Scarlet Heart: Ryeo (Remake)

.

.

Baek Hyun (1st princess, 10th child)

Chan Yeol (other country's crown prince)

Soo Jung (1st other country's princess)

Dong Yoo (OC, other country's 2nd prince)

.

San Ho (crown prince)

Jong Hyun (3rd prince)

Joon Gi (4th prince)

Ha Neul (8th prince)

Sun Woo (9th prince)

Joo Hyuk (13th prince)

Ji Soo (14th prince)

.

AU! GS! Saeguk!

.

A remake that is very different with the original story, friendly reminder, Don't Like Don't Read

Semua yang ada dalam fanfiction ini hanyalah berdasarkan khayalan author semata dan tidak terjadi pada sejarah sebenarnya, mohon kedewasaaannya

.

Baekhyun, satu-satunya gadis diantara 7 saudaranya yang seluruhnya lelaki, gadis cantik yang akan berubah sangat menyeramkan ketika sedang marah namun menjadi kesayangan semua orang. Chanyeol, putra mahkota dengan satu adik lelaki yang tanpa disadarinya begitu haus akan kekuasaan dan satu saudara perempuan yang begitu menyukainya. Ketika keduanya saling bertukar pandangan mata, tidak ada yang menyadari bahwa saat itulah benang takdir mulai mengikat mereka berdua.

.

sangjoonpark present

.

.

"Pertemuan Tanpa Pandangan Mata"

.

Matahari sudah mengambil tempatnya bersiap untuk tenggelam saat rombongan keluarga kerajaan Bucheon berjalan beriringan dengan iringan-iringan pengawal yang bergerombol melaksanakan tugas yang diberikan untuk menjaga para keluarga kerajaan

Suasana di luar tandu yang begitu menarik sama sekali tidak mempengaruhi Putra Mahkota untuk membuka jendela tandunya membiarkan matanya menikmati pemandangan puluhan pohon sakura maupun sekedar menyapa penduduk desa

Tubuh tegapnya bersandar pada dinding tandu dengan pikiran yang berkelana kesana-kemari, perkataan sang ayah tentang perjodohan masih belum bisa beranjak dari kepalanya membuat sang Putra Mahkota menghela nafas panjang

"Tragedi hidup macam apa lagi ini" bergumam dengan nada frustasi yang begitu kentara, tangannya mengusap wajahnya dengan keras beberapa kali, berusaha menunjukkan betapa frustasinya lelaki tampan itu, "Astaga semakin dipikirkan malah membuat kepalaku sakit"

Hingga akhirnya sang Putra Mahkota menyerah dan membuka jendela tandunya perlahan, membiarkan cahaya matahari yang begitu kuat menampar matanya begitu saja, tanpa peringatan sama sekali, membuatnya reflek mengalihkan pandangan ke arah lain

Dan begitu Putra Mahkota tampan itu membuka matanya, hal pertama yang ditangkap netra bulatnya adalah seorang gadis bertubuh mungil dengan wajah yang sangat dikenalnya, sedang berjinjit berusaha meraih sebuah ranting pohon sakura yang cukup tinggi

"Minhee? Gadis itu lagi?" Chanyeol mengerutkan dahinya tanpa melepas pandangannya sedikitpun dari gadis itu, "Apa yang telah kulakukan sampai aku terus-terusan bertemu dengannya astaga" bibirnya mengeluarkan keluh kesah namun matanya tak berhenti memandang sang gadis

Chanyeol terkekeh perlahan saat gadis dengan rambut panjang yang dikepang itu terlihat mati-matian berjinjit berusaha meraih ranting pohon yang dipenuhi dengan bunga sakura itu, hingga akhirnya gadis itu menurunkan tangannya pasrah dengan nafas yang memburu

Dan sang Putra Mahkota entah mengapa mengeluarkan komentarnya "Kau menyerah? Ah wae, mudah sekali sih menyerah, kalau memang kau tidak bisa mencapainya dengan berjinjit maka melompatlah, melompat yang tinggi dan ulurkan tanganmu"

