Naruto menatap Sasuke tanpa berkedip sedikitpun.
"Apa! anak yang bakal ku asuh kelas 3 SMU?" teriak Naruto.
CHAPTER 2
"Apa anak ini yang harus kuasuh nyonya?" Naruto bertanya masih dengan ekspresi terkejutnya seraya menujuk kearah Sasuke
Naruto masih belum bisa mencerna seratus persen ucapan seorang wanita paruh baya yang ada dihadapannya sekarang ini, bagaimana mungkin wanita ini menyewa jasa seorang pengasuh anak untuk mengasuh seorang anak lelaki yang Naruto pun yakin bahwa anak ini sudah bisa melakukan segalanya sendiri. Naruto menatap anak lelaki yang berdiri disamping sang wanita paruh baya tersebut, Ia menatap anak itu dari atas sampai bawah dengan tatapan yang sulit diartikan, sesekali Ia mengerutkan dahinya seolah sedang berpikir keras. Tidak bisa dipungkiri kalau anak ini memang tampan, sangat tampan malah, dengan oniks gelapnya yang terkesan misterius dan jangan lupa dengan rambut ravennya yang mengingatkan Naruto dengan salah satu unggas. Naruto masih betah memperhatikan anak lelaki didepannya ini, well ini sedikit tidak sopan memang apalagi saat Naruto sadari anak lelaki itu balik menatapnya sambil memberikan death glare terbaiknya seolah berkata 'apa yang kau lihat?'. Naruto yang tersadar spontan menggelengkan kepala nya kecil.
"Ya, ini putra bungsu saya Uchiha Sasuke tapi mungkin kamu bisa memanggil dia Sasuke saja, sekarang sedang duduk di kelas 3 SMU" ujar Mikoto memperkenalkan anaknya
"Tapi nyonya, masa saya harus mengasuh anak laki-laki yang umurnya cuma satu tahun dibawah saya, padahal ditulis di blog seorang anak" Naruto masih tidak terima, jelas-jelas ini penipuan publik pikirnya
"Ya bagi saya Sasuke itu masih anak–anak"
Naruto sweatdrop mendengar kalimat yang dengan lancarnya keluar dari bibir Mikoto
"Kalau dia nggak mau itu malah lebih bagus, lagi pula aku juga nggak butuh" kini Sasuke ikut bicara
"Ya, nyonya ini seperti penipuan, maaf saya nggak mau bekerja disini, permisi" pamit Naruto seraya membungkukkan badannya
"Hei tunggu dulu" panggil Sasuke
"Ada apa?" Naruto refleks membalikkan badannya
"Pintunya kearah sana, kamu salah jalan tahu!"
"Iya, ini juga mau balik kok" Naruto ngeles, padahal aslinya memang dia lupa dimana pintu keluarnya
'Dasar anak zaman sekarang, nggak tahu sopan santun, aku kan lebih tua darinya, dia kan bisa memanggilku Nee-san mungkin' batin Naruto.
"Ano, Naruto-chan sebelum kamu keluar, saya punya penawaran menarik buat kamu, jika kamu mau menjadi pengasuhnya Sasuke, saya akan menggajimu 2 kali lipat dari gaji yang ditawarkan sebelumnya, dan jika kamu bisa membantu Sasuke belajar untuk persiapan ujian akhir nanti, saya akan memberimu bonus 50 % dari gajimu, bagaimana?"
Naruto menghentikan langkahnya, ia kemudian memutar otaknya. Ia mulai memainkan sempoa didalam pikirannya. Tawaran menggiurkan Mikoto mampu membuat Naruto meluluhkan ego nya.
'Hm, kalau aku mau bekerja disini maka gajiku dibuat 2 kali lipat, berarti kalau gajinya 30.000 yen menjadi 60.000 yen, trus kalau aku membantu anak itu belajar maka aku dapat bonus 50% dari gajiku, itu berarti 30.000 yen, yang artinya dalam sebulan aku mendapat gaji sebesar 90.000 yen. Wow itu sih setara dengan 2 bulan gaji Kaa-san. Dan, aku bisa cepat ngelunasi hutang cowok sialan itu. Ok I got it!' Naruto kemudian membalikkan badannya dan menghampiri kedua ibu dan anak itu.
