The Adventure Of Uzumaki Naruto
Naruto © Masashi Kishimoto
.
.
.
Rate : M (Jaga- jaga)
Warning(s):overpower!naru,Dojutsu!naru,Notjinchuriki!naru,Godlike!naru (maybe), alive MinaKushi, ide pasaran, alur maksa, my first fanfic multichap, newbie Author, Ejaan tidak baku, Typo, Jurus hasil terjemahan.
.
Genre : Adventure, Romance, Friendship
Pair : Naruto X Sakura
Sasuke X Karin
Summary: Hanya karena kakaknya Menma adalah Jinchuriki dari Kyuubi no Yokou dia diabaikan dan tidak diberi kasih sayang, tetapi tanpa kedua orang tua Naruto ketahui dirinya bertemu RIKUDOU SENINN di mindscape- nya dan dilatih. Anak bernama Naruto ini mempunyai tujuan mendamaikan dunia dengan kekuatannya.
" Naruto " : Talk
' Naruto ' : Thinking
" Suzaku " : Biju/Summoning talk
' Suzaku ' : Biju/Summoning thinking
.
.
.
Tertulis di buku yang tidak di ketahui dibuat oleh siapa…
Bahwa di dunia ini Tuhan menciptakan tujuh dimensi…
Di celah masing – masing dimensi terdapat tujuh makhluk legenda…
Mereka bertugas untuk menjaga dimensi masing – masing agar tidak terjadi bentrokkan satu dengan yang lain…
Namun, di buku tersebut tertulis bahwa…
Barang siapa yang bisa membuat masing – masing penjaga dimensi berpihak pada dirinya maka…
Dia bisa memanggil mahkluk berkekuatan Dewa itu kapan – pun dia mau dan jiwa mereka akan terikat…
Kecuali ' Sang Mata ' memanggil…
Kontrak tersebut akan hilang…
Di buku tersebut juga tertulis…
Satu garis terbagi menjadi dua, dan akan mengikat ' Sang Mata ' …
Yang bisa memanggil ke – tujuh mahkluk dan menjadikan mereka layaknya teman…
.
.
.
.
.
.
BUMM…
BUMM…
BUMM…
Suara ledakan mengiringi jalannya pertarungan para calon Chuunin. Mereka semua bertarung secara terpisah, jika satu lengah maka genin lain akan menyerangnya. Namun saat ini mereka semua patut diberi acungan jempol karena belum ada satu – pun dari mereka yang tereliminasi.
Berbagai jutsu dikeluarkan oleh para peserta ujian Chuunin, dari yang berskala kecil sampai besar, Rank – E sampai Rank – S. Mereka bersaing tak kenal lelah. Arena yang digunakan memiliki banyak kerusakan yang ditimbulkan oleh jutsu mereka. Penonton nampak kagum dengan para Genin, tak henti – hentinya mereka bersorak.
Para kage dari desa masing – masing nampak bersemangat melihat jalannya pertandingan. Minato, Ai, Onoki, Mei Terumi, Sabaku Rasa, dan Shibuki ( Saya sudah ingat nama Takikage ) nampak tersenyum senang melihat potensi yang dimiliki para Genin mereka.
" Hei ayo kita bertaruh, siapa yang dapat memenangkan pertarungan ini sebagai juara tunggal. Kalian boleh memilih dua orang. Berani ? " Ai yang notabenenya adalah Raikage pemilik dua genin jinchuuriki – pun menantang kage yang lain. Dia berani karena merasa dirinya unggul, sebab dia memiliki dua Jinchuuriki dan keduanya sudah berteman baik dengan Biju mereka. Para kage lain mengangguk setuju.
" Aku Hokage, memilih Namikaze Menma, dan Killer Bee. Jinchuuriki Kyuubi dan Hachibi, tak apakan Raikage – dono ? " Minato selaku Hokage menyatakan dua pilihannya, dia merasa memiliki pilihan yang paling unggul diantara kage lain karena dia meilih dua Biju terkuat.
" Boleh saja, dan aku Raikage memilih Killer Bee, serta Nii Yugito karena aku sangat percaya pada ke dua geninku itu. " Raikage mengucapkan kepercayaan sebagai alasan, padahal dia sebenarnya tahu bahwa geninnya memiliki kekuatan yang besar.
" Aku memilih Kurotsuchi, dan walau aku benci mengakui ini aku memilih bocah Kyuubi itu. " Onoki selaku Tsuchikage mengutarakan pilihan.
