serta bagi mereka yang memiliki biju mereka boleh mengeluarkan kekuatannya. "
" APA ?! biju ?! itukan membahayakan peserta Naruto – kun. "
" Aku tahu Sakura – chan tapi ini sudah keputusan dari pemimpin. "
" Para Kage itu! Sebenarnya apa yang mereka inginkan ?! "
" Entahlah, ya sudah besok kan ujian Chuunin dilaksanakan lebih baik kita Istirahat, dan Sasuke, Karinkan sudah pindah ke rumahmu jadi segala kebutuhannya kau yang tanggung serta jaga dia baik – baik. "
" Tapi… hah baiklah. "
Ketiga orang tadi langsung hilang dengan Shunsin masing – masing.
.
Ujian Chuunin ~
.
" Aku yakin pembimbing kalian sudah memberi tahu kalian tentang penggabungan ini jadi aku harap kalian siap menghadapi lawan kalian. " Seorang instruktur memberi penjelasan pada para Genin di depannya.
" Aku ingin bertanya apakah ada yang ingin mengundurkan diri atau menyerah ? " Para Genin membalas itu dengan gelengan kecuali satu orang yang hanya menguap.
" Baiklah sekarang kalian menyebarlah saat aku memberi aba –aba kalian baru boleh bertarung. " Semua peserta genin langsung menyebar dan mencari posisi masing – masing.
" Baiklah… HAJIME! " Sang instruktur langsung melompat kepinggir arena yang luasnya ber – hektare – hectare itu.
TRANKK…
Terlihat dua orang yang memiliki ciri fisik sama namun rambut berbeda langsung melesat dan beradu menggunakan Kunai. Dua orang itu adalah Naruto dan Menma.
" Aku akan mengalahkanmu Naruto! "
" Begitu juga sebaliknya Menma ! "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
T. B. C
A/N : Maaf ya updatenya lama karena beberapa bulan lalu saya harus belajar sungguh – sungguh buat menghadapi UKK. Dan hasilnya juga tidak terlalu buruk.
Kuchiyose Naruto Suzaku, Seiryuu, Genbu, Byako disini mewakili elemen Api, Angin, Air, dan Tanah. Bukan Suzaku Petir dan sebagainya.
Saya juga akan mengusahakan fic ini agar bisa sampai tamat.
Dan untuk yang memuji fic saya, saya ucapkan terimakasih banyak.
Soal invasi yang pasti tidak akan dilakukan Suna – Kumo – Iwa – Oto.
Setidaknya setelah membaca tinggalkan jejak berupa Review, terimakasih
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Thank's for R. n. R
