2060 When The World is Yours

Yuli Pritania

XiuHan Ver.

Happy Reading ~

" Menikah? Appa benar-benar mau membunuhku! " seru Luhan kesal dengan tangan bersedekap di depan dada. Ayahnya tahu dengan jelas bahwa dia tidak pernah mau menjalin hubungan dengan gadis manapun, tapi Ayahnya malah dengan sengaja memberi syarat seberat itu, kalau Luhan mau menerima semua harta yg diwariskan padanya. Apa yang dipikirkan pria tua yang disayanginya itu saat menulis surat warisan ini? batin Luhan heran.

" Ayahmu hanya sangat menghawatirkanmu, Luhan-ah. Mana mungkin dia menyetujui keputusan anaknya yang hanya ingin bekerja tanpa mengurusi kehidupan pribadinya sama

sekali. Kau itu sudah dewasa, sudah saatnya menikah dan mendapatkan keturunan" ujar Ji Min berusaha menenangkan anaknya yang keras kepala itu.

Tentu saja Luhan akan menolak mentah-mentah wasiat terakhir ayahnya itu, tapi tidak sekarang. Tidak saat gadis itu sudah kembali dan berada dalam jangkauan Luhan, batin Ji Min senang.

Minseok melirik pria itu dengan gelisah. Auranya saat marah benar-benar mengerikan dan Minseok merasa ingin kabur saat itu juga.Dia mendapat firasat buruk tentang hal ini. Benar-benar firasat buruk. Jelas-jelas Luhan sedang mengamuk berat karena permintaan terakhir Ayahnya.

Pria itu mendapat 75% kekayaan ayahnya, yang mencakup semua perusahaan dan properti pribadi yang membuat Minseok ternganga sendiri saat mendengar pengacara mereka membacakannya.

Pria itu benar-benar memiliki separuh dunia. Itu bukan hanya kiasan, karena kenyataannya pria itu benar-benar memilikinya. Berikut ratusan anak perusahaan, rumah, pesawat, yacht, villa, dan entah apalagi yang bernilai triliyunan dollar. Keluarga ini benar-benar sudah sakit jiwa. Untuk apa menumpuk uang sebanyak itu?

Dan pria yang sudah meninggal itu malah menyuruh anaknya untuk menikah dalam jangka waktu satu bulan setelah surat wasiat itu dibacakan, kalau dia mau mendapat warisan itu dan mengurus bisnisnya.

Mengingat reputasi Luhan dalam berbisnis, jelas-jelas pria itu tidak akan terima jika semua perusahaan itu diurus oleh orang lain tanpa campur tangannya.Satu-Satunya jalan memang mendapatkan gadis untuk dinikahinya dan hal tersebut membuat pria itu lebih mengamuk lagi.

HandPhone Minseok berdering tepat saat Luhan mulai melontarkan sumpah serapahnya. Gadis itu menarik nafas lega dan meminta izin kepada mereka untuk pamit karena ada pekerjaan yang harus dilakukannya.

Secepat mungkin dia kabur dari sana dan berjanji bahwa apapun yang terjadi, dia tidak akan mau terjebak dalam situasi itu lagi.Benar-benar menakutkan. Walaupun Tidak bisa dia pungkiri bahwa Keluarga itu sangat menyenangkan. Nyaris seperti suasana rumah yang selama ini sangat dirindukannya.

" Bukankah kau sudah menemukannya? " cetus Lu Na saat Minseok sudah menghilang dari pandangan.Dia menatap adik kesayangannya yang sedang emosi berat itu dengan senyum tersungging di wajah cantiknya.

" Apa? " tanya Luhan ketus.

" Gadis yang sangat ingin kau nikahi. Bukankah kau sudah menemukannya?

Mengingat kepribadianmu, kau tidak akan melepaskannya begitu saja kan, adikku sayang ? "

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Gedung STA nyaris kosong saat Minseok sampai disana. Tidak heran karena Luhan memang meliburkan karyawannya khusus untuk memperingati hari kematian ayahnya. Dia juga tidak heran sama sekali jika karyawan SRO masih sibuk seperti biasa.Para ilmuwan disana sepertinya memang bekerja setiap hari tanpa henti, tidak peduli hari libur atau bukan.

Dan anehnya mereka melakukannya bukan karena terpaksa.Semua orang disana seperti tergila-gila dengan cairan kimia yang mereka miliki. Kalau ditanya definisi kebahagiaan, pasti mereka akan menjawab tentang penemuan baru yang mencengangkan dunia yang baru saja mereka temukan.

Minseok masuk ke dalam ruang pertemuan STA dan menemukan Suho dan Kris yang sudah duduk di dalamnya. Kris tadi menelponnya dan mengatakan bahwa mereka baru saja mendapatkan fakta baru tentang pembunuhan berantai itu.

