The Adventure Of Uzumaki Naruto

Naruto © Masashi Kishimoto

.

.

.

Rate : M (Jaga- jaga)

Warning(s):overpower!naru,Dojutsu!naru,Notjinchuriki!naru,Godlike!naru (maybe), alive MinaKushi, ide pasaran, alur maksa, my first fanfic multichap, newbie Author, Ejaan tidak baku, Typo, Jurus hasil terjemahan.

.

Genre : Adventure, Romance, Friendship

Pair : Naruto X Sakura

Sasuke X Karin

Summary: Hanya karena kakaknya Menma adalah Jinchuriki dari Kyuubi no Yokou dia diabaikan dan tidak diberi kasih sayang, tetapi tanpa kedua orang tua Naruto ketahui dirinya bertemu RIKUDOU SENINN di mindscape- nya dan dilatih. Anak bernama Naruto ini mempunyai tujuan mendamaikan dunia dengan kekuatannya.

" Naruto " : Talk

' Naruto ' : Thinking

" Suzaku " : Biju/Summoning talk

' Suzaku ' : Biju/Summoning thinking

.

.

.

Tertulis di buku yang tidak di ketahui dibuat oleh siapa…

Bahwa di dunia ini Tuhan menciptakan tujuh dimensi…

Di celah masing – masing dimensi terdapat tujuh makhluk legenda…

Mereka bertugas untuk menjaga dimensi masing – masing agar tidak terjadi bentrokkan satu dengan yang lain…

Namun, di buku tersebut tertulis bahwa…

Barang siapa yang bisa membuat masing – masing penjaga dimensi berpihak pada dirinya maka…

Dia bisa memanggil mahkluk berkekuatan Dewa itu kapan – pun dia mau dan jiwa mereka akan terikat…

Kecuali ' Sang Mata ' memanggil…

Kontrak tersebut akan hilang…

Di buku tersebut juga tertulis…

Satu garis terbagi menjadi dua, dan akan mengikat ' Sang Mata ' …

Yang bisa memanggil ke – tujuh mahkluk dan menjadikan mereka layaknya teman…

.

.

.

.

.

.

BLAARR…

Suara ledakan yang disebabkan oleh jutsu yang dibuat oleh Sasuke membuat penonton bahkan kage – pun terkagum – kagum. Mereka belum pernah melihat jutsu yang seperti itu. Mungkinkah itu jutsu ciptaan Sasuke sendiri ? kalau iya Genin macam apa dia itu ? dilevelnya yang sekarang harusnya dia belum bisa membuat jutsu sendiri.

Dan ini tadi apa jutsu yang kiranya digolongkan dalam tingkat S + digunakan oleh seorang Genin ? seberapa besar chakranya ? kalau dia Uzumaki itu masih sedikit dapat dipercaya tapi dia Uchiha yang chakra – nya hanya akan habis karena penggunaan Sharinggan yang berlebihan.

" Hah, jutsu tadi menguras hampir tiga perempat chakraku karasu no baka. " Sasuke mengeluh kepada sang kuchiyose. Tapi sang kuchiyose malah memasang senyum mengejek.

" Itu salahmu sendiri ayam, kenapa kau tadi pakai meleset dalam menembakan bola api yang setidaknya menghilangkan sepertujuh lebih chakramu. " Bukannya menyuruh untuk istirahat Gagak tersebut malah mengejek orang yang telah memanggilnya.

Bzzzt…

Sreek…

" Sekali lagi kau bilang itu meleset aku pastikan bukan hanya pakaianmu yang sobek tetapi sayap juga akan terpisah dari tubuh – mu. " Sasuke menjatuhkan kunai yang dialiri oleh chakra petirnya sehingga merobek sedikit merobek pakain milik Gagak yang dipanggilnya tadi.

" HEI AYAM SIALAN! Kau tahu aku bisa dimarahi istriku tahu. " Sang gagak menyatakan deklarasi tidak terima pada sang tuannya itu.

" Are, kau punya istri ? apakah istrimu itu dulu ditinggal pacarnya sehingga dia mencari pelarian dan datang – nya itu padamu ? " Sasuke malah semakin memanas – manasi gagak yang dia panggil tadi.