" Aku memilih Fuu, dan Uzumaki pirang disana, karena sepertinya dia memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kawannya. " Shibuki memilih Fuu dan Naruto sebagai ' jagoan ' yang dipilihnya.
" Kau benar Shibuki – dono aku juga memilih anak didikku Choujuro dan Uzumaki pirang disana. Lantas apa yang menjadi taruhannya ? " Mei Terumi berbicara.
" Bagaimana kalau kita bangun sebuah rumah megah di desa kita masing – masing untuk pemenang taruhan ? " Onoki yang paling pertama menyerukan pendapatnya.
" Cukup bagus. Kalau begitu setuju tidak setuju akan kuanggap kalian semua setuju. " Raikage langsung menyetujui pendapat Onoki sekaligus mewakili kage lain yang sedang sweatdroop bersama.
" Baiklah kita lihat saja siapa yang akan menang. "
.
.
.
.
.
.
.
.
In Arena ( Naruto Side )
TRANKK…
TRANKK…
TRANKK…
Kunai milik Naruto dan Menma saling beradu dan menimbulkan bunyi gesekan dua besi. Diantara mereka tidak ada yang mau mengalah, meskipun Naruto sebenarnya bisa memenangkan pertandingan adu kunai dengan Menma, tetapi dia lebih memilih untuk menikmatinya.
" Hei, Baka Naruto apa kau yakin akan bisa mengalahkanku dengan kemampuanmu yang seperti ini ? ini baru adu kunai, bagaimana dengan yang lain ? " Menma berbicara dengan nada yang meremehkan namun terdengar santai. Naruto terkekeh kecil.
TRANKK…
TRANKK…
TRANKK…
Kunai mereka kembali beradu, menyerang dan bertahan, " Hei, Menma kau tahu tidak menu tambahan di kedai paman Teuchi jika ' narutonya ' habis ? Nama menu tambahan menu itu adalah ' menma ' dan se – ingatku bahannya berhubungan dengan bambu. Nah, sekarang bagaimana caranya bambu rotan sepertimu mengalahkanku yang seorang pendekar ? "
Naruto mencoba memanas – manasi Menma dengan mengejeknya. Tapi Menma sepertinya sudah berlatih untuk mengendalikan emosinya jadi dia bisa menahan amarahnya. Menma sepertinya sedang mencari ejekan untuk Naruto balik.
" Pendekar dari mananya, tubuh pas – pasan, wajah juga tak cocok untuk jadi pendekar lebih cocok jadi kucing, bagaimana kalau kau jadi peliharaanku saja ' kan lumayan juga, aku tak harus membeli kucing. Ah ya, satu lagi. Namamu ' kan Naruto bisa diartikan menjadi bakso ikan pelengkap ramen dan di letakkan di atasnya, bagaimana bakso ikan dapat mengalahkan bambu runcing, hm ? "
Namun, sebelum kembali mengejek tiba – tiba seseorang berkulit hitam memiliki rambut pirang pucat dan disisir rapi kebelakang datang menghunuskan pedangnya ke Menma serta Naruto. Tak mau celaka keduanya memilih untuk menahan pedang orang tersebut dengan kunai.
TRANKK…
TRANKK…
" Hei kalian kita ini sedang bertarung jadi seriuslah, Bakayarou ~ "
" Kau siapa ? " Menma bertanya pada orang tadi.
" Namaku adalah Killer Bee ~, Hachibi adaalh partnerku ~, dan aku berasal dari Kumo ~ " Orang bernama Killer Bee tadi memperkenalkan dirinya dengan nge – rap seperti DJ tapi terlihat aneh.
' Rap – nya buruk, dan hancur juga. '
" Jika kau memiliki Biju kita adalah teman. Dan berhubung kita teman maukah kau membantuku untuk melawan bakso ikan itu ? " Menma berbicara serta diikuti jari telunjuknya yang mengacung kearah Naruto.
' Hachibi apa tidak apa – apa jika aku melawannya '
' Kurasa tidak ada salahnya jika kau melawan, auranya tidak sama seperti waktu itu. Tapi aku sarankan jika bersungguh – sungguhlah saat melawannya '
" Baiklah, dan siapa namamu ~ " Killer Bee bertanya pada Menma.
" Menma, Namikaze Menma. " Menma menjawab pertanyaan dari Killer Bee.
" Baiklah kalau begitu kita lawan dia tapi kita harus bersungguh – sungguh melawannya. " Killer Bee berucap dengan nada yang serius.
" Baiklah ayo kita lawan bakso ikan itu ! "
.