Naruto tersenyum lebar, Sasuke dapat melihat kilatan di kedua bola mata safirnya.
"Baiklah, untuk anak semanis dia, aku mau kok bekerja disini" jawab Naruto seraya menepuk bahu Sasuke dan jangan lupa dengan senyum 3 jarinya itu
"Hey, ternyata kamu itu cepat sekali berubah pikiran ya" jawab Sasuke seraya menyingkirkan tangan Naruto dari bahunya
"Ya, itulah keajaiban uang, ia bisa merubah segalanya" jawab Naruto sambil tersenyum
Astaga Naruto, sejak kapan kau berubah seperti Kakuzu bendahara OSIS SMA mu dulu.
"Baiklah, mulai besok kamu sudah bisa membawa pakaianmu ke rumah ini, karena kamu harus tinggal disini dan menjaga Sasuke selama 24 jam, besok pagi saya harus take off ke London menyusul suami saya, karena saya cemas harus meninggalkan Sasuke sendirian, makanya saya menyewamu untuk menjaganya" ujar Mikoto panjang lebar
'Emangnya anak segede ini nggak bisa menjaga dirinya sendiri apa?' batin Naruto.
"Karena Sasuke itu anak yang sedikit bandel, dia perlu seorang pengasuh untuk menjaganya, semua pekerja disini tidak ada yang berani kepadanya" jelas Mikoto selanjutnya seolah Ia bisa membaca pikiran Naruto
Naruto memandang Mikoto takjub, Nyonya ini bisa membaca pikirannya.
"Oh ya, kamu kan seorang mahasiswa, jadi kamu bisa membantunya untuk belajar buat ujian akhir sekaligus persiapan masuk universitas, saya ingin Sasuke bisa lulus di Fakultas Ekonomi nantinya"
"Aku tidak butuh bantuannya, dan terserah aku mau memilih jurusan apa untuk kuliah nanti" bentak Sasuke
"Hey kamu ini anak yang tidak sopan banget ya, dia ini orangtuamu kan? Kamu harus menjaga nada bicaramu saat berbicara dengan orangtua mu"
"Wah, Naruto ternyata kamu ini anak yang baik sekali" Mikoto merasa bahagia saat ada seseorang yang membelanya
"Dasar penjilat!" kata Sasuke seraya pergi meninggalkan mereka berdua
"Apa kamu bilang, lihat saja nanti, pelajaran pertama yang harus kamu pelajari adalah ETIKA, hey kamu dengar tidak?" walaupun Naruto berteriak memanggil, tetapi Sasuke tidak memperdulikannya, tetap saja dia pergi
"Maaf ya, Sasuke memang begitu anaknya, sangat tidak sopan"
Naruto hanya memandang iba kepada Mikoto, jika saja ia yang seperti itu terhadap Kushina mungkin saja mulutnya sudah disumpal cabe setengah kilo oleh sang Ibu, walaupun Kushina terlihat baik dan tenang, sifatnya akan sangat berbeda jika mendengar anaknya berkata kurang ajar padanya.
"Ah iya, saya belum memperkenalkan diri saya, nama saya Uchiha Mikoto"
Naruto menyambut uluran tangan Mikoto.
"Mohon bantuannya yah Naruto chan"
"Tenang saja nyonya, saya akan merubah anak itu, sepulangnya anda dari London, Sasuke akan berubah 180 derajat, saya janji!"
"Baiklah, sekarang saya tenang meninggalkan anak itu"
'Ok, kita lihat saja nanti, aku akan merubah si Anak Ayam ini menjadi anak yang baik dan penurut, aku janji!' tekad Naruto dalam hati .
######
Sebuah taxi berhenti di depan rumah nomor 9.
"Nee-san, ini ya rumah tempat Nee-san bekerja itu, wah gede banget rumahnya, kapan ya kita bisa punya rumah kayak gini"
"Yah, kalau Nee-san mu ini nanti udah jadi the second Bill Gates, baru bisa kita punya rumah kayak gini"
"Itu sih impossible" ujar Shion sambil mengerucutkan bibirnya
"Udah deh cepat turun, bawa tuh kopernya!"
