Playboy

One Shoot

KaiLay

-RieYuri—

_Playboy_

Yixing mengusap wajahnya kasar saat ia membaca artikel pada media online hari ini. Ia memijit kepalanya yang terasa berkedut. Entah apa yang harus ia jelaskan kepada pihak manajemen tentang gossip yang menimpa Kai sekarang. Tentu saja sebagai manager, Yixing harus menyiapkan alasan yang tepat untuk melindungi artisnya yang super playboy itu. Masih belum selesai dengan kegiatannya mari berfikir sejenak, ponsel yang terletak tidak jauh dari jangkauannya berdering menandakan adanya sebuah pesan masuk. Dan benar saja, itu adalah pesan masuk dari manajemen yang memintanya untuk datang nanti malam.

"oh sial" umpatnya lalu segera menekan angka satu pada layar ponselnya.

"Kai jangan kemanapun atau aku akan membunuhmu!" ancam Yixing setelah ia mendapat jawaban dari line seberang sana

"kalau begitu cepat kemari sebelum wartawan dan paparazzi mengepung apartementku"

"araseo araseo. Tapi saat ini kau tidak sedang dengan perempuan itu kan?"

"tidak, bisa mati dia jika disini bersamaku"

"bagus, karena aku tidak akan sudi datang ke apartementmu jika model genit itu berada disana" jawab Yixing lalu mematikan sambungan teleponnya. Dengan cepat ia beranjak dari posisi ternyamannya diatas ranjang untuk segera meluncur ke apartement Kai sebelum halaman apartement itu dikepung oleh banyak wartawan dan paparazzi. Tanpa memperdulikan keadaan jalanan kota Seoul pagi ini Yixing melajukan mobilnya dengan kencang,

_Playboy_

Yixing kembali mengumpat tidak jelas saat ia melihat beberapa wartawan telah mengepung halaman apartement Kai. Beruntung tadi ia sempat menyambar hoodie yang tergantung tepat disamping tempat tidurnya. Jadi segera Yixing memakai hoodie tersebut dan tidak lupa ia memakai masker untuk menutupi wajahnya.

"heeeeiisss sebenarnya yang kena masalah disini siapa sih?" gerutu Yixing sebelum melangkah keluar dari mobil. Yixing melangkahkan kakinya memasuki lobi apartement itu dengan was-was. Dan ia menghembuskan nafas lega karena telah berhasil melewati kerumunan wartawan dan juga beberapa fans Kai yang terlihat selalu waspada dengan keadaan sekitar.

"Jongin!" teriak Yixing setelah memasuki apartement Kai. Yixing mendengus karena tidak mendapat jawaban apa-apa dari Kai. Ia melihat sekitar dan tidak ada Kai dimana-mana. Perlahan Yixing lalu memasuki kamar Kai yang pintunya memang terbuka.

"Jongin, apa kau didalam?" tanya Yixing saat ia mendengar suara gemericik air

dari dalam kamar mandi

"hhmmm" dan hanya gumaman yang didapat Yixing

"baiklah kutunggu diluar"

Yixing meninggalkan kamar Kai dan langsung menuju dapur. Ia membuka lemari es lalu mengeluarkan beberapa jenis sayuran. Perutnya sudah memberontak saat ini. Tadi ia belum sempat sarapan karena terlalu sibuk dengan gossip artisnya satu itu. Dan ia yakin pasti Kai juga belum sempat sarapan.

"noona" panggil Kai kepada Yixing yang tengah sibuk dengan kegiatan memasaknya

"wae?" jawab Yixing dengan nada ketus. Kai hanya terkekeh mendengar jawaban yang keluar dari bibir managernya yang memang kelewat jutek ini.

"cantik" Kai menggoda Yixing yang sepertinya masih tidak ingin menatapnya. Ternyata apa yang dilakukan Kai memang tepat, pasalnya saat ini Yixing tengah memandangnya dengan tatapan jengah. Malah tatapan Yixing mengisyaratkan tanda 'diam atau spatula ini mendarat dikepalamu' kearah Kai. Namun bukan Kai namanya jika ia menyerah begitu saja dengan gertakan dari managernya yang cantik ini. Kai terus menunjukkan senyuman mautnya kepada Yixing walaupun Yixing sama sekali tidak menggubrisnya. Mungkin Yixing akan berteriak kegirangan saat ini jika ia adalah penggemar berat Kai. Namun sebenarnya siapa yang tahu kalau saat ini Yixing sedang mati-matian menahan diri agar tidak luluh begitu saja dengan pesona Kai. Demi tuhan Yixing saat ini sedang mengumpat dalam hati melihat Kai duduk didepannya sambil menunjukkan senyuman maut seperti itu. Ditambah dengan Kai hanya mengenakan kaos putih polos dengan rambut basah yang acak-acakan. Damn it!