Seolah mendengarkan gadis itu mengangkat kepalanya dan merendahkan badannya, mengambil ancang-ancang, "Geurae, bagus, lakukan seperti itu, lompatlah!" dan gadis itu melompat dengan tangan yang terulur ke atas, mencoba meraih ranting sakura incarannya

Namun entah bagaimana, bukannya mengambil ranting sakura tangan gadis itu malah menariknya sehingga saat Baekhyun akan mendarat ranting penuh bunga itu seolah terlempar ke atas, menyebabkan bunga-bunga yang menempel terlepas dari batangnya dan berjatuhan di sekitar gadis itu

Tersenyum. Baekhyun tersenyum sambil mengangkat tangannya mencoba menangkap kelopak sakura yang menghujani tubuhnya. Terdiam. Chanyeol terdiam tanpa melakukan apapun seolah kelopak sakura turut menghujani tubuhnya

Senyum itu masih bersarang di wajah cantik itu bahkan saat bunga sakura sudah berhenti menghujaninya, dan tiba-tiba tanpa peringatan gadis itu menoleh, membuat mata sipitnya bertabrakan dengan mata bulat Chanyeol yang semakin membulat karena kaget

Dengan gerakan reflek seadanya Putra Mahkota itu secepat mungkin menutup jendela tandunya, menyembunyikan diri dari tatapan Baekhyun yang seolah memergokinya sedang melakukan sesuatu yang buruk, menyebabkan tandu yang dinaikinya sedikit bergoyang kehilangan keseimbangan

"Putra Mahkota, apa ada sesuatu yang terjadi?" Chanyeol memejamkan matanya erat berusaha mengatur nafasnya yang entah mengapa memburu seketika, "Tidak, tidak ada yang terjadi, lanjutkan saja perjalanannya"

Putra Mahkota tampan itu menyandarkan tubuhnya pada dinding tandu dengan mata yang masih terpejam erat, hingga akhirnya Chanyeol membuka matanya perlahan saat nafasnya sudah mulai teratur, dan tanpa sadar menambatkan matanya pada jendela tandunya yang masih tertutup

Gadis bermata sipit itu menyipitkan matanya, mencoba menajamkan penglihatannya, "Apa aku tadi salah lihat? Tapi lelaki itu benar-benar terlihat seperti Taeho, apa mungkin aku mengalami masalah penglihatan?" terus bergumam tanpa melepas pandangannya dari rombongan yang sedang lewat

Tanpa sadar kakinya ikut bergerak mengikuti rombongan tandu yang masih terus berjalan menjauh, tanpa melepaskan pandangannya sedikit pun dari jendela salah satu tandu yang masih tertutup gadis itu terus melangkah mengikuti

Matanya sedikit menyipit saat dilihatnya jendela tandu yang sedari tadi menjadi objek pandangannya bergeser sedikit, menandakan sang penumpang di dalam sedang membukanya dengan perlahan seolah takut ketahuan

Jendela tandu terbuka dengan begitu perlahan, menampakkan sebuah kepala yang mengintip dari balik jendela dengan sama perlahannya, dan ketika mata bulat itu kembali menemui mata sipitnya si pemilik mata bulat itu dengan cepat kembali menutup jendela tandunya

Baekhyun kembali menyipitkan matanya, "Apa-apaan itu? Kenapa dia menutup jendelanya lagi? Apa dia melihat hantu? Atau mungkin dia adalah seseorang yang dulu mempunyai masalah denganku? Kalau begitu dia mengenaliku?"

Gumaman berisi pertanyaan yang masih belum terjawab itu muncul terus tanpa henti dari bibir mungil itu, dan pertanyaan yang sama terulang lagi saat lelaki itu kembali menggeser jendela tandunya untuk kesekian kalinya dan kembali menutupnya secepat mungkin

"Dia itu sebenarnya kenapa? Apa mungkin wajahku semenyeramkan itu untuk dilihat?" Baekhyun mengusap pipinya sedikit lalu menatap tangannya yang bersih, "Tidak ada apa-apa di wajahku, lalu kenapa dia setakut itu?"

