Title : I CHOOSE YOU chapter 4

Cast : Byun Baekhyun (EXO), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), Kim Jongin (EXO), Oh Sehun a.k.a Byun Sehun (EXO), Xi Lu Han a.k.a Kim Luhan (Singer), and others.

Sedikit mengingatkan kalau ini hanya fiksi belaka,cerita murni dari pemikiran saya jika ada dialog atau peristiwa yang sama itu merupakan ketidaksengajaan.

Makasih yang udah sempetin baca dan review ff ini,makasih juga buat yang udah ngefollow&ngefavourite ff ini bahkan ngefollow&ngefavourite aku. Makasih bgt guys!

Maaf aku gabisa bales semua review kalian tapi aku baca semua kok dan aku seneng banget hehe

Oh iya aku mau kasih tau kenapa genre ff ini romance sedangkan gaada peristiwa romance2nya sama sekali. Oke itu dikarenakan ff ini in progress dan aku mau bikin chapter-chapter selanjutnya jadi romance gitu. Yah jadi ngasih spoiler kan? Ga suprise lagi ya;( tapi karena ada salah satu reviewers yang bilang ff ini aneh jadi aku kasih tau:) Dan maafkan karakter kyungsoo-chanyeol yang ga kalian suka itu aku bikin biar mendukung jalan ceritanya;( Aku minta maaf bgt,mungkin emang bener ff ini aneh dan gajelas tapi aku udah usahain semaksimal mungkin buat sampe chapter 4 ini,kumohon kalian menghargai:)

Buat yang bilang Chanyeol plin-plan itu thats right! dia emang plin-plan banget-_- dan buat yang nanya apa baekhyun bakal pergi kekanada bakal terjawab dichapter ini.

Aku juga mau ngasih tau kalo dichapter ini ada adegan nc,yang belum cukup umur/gasuka bisa close ya dan juga dichapter ini Baekhyun kembali dilukai huhu jadi kalo kalian gasuka dengan Baekhyun yang tersiksa kalian bisa close kok aku gamaksa dan makasih buat semuanya.

Selamat membaca dan semoga kalian suka^^


I CHOOSE YOU
BY
PARK ZIYU

.

.

.

Tujuh hari berlalu sejak kejadian dimana Chanyeol mengaku sebagai suami Kyungsoo membuat anak kelas 3-2 tak henti-henti membicarakan hal tersebut.

Hubungan Chanyeol dan Baekhyunpun menjadi renggang kembali,Chanyeol sudah berusaha ingin berbicara dan meminta maaf namun Baekhyun selalu menghindarinya,berusaha mati-matian agar tak bertemu Chanyeol setiap mereka berada dilingkungan sekolah.

Chanyeol benar-benar merasa bersalah,ia merasa begitu brengsek karena menginginkan Baekhyun kembali. Katakan ia gila namun itulah yang ia inginkan,ia baru menyadari bahwa ia benar-benar mencintai Baekhyun setelah Baekhyun menghindarinya.

Chanyeol jarang pulang kerumah,seringkali ia tidur diapartemen yang ia beli sejak memasuki sekolah menengah atas. Taemin tahu bahwa putranya itu sedang berperang dengan hati dan pikirannya,jadi ia mencoba mengerti bagaimana Chanyeol ingin menghabiskan waktu sendiri dengan merenungkan semuanya. Namun keaadan sudah berubah,bagaimana Chanyeol terus-menerus bersembunyi sedangkan ia memiliki seorang istri yang membutuhkannya?

Dan disinilah Taemin,di cafe dekat sekolah Chanyeol,ia sedang berfikir tentang apa yang ingin ia katakan dengan seseorang yang menurutnya bisa membantu masalah ini.

"Bibi maafkan aku,apa bibi sudah menunggu lama?"

"Oh Baekhyunee,duduklah sayang"

Baekhyun segera duduk didepan Taemin setelah mencium pipi mantan calon mertuanya itu.

"Minumlah,bukankah kau suka Strawberry?"

Baekhyun mengangguk lalu meminum jus Strawberry dengan bingung,sebenarnya ada apa Taemin menyuruhnya kesini?

Taemin terdiam,menimang-nimang apakah ia harus meminta bantuan pada Baekhyun yang mungkin akan melukai gadis itu kembali.

"Apa ini tentang Chanyeol bi?" Tanya Baekhyun sambil menatap Taemin

"Maafkan bibi Baek,kupikir hanya kau yang ia dengarkan saat ini"

Taemin menunduk,ia benar-benar bersalah.

"Apa yang terjadi?" Tanya Baekhyun lagi.

"Dia menghilang,terakhir aku melihatnya dirumah yaitu tiga hari yang lalu"

"Astaga,bagaimana dengan Kyungsoo? Apa dia baik-baik saja?"

"Kyungsoo menangis semalaman,ia mencari-cari Chanyeol bahkan dalam tidurnya. Apa kau tahu dimana dia?"

Baekhyun terdiam,mengingat tempat yang biasa Chanyeol kunjungi disaat seperti ini dan jawabannya adalah apartemen. Ia mengingat bagaimana kebiasaan Chanyeol hang selalu berdiam diri di apartemennya ketika sedang dilanda masalah,namun kendalanya yaitu ia juga sedang berusaha mati-matian menghindar dari Chanyeol. Bagaimana bisa ia membujuk Chanyeol ketika ia sedang berusaha menghindar? Tapi melihat wajah Taemin yang begitu putus asa membuat senyuman terpatri diwajahnya.