5to5. Itu kode yang mereka gunakan untuk menyebut pembunuhan-pembunuhan sadis itu, merajuk pada jumlah korban dan jumlah tempat dimana pembunuhan itu terjadi.

" Apa yg kalian temukan? " tanya Minseok langsung setelah dia mendudukkan diri di atas kursi.

" Beberapa gadis ini memiliki kesamaan. Ada 15 gadis yg memiliki ciri yg sama dan kami masih menyelidiki 8 gadis lainnya. Tinggal tunggu waktu saja sama kita mendapatkan bukti bahwa ciri itu melekat pada semuanya. Sebenarnya aku tidak terlalu yakin Itu berguna, tapi kita semakin dekat dengan tujuan pembunuhan ini dilakukan." jelas Kris. Minseok mengangguk.

" Mereka semua sempat tinggal di Amerika. Untuk korban yang ada di Ethiopia, Uruguay, dan San Francisco, aku mendapat klarifikasi bahwa mereka berdarah campuran. Salah satu orangtua mereka adalah orang Korea. Dan... orang tua mereka adalah anggota KIA dan STA, baik yang masih aktif ataupun yang sudah berhenti karena pensiun dan semacamnya. Aku rasa ini ada hubungannya dengan balas dendam. Sepertinya masih ada yg menghubungkan mereka semua. Tapi aku masih belum tahu apa" keluh Suho sambil menyodorkan data-data tersebut kepada Minseok.

" Selidiki semua penjahat yang sempat ditangani STA dan KIA yang ada di Amerika. Aku rasa pembunuh ini bukan dendam terhadap Amerika, tapi pada organisasi kita yang ada disana. Dia orang Korea dan mungkin... salah seorang keluarganya pernah menjadi buronan KIA dan STA. Mati dalam pengejaran mungkin. Seseorang bisa menjadi pembunuh berdarah dingin jikapunya alasan dendam." Minseok memegangi kepalanya. semua Itu mengalir begitu saja dari mulutnya, seolah dia memiliki firasat yang sangat kuat. Dan dia yakin sebentar lagi mereka akan mendapat titik terang kasus ini.

" Daftar orang-orang yang terrain dalam sekte atau perkumpulan agama kristen yg taat. Hal ini pasti menyangkut agama, mengingat bagaimana mereka mati dibunuh. Tapi aku masih tidak mengerti kenapa dia harus mencari korban sejauh itu.Ethiopia? Uruguay? Apa mak...?"Minseok tersentak kaget saat dia mendapatkan sesuatu. Begitu saja. Saat dia menyebutkan nama tempat-tempat itu.

" Ada apa? " tanya Kris cemas saat melihat wajah pucat gadis itu. Minseok menarik selembar kertas kosong dan mulai mencoret-coretkan penanya di atas kertas itu.

" Pembunuhan pertama terjadi di Jeju. Kemudian salah satu tempat di Ethiopia. Selanjutnya di San Francisco dan Uruguay." ujar Minseok sambil menjabarkan satu persatu tempat itu dikertas. Suaranya nyaris bergetar saking Semangatnya.

" Apa kalian tidak menyadari sesuatu? JESUS . Huruf awal tempat-tempat pembunuhan itu merajuk pada nama Jesus. Ini menjawab semuanya, kenapa dia harus pergi terlalu jauh untuk mencari korbannya. Dia tidak main-main. Pria itu merencanakan semua dengan sangat baik. mungkin dia adalah seorang Kristen yang sangat taat dan dia berniat membersihkan agamanya dari para kafir.Dan dia tidak memilih korbannya sembarangan. Seperti yang kubilang tadi, mungkin salah satu anggota keluarganya.. bukan mungkin lagi, tapi sudah pasti seseorang yang berhubungan dengan pembunuh ini mati Karena diburu STA atau KIA.Dia tidak terima dan ingin balas dendam.Tapi aku rasa... masih ada lagi, ciri lain para korban. Kita harus menemukannya secepat mungkin dan kalau bisa, kita harus menyelamatkan korban selanjutnya dari kemungkinan mati terbunuh dengan sadis."Minseok menyilangkan tangannya di depan dada, tidak memedulikan tatapan kagum dari dua orang di depannya.

" Pembunuhan ini menjadi sangat menarik bukan? Aku tidak sabar ingin menangkapnya, hidup ataupun mati. "

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

" Minseok -ah, aku sudah pulang. Hah, saat aku sampai rumah tadi kau sudah berangkat kerja, kita jadi tidak bisa berangkat sama-sama. Apa yang sedang kau lakukan? Oh iya, aku dengar kau sudah mendapat kemajuan kasus 5to5. Kris oppa menceritakannya padaku tadi. Kau benar-benar hebat! Ah, aku sampai lupa, bagaimana kemarin lusa? Kau bertemu dengan Luhan di rumahnya? ibunya? nunanya? Rumahnya pasti hebat sekali kan? " cerocos Kyungsoo tanpa henti.Minseok meremas kertas kosong didekatnya dan memasukkannya dengan cepat ke dalam mulut gadis itu untuk menghentikan ocehannya.