Dan jendela tandu kembali tertutup dengan cepat saat gadis itu mengalihkan pandangannya pada tandu yang masih berjalan itu, "Putra Mahkota, anda baik-baik saja? Apa sesuatu terjadi?" walau terpisah dengan jarak yang cukup jauh namun pertanyaan dari salah satu pelayan itu membuat mata Baekhyun terbelalak

"Putra Mahkota? Apa Orabeoni sedang berjalan-jalan? Kenapa dia menghindariku? Tapi aku yakin sekali aku melihat Taeho tadi" gadis itu menyembunyikan dirinya di semak-semak dekat tembok saat rombongan tandu tadi berhenti di depan sebuah gerbang, itu istana

Putra Mahkota tampan itu menghela nafas panjang saat tandu yang dinaikinya sudah berhenti, itu tandanya mereka sudah sampai di tujuan mereka, istana Keluarga Kerajaan Joseon, "Apa gadis itu masih mengikutiku ya? Ah tapi mana mungkin kan dia bisa mendekati wilayah istana"

Sebuah ketukan di jendela tandu menyadarkannya, dengan perlahan Chanyeol membukanya dan menatap salah satu pelayan yang sedang menunduk padanya, "Kita sudah tiba di Istana Kerajaan Joseon Putra Mahkota, mohon tunggu sebentar lagi karena kami sedang berbicara dengan penjaga gerbang"

Mata bulatnya berkeliling kesana-kemari mencoba mencari sosok gadis yang sedari tadi mengganggu pikirannya, hingga akhirnya panggilan perlahan dari sang pelayan menyadarkannya dan membuat Chanyeol mengembalikan pandangannya pada sang pelayan

Baekhyun mengerutkan dahinya saat tandu-tandu itu diturunkan di depan gerbang istana, para pelayan tampak sedang berbicara dengan penjaga istana dan beberapa dari mereka menganggukkan kepala dan memberi gestur pada yang lain untuk segera membuka gerbang

"Dia ada dalam rombongan tamu kerajaan? Bagaimana bisa? Tidak tidak, dia itu sebenarnya siapa?" gumaman terus terdengar dari bibir mungilnya hingga akhirnya mata sipitnya membulat, seolah menyadari sesuatu, "Tadi pagi Raja berkata kalau Keluarga Kerajaan Bucheon akan datang hari ini, hoksi..."

"Astaga! Kalau dia memang benar-benar Putra Mahkota Bucheon, pasti penyambutan akan dilaksanakan setelah ini, aku harus segera bersiap-siap atau Raja dan orabeoni akan memarahiku" gadis itu menjulurkan tangannya meraih tembok yang tidak terlalu tinggi lalu dengan sigap melompat naik

Pelayan itu menunduk dalam lalu menyingkir dengan cepat dari tatapan dingin sang Putra Mahkota, membuat Chanyeol segera menangkap siluet seorang gadis yang mengangkat hanbok-nya tinggi-tinggi dan melompat menaiki tembok dengan begitu lincah

Lalu dalam hitungan detik gadis itu menghilang ke dalam tembok istana, membuat dahinya berkerut tak mengerti, "Gadis itu... Sebenarnya dia itu siapa? Apa mungkin dia itu dayang di istana? Tapi mana mungkin ada dayang yang pergi keluar istana"

Putra Mahkota tampan itu masih mengerutkan dahinya berpikir bahkan saat dirasakannya tandu yang membawanya sudah terangkat dan kembali berpindah tempat masuk ke dalam istana, "Permata diantara mutiara? Apa jangan-jangan itu dia?"

