Title : I CHOOSE YOU chapter 2
Cast : Byun Baekhyun (EXO), Park Chanyeol
(EXO), Do Kyungsoo (EXO), Kim Jongin (EXO),
Oh Sehun a.k.a Byun Sehun (EXO), Xi Lu Han a.k.a Kim Luhan (Singer), and others.
Sedikit mengingatkan kalau ini hanya fiksi
belaka,cerita murni dari pemikiran saya jika ada
dialog atau peristiwa yang sama itu merupakan
ketidaksengajaan.
Haaiiiiiiiii pada kangen fanfic ini? Atau kangen aku? wkwk
Makasih banget yang udah baca apalagi nyempetin buat ngefollow,ngefav bahkan ngereview ff ini aku seneng bgt guys! Akhirnya jerih payahku bikin ff ini dan begadang tiap hari terbayarkan:') *jadi curhat
Oiyaa makasih juga yang udah ngefollow dan ngefav aku kalian emang best banget lah muah
Selamat membaca dan semoga kalian suka^^
I CHOOSE YOU
BY
PARK ZIYU
..
"Kau cantik sekali Baek!" Ucap seorang wanita dengan pipi yang mirip seperti bakpao(?) bersemangat.
Baekhyun tersenyum menatap pantulan dirinya dicermin.
"Eonni.." Lirih Baekhyun
Xiumin-wanita itu- yang sedang sibuk mendadani Baekhyun tiba-tiba terhenti ketika setetes air mata membasahi tangannnya.
"Aku merindukannya,bagaimana jika aku tidak bisa menahan diriku agar tidak memeluknya? Aku benar-benar merindukannya eonni.."
Xiumin langsung memeluk sepupu yang sudah ia anggap seperti adiknya tersebut,mengusap punggungnya agar Baekhyun berhenti menangis.
Xiumin sudah dengar dari Byun Sehun-kakak Baekhyun- bahwa kekasih Baekhyun menikah dengan Kyungsoo yang merupakan sahabat kecil Baekhyun,Xiumin terkejut. Ia pernah bertemu dengan Chanyeol ketika Baekhyun dan Chanyeol datang ke pernikahannya 5 bulan lalu. Tak pernah ia lihat wajah Baekhyun yang begitu bahagia selain bersama Chanyeol. Ia juga sudah mengenal Kyungsoo,bahkan mereka sering menghabiskan waktu bersama entah berbelanja atau Kyungsoo dan Baekhyun yang datang mengunjunginya. Ia tidak menyangka jika Kyungsoo tega pada Baekhyun,ia pikir Kyungsoo adalah gadis baik,penurut,dan sabar.
"Mengapa kau menjadi cengeng seperti ini eoh? Bahkan ketika kakimu terkilir lalu patah karena berlari mengejar orang yang sudah menabrak lalu menjatuhkan es krimmu,kau tidak menangis." Ucap Xiumin berusaha menenangkan Baekhyun
"Hehehe maafkan aku" Baekhyun tertawa berusaha berhenti menangis karena tak ingin Xiumin khawatir dan sedih karenanya.
"Dandani aku lagi eonnie~" Rengek Baekhyun
"Aish anak nakal,makanya jangan menangis." Xiumin mencubit pipi Baekhyun,dan Baekhyun hanya tersenyum menanggapinya.
.
.
.
Setelah berterimakasih kepada Xiumin yang sudah mendandaninya,Baekhyun menunggu Jongin yang katanya akan terlambat sebentar.
"Huh,apanya yang sebentar?" Dengus Baekhyun sambil melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 08.30.
"Maaf karena aku terlambat. Woah,Baekhyunku cantik sekali." ucap Jongin berusaha merayu Baekhyun yang tengah mempoutkan bibirnya.
"Aishhh kau ini" Baekhyun berdiri lalu memukul kepala sahabatnya itu
"Yak! Rambutku nanti rusak bodoh" ucap Jongin merapikan rambutnya yang sudah ia tata selama satu jam tersebut.
"Bodoh,siapa juga yang peduli." Acuh Baekhyun.
"Ayo pergi,aku tak ingin melewatkan janji suci sahabatku dengan orang yang ia cintai" lanjut Baekhyun lalu beranjak meninggalkan Jongin.
