Author: Haruno Angel
Naruto © Masashi Kishimoto
Rate T+
Warn: Kingdom!vers,typo(s),GaJe,dll..
.
.
.
.
Married the Princess!
Chapter 2
Happy Reading!
.
.
.
.
Saat Naruto mulai jauh satu centi, sesuatu tak terduga terjadi...
Grep.
Sepasang tangan halus melingkari bagian lehernya dan yang membuatnya terkejut adalah Hinata yang kembali menariknya dalam ciuman mesra.
Para tamu undangan yang melihat terkejut sekali termasuk sang ayah, Hiashi dan si ibu tiri, Karin.
"Wah... sang putri hebat sekali..." ujar sang pemandu acara yang mendapat deathglare dari Hiashi.
Bukan hanya para tamu, Naruto juga terkejut dengan perlakuan dari sang putri kepadanya. Bibir Hinata melumatnya dengan lembut. Perlahan Naruto pun ikut terbawa suasana pun memegang tengkuk Hinata dan memperdalam ciuman terssebut. Mendadak ciuman tersebut membuat seisi ruangan memanas karena kejadian tak terduga tersebut.
Tak selang lama, ciuman itu pun berakhir dan pemandu acara melanjutkan acara "Baiklah! Selamat berbahagia untuk putri Hinata dan jendral Naruto!" pekik pemandu acara tersebut yang tak lain adalah adik kandung Hinata, Hanabi yang mendadak mengambil alih pekerjaan si pemandu acara.
"Nee-chan! Berbahagialah!" pekik si gadi kecil surai kecoklatan itu lewat microfon. Hinata membalas dengan senyuman lembut pada sang adik.
Kedua pengantin baru itu pun berjalan menuju pelaminan yang telah disipkan dari kemarin. Satu per satu orang mengerumuni mereka untuk bersalaman dan memberi ucapan selamat.
"Hinata~!" pekik seorang gadis surai merah muda padanya "Berbahagialan dengan si kumis kucing ini!" ujar si gadis, Haruno Sakura. Putri kerajaan Haruno.
"Arigatou Sakura-chan." Ucap Hinata seraya tersenyum manis pada sahabat karibnya tersebut. Tak lama selang acara selamatan antara Sakura dan Hinata, teman mereka dari kerajaan lain pun ikut bergabung.
"Hei! Kau menikah duluan ya!" ujar seorang gadis dengan surai pirang dan mata aquanya, Yamanaka Ino.
"Berbahagialah dengannya." Ujar seorang gadis lain dengan rambut prang kecokltan diikaat menjadi empat, Sabaku Temari.
"Benar, berbagialah." Lanjut seorang gadis berambut cepol mendadak ikut andil di acara selamatan tersebut.
"Eh? Ten-Ten? Kau 'kan sedang hamil!" pekik Ino dadakan.
Ten-Ten adalah istri dari Hyuuga Neji, sepupu dekat putri Hinata. Umur pernikahan mereka pun sudah 2 tahun dan di tepat hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke dua, Ten-Ten diberi hadiah oleh yang diatas, seorang anak.
"Hehe, iya. Kenapa memangnya?" ucap Ten-Ten seraya tersenyum polos.
"Maksud Ino, dia takut kau kelelahan, apalagi kandunganmu baru berumur satu bulan." Jelas Hinata pada Ten-Ten
"Tak apa kok, Hinata! Aku masih kuat!" ujar Ten-Ten.
"Kuat apanya, tadi pagi saja kau rasanya mau pingsan karena muntah terus." Ucap seorang pria mendadak berada di belakangnya.
"N-Neji!"
"Selamat ya, Hinata. Semoga kau bahagia. Aku permisi dulu karena harus mengurus 'sepupu ipar' mu satu ini." Ucap Neji dengan penekanan di kata sepupu ipar dan diselingi senyuman tipisnya.
"Hm, Arigatou Neji-nii." Jawab Hinata lalu membalas senyuman Neji.
"Hm." Balas Neji seraya tersenyum tipis.
"Hinataa~! Tolong akuu!" pinta Ten-Ten dengan wajah memelas.
"Gomen.." ucap Hinata seraya mengangkat salah satu telapak tangannya keatas lalu tersenyum pada Ten-ten Setelahnya, Neji membawa Ten-Ten pergi dari pesta. Tidak tahu kemaa dibawanya, yang pasti tempat 'aman' bagi Ten-Ten dan calon anaknya
—
Di tempat lain...