Hanbok khas Kerajaan Joseon sudah melekat dengan apik membungkus tubuh Baekhyun yang kini sedang berjalan-jalan melawan sinar matahari di lapangan kerajaan, suara denting pedang yang beradu dari arah lapangan memecah konsentrasinya, membuat gadis itu melangkahkan kakinya mendekat

Senyum tipisnya muncul saat melihat saudara-saudaranya yang lain sedang bermain pedang bersama-sama di lapangan dengan candaan yang saling terlontar dan tawa yang menguar, "Ini adalah para pangeran dari Kerajaan Joseon"

Pandangan gadis itu teralihkan saat sebuah suara terdengar dari arah lain, permainan pedang yang dilakukan saudaranya seketika berakhir ketika beberapa orang datang mendekat, semua orang termasuk Baekhyun yang berada di kejauhan reflek menunduk saat menyadari bahwa itu adalah Raja

Tapi Raja dan Ratu tidak datang sendirian, kali ini beberapa orang dengan jubah kerajaan yang sama megahnya mengikuti di belakang, Baekhyun membelalakkan matanya saat sosok yang begitu dikenali tertangkap oleh matanya

"Taeho? B-bagaimana bisa-" bibirnya masih belum berhenti bergumam saat tiba-tiba matanya bertukar pandangan dengan mata tajam Jonghyun sang kakak, membuat bibirnya membulat seketika dan reflek kakinya berlari menjauh

Jonghyun menatap adiknya yang berlari menjauh dengan pandangan tak mengerti, "Pangeran ketiga, ada apa? Apa ada sesuatu disana?" teguran sang ayah membuat matanya seketika kembali pada rombongan dengan pakaian kebesaran di hadapannya

"Tidak Yang Mulia, saya hanya merasa melihat sesuatu, tapi sepertinya saya salah lihat" pangeran tampan itu memasang senyum tipis lalu menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajah tak mengertinya atas apa yang baru saja dilakukan adik perempuannya

Namun sepertinya alasan sang Pangeran ketiga tidak membuat salah satu dari anggota rombongan itu puas, tanpa sadar pria itu menolehkan kepalanya ke arah dimana Jonghyun tadi mengarahkan matanya, dan mata bulatnya menyipit saat otaknya berhasil memproses apa yang dilihatnya

Seorang gadis dengan pakaian kebesaran kerajaan yang berlari menjauh dan menghilang di balik tembok berhasil menarik perhatiannya, namun yang lebih menarik perhatiannya adalah sesuatu diantara jemari lentiknya yang entah bagaimana berhasil tertangkap pandangan matanya

"Itu- bukankah itu cincin Minhee?" bibirnya bergumam mengundang tatapan penasaran dari Jisoo, Pangeran bungsu itu dengan segera mengangkat kepalanya saat nama samaran sang kakak sampai di telinganya, pandangannya sama sekali tak terlepas dari sang pengucap yang kini sudah beranjak menjauh

Semua pangeran sudah kembali ke posisi mereka masing-masing saat rombongan Raja beserta tamu kerajaan tadi sudah beranjak menjauh melanjutkan perjalanan sore berkeliling istana, "Hyung-nim deul, yang tadi itu siapa?" Joohyuk membuka suara dengan tangan yang sibuk merapikan pedangnya

"Tadi? Aah itu adalah Keluarga Kerajaan Bucheon yang kata Raja kemarin akan datang berkunjung, tapi aku tidak menyangka mereka akan tiba pada sore hari begini, aku pikir mereka akan datang nanti malam saat pertunjukan kita"

Joongi mendekat pada sang adik Sunwoo dan meletakkan pedangnya di samping milik adik-adiknya yang lain lalu ikut bergabung dalam pembicaraan, "Aku tadinya juga berpikir begitu, tapi melihat kedatangan mereka yang begitu terburu-buru begini aku pikir mereka punya maksud lain"

Perkataan Pangeran keempat itu berhasil menarik perhatian para pangeran yang lain dan membuat mereka berkumpul di dekat gazebo peristrahatan, "Maksud lain? Apa maksudnya hyung?" kali ini Haneul yang membuka suara dengan nada penasaran yang begitu kentara

"Keluarga Kerajaan Bucheon datang dengan membawa Putra Mahkota mereka yang belum menikah dan meninggalkan Pangeran kedua yang sudah menikah di kerajaan mereka, lalu mereka baru saja datang dan sudah berkeliling istana begini, memang apalagi maksudnya kalau bukan perjodohan?"