"Dasar tahunya nyuruhin aku aja" gerutu Shion
Shion mengikuti Nee-san nya masuk kedalam rumah itu, sejenak ia berhenti untuk melihat penjaga rumah itu, namanya Danzo Shimura, Shion sedikit membungkukkan badannya sesaat sebelum akhirnya menyusul Nee-san nya yang sudah masuk kedalam rumah.
Salah seorang pelayan menghampiri mereka berdua.
"Oh, ternyata Naruto-san sudah sampai ya, mari saya antarkan ke kamar anda di lantai dua " pelayan itu kemudian mengambil tas yang dipegang Shion
"Ah, terima kasih" jawab Shion
Tak lama kemudian, mereka pun sampai didepan sebuah kamar.
"Nah ini kamar anda Naruto-san, silahkan masuk" pelayan wanita yang bernama Ayame itu kemudian membuka pintu kamar
"Kamar yang bagus" gumam Shion seraya memperhatikan sekeliling kamar yang akan menjadi kamar Naruto 1 bulan kedepan
"Ada lagi yang bisa saya bantu?" pelayan itu coba menawarkan bantuan lainnya pada Naruto
"Tidak ada, terima kasih ya" jawab Naruto seraya membungkukkan sedikit badannya, Ayame pun membalasnya
"Kalau begitu saya permisi, jika ada yang Naruto-san inginkan, panggil saja saya"
"Ha'i"
Pelayan itu pun meninggalkan Naruto dan Shion berdua dikamar. Shion melirik jam tangannya.
"Nee-san, sudah sore ternyata, aku langsung pulang ya, kasian Kaa-san nggak ada yang bantu"
"Ah iya, Shion jaga Kaa-san yah"
"Tenang saja, nggak dipesanin juga aku pasti bakal jaga Kaa-san. Oh iya, kenapa Nee-san nggak bilang kalau mau jadi pengasuh anak?"
"Habis, pekerjaan ini yang gajinya besar" jawab Naruto sambil tersenyum lebar
Shion tidak habis pikir dengan jawaban jujur Naruto, sejak kapan Nee-san nya ini menjadi sangat mata duitan.
######
Naruto menatap pintu berwarna eboni didepannya, ia kemudian menatap nampan yang ada ditangannya, Ayame-san bilang sejak siang tadi Sasuke tidak keluar dari kamarnya dan dia juga melewatkan makan siang dan makan malamnya. Astaga, apa Anak Ayam itu tidak lapar? ini bahkan sudah jam 9 malam.
Ia menghela nafasnya kasar
'Tenang Naruto, tenang' Ia mencoba untuk menenangkan dirinya, perlahan ia menyunggingkan bibirnya dan membentuk sebuah senyuman. Naruto mengetuk pintu kamar Sasuke.
"Ano, Uchiha-san, ini aku Naruto, bisakah kau membuka kan pintu kamarmu, aku mengantar makan malammu" teriaknya dari luar kamar
Tidak ada respon, Ia pun mengerutkan dahinya.
"Uchiha-san, kau bisa mendengarkan ku kan? Apa kau ada didalam?" Naruto terus mengetuk pintu kamar Sasuke
"Pergilah, aku tidak butuh makan malam"
Naruto bisa mendengar jelas kata-kata penolakan dari Sasuke.
"Tapi, Uchiha-san kau bahkan belum makan dari siang tadi kata Ayame-san, ayolah buka pintu kamarmu dulu, masakan Ayame-san sangat enak bahkan aku tadi sampai tambah 2 kali"
Sasuke mengerutkan dahinya, ia menutup komik yang sedari tadi dibaca nya, dan astaga, apa-apaan perkataannya itu, seolah dia adalah anak TK yang sedang dibujuk makan oleh ibunya, dan sekedar informasi dia sudah 10 tahun lebih merasakan masakan Ayame dan itu artinya sudah pasti dia tahu betul cita rasa masakannya, dan itu bukan sesuatu yang istimewa lagi bagi Sasuke.
Ia pun kembali membuka komiknya, melanjutkan bacaanya yang sempat terhenti.