—
"Yo, jendral Naruto." Ucap seorang pemuda dengan surai ravennya mendekat ke arah Naruto.
"Oh? Sasuke? Tak usah seformal itu..." ujar Naruto seraya menunjukkan cengiran khasnya.
"Hn, kau baru saja menikahi seorang putri, tentu harus formal terlebih ini acara formal." Ucap Sasuke menyandarkan diri di sebuah tiang yang ada di dekatnya.
"Selamat atas pernikahanmu." Ujar seorang pria lain mendekat ke arah Sasuke dan Naruto.
"Hn.. Arigatou, Shikamaru." Nara Shikamaru, calon pewaris takhta kerajaan Nara.
"Selamat ya." Ujar pria lainnya, Sabaku Gaara, pangeran kerajaan Sabaku.
"Semoga malam pertamamu lancar." Ujar pria lainnya dengan senyuman anehnya, Shimura Sai, pangeran kerajaan Shimura.
"E-Eh?"
"Tak usah malu-malu begitu, Naruto." Ucap Gaara seraya tersenyum tipis. Ia tahu Naruto merasa canggung dan aneh kala mendengar kata 'malam pertama' tadi. "Aku juga sudah merasakan perasaanmu saat ini." Lanjutnya.
"Oh ya.. kau kan sudah menikah ya, Gaara?" ujar Naruto melihat ke arah Gaara yang menepuk bahunya pelan.
Sabaku Gaara. Pangeran kerajaan Suna satu ini telah menikah dengan gadis dari kerajaan itu sendiri, Matsuri namanya.
"Sasuke, Shikamaru, Sai? Kapan kalian akan menyusul kami?" ucap Gaara seraya menyeringai ke arah tiga jomblo(?) tersebut.
"Ck! Bukan urusanmu."
"Mendokusai.."
"Mungkin dalam waktu dekat."
Seperti itulah respon ketiganya. Tiga sahabatnya itu sepertinya masih mencari jodoh atau mungkin mereka menunggu jodoh diberikan Tuhan.
Pesta itu sangat meriah karena banyak teman negeri tetangga Hyuuga datang ke kerajaan tersebut. Terlebih, ini adalah pernikahan putri sulung kerajaan Hyuuga itu sendiri yang dikata-kata bisa memimpin kerjaan tersebut ke era yang baru dan lebih baik dari sang ayahanda, Hiashi karena ketegasannya dan kebijaksanaannya.
Rumor tentang itu pun membuat sang ibu tiri, Karin merasa sebal dan jengkel karenanya dan itu dianggap angin lewat oleh Hinata.
Jam besar yang ada di dalam istana itu menunjuk pukul delapan malam. Semua undangan yang hadir satu persatu meninggalkan ruangan pesta diadakan. Ada yang menginap di isatan ada juga yang menginap di luar istana, namun kebanyakan menginap di istana.
Kedua pengantin baru itu— Hinata dan Naruto pun masuk ke dalam kamar pengantin yang telah disiapkan sebelum pesta pernikahan oleh beberapa pelayan. Pintu kamar itu dihiasi dengan renda berwarna putih keemasan dan juga bunga lavender bercampur dengan mawar merah. Terlihat sangat indah dan mewah dari luar. Dan di dalamnya, ranjangnya dilapisi sprei berwarna putih keunguan. Mawar dan juga aromatherapy pun tercium dimana-mana. Renda putih dan emas pun turut kembali menghiasi di sana-sini kamar. Lampu kamar dibuat menjadi lampu remang-remang menambah kesan yang menawan dari kamar tersebut. Namun, itu tak berlaku bagi kedua pengantin yang jantungnya dag dig dug ini.
"Hinata.."
"Y-Ya?"
Pembicaraan keduanya yang cukup canggung itu diselingi beberapa waktu diam yang cukup lama. Sampai akhirnya, Naruto memberanikan diri untuk bicara.
"Jika kau tak mau tidur denganku tak apa.." ucap Naruto seraya tersenyum tipis ke Hinata membuat wajah Hinata bersemu walau tak terlalu kelihatan.
"Um.. kurasa tak apa jika 'hanya' tidur." Ucap Hinata memalingkan wajahnya ke arah lain kamar tidur mereka tersebut.
