CHAPTER 4

Naruto menatap pemuda raven didepannya tanpa semangat, sesekali terdengar Ia menghela nafasnya pelan. Saat ini mereka sedang berada di ruang keluarga, duduk bersebrangan dibatasi sebuah meja persegi. Naruto menopang dagunya dengan kedua tangannya, sesekali terlihat Ia mengerucutkan bibirnya tanda dia sedang bosan, sedangkan pemuda yang sedang ditatapnya ini terlihat tidak peduli sama sekali, Ia tetap fokus dengan buku Kimia didepannya.

"Ne, Sasuke, apa ada soal yang tidak kau mengerti? Mungkin aku bisa membantu" ujar Naruto memecah keheningan di minggu pagi ini.

Yah, ini sudah hari ke-6 Naruto berada disini, dan di minggu pagi yang cerah ini, Ia lebih memilih menghabiskan waktunya menemani Sasuke yang sedang mengerjakan tugas sekolahnya

"Tidak" jawab Sasuke tanpa mengalihkan pandangannya dari bukunya

"Serius, dari 50 soal itu kau mengerti semua?" Naruto tak percaya dengan jawaban singkat Sasuke

"Ya"

Naruto kembali mem-pout kan bibirnya, kalau pemuda yang didepannya ini begitu pintar jadi apa guna nya Ia diminta oleh Mikoto untuk membantunya belajar? Toh dia bisa sendiri.

"Haahhh" Naruto menghela nafasnya kasar

"Kalau kau bisa mengerjakan semuanya sendiri, lalu apa gunanya aku disini?"

Sasuke melirik sekilas kearah Naruto, Ia bisa melihat dengan jelas raut wajah bosan Naruto.

"Kalau begitu buat kan aku jus tomat dan onigiri!" perintahnya kemudian

Naruto membalasnya dengan raut wajah ingin protesnya.

"Tapi,"

"Bukannya kau tadi bilang biar ada gunanya kau disini? Setidaknya siapkan cemilan untuk menemani ku belajar" ujar Sasuke menghentikan kalimat protes Naruto

"Baiklah, baiklah" Naruto langsung bangkit dari duduknya dan menuju dapur

Selepas kepergian Naruto, Sasuke kembali fokus ke bukunya, mengerjakan beberapa soal lagi yang tersisa. 15 menit berlalu, Sasuke bisa mendengar derap langkah seseorang menuju kearahnya. Dilihatnya Naruto berjalan kearahnya dengan sebuah nampan yang berisi segelas jus tomat dan sepiring onigiri. Naruto meletakkan nampan yang tadi dibawanya di atas meja.

"Ini cemilannya" ujarnya seraya menyodorkan nampan yang tadi dibawanya kehadapan Sasuke

"Hn" yang hanya dibalas Sasuke dengan 2 huruf keramatnya itu

Naruto memutar kedua bola matanya bosan, tak bisakah makhluk didepannya ini mengucapkan terimakasih. Sedikit mustahil batinnya kemudian. Sasuke melirik kearah Naruto yang sepertinya hendak berdiri dari duduknya.

"Mau kemana?" ada rasa tak suka dari diri Sasuke saat Ia melihat Naruto yang sepertinya hendak pergi meninggalkannya.

"Aku mau pergi keluar sebentar, lagi pula kau kan bisa mengerjakan sendiri semua soal itu, kau tidak memerlukan bantuan dari ku kan untuk mengajari mu?" jawab Naruto kemudian

"Kau mau pergi berkencan?" masih dengan nada datarnya, sumpah Sasuke rasanya ingin mengutuk dirinya sendiri yang melontarkan pertanyaan ini jika sampai Naruto menjawab Ya

"Tidak, tidak" Naruto mengayunkan tangannya didepan wajahnya

"Aku hanya ingin membeli beberapa perlengkapan harianku yang sudah habis" lanjutnya

"Kalau begitu aku ikut" ujar Sasuke seraya menutup dan merapikan buku pelajarannya

"Eh~, etto"

"Kenapa? Aku tidak boleh ikut?" ujarnya seraya melipat kedua tangannya didada

Naruto menghembuskan nafasnya pelan.

"Baiklah, asal kau jangan meminta dibelikan barang yang mahal-mahal" ujarnya kemudian layaknya seorang Ibu yang memperingatkan anaknya sebelum diajak belanja ke Mall

Sasuke sweatdrop mendengar jawaban Naruto, astaga dia itu seorang anak pemilik Uchiha Corp.