" Kembali setelah dua hari menghilang, kau menjadi cerewet seperti burung perkutut.Paman dan bibi memberimu makan apa disana? "

" Kasih sayang dan cinta." jawab Kyungsoo dengan ekspresi yg membuat perut Minseok mendadak terasa mual.

" Astaga, Do Kyungsoo, pergi kau dari hadapanku sekarang juga!Benar-benar menjijikan! "Pintu ruangan kantor Minseok terbuka dan mata gadis itu langsung membelalak lebar saat melihat siapa tamunya siang ini.

" Wah, Tuan Lu, ada perlu apa kau datang kesini? Mau merecokiku lagi? Tugasku untuk melindungimu baru dimulai 3 hari lagi, jadi lebih baik kau tidak muncul dulu

di depanku sampai hari itu tiba."

Kyungsoo menendang kaki Minseok dari bawah meja, merasa bahwa kata-kata gadis itu tidak sopan untuk dilontarkan pada atasan mereka, tapi seperti yang sudah diperkirakannya, Minseok tidak mengacuhkannya sama sekali. Luhan merentangkan kedua tangannya ke atas meja dan menjulurkan tubuhnya ke arah

Minseok. Seperti biasa, pria itu mencoba mengintimidasinya lagi.

" Apa lagi sekarang?."Luhan menegakkan tubuhnya tanpa berkata apa-apa dan berjalan mengitari meja sampai tiba di samping Minseok. Dengan cepat dia menarik tangan gadis itu dan memberi tanda agar Kyungsoo mengikuti mereka.

" Yak yak, kau mau membawaku kemana, hah? "Pria itu tidak berkata apa-apa dan tetap melanjutkan kegiatannya menarik tangan Minseok.Gadis itu bisa merasakan tatapan heran semua pegawai ke arah mereka. Astaga, pasti dia akan menjadi bahan empuk untuk digosipkan selama satu bulan ke depan.

" Masuk." perintah Luhan setelah membukakan pintu mobil Ferrari hitamnya untuk Minseok. Jangan mengira itu adalah perlakuan manis dari seorang pria terhadap wanitanya, karena wajah pria itu jelas menyiratkan pemaksaan.

Pria itu mengemudikan mobilnya gila-gilaan, 180 kilometer perjam di jalanan yang cukup ramai. Minseok dan Kyungsoo juga sering ngebut di jalanan, tapi jika jalanan itu lengang, bukan saat jam-jam sibuk seperti ini. Dan pria itu melakukan tukikan-tukikan mengerikan saat memotong mobil-mobil lain dengan jarak yang sangat dekat.

Minseok melirik Kyungsoo yang balas menatapnya dengan ketakutan. Sepertinya pria itu bermaksud membunuhnya sekarang atau mungkin nanti setelah sampai di tempat tujuan.

Mobil itu berbelok memasuki sebuah gedung. Saking kencangnya, Minseok bahkan tidak sempat melihat papan nama gedung yg mereka masuki.

" Turun." ujar Luhan singkat dan mulai menarik-narik Minseok lagi.

" Awas kalau tulangku sampai patah gara-gara kelakuanmu! Bisa tidak kau membawaku secara baik-baik, hah? " dumel Minseok.

" Tidak, karena jelas-jelas kau tidak akan ikut denganku secara sukarela."

Minseok mencibir kesal dan menyadari bahwa tatapan para pegawai gedung itu sama dengan tatapan yg didapatkannya di gedung STA tadi.

"Hah, ini bahkan lebih parah lagi." Batin Minseok

Bisa-bisa dia jadi bahan gosipan seKorea.Siapa yang tidak kenal dengan Luhan ?

" Kim ahjussi, kau sudah mendapatkan suratnya?" tanya Luhan kepada seorang pria paruh baya yg sudah menanti mereka. Sepertinya itulah asisten pribadi Luhan yang dicurigainya selama ini.

Tampang pria itu sama sekali tidak terlihat seperti seorang penjahat, malah terkesan sangat kebapakan. Tidak heran Luhan marah saat Minseok menjadikan pria itu sebagai salah satu tersangkanya.

" Ye. kalian tinggal tanda tangan saja."

" Apa ini?"

" Aku mendaftarkan pernikahan kita. kau tanda tangan saja." ujar Luhan santai sambil menandatangani kertas yang diberkan asistennya tadi.

" Mendaftar... apa? Pernikahan? KITA? " jerit Minseok kaget.