" Sialan, beraninya kau mengatakan hal seprti itu ayam bego! " Sang gagak yang merasa tidak terima – pun akhirnya kembali protes kepada Sasuke. Setelah itu adu mulut mereka terus berlanjut.

" Hei apakah Karasu – san selalu seperti itu ? " Sakura bertanya kepada Unicorn yang ia panggil tadi.

" Yah, memang karasu – chan suka seperti itu. Tapi walau – pun begitu jika dia sudah serius dan mengeluarkan seluruh kekuatannya dia mampu membelah gunung hanya dalam sekali tebas. " Unicorn yang dipanggil Sakura menjelaskan.

" Heh, berarti jika dia sudah mengeluarkan kekuatannya kekai ini akan hancur dengan mudah ya, tapi dari yang kulihat, dia sampai sekarang belum bisa mengeluarkan kemampuannya, kenapa ? " Sakura bertanya kepada hewan yang dipanggilnya tadi.

" Itu karena kekuatan kami tergantung kematangan, kekuatan, dan kesiapan pemilik kontrak kami. Walaupun – kuat tetapi kematangan dan kesiapannya belum cukup kami tak akan bisa mengeluarkan kekeuatan kami yang sesungguhnya. " Jelas Unicorn tadi panjang lebar.

" Satu lagi, ada berapa hewan kuchiyose yang seperti kalian ? " Sakura bertanya lagi karena dia sangat penasaran dengan itu.

" Ada tujuh, Sakura dan kami semua memiliki kekeutan yang lain dari pada kuchiyose pada umumnya, suatu saat kau pasti akan tahu tentang itu. " Unicorn tadi mengakhiri penjelasannya.

" Sugoi…, suatu saat aku pasti akan melihat kalian bertujuh. " Sakura dengan kekaguman mengucapkan kalimat itu.

Sementara itu musuh yang terkena serangan dari Sasuke terseret beberapa ratus meter kebelakang dan mengalami beberapa luka – luka ditubuhnya. Mereka tak menyangka ada serangan seperti itu.

" Cih, sial mereka selalu mendapat partner yang hebat. Bagaiman cara kita mengalahkan mereka ? " Ichibi bertanya kepada tiga makhluk raksasa yang ada disamping kanan dan kirinya.

" Mungkin kita harus mengalahkan mereka satu persatu dahulu, tapi dari mana kita mulai ? " Hachibi memberikan usulan beserta pertanyaan kepada ketiga rekannya.

" Kita tidak mungkin menyerang si gagak dan kuda putih itu dulu. " Nibi mengemukakan pendapatnya kepada tiga makhluk raksasa selain dirinya itu.

" Jadi kita mulai dari jinchuuriki Nanabi dulu. " Gama oyabun mengakhiri diskusi itu. Dan langsung melesat menuju Kuchiyose yang dinaikai oleh Fuu. Unicorn milik Sakura mencoba untuk menghalangi Gama oyabun, namun Shukaku menembakkan peluru angin raksasa kepadanya sehingga membuatnya terseret beberapa ratus meter.

Gama oyabun masih dalam posisi awalnya yaitu melesat menuju capung yang dinaiki Fuu, namun sekarang Nibi mengikutinya. Tapi bukan hanya sang Unicorn yang berusaha, Gagak – pun ikut membantu, namun Nibi mendahului katak yang dipanggil Menma dan melancarkan cakar – cakarnya kepada Gagak, tapi sayangnya cakaran – cakaran itu dapat dihindari oleh gagak.

Tanpa diduga – duga Hachibi menyemprotkan tintanya kepada gagak. Gagak berusaha menghindar namun dirinya terlambat, sayapnya terkena tinta yang disemprotkan oleh Hachibi sehinga gerakannya melambat karena sayapnya terlalu berat.

Gama oyabun melempot keatas dan mengeluarkan pedangnya untuk menebas kuchiyose yang dinaiki Fuu. Dengan sekali tebas Capung itu menghilang dan Fuu jatuh terjun bebas kebawah, namun dengan sisa kekuatan yang ia punya ia mengeluarkan sayap milik Nanabi untuk dipakai terbang.