"Nanny-san anda tidak perlu khawatir, aku punya uang sendiri" lanjutnya kemudian

"Mana tahu kau akan memerasku kembali seperti di Restaurant Sushi kemarin" jawab Naruto kemudian seraya mengerucutkan bibirnya.

Sasuke tidak menanggapi perkataan Naruto, Ia langsung pergi meninggalkan Naruto menuju ke kamarnya untuk sekedar mengganti pakaiannya.

Satu jam berlalu, dan akhirnya disinilah mereka, didepan sebuah toko didalam Konoha Mall. Sasuke menatap smartphone nya, sesekali Ia mengecek media sosialnya hanya untuk membalas beberapa chat dari Neji sahabatnya. Ia lebih memilih menyandarkan punggungnya di pinggiran besi pembatas yang berhadapan dengan toko yang menjual berbagai macam produk skincare, make-up, bath and body care dari negri ginseng tersebut.

Beberapa wanita yang keluar dari toko tersebut atau yang kebetulan melawatinya melirik sekilas kearahnya sembari tersenyum centil, well Uchiha selalu saja menjadi pusat perhatian. Tak lama setelah itu seorang gadis berambut pirang menghampiri pemuda berambut raven yang sedang memainkan smartphone-nya itu, dan bisa tebak sendiri kan bagaimana reaksi para wanita tadi, kecewa.

"Tak bisakah kau sedikit lebih cepat belanjanya? Kaki ku sampai pegal berdiri menunggu mu disini" ujar Sasuke seraya memasukkan smartphone nya kedalam saku celana jeans nya.

"Dari awal kan aku juga tidak meminta mu untuk menemani ku belanja, dan apa kau tidak tahu betapa sulitnya tadi aku memutuskan apakah membeli body wash yang beraroma sakura atau strawberry" Naruto mulai melebih-lebihkan

"Ck, menyusahkan" Sasuke hanya memutar kedua bola matanya bosan

"Sekarang mau kemana lagi?" lanjutnya kemudian

Naruto hanya menggelengkan kepalanya pelan

"Aku sudah selesai, aku hanya membeli ini saja" lanjutnya seraya mengangkat goodie bag yang dipegangnya kehadapan Sasuke

"Kau ingin membeli apa? Kali ini aku akan menemani mu belanja"

"Aku sudah tidak mood lagi untuk berkeliling, kaki ku sudah pegal karna menunggu mu belanja" ujarnya sambil memalingkan pandangannya dari Naruto, dan jangan lupa masih dengan kedua tangannya yang berada di dadanya. Tak tahukah kau Naruto, itu kan hanya alasan Sasuke agar dia bisa pergi bersama mu.

Naruto hanya memanyunkan bibirnya menanggapi pernyataan Sasuke, Ia mengikuti arah pandang Sasuke, dan seketika itu pula kedua safirnya melebar saat tanpa sengaja safirnya menemukan seorang pria berambut merah yang sedang berjalan dengan seorang wanita disampingnya. Refleks Naruto langsung berlari untuk menghampiri pria berambut merah berwajah baby face yang berada 1 lantai dibawah dari tempatnya saat ini, Ia berlari secepat yang Ia bisa, tak ayal beberapa orang ditabraknya saat Ia menuruni escalator dengan terburu-buru. Sasuke hanya menatap heran saat Naruto tiba-tiba berlari meninggalkannya, mau tak mau Ia pun mengikuti Naruto yang berlari seperti mengejar pencuri itu.

"Hosh, hosh, dimana pria brengsek itu" gumam Naruto dengan nafasnya yang terputus-putus

Ia tidak putus asa, Ia kemudian berlari kesembarang arah karena telah kehilangan jejak sang Akasuna, sampai sebuah tarikan ditangan kirinya membuatnya berhenti berlari.

"Kau ini kenapa? Kenapa berlari seperti mengejar pencuri saja" ujar Sasuke sesat setelah menarik pergelangan tangan kiri Naruto dan memposisikan Naruto agar menghadap dirinya

Naruto hanya menatap iris oniks di depannya dengan tatapan sendu, sudah susah payah Ia mengejar pria berambut merah tersebut tetapi pada akhirnya Ia tetap kehilangan jejak sang mantan pacar.

