Fairy Tail Hiro Mashima
Naughty Boys by stella_faraday09
Warning. OOC, typo(s), Gaje, Au dan sebagai nya.
Don't Like Don't Read
Summary :
Natsu and the friends merupakan sekumpulan cowok yang sangat badboy. Mereka terkenal akan kenakalan dan ketampanan yang berhasil membuat para cewek yang melihatnya terpesona. Dari sekian banyak para cewek yang naksir sama mereka, hanya ada beberapa gadis yang tak menyukai sikap mereka sama sekali.
Chapter sebelumnya :
" Aku punya ide."
"Ide? Ide apaan?"
"Biar kubisikan.."
Natsu pun membisikkan ide yang beberapa menit yang lalu didapatkan nya. Setelah, mendengar -ide- itu mereka menatap Natsu dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana tidak? Rencana nya kali ini benar-benar diluar logika alias gila.
"Kau yakin dengan ide gila mu itu, Natsu?" tanya Jellal dengan nada sedikit ragu-ragu.
Natsu mengangguk mantap. Menurutnya, ini adalah rencana paling -cermelang- yang terlintas diotaknya, tapi bagi teman-teman nya ini adalah rencana tergila sepanjang masa. "Gimana setuju gak?"
"Setuju setuju saja lah."
"Aku ikut kalian saja."
"Mungkin semua nya setuju?"
"Oke! Kita akan menjalankan rencana terkeren ini setelah pulang sekolah!"
"Keren palak mu -- "batin Jellal, Laxus, Gajeel dan Gray secara bersamaan.
Chapter 2 : What the ... ?
Lucy berserta teman-teman nya menyadari keberadaan Natsu yang sedang duduk tak jauh dari meja mereka. Berbagai macam tatapan pun muncul, disitu ada tatapan heran, bingung, penasaran dan jijik (?)
"Apa yang sedang mereka rencanakan?"tanya Mira dengan sedikit penasaran. Ia memandangi Laxus yang sedang mengangguk-ngangguk ketika Natsu membisikkan sesuatu -hal- kepada nya.
Juvia pun memincingkan mata nya agar dapat melihat lebih jelas, "Sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu?"
Erza memakan cake strawberry nya dengan anggun, "Mungkin mereka sedang merencanakan sesuatu berkaitan ulang tahun teman nya?"katanya dengan ngawur.
Lucy sweetdrop ketika mendengar perkataan Erza yang -gak jelas- itu, "Erza, aku tidak mengerti apa yang kau bilang tadi."
Levy memperhatikan gerak-gerik mereka dengan seksama. Disana dia bisa melihat para lelaki itu awalnya bisik-bisik dan kemudian tertawa sambil tos-tos'an. "Apapun itu pasti berkaitan dengan kita.."
"Kenapa Levy-san bisa berpikiran seperti itu?" tanya Juvia dengan sedikit heran.
Levy meganggkat kedua bahu nya keatas, "Itu hanya dugaan ku saja.." Ia kembali membaca novel nya dengan santai dan tenang.
"Kalaupun mereka mau -mengerjai- kita sebagai pembalasan dendam karna selalu menolak ajakkan itu. Tenang saja, kan dipihak kita ada Iblis dan Setan."ucap Lucy dengan enteng. Mungkin dia tidak salah telah mengucapkan kata terlarang?
"Lucy, apa aku tidak salah dengar atau kau memang menyebukan kata -Iblis- dan -Setan-?" tanya Mira dan Erza secara bersamaan diikuti aura kegelapan dengan mata iblisnya. Teman-teman nya seketika merinding termasuk Lucy yang baru saja mengatakan kata terlarang itu.
'Waduh, aku mengucapkan kata terlarang itu!...' -Lucy-
'Kalau begini terus bisa-bisa kantin jadi hancur lembur lagi...' -Levy-
Karna takut kantin jadi hencur akibat ulah dua manusia berhati iblis itu, Juvia pun angkat bicara untuk menenangkan kedua nya. "A-ano... Mira-san, Erza-san. Maksud Lucy itu adalah manusia berhati iblis yang ditonton kemarin itu loh.."
Levy maupun Lucy menepuk dahi nya dengan pelan. Astaga, Juvia sebenarnya mau memperbaik atau memperburuk keadaan sih?. Memang benar sih, mereka kemarin pergi ke bioskop menonton film yang peran utama nya manusia berhati iblis(?).
Juvia berkeringat dingin sambil berdoa dalam hati, 'Semoga Juvia selamat dari maut...Juvia tidak ingin mati sia-sia. JUVIA BELUM MENIKAH!!'. Jangankan menikah, pacar saja tidak punya /plak.
"Oh begitu ya? Cerita nya memang bagus kan? Bisa kebayang peran utama nya yang keren dan berusaha membunuh pejahat demi melindungi orang yang disukai nya itu." Erza mendadak berubah total, dia malah menceritakan adegan-adegan film yang ditonton nya kemarin itu dengan bersemangat, sedangkan yang lain hanya bisa menyimak saja.
