Title : I CHOOSE YOU chapter 3
Cast : Byun Baekhyun (EXO), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), Kim Jongin (EXO), Oh Sehun a.k.a Byun Sehun (EXO), Xi Lu Han a.k.a
Kim Luhan (Singer), and others.
Sedikit mengingatkan kalau ini hanya fiksi belaka,cerita murni dari pemikiran saya jika ada dialog atau peristiwa yang sama itu merupakan
ketidaksengajaan.
Makasih yang udah sempetin baca dan review ff ini,makasih juga buat yang udah ngefollow&ngefavourite ff ini bahkan ngefollow&ngefavourite aku. Makasih bgt guys! Aku gatau bisa apa tanpa kalian mian aku kebanyakan bicara,langsung baca aja yaa dan kuharap kalian suka^^
I CHOOSE YOU
BY
PARK ZIYU
.
.
.
Chanyeol terlihat gusar dibangkunya,berulang kali guru pengawas menegur dan mengancam akan merobek kertas ujiannya namun persetan dengan semuanya. Ia benar-benar tak fokus,pikirannya hanya tertuju pada seseorang yaitu Byun Baekhyun.
'Aku harus menanyakannya'
KRING~
Bel berbunyi menandakan istirahat baru saja berlangsung,Chanyeol segera bangkit dari bangkunya dan berjalan kearah Baekhyun. Jangan lupakan wajah kesalnya saat ini!
"Bukankah kau lapar? Ayo kekantin" Ajak Jongin.
Baekhyun hanya mengangguk sambil membereskan alat tulis lalu memasukkan kedalam tasnya.
"Baekhyun,kita harus bicara"
Chanyeol menarik pergelangan tangan Baekhyun dengan terburu-buru membuat semua teman kelas mengernyit heran kearahnya.
"Wah,sepertinya perang dunia kegita akan terjadi!" Pekik Sulli ketika melihat Chanyeol yang menarik Baekhyun dengan emosi.
"Mungkin mereka akan putus setelah ini!" Celetuk Amber dan dihadiahi tatapan mematikan Jongin.
Mereka tak tahu bahwa Chanyeol dan Baekhyun bukan lagi menjadi sepasang kekasih,bahkan Chanyeol sudah menjadi suami sah Kyungsoo sekarang.
Chanyeol menarik Baekhyun dengan kasar,tentu saja Baekhyun meronta namun cengkraman Chanyeol dipergelangan tangannya sangat kuat hingga ia akhirnya mengalah dan menurut pada orang kelebihan kalsium yang menariknya ini.
Baekhyun hanya bisa meringis dan memperhatikan langkahnya mengikuti langkah besar Chanyeol agar ia tak terjatuh,mengapa Chanyeol terlihat sangat marah? Apa ia telah melakukan kesalahan? pikirnya.
Chanyeol menghempaskan tangan Baekhyun setibanya di atap sekolah. Tempat yang biasa ia habiskan bersama Baekhyun ketika mereka masih berstatuskan sebagai sepasang kekasih. Entahlah,ia sangat kesal dan hanya tempat ini yang terlintas dipikirannya.
Baekhyun mengelus pergelangan tangannya yang memerah akibat cengkraman Chanyeol yang begitu kuat. Ia tahu bahwa mantan kekasihnya sedang kesal,tapi apa yang membuat Chanyeol kesal?
"Bisa kau jelaskan padaku mengapa kau menarik dan membawaku kesini?" Tanya Baekhyun sesampainya mereka disana.
"Mengapa kau bertukar tempat duduk dengan Tao? Apa kau sedang menghindariku?" Ucap Chanyeol dengan cepat.
Baekhyun mengerutkan dahinya
'Apa yang terjadi dengannya?'
"Jadi kau menarikku kesini hanya ingin bertanya itu? Astaga Chanyeol! Aku benar-benar tak mengerti denganmu" Akhirnya Baekhyun tersulut emosi. Ia merutuki kebodohan Chanyeol yang menariknya seperti sebuah koper dengan tidak berperasaan seperti tadi.
"Mengapa kau menghindariku?" Desak Chanyeol
"Lalu apa masalahmu?"
DEG
Chanyeol terdiam ketika Baekhyun bertanya hal itu,ia juga tak mengerti mengapa ia sangat kesal ketika Baekhyun terlihat menghindarinya. Bukankah mereka sahabat? Mengapa Baekhyun harus menghindarinya?
"Aku_" Chanyeol tergagap,matanya bergerak-gerak mencari sebuah kata yang terlihat pantas ia lontarkan.
Baekhyun hanya bisa menatap Chanyeol dalam diam, menatap lelaki yang sangat ia cintai, menatap lelaki yang sangat ia rindukan,menatap lelaki yang pernah mengisi hari-harinya, menatap lelaki yang telah berstatuskan sebagai suami dari sahabatnya.
'Aku merindukanmu'
'Aku benar-benar ingin memelukmu'
Hah,Baekhyun pikir bahwa dirinya sudah gila karena 'masih' mencintai suami sahabatnya itu.
"Mengapa kau menghindariku? Bukankah kita sahabat?"
"Yah,kita adalah sahabat" Sahut Baekhyun
"Jika begitu maka jangan menghindariku" Ucap Chanyeol dengan cepat.
Baekhyun mengangguk dan berbalik,ia sungguh tak punya tenaga hanya untuk beradu mulut dengan mantan kekasihnya ini.
"Kau mau kemana?"
"Kantin,lapar" Sahut Baekhyun yang sudah memegang kenop pintu atap tersebut.
"Aku ikut"
Chanyeol segera melenggang dan berjalan dihadapan Baekhyun.
.
.
.
"Kau mau pesan apa?" Tanya Chanyeol setibanya dikantin.
"Hm,aku ingin jus_"
"Jus strawberry dengan banyak potongan strawberry diatasnya" Potong Chanyeol.
Baekhyun tak tahu apakah ia harus senang mengingat Chanyeol yang masih hafal akan minuman kesukaannya.
"Bukankah kau lapar? Mengapa kau hanya memesan jus?"
"Kau memotong ucapanku" Ucap Baekhyun dengan nada datar. Ugh,mengapa Chanyeol sangat menyebalkan sekarang?
Chanyeol menggaruk-garuk tengkuknya sambil tersenyum bodoh.
"Aku akan memesankan bubur untukmu,kau terlihat pucat. Carilah tempat duduk dan tunggu aku"
Belum sempat Baekhyun mengeluarkan suara namun Chanyeol sudah menghilang diantara kerumunan siswa dan siswi yang sedang mengantri membeli makanan.