" SEKARANG MENMA! Gunakan tekhnik adalanmu. " Oyabun menyuruh Menma untuk menyerang Fuu menggunakan tekhnik andalannya. Menma sudah menyiapkan sebuah kunai dan melemparkannya kepada Fuu namun dengan mudah Fuu menghindarinya. Tetapi tanpa disangka – sangka kunai tadi berubah menjadi Menma yang sudah siap melemparkan Rasenggannya. Dengan sekali ayunan tangan Rasenggan tersebut sudah mengenai punggung Fuu.

Fuu jatuh lagi kebawah setelah Rasenggan sudah hilang. Namun sebelum Fuu benar – benar menyentuh tanah Naruto sudah mendekapnya dan mendarat secara mulus.

" Fuu – san apa kau tidak apa – apa ? " Naruto bertanya dengan sedikit cemas. Karena dia tidak ingin teman yang baru ia kenal harus tersakiti.

" Aku tak apa Naruto – san, tapi aku sepertinya tidak bisa melanjutkan pertandingan lagi. "

" Mintalah bantuan kepada Nanabi! "

" Koneksi – ku dengan Nanabi sementara ini sepertinya terputus. Karena tekhnik seorang kakek – kakek yang aku tidak kenal, Naruto – san menangkan pertandingan ini demi kami yang sudah berusaha.. "

' Jangan – jangan kakek yang waktu itu! '

Setelah itu Fuu pingsan dan langsung menghilang dalam sebuah kilatan. Naruto mengepalkan tangannya erat – erat. Dia sedang menahan amarah.

Dia merasa Ujian ini hanya untuk saling melukai agar dapat mendapatkan pangkat. Tidak lebih dari itu. Perlahan dia menyentuhkan jari kelingking dan jempolnya, lalu keluarlah sebuah pedang dengan aura membunuh yang pekat. Orang yang disana arena – pun meresakan tekanan tersebut. Naruto menjatuhkan pedang itu ketanah.

Deerr…

Tanah bergetar setelah pedang itu dijatuhkan. Dan dimana tempat itu dijatuhkan membentuk sebuah cekungan yang cukup dalam. Orang – orang yang melihat itu hanya menatap tak percaya pada apa yang baru saja dikeluarkan Naruto, para kage dan dua dari tiga Sannin dibuat kembali terkejut.

" Pedang macam itu ? "

" Aku merasakan aura membunuh yang pekat dari pedang itu ! "

" Sebenarnya Konoha itu tempat ninja atau monster ? "

" Mungkin, dia mendapat pedang itu dijalan kehidupan. "

Penonton dan ninja yang melihatnya mulai berbicara yang tidak – tidak. Semuanya riuh mulai membicarakan pedang tersebut. Makhluk – makhluk raksasa tersebut juga ikut membicarakan pedang yang dibawa Naruto.

" Karasu – chan, pedang itukan milik… " Unicorn tersebut menggantungkan kalimatnya.

" Ya, itu milik pemanggil pertama kita, tapi bukankah itu seharusnya ada pasangannya ? " Gagak tadi bicara pelan.

Sementara itu para biju dibuat kebingungan karena belum pernah melihat pedang yang seperti itu. Bahkan pedang tersebut kira – kira dapat menyaingi pedang yang dibawa Oyabun menurut mereka.

" Kalian telah melukai teman – temanku, kalian telah menyakiti mereka, aku akan membalas perbuatan kalian. " Naruto mulai bicara namun dengan dingin.

" KAU ITU ANAK BUANGAN! JADI JANGAN MIMPI TERLALU TINGGI UNTUK BISA MENGALAHKAN KAMI! " Menma berteriak keras kepada Naruto. Dia merasa bahwa Naruto tidak layak mengatakan itu. Oh ayolah, disisinya ada tiga biju dan satu kuchiyose yang sulit didapatkan.

" Aku akan membuktikannya Menma " Naruto langsung melesat dengan kecepatan tinggi sampai tidak dapat dilihat mata telanjang. Para biju dan kuchiyose mulai bersiaga mereka tak menyangka seorang Genin memiliki kecepatan seprti itu.