"sampai kapan kau terus tersenyum seperti orang bodoh hah? Ayo cepat makan!" omel Yixing kepada Kai

.

.

.

"sampai kapan kau akan terus seperti ini eoh?" tanya Yixing setelah keduanya menyelesaikan sarapan yang tertunda. Yixing menatap keluar dinding kaca apartement Kai yang memperlihatkan pemandangan sungai Han dan keramaian jalanan kota. Namun ternyata bukan keindahan itu yang Yixing perhatikan, tetapi keramaian dibawah sana. Semakin lama wartawan dan juga para fans Kai semakin ramai. Padahal ia baru saja mendapat informasi dari salah satu staff bahwa halaman kantor juga masih dikepung ratusan wartawan dan juga fans. Gila, sebenarnya sebanyak apa mereka bisa mengepung dua tempat secara bersamaan?

"bukan aku yang memulainya, tapi Krystal" jawab Kai dengan santai

"siapapun yang memulainya itu semua tidak penting Kim Jongin! Lagipula kenapa juga kau nekat tidak melakukan penyamaran saat itu hah?"

"siapa yang tahu jika masih ada paparazzi yang berkeliaran tengah malam seperti itu noona?"

"kau meremehkan paparazzi? seharusnya kau tidak ceroboh dan tetap mementingkan keselamatanmu!" Yixing mengusap wajahnya sebelum melanjutkan omelannya

"sudah berapa lama kau menjalin hubungan dengan model Jung itu?"

"aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan dia" jawab Kai membuat Yixing mengerang frustasi

"lalu?"

"ya aku hanya bersenang-senang dengan dia. Lagipula dia yang menggodaku!"

"mwo? Astaga Jong, kau membuatku gila. Aku tidak mau tahu, jelaskan sendiri nanti malam ke bos!" Yixing mengerang frustasi mendengar jawaban dari Kai. Kepalanya semakin berdenyut. Tanpa menunggu lagi Yixing segera merebahkan tubuhnya ke sofa dan menutup wajahnya dengan bantal. Sungguh ia butuh tidur sekarang.

"noona?"

"eeennngg?" gumam Yixing yang wajahnya masih tertutup bantal. Yixing mengerutkan keningnya dibawah sana saat tidak ada tanggapan apapun dari Kai. Lalu kini ia tersentak dan memindahkan bantalnya saat merasakan sofa tempatnya berbaring sedikit terguncang.

"yaaaaakk" bentak Yixing saat kini Kai tengah berada tepat diatasnya

"Jongin minggir!" gertak Yixing pada Kai. Namun Kai tidak bergeming sedikitpun. Ia terus berada diatas Yixing sambil tersenyum kepada Yixing.

Dugh

"aaaahhh" itu Kai yangberteriak karena adik kecilnya sukses terkena tendangan maut lutut Yixing

"bagaimana rasanya?" tanya Yixing setelah berhasil melesat keluar dari kungkungan Kai. Ia tersenyum miring karena Kai masih meringis kesakitan dan mengumpat tidak karuan.

_Playboy_

Yixing masih berkutat dengan ponselnya untuk melihat perkembangn berita tentang Kai hari ini. Dia meringis saat melihat foto Krystal dengan santainya tersenyum dan melambai kearah kamera disituasi seperti ini. Satu jam lagi ia akan berangkat ke management, namun keadaan baik di luar apartement Kai maupun diluar gedung management masih dipenuhi dengan paparazzi. Yixing mendesis memijat kepalanya yang berdenyut. Masalahnya ini sudah untuk keempat kalinya Kai mendapat masalah yang sama seperti ini dalam dua tahun. Perlu dicatat, empat kali itu dengan wanita yang berbeda. Yixing bisa mati mendadak terkena serangan hipertensi kalau seperti ini terus ceritanya.