"Hm... Baiklah!" ujar Naruto menunjukkan senyuman lima jarinya lalu berlalu melewati Hinata menuju kamar mandi "Aku mau mandi dulu." Ucap Naruto sebelum menghilang dari pandangan Hinata.
Setelah Naruto masuk ke kamar mandi, Hinata mendudukkan diri di kursi santai dan menghela nafas panjang. Ia diliputi rasa lelah dan deg-degan. Ia juga merasa sangat mengantuk karena pesta yang melelahkan dan gaun yang berat yang ia kenakan tadi saat pernikahan dan resepsinya.
Ia pun kembali teringat dengan pertengkaran 'kecil' nya dengan sang ibunda tiri tadi pagi sebelum masuk ke altar pernikahan.
Semua hal tersebut membuatnya pusing.
"Andai Kaa-san masih disini.." gumamnya pelan. Sekarang ia malah merindukan sang ibunda yang sudah di alam sana. Tak terasa matanya berkaca-kaca mengingat kenangan bersama sang ibu.
Akhirnya, Hinata menutup matanya. Tak terasa setetes air mata turun menuruni wajahnya yang putih. Ia ingin rehat sejenak dari kehidupan ini; tidur.
.
.
.
.
.
.
"Huahh... Segarnya..." ucap seorang pemuda keluar dari kamar mandi memakai mantel mandi dengan asap mengepul keluar menandakan ia baru saja selesai mandi.
Iris sapphire pemuda itu melihat-lihat kesekitarnya dan mendapati sang putri Hyuuga tertidur pulas. Wajahnya sungguh polos dan terlihat seperti gadis kecil berumur 3 tahun yang tak tahu tentang apa pun.
Sudut bibirnya tertarik. Ya, pemuda itu, Naruto tersenyum melihat Hinata yang telah tertidur. Mungkin karena kelelahan setelah semua prosesi acara yang mereka lakukan dari pagi hingga malam.
Ia pun akhirnya berinisiatif akan sesuatu. Karena Hinata tidur di kursi, ia ingin memindahkannya ke tempat tidur.
Tangan kekarnya perlahan menelusupkan diri ditubuh putri cantik tersebut. Setelah dirasa ia sudah memegang; memeluk Hinata dengan erat, ia mengangkatnya perlahan agar tak membangunkannya.
Hinata sedikit menggeliat karena perubahan posisi tidurnya dan itu membuat Naruto sedikit panik. Namun beberapa detik kemudian, Hinata kembali tertidur lagi bahkan ia mendengkur halus tapi masih dapat didengar Naruto dan membuatnya tersenyum.
Naruto mendekat ke kasur dan membaringkan Hinata perlahan. Untungnya Hinata dengan cepat menyesuaikan diri dengan posisi tidur barunya itu. Pemuda itu lalu menarik selimut dan duduk di tepi ranjang agar dapat memperhatikan wajah Hinata.
-Naruto PoV-
Ah... Putri tertidur rupanya. Dia terlihat sangat polos disaat seperti ini. Tidak seperti yang pernah kuingat.
Saat musim panas lalu, ia pernah menggemparkan kota dengan julukan 'Putri Tangan Besi' karena ia pernah membunuh 5 orang jendral dari negara kami. Mereka berlima adalah seniorku dan mereka sangat hebat tapi berhasil dibunuh oleh putri Hinata.
Rumor mengatakan, mereka berlima hampir membunuh adik kesayangan sang putri Hyuuga itu, Hanabi.
Hinata memang sangat menyayangi adiknya itu. Aku juga tahu tentang hal itu karena dia satu-satunya saudara kandung Hinata.
Tapi kali ini, ia terlihat berbeda dari yang kudengar. Wajahnya sangat polos, matanya seindah rembulan saat ini sedang tertutup, kulitnya seputih susu, hidungnya mancung, dan bibirnya...
Seksi.
Ugh. Akan kusalahkan hasrat laki-lakiku ini. Tapi, ini bukan salahnya juga karena setiap laki-laki pasti begitu.
Ah.. lebih baik aku tidur saja daripada pikiranku semakin kemana-mana!
-Naruto PoV End-
-TBC-
A/N: Yo minna-san! Ch.2 ini agak lama karena masih pikir-pikir mau ngetik apa /plak. Gimana? Seru nggak?
Konflik-konflik akan dimulai di chapter-chapter berikutnya minna-!. Semoga aja kalian suka sama konflik yang saya buat.
Salam dari karakter utama dan author.
Thank you!
_Haruno Angel_