Jisoo yang sedari tadi terdiam menolehkan kepalanya segera dengan mata sipit yang sudah membulat sempurna, "Perjodohan? Maksudnya mereka berencana menjodohkan Baekhyun noona dengan Putra Mahkota Bucheon?"

Pangeran keempat yang disodori pertanyaan yang terlalu to the point itu terdiam sejenak sebelum mengangguk perlahan, "Aku pikir begitu, mereka terlalu bersemangat hingga mereka tidak sadar bahwa maksud mereka begitu kentara"

"Tapi bukankah beberapa bulan lalu Keluarga Kerajaan dari China juga mengajukan perjodohan? Tapi Baekhyun noona menolaknya kan? Jadi bukan tidak mungkin kali ini Baekhyun noona akan menolaknya juga kan?"

Ucapan bernada optimis Joohyuk barusan seolah membuat lega semua yang ada disana atas nasib adik perempuan kesayangan mereka, "Aku rasa Baekhyun akan menolaknya" ucapan singkat Jonghyun kembali merebut perhatian para Pangeran yang lain

Kerutan di dahi mereka serta mata yang menyipit dan saling berpandangan satu sama lain seolah menyampaikan pertanyaan mereka pada sang kakak, "Tadi aku melihat Baekhyun di kejauhan, tapi saat rombongan Kerajaan Bucheon datang, dia tampak kaget dan langsung berlari menjauh, jadi aku pikir dia sudah tahu akan perjodohan ini dan menolaknya"

Opini sang kakak membuat Jisoo akhirnya membuka suara, "Aku juga berpikir begitu, tadi aku sempat mendengar Putra Mahkota Bucheon bergumam menyebut kata Minhee, itu nama samaran Baekhyun noona saat dia berada di luar istana, jadi aku pikir mereka sudah tahu masalah perjodohan itu"

"Bagaimana bisa Putra Mahkota Bucheon mengetahui nama samaran Baekhyun? Apa mungkin mereka sudah bertemu di luar istana?" Haneul bertanya dengan mata yang menatap saudara-saudaranya bergantian mencoba menggali opini lain dari yang lain

"Apa menurut kalian mungkin Baekhyun dan Putra Mahkota Bucheon bertemu di luar istana? Keluarga Kerajaan Bucheon baru tiba kemarin kan? Lalu apa mungkin Putra Mahkota mereka masih sempat untuk berjalan-jalan?" kali ini Jonghyun yang membuka suara

Lalu mata tajam Pangeran ketiga itu mengarah pada arah kemana rombongan Raja dan Kerajaan Bucheon pergi dan bergumam dengan yakin, "Mungkin Putra Mahkota Bucheon hanya merasa Baekhyun mirip dengan seorang gadis bernama Minhee, itu saja"

Sedangkan gadis yang sedari tadi menjadi bahan pembicaraan saudara-saudaranya yang lain baru saja menghentikan langkahnya di depan sebuah bangunan megah dengan beberapa pengawal yang berjaga di depan pintu besar, itu aula tempatnya berlatih untuk tarian yang akan ditampilkannya malam ini

"Yang Mulia Putri" sebuah suara terdengar dari arah belakang membuat gadis itu menoleh dan menemukan beberapa dayang berada di belakangnya dengan posisi menunduk ke arahnya, gadis itu tersenyum tipis lalu mengembalikan pandangannya

"Yang Mulia, ini sudah sore hari dan Keluarga Kerajaan Bucheon sudah tiba, apa Yang Mulia Putri ingin berkumpul bersama Yang Mulia Pangeran dan turut menjamu Keluarga Kerajaan Bucheon?" seorang dayang di barisan paling depan bertanya tanpa berani mengangkat kepalanya sedikitpun

Baekhyun menghela nafas lalu menoleh ke arah para dayang di belakangnya, "Apa Yang Mulia Raja memintaku untuk menyambut Keluarga Kerajaan Bucheon bersama saudara-saudaraku yang lain?" gadis itu bertanya dengan perlahan, mencoba menyembunyikan fakta bahwa nafasnya tersengal karena baru saja berlari