"noona kau tidak bersiap?" tanya Kai yang telah mendudukkan dirinya disamping Yixing. Berbeda dengan keadaan Yixing yang terlihat bosan hidup, Kai masih sempat berpenampilan menawan malam ini. Dengan sweater turtle neck warna hitam dibalut dengan coat berwarna hitam juga. Rambut coklatnya dibiarkan berponi menutupi keningnya, serta kacamata bulat membingkai matanya.

"eeeeeiiissshhh" desis Yixing melihat penampilan Kai yang terlihat seperti akan melakukan kencan buta.

"aku pinjam kemejamu" ucap Yixing berjalan menuju kamar Kai. Tadi pagi ia benar-benar memakai baju ala kadarnya. Kaos polos hitam dengan celana jeans sobek di lutut, tentu saja masa bodoh dengan cuaca dingin yang menyerang. Dan kini tanpa melepas pakaian yang melekat pada tubuhnya, Yixing hanya menambahkan kemeja putih polos milik Kai. Yixing juga sengaja tidak mengancingkan kemeja itu. Lengannya yang kebesaran ia tekuk sebatas siku. Sedikit memoles bibirnya dengan lipstick warna pink muda dan mengikat surai coklatnya keatas.

"ayo berangkat" ajak Yixing kepada Kai yang kali ini tengah asyik dengan ponselnya

"aku mengajakmu berangkat bukan menyuruhmu tersenyum Jongin. Simpan senyummu itu untuk wartawan" bentak Yixing saat melihat Kai tersenyum kepadanya. Dalam hati Yixing bertanya apa yang salah dengan anak ini. Seharian ini suka sekali tersenyum.

"kau sexy"

"yaaaakk Kamjong!" teriak Yixing kali ini melempar Kai dengan ponselnya yang untung segera ditangkap oleh Kai

.

.

.

Yixing menyandarkan kepalanya pada sofa ruangan CEO managementnya. Ia memejamkan mata, malas membantu Kai yang diomeli habis-habisan oleh bosnya

"Xing, kau tidak mencoba membela artis didikanmu ini?" tanya Yifan sang bos dengan nada hampir menyerah

"itu ulahnya ge kenapa aku harus membelanya?" tanya Yixing masih memejamkan matanya

"lagipula kenapa sih gege harus memilihku untuk terus menjadi managernya? Dulu gege hanya berjanji satu bulan tapi ini sudah tiga tahun aku menjadi managernya" protes Yixing kepada Yifan yang juga berstatus sebagai kakak kandungnya

"karena kerjamu sangat bagus untuk mengurusnya Xing! Lagipula kau bilang juga masih belum siap untuk mendampingiku disini" jawaban Yifan hanya membuat Yixing mendengus malas. Memang Yixing masih sangat belum siap untuk membantu kakaknya mengurus perusahaan ini. Lagipula masih ada pamannya yang membimbing dan membantu Yifan, jadi dia ingin sedikit lebih bebas untuk sekarang.

Namun baik Yixing dan Yifan tidak ada yang tahu jika saat ini Kai menundukkan kepalanya menahan sesuatu yang bergemuruh dalam hatinya. Hingga suara ketukan pintu dari luar membuat Kai mendongakkan kepalanya. Ia berdecak malas saat melihat siapa yang datang. Krystal Jung. Si model cantik yang tengah tersandung masalah bersamanya.

"oppaaa.." panggil Krystal kepada Kai

"maaf bisa aku berbicara sebentar dengan Krystal hanya berdua?" ucap Kai tanpa memperdulikan rengekan dari Krystal

"memang sudah seharusnya seperti itu" jawab Yifan mempersilahkan keduanya untuk keluar dari ruangannya.

Kai melihat kearah Yixing yang masih memejamkan matanya sebelum keluar dari ruangan Yifan. ia lalu menyeret Krystal dan membuat model itu kembali merengek manja kepadanya.

Yixing membuka matanya dan menghembuskan nafas berat setelah kepergian Kai. Ia mengusap wajahnya kasar lalu menatap Yifan yang kini tengah berjalan kearahnya. Ia semakin mendengus kesal saat Yifan mengacak rambutnya.

