Disclaimer : Masashi Kishimoto
Story by : Hatake Aria
.
CHAPTER 8
.
.
Deidara menatap lurus ke arah pemuda bersurai raven yang kini tengah duduk bersimpuh dihadapannya. Sepasang iris biru miliknya menatap penuh intimidasi kepada Sasuke.
Sasuke berusaha bernafas senormal mungkin, mencoba mengabaikan tatapan Deidara yang penuh intimidasi kepadanya, Hey, bagaimanapun dia itu seorang Uchiha, dan Uchiha tidak boleh terlihat lemah dihadapan orang lain.
'Poker face .. poker face ..' hanya kata itu yang sedari tadi dirapalkan oleh pemuda bersurai raven tersebut dalam hatinya
"Dei .. nii .., le..paskan, aku .. ti.. dak.. bisa.. berna.. fas" ujar Naruto sedikit kesusahan akibat pelukan posesif Deidara pada dirinya
Deidara kemudian mengalihkan pandangannya menatap gadis bersurai pirang yang saat ini sedang dipeluknya. Yah, sesaat setelah Ia menemukan Naruto yang tengah berada dalam posisi tidak mengenakkan dengan seorang pemuda diatasnya, tanpa pikir panjang lagi Ia langsung menarik sang adik sepupu, memeluknya dari belakang dalam posisi duduknya layaknya sang adik sepupu adalah boneka teddy bear. Ia kemudian mengeratkan pelukkan pada leher Naruto dan menopangkan dagu nya di surai pirang sang adik, selanjutnya .. yah tentu menatap penuh intimidasi ke arah pria yang telah berani-beraninya hendak berbuat asusila pada adik sepupu kesayangannya ini, yap .. ini menurut dirinya.
Kembali ke gadis bersurai pirang kita yang hampir kehabisan nafas, Deidara yang tersadar langsung mengendurkan pelukannya pada sang gadis. Ia sedikit mengangkat dagunya dari surai pirang sang adik sepupu.
"Ah, gomen ne Naru-chan" ujarnya seraya mengelus surai pirang Naruto tanpa melepaskan pelukannya dari sang gadis
"Sasuke, jangan duduk seperti itu lagi, nanti kaki mu bisa kram lagi" ujar Naruto seraya menunjuk posisi duduk Sasuke
Cih,
Deidara mendecih pelan, Ia tidak terima adik sepupu kesayangannya ini tampak sedikit mencemaskan pemuda bersurai raven tersebut.
"Hey, kenapa kamu malah mencemaskan orang itu, apa kamu tidak sadar, pemuda itu hampir melakukan hal mesum terhadapmu Naru-chan" ujar Deidara tidak terima
"Hey, siapa yang kau bilang mesum barusan?" Sasuke protes atas ucapan Deidara
"Tentu saja kau, bocah sialan!" ujar Deidara seraya menunjuk Sasuke dengan jari telunjuknya
"Yah, Dei-nii, aku kan sudah bilang, kau itu salah paham"
Naruto melepaskan dirinya dari pelukan posesif sang kakak sepupu, tampak sedikit ketidak relaan dari pancaran mata sang kakak sepupu.
"Itu tidak seperti yang Dei-nii pikirkan, kan aku sudah jelaskan di awal, tadi itu kaki Sasuke kram, jadi saat dia mencoba berdiri, dia malah terjatuh, dan kebetulan aku berada didepannya" Naruto mencoba menjelaskan kejadian yang memang sebenarnya terjadi pada sang kakak sepupu
Deidara mencoba mencari secercah kebohongan di kedua sapphire Naruto, tapi nihil, adik sepupunya ini memang tidak pernah berbohong kepadanya.
"Kau membela nya?" Deidara sedikit memicingkan matanya menatap Naruto
"Tidak.., tapi memang seperti itu kenyataannya" Naruto sedikit memalingkan wajahnya dari tatapan Deidara
Deidara menatap tidak suka kearah Sasuke, sedangkan Sasuke, bukannya merasa takut, Ia malah membalas tatapan Deidara dengan sebuah seringai tipis dibibirnya seolah berkata 'Ku bilang juga apa' lewat tatapannya.