Hachibi yang pertama kali merasakan chakra Naruto didekat Oyabun langsung mengingatkannya. Namun karena terlalau lambat merespon baju yang ia kenakan tersebut memiliki robekan panjang walaupun tak terkena pedang tersebut.

' Gila seberapa besar kekuatan pedang itu ' Oyabun membatin. Dia sekarang tahu bahwa pedangg yang ia bawa – pun tidak ada apa – apanya. Ia melebarkan matanya Genin tadi sudah ada dibelakang Hachibi.

" Hachibi awas! " Terlambat karena memang biju ekor delapan itu tidak mempunyai kecepatan yang bagus.

CRASS…

" Arggh.. " Hachibi nampak kesakitan karena salah satu ekornya terpotong. Walaupun masih bisa tumbuh dengan jangka waktu yang cukup lama.

" NARUTO, KENDALIKAN EMOSIMU! JANGAN SAMPAI KAU TERMAKAN AMARAH. " Sasuke berteriak sehingga pandangan Naruto kini terfokus pada sahabatnya itu. Setelah itu dia menghilangkan pedang itu dan menyegel ekor hachibi yang ia potong digulungan penyimpanan.

Naruto kemudian berlari dengan cepat menuju tempat teman – temannya. Saat sampai disana Kuchiyose milik teman – temannya menghilang. Naruto tahu bahwa kedua orang tersebut hanya memiliki chakra yang tidak terlalu besar.

" Sasuke, Sakura – chan berapa jutsu yang mungkin kalian bisa gunakan ? " Naruto bertanya kepada keduanya dengan serius.

" Aku hanya mampu menggunakan satu jutsu rank S dan satu jutsu rank A " Sasuke menjawab pertanyaan Naruto.

" Aku hanya tinggal satu jutsu rank S " Sakura ikut menjawab pertanyaan Naruto.

" Baiklah hemat chakra kalian aku yakin para biju memiliki batasan untuk keluar, apalagi ini hanya pembelokkan arah chakra dan melihat kondisi mereka sekarang mungkin hanya tersisa dua sampai tiga menit itu maksimal. " Naruto menjelaskan kepada dua sahabatnya.

" Tapi bagaimana kita menahannya selama itu Naruto – kun ? " Sakura bertanya kepada lelaki pirang yang ada dihadapannya itu.

" Dengan ini… Shifu Kuchiyose : Suzaku. " Naruto menghentakan tangannya ke tanah dan muncul'lah seekor burung api raksasa. Penonton yang melihat itu sampai terkagum – kagum akan kecantikan yang dimiliki oleh burung tersebut. Berbeda dengan para penonton, biju dan kuchiyose disana kaget bukan main.

" Tidak mungkin! Sebenarnya seberapa kuat Genin itu ?! " Oyabun berkata dengan nada kaget setengah mati.

" Aku tidak menyangka dia bisa menyummon satu dari empat hewan legendaris itu! " Nibi berkata dengan nada tak kalah kaget.

" Mereka berempat bisa mengalahkan Juubi secara utuh dalam kekuatan penuh, mungkinkah benar dia adalah reinkarnasin'Nya seprti yang kita rasakan ?! " Ichibi mengeluarkan suaranya.

" Ichibi, mungkinkah ini yang kau lihat? Kalau begitu kekuatan penuhku dan kekuatan penuh kyuubi yang dapat menandinginya! " Hachibi mengutarakan pendapatnya.

" Mungkin memang dia yang kulihat. " Ichibi kembali bersuara.

" Jadi kalian yang akan kulawan. Mungkin ini cukup untuk pemanasan, sudah lama aku tidak bertarung dan mungkin juga ini akan sedikit sulit. Baiklah aku akan memulainya kalian bersiaplah. " Suzaku mengakhiri ucapannya dan langsung mengepakan sayapnya lalu terbang keatas, bersama Naruto, Sasuke, serta Sakura yang ada diatas kepalanya.

" Katon Hijutsu : Ame no Hi "

Langit menjadi gelap seperti akan hujan namun ada yang berbeda yaitu saat turun bukan air melainkan api keemasan. Yang mengetahui seberapa kuatnya tekhnik ini langsung menghindar. Penonton yang melihat itu hanya mampu terkesima.