"Tidak Yang Mulia" dayang itu menjawab dengan gelengan pelan membuat senyum muncul di wajah gadis itu, "Kalau begitu aku akan berlatih disini hingga nanti malam, katakan pada siapapun yang datang untuk tidak mengganggu latihanku dan menunggu hingga waktu penampilan tiba"

Anggukan dari dayang membuat senyum muncul semakin lebar di wajah gadis itu, dengan langkah lebar Baekhyun memasuki aula dengan beberapa dayang di belakangnya sebagai pembantu, "Nanti, bahkan jika Yang Mulia Raja datang dan akan masuk, katakan padanya bahwa aku sedang berlatih di dalam untuk penampilanku, Raja pasti akan mengerti"

Berpesan pada pengawal yang berjaga di luar aula lalu berjalan masuk saat pintu aula yang megah itu dibuka dengan begitu perlahan dan hati-hati, senyum sama sekali tidak luntur dari wajahnya bahkan saat tubuhnya dan para dayang menghilang dibalik pintu aula yang tertutup

Chanyeol yang berada di belakang kedua orang tuanya tersenyum kecil saat Raja Joseon menoleh ke arahnya setelah mengatakan sesuatu mengenai aula istana yang sayangnya tidak berhasil menarik perhatian Putra Mahkota tampan itu

Pikirannya sedari tadi benar-benar tak bisa dialihkan dari gadis dan bunga sakura yang ditemuinya di jalan juga gadis yang berlari menjauh yang ditemuinya di istana, gadis yang dia pikir dikenalnya dan diketahuinya, yang ternyata memiliki dua sisi di belakangnya, siapa dia sebenarnya?

"Kalau begitu haruskah kita masuk dan melihat-lihat aula ini? Desainnya tidak akan mengecewakan anda sebagai pecinta ukiran Yang Mulia" pertanyaan Raja Joseon kembali mengembalikan pikiran Putra Mahkota yang sedari tadi entah dimana ke tempatnya

Kekehan hangat Raja Bucheon menyambut telinganya lalu bersambung dengan ucapan "Tentu saja, Kerajaan Joseon tidak pernah mengecewakanku" dan akhirnya tawa kecil terdengar dari kedua Raja beda negara dengan usia yang hampir dapat disejajarkan itu

Rombongan Raja dan Keluarga Kerajaan Bucheon berjalan mendekat ke arah aula dengan obrolan mengenali sesuatu yang sama sekali tidak dapat dipahami oleh Putra Mahkota yang sedari tadi hanya diam dan mengekor di belakang mereka

"Mohon maaf Yang Mulia Raja, Yang Mulia Putri Baekhyun berpesan untuk tidak mengizinkan siapapun masuk karena Yang Mulia Putri sedang berlatih" pernyataan seorang pengawal mengundang senyum manis di wajah Raja dan Ratu Joseon serta kerutan samar di dahi Putra Mahkota Bucheon, Putri Baekhyun? Apa dia permata diantara mutiara yang begitu terkenal itu?

"Ah, di dalam Putri Baekhyun sedang berlatih tariannya, aku minta maaf tapi sepertinya aula istana akan dicoret dari daftar wisata kita di Joseon kali ini, anak gadisku itu benar-benar tidak suka diganggu saat sedang berlatih" canda Raja Joseon mengundang tawa semuanya, kecuali Chanyeol

"Cho-chogiyo" sebuah suara berat dari arah belakang membuat semua menoleh dan menyadari bahwa Putra Mahkota Bucheon adalah seseorang yang baru saja membuka suaranya, "Baekhyun gongjunim- nuguseyo?" bertanya dengan mata bulat yang semakin membulat polos membuat Ratu Bucheon tersenyum kecil

Sang Ibu mendekati anak lelakinya itu lalu tersenyum dengan tangan yang menepuk bahunya pelan, "Putra Mahkota Bucheon yang tampan, sedari tadi kau dimana hm? Bukankah Raja Joseon sudah menjelaskan semuanya tadi?"

