The Adventure Of Uzumaki Naruto

Naruto © Masashi Kishimoto

.

.

.

Rate : M (Jaga- jaga)

Warning(s):overpower!naru,Dojutsu!naru,Notjinchuriki!naru,Godlike!naru (maybe), alive MinaKushi, ide pasaran, alur maksa, my first fanfic multichap, newbie Author, Ejaan tidak baku, Typo, Jurus hasil terjemahan.

.

Genre : Adventure, Romance, Friendship

Pair : Naruto X Sakura

Sasuke X Karin

Summary: Hanya karena kakaknya Menma adalah Jinchuriki dari Kyuubi no Yokou dia diabaikan dan tidak diberi kasih sayang, tetapi tanpa kedua orang tua Naruto ketahui dirinya bertemu RIKUDOU SENINN di mindscape- nya dan dilatih. Anak bernama Naruto ini mempunyai tujuan mendamaikan dunia dengan kekuatannya.

" Naruto " : Talk

' Naruto ' : Thinking

" Suzaku " : Biju/Summoning talk

' Suzaku ' : Biju/Summoning thinking

.

.

.

Tertulis di buku yang tidak di ketahui dibuat oleh siapa…

Bahwa di dunia ini Tuhan menciptakan tujuh dimensi…

Di celah masing – masing dimensi terdapat tujuh makhluk legenda…

Mereka bertugas untuk menjaga dimensi masing – masing agar tidak terjadi bentrokkan satu dengan yang lain…

Namun, di buku tersebut tertulis bahwa…

Barang siapa yang bisa membuat masing – masing penjaga dimensi berpihak pada dirinya maka…

Dia bisa memanggil mahkluk berkekuatan Dewa itu kapan – pun dia mau dan jiwa mereka akan terikat…

Kecuali ' Sang Mata ' memanggil…

Kontrak tersebut akan hilang…

Di buku tersebut juga tertulis…

Satu garis terbagi menjadi dua, dan akan mengikat ' Sang Mata ' …

Yang bisa memanggil ke – tujuh mahkluk dan menjadikan mereka layaknya teman…

.

.

.

.

.

.

Naruto Side ~

Naruto kini sedang melawan Gaara. Naruto nampak sedikit kerepotan melawan Gaara karena pasirnya yang bisa muncul dimana saja, pertahanan yang dapat dikatakan cukup kuat membuat ia ( Naruto ) makin kerepotan untuk mendekati Gaara.

TIdak hanya itu Ichibi yang ada di tubuh Gaara juga menambah kerepotan Naruto, karena jika Chakra Gaara mulai menipis biju ekor satu itu langsung memberikan Chakranya agar hostnya tidak kekurangan Chakra saat mengeluarkan sebuah jutsu. Ditambah bukan hanya Chakra yang meningkat staminanya – pun juga ikut naik.

Yah, dan disinilah Naruto terjebak bersama pengendali pasir gila macam Gaara ini. Mulai dari pukulan, tendangan, bahkan jutsu – pun belum sepenuhnya bisa menembus pertahanan Gaara. Kenapa belum sepenuhnya ? Karena walaupun dia menggunakan jutsu berelemen suiton yang dapat membuat pasir Gaara menjadi seperti lumpur, sang host Ichibi tersebut dapat memproduksi pasirnya dari tanah yang dipijaknya.

Naruto sebenarnya ingin mencoba tehknik kenjutsunya, tapi apalah daya. Jika dia menggunakan pedang biasa maka itu tidak akan membuahkan hasil apapun, namun kalau menggunakan pedang dari Rikudou Naruto akan kelihatan mencolok di depan mata para petinggi, dan akhirnya hanya akan dijadikan alat oleh mereka.

Berpikir beberapa saat sambil menghindar Naruto akhirnya menemukan sebuah cara. Dia kemudian melompat kebelakang setelah dirasa cukup jauh Naruto akhirnya berhenti dan mengucapkan sebuah jutsu setelah dirinya membentuk segel tangan.

Kage bunshin no jutsu

Muncul empat replika Naruto. Masing – masing dari mereka langsung mengambil katana dari Fuinjutsu penyimpanan. Setelah mereka menggenggam katana, masing – masing bunshin mengaliri katana mereka dengan Chakra angin dan petir.