Juvia, Levy, dan Lucy menghembuskan nafas dengan lega. Syurkurlah, manusia iblis dihadapan nya ini tidak jadi mengamuk. Sebagai ganti nya, mereka harus mendengar -ceramah- alias ocehan si Erza dengan malas.
"Ara...Ara"
Disisi lain, Natsu berserta teman-teman nya sejak tadi memandangi para gadis itu dengan tatapan menyeringai. Mereka berniat memberikan sedikit -penyiksaan- sebagai pembalasan dendam karna selalu ditolak.
"Aku tak sabar untuk bermain-main dengan mereka,"ucap Gajeel yang sambil menggosok-gosok kedua tangan nya dengan air liur berjatuhan. Satu kata untuk orang ini. MENJIJIKAN!
Gray tampak jijik dengan ekspresi Gajeel, "Oi, apa-apaan ekspresi muka mu itu? Benar-benar menjijikan, tulang besi.."
Gajeel yang mendengar kata itu, tentu saja dirinya tak terima. Itu seperti sebuah penghinaan yang merusak imaje-nya. "Apa kau bilang tadi? Ngajak ribut ya?"
"Kalau kalian sampai ribut lagi maka akan kupatahkan tulang dan menelanjangi kalian berdua, mau?!" ancam Jellal.
Gray dan Gajell berkeringat dingin lalu menggeleng kan kepala nya dengan cepat. Menelanjagi mereka? Astaga, apa yang dipikirkan orang-orang nanti nya? Ditelanjangi oleh seorang cowok, kalau cewek sih gak apa-apa, ini cowok loh. Bisa dikira GAY lagi.
SKIP TIME*
Beberapa menit yang lalu, bel telah berbunyi bertanda sudah jam pulang sekolah. Kini, tinggal beberapa gadis yang masih berada didalam kelas sambil bercanda ria. Entah kenapa, mereka tidak berniat untuk pulang ke rumah saat ini, mungkin bosan?
"Kalian tau tidak? Ketua osis yang tampan dan keren itu loh~"
"Maksud mu... Sting?"
"Benar! Ahhh~ dia benar-benar mempesona...senyuman yang bikin meleleh."
"Lu-chan sepertinya ngefans sama Sting ya? Hehehe..."
"Begitulah ~ "
BRAKKKK
Suara hantaman pintu yang cukup keras berhasil menarik perhatian para gadis itu. Dan kalian sudah tau ulah siapa itu kan? Benar, itu adalah mereka -para badboys-.
"Kalian ngapain kemari?!"
Natsu memberikan aba-aba ke arah Gajeel dan Gray yang kemudian dibalas anggukkan mereka berdua. Gray dan Gajeel mengunci pintu kelas dan memberikan nya ke Natsu. Mereka sudah memulai rencana -gila- itu.
"Apa yang kalian lakukan?"
"Berikan kunci itu kepada kami!"
Para gadis itu melangkahkan kaki nya mundur dengan was-was. Mereka tidak tau apa yang sedang direncanakan oleh Badboys itu. Yang jelas, apapun itu pasti -berbahaya-.
Gray dan Natsu perlahan membuka kancing seragam nya, Laxus dan Jellal duduk diatas meja dengan tenang, Gajeel mengambil sapu dan memukul kamera cctv sampai rusak. Tentu saja, Gajeel sudah mepersiapkan diri nya untuk mendengarkan -ceramah- guru BK besok.
Takut. Itulah yang dirasakan para cewek sekarang. Malu. Karna melihat tubuh sixpack yang kekar milik Gray dan Natsu.
'Astaga, tubuhnya seksi sekali...'batin para gadis secara bersamaan.
"Kalian terpesona dengan tubuh kami ya? Mungkin kita bisa -bersenang-senang- sedikit."kata Natsu dengan seringai mesum nya. Kini, dia sudah berhasil membuka semua kancing seragam nya yang hanya menampakkan tubuh berototnya itu.
"Kalian tau? Puluhan gadis rela berantri panjang untuk melihat tubuh kami ini, tapi kalian beruntung karna bisa melihatnya secara gratis.." tambah Gray.
"Mau apa kalian, hah?"
"Jellal, itu bagian mu!"
"What? Kok aku sih?"
"Yang cebol itu punya ku!"
"Rambut putih itu milikku!"
Tersisa dua orang lagi. Juvia dan Lucy.
"Blondie, kau milikku!"
"Apa? Dia bagian ku! Sana kau ambil yang berrambut biru itu.."
"Cshh... Seenaknya saja.."
Okay. Firasat Lucy tidak enak. Dia yakin, akan terjadi sesuatu hal yang tak di inginkan nya. Dan benar saja, seringai -aneh- para cowok tersebut semakin memperkuat dugaan nya.
"Are you ready, girls?"
TBC a RnR ?