"Hiks, hiks, huaaa …." akhirnya pecah sudah tangis yang sedari tadi ditahannya.

Sasuke hanya bisa memasang ekspresi terkejut karna tangisan tiba-tiba sang Nanny, refleks Ia menarik kepala sang gadis dan membenamkannya di dadanya agar bisa meredam suara tangisan sang gadis. Sontak adegan yang bagaikan drama korea itu menarik perhatian beberapa pengunjung yang berpapasan dengan mereka.

"Behentilah menangis, kau membuat kita jadi tontonan orang-orang" ujarnya seraya mengelus helai pirang Naruto

"Mungkin kau bisa menceritakannya kepadaku" lanjutnya kemudian

Naruto kemudian menghentikan tangisannya dan perlahan menjauhkan wajahnya dari dada bidang Sasuke, Ia pun kemudian membiarkan tangannya di seret paksa oleh Sasuke meninggalkan tempat itu. Dan akhirnya disinilah mereka, di sebuah coffee shop yang masih berada di dalam Konoha Mall tersebut.

"Jadi, kau bisa menjelaskan apa yang terjadi tadi?" tanya Sasuke sesaat setelah menyesap Americano yang tadi dipesannya

Sluurpp, Naruto menghentikan kegiatan meminum Caramel Frappucinno nya, Ia menatap oniks didepannya yang sedang menatap intens kepadanya. Naruto menghela nafasnya pelan.

"Aku tadi mengejar mantan pacarku" jawabnya seraya mengalihkan pandangannya dari oniks kelam Sasuke

"Buat apa kau mengejar mantan pacar mu? Kau ingin balikan dengannya?" ada nada tak suka yang terdengar dari perkataan Sasuke barusan

"Mou, bukan begitu"

"Terus," Sasuke menuntut penjelasan lebih lengkap dari Naruto

"Argh, cerita nya panjang" Naruto mengacak sebal rambut pirangnya

"Aku punya waktu"

Akhirnya karena desakan Sasuke, Naruto menceritakan segalanya padanya, mulai dari Sasori yang meminjam uang dan menjadikan dirinya sebagai penjamin sampai akhirnya ia bekerja menjadi pengasuh Sasuke.

"Kau ini bodoh atau apa? Aku nggak menyangka di dunia ini ada gadis seperti mu" ujar Sasuke setelah mendengar cerita yang bagaikan drama picisan dari bibir Naruto

"Hei, apa kau tidak bisa bersimpati sedikit dengan ceritaku, seharusnya kau itu menghiburku, bukan malah mengataiku bodoh"

"Maaf yah kalau aku bukan penghibur yang baik, tapi setidaknya aku bisa meminjamkan kembali dadaku kalau kau ingin menangis kembali" ujar Sasuke dengan seriangai jahilnya

Perkataan Sasuke barusan sontak membuat wajah Naruto merona tipis, masih terekam jelas di memorinya saat Sasuke menarik kepalanya dan membenamkannya di dada bidangnya saat dia menangis tadi, dan bahkan Ia bisa merasakan kembali sentuhan tangan Sasuke yang mengusap perlahan rambutnya tadi. Tapi bukan Naruto namanya kalau tidak bisa menyembunyikan rasa malunya, Ia pun segera memutar otaknya untuk membalas perkataan Sasuke barusan.

"Traktir aku, setidaknya itu bisa menghilangkan rasa sedihku" ujar Naruto seraya membuka menu yang ada di meja yang dapat menutupi seluruh wajahnya

Sasuke hanya memutar kedua bola matanya bosan, Ia tahu gadis didepannya ini tengah malu karna ucapannya barusan.

Naruto memanggil pelayan dan memesan beberapa buah cake, tak lama setelah itu cake yang dipesannya datang, dan tanpa menunggu lama Naruto pun mulai menghabiskan 3 buah cake yang dipesannya tadi. Sasuke menyesap kembali Americano-nya yang mulai dingin dan kembali menatap Naruto yang tanpa jaim menghabiskan seluruh cake yang tadi dipesannya. Nafsu makan gadis yang sedang putus cinta memang benar-benar mengerikan.