Mereka maju menuju Gaara dan sesekali mereka menghindar dari serangan pasir yang muncul. Bunshin – bunshin tadi mulai menambah kecepatannya. Dan akhirnya sampailah mereka di depan Gaara yang kaget karena sebelumnya belum ada yang mencapai jarak sedekat ini dengannya jika berhadapan dari depan.

Melihat Gaara yang kaget salah satu bunshin menyeringai, kemudian dia menebaskan katananya kearah Gaara. Gaara yang baru sadar dari keterkejutannya langsung melompat kebelakang, responnya sebenarnya cukup jika itu hanya katana biasa, namun itu tadi dilapisi oleh Chakra angin sehingga pipinya tergores dan beberapa helai rambutnya ikut terpotong.

" Sial! Pipiku rasanya perih sekali. Seranganku yang memiliki jangkauan luas memerlukan banyak Chakra, dan lagi kebanyakan tekhnikku bersifat Defendsif, jadi apa yang… " sebelum Gaara menyelesaikan gumam – annya tersebut dia harus dipaksa menghindari serangan dari bunshin Naruto yang memegang katana yang dialiri Chakra petir. Sebuah tebasan vertical diberikan oleh bunshin tadi, namun Gaara hanya menghindar beberapa langkah kebelakang.

" Heh, kalau kau menyerang pastikan kau sampai pada targetmu Pirang. "

" Aku sudah memastikannya mata panda, " Setelah itu bunshin tadi menambah Chakra yang ada di katananya. Setelah bunshin tadi menambah intensitas Chakra pada pedangnya, petir dengan kecepatan yang tak bisa diikuti mata biasa lungsung merambat menuju Gaara.

Gaara yang tidak siap dengan serangan seperti itu akhirnya terkena serangan bunshin Naruto tadi. Dan akhirnya tubuhnya ambruk namun kesadarannya belum hilang.

' Sial tubuhku rasanya nyeri dan tak bisa digerakkan, Shukaku bisa kau membantuku ? '

' Tenang saja Gaara aku sedang berusaha menyembuhkan tubuhmu, tapi mungkin prosesnya akan sedikit lama. Karena entah kenapa penyembuhan menggunakan Chakraku tak seperti biasanya, ini seperti terkesan melambat. '

' Ya, tak apa partner, tapi kena – '

" Hei jika dalam pertarungan belajarlah untuk fokus mata panda, " Ke – empat bunshin Naruto datang disaat yang bersamaan dan mereka menunjukan sebuah senyuman kepada Gaara.

" A – apa yang ingin kalian lakukan ? " Gaara bertanya sambil menahan nyeri yang diderita tubuhnya.

" Kami tidak akan melakukan apa – apa karena kami akan segera pergi, " Para bunshin Naruto segera membentuk sebuah segel tangan untuk menghilangkan diri mereka.

" Apa yang – "

SYUTT…

SYUTT…

CHIPZ…

CHIPZ…

Sebelum Gaara menyelesaikan kata – katanya ( lagi ) beberepa belati angin dan sedikit sambaran petir mengenai tubuhnya. Saat melihat Gaara yang terkapar tak berdaya Naruto akhirnya mendekat. Bersiap melancarkan serangan terakhirnya, namun semua itu terhenti ketika Gaara berbicara.

" Pirang, sebaiknya kau lihat keadaan temanmu dan rasakan semua tekanan Chakra disini. "

Naruto yang mendengar ucapan Gaara langsung menoleh kearah kawan – kawannya. Dia melihat teman satu timnya serta Fuu yang menikmati pertarungan, namun lain halnya dengan teman setimnya Shikamaru, Shino, dan Choujuro nampak kesulitan menghadapi lawannya yang memang bukan tandingan mereka sebenarnya.

Rencana yang ia buat tadi sebenarnya untuk membantu yang kesusahan, tapi entah mengapa kelompok Menma dapat memecah belah mereka dan membuat kelompoknya menjadi individualis. Mengingat satu hal lagi yang dikatakan Gaara membuat Naruto membulatkan matanya.