Karena hujan api tersebut tidak berhenti Hachibi memilih membuat pelindung dari tinta – tintanya. Para biju sudah tertutupi kubah yang dibuat hachibi. Namun Oyabun hanya sebagian yang sudah tertutup. Dari pada dia terkena hujan api tersebut dia memilih menembakan air kearah api yang sedang jatuh menuju tanah tersebut.

" Walaupun aku sudah hampir tidak pernah bertarung, aku ingin menunjukan sesuatu yang menarik kepada kalian. " Setelah Suzaku bicara seperti itu api yang sedang disemprot air oleh oyabun malah merambat menuju Oyabun sendiri. Begitu pula dengan tinta tinta yang ada pada kubah pelindung.

Oyabun yang melihat itu langsung menghentikan semburannya, namun dia sedikit terlambat dan akhirnya ada sedikit api yang mengenai dirinya. Setelah api itu mengenai oyabun api itu menghilang namun oyabun tampak kehilangan keseimbangan dan menahan sakit, setelah itu dia menghilang.

" Mu – Mu – Mustahil! " Menma terkejut bukan main kuchiyose yang sekarang hanya dimilikinya dan seorang legenda sannin dapat dekalahkan hanya dengan api kecil seperti itu yang tidak berdampak apa – apa pada lingkungan sekitar.

" Merasa bingung ? biar aku bocorkan sedikit tentang rahasia – nya. Tekhnik yang aku miliki ini adalah Hijutsu tingkat selanjutnya dari Kekei Touta dan setingkat dibawah Kekei Moura walaupun itu hanya satu elemen, tapi jika kau bisa menggabungkannya dengan elemen lain akan tercipta hijutsu baru. Hijutsu berbeda dengan jutsu, Hijutsu tidak akan merusak apapun dari alam kecuali sang pengguna menginginkannya, dan walaupun kau hanya terkena sedikit saja itu akan mengacaukan aliran chakra kemudian kau akan menerima rasa sakit yang teramat sakit. " Sedikit rahasia dari Suzaku tapi dengan lumayan banyak kata.

Dua menit lebih sudah berlalu api – api tersebut juga sudah hilang, para biju nampak kelelahan karena menghindar terus. Sudah pasti itukan karena tinta hachibi ikut terbakar. Para biju mulai kehlangan bentuk tetap mereka.

" Sebelum kita kembali, buat satu bijudama gabungan! Cepat! "

Mereka bertiga lalu membuka mulut dan langsung mengumpulkan energi positif dan negatif. Awalnya bentuknya tidak karuan, namun akhirnya terbentuklah bijudama yang lumayan besar dan bentuknya – pun bulat sempurna.

" Sekarang! BIJUDAMA! " ketiga biju tersebut menembakan bijudamanya kearah Suzaku. Melihat itu Naruto melompat dan melesat cepat menuju arah bijudama dari kepala Suzaku.

" Bawa mereka berdua agak menjauh dan pastikan mereka berdua aman! Jika sudah menurunkan meraka kau boleh kembali " Naruto bicara kepada Suzaku dan kemudian menyatukan kelingking serta jari manisnya lalu munculah pedang yang auranya berkebalikan dari pedang yang sebelumnya.

" Baiklah jangan sampai mati oleh serangan itu Gaki! " Suzaku lalu pergi. Naruto kembali fokus pada bijudama yang ditembakan oleh ketiga biju. Mengalirkan chakra kepedangnya dan menggunakan sisi lebarnya untuk menghentikan bijudama tersebut.

" NARUTO ITU ! APA DIA GILA MINATO CEPAT HENTIKAN INI! " Tsunade berteriak kepada Minato. Sementara Minato tak merespon apa yang diperintahkan Tsunade.

" Biarlah anak itu mati. " Minato membalas ucapan Tsunade.

" MATI?! DIA ITU ANAKMU MINATO! " Tsunade tidak terima akan jawaban Minato, dia tidak menyangka ada orang tua yang sekejam Minato.

" AKU SUDAH MEMBUANGNYA! APA KAU PUAS?! KAU CUKUP DIAM DAN MENJADI ISTRI SENSEI NANTI. " Minato kini berganti berteriak. Sementara itu, para kage yang melihat percakapan itu, langsung kehilangan rasa hormatnya kepada sang hokage muda tersebut.