Dia sudah tidak peduli bahwa sudah ada beberapa orang yang mendekat untuk melihat apa yang dilakukan seorang Luhan di tempat seperti ini.

" Haah, aku tahu jadinya akan sesulit ini. Kyungsoo kau tanda tangan di kolom Saksi, aku harus mengurus temanmu ini dulu." kata Luham sambil menyerahkan kertas yang sudah ditandatanganinya tadi pada Kyungsoo yang menatap mereka berdua seolah mereka adalah tontonan paling menarik sedunia.

" Do Kyungsoo awas kalau kau tanda tangan! " kecam Minseok.

" Wah, maaf Minseok-ah , aku harus menuruti perintah atasanku" seru Kyungsoo riang.

" Ini salah satu perintahku sebagai atasanmu." ujar Luhan sambil menundukkan wajahnya ke arah Minseok, berbisik di telinga gadis Itu agar orang-orang yg berkerumun tidak bisa mendengar ucapannya.

" Aku akan menjelaskannya dan aku minta kau tidak berteriak-teriak lagi seperti tadi. Reputasiku dipertaruhkan disini . Kau mengerti? "

" Memangnya apa peduliku kalau imagemu rusak? " bentak Minseok keras kepala.

Tapi melihat tatapan Luhan yang seperti siap membunuhnya, dia terpaksa mengatupkan mulutnya sambil mengangkat bahu.

" Jelaskan. " ujar Minseok akhirnya.

" Kau tahu isi wasiat ayahku jadi aku tidak perlu menjelaskan Padamu kenapa aku tiba-tiba ingin menikah. dan kenapa aku memilihmu, itu seharusnya sudah bisa kau tebak.Aku hanya mengenal dua gadis sejauh ini, nunaku dan kau. Karna aku tidak mungkin menikahi nunaku sendiri, jadi aku memilihmu. Setidaknya asal-usulmu sudah jelas dan ibuku juga sangat menyukaimu. Lagipula kau ditugaskan untuk melindungiku, bukankah akan lebih mudah jika kau menjadi Istriku dan tinggal bersamaku? Kau bisa mengawasiku 24 jam penuh. Menarik kan? "

" Sama sekali tidak menarik." desis Minseok.

" Kau pikir pernikahan itu main-main, hah? "

" Lebih cepat kau menemukan siapa pelaku pembunuhan ayahku, maka lebih cepat pula kau bisa kabur dariku. Dan kalau kau mau tahu, aku sudah menelpon ibumu untuk meminta izin dan sudah menjelaskan alasan kenapa aku menikahimu. Dan dia terdengar senang sekali."

" Mworago? kau menjelaskan alasan kau menikahiku dan ibuku menyetujuinya dengan senang hati? "

" Tepat sekali. Dia bahkan menyuruhku untuk memaksamu jika kau menolak. Kau boleh menelponnya kalau tidak percaya. "

Luhan tentu saja serius dengan ucapannya. Dia menjelaskan segala hal pada ibu Minseok, persis seperti apa yang sudah dikatakannya pada gadis itu. Tapi tentu saja dia mengungkapkan perasaannya secara jujur pada sahabat ibunya Itu. Bahwa dia akan mempertahankan pernikahan mereka selama mungkin, tidak peduli bagaimanapun perasaan gadis itu terhadapnya.

Dan dia meminta ibu Minseok untuk menyembunyikan fakta Itu sampai dia sendiri yang mengatakannya pada Minseok. Walaupun tidak jelas kapan hal itu akan terjadi .Dia selalu merasa sulit untuk berbicara baik-baik pada gadis di hadapannya ini.Luhan memperhatikan ekspresi wajah Minseok yang terlihat sedikit ragu dengan pendiriannya, sehingga dengan sengaja Luhan menyodorkan kertas tadi ke depan Minseok.

" Tanda tangan atau aku akan menarikmu ke depan altar dan memaksa pendeta menikahkan kita sekarang juga. " ujar Luhan tajam.

" Aku sudah gila! " cetus Minseok sambil merebut kertas dari tangan Luhan dan mencoretkan tanda tangannya disana.

" Menjadi istrimu? Ya Tuhan, aku pasti terkena kutukan! "Luhan mengabaikan omelan Minseok dan merengkuh wajah gadis itu sampai menatapnya.

" Dengar baik-baik , aku memberimu peringatan awal.Kalau sampai kau jatuh cinta padaku, aku akan pastikan bahwa kau akan menyandang status sebagai istriku sampai mati.Jadi berhati-hatilah , Nyonya Lu"

To Be Continue

Panggil Nuna ya jangan panggil Thor hehe oke * Lebih suka XiuHan Genre apa? Jawab ya jawab dong

P.s : Kenapa ya ngedit di FFN padahal Upload berhasil tapi pas dibuka gtu lagi?