Baekhyun menghembuskan nafasnya kesal lalu memutuskan untuk mencari-cari bangku kosong dan matanya menangkap sosok Jongin yang sedang terduduk sambil memainkan ponselnya. Ia berlari dan segera mendudukkan dirinya didepan sahabatnya tersebut.
"Yak! Kemana saja kau? Aku menghubungimu daritadi!" Pekik Jongin
"Bisakah kau tidak berteriak? Aku pusing" Baekhyun menutup matanya lelah.
"Apa yang kau bicarakan dengan lelaki brengsek itu?" Selidik Jongin
"Jongin, bisakah kau berbaikan dengannya?" Tanya Baekhyun penuh harap
"Kenapa?" Sahut Jongin tak terima
"Karena dia sahabatmu dan suami dari sahabatmu"
Jongin terdiam menatap Baekhyun,ia tak percaya bagaimana bisa Baekhyun menyuruhnya berbaikan dengan Chanyeol.
"Aku tak apa asal kau tahu. Bukankah kita adalah sahabat?" Baekhyun tersenyum meyakinkan Jongin
'Bukan karena itu Baek...'
Akhirnya Jongin mengangguk sambil tersenyum,ia menggenggam erat tangan Baekhyun dan mengelusnya dengan sayang.
Chanyeol datang membawa nampan dan meletakkannya dihadapan Baekhyun.
Jongin merasa deja vu,pemandangan ini adalah pemandangan yang sering ia lihat ketika Chanyeol dan Baekhyun masih berstatuskan sebagai sepasang kekasih. Chanyeol yang selalu memesan makanan dan Baekhyun yang selalu menunggu Chanyeol datang dibangku mereka. Sederhana memang,namun mampu membuat Baekhyun tak henti-henti mengembangkan senyumnya. Dan menurutnya,itu telihat sedikit errrr... romantis.
"Hai" Sapa Chanyeol lalu mendudukkan dirinya tepat disebelah Baekhyun.
Jongin hanya tersenyum kikuk membalasnya.
Drrtt drrttt
Chanyeol dan Jongin menatap ponsel dan Baekhyun secara bergantian.
"Baek ponselmu/Baekhyun ponselmu" Ucap keduanya secara bersamaan. Mereka saling tatap dan kembali tersenyum kikuk.
"Huh?" Baekhyun tersadar dari lamunannya dan segera mengangkat panggilannya.
"..."
"Apa harus?"
"..."
"Baiklah,aku kesana"
"Siapa?" Tanya Jongin sambil mengaduk-aduk ramennya.
"Aku harus pergi" Baekhyun beranjak lalu meninggalkan dua sahabatnya dengan terburu-buru bahkan bubur yang Chanyeol beli tak dihiraukannya.
Jongin mendengus kesal dan Chanyeol hanya bisa menatap punggung Baekhyun yang semakin jauh dari arahnya.
Keheningan menyelimuti keduanya,hanya terdengar suara hembusan nafas mereka dan dentingan sendok ataupun sumpit yang mereka gunakan. Hah,sangat canggung bukan?
"Jongin-ah.." Chanyeol yang tak tahan dengan kecanggungan ini akhirnya buka suara.
"Maafkan aku karena telah merusak persahabatan kita. Maafkan aku karena telah menyakiti dua malaikatmu,orang yang kau sayangi"
Jongin menoleh,menatap Chanyeol dan berusaha menyimak apa yang keluar dari mulut sahabatnya ini.
"Aku bingung. Kau tahu? Aku selalu bercerita padamu ataupun pada Luhan noona. Namun ketika masalahku adalah melibatkan dua orang yang kalian sayangi. Aku takut" Lirih Chanyeol.
"Aku tak bisa meninggalkan Kyungsoo karena ia tengah mengandung anakku,dan juga aku tak bermaksud menyakiti keduanya namun pada akhirnya aku tetap menyakiti mereka."
Chanyeol menghela nafasnya pelan.
"Apa aku sudah melakukannya dengan benar?"
"Ya,kau sudah melakukannya dengan benar"
'Maafkan aku Baekhyun'
Chanyeol tersenyum lemah
"Maafkan aku Jongin,bisakah kita berteman lagi? aku tahu kau pasti ingin membunuhku namun aku benar-benar membutuhkanmu untuk berada disamping Baekhyun,aku benar-benar bersalah padanya."
Mendengar Chanyeol yang memelas kearahnya,membuat Jongin iba. Ia mengangguk dan tersenyum lalu menepuk bahu Chanyeol,berusaha menguatkan sahabat bodohnya itu. Walau bagaimanapun tak ada yang salah disini bukan? Chanyeol dan Kyungsoo begitu karena kecelakaan,dan Baekhyun? Hah,ia harap Baekhyun mengerti karena lelaki didunia ini bukan hanya Chanyeol,lelaki yang pantas mendapatkan cinta Baekhyun itu banyak,termasuk dirinya. Ugh,ada apa dengan pikiranmu Kim Jongin?
.
.
.
Dalam hidup, ada yang namanya mantan pacar,mantan istri,atau mantan suami. Tapi tak ada yang namanya mantan sahabat.
Mungkin benar yang dikatakan orang-orang bahwa tak ada yang namanya mantan sahabat. Seberapa banyak Chanyeol melukai Baekhyun. Seberapa keras Baekhyun berusaha menghindari Chanyeol, tetap saja mereka adalah sahabat bukan? Saling peduli dan memaafkan.
Ini adalah hari ketiga mereka menghadapi ujian. Jongin dan Chanyeol memaksa Baekhyun makan malam bersama dengan alasan Baekhyun yang terlihat semakin kurus dan tak bersemangat akibat tertekan karena ujian sekolah ini.
"Aku tak suka makanan jepang" rengek Jongin
"Tapi aku ingin makan donkatsu" Sahut Chanyeol egois.
Baekhyun mendelik kesal melihat Jongin dan Chanyeol yang sedang beradu argumen didepannya.
"Apa kalian akan beradu argumen terus menerus mengenai apa yang akan kita makan? Oh ayolaah~ Kita sudah terjebak selama satu jam dikelas ini" Ucap Baekhyun dengan wajah lelahnya
"Apa kau sudah lapar? Ayo ke kedai hotdog di persimpangan jalan sana" Jongin beranjak lalu menggapai tangan Baekhyun
"Kau ingin mengajak Baekhyun makan hotdog? Itu tak bagus bagi kesehatannya,lihatlah tubuhnya yang kurus itu!" Ucap Chanyeol tak suka
Baekhyun mendelik sebal,mengapa jadi tubuhnya yang dibicarakan?
Jongin dan Chanyeol kembali beradu argumen membuat Baekhyun menatap mereka jengah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya,kekanakan sekali pikirnya.