"Sekarang bisa kau jelaskan padaku Naru siapa orang ini?" tanya Deidara seraya kembali mencoba memeluk sang adik sepupu
Refleks Naruto sedikit menjauh dari sang kakak sepupu, tidak, Ia tidak mau dipeluk lagi seperti tadi, bisa-bisa Ia kehabisan nafas lagi.
"Berhentilah memeluk ku seenak nya Dei-nii, aku bukan anak kecil lagi" ujarnya seraya mem-pout-kan bibirnya
"Eeh, kenapa? Jangan bilang kau malu karena didepan bocah ini, tunggu .. Naru jangan bilang dia pacarmu, bukannya pacarmu berambut merah? Atau dia sudah mengecat rambutnya sekarang, tapi wajahnya sedikit berbeda"
Naruto langsung menutup mulut Deidara dengan kedua tangannya, Uh .. kakak sepupunya ini terlalu banyak bicara.
"Dia bukan pacarku Dei-nii, dan berhentilah mengatakan hal-hal yang tidak penting" ujar Naruto setengah berbisik pada sang kakak sepupu
"Ehm," Sasuke berdehem pelan, mencoba menarik atensi kedua makhluk pirang didepannya
"Lebih baik aku sendiri yang memperkenalkan diriku"
Deidara menatap lurus ke sepasang oniks milik Sasuke, tampak tidak cukup asing dimatanya. Ia yakin, Ia mengenal seseorang yang juga memiliki iris yang hampir sama dengan milik pemuda bersurai raven yang ada dihadapannya ini.
"Namaku .."
"Tunggu, kau seperti mirip seseorang yang ku kenal" ujar Deidara memotong perkataan Sasuke
Sasuke sedikit mengernyitkan dahinya mendengar jawaban Deidara.
"Apa kau mengenal seseorang bermarga Uchiha juga?"
Iris biru Deidara langsung membulat sempurna saat mendengar pertanyaan Sasuke barusan, yah itu dia, kenapa Ia bisa lupa marga dari seseorang yang sangat dibencinya, dan lagi barusan bocah bersurai pirang didepannya ini mengatakan juga, itu artinya pemuda ini bermarga Uchiha juga.
"Jangan bilang kalau kau bermarga Uchiha?"
Sasuke kembali mengeryitkan dahinya karena ucapan Deidara, pria didepannya ini mulai bereaksi aneh saat menyinggung kata Uchiha.
"Yah, aku Uchiha, namaku Uchiha Sasuke"
"Oh no .., no more Uchiha" jeritnya sedikit frustasi, bahkan Deidara sedikit meremas surai pirang kebanggaannya itu
"Dei-nii?" Naruto mengernyitkan dahinya, Ia sedikit mencemaskan sang kakak sepupu
Deidara menatap kedua sapphire yang sedang memandang dengan cemas ke arahnya. Refleks dirinya langsung bangkit dan menarik lengan sang pemilik sapphire keluar dari ruangan tersebut.
"Naruto, ikut aku!"
"Eh, Dei-nii, tunggu .."
Akhirnya Naruto hanya bisa pasrah saat Deidara menarik paksa lengannya keluar dari ruang minum teh meninggalkan Sasuke yang menatap penuh tanda tanya kearah mereka berdua.
.
######
.
"Dei-nii, lepaskan, sebenarnya ada apa sih? Tidak sopan kan meninggalkan Sasuke seperti itu"
Bukannya menuruti permintaan Naruto, Deidara malah semakin mengeratkan genggamannya pada gadis bersurai pirang tersebut.
"Naru, aku mohon jawab dengan jujur"
Naruto berhenti meronta dalam genggaman posesif Deidara, kini sapphire-nya menatap tajam iris yang hampir sebiru miliknya yang sedang menatap tajam padanya.