.
.
.
.
(Twenty Minute After Naruto Battle )
Dua buah jutsu yang berlawanan usur, api dan air saling bertubrukan. Kepulan asap yang hampir memenuhi setengah lapangan pertandingan menutupi padangan mereka yang hanya memiliki penglihatan biasa.
" Sasuke ayo cepat ikut aku, hanya kau yang belum ikut berkumpul. " Naruto langsung menarik tangan Sasuke dan membawanya menjauh dari ledakan.
" Hanya aku ? Berkumpul ? " Sasuke tampak tak mengerti.
" Nanti kau akan tahu sendiri, jadi ikuti saja aku. "
" Hn. "
.
.
.
.
.
Dua menit selama perjalanan mereka akhirnya sampai ditempat yang dituju. Perlahan – lahan asap tersebut menghilang. Setelah asap benar – benar menghilang nampaklah dua kelompok yang sedang berhadap – hadapan.
" Bisa jelaskan sekarang Naruto ? "
" Begini ceritanya…
.
.
Flashback on
Naruto sedang melawan Killer Bee, dan Menma. Dia nampak agak kesulitan, pasalnya kerja sama mereka lumayan bagus terutama permainan pedang Killer Bee yang belum pernah Naruto jumpai. Karena terlalu sibuk berfikir mengenai kemampuan berpedang Killer Bee, Naruto jadi kurang konsentrasi dalam pertarungan dan akhirnya dia menerima pukulan Host dari Hachibi tersebut.
Duakk…
Sreeet…
Duk…
Naruto terseret akibat pukulan dari Bee, namun saat sekitar tujuh meter punggung Naruto di tahan oleh sebua tangan mungil. Naruto yang merasa sudah berhenti dari acara terseretnya – pun menengok kebelakang. Dan saat ia menengok kebelakang Naruto melihat ada seorang perempuan berambut hijau dan berkulit hitam tersenyum padanya.
" Apakah kau perlu bantuan ? " Orang tadi bertanya pada Naruto disertai uluran tangan yang diarahkan pada sang korban pukulan host dari Hachibi. Naruto menerima uluran tangan perempuan itu.
" Sebenarnya aku perlu sedikit bantuan, dan siapa Namamu Kunoichi – san ? " Naruto bicara apa adanya karena dia memang sedang membutuhkan sedikit bantuan.
" Namaku Fuu, aku adalah ninja dari Taki dan juga Jinchuriki dari Nanabi, " Permpuan bernama Fuu tadi mengenalkan dirinya dengan kata yang tidak ber tele – tele serta tidak ada rap seperti Bee tadi. Namun tanpa sepengetahuan mereka Menma membuat tiga Kagebunshin dan salah satunya dibisiki sesuatu oleh Menma dan kemudian pergi. Setelah itu Menma juga membisikan sesuatu pada Bee dan kemudia Bee juga mengirim sebuah bunshin mengikuti bunshin Menma.
" Nanabi ya… Bukankah seharusnya kau juga lebih memilih bekerja sama dengan mereka ? karena peluang kalian untuk mengalahkanku akan bertambah besar, dan musuh kalian akan berkurang. "
" Tidak disini aku tidak berniat mencari musuh, tetapi seorang teman. Jadi Jinchuuriki atau bukan tidak masalah. "
" Baiklah, terima… FUU – SAN! AWASS! "
Belum sempat Naruto menyampaikan rasa terima kasihnya pada Fuu mereka harus menghindar terlebih dahulu karena dua buah kunai yang dilempar oleh Menma dan Bee hampir mengenai tubuh mereka.
" Hei, jika sedang bertarung jangan sampai fokusmu teralihkan. " dua orang Menma kemudian menyerang Naruto dan Fuu dengan Taijutsu.
Menma berusaha menendang dua kepala musuhya itu, namun sayangnya musuhnya dapt menghindar. Saat dua musuhnya menghindar datanglah Bee dengan pedangnya. Bee mengincar Naruto sebagai target utamanya.
Karena Naruto sedang tak memegang Kunai dia hanya bisa menghindar. Namun saat serangan Bee berhenti untuk sementara Naruto langsung men' summon sebuah katana biasa dari Fuin penyimpanan yang ada di lengan kanannya.