Baekhyun melangkahkan kakinya meninggalkan kedua temannya itu
"Yak Byun! mau kemana kau?" Teriak Jongin yang menyadari Baekhyun pergi begitu saja
"Pulang" Sahut Baekhyun acuh
"Bukankah kita akan makan malam bersama?" Tanya Chanyeol dengan suara bassnya yang menggema dalam ruang kelas tersebut.
"Aku akan makan malam dirumah,paman Jung bilang ayah dan ibu baru saja kembali" Ucap Baekhyun tanpa menoleh
Chanyeol dan Jongin ber'oh' ria sambil mengangguk-anggukan kepala mereka. Ugh,jangan lupakan wajah kesal Baekhyun sekarang!
.
.
.
"Aku pulang" Ucap Baekhyun dengan semangat
"Apa kau lapar? Aku akan membuatkan makanan untukmu nona" Pelayan Jung menyambut Baekhyun dengan ramah.
"Bukankah ibu dan ayah pulang? Mengapa sepi sekali?" Tanya Baekhyun sambil berjalan kearah dapur.
"Tuan Byun pergi sejak 2jam yang lalu,mungkin akan pulang sebelum makan malam. Dan Nyonya berada dikamarnya,sepertinya tertidur."
Baekhyun hanya mengangguk malas dan mengambil air kemudian meminumnya dengan perlahan.
"Apa ada yang nona butuhkan?" Tanya pelayan Jung sopan
"Berhentilah memanggilku seperti itu paman,aku tak suka asal paman tahu" Baekhyun menatap pelayan Jung dengan sengit.
Pelayan Jung hanya menunduk,bagaimanapun makhluk didepannya ini adalah majikannya bukan? yang harus dihormati walau usianya lebih muda darinya.
"Jangan memasang wajah seperti itu,paman terlihat seperti Jongin yang ketahuan menyontek tadi" Baekhyun terkikik membayangkan wajah Jongin yang ketakutan akibat teguran dari pengawas ujian disekolahnya.
Pelayan Jung tersenyum menatap Baekhyun.
"Apa ada yang kau butuhkan Baek? Paman akan menyiapkannya" Pelayan Jung mengelus rambut Baekhyun dengan sayang,bagaimanapun Baekhyun itu sudah dianggap anak kandungnya sendiri karena dialah yang mengurus sejak bayi bahkan ia pun mengurus kakak Baekhyun yaitu sitampan Sehun.
"Tidak paman,aku akan kekamar dan mandi. Bye pamanku yang tampan"
Baekhyun melenggang pergi sambil melambai-lambaikan tangannya,pelayan Jung hanya tersenyum dan menyiapkan bahan-bahan makanan untuk makan malam keluarga Byun.
Baekhyun menaruh tas diatas meja belajarnya,kemudian ia melangkah kearah kamar mandi,hanya butuh waktu 30 menit untuk membersihkan dirinya. Kemudian ia memutuskan belajar untuk ujian sekolahnya besok. Fokus belajarnya buyar saat mendengar ponselnya yang bergetar tanda ada orang yang menelponnya.
"Halo"
"Apa kau sudah makan malam Baek? Kudengar kau selalu melewatkan makan malammu. Mengapa kau selalu melewatkan makan malammu sayang? Bukankah kau sedang menghadapi ujian sekolah? Lalu bagaimana bila kau sakit?"
Baekhyun memutar bola matanya malas
"Halo?"
"Baekhyun?"
"Byun Baekhyun?"
"Aku sedang belajar oppa"
"Makan malam dulu Baek,bukankah ayah dan ibu sedang berada dirumah?"
"Yaah,sebentar lagi aku turun,kapan kau kembali kekorea?"
"Entahlah Baek,ayah menyuruhku kembali saat aku sudah siap dikantor pusat"
"Aku merindukanmu"
"Aku juga merindukanmu adikku yang cengeng"
"Yak!aku tak cengeng~"
"Aku mendengar isakanmu dari sini asal kau tahu"
"..."
"Baek? Apa kau tertidur mendengar suaraku? hahaha"
Baekhyun tersenyum
"Ah Baekhyun,kenapa kau diam saja?"
"Hanya.. ingin mendengar suaramu"
"Uh manisnyaa~. Sudahlah Baek,sebaiknya kau turun dan makan. Sepertinya ayah dan ibu sudah menunggumu"
"Baiklah,aku menyayangimu"
"Aku lebih menyayangimu,muah"
PIP
"Oppa,aku benar-benar kesepian. Setelah kau pergi,Chanyeol datang dan selalu berada disisiku. Kini,Chanyeol juga pergi,sama seperti dirimu"
Baekhyun menatap bingkai foto yang berada diatas nakasnya,foto yang memperlihatkan dirinya yang tersenyum dengan seorang lelaki yang sedang memeluknya dari belakang. Foto itu diambil sekitar dua tahun yang lalu dipantai. Tertulis dipinggir bingkai itu 'Oppa kesayanganku,Byun Sehun'
Baekhyun berjalan menuju dapur,benar saja kedua orang tuanya terlihat berbicara sambil menunggu paman Jung menyiapkan makan malam untuk mereka.
"Ayah,ibuu~" Ucap Baekhyun menggebu-gebu.
Baekhyun memeluk kedua orang tuanya dan mencium pipi mereka.
"Makanan datang" Paman Jung berkata dengan sopan
Baekhyun melepaskan pelukannya tak rela,ia menatap makanan yang baru saja disajikan pelayan Jung dengan berbinar. Entahlah,mungkin karena kehadiran orang tuanya membuat selera makan dan semangatnya kembali.
"Selamat makan" Ucap Tuan Byun Hangeng kemudian menyunggingkan senyumnya.
Mereka makan sambil sesekali bercerita,terlihat seperti keluarga yang harmonis bukan?
"Bagaimana dengan ujianmu Baek?" Tanya Tuan Byun
"Yah,begitulah ayah" Sahut Baekhyun sambil menundukkan kepalanya
"Apa begitu susah?"
Baekhyun mengangguk-anggukan kepalanya dengan cepat membuat Tuan Byun terkekeh karena tingkah menggemaskan putrinya.
"Apa kau sudah menentukan ingin melanjutkan kuliah dimana?"
"Entahlah ayah,aku masih belum memikirkannya."
"Aku sudah mendaftarkanmu di Kanada,Le Cordon Bleu. Bukankah kau ingin menjadi chef yang handal?Kau bisa melanjutkan study mu disana dan tinggal bersama Sehun-mu itu"
"Benarkah? Ah ayahku memang yang terbaik" Puji Baekhyun pada ayahnya.