"Ayolah Uchiha-san, kalau kau sakit aku juga yang akan susah, nanti Kaa-san mu akan marah padaku, dan kalau dia marah padaku itu artinya aku akan dipecat, dan kalau dipecat aku tidak akan mendapatkan gajiku, dan kalau aku tidak mendapatkan gajiku itu artinya.." Naruto menghentikan kalimatnya, Ia tersenyum kecut, kemudian dengan semangat nya yang kembali muncul Ia terus mengetuk pintu kamar Sasuke
Masih belum ada respon, Naruto meletakkan nampan yang sedari tadi dipegangnya ke lantai disamping nya, dan tanpa basa-basi lagi ia langsung mengerahkan seluruh tenaganya untuk menggedor pintu kamar Sasuke dengan kedua tangannya.
"Uchiha-san, buka pintunya" teriaknya dan kali ini dengan nada yang lebih tinggi
Cukup, batin Sasuke. Bagaimana dia bisa membaca komiknya dengan tenang jika suara gedoran pintu yang dibuat Naruto benar-benar membuat telinganya sakit. Tadi perempuan ini masih memanggilnya dengan suara yang lembut, dan mengetuk pintu kamarnya pelan, namun sekarang, dengarlah suara pintu itu dan Sasuke yakin jika pintunya bukan terbuat dari kayu yang berkualitas maka sudah dipastikan pintu itu sudah rusak sejak tadi. Dasar Rubah Betina pikirnya, awalnya bersikap baik dan lembut tapi pada akhirnya sifat aslimu keluar juga kan.
Dengan langkah gontai Sasuke menuju pintu kamarnya, dan membukanya secara kasar.
"Apa kau tidak bisa .." Sasuke menghentikan kalimatnya saat melihat Naruto terjatuh dengan tidak elitnya tepat dibawah kakinya dengan posisi seperti merangkak
"Uchiha-san, jangan tiba-tiba membuka pintu mu seperti ini dong" perlahan Naruto bangkit dari posisinya dan sedikit meringis saat merasakan lututnya yang sakit karna jatuh tadi
Sumpah, sebenarnya Sasuke ingin tertawa terbahak-bahak saat melihat ekspresi wajah Naruto saat terjatuh tadi, tapi diurungkannya niatnya itu mengingat bahwa dia adalah seorang Uchiha.
Naruto mengambil nampan berisi makanan yang tadi diletakkannya dibawah, kemudian ia menyodorkan nampan itu kehadapan Sasuke.
"Uchiha-san, makan lah, nanti kau bisa sakit"
Sasuke hanya menatap nampan yang disodorkan Naruto kepadanya tanpa ada niat untuk mengambilnya.
"Oh ayolah, aku janji tidak akan mengganggu mu lagi malam ini jika kau memakan makan malam mu, tadi sore Kaa-san mu menelpon ku dan meminta agar aku memastikan kau makan dengan teratur" Naruto semakin mengangkat nampan yang dibawa nya ke wajah Sasuke, sambil mengeluarkan jurus andalannya Puppy Eyes no Jutsu yang membuat wajahnya jadi terlihat sangat imut.
Sasuke menghela nafasnya kasar, ia kemudian mengambil nampan yang berisi makan malam itu dari tangan Naruto dan kembali masuk ke kamarnya.
Braakk
Naruto diam terpaku saat Sasuke dengan kasarnya menutup pintu kamarnya tepat dihadapannya. Ia menghela nafasnya kasar, 'Sepertinya jalan menuju keakraban masih sangat panjang' batinnya kemudian.
######
"Naruto-san, sudah berikan saja itu pada saya, biar saya saja yang melanjutkan menyiram tanamannya, itukan memang sudah tugas saya" Danzo meminta Naruto untuk menyerahkan selang air yang digunakan untuk menyiram tanaman.
"Sudahlah biar aku saja, lagi pula aku lagi nggak ada kerjaan Danzo-san, paling tidak biarkan aku membantumu"
"Apa Naruto-san hari ini tidak kuliah?" Danzo akhirnya membiarkan Naruto melanjutkan pekerjaannya
"Hari ini nggak ada jadwal kuliah" jelas Naruto seraya kembali menyiram tanaman
"Naruto-san, jenis adenium itu jangan terlalu banyak dikasih air ya" ujarnya seraya menunjuk beberapa tanaman adenium yang tertata dengan indah
"Um" Naruto mengangguk tanda mengerti
Sementara itu diluar gerbang, seorang anak lelaki yang memakai seragam SMU tengah sibuk berkutat dengan telepon genggamya. Beberapa menit berlalu, ia pun akhirnya memasukkan smartphone-nya kesaku celananya. Dengan perlahan ia membuka pintu gerbang.