Hanya untuk sementara serangan Bee berhenti kemudian berlanjut lagi tetapi sekarang berbeda, Naruto dapat menangkis serangan dari Bee. Tebasan Bee mengarah ke perut Naruto namun Naruto dapat menangkisnya dengan bagian tengah dari katananya, tetapi Naruto elum dapat bernafas lega karena dengan cepat Bee mencabut satu lagi pedag yang ada di punggungnya dan mengarahkannya ke leher Naruto. Dengan keahlian kenjutsu yang tinggi akhirnya Naruto menarik Katananya sedikit ke atas untuk menahan serangan Bee.
Mereka berdua saling menatap walau – pun sebenarnya mata Bee terhalang oleh kacamatanya. Naruto akhirnya melompat mundur dan lari menuju tempat Fuu. Bee akhirnya juga ikut berlari menuju tempat Menma.
Setelah sampai kini keduanya melihat Menma dan Fuu sedang saling lempar tatapan. Dan tanpa menunggu lama lagi keduanya bergabung dengan teman masing – masing.
" Bakso ikan sebaiknya kau mengalah karena kau sudah pasti kalah meawan kami. " Menma berucap dengan sombongnya.
" Hei, bambu runcing aku tidak akan kalah dari kalian karena sekarang jumlah kita sama. " Naruto membalas perkataan Menma.
" Jumlah kita sama ? maksud mu dua – dua ? Jangan bercanda! kami telah mengirim bunshin yang kata – katanya di penuhi bumbu ' pemanis ' untuk mencari rekan lagi dan kau tahu ? yang bergabung adalah Ichibi, Nibi, meski aku kurang suka mengakui ini Neji juga ikut, Kurotsuchi cucu dari Tsuchikage, Omoi pengguna pedang yang mahir, sekarang ada tujuh orang termasuk kami berdua yang sudah bergabung. "
Menma menyombongkan dirinya, yang padahal sudah jelas itu kecurangan karena mencari sekutu lagi untuk melawan Naruto. Oh! Ayolah ini awalnya 1 lawan 1, berubah menjadi 1 lawan 2, berubah lagi menjadi 2 lawan 2, dan sekarang 2 lawan 7!
" Kau itu curang bambu runcing! Baiklah kalau begitu biar sisanya aku yang akan mengajak mereka. " Setelah itu Naruto mengirim lima bunshin untuk mengumpulkan orang – orang yang tersisa.
" Meskipun kau bisa mengajak kelimanya bergabung kau tidak akan menang. Karena yang ikut dala kelompokku adalah ninja berkemampuan diatas Chuunin dan diantaranya ada empat orang pemilik biju " Perkataan Menma seakan merendahkan kemampuan kelompok yang akan ditempati Naruto.
" Kita buktikan Nanti Menma, ayo Fuu – san kita pergi. "
.
.
.
.
.
Flashback off
… Begitulah ceritanya Sasuke jadi kita sekarang harus berusaha melindungi kelima rekan kita yang ada. " Naruto memberi penjelasan pada Sasuke. Sasuke yang sudah mendengar cerita Naruto hanya menganggukkan kepala.
" Hei, minna kemari sebentar, " Naruto memanggil orang – oang yang akan menjadi rekannya kali ini. mendengar apa yang disuarakan Naruto anggota yang dikumpulkan tadi ( oleh Naruto ) langsung menghampiri Naruto. Dan dapat dilihat siapa saja yang bergabung dikelompok Naruto.
Sasuke Uchiha rekan satu tim Naruto yang sudah dilatih olehnya agar dapat menjadi orang yang kuat dan itu semua untuk mengetahui kebenaran tentang Itachi.
Sakura Haruno Kunoichi berbakat yang memiliki ilmu medis dan dapat digolongkan ninjutsu medis tingkat A.
Nara Shikamaru teman Naruto untuk bermain Shogi, memiliki tingkat kecerdasan di atas rata – rata serta tingkat kemalasan yang juga di atas rata – rata, tipikal Nara.
Shino Aburame ninja yang menggunakan serangga sebagai senjatanya serta insting yang tajam aka sesuatu.
Choujuro ninja Kiri yang hampir memasteri elemen air berkat bimbingan dari sang Mizukage sendiri, dia menjadikan Nidaime Hokage sebagai patokan karena beliau lah pengguna elemen air terhebat yang diketahui olehnya ( disini Choujuro belum memiliki pedangnya ).
Fuu ninja dari Taki pemiik biju Nanabi memiliki pembawaan sikap yang periang serta memiliki elemen dasar Futon.