"Jika kau bersedia,aku akan memberitahu Sehun untuk mengurus keperluanmu"
"Aku akan memikirkannya,aku masih belum siap meninggalkan tanah kelahiranku."
"Baiklah,aku memberimu waktu sampai ujian sekolahmu selesai,OK?"
"OK^^" Sahut Baekhyun sambil tersenyum
"Ibu,mengapa ibu tak bersemangat? Apa ibu baik-baik saja?" Tanya Baekhyun menyadari raut wajah ibunya yang murung.
"Begitu terlihatkah? Ibu harus kembali ke Singapura besok pagi." Sahut Heechul kemudian tersenyum lemah.
"Apa kau tidak lelah sayang? Kau baru datang tadi pagi bukan?" Tanya Hangeng pada istrinya.
"Aku ingin tinggal,namun sepertinya ini benar-benar serius. Ah,aku tak bisa mengantarmu kebandara besok. Bukankah kau akan kembali ke Kanada besok malam?" Ucap Heechul menyesal.
"Tidak apa-apa,Baekhyun yang akan mengantarku. Bukan begitu,Baek?"
"Apa aku ditinggal lagi?" Baekhyun menatap kedua orangtuanya bergantian.
"Maafkan ibu dan ayah,kuharap kau mengerti Baek" Ucap Heechul menyesal.
"Hah...baiklah,jaga diri kalian. Jangan lewatkan makan dan istirahatlah jika lelah. Aku mencintai kalian"
Baekhyun tersenyum dengan manis,namun sedetik kemudian ia menunduk dan tersenyum getir.
'Kalian selalu saja meninggalkanku'
.
.
.
"Bagaimana keadaan Kyungsoo?" Tanya Jongin
Chanyeol dan Jongin memutuskan makan malam bersama tanpa Baekhyun,disinilah mereka di kedai hotdog persimpang jalan dekat sekolah mereka. Akhirnya Chanyeol mengalah akan makanan yang akan ia makan.
"Dia baik,kupikir berat badannya bertambah dan dia seringkali merengek meminta sesuatu" Chanyeol tersenyum membayangkan wajah imut istrinya.
Jongin yang melihat Chanyeol tersenyum pun ikut tersenyum.
"Jongin,apa kau juga merasa bahwa Baekhyun menjadi tak bersemangat akhir-akhir ini? Dia terlihat begitu kurus dan pucat" Ucap Chanyeol dengan khawatir.
"Dia selalu menolak makan malam,paman Jung yang berkata padaku"
"Aishhh,anak itu" Gerutu Chanyeol.
"Kenapa?"
"Mengapa ia selalu membuat semua orang khawatir?" Sahut Chayeol.
"Kau masih mencintainya" Ucap Jongin menatap Chanyeol.
Chanyeol mengedikkan bahunya
"Aku mencintai Kyungsoo" Sahut Chanyeol acuh,lalu menggigit hotdognya.
Jongin menatap Chanyeol,mencari sebuah kebenaran akan kata-kata sahabatnya. Ah entahlah,andaikan dia Luhan yang bisa mengetahui sesuatu hanya dari tatapan mata seseorang. Ia meminum colanya dan menghabiskan makanannya dengan cepat.
.
.
.
Hujan mengguyur kota Seoul,menemani malam ibu kota Korea Selatan disertai angin kencang, membuat orang-orang harus menyalakan pemanas ruangan agar mereka tidak kedinginan.
Namun tidak bagi Kyungsoo,ia tak perlu menyalakan pemanas selama ada pelukan Chanyeol yang menghangatkannya,seperti sekarang.
"Umm Chanyeol.. Apa kau sudah memikirkan nama anak kita?" Tanya Kyungsoo sambil memainkan jarinya pada kancing piyama Chanyeol.
"Aku ingin kau yang memberi nama,yang jelas marganya Park" Ucap Chanyeol sambil mengecupi kepala istrinya dengan sayang.
Kyungsoo bangkit dari tidurnya dan memasang wajah berfikir yang sangat imut.
Srettt~
Chanyeol menarik tangan Kyungsoo lalu menindih istrinya tersebut.
"Jangan memasang wajah seperti itu,kau sungguh menggemaskan" Bisik Chanyeol dengan suara beratnya
Kyungsoo hanya mengerjapkan matanya,menatap mata onyx suaminya sampai sesuatu yang kenyal menyentuh permukaan bibirnya.
Chanyeol mengecup bibir hati milik Kyungsoo lama,ia mulai melumat bibir itu dengan lembut. Menarik tengkuk Kyungsoo agar ciuman itu lebih dalam. Kyungsoo pun sudah mengalungkan tangannya dileher Chanyeol,sedikit menariknya supaya ciuman itu pun tak terlepas.
"Mmhhh" Lenguhan Kyungsoo terdengar dengan jelas ditelinga Chanyeol yang membuat hasratnya meningkat. Oh ayolah siapa yang tidak terangsang ketika cuaca juga sedang mendukung kalian untuk bercinta?
Cpkhh mmhh cpkkhh
Ciuman itu berubah menjadi kasar dan menuntut,Kyungsoo memukul dada Chanyeol pelan bermaksud untuk melepas ciuman maut itu karena nafasnya sudah habis.
Chanyeol yang mengertipun melepasnya dengan tak rela,namun apa boleh buat? Kyungsoo sedang hamil yang tak memungkinkannya melayani Chanyeol bukan?
"Tidurlah sayang" Chanyeol berbaring disamping istrinya kemudian memeluk Kyungsoo dari belakang.
Kyungsoo diam-diam tersenyum bahagia karena Chanyeol begitu pengertian akan kondisinya,mengenyampingkan hasratnya agar tak menyentuhnya. Kemudian ia ikut memejamkan matanya menyusul Chanyeol yang sudah pergi kealam bawah sadarnya.
.
.
.
"Ibu,aku pulang" Ucap Jongin sambil mencium pipi Yixing dari belakang
"Mandilah lalu turun untuk makan malam,ibu akan selesai sebentar lagi"
"Apa noona sudah pulang?" Tanya Jongin kemudian meneguk air yang diberikan ibunya dengan rakus,sepertinya ia memang kehausan.
"Dia ada dikamar,jangan ganggu dia Jongin!" teriak Yixing yang mendengar suara kaki Jongin yang berlari menaiki tangga.
Jongin hanya mengangguk membalas perkataan ibunya yang jelas saja tidak dilihat ibunya karena Yixing sedang sibuk dengan masakan yang sedang ia buat untuk makan malam keluarganya.
"Noona,apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Jongin yang tiba-tiba masuk kekamar Luhan dan berbaring di atas ranjang kakaknya.