Dia dapat merasakan bahwa ada beberapa Chakra yang sama dan letaknya di bawah beberapa anggota kelompoknya. Bunshin. Ya, Naruto menyimpulkan bahwa yang ada di bawah tanah adalah bunshin. Dan sialnya bunshin – bunshin tersebut mulai menampakkan dirinya.

Dari bawah tanah para bunshin mulai keluar dan menghantam dagu anggota kelompoknya, hingga menyebabkan beberapa anggota kelompoknya pingsan. Yang pingsan antara lain adalah Shikamaru yang diserang bunshin Neji, Shino yang diserang bunshin Yugito, dan Choujuru yang diserang bunshin Killer Bee mereka tak sempat menghindar dari serangan bunshin – bunshin tadi. Bunshin Menma, Omoi, dan Kurotsuchi nampaknya gagal melakukan tugasnya.

Akhirnya mereka yang pingsan langsung di teleport keluar arena oleh ninja Konoha yang memiliki kemampuan tersebut. Memang tadi sebelum pertandingan dimulai mereka diberi sebuah tanda di tangan masing – masing dan rupanya gunanya untuk memindahkan peserta yang sudah tidak bisa melanjutkan pertandingan.

Terlalu sibuk memikirkan kelompoknya Naruto tak sadar Gaara sudah pergi menjauh dan kembali menuju titik berkumpul kelompoknya. Saat Gaara sudah sampai, dia dengan perlahan mendudukan dirinya lalu bermeditasi tapi dia tidak lupa membuat bunshin untuk menjaganya.

" Mata panda apa maksud semua ini kalian cu… rang " Saat membalikan badannya Gaara sudah tidak ada. ' Sial! Aku kecolongan! '

Tidak hanya Gaara yang menghilang dari hadapan musuhnya namun Killer Bee, Menma, Yugito, Omoi, Kurotsuchi, dan neji kembali menuju titik dimana mereka telah tentukan untuk berkumpul. Tak hanya kelompok Menma yang berkumpul, anggota Naruto juga ikut berkumpul.

Setelah kelompoknya berkumpul Gaara membuka kedua matanya. Dia perlahan berdiri dan berjalan menuju anggota kelompoknya.

" Para Jinchuuriki, Shukaku ingin bertemu biju dari kalian, jadi tinggalkan bunshin untuk berjaga dan kalian yang bukan jinchuuriki bantu para bunshin kami, " Gaara mengahiri ucapannya. Masing – masing Jinchuuriki langsung membuat bunshin, kenapa mereka langsung menuruti ucapan dari host Shukaku tersebut ? karena menurut mereka bertanya itu percuma, mereka yakin jika inang dari Ichibi itu menolak menjelaskan secara langsung.

Mereka mulai menyatukan kepalan tangan mereka lalu memejamkan mata mereka. Tiga orang yang tersisa hanya menghela nafas dan langsung menyiagakan diri.

.

Jinchuuriki Mindscape ~

.

Para jinchuuriki mulai membuka perlahan mata mereka, setelah terbuka mereka dapat melihat empat biju dan tempat berwarna kuning keemasan sejauh mata memandang.

" Baiklah Rakun sekarang apa yang ingin kau bicarakan ? " Seekor rubah berbulu orange dan memiliki Sembilan ekor yang melambai – lambai bertanya pada seekor rakun yang memiliki ekor satu dan tubuhnya seperti terbuat dari pasir.

" Hilangkan panggilanmu itu rubah pemalas, dan yang ingin kubicarakan adalah bocah kuning itu. Kalian ingat auranya saat di Hutan kematian dan kalian tidak lupakan kemampuan khususku ? " semua biju mengangguk. Lalu sang biju ekor satu melanjutkan omongannya.

" Saat dia di Hutan kematian dia memiliki aura seperti Jiji tapi sekarang auranya berubah menjadi aura yang tak kukenal. Dan mungkin beberapa saat lagi dia akan memaksa kita menggunakan kekuatan kita. " Ichibi mulai menjelaskan.

" Masalah aura aku tahu itu. Tapi apa yang kau dapat dari kemampuan melihat sedikit masa depan itu ? " Niibi bertanya pada Ichibi.

