2060 When The World is Yours

Yuli Pritania

XiuHan Ver

Chapter 5

Kau belum mau pulang?" tanya Kyungsoo saat melihat lampu diruang kerja pribadi yang disediakan untuk Minseok masih menyala terang.Gadis itu mendongak dari komputernya dan menggeleng.

" Aku sedang mempelajari kasus pembunuhan misterius itu. Ada sesuatu yang menghubungkan semuanya, tapi aku masih belum tahu apa itu."

Yang mereka bicarakan adalah kasus pembunuhan yg pertama kali di pulau Jeju 2 tahun yang lalu. Dengan korban lima orang wanita yang mati disalib dalam keadaan telanjang, persis seperti yang dialami jesus. Kasus itu tidak terpecahkan karena tidak ada jejak sedikitpun yang ditinggalkan pembunuh berantai itu.

Benar-benar bersih dan tidak terlacak. KIA dan STA tidak tinggal diam, tentu saja.Pembunuh sadis itu dalah warga Korea dan pekerjaan mereka adalah memastikan agar orang ini tidak menghasilkan korban lagi. Mereka terus menyelidiki dan mendapati fakta

baru bahwa pembunuh itu berkeliling dunia untuk menemukan korbannya. 5 korban selanjutnya ditemukan di Ethiopia dengan teknik pembunuhan yg persis sama.

Lagi-lagi korbannya wanita. Dan lagi-lagi tidak terlacak. Pembantaian berlanjut di San Fransisco dan Uruguay. Dan seminggu yang lalu baru saja ditemukan wanita tersalib lagi di Seoul, Mayat ketiga yang ditemukan dalam kurun waktu tiga minggu terakhir. Karena dia sedang berada di Seoul, Minseok berencana untuk mengambil alih kasus ini.

" Belum menemukan sesuatu, ya? pembunuh itu sadis sekali kan? Aku tidak habis pikir apa yang dirasakannya saat menyalib wanita-wanita itu. Berapa banyak jeritan dan darah yang mengalir saat dia melakukannya. Anehnya kenapa tidak ada saksi dan jejak sedikitpun?"

" Hmm, Aku nyaris mendapatkan sesuatu, tapi lagi-lagi buntu. Aku tahu ada pola tertentu, tapi belum menemukannya."

" Kau sudah terlalu lelah malam ini Minseok-ah. Pulang dan beristirahatlah."

"Kau pulang duluan saja. Aku masih menunggu laporan dari Jongdae oppa."

" Mobil barumu baru saja diantarkan tadi. Porsche. Cantik sekali. Aku selalu suka bunyi mesinnya. Dan kecepatannya tentu saja."Minseok tersenyum dan mengangguk setuju.

" Ya sudah aku pulang duluan. Jangan sampai lewat tengah malam Ara?"

" Kau pulang naik apa?"

" Aku bisa mendapatkan tumpangan dari siapapun yang aku mau. Tenang saja"

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Minseok mendongak saat pintu ruang kerjanya terbuka lagi. Otaknya masih dipenuhi foto-foto 23 wanita yg tersalib yang benar-benar tampak mengerikan dengan darah berceceran dimana-mana. Dia tidak pernah menyukai pekerjaan yg sudah menyangkut pembunuhan, tapi sayangnya itulah tugasnya.

Beberapa kali dia terpaksa mendatangi sendiri TKP pembunuhan untuk mengumpulkan bukti dan walaupun dia selalu menampilkan wajah tanpa ekspresi didepan orang lain, dia selalu mual-mual dan muntah sesampainya di rumah. Kau tidak akan bisa menghapuskan bayangan mayat-mayat yang disiksa sampai berlumuran darah itu dari kepalamu.

Gambaran itu akan menetap disitu selamanya dan menjadi terlalu jelas saat kau bahkan tidak ingin mengingatnya sama sekali. Dia tidak suka apapun yg

berhubungan dengan darah dan mayat. Bau anyir dan menjijikan itu seolah tidak mau hilang dari rongga hidungnya. Yang terlintas dipikarannya saat melihat hal itu lebih menyakitkan lagi. Pertanyaan yang bahkan tidak berani ditanyakan pada siapapun. Apakah ayahnya meninggal juga dengan cara seperti itu?

" Jongdae-sshi, kau sudah mendapatkan hasilnya?"Minseok berusaha mengenyahkan bayangan-bayangan mengerikan itu dari benaknya dan

mulai fokus pada pria didepannya itu.