"Bisakah kau ketuk pintu dulu Kim Jongin?" sindir Luhan yang sedang bersandar dikepala ranjang sambil memainkan laptopnya.
"Noona,aku sungguh bingung"
"Ceritakan" Ucap Luhan kemudian menutup laptopnya dan berusaha menyimak apa yang akan dilontarkan oleh adik menyebalkannya ini.
"Kau tahu? Semenjak kejadian itu,aku sungguh membenci Chanyeol, kelakuannya membuatku muak dan kesal bersamaan"
Luhan mengangguk-anggukan kepalanya tanda ia paham.
"Tapi terkadang aku merasa iba padanya,bagaimanapun ini semua terjadi karena kecelakaan. Jika aku diposisinya,aku juga akan memilih Kyungsoo yang membutuhkan seorang suami dan ayah dari anak yang sedang di kandungnya. Namun,jika aku mengingat kembali bagaimana ia menjalin hubungan dengan Kyungsoo dibelakang Baekhyun membuat amarahku tak terkendalikan. Aku marah,aku benci bagaimana Baekhyun tersenyum kecut saat Chanyeol dan Kyungsoo bertelepon didepan kami"
"Chanyeol bercerita padaku tentang Kyungsoo dengan wajah bahagia,kuakui akupun bahagia melihat keluarga mereka yang manis. Namun sekali lagi jika aku mengingat bagaimana wajah terluka Baekhyun sungguh membuatku membenci Chanyeol. Noona,bagaimana pun aku dan Chanyeol sudah seperti saudara,kita memiliki banyak kesamaan dan aku menyayanginya"
"Ya,aku juga sudah menganggapnya seperti adik kandungku sendiri" Ucap Luhan.
"Aku berusaha menghindari Chanyeol dan berada disisi Baekhyun,namun Baekhyun malah memintaku agar berbaikan dengan Chanyeol. Sebenarnya,Baekhyun itu apa? Malaikat? Mengapa ia begitu baik?" Ucap Jongin frustasi.
Luhan tersenyum menanggapi perkataan polos adiknya
"Dan kau tahu noona? Ternyata Chanyeol masih memperhatikan Baekhyun,ia bertanya padaku tentang kondisi Baekhyun. Aku menggodanya dan berkata 'kau masih mencintainya' dan ia menjawab 'aku mencintai Kyungsoo'. Aku merasa ini tak adil untuk Baekhyun" Ucap Jongin
"Dia berbohong,dia mencintai Baekhyun" Luhan tersenyum
"Aku juga berharap seperti itu,namun melihat sikap acuhnya ketika mengatakan hal itu membuatku ragu"Ucap Jongih sedih.
"Ah sudahlah,bukankah hanya Chanyeol yang tahu? Ah dan jangan lupakan Tuhan! Takdir kita ini sudah diatur oleh Tuhan,jadi adikku yang manis ini tak boleh terlalu memikirkannya eoh? Aku yakin Baekhyun pasti akan menemukan kebahagiaannya sendiri"
"Ah noona~ terima kasih" Jongin memeluk Luhan lalu mencium pipinya.
Luhan balas memeluknya dan tersenyum.
"Aku akan mandi,dan turun untuk makan malam,aku menunggumu dibawah noona" Jongin pergi kekamarnya yang terletak disebelah kamar kakaknya.
Jongin tersenyum,setidaknya ia lega setelah menceritakan kegundahan hatinya. Yah,walaupun itu tak membantu banyak.
Luhan menatap pintu yang baru saja ditutup oleh adiknya.
"Dia mencintai Baekhyun,sangat mencintainya"
.
.
.
Hari terakhir ujian,dimana semua siswa-siswi kelas 3 hanya akan melakukan tes lari mengelilingi lapangan sebanyak 3 kali.
Matahari sudah bertengger manis ditempatnya,hari ini sungguh terik tapi tak bisa membuat siswa-siswi kelelahan,mereka sangat antusias menjalani ujian terkahir mereka dimana setelah ini penderitaan akan segera berakhir.
Suara gaduh memenuhi lapangan,terlihat siswa-siswi yang sedang bercanda ria dipinggir lapangan sambil menunggu kapan giliran mereka menyelesaikan tes lari ini. Seperti halnya kelas 3-2 yang terlihat sangat ribut terutama geng f(x) yang mendominasi membuat Baekhyun memijit pelipisnya. Jongin dan Chanyeol yang baru saja berlari masih terengah-engah disamping Baekhyun. Jangan lupakan keringat-keringat sexy yang meluncur dibagian-bagian tubuh mereka!
"Byun Baekhyun,Choi Sulli blablabla"
Baekhyun berjalan gontai saat namanya dipanggil.
"BAEKHYUN FIGHTING!"
Baekhyun tersenyum malu saat Jongin dengan gila meneriakkan namanya dari pinggir lapangan.
PRIITTT~
Baekhyun berlari sangat kencang ketika guru olahraga mereka membunyikan peluit.
"Jongin,aku rasa hari ini Baekhyun terlihat tak bersemangat" Ucap Chanyeol sambil menatap Baekhyun yang berlari di lapangan
"Sepertinya dia sedang sakit,dia sangat pucat. Aku sudah menyuruhnya untuk tinggal namun kau tahukan si keras kepala Byun itu" Jongin pun menatap sendu sahabatnya.
Baekhyun berusaha memaksimalkan kecepatan larinya agar cepat mencapai garis finish dan beristirahat, sampai pada putaran kedua kepalanya menjadi pening dan penglihatannya tiba-tiba kabur, dirinya menahan mati-matian agar tidak terjatuh dan semuanya menjadi gelap
BRUK
"BYUN BAEKHYUN!" Jongin berteriak,membuat semua teman-temannya menoleh takut karena Jongin yang mereka kenal adalah pribadi yang jarang marah dan penuh canda tawa,ia berlari menuju wanita yang sedang tergeletak dilapangan.
Chanyeol dengan sigap menggendong Baekhyun bermaksud membawanya keruang kesehatan,disampingnya terdapat Jongin berlari dengan wajah paniknya.
"Tolong selamatkan dia" Teriak Chanyeol sesampainya mereka di ruang kesehatan,dokter yang berjaga disanapun terlihat sigap memeriksa Baekhyun yang sudah ditidurkan di salah satu ranjang disana.
"Bagaimana? Apa dia baik-baik saja?" Tanya guru olahraga pada dokter yang sedang memeriksa Baekhyun
"Dia kelelahan,aku akan memberinya vitamin setelah ia bangun"
"Eughhh.." Baekhyun meringis merasakan kepalanya yang pening
"Astaga,apa yang sakit Baek?" Tanya Jongin yang sedari tadi duduk disamping Baekhyun sambil menggenggam erat tangan sahabatnya tersebut.