" Ehem… kita memang jika dilihat dari sekilas pandangan mata tak mungkin menang karena banyak orang yang mengira antara dua kelompok ini tak seimbang. Tetapi jika kita berusaha tidak menutupi bahwa ada kemungkinan kita untuk menang melawan mereka, kekuatan sebenarnya kurang berpengaruh, yang paling dibutuhkan disini adalah kerja sama. Jika ada kerja sama tidak mustahil bagi seorang Genin seperti kita mengalahkan Kage. Jadi kita tidak usah takut dengan mereka yang kelompoknya memiiki empat biju, prodigy Hyuuga, cucu dari kage, serta orang yang memiliki kemampuan kenjutsu diatas rata – rata yang dapat digolongkan dalam Rank – A itu, karena jika ada satu orang kesusahan maka yang ain akan membantu. "
Naruto selaku orang yang mengumpulan ke – enam orang tersebut mulai memberikan kata motivasi agar yang awalnya takut menjadi yakin, meski dalam penglihatan Naruto hanya ada satu orang yang gugup yaitu Choujuro ninja dari Kiri.
Seakan kata – kata Naruto adalah sesuatu yang berharga dan harus dikejar, semua anggota kelompoknya langsung menyunggingkan senyum. Mereka sekarang yakin bukan kekuatan fisik yang berpengaruh tapi keyakinan dirilah yang berpengaruh disini. Tak masalah kau memiliki fisik seperti apapun tetapi jika kau memiliki keyakinan diri semua itu bukanlah masalah.
" Sekarang kita mulai menyusun strategi… "
Selama Naruto menyusun strategi kelompok Menma sekarang juga menyusun sebuah strategi dengan kelompoknya.
" Sekarang kita menjadi anggota kelompok, jadi kita harus bisa membangun kerja sama yang baik. Aku mempunyai sebuah rencana agar presentase kemenangan kita meningkat, nanti kalau kurang setuju tinggal beri usulan yang lain, kalian mau mendengarkannya ? " Setelah melihat semua mengangguk Menma mulai menjelaskan rencananya.
" Begini… nanti saat kita bertarung dengan mereka usahakan menjadi 2 lawan 1, walaupun yang satu itu bunshin tak menjadi masalah. Dan salah satu ari dua orang itu harus bisa menekan chakranya ketitik terendah yang bisa dicapai, karena orang atau bunshin yang satunya akan melakuka tehknik pengasingan diri dan secara diam – diam melakukan serangan dari bawah serta usahakan serangan yang di lakukan dengan skala sedang sebagai contohnya pukulan kedagu dari bawah yang dilapisi oleh chakra kalian, ada yang keberatan ? "
Menma mengakhiri ucapannya dengan pertanyaan. Menma melihat semua orang yang ada disana sampai perhatiannya terhenti ketika melihat pemuda berambut putih mengangkat tangannya.
" Namikaze – san, bukankah jika kita nanti menggunakan rencana yang kau buat sama saja kita bertarung dengan tidak fair. Dua lawan satu plus serangan diam – diam, Ya meski yang satu sebagai pengalih perhatian dan yang satu sebagai sang eksekutor, "
Pemuda berambut putih berasal dari desa kumo dan memiliki keahlian kenjutsu diatas rata – rata seorang genin bahkan sampai tingkatan Chunin tersebut mengahiri ucapannya. Bukannya dia tak setuju hanya menurutnya itu kurang jantan saja, untuk rencana seorang laki – laki.
" Em, namamu Omoi' kan ? ninja dari desa Kumo ? biarku jelasakan Omoi – san. Pokok rencana tadi adalah kerjasama, maka tidak mungkinkan jika kerja sama dilakukan oleh seorang saja. Tentang menyerang secara diam – diam itukan memang merupakan prinsip dari seorang ninja, yaitu bergerak dibalik layar, jadi jika kita dibalik layar maka kita tidak akan terlihat bukan ? " Menma memberi penjelasan pada Omoi. Karena tidak bisa membalas akhirnya Omoi memili diam dan menganggukkan kepalanya.
" Baiklah jadi sudah diputuskan, kita akan menggunakan rencanaku. "
.
.
.
Kage side ~
Para kage nampak semakin tertarik dengan pertarungan dari genin – genin mereka. Sungguh mereka tak menyangka jika para genin akan membuat kelompoknya sendiri. Yah, walaupun kelihatannya tak seimbang sih.