Dan untuk pertama kalinya Chanyeol menyesal membiarkan pikirannya melayang sedari tadi dan membiarkan dirinya terdiam dengan tatapan polos yang begitu menggemaskan, mengundang tawa semua yang ada disana, tak terkecuali Raja dan Ratu Joseon

"Aku yakin kau pasti sudah mendengar mengenai permata diantara mutiara yang begitu terkenal " kali ini Ratu Joseon angkat bicara dengan senyum manis yang tak luncur dari wajah cantiknya itu, "Permata diantara mutiara itu adalah Putri Baekhyun"

Penjelasan singkat dari Ratu Joseon itu malah membuat sang Putra Mahkota tak mengalihkan pandangannya dari pintu besar aula yang tertutup rapat, suara alat-alat musik yang dimainkan dengan apik terdengar samar-samar dari tempatnya berdiri, membuat Chanyeol seolah ingin berada di dalam dan melihatnya langsung

Dan tingkah Putra Mahkota Bucheon itu tak luput dari pandangan mata tajam dua pasang orang tua yang hadir disana, "Haruskah kita menerobos masuk saja dan menonton latihan di dalam?" Raja Joseon kembali mengeluarkan candaannya membuat kekehan halus terdengar

"Latihan? Latihan apa?" dan lagi-lagi Putra Mahkota itu bertanya dengan wajah polos, "Di dalam Putri Baekhyun sedang berlatih untuk mempersiapkan dirinya menampilkan tarian pada malam penyambutan nanti malam" kembali Ratu Bucheon menjelaskan dengan senyum manis di wajah

Chanyeol mengangguk paham sebelum kemudian kembali menyerukan seruan polosnya yang membuat semua terkekeh, "Kalau begitu haruskah kita masuk dan menonton latihannya di dalam? Suaranya terdengar sampai sini dan aku berpikir bahwa itu pasti sangat bagus"

"Putra Mahkota Bucheon, kemana saja kau sedari tadi astaga" Raja Bucheon tertawa kecil sebelum melanjutkan perkataannya, "Raja Joseon sudah mengatakannya, bahwa Putri Baekhyun tidak suka diganggu saat dia sedang berlatih, jadi kita tidak akan menontonnya apalagi bergabung"

Ratu Joseon tersenyum dan memberi kode para pengawal untuk membuka salah satu dari pintu itu sedikit, "Kalau kau memang ingin melihatnya, kau bisa melihatnya sedikit dari celah itu, jangan terlalu berisik, dia benar-benar tidak suka diganggu"

Putra Mahkota tampan itu menggeleng kuat menandakan penolakannya atas tawaran sang Ratu Joseon, "Tidak Yang Mulia, tidak perlu melakukan itu, saya hanya merasa penasaran dan ingin tahu, mohon maaf jika saya bersikap terlalu berambisi dan tidak sopan"

"Tidak, tidak perlu minta maaf, kau pasti sangat penasaran, lihatlah, Putri Baekhyun sangat pandai menari" dan Chanyeol benar-benar tidak bisa menahan rasa penasarannya saat Ratu Joseon kembali melontarkan bujukan keduanya, dengan perlahan pria bertubuh tinggi itu berjalan mendekat dengan kepala yang sedikit dimiringkan, mencoba mengintip aula dari luar

Dan apa yang ada di dalam membuatnya terdiam seketika, seorang gadis dengan hanbok berwarna biru muda sedang berputar dengan kedua tangan yang mengangkat chima-nya, dengan cepat menyadari bahwa gadis itu adalah Putri Baekhyun yang disebut-sebut sedari tadi

Gadis itu berputar ke samping lalu menurunkan chima di genggamannya dan mengarahkan kedua tangannya ke depan lalu turun perlahan ke bawah, membuat gerakan mengelus dengan begitu lembut, Chanyeol hampir saja tidak berkedip sampai sesuatu mengambil alih pikirannya