'Kau sok tegar sekali tidak mengakui bahwa hatimu terluka dengan mulutmu yang pedas itu' dengus Jongin sambil melirik sahabatnya yang berlalu begitu saja meninggalkannya
Baekhyun membalikkan tubuhnya dan menatap sahabatnya dengan tajam
"Jangan menatapku seolah kau ingin membunuhku" ucap Jongin malas
"Aku akan membunuhmu jika kau tidak datang kemari dengan cepat" Baekhyun berbicara sambil menaruh jarinya dilehernya seakan membuat sayatan pada lehernya
Jongin tertawa melihat tingkah sahabatnya itu kemudian ia berlari memasuki mobilnya karena tak ingin meninggal dengan konyol ditangan sahabatnya kekeke~
.
.
.
"Apa kau yakin ingin datang Baek?" Tanya Jongin memecah keheningan yang sempat terjadi beberapa saat yang lalu.
"Pertanyaan bodoh macam apa itu?" Sinis Baekhyun yang masih memainkan ponselnya seakan benda itu adalah sesuatu yang sangat menarik.
"Aku hanya tak ingin kau terluka Baek!" Ucap Jongin lembut berusaha melirik sahabatnya sambil memfokuskan pandangannya kejalanan didepannya.
"Aku sudah terluka,asal kau tahu." Sahut Baekhyun sambil tertawa kecil
Jongin menghela nafas. Percuma saja berbicara kepada sikeras kepala ini,pikirnya.
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam,akhirnya sampailah mereka disebuah gereja mewah yang terletak disudut kota,udaranya masih asri dan pemandangannya sangat indah.
"Aku akan menemui Kyungsoo,dia pasti sangat gugup Jongin. Kau pergilah menemui pengantin prianya." Ucah Baekhyun sambil melepas seatbeltnya.
"Baiklah,telpon aku jika terjadi sesuatu." Ucap Jongin ketika mereka sudah keluar dari dalam mobilnya.
.
.
.
Baekhyun berjalan menuju ruang tunggu pengantin sambil meremas tangannya,ia gugup karena semenjak kejadian itu,ia tak pernah bertemu Kyungsoo dirumah maupun disekolah,Kyungsoo berhenti sekolah karena kandungannya sudah semakin besar dan Baekhyunpun tak sempat mengunjungi sahabatnya tersebut karena urusan sekolahnya,maklum saja ia adalah murid kelas 3 yang sedang sibuk dengan ujian kelulusannya.
'Kau harus bisa melewatinya Baek,fighting!' Ucap Baekhyun ketika berdiri didepan ruang tunggu pengantin
Cklek
Pintu terbuka dan Baekhyun tersenyum melihat orang-orang yang disayanginya berkumpul.
"Oh Baekhyunie,kau sudah datang sayang." Ucap Lee Taemin-Ibu Chanyeol-
Baekhyun memeluknya dan mencium pipi mantan calon mertuanya tersebut.
"Apa kabar bi? Bibi semakin kurus saja." Ucap Baekhyun sambil berpura-pura merengut.
"Benarkah? Berarti dietku berhasil." Ucap Taemin menggebu-gebu.
"Aish,jangan melakukan diet lagi nanti bibi sakit" Ucap Baekhyun penuh perhatian.
"Kau semakin dewasa dan cantik baby." Itu adalah suara Zhang Yixing-Ibu Jongin- yang tersenyum kearah Baekhyun.
Baekhyun berlari menghampirinya kemudian memeluknya.
"Bibi,aku merindukanmu." Manja Baekhyun.
Yixing hanya tersenyum sambil mengusap punggung Baekhyun.
"Kenapa baru datang Baek?" Tanya Kim Luhan-kakak Jongin-
"Adikmu itu terlambat menjemputku eonni,aishh aku hampir mengamuk tadi."
Semua orang tertawa dan kembali berbincang-bincang.
"Oh,Ibu meminta maaf karena tak bisa datang,butiknya yang diSingapura benar-benar sedang kacau" Ucap Baekhyun pada semua orang.
"Tadi malam bibi Heechul-ibu Baekhyun- sudah menghubungiku Baek,dia mengatakan selamat dan memberikan gaun ini." Ucap Kyungsoo,dia baru saja berbicara pada Baekhyun.
"Oh benarkah? Wah indah sekali,ternyata itu adalah rancangan ibuku." Baekhyun tertawa
"Heechul memang hebat." Ucap Yixing sambil tersenyum.
"Acaranya dimulai 5 menit lagi." Ucap Do Siwon-ayah Kyungsoo- yang baru saja memasuki ruangan itu.
"Ah sebaiknya kita bergegas." Ucap Yixing.