"Dei-nii?" lirihnya pelan, hampir seperti bisikan, Ia sedikit khawatir dengan raut wajah Deidara saat ini
"Katakan padaku Naru kalau kau tidak berpacaran dengannya?"
Refleks wajah Naruto memerah akibat ucapan yang baru saja terlontar dari bibir sang kakak sepupu.
"Eh, tentu saja tidak, aku tidak berpacaran dengannya Dei-nii"
"Terus, kenapa wajahmu memerah? Kau suka padanya?"
Skak mat,
Kali ini Naruto bingung mau menjawab apa, jujur dirinya sendiri masih ragu apakah Ia menyukai tuan mudanya yang satu itu, namun sejak kejadian Sasuke yang mencium dirinya ketika Ia merawat Sasuke yang sedang sakit, perlahan ada sebuah perasaan lain yang tumbuh di dalam hatinya, tak bisa dipungkirinya kalau jantungnya berdetak diluar normal jika pemuda itu berada terlalu dekat dengannya, tapi kalau dibilang Ia menyukai pemuda itu .., entahlah dirinya juga masih belum bisa memastikan jawabannya.
"Kenapa kau diam saja Naruto!" Deidara sedikit gemas melihat tingkah sang adik sepupu yang ada dihadapannya ini
"Etto, Dei-nii jangan salah paham, aku tidak menyukai Sasuke kok"
Deidara menatap lurus kedua sapphire Naruto yang melirik kekanan atas, Ia tahu gadis bersurai pirang di depannya ini tengah mencoba berbohong padanya.
"Kau mencoba membohongiku Naru?"
Naruto sedikit mengerjapkan matanya, Oh shit!, rutuknya dalam hati, Ia tahu akan sangat susah membohongi kakak sepupunya yang satu ini.
"Lalu kenapa jika aku menyukai nya? Itu juga bukan urusan Dei-nii kan?" ujarnya sepelan mungkin, Ia tidak ingin suaranya didengar oleh Sasuke yang masih berada didalam ruangan
"Apa? Aku tidak salah dengar Naruto?"
Deidara mendekatkan telinganya ke bibir Naruto yang refleks langsung didorong oleh Naruto.
"Berhentilah bersikap terlalu berlebihan Dei-nii, aku itu bukan anak kecil lagi"
"Arrghh .." Deidara mengacak surai pirang nya frustasi
"Kau dan Ino sama saja"
"Eh, kenapa tiba-tiba membawa nama Ino-nee segala?"
Deidara kembali menatap Naruto, bahkan tatapan Naruto sama persis dengan tatapan Ino padanya ketika Ia memarahi Ino untuk menjauhi pria dengan marga yang sama dengan bocah bersurai raven tersebut.
"Pokoknya jauhi bocah Uchiha itu" ujar nya seraya menujuk wajah Naruto
Naruto refleks memundurkan wajahnya, perlahan jemarinya menangkap jari Deidara yang dengan seenaknya menunjuk wajahnya, langsung saja Ia memelintir jari sang kakak sepupu, sehingga membuat sang empunya menjerit kesakitan.
"Argghh, Naruto apa yang kau lakukan? Kau mau mematahkan jariku?" ujarnya seraya meniup jari telunjuknya
"Berhentilah mencampuri kehidupanku, dasar pria pengidap sister complex" ujar Naruto seraya menginjak kaki Deidara
Naruto langsung pergi meninggal Deidara yang tengah mengutuknya karna menginjak kakinya, dirinya kemudian menggeser pintu ruangan tempat Sasuke berada secara kasar, tanpa disadarinya ternyata Sasuke telah berdiri tepat didepan pintu.
"Astaga Sasuke, kau membuat ku terkejut saja" ujar Naruto seraya memegang dadanya
Sasuke hanya memutar kedua bola matanya bosan.