######

"Sasuke kau melihat handphone ku? Tadi aku meletakkan nya di sofa" ujar Naruto yang tiba-tiba datang menghampiri Sasuke yang sedang duduk di sofa sembari menonton TV

"Tidak" jawab nya singkat

"Arghh, dimana handphone ku?" gerutu Naruto frustasi

Sasuke kemudian mengambil smartphone nya dan mencari sebuah kontak, kemudian Ia men-dial kontak tersebut. Tak berapa lama terdengar ringtone milik Naruto, Ia memfokuskan pendengarannya untuk mencari asal suara, dan akhirnya Ia menemukan smartphone milik Naruto yang berada dibawah bantalan Sofa. Sebelum mengembalikan smartphone tersebut pada pemiliknya ia menatap layar yang menampilkan caller id tersebut.

Twitch, muncul perempatan siku imajiner di kepala Sasuke.

"Kau menamai kontak ku dengan sebutan Anak Ayam?" ujar nya sambil memberikan death glare terbaiknya pada Naruto

"Ah~, hahaha, itu kan cuma bercanda Sasuke" Naruto hanya bisa tertawa garing sambil merebut smartphone nya dari tangan Sasuke.

Ia kemudian menatap layar smartphone nya, tertera pesan one missed call disana, kemudian Ia pun me-redial nomor tersebut. Seketika itu juga smartphone Sasuke berbunyi, Naruto melirik sekilas layar smartphone milik Sasuke.

"Cih, dan kau membuat kontak ku dengan sebutan Rubah Betina?" lanjutnya tidak percaya, sesaat setelah Ia ikut duduk di sofa disamping Sasuke

"Baiklah, setidaknya kita impas" ujar Sasuke seraya merebut smartphone milik Naruto

"Hei, apa yang mau kau lakukan?"

"Tentu saja mengubah nama ku pada kontak mu"

Naruto pun tidak mau kalah, Ia pun kemudian merebut smartphone milik Sasuke dan melakukan hal yang sama. Dan tindakan bodoh mereka akhirnya terhenti saat telepon rumah yang tak jauh dari keduanya berdering.

Kring Kring,

Naruto segera beranjak dari sofa kemudian mengangkat telepon yang berbunyi yang letaknya tak jauh dari sofa yang Ia duduki tadi.

"Moshi-moshi, dengan kediaman Uchiha"

"Ara~, Naruto-chan, bagaimana keadaanmu?" sapa seorang wanita dari sebrang sana

Naruto mengernyitkan dahinya, mencoba mengingat suara wanita yang terdengar familiar ditelinganya.

"Ah, Mikoto Baa-san, aku dalam keadaan yang sangat baik disini, bagaimana kabar anda dan suami anda disana?" akhirnya Naruto bisa mengingat suara wanita yang sedang bertelponan dengannya saat ini

"Ah, aku dan suamiku baik-baik saja disini, bagaimana keadaan Sasuke selama aku tidak ada?"

"Ng, Sasuke-kun dia juga baik-baik saja" Naruto melirik sekilas kearah Sasuke yang sedang duduk di sofa

Sasuke yang mendengar namanya disebut refleks menoleh kearah Naruto, tak bertahan lama, Ia pun kembali mengarahkan pandangannya ke layar datar 60 inchi di depannya yang sedang menyiarkan acara berita.

"Apa anak itu menyusahkanmu?"

"Ah, sedikit, tapi setidaknya sekarang dia sudah mulai bisa diatur"

"Apa dia makan teratur? Terkadang aku sangat khawatir kepadanya karena dulu Ayame sering memberitahu ku kalau Sasuke sering melewatkan makannya"

"Sekarang tidak lagi, dia sudah tidak pernah lagi melewatkan jam makannya"

Naruto bisa mendengar Mikoto menghela nafas lega disebrang sana, Ia kemudian melirik kearah Sasuke yang masih fokus dengan acara berita yang disiarkan di Televisi, selama seminggu ini memang kenyataannya Sasuke sudah cukup banyak berubah, setidaknya dia tidak semenyebalkan saat pertama kali mereka bertemu dulu.