"Ayo Baekki" Ajak Taemin lalu menggandeng tangan Baekhyun
Kyungsoo sempat menoleh tidak suka karena ibu Chanyeol sangat menyukai Baekhyun.
"Kyungsoo-yaa,selamat atas pernikahanmu." Ucap Baekhyun sambil memeluk sahabatnya kemudian mencium pipinya sebelum akhirnya keluar dari ruangan tersebut.
"Terimakasih Baek,aku menyayangimu." Ucap Kyungsoo sambil memegang tangan sahabatnya tersebut.
.
.
.
"Mulai saat ini dan selama-lamanya, kalian akan hidup sebagai suami-istri" Ucap pastur tersebut.
Chanyeol mengecup bibir Kyungsoo lalu melumatnya dengan lembut.
Tepukan tangan terdengar sangat bising ketika mereka berpagutan dalam dan mesra.
Tuan Do tersenyum sambil menitikkan airmata bahagia,disampingnya terdapat Baekhyun yang sedang menggenggam erat tangan Tuan Do yang sudah ia anggap sebagai ayahnya dengan senyum yang terlukis diwajahnya.
"Kau baik-baik saja Baek?" Bisik Jongin
"Yup" sahut Baekhyun dengan acuh.
"Benarkah?" Tanya Jongin yang sepertinya belum puas akan jawaban sahabatnya tersebut.
"Woah,makanan itu terlihat lezat" Ucap Baekhyun menggebu-gebu,berlalu meninggalkan Jongin dan pertanyaan lelaki itu.
"Ck,menyebalkan sekali" Jongin hendak mengikuti Baekhyun namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara disampingnya
"Bodoh"
Jongin mendelik tak suka ketika suara itu terdengar seakan menyindirnya.
"Kenapa kau bertanya hal tadi?" Ternyata itu adalah suara kakaknya,Kim Luhan
"Apanya yang salah noona? Aku hanya khawatir padanya"Sahut Jongin tak terima
"Jika kau benar sahabatnya,seharusnya kau tahu keadaannya tanpa menanyakannya" Ucap Luhan sambil merapikan poninya.
"Aku tahu,dia pasti sangat terluka saat ini" Lirih Jongin
"Ck,kau benar-benar bodoh Kim Jongin!"
Luhan meninggalkan adiknya yang terlihat sangat kesal tersebut.
"Aish,Yak! Baekhyun,tunggu aku!" Teriak Jongin
Jongin hendak menghampiri Baekhyun namun langkahnya terhenti ketika melihat Kyungsoo yang terduduk seorang diri.
"Mana Chanyeol?" Tanya Jongin.
"Sedang mengobrol dengan ayahku" Kyungsoo tersenyum lalu menepuk-nepuk sofa disampingnya.
Jongin yang mengerti segera mendudukkan dirinya disamping Kyungsoo.
"Mengapa kau tidak ikut bergabung?"
"Itu adalah obrolan para lelaki" Kyungsoo masih saja tersenyum menanggapi pertanyaan Jongin.
"Apa kau sebahagia itu?" Tanya Jongin serius.
"Apa maksudmu? Tentu saja aku bahagia Jongin-ah. Menikah dengan orang yang kau cintai pastilah sangat membahagiakan" Kyungsoo tersenyum sangat manis.
"Kau menyakiti Baekhyun" Ucap Jongin sambil menatap manik mata Kyungsoo
Kyungsoo tersentak ketika Jongin mengatakan hal tersebut,ia menundukkan kepalanya namun Jongin menggenggam erat tangan Kyungsoo agar Kyungsoo kembali menatapnya.
"Kau merebut semuanya"
"Kau merebut perhatian dan kasih sayang bibi Heechul yang seharusnya hanya diberikan pada putrinya"
"Kau bahkan merebut Chanyeol,orang yang sangat Baekhyun cintai"
"Kyungsoo yang kukenal bukanlah perebut apa yang menjadi milik orang lain"
"Aku tidak merebutnya Jongin-ah,mereka datang padaku dan memberikan cinta itu. Jadi bukan salahku ketika aku menerima dan menjaga cinta itu,bukan begitu?" Ucap Kyungsoo penuh penekanan lalu bangkit dari tempat duduknya.
"Dan ingat bahwa Baekhyun tak mempertahankannya,dia malah menyerahkannya padaku jadi aku akan menjaga semua itu dengan baik dan takkan melepas apa yang sudah menjadi milikku" Kyungsoo meninggalkan Jongin seorang diri
Jongin menghela nafasnya.