Jongdae meletakkan sebuah berkas ke atas meja dan tersenyum.

" Mereka benar kan ternyata, kau memikirkan yang tidak terpikirkan orang lain."Minseok membalas senyum pria itu walaupun dia merasa otot-otot wajahnya sudah terlalu malas untuk bergerak.

" Pemeriksaan menunjukkan adanya elektrofluoresis. Bukan protein yang ada secara alami. Bisa dikatakan sejenis peptida, semacam bahan sintesis,sesuatu yang diciptakan di laboratorium. Campuran yg secara selektif mengikat heuroreseptor. Itu menjelaskan kenapa

kita tidak menemukan bekas apapun dalam aliran darah. Bahan ini hanya bisa dideteksi, dalam kualitas tertentu, di sumsum tulang belakang dan cairan mata."

" Pada dasarnya bahan ini langsung menuju otak. Bahan ini eksotis. Kurasa yang paling dekat ialah racun peptida, seperti bisa ular. Tapi molekulnya jelas sintesis. Sebuah molekul yang sama sekali baru, salah satu toksin baru yg sekarang bisa dibuat sintesisnya oleh para ilmuwan. Racun ini memicu serangan jantung. Langsung menuju otak, menembus batas otak-darah, tapi tidak meninggalkan jejak apapun dalam serum darah. Kalau bisa kuberitahu, orang ini benar-benar cerdas sekaligus bodoh."

" Wae?"

" Seperti yang kuberi tahu tadi, racun ini baru, bahkan SRO belum melepasnya ke pasaran."

" SRO?" ulang Minseok kali ini dia benar-benar tesenyum.

" Jadi tersangka kita masih berada dalam lingkup Lu Corp? Menurutmu siapa saja yg punya akses ke dalam gedung SRO dan mencuri salah satu racun yg baru kalian temukan?"

" Semua penemuan baru biasanya disimpan di lab utama. Yang mendapat akses masuk hanya para ilmuwan yg penemuannya berada di dalam.Jika penemuan mereka sudah dipasarkan, kartu masuk mereka diambil sampai mereka menemukan penemuan baru lagi. Jika dipersempit, tidak semua ilmuwan mengetahui penemuan ini karena biasanya para ilmuwan langsung melaporkan penemuan mereka ke

Lu Tae Hwa sajangmin, yang akan melapor pada Lu Han."

" Lu Tae Hwa?"

"Paman Lu Han, adik kandung Lu In Ho."

" Dan siapa yg menciptakan racun ini?"

" Sehun.Tapi sepertinya kau tidak bisa menemuinya. Dia mendapatkan lab pribadi di rumahnya di pinggir kota.Perlindungan penuh dari STA atas perintah langsung dari Luhan."

" Kenapa begitu?"

" Secret Research. Tidak ada yg tahu. Kalau kau mau tahu kau bisa bertanya pada Luhan."Pria itu lagi, batin Minseok.

" Kenapa tidak ada yg memanggilnya sajangnim? Dia atasan kalian kan?"

" Atasanmu juga." ujar Jongdae mengingatkan.

" Dia menolak dipanggil sajangnim jika kami berumur lebih tua darinya. Dia suka muncul disini, memeriksa pekerjaan kami. Mendekatkan diri pada karyawan.Walaupun yah, kau tahu sendiri,wajahnya tidak terlalu ramah." Minseok mengangguk membenarkan.

" Sejauh ini siapa saja yg tahu tentang penemuan ini?"

" Saat rapat, yang hadir hanya ada Lay, Sehun, Luhan, Lu Tae Hwa sajangnim dan Ji Hwan."

" Siapa Ji Hwan?"

" Asisten pribadi Luhan. Umurnya mungkin 50-an. Dia selalu mengikuti Luhan kemana-mana. Tangan kanan yg sangat dipercaya."

" Sangat Dipercaya? Mencurigakan." gumam Minseok.

" Dia sudah mengabdi sejak dulu di keluarga mereka. Bahkan sejak Luhan lahir. Jadi dia bukan orang yang pantas kau curigai."

" Aku bukan orang yang akan mempercayai siapapun, Jongdae-sshi. Aku tidak akan mempercayai siapapun sampai pembunuh ini terungkap.Tidak peduli bahwa Luhan sekalipun yang akan menghalangiku."

To be continue

Siapa sih yang bunuh ini teh? ada yang bisa nebak? hayoo siapa hayoo