"Eh ada yang datang ya?" gumam Danzo pelan namum masih dapat didengar oleh Naruto.
"Tadaima!" seru Sasuke
"Eh, Okae …"
Byurrr,
Tanpa sadar Naruto mengarahkan selang air yang dipegangnya ke arah Sasuke, semuanya langsung terkejut, termasuk Ayame yang baru saja datang, semua menampakkan ekspresi wajah yang sama. Suasana menjadi hening seketika.
Sasuke sampai tidak bisa mengatupkan mulutnya, ia terbengong. Seorang Uchiha terbengong. Mungkin dia berpikir 'Apa salahku?'
"Baru kali ini aku disambut sambil diguyur air" Sasuke menyeka air diwajahnya sesaat setelah kesadarannya kembali
"Ah, ano, maaf Uchiha-san, aku benar-benar nggak sengaja, aduh jadi basah semua, bagaimana ini" jawab Naruto terbata-bata, ia bahkan tidak sanggup menatap langsung mata Sasuke yang pasti sedang melotot marah padanya
'Dasar Rubah Betina ini' batin Sasuke
"Ng, Uchiha-san sebaiknya langsung ganti baju saja ya, nanti bisa masuk angin, ayo cepat" Naruto langsung menyeret Sasuke ke kamar
"Hei, jangan tarik-tarik aku senaknya"
Naruto menarik paksa Sasuke menuju kamarnya, Sasuke hanya bisa pasrah saat dibawa coret diseret oleh Naruto, Astaga tenaga Rubah Betina ini benar-benar mengerikan pikirnya, semoga pergelangan tangannya tidak memerah.
"Ini handuknya, lebih baik kamu cepat keringkan badanmu dulu" Naruto memberikan sebuah handuk kepada Sasuke saat mereka telah berada di kamar Sasuke
Sasuke menerima handuk yang diberikan oleh Naruto, langsung saja ia mengeringkan rambutnya yang basah dan terlihat lepek akibat ulah Naruto.
"Terus, kamu kenapa malah ikut-ikutan masuk ke kamar ku hah" lanjutnya dengan nada yang tinggi, dan jangan lupa dengan tatapan tak bersahabatnya kepada Naruto
"Astaga, Uchiha-san kau tidak perlu berbicara sekeras itu aku juga bakal dengar" jawab Naruto seraya menutup telinganya
"Berhentilah memanggilku Uchiha-san, kau seperti memanggil ayah ku saja"
"Lalu aku harus memanggilmu apa? Sasu-chan? itu terdengar manis" Naruto menyeringai jahil
"Kalau kau memanggilku dengan sebutan itu, kupastikan kau akan menyesal setelah menyebutnya"
Naruto menelan ludahnya kasar, seringai nya perlahan luntur. Sasuke bukan hanya mengancamnya dengan kata-katanya tapi juga dengan tatapannya yang mengintimidasi. Mulai sekarang ingatkan dia selalu agar tidak mencari gara-gara dengan Anak Ayam didepannya ini.
"Ano, Sasuke-kun, aku akan memanggilmu seperti itu saja yah, dan astaga jangan menatapku dengan tatapan horor mu itu, itu sangat menakutkan. Dan satu lagi kau juga jangan memanggilku dengan sebutan 'Kau' bagaimana pun aku kan lebih tua darimu, mungkin kau bisa memanggilku Nee-san"
Sasuke menghela nafas, menyusahkan pikirnya, seperti kata yang selalu keluar dari bibir temannya yang bernama Shikamaru.
"Uzumaki-san, Naruto-san, ah tapi sepertinya aku lebih suka memanggilmu Nanny-san" ujarnya sambil sedikit tersenyum, eh bukan itu bukan senyuman tapi seringai jahil lebih tepatnya
"Itu terdengar lebih baik" Naruto menerima panggilan yang diberikan Sasuke padanya, mau bagaimanapun kenyataannya memang dia adalah pengasuh Sasuke
Lalu untuk sesaat keduanya terdiam, suasana menjadi hening. Naruto menatap lekat-lekat anak laki-laki yang ada dihadapannya yang masih betah dengan kegiatan mengeringkan kepalanya dengan sebuah handuk, beberapa tetes air masih menetes dari ujung-ujung rambutnya.