"Aku akan memberikan Baekhyun vitamin dan dia akan kembali tertidur" Ucap dokter
Jongin yang mengertipun bangkit dari duduknya agar dokter tersebut leluasa memeriksa Baekhyun.
"Sebaiknya antar dia pulang" Ucap dokter pada kedua lelaki yang merupakan teman dari Baekhyun.
"Aku akan memberitahu supirku untuk mengantar kalian,bersiaplah" Ucap guru olahraga pada Chanyeol dan Jongin lalu ia menatap Baekhyun kemudian pergi meninggalkan ruang kesehatan.
Setelah berterima kasih kepada supir yang sudah mengantar mereka menuju kediaman Byun,Chanyeol memutuskan untuk menunggui Baekhyun yang masih tertidur.
Jongin yang baru saja memasuki kamar Baekhyun mendesah pelan ketika Chanyeol yang masih saja berada disamping Baekhyun sambil menggenggam jemari sahabatnya.
10 jam berlalu semenjak kepulangan mereka dari sekolah,Baekhyun masih tertidur diranjangnya.
"Chanyeol sebaiknya kau pulang,Kyungsoo menghubungiku dan aku tak tahu harus berkata apa padanya" Ucap Jongin
"Aku akan menjaga Baekhyun,Kyungsoo pasti mengerti. Baekhyun membutuhkanku sekarang" Chanyeol menyentuh pipi Baekhyun yang terasa hangat,sepertinya mantan kekasihnya ini demam.
"Kenapa? Apa kau masih mencintainya?" Teriak Jongin
"Apa salah? Aku mengkhawatirkan sahabatku" Sahut Chanyeol kemudian menatap Jongin dengan sengit
Jongin menghela nafasnya.
"Pulanglah,Kyungsoo mencarimu Chanyeol,istrimu membutuhkanmu" Nada suara Jongin melembut
Chanyeol mendesah pelan,kemudian mengecup kening Baekhyun sebelum mengambil tas dan beranjak dari sana.
"Jaga dia" Ucap Chanyeol lesu
Jongin hanya tersenyum sambil menepuk bahu Chanyeol berusaha menguatkan sahabat bodohnya ini.
Ketika pintu kamar Baekhyun tertutup,Jongin langsung mendekati Baekhyun dan duduk ditempat Chanyeol yang duduki tadi,ia menggenggam tangan Baekhyun yang terasa dingin sambil menatap sendu kearah sahabatnya.
"Bangunlah Baek,kau harus lihat betapa berantakannya Chanyeol karena dirimu"
Chanyeol berjalan gontai menuruni tangga dan mendapati paman Jung yang sedang berdiri dipintu utama rumah Baekhyun.
"Aku akan mengantarmu tuan muda Chanyeol" Ucap pelayan Jung ramah
"Tidak usah paman,aku bisa pulang sendiri. Oh iya,apa paman sudah menghubungi ayah atau ibu Baekhyun?"
"Sudah,mereka sudah menelpon dokter Song yang akan datang besok,mereka sibuk kau tahu sendiri Chanyeol"
Chanyeol mendengus kesal
"Hah baiklah,Jaga Baekhyun untukku paman"
"Tentu aku akan menjaganya Tuan"
Chanyeol hanya tersenyum kemudian mengangguk memberi hormat sebelum pergi dari sana.
.
.
.
Chanyeol melangkah kedalam rumahnya dengan gontai
"Ibu,mengapa ibu belum tidur?"
Chanyeol menghampiri ibunya yang sedang terduduk di sofa ruang tamu
"Astaga Chanyeol! Darimana saja kau? Kyungsoo mengkhawatirkanmu!" Pekik Taemin
"Dimana dia?" Tanya Chanyeol lesu
"Dia tertidur dikamarnya"
Chanyeol langsung membaringkan tubuhnya diatas sofa,kepalanya ia letakkan diatas paha ibunya.
Taemin tersenyum sambil mengelus surai putranya,walaupun Chanyeol sudah menjadi seorang suami bahkan akan menjadi seorang ayah beberapa bulan lagi namun dimatanya Chanyeol tetap putra kecilnya yang selalu merengek ketika permintaannya tak dituruti.
"Aku menjaga Baekhyun tadi,ia sedang sakit bu" lirih Chanyeol.
"Sakit apa? Lalu apa dia sudah baik-baik saja sekarang?" Tanya Taemin cemas,bagaimanapun ia dan Baekhyun itu sudah sangat dekat bahkan ia sudah menganggap Baekhyun sebagai putri kandungnya.
"Dokter bilang,ia kelelahan dan tertekan. Itu semua karenaku,aku bersalah padanya"
Taemin tersenyum,ia masih mengelus surai Chanyeol,berusaha menenangkan putranya yang terlihat cemas.
"Aku merasa buruk untuknya sedangkan aku dan Kyungsoo baik-baik saja disini,aku ingin melindungi dan selalu berada disisinya. Namun bagaimana dengan Kyungsoo? Aku tak mungkin meninggalkannya yang sedang mengandung bayiku bukan?"
"Ketika Kyungsoo sakit karena awal kehamilannya,kau tidak seberantakan ini. Apa kau masih mencintai Baekhyun?" Tanya Taemin sambil menghapus air mata yang terjatuh dari kelopak mata Chanyeol
"Entahlah bu,aku tak tahu."
"Kau mencintai Baekhyun melebihi Kyungsoo"
Chanyeol terdiam mencerna semua perkataan ibunya,menyelami perasaan terdalamnya.
"Ah sudahlah ibu lelah,sebaiknya kau tidur. Ini sudah larut" Ucap Taemin sambil melirik jam yang terpajang disudut ruangan.
"Selamat malam" Chanyeol mencium pipi ibunya sebelum berjalan kearah kamarnya dan Kyungsoo.
Chanyeol membuka pintu bercat putih dengan perlahan,lalu menutupnya dengan perlahan pula. Ia berjalan mendekati wanita yang sedang tertidur pulas dengan perut yang membesar
"Apa aku mencintainya melebihi mencintaimu?" Ucap Chanyeol seorang diri
Chanyeol mencium kening Kyungsoo dan menuju kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum menyusul sang istri tertidur.
.
.
.
Empat hari berlalu sejak ujian sekolah berakhir,Baekhyun pun sudah menjalani harinya sebagai seorang siswi tingkat akhir seperti biasa dan semangatnya kembali meningkat ketika Chanyeol yang selalu mengkhawatirkan keadaannya membuatnya selalu tersenyum bahagia.