"Ano, Mikoto Baa-san, boleh aku minta sesuatu padamu?" Naruto sedikit ragu dengan permintaannya ini, tapi ini demi Sasuke juga pikirnya, terkadang Ia kasihan saat melihat Sasuke harus berlari hanya untuk mengejar sebuah bus dipagi hari

"Apa itu? Mungkin aku bisa membantu" ujar Mikoto disebrang sana

"Etto, itu, untuk Sasuke-kun," Naruto menggantung kalimatnya

"Bisakah anda memberikan kembali SIM nya?" lanjutnya kemudian

Mendengar nama nya dan SIM disebut, sontak membuat Sasuke bangkit dari sofa dan berlari menuju Naruto. Tidak, Sasuke bukan mau merebut telpon itu dari Naruto, Ia hanya menempelkan telinganya kegagang telpon yang sedang dipegang Naruto, berharap bisa mendengar langsung jawaban sang Ibu. Jarak Sasuke yang begitu dekat dengannya membuat Naruto sedikit risih, refleks Ia menjauhkan dirinya dari Sasuke, bukannya menjauh, Sasuke malah semakin menempelkan badannya dengan Naruto.

"Apa yang kau lakukan?" Naruto menggerakkan bibirnya nyaris tanpa suara berharap Sasuke mengerti gerakan bibirnya

"Aku hanya ingin tahu dimana Kaa-san menyembunyikan SIM ku, sudah cepat kau tanya pada Kaa-san dimana disimpannya" Sasuke pun membalasnya dengan gerakan bibir nya

"Ano, Mikoto Baa-san?" lanjutnya kemudian

"Ah, itu, apa Sasuke yang menyuruhmu untuk meminta SIM nya padaku?"

"Ah, tidak, Sasuke-kun tidak menyuruhku, itu hanya inisiatif ku saja, aku hanya kasihan melihat Sasuke yang sering hampir terlambat ke Sekolah karna ketinggalan bus dipagi hari"

Hening sejenak, sepertinya disebrang sana Mikoto lagi memikirkan apakah Ia harus mengembalikan SIM milik Sasuke, mengingat 1 bulan lebih Ia telah menyita SIM putra bungsu nya tersebut.

"Baiklah, sepertinya hukuman 1 bulan disita SIM nya sudah cukup, tapi Naruto-chan aku ingin meminta agar kau memastikan dia tidak membuat ulah lagi, seperti ikut balapan liar"

Naruto melirik sekilas ke arah Sasuke, Sasuke yang bisa mendengar jelas perkataan sang Ibu mengangguk singkat untuk meyakinkan Naruto.

"Ha'i, saya akan menjaminnya"

"Baiklah, saya tenang mendengarnya, kalau begitu Naruto-chan kau bisa mengambil SIM nya yang aku sembunyikan didalam Freezer. Dan tolong jaga Sasuke buat ku yah"

"Wakata!" balas Naruto.

Naruto kemudian mengembalikan gagang telpon itu ketempat asalnya, Ia hanya bisa menghela nafasnya pelan saat melihat Sasuke yang sudah pergi duluan meninggalkannya. Ia sudah tahu kemana tujuan sang pemuda raven tersebut, yah kemana lagi kalau bukan ke dapur.

Dan disinilah mereka, di dapur sedang menatap sebuah bongkahan es berbentuk persegi, dapat dilihat didalam bongkahan tersebut sebuah kartu plastic yang diyakini adalah SIM milik Sasuke. Naruto menatap takjub bongkahan es tersebut, bagaimana mungkin Mikoto bisa kepikiran untuk menyembunyikan nya dalam bongkahan es.

"Cih, pantas saja aku cari-cari di kamar Kaa-san tidak ada, ternyata disembunyikannya disini" Sasuke mendecih pelan saat melihat SIM nya tersimpan rapi didalam bongkahas es yang ada didepannya

"Baiklah, sepertinya kita harus memecahkannya" lanjutnya kemudian seraya mengangkat bongkahan es tersebut dan hendak melemparnya kelantai

"Jangan, bagaimana kalau SIM nya malah ikut patah, kau tahu kan itu sudah lama beku" cegah Naruto, oh~ Ia pasti akan sangat menyesal jika saja Ia tahu apa akibat dari tindakannya ini

"Lalu bagaimana? Apa kau punya ide lain?" Sasuke kemudian meletakkan kembali bongkahan es tersebut

"Tunggu sebentar" Naruto kemudian berlari kecil meninggalkan Sasuke

Tak berapa lama kemudian Naruto pun kembali dengan sebuah hair dryer ditangannya, Ia menunjukkan hair dryer tersebut dihadapan Sasuke dengan senyum 3 jarinya

"Gadis pintar! Kalau begitu cepat lakukan, buat es ini mencair secepatnya" perintah Sasuke seraya pergi meninggalkan Naruto yang sepertinya hendak protes

"Hei, mau kemana kau? Seharusnya kau yang melakukannya, ini kan SIM mu" teriaknya tanda protes

"Sebagai tanda terima kasih besok aku akan mengantarmu ke kampus" ujar Sasuke seraya melambaikan tangannya tanpa menoleh kearah Naruto

Naruto yang semula hendak protes lagi hanya bisa mendecih pelan saat tubuh Sasuke sudah menghilang dari pandangannya, Ia hanya bisa memanyunkan bibirnya dan mulai mengarahkan hair dryer yang sudah menyala itu ke bongkahan es didepannya.