" Jika Naruto mati aku akan memutuskan hubunganku dengan Konoha walaupun kau akan menetapkanku sebagai missing-nin. " Tsunade bicara dengan sangat pelan.

Kembali kepartarungan bijudama semakin mendekati Naruto. Naruto yang seakan tidak peduli hal itu masih terus melesat kebawah menuju tekhnik terbaik yang dimiliki oleh para biju. Bijudama sudah ada di depan mata Naruto, banyak orang yang sudah menutup matanya tak kuasa melihat sesorang yang akan mati hanya dalam pertandingan untuk menaikan pangkat. Tsunade menutup matanya yang sudah menjatuhkan banyak liquid bening.

CTINKK…

BWUSSH…

Para biju dan orang yang tidak menutup mata kaget bukan main, pasalnya bijudama gabungan dari ketiga biju dapat ditahan dan dihilangkan hanya dengan sebilah pedang. Sebilah pedang!

" AYO PIRANG KAU PASTI BISA MENGALAHKAN MUSUHMU! " salah seorang penonton yang melihat itu langsung berteriak. Sepertinya dia bukan penduduk Konoha karena dia tidak tahu siapa nama Uzumaki pirang satu ini.

" JANGAN SAMPAI KAU MENGECEWAKAN PENDUDUK NAMI YANG DATANG KEMARI MENDUKUNGMU NARUTO – NISAN! " Rupanya penduduk Nami juga datang untuk melihat pahlawan mereka bertanding.

" MENANG DAN AKHIRI SEMUA INI PIRANG. "Banyak penonton yang ikut mendukung Naruto. Tsunade yang mendengar teriakan demi teriakan dari para penonton membuka matanya secara perlahan. Kebahagiaan terpancar jelas di wajahnya. Dia sangat sangat terkejut melihat hal ini.

Para biju sudah hilang dan hanya menyisakan Jinchuurikinya saja. Mereka nampak kelelahan setelah para biju hilang. Naruto membuat dua bunshin. Mereka bertiga langsung membuat Rasenggan ditangannya masing – masing, setelah itu berlari menuju ketiganya.

Gaara yang melihat itu berusaha melindunginya temannya dengan perisai pasirnya. Dengan cepat perisai itu terbentuk. Tapi anehnya Naruto tidak berhenti berlari walupun dia tahu perisai pasir tersebut sangat kuat.

Lalu Naruto dan masing – masing bunshin yang ia bentuk menghantamkan Rasenggan – nya pada perisai pasir yang dibentuk Gaara. Tanpa diduga – duga perisai pasir yang dibentuk Gaara retak dan memperlihatkan orang yang ada dalam perisai tersebut. Karena belum siap serta chakra yang sedikit mereka tidak dapat menghindar dan akhirnya terhantam Rasenggan lalu pingsan kemudian hilang.

" Huh, akhir-… " Naruto membulatkan matanya saat merasakan chakra Sakura dan Sasuke menipis. Dia langsung berlari menuju kearah sumber chakra yang makn lama makin tipis itu. Setelah sampai ditempat tersebut Naruto kaget bukan main.

" Melupakan sesuatu eh, anak buangan? " Disana berdiri Menma dengan pelindung Chakra yang sudah mencapai tiga ekor. Tak hanya itu dia juga melihat Sakura dan Sasuke tergeletak tidak berdaya. Dengan cepat dia berlari kearah keduanya. Ingin mencoba mengobati mereka berdua tapi tidak bisa menggunakan ninjutsu penyembuhan. Dan akhirnya mereka berdua menghilang dengan sebuah kilatan.

" Kau terlalu mementingkan perasaanmu, ninja sebisa mungkin harus membunuh perasaannya sendiri. " Menma mulai bicara kepada Naruto. Mendengar perkataan itu secara perlahan Naruto berdiri dan menatap Menma dengan dingin.

" Baiklah Menma, aku akan menurti perkataanmu. " Setelah itu tanpa Naruto sadari matanya berubah menjadi merah dengan tiga tomoe. Dia langsung merangkai sebuah handseal.