"kau sudah besar dan sudah waktunya menentukan mana yang terbaik untuk dirimu Xing-er. Aku tidak memaksamu jika kau memang benar-benar belum siap menemaniku disini. Tapi tolong, jaga sikap dan bicaramu agar tidak menyakiti orang disekitarmu. Sedikit menjadi peka dengan keadaan disekitarmu" nasehat Yifan membuat Yixing menaikkan sebelah alisnya

"bicara apa sih ge?"

"Kai menyukaimu kuda jelek" jawab Yifan mencubit hidung Yixing.

Yixing menghempaskan tangan Yifan dengan kasar. Lalu ia menempelkan keningnya ke kening Yifan

"badanmu tidak panas, tapi kenapa bicaramu ngelantur sekali sih ge?"

"dasar bocah. Keluar sana, belikan aku kopi!" perintah Yifan menoyor kepala Yixing

"heeeeeiihhhsss dasar bobi.. botak biadab!" balas Yixing menoyor kepala Yifan lalu berlari meninggalkan Yifan yang menyumpahinya tidak jelas.

_Playboy_

Yixing mengemudikan mobilnya kencang ditengah jalanan kota Seoul yang sudah sepi. Tadi dia dan Kai harus menunggu sampai wartawan dan para fans Kai meninggalkan halaman management. Barulah mereka bisa meninggalkan kantor pada jam dua dini hari. Sepanjang perjalanan ia sama sekali tidak berbicara dengan Kai. Lagipula Kai juga sedang tidur sekarang. Ya walaupun hanya memejamkan mata, namun Yixing pura-pura menganggapnya tertidur. Yixing kini sengaja mengemudikan mobilnya menuju apartementnya. Ia yakin jika semua paparazzi sedang menunggu kepulangan Kai. Jadi menuju apartementnya adalah hal yang paling bagus untuk dilakukan sekarang. Mengingat tidak ada orang yang mengetahui alamat apartementnya kecuali Yifan dan Kai tentunya.

"Kai menyukaimu kuda jelek"

Jantung Yixing kini berdegup kencang saat tiba-tiba ia teringat apa yang Yifan bilang tadi. Ia tidak tahu harus berbuat apa jika Kai benar-benar menyukainya. Tapi yang jelas ia tidak mungkin juga menyukai playboy kelas buaya seperti Kai. Cukup dengan ia dipermainkan dengan mantan kekasihnya dan ia tidak ingin kembali mengulang kenangan pahit itu. Ia tidak ingin luluh oleh rayuan gombal buaya darat. Bilangnya Cuma the one and only, tidak tahunya ternyata Yixing yang menjadi selingkuhan bukan Yixing yang diselingkuhi. Dan betapa ia mengagumi permainan bersih mantannya yang bernama Luhan itu. Mereka menjalin hubungan selama dua tahun tanpa kekasih pertama Luhan memergoki mereka. Daebak! Tidak terasa kini mereka sudah tiba diapartement Yixing. Dan ia bersyukur karena memang tidak ada satupun seseorang yang mencurigakan berada dihalaman apartementnya.

"sudah sampai?" tanya Kai tiba-tiba seketika membuat Yixing terlonjak kaget

"hhmmm.. cepat pakai topimu dan keluar. Aku akan masuk terlebih dulu" perintah Yixing lalu melempar kunci mobilnya kepada Kai.

"dasar hati batu!" gumam Kai setelah Yixing keluar dari mobil. Ia terus menatap punggung Yixing yang semakin menjauh. Ia tersenyum miris saat punggung itu menghilang dari pandangannya. Kai memakai topinya lalu melangkah keluar dari mobil Yixing. Namun langkahnya kini tertuju pada arah lain. Ia tidak peduli jika ada seseorang mengenalinya. Ia butuh udara segar dan menyendiri sekarang.

.

.

.

Kai mendudukkan dirinya pada bangku taman yang letaknya tidak jauh dari apartement Yixing. Ia tidak merasa khawatir karena memang hari sudah sangat larut dan taman juga sangat sepi. Kai menyandarkan tubuhnya dan mendongakkan kepalanya menatap langit malam yang dihiasi banyak bintang. Ia tersenyum miris saat teringat percakapan Yixing dan Yifan tadi. Ia mengakui jika dirinya selama ini sering sekali bersikap seenaknya dan banyak membuat ulah. Namun ia merasakan sakit saat Yixing terang-terangan mengatakan ia lelah menjadi managernya. Kai tidak dapat berbuat apa-apa selain merasakan sakit pada hatinya. Jika Yixing adalah orang lain sudah bisa dipastikan ia dengan senang hati menyuruh orang itu pergi.