" Entahlah kekuatan yang ia panggil sangat familiar, tapi aku lupa siapa pemiliknya. " Ichibi memberi penjelasan pada biju lain. Sementara para Jinchuuriki yang diabaikan lebih memilih duduk dan mendengarkan saja.

" Gah, dasar Rakun pikun pantas dulu kau juga dapat Jinchuuriki yang sudah tua dan sama pikunnya denganmu, " Celetuk sang biju ekor Sembilan.

" Sudahlah Kyuubi jangan hina si rakun terus – terusan. " Biju ekor delapan yang dari tadi diam sekarang bicara.

" Baiklah – baiklah dan sekarang apa yang kau lihat rakun ? " Kyuubi dengan bosan bertanya.

" Baiklah aku melihat dia mengeluarkan… "

.

Mindscape Off ~

.

Naruto Side ~

.

" Baiklah sekarang kita tinggal berempat, dan otomatis kekuatan tempur kita berkurang maka dari itu kalian gunakan kuchiyose untuk menambah kekuatan, dan Fuu – san apakah kau memiliki kuchiyose ? dan jika kau punya apakah kuchiyosemu ? " Naruto mengahiri ucapannya dengan pertanyaan pada sang inang Nanabi.

" Um, aku punya, hewan itu adalah capung dan aku mendapatkan kuchiyose itu dari Nanabi – san " Fuu mengahiri pemberitahuaannya.

" Baiklah gunakan kuchiyose kalian dengan baik. "

" Kalian ? Jadi kau tidak menggunakan kuchiyose Naruto – kun ? " Sakura bertanya kepada Naruto. Dia tahu Naruto sudah memiliki kuchiyose namun belum tahu seperti apa kuchiyosenya.

" Ya, aku tidak akan menggunakan kuchiyose untuk saat ini. "

" Kenapa kau tidak menggunakannya ? "

" Aku akan menghadapi orang yang tidak memiliki kuchiyose. "

" Dan siapa orang yang beruntung itu, Dobe ? "

" Yang kutahu hanya Neji tapi aku tidak tahu mengenai yang lain, dan apakah kau mau kepalamu kupenggal, Teme ? " Naruto mengakhiri penjalasan dengan pertanyaan dikhususkan untuk Sasuke yang sedang berkeringat dingin.

" Tidak, baiklah sekarang ayo kita mulai. "

.

Jinchuuriki Mindscape Side ~

.

Dan bagi kalian para inang kami keluarlah dari sini saat hitunganku mencapai angka lima, mengerti ? " Para Jinchuuriki mengangguk patuh.

" Baiklah…

" Sepuluh… "

" Sembilan… "

" Delapan… "

" Tujuh… "

" Enam… "

Para Jinchuuriki mulai memudar menjadi serpihan cahaya.

" Lima… "

.

Mindscape Off ~

.

Real Time ~

.

" Empat… "

" Disini yang bisa menggunakan kuchiyose maka gunakanlah jangan segan untuk menghancurkan. "

" Tiga… "

" Dua… "

" Satu… "

" Kuchiyose no jutsu "

Setelah terdengar suara yang berbarengan dari tujuh orang yang ada disana nampaklah kempulan asap yang membumbung tinggi. Penonton semakin berteriak histeris setelah melihat jutsu pemanggil yang digunakan oleh para genin, para Jounin mulai membuat kekai berlapis untuk melindungi penonton.

Setelah asap menghilang nampak lah tujuh makhluk yang berbeda – beda tapi tiga diantaranya membuat banyak penonton bahkan kage pun terkejut dan ada juga diantara mereka yang menyeringai penuh kemenangan.

Tujuh mahkluk raksasa tersebut adalah Katak, Capung, Sosok yang terbuat dari tanah, Ichibi, Nibi, Hachibi, serta dua mahkluk yang belum diketahui apa itu. Sekarang pertandingan mereka bukan lagi pertarungan untuk seorang Genin ini bahkan lebih hebat dari High Chunin, ini pertarungan Mid Jounin.

Tiga jinchuuriki yang ada disana juga terkejut, karena Sebelumnya Kuchiyose mereka bukan para biju.

" Hei kalian kenapa bisa kalian muncul ? " Tanya Yugito selaku Jinchuruki Nibi.