Walaupun ujian sudah berakhir,para siswa-siswi dituntut untuk menghadiri kelas seperti biasanya,namun jika sebelumnya mereka akan melangsungkan kegiatan belajar-mengajar maka sekarang mereka akan dibiarkan bebas berkeliaran disekolah dengan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
Banyak siswa-siswi yang mengeluh akan tugas-tugas yang diberikan setelah ujian berakhir,bukankah seharusnya mereka menikmati waktu bebas dengan membuat moment bersama teman-temannya mengingat mereka akan berpisah ketika lulus dari sekolah ini? Entahlah,para guru hanya memberi alasan yang konyol seperti 'kerjakan tugas ini,untuk menambah nilai kalian'.
Dan disinilah Baekhyun,Jongin,Chanyeol,dan Tao yang mendapat tugas kelompok dari Nyonya Hwang,guru bahasa inggris mereka yang cantik. Mereka sedang mengerjakan tugas didalam kelas,sedangkan teman-teman mereka ada yang mengerjakan dan bermain-main seperti biasanya. Chanyeol mendapat bagian mengetik yang bergantian dengan Jongin sedangkan Baekhyun dan Tao bertugas mencari bahan-bahan yang berkaitan dengan tugas mereka.
"Aku bertemu Kyungsoo kemarin" Teriak Sulli yang sedang berkumpul dengan geng f(x) nya dengan seringai yang tampak dibibirnya.
"Benarkah? Bukankah ia pindah keluar negeri?" Tanya Amber polos
"Entahlah,aku bertemu dengannya disupermarket kemarin" Sahut Sulli
Baekhyun menoleh ketika Sulli berkata demikian,tubuhnya menegang ia takut bahwa Sulli menyadari bahwa Kyungsoo sedang-
"Ia hamil"
Ucapan Sulli membuat semua orang yang ada didalam kelas tersebut menghentikan aktivitas mereka,bahkan Chanyeol pun sudah mengepalkan tangannya diatas keyboard.
"Jangan bercanda!" Pekik Krystal,bagaimanapun ia dan Kyungsoo merupakan teman dekat,walau tidak sedekat Baekhyun-Kyungsoo namun ia tahu bahwa Kyungsoo bukan gadis murahan seperti itu.
"Aku memiliki fotonya" Sulli berucap dengan bangga sambil memperlihatkan foto yang ada diponselnya.
Krystal terkejut mendapati foto Kyungsoo yang berdiri,walaupun foto itu didapat dari samping namun justru menjelaskan bagaimana besarnya perut Kyungsoo.
Dengan cepat Krystal meraih ponsel itu dan berjalan kearah Baekhyun
"Mengapa Kyungsoo hamil? Bukankah kau bilang ia pergi keluar negeri dan melanjutkan studynya disana?"
Baekhyun menegang,keringat mulai bercucuran didahinya,ia bingung harus menjawab apa.
"Dia hamil diluar nikah? Ckck aku tak menyangka Kyungsoo semurah itu" Ucap Sulli sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sedangkan Krystal masih menuntut jawaban yang keluar dari mulut Baekhyun.
Demi Tuhan! Jika Sulli bukan wanita pasti Jongin sudah memukul mulutnya yang berbisa seperti ular itu.
"Jawab aku Byun Baekhyun!" Teriak Krystal membuat Baekhyun tersentak.
"Di-dia_"
"Dia istriku dan dia sedang mengandung anakku"
Ucapan Chanyeol membuat semua orang yang ada dikelas tersebut menganga,bagaimana bisa Kyungsoo adalah istri Chanyeol? Bukankah Chanyeol adalah kekasih Baekhyun?
Dengan santai Chanyeol meninggalkan kelas setelah mengatakan kata-kata yang membuat semua orang disana shock mendengarnya.
"Chanyeol dan Kyungsoo menikah? Lalu apa kau perusak rumah tangga orang Byun?" Ucapan Sulli membuat Jongin mengepalkan tangannya.
'Bukankah Chanyeol dan Baekhyun berpacaran?'
'Bagaimana bisa Chanyeol menikahi Kyungsoo saat ia masih duduk dibangku sekolah'
'Baekhyun benar-benar penggoda,bahkan ia masih menempeli Chanyeol yang merupakan suami sahabatnya ckckck'
'Chanyeol dan Kyungsoo sangat cocok'
Baekhyun mendengarnya,mendengar bisikan teman-temannya yang bahkan tidak tahu situasi sebenarnya. Ia berusaha menahan agar air matanya tak jatuh,ia tidak mau dikata lemah.
Jongin yang melihat Baekhyun yang berusaha mati-matian menahan air mata segera bangkit dari tempat duduknya,ia menatap tajam kearah teman-temannya.
"Berhenti berbicara seolah kalian tahu semuanya brengsek!"
Bentakan Jongin membuat teman-temannya bungkam,bahkan mereka menundukkan kepalanya takut. Jongin menarik Baekhyun dengan tergesa-gesa meninggalkan ruang kelas tersebut.
Jongin membawa Baekhyun ketaman yang berada dihalaman sekolah,ia mendudukkan sahabatnya dikursi yang terletak ditaman itu. Sedangkan Jongin berjongkok dihadapan Baekhyun sambil menatap Baekhyun yang terlihat seperti tak bernyawa.
Baekhyun terduduk dalam diam,air matanya terus berjatuhan namun ia tak mengeluarkan isakkan sama sekali, Baekhyun menggigit bibir bawahnya sambil mencengkram rok seragamnya. Ini yang membuat Jongin sedih,Baekhyun sangat tertutup,ia tak pernah menceritakan hal-hal yang serius dengannya. Bahkan Baekhyun seakan membuat pembatas yang mengakibatkan Jongin tidak tahu masalah apa yang sedang menghampiri Baekhyun. Bukankah mereka sahabat? Tapi mengapa Baekhyun seperti itu?.
"Baekhyun menangislah!" Ucap Jongin sambil menggetarkan tubuh Baekhyun.
Baekhyun menatap Jongin yang sedang berjongkok didepannya sambil mengelus pipinya. Bibir mungilnya melengkung kebawah dan bergetar.
"Ba.. bangun dan peluk a..ku" Ucap Baekhyun sambil terisak
Dengan cepat Jongin duduk disebelah Baekhyun dan membawa Baekhyun kedalam pelukannya.
Baekhyun menangis dengan keras,persetan dengan dinding kokoh yang ia bangun selama ini akhirnya pertahanannya runtuh karena seseorang yaitu Park Chanyeol.
Jongin hanya bisa mengecupi puncak kepala Baekhyun. Berulang kali ia membisikkan kata seperti "Aku menyayangimu" atau mengusap punggung Baekhyun berusaha menenangkan sahabat mungilnya.