" Fuuton : Kazeryuu no Yaiba "

Setelah mengatakan nama tekhniknya Naruto mulai dikelilingi oleh belati angin yang lama – kelamaan membentuk seekor naga bermata hijau. Naruto menggerakan tangannya kedepan dan setelah itu naga angin tadi bergerak menuju menma dengan cepat. Namun dipenglihatan Naruto semuanya serasa lambat.

" Ini… Sharinggan. "

Naruto seakan baru menyadarinya, dia dapat melihat Menma yang ingin menghindar kekiri namun sangat lambat. Naruto yang melihat itu langsung mengubah arah laju Naga anginnya tadi. Menma yang melihat itu hanya dapat melebarkan matanya dia tak menyangka Naruto dapat mengikuti arah geraknya yang secepat ini setelah dia mendapat bantuan dari kyuubi. Menma terkena telak serangan Naruto. Jutsu Fuuton tingkat S + tadi mengenai Menma dengan telak.

BLARR…

Menma terkapar setelah terkena serangan Naruto. Banyak sayatan yang terdapat ditubuh Menma. Dia sudah tak dapat bergerak lagi. Dan saat itulah Naruto datang dan ingin menghantamkan Rasenggan ke arahnya.

Menma hanya menutup matanya pasrah, tapi setelah sekian lama menutup mata dia hanya merasakan desiran angin yang lembut mengenai kulit dadanya. Akhirnya ia membuka mata dan melihat Naruto menghilangkan Rasenggannya.

" Tidak seluruh peasaan yang dimiliki oleh seorang ninja harus mati Menma. " Setelah mendengar kata – kata Naruto, Menma pingsan dan langsung diteleport keluar arena. Juri yang melihat hanya tersisa Naruto di arena yang berantakan tersebut langsung turun. Ninja yang menjaga kekai – pun menghilangkan kekainya.

" Ehem, DAN PEMENANGNYA ADALAH UZUMAKI NARUTO DARI KONOHA! " Genma yang menjadi juri – pun akhirnya mengumumkan pemenangnya, dan memakaikan rompi Chunin kepadanya. Penonton ada yang senang, tidak percaya, dan tentunya kaget.

PROOK… PROOK… PROOK… PROOK… PROOK…

PROOK… PROOK… PROOK… PROOK… PROOK…

PROOK… PROOK… PROOK… PROOK… PROOK…

PROOK… PROOK… PROOK… PROOK… PROOK…

" KAU HEBAT NARUTO – SAN! "

" KAU MEMANG YANG TERBAIK NARUTO – NII "

" TERIMA KASIH PIRANG KARENAMU AKU MENANG TARUHAN "

Penonton bersorak – sorak atas kemenangan yang diperoleh Naruto. Dan itu berlanjut sampai Naruto keluar arena. Dengan naruto, ia tak kalah senang berhasil mengakhiri ajang saling menyakiti ini.

.

.

.

1 WEEK LATER ~

" Naruto kau ingat anak yang kau lepaskan dari segel yang dibuat oleh Danzo di lidahnya itu ? " Naruto mengangguk, Sasuke kemudian melanjutkan perkataannya. " Dia memberiku informasi mengenai kakakku… "

.

.

.

.

.

.

.

.

A/N : Maaf ya kalau chap ini kurang bagus. Juga sepertinya masih ada yang mengganjal. Tapi saya mohon reader sekalian memberikan komentar kalian di kolom review untuk melengkapi sesuatu yang kurang di fic saya.

Dan sebntar lagi fic ini masuk Shippuden, dan akan saya buat Xover jadi saya ingin memberikan pilihan kepada para pembaca yang menurut kalian nanti enaknya seperti apa.

Dilanjutkan ke Shippuden langsung.

Dipisah agar yang hanya ingin membaca Xover dapat langsung membaca tanpa perlu repot mengikuti cerita dari awal.

Dan menurut kalian bagaimana jika Naruto memilki pasangan lain tidak hanya Sakura saja.

Itu dulu yang dapat saya sampaikan jika cerita saya menurut kalian kurang bagus tolong review agar saya dapat membuat yang lebih baik.

.

.

.

.

.

.

Please Review

Thank ' s you

See you next month