" Kami bosan ditempat itu terus menerus kami juga ingin melihat dunia luar kawan. " Nibi membalas ucapan inangnya tersebut.

" Lalu bagaimana caranya ? " Jinchuriki Hachibi bertanya.

" Kami hanya sedikit membelokkan arahnya dan Waala… kami berhasil keluar. " Hachibi menjawab.

" Memang itu bisa dilakukan ya Shukaku ? " Jincuuriki ichibi ganti bertanya.

" Bisa jika Chakramu bisa menandingi mahkluk yang dipanggil dan kau memiliki kontak dengan sang pemanggil. " Shukaku menjelaskan pada sang inang yang belum mengetahui akan hal itu.

" Oh, Begitu ya, terimakasih infonya, dan lalu kenapa Kyuubi tidak keluar ? " Sang inang Ichibi bertanya lagi.

" Dia itu terlalu malas untu keluar " ketiga biju menyahuti secara bersamaan. Para jinchuuriki yang mendengar jawaban para biju langsung sweatdroop semua, ternyata semua biju itu sama semuanya malas. Sementara para inang sedang ber – sweatdroop semua, ketiga biju memilih mengalihkan pandangannya kedepan.

" Hai, Ichibi, Nibi lihat siapa yang jadi lawan main kita. " Hachibi seolah – olah memberi tahu temannya yang sudah tahu.

" Jadi mereka berdua ya ? Hachibi ekor – mu pernah dipotong habis oleh mereka berduakan ? " Ichibi berbicara.

" Bukan hanya Hachibi pemilik mereka sebelumnya juga membantu para warga Suna menyegel – mu'kan Ichibi ? " Nibi ganti angkat bicara.

" Hahaha… Hishashiburi Ichibi, Nibi, Hachibi "makhluk jenis gagak memakai armor perang jaman edo, dengan sayap yang membentang, serta sebuah pedang bergagang hitam dengan sarung pedang berwarna sama pula terpajang rapi dipinggangnya juga ikut angkat bicara.

" Lama tak jumpa Ichi – chan, Neko – chan, Hachi – chan "makhluk jenis kuda putih yang memiliki tanduk yang seperti bor dikepalanya dan dia berdiri membawa sebuah tongkat berwarna putih bersih ditangannya angkat bicara.

" Hei, ada reuni rupanya disini, hahaha… " katak merah yang dipanggil Menma juga ikut dalam pembicaraan.

" Ya mungkin memang kita ditakdirkan untuk bertarung dari dulu Gama – chan " makhluk yang diketahui adalah Unicorn tadi bicara lagi.

" Sekarang tunggu apa lagi kita mulai pertarungan kita, hahaha… " Gagak tadi juga ikut berbicara. Dan setelah itu kuchiyose yang memiliki senjata menyiapkan senjatanya kemudian dimulailah pertarungan makhluk – makhluk raksasa tersebut.

.

.

.

Another Side

.

Pukulan demi pukulan dari telapak tangan terbalut chakra berusaha mengenai sebuah target yaitu pemuda berambut pirang. Seperti tidak ingin kalah pemuda berambut putih menggemgam sebuah katana dan mengayunkannya ketarget yang sama.

Namun, yang menjadi target mereka hanya menghindari itu semua dengan santai. Menangkis katana dengan katana lain, menghindari pukulan berbalut chakra yang dilancarkan pemuda berambut coklat panjang itu lah yang dilakukan manusia berambut pirang tadi.

Laki – laki berambut pirang tadi dengan lihai meliuk – liuk' kan badannya ke kanan dan ke kiri. Lelaki yang bernama Naruto tadi akhirnya mulai menyerang. Melapisi katananya dengan chakra angin untuk mematahkan katana lawan yang bernama omoi.

" Kita coba katana siapa yang lebih tajam uban. " setelah dari tadi hanya diam akhirnya Naruto memulai percakapan dengan lawannya. Lawannya yang melihat itu langsung melapisi katananya dengan elemen petir yang dimilikinya.

Naruto melesat maju menyerang musuhnya. Deangan cepat ia menebaskan katananya secara horizontal, saking cepatnya musuhnya tak dapat mengikuti gerakannya dan terlambat menghindar sehingga baju yang dipakainya sobek.