Kai menghembuskan nafasnya berat hingga keluar kepulan asap putih dari bibir dan hidungnya. Tiga tahun Yixing menjadi managernya dan tiga tahun itu pula Kai menyukainya. Dulu mungkin Kai malas untuk mengejar Yixing dan membiarkan perasaannya karena Yixing masih terikat status pacaran dengan pria lain. Hingga dua tahun lamanya dan ia melihat Yixing dikhianati oleh mantan kekasihnya. Namun siapa yang sangka jika Kai masih bertahan menjadi pengecut. Walaupun ia sering memberikan kode untuk Yixing. Bahkan tidak jarang ia menunjukkan perhatiannya kepada Yixing. Tapi mau bagaimana lagi jika Yixing adalah tipe perempuan yang sangat tidak peka. Yixing tipe perempuan yang kelewat cuek, jutek dan galak. Yixing tipe perempuan yang tidak mau ambil pusing dengan apa yang terjadi disekitarnya.

Kai terkekeh mengingat betapa bodohnya wanita yang dia cintai itu. Yixing perempuan yang memiliki sifat dan hati dari batu. Tapi Kai cinta mati. Yixing si putri bungsu pemilik perusahaan hiburan yang membesarkan namanya, tetapi Yixing lebih memilih untuk menjadi manager daripada menjadi wakil direktur perusahaan itu. Yixing perempuan cantik yang memiliki bentuk tubuh ideal tetapi ia lebih memilih untuk berdandan seperti berandalan daripada model papan atas. Benar-benar jauh berbeda dengan wanita-wanita yang mengejar Kai selama ini.

Kai melihat jam yang bertengger manis pada pergelangan tangannya telah menunjukkan angka 3 dini hari. Bukan, tapi ini sudah pagi. Merasa jika waktunya menyendiri sudah cukup, ia segera meninggalkan taman tersebut dan berjalan untuk kembali ke apartement Yixing. Sudah bisa dipastikan jika nanti Yixing akan mengomelinya habis-habisan. Dan dia bersumpah jika itu memang benar terjadi, ia akan langsung mencium bibir Yixing tanpa ampun. Apapun resikonya.

.

.

.

"yaaakk kau dari mana saja bodoh? Kau mau bunuh diri hah?"

Kai terlonjak kaget saat Yixing langsung memarahinya saat ia memasuki apartement Yixing. Ia menatap Yixing yang berkacak pinggang didepannya hanya mengenakan bathrobe dan rambut yang masih basah. Tanpa memperdulikan Yixing yang masih mengomel ini itu, Kai berjalan melewati Yixing menuju dapur untuk mengambil segelas air.

"Jongin, kau mendengarku tidak sih?"

Yixing masih mengomel tanpa henti sedangkan Kai hanya diam malas untuk menanggapi omelan wanita tercintanya ini.

"bisa kau berhenti memarahiku Zhang Yixing?" tanya Kai berjalan menuju arah Yixing yang tengah menyandarkan tubuhnya pada tepi meja makan. Yixing tersentak saat Kai memanggil namanya tanpa menggunakan embel-embel noona seperti biasa.

"yaa.. ya Jongin apa yang kau lakukan?" tanya Yixing kepada Kai yang kini tepat berada didepannya. Yixing kini merasakan panas menjalar pada wajahnya saat melihat tatapan Kai yang tidak seperti biasa.

"jongin jangan macam-macam" perintah Yixing saat Kai semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Yixing. Yixing yang posisinya sudah sangat menguntungkan Kai dari tadi hanya bisa menghindari Kai yang semakin mendekatkan wajahnya.

"aaaaahh" desis Yixing saat Kai menarik kasar pinggangnya. Yixing meronta dalam diam saat tangan Kai memeluk erat pinggangnya. Tangannya juga terus bergerak untuk menjauhkan dada Kai dari tubuhnya. Namun ia sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun kepada Kai. Matanya juga masih terus menatap mata Kai yang juga menatapnya intens. Hingga ia merasakan bibirnya telah menempel dengan bibir Kai sekarang. Yixing memejamkan matanya menerima lumatan Kai pada bibirnya. Yixing sama sekali tidak kaget karena ia sudah mengira ini semua akan terjadi. Dan Kai benar-benar memenuhi sumpahnya.