Cahaya matahari yang masuk dari celah jendela jatuh tepat pada sesuatu di antara jari gadis itu, membuatnya berkilauan dan berhasil mengambil alih perhatian Putra mahkota itu, "Minhee?" tanpa sadar bergumam saat kepalanya berhasil mencerna informasi yang baru diterimanya

Dan gadis itu berputar kembali dan berhenti saat berada di hadapannya, bibirnya membola tak percaya saat kepalanya benar-benar yakin bahwa gadis di hadapannya adalah gadis yang ditemuinya di jalan dua hari terakhir, bahwa Minhee ternyata adalah orang yang sama dengan Putri Baekhyun

Alunan musik yang lembut dan gerakan gadis itu yang begitu perlahan entah bagaimana seolah membekukan waktu sang Putra Mahkota, pandangannya benar-benar tidak teralihkan sedikitpun dari gadis yang masih fokus menarikan gerakannya itu

"Bagaimana? Apa gerakanku tadi sudah bagus?" suara menggema Baekhyun yang bertanya pada dayang-dayangnya menyadarkan Chanyeol bahwa tarian gadis itu sudah selesai, lelaki itu berdehem sedikit menghilangkan kecanggungannya dan baru menyadari bahwa musik sudah berhenti dimainkan, "Ah, tariannya terlalu bagus" lelaki itu bergumam tanpa sadar

Chanyeol menggigit bagian dalam bibirnya mencoba menahan agar bibirnya tidak menyunggingkan senyum lalu dengan langkah canggung berbalik dan tidak menemukan siapapun di belakangnya kecuali beberapa dayang yang tadi mengawalnya, "Eh? Mengapa aku ditinggalkan?"

Baekhyun mengembalikan gelas yang diberikan sang dayang kembali lalu menolehkan kepalanya ke arah pintu aula yang masih terbuka sedikit dan tersenyum kecil, "Dia melihatku, dia melihatku kan? Aku bahkan mendengarnya mengatakan tarianku bagus"

Begitulah sore hari yang indah itu berakhir, dengan kelopak sakura yang mulai berjatuhan dan dengan dua orang yang masih mencoba menahan senyum walau pada akhirnya dua ujung bibir itu terangkat juga, dan begitulah takdir menunjukkan caranya bekerja

.

.

.

.

.

Hello there!

Wah lama sekali tidak jumpa ya, mohon maaf sekali ff ini ngaret karena- serius, saya sibuk sekali mengurusi organisasi yang nggak kelar-kelar urusannya

Jadi saya kasih sedikit moment manis ChanBaek di chap ini sebagai pelepas rindu

Bagaimana ceritanya sejauh ini? Ada yang suka? Ada yang menunggu? Wah saya senang sekali kalau memang ada, I'll try my best for you all!

Jadi saya mau sedikit berdiskusi nih, menurut kalian, apakah Krystal tetap dimasukkan sebagai maincast disini? Karena setelah saya pikirkan lagi bagian Krystal terlalu sedikit dalam ff ini untuk disebut sebagai maincast, tapi bagiannya terlalu penting untuk disebut sebagai pemeran pembantu, jadi bagaimana?

Atau kita hilangkan saja Krystal supaya Chanyeol dan Baekhyun bisa hidup bahagia? Ide bagus haha

One more, saya butuh ide apakah Chanyeol dan saudara-saudara Baekhyun yang lain dibuat saling tidak menyukai satu sama lain sehingga itu nantinya akan menjadi tantangan Chanyeol mendapatkan Baekhyun ataukah saya buat mereka berteman dengan cukup baik supaya bisa membantu Chanyeol mendekati Baekhyun? Mohon sarannya

Dan sekedar pemberitahuan, untuk chapter depan adegan menari Baekhyun akan saya tulis sebagaimana saya mendapat ide dari drama Moonlight Drawn By Clouds / Love In The Moonlight episode 4 dimana Hong Sam Nom menari, jadi kalau ada ketidakpuasan saya mohon maaf, saya kurang baik dalam mendiskripsikan adegan tanpa dialog

Mohon dukungannya dengan review kalian, saran kritik akan diterima dengan senang hati

See you in next chapter!