######

Sasuke menatap setir kemudi dihadapannya dengan wajah sumringah, akhirnya Ia bisa kembali mengendarai mobil favoritnya ini, ya, sebuah mobil keluaran Audi, Audi R8 GT Spyder. Sesekali Ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 4 sore.

"Cih, kemana anak itu? Bukannya dia bilang kuliah nya selesai pukul 4 kurang" gumamnya pelan, ingat Uchiha tidak suka menunggu

Ya, saat ini Sasuke sedang berada di parkiran yang bertuliskan Faculty of Science Universitas Todai, Ia sedang menunggu Naruto untuk pulang bersama. Tak berapa lama gadis yang sedang ditunggunya pun datang.

"Hahh, gomen Sasuke-kun, tadi aku dipanggil dosen sebentar" ujar Naruto memelas seraya menyatukan kedua tangannya seperti posisi berdoa

"Masuklah"

Naruto pun segera masuk kedalam mobil Sasuke, dan langsung memasang seat belt.

"Kau tahu, aku bahkan sudah menunggu mu 7 menit" lanjut Sasuke sesaat setelah melihat Naruto selesai memasang seat belt nya

Naruto hanya memutar kedua bola matanya bosan, ternyata Uchiha bisa se lebay ini pikirnya.

"Yah, aku kan tidak ada meminta mu untuk menjemputku, dan juga tadi kan aku sudah bilang aku dipanggil oleh dosen ku sebentar, lagi pula kemarin kan kau hanya bilang ingin mengantarku ke kampus sebagai ucapan terima kasih"

"Seperti yang aku bilang tadi pagi, sebagai bonusnya aku akan menjemputmu juga hari ini"

"Cih" Naruto hanya mendecih pelan mendengar jawaban Sasuke, bagaimana pun dia tidak akan pernah menang kalau harus adu argumen dengan pemuda raven ini.

Sasuke perlahan melajukan mobilnya meninggalkan Universitas Todai. Selama perjalanan hanya terdengar celotehan Naruto yang bercerita tentang kesehariannya dikampus, bagaimana lucunya Sakura ketika bertengkar dengan Karin karena memperebutkan senior mereka, Gaara senpai. Juga cerita tentang Kiba yang dihukum karna tidak menyelesaikan jurnal fisika nya. Dan Sasuke, dia hanya membalasnya dengan dua huruf keramatnya itu 'Hn'. Sungguh dia juga tidak tahu harus menjawab apa, mana Ia tahu siapa itu Sakura, Karin, Gaara, apalagi si Kiba itu.

Bersyukurlah pada mulut cerewet Naruto, sehingga perjalanan selama 40 menit ini jadi tidak terasa. Danzo membukakan pintu gerbang agar mobil Sasuke bisa masuk. Ia memarkirkan mobilnya kedalam garasi, kemudian berjalan keluar dari garasi menyusul Naruto. Mereka pun masuk kedalam rumah secara bersamaan, sampai akhirnya langkah keduanya terhenti tatkala melihat seorang pemuda berambut panjang dengan wajah yang hampir mirip dengan Sasuke sedang duduk sambil menyilangkan kakinya di sofa ruang tamu.

"Okaeri otouto!"

"Aniki?"

######

"Aniki?"

Naruto refleks menoleh kearah Sasuke, kemudian pandangannya kembali kearah pria yang barusan disebut Aniki oleh Sasuke barusan. Well, mereka memang sedikit mirip, oniks yang hitam gelap (checked), kulit putih pucat (checked), rambut berwarna gelap (checked), tampan dan mempesona (checked). Ah lupakan yang terakhir, tapi ada satu perbedaan, pria yang sedang duduk di sofa ini suka tersenyum jelas yang ini sangat berbeda dengan Sasuke, lihat saja bahkan pria ini masih betah mempetahankan senyumannya kearah mereka berdua.