"Ck, kau terlalu lama berbicara dengan sepupu pengidap sister complex mu itu, kau tahu ini sudah sore"
Sasuke kemudian menarik pergelangan tangan Naruto.
"Ayo kita pulang!"
Naruto mengerjapkan kedua sapphire nya, tunggu apa dia tidak salah dengar. Pulang katanya? Bahkan Naruto sedikit tersentak saat Sasuke menarik paksa dirinya untuk berjalan mengikuti lelaki bersurai raven tersebut.
"Yah Sasuke, ini rumahku"
Sasuke menghentikan langkahnya, oniksnya menatap tajam kedua sapphire yang ada disampingnya.
"Tidak untuk seminggu kedepan"
Sasuke kembali menarik Naruto untuk berjalan mengikuti langkahnya.
"Yah, tapi setidaknya biarkan aku mengganti baju ku dulu"
.
######
.
Naruto berjalan tepat dibelakang Sasuke, saat ini keduanya tengah berjalan dari halte bus menuju ke kediaman Sasuke. Warna jingga di langit telah berubah menjadi gelap, namun sepertinya satu pun dari kedua insan berbeda jenis kelamin ini tidak ada niat untuk mempercepat langkah mereka.
Tiba-tiba Sasuke menghentikan langkahnya sehingga membuat Naruto yang berjalan tepat dibelakangnya menabrak punggung tegap miliknya.
"Aww" Naruto refleks memegang hidungnya yang sedikit sakit saat menabrak punggung Sasuke
Sasuke kemudian membalik badannya, menghadap kearah Naruto. Oniks kelamnya menatap lurus gadis bersurai pirang yang berdiri tepat dihadapannya. Perlahan ia memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.
"Apa yang kau bicarakan dengan sepupu pengidap sister complex mu itu?"
Naruto langsung menghentikan kegiatan mengelus hidungnya.
"Maksudmu Dei-nii?"
Sasuke memutar kedua bola matanya bosan.
"Memangnya siapa lagi?"
"Jangan memanggilnya seperti itu, dia sudah aku anggap seperti kakak kandungku sendiri" Naruto sedikit memanyunkan bibirnya, walau kenyataannya memang Deidara pengidap sister complex, tetap saja Ia tidak suka jika kata-kata itu keluar dari bibir orang lain
"Yaahh, yaahh … terserah"
"Tapi kau belum menjawab pertanyaanku Naruto, apa yang kalian bicarakan tadi?"
Naruto memalingkan wajahnya dari tatapan Sasuke yang seolah sedang mengintrogasi dirinya, mana mungkin Ia mengatakan hal yang sebenarnya, membayangkannya saja sudah membuat mukanya sedikit merona, tapi syukurlah karna cahaya lampu jalan yang sedikit minim membantu menutupi rona merah pada wajahnya.
"Etto .., tidak ada yang spesial kok, hanya percakapan kakak-adik yang sudah lama tidak bertemu"
Perlahan jemari Sasuke menyentuh dagu Naruto, memaksa wajah sang gadis untuk menatap kearahnya.
"Pandang wajahku saat berbicara denganku Naruto"
Kedua sapphire Naruto membulat sempurna tatkala sapphire nya bersibobrok dengan oniks kelam milik Sasuke. Jarak wajah mereka yang terlalu dekat kembali membuat wajah Naruto memerah.
"Dei-nii hanya bertanya padaku, apakah kita .., maksudnya kau dan aku .." Naruto tidak sanggup melanjutkan kata-katanya, sungguh dirinya sangat malu jika harus mengatakannya pada Sasuke
"Kau dan aku .. apa?"
"Itu .. maksudnya .."
"Jangan bertele-tele, cepat jawab" Sasuke mulai tidak sabar melihat tingkah gadis yang ada dihadapannya ini
"Bisakah kau melepaskan tanganmu dari wajahku, kau membuat ku susah untuk berbicara" ujar Naruto seraya mencoba melepaskan tangan Sasuke dari dagunya
Dengan sedikit tidak rela akhirnya Sasuke melepaskan tangannya.