Baekhyun yang pertama melepaskan pelukan itu,ia sudah sedikit tenang dan tidak menangis seperti tadi. Jongin mengecup kedua mata lalu kening Baekhyun dengan lama. Ia tersenyum mendapati Baekhyun tengah tersenyum kearahnya.
"Aku menyayangimu Baekhyun"
Baekhyun kembali memeluk Jongin dan mengecupi leher sahabat hitamnya itu.
"Ah nyamannya berada dipelukanmu"
Jongin terkekeh mendengar Baekhyun berbicara diceruk lehernya.
"Aku akan membelikanmu air,kau pasti kehausan setelah meraung-raung tadi" Ucap Jongin sambil membenarkan poni Baekhyun yang berantakan.
Baekhyun mengangguk kecil,Jongin mengecup bibir Baekhyun lalu bangkit dari duduknya.
"Tunggu aku"
Setelahnya, Jongin berjalan meninggalkan Baekhyun yang kini kembali mengeluarkan liquid-liquid bening dari matanya.
.
.
.
Terlihat seseorang sedang berdiri diatas gedung sambil memperhatikan sebuah taman yang terdapat dihalaman sekolah,bukan taman yang ia perhatikan sebenarnya melainkan sesosok wanita mungil yang sedang menutupi wajahnya dengan tubuh gemetar.
Chanyeol yang kesal memutuskan pergi keatap sekolah dan ia melihat semuanya. Melihat bagaimana Baekhyun menangis,Baekhyun-Jongin berpelukan,Jongin yang menenangkan Baekhyun,Baekhyun yang tersenyum,Jongin yang mencium bibir Baekhyun lalu Jongin yang pergi entah kemana. Ia memutuskan menemui Baekhyun.
Dengan cepat ia berjalan ketaman sampai langkahnya terhenti ketika mendengar isakkan yang berasal dari wanita yang sedang duduk membelakanginya.
"Hiks.. Aku men..cintainya hik..s"
"Bahkan a..ku masih hiks mengharapkannya kemba..li padaku hiks..hiks"
"Kyungsoo maafkan aku hiks.. hik..s hiks"
Chanyeol tersentak mendengar tangisan pilu Baekhyun,benarkah Baekhyun masih mencintainya? Bagaimana bisa Baekhyun masih mencintai dirinya yang sudah melukai wanita mungil itu?
"Jangan menangis"
Baekhyun tersentak mendengar suara orang yang ia cintai,ia menoleh dan mendapati Chanyeol berjalan kearahnya.
Chanyeol berjongkok dihadapan Baekhyun seperti Jongin tadi. Perlahan,tangannya terulur untuk mengusap air mata yang ada dipipi Baekhyun. Baekhyun mengerjapkan matanya,ia terlalu kaget melihat Chanyeol yang menghampirinya.
"Jangan menangis" Ucap Chanyeol lagi.
Mereka saling bertatapan hingga Chanyeol memberanikan diri mendekatkan wajahnya.
10 cm
7 cm
5 cm
Sampai akhirnya sebuah tangan mencengkram lengannya,Baekhyun mencengkram lengan Chanyeol yang masih memegangi wajahnya.
"Jangan seperti ini Chanyeol,aku tak sekuat itu" Ucap Baekhyun sambil memalingkan wajahnya.
Chanyeol tersenyum pahit mendapati Baekhyun yang menolaknya.
Baekhyun bangkit membuat Chanyeol berdiri.
"Jangan buat aku semakin menginginkanmu dan merasa bersalah pada Kyungsoo" Ucap Baekhyun lirih.
"Maafkan aku"
"Aku lelah mendengar kata maafmu,kumohon pergi dari sini"
"Aku tak bisa"
"Jika kau tak bisa,maka aku yang akan pergi"
Baekhyun melangkahkan kakinya,langkahnya terhenti ketika sebuah tangan melingkar diperutnya.
"Jangan pergi lagi" Chanyeol memeluk Baekhyun dari belakang dengan erat
"Lepaskan aku Chanyeol,kumohon lepaskan aku"
Baekhyun kembali menitikkan air matanya. Ia terlalu lelah dengan semuanya. Ucapan Chanyeol di dalam kelas kembali terngiang. Ia sadar,bahwa Chanyeol bukan lagi miliknya,ia harus melupakan Chanyeol agar tak menyakiti Kyungsoo.
Pertahanan Chanyeol runtuh,ia melepas pelukannya setelah mendengar lirihan Baekhyun.
Baekhyun pergi meninggalkan Chanyeol yang terdiam ditempatnya. Ia bahkan melihat Jongin yang tersenyum pahit sambil menggenggam dua buah susu strawberry ditangannya.
Jongin seolah mengatakan 'apa kau baik-baik saja' dan Baekhyun hanya tersenyum tipis mendapati kecemasan yang tampak dalam mata Jongin.
Jongin memberikan susu strawberry kemudian menepuk pelan bahu Baekhyun,lalu setelahnya Jongin menghampiri Chanyeol dan Baekhyun yang pergi entah kemana.
"Biarkan dia sendiri Park" Ucap Jongin mendapati Chanyeol mematung.
Chanyeol menghela nafas dan mengacak-ngacak rambutnya frustasi.
'Kau telah menyakitinya lagi dan lagi brengsek!' Teriak Chanyeol dalam hati.
TBC
.
.
.
Hah akhirnya update juga,Sebelumnya aku mau ngucapin selamat berbuka bagi menjalankan ibadah puasa:))
Oiya maafin aku baru update sekarang yaampun aku merasa bersalah banget nelantarin ff ini:( niatnya aku mau update ff ini sesudah ujian kemarin yaitu sebelum puasa tapi tugasku bener-bener numpuk setelah ujian:') dan aku dengan gasengaja kehilangan file ff ini huhu sedih banget jadi aku ketik ulang dengan memori otakku yang minim.
Gimana? Memuaskan ga? Sebenernya aku mau banget kalian review, sumpah itu kaya biar aku intropeksi diri gitu yawalaupun aku tipe orang yang gampang banget down ama kritikkan yang pedes(?) wkwkwk
Masih pada kobam ama scooter couple? wkwkwk udah lama banget ya emang sipapih dan simamih itu selalu memporak-porandakan hati shipper ya guys. Ah aku juga mau bilang kekalian jangan panas gara-gara papih main film yaa,ah you know lah,just acting and just film jadi papih juga harus profesional mengikuti naskah:) #padahalsedih.
Ayo mari percaya bahwa CHANBAEK IS REAL dan menutup telinga dengan mereka yang iri ama chanbaek:p
Sampai jumpa di chapter berikutnya muah:*
Jangan lupa reviewnya ya readernim^^