"Apa kau tak ingin mempertahankannya?" Tanya Jongin hati-hati
"Aku sudah mencoba,bahkan menurutku waktu 2 bulan itu sudah lebih dari cukup. Namun,Chanyeol memilih pergi karena hatinya bukan lagi untukku" Lirih Baekhyun
"Maafkan aku Baek,aku mencintainya" Ucap Chanyeol sambil menggenggam tangan Kyungsoo
"Itulah sebabnya,aku melepasmu Yeol"Baekhyun mencoba tersenyum
"Terima kasih Baek" itu suara Kyungsoo,ia memeluk tubuh Baekhyun.
"Ah kau curang! Bukankah kau pernah berjanji bahwa kau akan menikah setelahku?" Goda baekhyun sambil menggelitik pinggang Kyungsoo
Baekhyun dan Kyungsoo tertawa membuat Chanyeol tersenyum bahagia,ia sungguh bersyukur bahwa permasalahan ini akhirnya selesai namun tidak bagi Jongin. Jongin hanya menatap datar ketiga sahabatnya tersebut,ia muak dengan mereka yang selalu memasang topeng dan beranggap bahwa semuanya baik-baik saja.
"Kalian berdua melukai Baekhyun" Ucap Jongin lantang
"Kau brengsek,ingatkah perjuanganmu mendapatkan Baekhyun? Bukankah itu menjadi sia-sia sekarang mengingat kau dengan mudahnya membuangnya?" Tunjuk Jongin.
"Aku benar-benar tak mengerti,bagaimana bisa kau setega ini Kyungsoo? Kau dibutakan oleh cinta pada lelaki brengsek ini!" Jongin menatap tajam Kyungsoo
"Cukup Jongin!" Bentak Baekhyun
"Dan kau! Jangan menjadi sok kuat! Jika kau terluka maka tunjukkan!" Tunjuk Jongin pada Baekhyun
"Lalu aku harus bagaimana? Kau ingin aku menangis? Menangisi semuanya dan memohon untuk kembali menjadi seperti semula? Kumohon jangan buat ini semakin rumit Jongin.." Ucap Baekhyun pelan,bahkan nyaris tak terdengar.
Chanyeol yang mendengar itu merasakan nyeri pada hatinya,bagaimana bisa ia begitu kejam menyakiti orang sebaik Baekhyun. Namun ia tepis semua itu karena ia yakin akan pilihannya,pilihannya untuk menikah dengan Kyungsoo dan mempunyai keluarga yang bahagia dengan anak mereka kelak.
Kyungsoo sudah menitikkan airmatanya sejak tadi,ia merasakan pusing dan mual.
"Huekkk" Kyungsoo menutup mulutnya dan memegang perutnya
"Astaga sayang,kau kenapa?" Chanyeol panik mendapati kekasihnya seperti ini.
"Chanyeol,bawa Kyungsoo kekamarnya" Baekhyun berucap dengan panik
"Aku akan memanggil noonaku" Ucap Jongin kemudian berlari meninggalkan mereka.
.
.
.
Setelah menunggu hampir satu jam lamanya,akhirnya Luhan keluar dari kamar Kyungsoo.
Asal kalian tahu bahwa Luhan adalah seorang dokter muda ahli bedah,namun dengan kepintaranya ia menguasai berbagai bidang seperti ahli kandungan dan ahli psikologi,benar-benar mengagumkan bukan?
"Bagaimana keadaannya noona?" Ucap Chanyeol dengan wajah paniknya.
"Dia baik-baik saja,itu hanya gejala awal kehamilan" Ucap Luhan sambil melepaskan stetoskop yang tergantung dilehernya
"Syukurlah" Chanyeol berucap lega
Baekhyun yang mendengar semua itu hanya mampu tersenyum,ia turut bahagia jika Chanyeol sangat memperhatikan Kyungsoo.
"Tapi kondisi kehamilannya sangat lemah,jangan membuatnya tertekan itu sangat mempengaruhi kandungannya"
"Ck,seharusnya aku dan Baekhyun yang tertekan karena kelakuannya dengan Chanyeol" Sahut Jongin dingin
"Yak! Aku tak mau tahu,jika dia mengalami sesuatu yang buruk aku akan menyalahkan kalian bertiga" Ucap Luhan
"Ah kenapa masalah kalian ini begitu rumit?" Lanjutnya sambil memijit pelipisnya
Baekhyun hanya menundukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Ah sudahlah,biarkan Kyungsoo istirahat dan jangan ganggu dia!" Luhan segera pergi sambil membawa tas berisi alat kedokterannya
"Sebaiknya kalian pulang,aku yang akan menjaga Kyungsoo disini" Ucap Chanyeol sambil menatap Baekhyun yang menundukkan kepalanya sedari tadi.