"Aku sudah melepaskan tanganku, sekarang jawab"
Naruto mencoba kembali menghindari tatapan Sasuke, namun Ia langsung mengurungkan niatnya saat melihat tatapan Sasuke pada dirinya.
"Dei-nii hanya bertanya apakah kau dan aku berpacaran, itu saja, dan tentu saja aku menjawab tidak" Naruto segera menundukkan wajahnya setelah dirinya berhasil menjawab pertanyaan Sasuke
"Lalu?"
"Ng .., dia juga bertanya padaku, apakah aku menyukai mu, itu saja" bahkan kali ini Naruto menjawab pertanyaan Sasuke tanpa berani menatap wajahnya
"Dan jawabamu?"
Sasuke sedikit menyeringai melihat wajah malu-malu milik Naruto, bahkan gadis itu tidak mau menatap wajahnya.
"Ah ini sudah malam, kita harus cepat sampai kerumah"
Naruto mencoba pergi meninggalkan Sasuke, namun langkahnya langsung terhenti ketika tangan Sasuke menarik lengannya, memaksa dirinya kembali berhadapan dengan pria bersurai raven tersebut.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku"
Naruto mencoba menatap oniks kelam Sasuke.
"Yah.., aku jawab, kalau aku .. tidak .. menyukaimu" Naruto kembali memalingkan wajahnya namun seperti sebelumnya, Sasuke kembali meraih dagu nya, membuat wajahnya yang mau tak mau kembali menatap wajah sang bungsu Uchiha
"Kau tahu, kau itu tidak pintar berbohong Naruto" ujar Sasuke sambil menyeringai kecil menatap wajah Naruto yang kini telah memerah sempurna seperti tomat kesukaanya
"Aku .. memang tidak menyukai .."
Bahkan Naruto belum sempat menyelesaikan kalimatnya, bibirnya telah terlebih dahulu dibungkam oleh bibir Sasuke. Kedua sapphire Naruto membulat sempurna tatkala ciuman Sasuke berubah dari yang semula hanya menyentuh bibirnya menjadi lumatan-lumatan kecil, bahkan pria dihadapannya ini berani mengigit bibirnya untuk meminta akses menjelajahi rongga mulutnya, kalah dari segi tenaga membuat gadis bersurai pirang tersebut akhirnya membiarkan lidah Sasuke menginvasi dirinya, bahkan Naruto sedikit kewalahan saat mengimbangi permainan lidah Sasuke.
French Kiss for the second kiss? oh .. Naruto bahkan tidak pernah membayangkannya.
Sasuke sedikit tak rela menyudahi ciumannya tatkala kebutuhan akan oksigen mulai meningkat, Ia sedikit menjauhkan wajahnya dari wajah Naruto. Oniks nya dapat melihat dengan jelas wajah Naruto yang telah memerah sempurna, dengan bibirnya yang sedikit membengkak akibat ulahnya barusan. Perlahan jemarinya menyentuh dagu Naruto, membuat sang gadis menatap dirinya untuk kesekian kalinya. Sasuke kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Naruto membisikkan sesuatu yang kembali membuat Naruto melebarkan kedua sapphire nya.
"Tapi sayangnya, Aku menyukai dirimu"
.
######
.
TBC
.
Hallo minna, gomen ne karena utk chapter yang ini update nya ngaret banget. Dilihat dari terakhir update terakhir ternyata sudah sebulan lebih, maaf kan yah .. T.T
Gomennn … (bungkuk 90 derajat)
Sungguh, author beberapa minggu ini benar-benar lagi banyak kerjaan.
Dan terimakasih untuk para readers yang setia menunggu dan membaca fic ini, dan maaf sekali lagi yah author belum bisa membalas satu persatu review para readers sekalian, tapi tetep kok author sangat senang membaca review para readers sekalian, jadi ditunggu review selanjutnya yah :)