He's pretty hot, eh~
'Astaga, apa yang kau pikirkan Naruto, jangan terjebak oleh tampangnya yang terlihat mempesona itu, dan ingat sifatnya itu berbanding terbalik dengan wajahnya, dan astaga kenapa bisa-bisanya kamu terpesona sama bocah SMA ini, senior di Kampusmu masih banyak yang lebih mempesona' inner Naruto, ia berusaha menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran nistanya itu
Sasuke menatap Naruto yang setengah menunduk sambil menggelengkan kepalanya kecil. 'Kenapa dia?' pikirnya, tapi rasa penasarannya itu langsung ditepisnya, Ia lebih memilih mulai membuka kancing kemeja sekolahnya yang basah.
"Hahh" Sasuke menghela nafasnya kasar
"Terus," Sasuke menggantung kalimatnya
"Ng" Naruto yang tersadar dari lamunannya, refleks menatap manik oniks didepannya
"Ano, Nanny-san kenapa kau masih terus disini, apa kau juga mau membantuku untuk mengganti bajuku?" Sasuke menyeringai kepada Naruto, hampir seluruh kancing kemeja nya sudah berhasil dibukanya
"Eh gomen, saya akan segera keluar" tanpa basa basi lagi Naruto langsung keluar dari kamar Sasuke dengan wajah yang merona merah bak kepiting rebus
Braakk
Dengan kasar Naruto menutup pintu kamar Sasuke.
"Dasar, aku hampir lupa umurnya kan cuma 1 tahun dibawah ku" gumam Naruto dengan wajah merona
Sementara didalam kamar Sasuke mulai melepaskan kemejanya yang basah dan membuangnya sembarangan ke lantai kamarnya, Ia langsung menuju kamar mandi yang berada didalam kamarnya dengan sambil tersenyum kecil.
'Sepertinya ini cukup menarik' batinnya
######
#TBC
Read and Review
Yey, akhirnya update juga …
Termakasih buat semuanya yang udah review, jadiin favorite, dan follow fic ini. Waktu pertama buat fi ini doa nya sih semoga dapat 20 review (Astaga, doa apaan ini?) dan ternyata terkabul juga.
Buat vira-hime, TheB1gBoy, choikim1310, Arum Junnie, pha chan, Habibah794, namikazeyuma, naginagi, , yuka, blue safire, makasih buat review nya yah, ini udah dilanjut, semoga suka dengan chapter keduanya.
kuraublackpearl Hahahaha pastinya Naruto bakal stress karna harus ngasuh anak ayam menyebalkan seperti Sasuke
Mizuumi Yoite iya sih agak banyak yang OOC dsini, karna pengen juga kan lihat Mikoto yang sifatnya kayak Kushina
Aoi Latte, nggak kebayang emang yah kalau harus ngasuh anak umur 17 tahun yah
aiko4848, disini mami Miko sifatnya agak-agak ketukar sama mami Kushi soalnya ibu mana juga yang nggak OOC kalau anaknya juga OOC kayak gini
fyodult, ntar kita buat Sasori nya nyesel yah
mysuga, Nuyy822 walaupun Sasuke agak OOC dsini, tapi author berusaha agar ke OOC Sasuke tidak terlalu merusak image Uchiha nya, Hahahaha
Aoi423, saya juga mau jadi istrinya Sasuke, eh~
MizuMiu-chan, Wah, makasih atas masukan nya walaupun pada kenyataannya kalau buat Laporan baik sekolah atau apapun nggak terikut tata penulisan yg gaje kayak gini. Di chap kedua dan selanjutnya ini author janji akan lebih bagus lagi dalam tata cara penulisannya, BTW aku suka banget loh sama fic Hands, Walk, and Desire nya
CacuNaluPolepel, dari semua yang nge-review fic ini sumpah aku paling ngakak sama username ini Hahahahahahha astaga, yes I am CacuNaluPolepel juga kok
Maaf yah tidak bisa balas review nya satu-persatu, sekali lagi Arigatou ya Minna-san.
Hatake Aria