Jongin menatap nyalang lelaki dihadapannya,bagaimana bisa ada lelaki sebrengsek Chanyeol.
"Ayo Baek,aku akan menginap dirumahmu" Jongin berucap lalu beranjak meninggalkan kedua sahabatnya.
Baekhyun yang hendak pergi harus menghentikan langkahnya ketika tangannya ditarik dengan kasar oleh Chanyeol.
"Aku akan tetap menikahinya dengan atau tanpa persetujuanmu"
Ucap Chanyeol dengan nada dinginnya
"Tentu saja,lakukan semaumu" Baekhyun tersenyum
"Baekhyun,cepatlah!" Teriak Jongin yang sudah berada dipintu utama keluarga Do
"Aku pulang,jagalah Kyungsoo" Ucap Baekhyun lalu meraih ponselnya yang tergeletak dimeja.
"Tentu saja aku akan menjaga dan melindungi orang yang kucintai" Chanyeol menatap Baekhyun dengan intens
Baekhyun hanya tersenyum dan berlalu menghampiri Jongin
Jongin masih mengingat kejadian 4 hari yang lalu,dimana ia memaksa Baekhyun bertemu dengan Chanyeol dan Kyungsoo. Awalnya Baekhyun menolak dan berkata bahwa masalahnya sudah selesai namun Jongin tetap bersikeras hingga akhirnya Baekhyun mengikutinya.
Jongin masih menganggap semuanya hanyalah mimpi,bagaimana semuanya bisa terjadi? Ia benar-benar ingin terbangun dari mimpi buruk ini,mengembalikkan semua canda tawa yang selalu menghiasi persahabatan mereka.
Ia lelah berada diantaranya,diantara orang-orang yang terluka. Ia benar-benar bingung harus berbuat apa. Baekhyun dan Kyungsoo adalah sahabatnya,orang yangia sayangi, ia iba dengan Baekhyun namun ia juga tak bisa menyalahkan Kyungsoo begitu saja karena semua ini terjadi karena ketidaksengajaan.
"Tuhan,aku harus bagaimana? Aku benar-benar tak tahu harus berbuat apa" gumamnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar
.
.
.
Matahari sudah menampakkan dirinya,kicauan burung-burung terdengar saling bersahutan,seakan mengingatkan setiap orang agar terbangun dari alam bawah sadar mereka dan memulai segala aktivitas mereka.
Baekhyun terbangun dari tidurnya,mengusak-ngusak matanya perlahan kemudian melihat jam beker yang berada diatas nakasnya.
"Astaga,aku terlambat" Mata mengantuknya membulat ketika melihat jarum jam yang menunjukkan angka 07.00 KST. Ia bangkit dari ranjangnya dan menggerutu pelan
"Kenapa Chanyeol tak meneleponku?" Gerutunya
DEG
Bagaimana bisa ia mengingat Chanyeol yang selalu menelpon setiap pagi untuk membangunkannya
"Bodoh,Byun Baekhyun bodoh" Ucapnya sambil bergegas kearah kamar mandi
.
.
.
Diwaktu yang sama namun ditempat berbeda seorang lelaki dengan paras tampan sedang memakai sepatunya. Ia terlihat begitu bahagia karena senyuman tak pernah luntur dari wajahnya.
"Apakah Baekhyun sudah bangun?" Ucapnya seorang diri
Dia,Park Chanyeol langsung menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha melupakan apa yang ia katakan
"Apa peduliku" Ucapnya lagi sambil mengedikkan bahunya.
Cklek
Chanyeol menoleh mendapati suara pintu terbuka dan ia langsung tersenyum.
"Ayo sarapan,nanti kau terlambat. Bukankah ini hari pertama ujian kelulusan?" Itu adalah suara Kyungsoo.
Setelah menikah,Kyungsoo dan Chanyeol memutuskan tinggal dikediaman Park,awalnya Kyungsoo menolak karena tak ingin meninggalkan ayahnya sendirian. Namun,melihat keadaan kehamilannya yang lemah membuat mereka memaksanya karena ada Lee Taemin alias ibu Chanyeol yang akan menjaganya. Dan Tuan Do juga menyetujui karena ia pasti sangat sibuk dengan perusahaannya sehingga tak ada waktu untuk mengurusi Kyungsoo.