"Yo Sasuke, lama tak berjumpa, apa-apa an dengan ekspresimu itu?"

"Cih, dari dulu ekspresi ku selalu seperti ini"

"Ara~, kau tidak merindukan ku otouto? Kau tahu aku bahkan sangat-sangat merindukanmu" lanjut Itachi seraya beranjak dari sofa menuju kerah Sasuke.

Ia merentangkan kedua tangannya bermaksud memeluk Sasuke. Sasuke yang sadar akan gelagat sang kakak refleks mengarahkan tangannya kewajah Itachi, sehingga menggagalkan niat Itachi yang semula ingin memeluknya.

"Cih, kau tetap membosankan seperti biasa" gumam Itachi

Itachi kemudian mengarahkan pandangannya pada Naruto yang berada disamping Sasuke.

"Ah, Naruto-chan, senang bertemu denganmu" ucapnya kemudian seraya memeluk Naruto

Sontak badan Naruto kaku saat dirinya tiba-tiba dipeluk oleh Itachi, roh nya seakan ditarik paksa dari raganya, jangan bilang Naruto lebay, bagaimana mungkin dia bisa bersikap biasa saja saat seorang pemuda tampan yang tak dikenalnya tiba-tiba memeluknya.

"Lepaskan dia Baka Aniki!" ujar Sasuke seraya menarik kerah kemeja Itachi dan menjauhkan si sulung dari Naruto

"Ah, aku kan hanya ingin berkenalan saja dengannya, selama ini aku hanya mendengar cerita singkatnya dari Kaa-san"

Naruto yang telah kembali tersadar, langsung menatap duo Uchiha didepannya.

"Ah, namaku Uzumaki Naruto, salam kenal" ujar nya kemudian seraya berojigi singkat kearah Itachi

"Uchiha Itachi, kakaknya Sasuke, mohon bantuannya" balasnya kemudian

Dan akhirnya disinilah mereka bertiga, diruangan keluarga kediaman Uchiha. Itachi menyesap ocha yang baru saja disuguhkan oleh Ayame.

"Apa adikku merepotkanmu? Kudengar dari Kaa-san, kalau kau dipekerjakan untuk menjaga Sasuke" ujarnya seraya melirik Sasuke yang sedang menyesap ocha nya

"Ah, etto, awalnya cukup merepotkan, tapi semakin lama Ia sudah bisa diajak bekerja sama"

Itachi tersenyum sekilas saat mendengar jawaban Naruto, tidak menyangka adiknya yang terkenal sangat dingin terhadap makhluk yang bernama wanita bisa takluk dengan gadis blonde didepannya ini. Ia masih ingat betul beberapa tahun lalu, Sasuke memecat beberapa maid yang masih muda karna Ia jengah melihat para maid itu yang sering meliriknya dengan tatapan memuja.

"Ano, selama ini Uchiha-san tinggal dimana?"

"Aku kuliah di London, dan baru saja menyelesaikan S2 ku disana" jawabnya seraya menyesap kembali ocha nya

"Manchester University lebih tepatnya, dan Naruto-chan bisakah kau memanggilku dengan sebutan Itachi saja, itu lebih enak terdengar" lanjutnya kemudian

"Manchester University? Itachi-san lulusan Manchester University?" ada nada ketertarikan terdengar dari suara Naruto

"Ah, iya, apa ada kenalanmu yang kuliah disana?"

Naruto menggeleng pelan

"Bukan, hanya saja itu universitas impianku, aku ingin melanjutkan S2 ku nanti disana" jawabnya

"Dan juga London merupakan negara impianku, banyak hal yang ingin aku lakukan disana" lanjutnya dengan mata berbinarnya.

Sasuke hanya mendengus pelan menanggapi cicitan Naruto, tapi beda halnya dengan Itachi, dia sedikit tertarik dengan ucapan si gadis blonde ini.

"Apa saja yang mau kau lakukan disana? Biasa nya wanita lebih senang dengan kota seperti Paris"

"Tidak-tidak, aku lebih tertarik dengan London ketimbang Paris, di London nanti aku ingin mengunjungi Museum Sherlock Holmes, duduk santai menikmati sore hari di Hyde Park, menikmati afternoon tea di salah satu tea shop terkenal disana, terus .." kata-kata Naruto terputus

Sasuke dan Itachi menatap intens sang gadis blonde dan menunggu lanjutan kalimat yang akan diucapkannya.