' sial, dia cepat dan lagi tipe chakra yang kumiliki bertentangan dengannya, bagaimana ini ? ' Omoi membatin.

" Fokuslah. " Naruto tiba – tiba berada di samping kanan Omoi dan menebaskan katananya lagi sehingga tangan kanan pemuda berambut putih itu memiliki luka sayatan.

Omoi meringis menahan sakit. Dia tidak mengira ada genin yang bisa melebihinya dalam kenjutsu. Serangan datang menghampirinya dari depan. Omoi kali ini dengan sigap menghadangnya dengan katananya.

Tapi karena Chakra angin adalah kelemahan Chakra petir, katana Omoi patah dan dirinya terpental kebelakang. Naruto hendak menyerang maju namun tiba – tiba ia mendengan ada sebuah suara.

" Kau sudah berada dalam jangkauanku. " Tiba – tiba dipandangan Naruto tanah berubah menjadi hitam dan memiliki gambar yin dan yang ditengahnya.

" Jukenho : Hakke Rokujuuyonsho "

Neji mulai menyebutkan nama jutsunya dan mulai menyerang.

" Dua pukulan… " mengenai Naruto.

" Empat pukulan… " mengenai Naruto.

" Delapan pukulan… " mengenai Naruto.

" Enam belas pukulan… " mengenai Naruto.

" Tiga puluh dua pukulan… " mengenai Naruto.

" Enam puluh empat pukulan… " Semuanya mengenai Naruto.

' BOOF '

Naruto berubah menjadi bongkahan kayu yang rusak disana – sini. Neji membulatkan matanya dia tak menyangka Byakugan dapat dikelabuhi oleh seorang Genin. Apakah memang yang dikatakan musuhnya tadi sebelum mereka bertarung itu benar ? tapi apa itu mungkin ?

" Tidak ada yang tidak mungkin. " Naruto seolah tahu isi kepala Neji akhirnya berkata sedemikian rupa.

" Sampai jumpa. " Naruto langsung memukul tengkuk Neji dan membuatnya pingsan, karena memang disanalah titik buta dari Byakugan. Neji langsung di teleport menuju ruang medis oleh ninja yang memiliki kemampuan itu.

" Sekarang tinggal kau Omoi – san, kau mau'ku apakan ya ? Disayat – sayat dulu sepertinya bagus untuk tubuhmu. Tapi aku berbaik hati memberimu pilihan yaitu menyerahlah. " Naruto memberi penawaran pada Omoi.

" Tidak akan, walau kau membunuhku – pun aku tak'kan menyerah! " Nada bicara Omoi – pun naik karena dia tidak mau harga dirinya, desanya, kagenya tercoreng karena dia menyerah. Lebih baik dia kalah daripada menyerah, seidaknya di telah berjuang.

" Baiklah " Naruto langsung melesat kearah Omoi dengan katananya. Saat dirinya disebelah kiri Omoi, dia langsung menebaskan pedangnya secara horizontal kearah Omoi dan memberikan luka sayatan yang cukup dalam disana.

Naruto berpindah dari samping kiri menuju sisi belakang Omoi yang sedang tidak fokus karena sedang menahan rasa sakit. Menebaskan pedangnya secara vertical dan membuat luka sayatan lagi ditubuh Omoi dan terus seprti itu sampa musuhnya itu pingsan dan di teleport menuju ruang medis.

.

.

.

Sasuke side

.

WUSSH…

Angin bertiup liar karena peraduan dua serangan yang sama kuatnya. Sekarang hanya tersisa enam makhluk raksasa. Cucu Tsuchikage sudah diteleport ke ruang medis karena telah pingsaan akibat kuchiyosenya tidak dapat mengimbangi level musuhnya.

" Oi, Baka Shiroi musuh kita sekarang adalah tiga biju tidak seperti dulu yang satu persatu jadi kita harus serius. " Gagak hitam yang dipanggil Sasuke angkat bicara.

" Aku tahu Kuro – chan jika hanya tiga makhluk seperti kita tidak mungkin menghadapi mereka. Kita memerlukan bantuan, tapi siapa yang bisa ? " Unicorn yang dipanggil Sakura menjawab Gagak yang dipanggil Sasuke.