"eeenngghh" Yixing mengerang seiring dengan Kai yang semakin kasar melumat bibirnya. Ia memukul pelan dada Kai untuk mengakhiri ciuman mereka. akhirnya Kai melepas tautan bibir mereka karena ia tidak ingin melihat Yixing mati kehabisan nafas.

"bodoh" ucap Yixing terengah. Kai menautkan kening mereka membiarkan Yixing untuk memasok oksigen terlebih dahulu. Yixing memejamkan mata untuk menghirup udara banyak-banyak. Namun indra penciumannya tergelitik oleh aroma tubuh Kai. Entah apa yang ada dipikiran Yixing sekarang hingga dia berani untuk mencium Kai terlebih dulu. Yixing mengalungkan tangannya pada leher Kai dan melumat bibir Kai lebih dalam. Sedangkan Kai memeluk pinggang Yixing lebih erat. Ia tersenyum menang karena Yixing kini yang lebih mendominasi ciuman mereka. dengan sekali hentakan kini tubuh Yixing telah berhasil dipindahkan Kai keatas meja makan dibelakang Yixing.

"ssssshhh" desah Yixing saat ia mengakhiri ciuman mereka. kini iris coklatnya kembali menatap mata Kai yang terlihat sedikit sayu.

"sejak kapan?" tanya Yixing dengan suara parau

Kai tersenyum mengusap bibir bawah Yixing yang terlihat bengkak karena ulahnya tadi "sejak pertama kali melihatmu"

Yixing menggigit bibir bawahnya mendengar jawaban Kai. Ada sedikit perasaan bersalah yang muncul dalam hatinya. Ternyata tiga tahun lamanya Kai memendam perasaan kepadanya dan dengan bodohnya Yixing sama sekali tidak merasakan itu

"maaf" ucap Yixing lirih

"kau tidak salah. Jadi jangan mengucapkan kata maaf kepadaku. Akulah yang terlalu pengecut" Kai mengecup bibir Yixing singkat sebelum melanjutkan penjelasannya

"aku berfikir untuk menyerah, namun hatiku mengatakan untuk terus berusaha mendapatkanmu. Dan mala mini, apapun yang terjadi aku akan membuatmu menjadi milikku selamanya Zhany Yixing"

"apakah style mu mengalamai penurunan hingga kau menyukaiku? Aku tidaklah secantik mantanmu yang bermata besar itu. Aku juga tidak sesexy Krystal, model yang kau tiduri beberapa hari lalu"

"siapa bilang? Kau lebih cantik dari perempuan manapun. Dan.. siapa bilang kau tidak sexy hah?" ucap Kai menyeringai

"benarkah?" tanya Yixing menggigit bibirnya sensual

"hhmmm aku bisa membuktikan jika sesuatu dibalik bathrobe ini sangat memabukkan" Kai masih terus menyeringai, dan kini tangannya mulai melepas tali bathrobe yang dikenakan Yixing

"kau bahkan belum mendapat ijin untuk membuka pakaianku Jongin" desis Yixing namun ia sama sekali tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan Kai yang telah berhasil melepaskan tali pakaiannya

"kukira tidak perlu mendapatkan ijin untuk menikmati milikku sendiri"

"aaaaaahhh" desah Yixing saat tangan Kai meremas payudaranya

"jadi apakah yang dibawah sana juga hanya menjadi milikku sekarang?"

"tentu saja sayang" jawab Kai lalu kembali melumat bibir Yixing

"kalau begitu aku akan beritahu Yifan untuk mengumumkan pada media jika kau telah menjadi milikku sekarang" ucap Yixing disela ciuman mereka

"lakukan sesukamu"

"aaaaaahhh" teriak Yixing saat Kai mengangkat tubuhnya menuju kamar

"Jongiiinn jangan dileher aaaahh"

"wae? aku suka lehermu"

"Jongin aaaaaahhh"

Sepertinya malam kini harus siap untuk menjadi saksi bisu kisah cinta sepasang kekasih baru ini. Dan kalian tentu juga harus membiarkan apa yang terjadi dengan mereka selanjutnya :D

END

Jangan timpuk saya pliiiiiisssss hahahaha

Reviewnya jangan lupa ya saaaaiiii..

NEXT STORY : LAYHAN