"Terus?" tanya Sasuke tidak sabar

"Terus, aku ingin seseorang menyatakan cinta nya padaku dengan latar belakang Menara Big Ben, seperti yang dilakukan Shinichi Kudo kepada Ran Mouri" Naruto menjawab dengan wajahnya yang sedikit tersipu, mungkin Ia sendiri juga malu dengan perkataan nya barusan

Sasuke refleks membulatkan oniksnya, Ia masih tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Dia baru tahu ternyata gadis blonde didepannya ini seorang otaku, ah~ Aoyama Gosho kau telah sukses membuat gadis ini menghayal yang tidak-tidak.

Lain pula dengan Itachi, pernyataan frontal Naruto sukses membuatnya tertawa terbahak-bahak, Ia sampai memegang perutnya yang sedikit keram karna tawanya. Well, berikan big applause kepada Naruto karna telah berhasil membuat seorang Uchiha tertawa terbahak-bahak. Itachi menyeka sedikit air mata yang keluar karna tawa nya.

"Well, tidak kah dia menarik otouto?"

######

#TBC

Read and Review

Akhirnya update juga, terimakasih buat yang sudah berkenan membaca dan memberikan review pada fic ini.

Oh iya Author ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri buat yang merayakannya, dan Author juga mohon maaf lahir dan batin yah, mungkin sepanjang chap di fic ini banyak typo, dan cerita yang absurd :D

Buat para Reviewer:

Jasmine DaisynoYuki, makasih udah suka fic ini, semoga makin suka dengan chap selanjutnya ini yah

Avanrio11, Hahahaha, okeh2 sepertinya Sasuke sudah mulai ada rasa tuh sama Naru, yosh, target 1 minggu ternyata tercapai :)

Nakamoto Yuu Na, Namikaze Hoshi, shin.sakura.11, ini udah dilanjut, selamat membaca

choikim1310, sebanyak apa pun taktik Naru tetap aja dia bakal kalah sama Sasu :(

cukenal, well sebenarnya ini fic lama karangan aku mungkin 5 atau 6 tahun yang lalu, makanya mungkin ada terselip nama karakter awalnya. untuk Chap 1 itu pure dari karangan ku itu (makanya tulisannya gaje banget, hahahaha) di chap 2 aku ambil beberapa scene dari karangan lama aku, dan chap 3 keatas itu bener2 pure tulisan baru, aku bener2 ngerombak ulang cerita yang udah kubuat, karna saat aku baca ulang cerita itu aku jadi nangis sendiri (kenapa dulu aku bisa buat cerita gaje kayak gini :D :D)

Aoi Latte, terimakasih telah menghidupkan hastag #prayfornaru nya :D

AkarisaRuru, makasih udah ngasih semangat buat Author untuk ngelanjutkan fic ini, di fic ini Sakura bukan fansgirl nya Sasuke, kali ini dia jadi fansgirl nya Gaara :)

Aoi423, jangan benci Sasuke, sungguh ini cuma demi kepentingan di fic ini :D

Uzumaki Prince Dobe-Nii, hahahaha demi Naru, Sasuke rela deh jadi penurut

Mizuumi Yoite, di chap ini Ita-nii udah muncul tuh, tapi utk Dei/Ino chan nya, well kita lihat saja nanti #smirk

fyodult, Habibah794, bukan Naruto namanya kalau nggak berani membalas Sasuke, sesekali Naru juga membalas perbuatan Sasuke kok kalau tingkahnya sudah kelewatan

An an, enggak-enggak, kamu gak bodoh kok. mungkin saat itu Author lagi butuh aqua, maklum posting nya pas puasa. makasih yah buat koreksinya, udah diganti tuh.

Hiro mineha, kita tunggu aja yah mereka jadiannya ;) semoga suka dengan chap ini

doh.choco, hahahahaha soalnya pengen sekali-sekali buat image anak badung sama Sasuke

itakun, makasih buat review nya, nih di chap ini udah aku munculin Ita-nii, cinta segitiga? well, kita lihat aja yah (#smirk) keep reading aja deh sejauh ini sih genre nya masih romance, belum ada niat kok buat ubah jadi hurt/comfort ;)

Arum Junnie, makasih yah atas doanya, kita lihat aja nanti yah

pha chan, hahahaha, semoga makin suka dengan chap selanjutnya ini yah :)