" Hei partner jangan remehkan kami, Kelihatannya aku bisa membantu dengan beberapa jutsuku. " Sasuke yang merasa diremehkan partnernya ganti angkat bicara.

" Benarkah ? Kalau begitu bantu kami. " Gagak yang dipanggil Sasuke tadi dengan semangat meminta bantuan Sasuke. Musuh Sasuke mulai memandangnya dengan khawatir, karena mereka tahu orang yang bisa melakukan kuchiyose itu orang yang tidak boleh diremehkan.

" Baiklah, Katon : Gouryuuka no jutsu " Sasuke menembakkan bola api berbentuk kepala naga api raksasa. Ada lima bola api raksasa yang ditembakkan. Para penonton memandang kagum tekhnik itu, sementara musuh serta kuchiyose yang dipanggil mereka hanya menjatuhkan rahangnya, kenapa ?

" DASAR AYAM BODOH! Musuh kita didepan bukan diatas kau hanya membuang – buang chakra, dasar bodoh! " Gagak yang dipanggil Sasuke mencak – mencak gak jelas karena patnernya menembakanjutsunya kearah yang salah.

" DIAMLAH BAKA KARASU! Lihat saja ini Raiton : Kirin " Sasuke malah juga ikut mencak – mencak dan langsung menyebutkan nama jutsunya.

Setelah Sasuke menyebutkan nama jutsunya muncul' lah seekor naga besar yang terbuat dari petir namun anehnya memiliki warna mata merah dan mengikuti gerak tangan Sasuke. Semua orang yang disana menjatuhkan rahangnya kembali. Mereka tak menyangka karena amarah jurus yang melesat bisa jadi seperti ini.

" Jadi seperti itu, kenapa kau tidak bilang dari tadi jika kau membuat seranganmu meleset karena ini. " Gagak yang dipanggil sasuke tadi kembali bicara.

" Itu tidak meleset baka, karasu! Sambar mereka Kirin! " Sasuke memerintahkan naganya untuk menyerang musuhnya. Naga yang mengikuti gerakan tangan Sasuke itu kini mulai bergerak cepat menuju musuhnya.

" Hei, ayam bodoh siapa yang mengajari jurus itu padamu ? setahuku kau itu tidak kreatif " gagak tadi kembali bicara lagi.

" Huh, sebentar lagi dia akan datang "

" Maksudmu ? "

" Lihat saja nanti "

.

.

.

Another Side

.

" Bodoh dia sudah menggunakannya. "

.

.

.

.

.

.

T. B. C

Maaf author updatenya sebulan sekali. Karena saya jarang pegang laptop dan lebih sering pegang buku sama kalau saya ada inspirasi pasti itu saat malam padahal saat itu saya gak boleh pegang laptop.

O, iya saya akan menjawab beberapa review yang diberikan reader :

Q :firdaus minato : lanjut senpaiiii
A : Caesar clown : Oke

Q : yellow flash115 : lanjut senpai
A : Caesar clown : Oke

Q : .980 : mantap di tnggu fight nya author-san
A : Caesar clown : Ini Fight – nya tapi baru dikit tunggu terus ya.

Q : Natsu489 : Next
A : Caesar clown : Oke

Q : vira-hime : haha... mantap nih... lanjut
A : Caesar clown : Makasih, Oke

Q : Paijo Payah.: Apa-apaan itu para kage sempat2nya main judi?! Horor nih authornya ahaha..
Aku gk bisa bayangkan apa yg ada
dalam imajinasi jiraiya saat taruhan dengan tsunade. (ijinkan aku ikut berimajinasi seperti jiraiya thor.)
UWOOOOH...Next

A : Caesar clown : Namanya juga pejabat sebisa munkin ambil keuntungan Hihihi… saya bukan hantu lho kok bisa horor. Yang ada dalam bayangan jiraya ya kalian tahu sendiri Makasih udah review.

Segitu dulu aja ya, dan satu lagi saya sebenernya menargetkan 250 review untuk 10 chap tapi itukan terserah reader yang mau review atau tidak tapi itu Cuma harapan Author ( Ijinkan saya berharap ).

Jadi tolong review sebanyak banyaknya ya minna – san.

.

.

.

.

.

.

.

See You Next Chap.