"Apa tak ada morning kiss untukku?" Ucap Chanyeol sambil memanyunkan bibirnya.
Kyungsoo tertawa lalu menghampiri Chanyeol
CUP
Chanyeol tetap saja cemberut
"Bukan kecupan,aku ingin ciuman" Rengek Chanyeol
Chanyeol langsung mendaratkan bibirnya dibibir Kyungsoo,melumatnya perlahan. Kyungsoo melayang,ia sangat suka ketika Chanyeol menciumnya. Chanyeol menggigit bibir bawah Kyungsoo,dengan refleks Kyungsoo membuka bibirnya. Itu adalah kesempatan bagi Chanyeol,ia langsung melesakkan lidahnya dan mencari lidah Kyungsoo untuk bertarung.
"Nggghh..."
Kyungsoo melenguh ketika lidah Chanyeol menerobos masuk,mengabsen giginya dan mengaitkan lidah mereka. Kyungsoo membalasnya tak kalah hebat. Mereka berpagutan cukup lama hingga Kyungsoo mendorong pelan dada Chanyeol dan akhirnya tautan itupun terputus,Chanyeol sungguh tak rela namun ia tahu bahwa Kyungsoo sudah kehabisan nafasnya.
Chanyeol mengusap saliva yang ada dibibir Kyungsoo dengan jarinya,ia tersenyum lalu mengajak Kyungsoo turun untuk sarapan bersama orangtuanya.
.
.
.
Suara gaduh memenuhi ruangan kelas,ujian kelulusan yang akan selenggarakan beberapa menitpun tak mengindahkan mereka untuk diam. Para siswa tampak sedang melakukan aktivitasnya seperti membaca,mengobrol,bermain,berlarian,bahkan ada yang tertidur pulas.
"Ah~ aku lapar" Ucap Baekhyun sambil mengusap perutnya
"Apa kau tak sarapan?" Tanya Jongin
"Aku terlambat bangun hehehe" Baekhyun tersenyum memperlihatkan mata bulan sabitnya
Jongin terpaku melihat wajah mempesona sahabatnya tersebut,sungguh cantik pikirnya.
"Aku akan membelikanmu roti dan susu,tunggulah" Jongin hendak bangkit namun sebuah tangan menahan lengannya
"Tak usah,10 menit lagu bel berbunyi" Ucap Baekhyun lembut
Chanyeol yang baru saja masuk kekelasnya dan tiba dibangkunya terkejut ketika melihat seseorang duduk disebelah tempat duduknya
"Tao-sshi. Apa yang lakukan ditempat Baekhyun?" Tanya Chanyeol sembari menaruh tasnya diatas meja
"Oh,Baekhyun-sshi memintaku bertukar tempat. Aku kira dia sedang merajuk padamu. Apa kau keberatan Chanyeol-sshi? Aku akan_ "
"Tidak,kau duduklah disini" Chanyeol hendak menghampiri Baekhyun namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara bel kemudian seorang guru masuk kekelasnya dan berakhir dengan dia yang berjalan kearah bangkunya lalu duduk disamping temannya bernama Tao tersebut.
"Baekhyun kenapa kau seperti ini? Apakah kau menghindariku?" gumam Chanyeol menatap punggung gadis cantik dengan rambut panjang yang terurai.
..
TBC
Gimana guys? Memuaskan kah? Atau ngebosenin? Maafkan aku ya tapi aku udah berusaha sebisa aku hehe
Banyak yang ngereview kenapa chanyeol jahat? dia emang jahat karena udah mencabik-cabik hatiku hahaha apainiii?-_-
Kenapa kyungsoo tega? aku juga gatau kenapa dia tegaa banget yaallah
Ada yang pengen ini kaibaek aja dan ada yg gasetuju kaibaek. hahaha aku bener2 gatau . Yahhhh aku berharap kalian ngikutin terus ff ini dehhhhhh hehehe
Makasih banget buat saran dan semangatnya,aku seneng bgt bacain review kalian maaf banget yang gapunya akun belum aku bales aku gangerti gimana sih balesnya? karena masih baru banget di fanfiction hehe
Makasih yang udah mau baca chapter ini dan chapter terdahulu muah muah deh. Jangan sampai sakit yaaa! sampai ketemu dichapter selanjutnya:):)
REVIEWNYA YA MAKASIH^^