" Hokage – dono, rupanya putramu itu pandai sekali dalam negosiasi ya ? tak kusangka putramu bisa mengumpilkan mereka dalam satu kelompok, mengingat anakku tak terlalu suka jika melakukan kerja sama dan lebih suka bekerja secara individu. Aku penasaran iming – iming apa yang ditawarkan anakmu pada anakku ? "
Kazekage nampak tersenyum melihat putranya yang ( walaupun hanya sedikit ) bisa berubah. Gaara bahkan jarang sekali bekerja sama dengan kedua saudaranya.
" Hahaha… kau bisa saja Kazekage – dono, tapi entah siapa yang menghasutnya, dia memintaku agar mengjarkan tentang negosiasi. " Hokage a. k. a Minato membalas ucapan Kazekage.
" Lalu apa yang anda ajarkan tentang iming – imingnya ? "
" Hal yang paling di inginkan sekutu. "
" Hei! Ayo kita naikkan taruhan, tidak hanya membangun sebuah rumah megah tetapi kita juga harus memenuhi kebutuhan sang pemenang taruhan. " Raikage tiba – tiba berseru dengan semangatnya. Kage lain tampak berpikir sebentar lalu mengangguk.
" Baiklah jadi kita sudah sepakat untuk hadiahnya. "
Namun dua buah hawa yang sangat mereka kenali mendekat. Hawa dua dari tiga legenda sannin konoha semakin mendekat. Lama – lama terlihat dua orang yang berbeda gender mendekat menuju kelima kage berada.
Pertama adalah seorang perempuan yang umurnya kira – kira sudah mencapai lima puluh tahun tapi masih nampak muda, memiliki rambut pirang pucat, dan memakai jubah yang memiliki kanji yang berarti judi di punggungnya.
Dan kedua adalah seorang laki – laki bermbut putih panjang yang umurnya kira – kira juga lima puluh tahun, memiliki sebuah garis merah di bawah matanya, serta memakai ikat kepala yang memiliki kanji yang berarti minyak.
" Taruhan ? apakah kami boleh ikut ? " Perempuan tadi bertanya pada kage yang ada disana.
" Boleh saja, dan apa yang kau inginkan jika menang Tsunade – san, Jiraiya - san ? " Mizukage bertanya pada wanita yang bernama Tsunade tadi.
" Yang kuinginkan sama seperti yang kalian taruhkan, tapi ada sebuah tambahan yaitu Jiraiya harus membayar semua utang yang kupunya. " Tsunade berbicara se – enaknya dalam menambah taruhan.
" Kenapa aku Hime ? tapi tak apa asal kau mau menjadi istriku jika aku yang menang plus seperti yang kalian janjikan jika menang ? " Jiraiya juga seperti Tsunade nampaknya.
" Baiklah sekarang kalian memihak pada siapa ? Aku Hokage, Tsuchikage, Kazekage, Raikage dukungan kami ada dalam satu pihak yaitu kubu milik Menma, serta Mizukage dan Takikage dukungannya ada dalam satu kubu yaitu milik Naruto, kalian pilih yang mana ? " Minato mengakhiri penjelasannya dengan pertanyaan.
" Kalau begitu kita ubah menjadi pendukung kubu, karena sama sajakan yang kita dukung ada dalam satu kubu juga, serta aku ikut dalam kubu Naruto, dan aku yakin Jiraiya ikut kubu Menma bukan begitu Jiraiya ? "
Jiraiya hanya mengangguk, dan para kage juga nampak setuju.
" Kalau begitu kita lihat saja Hime siapa yang akan menang. " Jiraiya berseru dengan yakin, tapi apakah dia tahu taka da seorangpun yang bisa melihat masa depan, jadi jangan terlalu yakin pada pilihanmu.
" Ya, ayo kita lihat Jiraiya. "
.
.
.
.
.
.
T. B. C
Maaf ya Author belum bisa ngasih adegan Fightnya dan di chap ini ceritanya mungkin membosankan, mungkin mulai chap depan akan dimulai adegan fightnya.
Author usahakan secapat mungkin Author Update ceritanya, tapi juga jangan marah ya kalau Author nanti Updatenya lama karena saya mau Fokus ke sekolah saya juga bukan hanya di fic.
Tapi nanti Author akan menyempatkan untuk mengetik fic jika ada waktu luang.
Oh ya, sikap Menma sekarangkan sudah agak berubah dari menjelek – njelekan ( dalam artian buruk ) Naruto menjadi Cuma mengejek sewajarnya saja karena setelah dilatih oleh seseorang yang akan dijelaskan dibeberapa chapter kedepan.
Sekian dari Author bila ada kekurangan saya mohan maaf, dan jangan lupa Review ya minna – san.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Thank' s for
R. n. R