"Aku akan membujuknya bi"

.

.

.

Baekhyun menggigit-gigit jarinya,ia berada dalam lift yang akan mengantarkannya ke lantai 5 dimana apartement Chanyeol berada. Yah,Chanyeol mempunyai apartement yang mewah,ia membelinya dengan menabung selama ini,maklum saja ia adalah anak satu-satunya dari keluarga yang sangat kaya.

TING

Lift terbuka,Baekhyun berjalan dengan gontai,apa yang harus ia katakan pada Chanyeol nanti?

Ia berdiri didepan pintu yang bertuliskan angka 502. Ia memencet bel berulang kali namun tak kunjung dibukakan,apa Chanyeol tak ada disini? Namun ia yakin bahwa Chanyeol ada didalam mengingat kebiasaan Chanyeol yang selalu pergi keapartementnya jika sedang ada masalah dan menghilang begitu saja.

Dengan ragu ia memencet beberapa angka untuk membuka pintu tersebut. Tentu saja Chanyeol yang memberitahunya saat mereka masih berstatuskan sebagai sepasang kekasih.

TIT TIT TIT TIT

KLIK

PINTU ITU TERBUKA

Baekhyun menganga,passwordnya masih menggunakan angka kelahirannya. Mengapa Chanyeol tak mengubah itu mengingat hubungan ini sudah kandas selama 5 bulan? Ia tidak ingin munafik bahwa ia sangat senang mengetahui bahwa Chanyeol masih menyimpan kenangan akan dirinya.

Ia masuk dan melepaskan sepatu yang dipakainya lalu mengganti dengan sandal rumah berwarna merah dengan bantalan Strawberry di atasnya,sandal yang biasa ia pakai ketika berada di apartement ini.

Baekhyun masih bisa merasakan hangatnya apartement yang tak ia kunjungi sejak tujuh bulan yang lalu. Kembali teringat bagaimana pertama kali ia melangkahkan kakinya diapartement ini.

"Chanyeol kau ingin membawaku kemana?"

"Ikut saja,kau akan tahu nanti"

Chanyeol menggandeng Baekhyun dengan ceria, mereka baru saja menonton sebuah film di bioskop.

Diperjalanan,Baekhyun tak henti-hentinya bertanya akan pergi kemana,namun Chanyeol hanya bisa tersenyum sambil mengecupi tangan Baekhyun dan memfokuskan untuk menyetir. Sampai akhirnya mereka sampai disebuah gedung bertingkat,Baekhyun mengernyit.

"Apartemen?" Tanya Baekhyun bingung

Chanyeol tersenyum,mengendarai menuju basement apartemen dan memakirkan mobil itu. Lalu melepaskan sealt belt Baekhyun dan buru-buru keluar untuk membukakan pintu untuk kekasihnya.

Baekhyun masih saja mengernyitkan dahinya melihat Chanyeol menariknya menuju sebuah lift yang ada disana,Chanyeol masih saja tersenyum melihat Baekhyun yang kebingungan,akhirnya ia mengecup bibir kekasihnya tersebut.

Ia memencet angka 5 yang membawa mereka menuju lantai yang dimaksud.

"502"

"Huh?" Baekhyun menoleh

"..."

"Chanyeol,jangan bermain-main"

Chanyeol tertawa dan pintu lift terbuka

"Ayo" Ajak Chanyeol

Baekhyun hanya bisa mengikuti kekasihnya dengan kebingungan.

"502?" Baekhyun bergumam ketika Chanyeol membawanya kedepan pintu yang bertuliskan angka 502.

"Masuklah,passwordnya adalah tanggal kelahiranmu"

"Chanyeol,jelaskan padaku! Apa kau memberiku sebuah apartemen?"

"Jangan terlalu percaya diri,aku membelinya jauh sebelum bertemu denganmu"

Akhirnya Chanyeol menekan beberapa angka yang Baekhyun ketahui sebagai password apartemen ini. Dan kalian tahu? Passwordnya adalah tanggal lahir Baekhyun.

"Tanggal lahirku?" gumam Baekhyun tanpa sadar.

"Jangan banyak bergumam Baek,cepat masuk"

Chanyeol menarik tangan Baekhyun.

"Sebenarnya apa ini Chanyeol?"

"Ini apartemenku"

"Lalu?"

"Lalu aku mengajakmu keapartemenku"

"Chanyeol!" Pekik Baekhyun karena merasa dipermainkan oleh kekasihnya ini.

"Baiklah,aku akan memberitahumu,tapi sebelum itu bisakah kau mengambilkanku air dingin? Dapurnya sebelah situ!" Ucap Chanyeol sambil menunjuk kearah yang mereka tahu sebagai dapur.

Baekhyun berdecih kemudian berlari kecil,ia harus cepat memberi air minum ini agar bisa mendengar penjelasan Chanyeol yang membawanya kesini

Chanyeol tertawa mendapati Baekhyun yang sepertinya sangat ingin tahu itu.

"Aigoo mengemaskan sekali"

Baekhyun memberikan segelas air pada Chanyeol lalu duduk disofa sambil memandangi interior apartemen yang 'katanya' milik Chanyeol.

"Ahh~" Chanyeol mendesah lega ketika air dingin melewati tenggorokannya.

"Apa?" Tanya Chanyeol melihat Baekhyun yang memicing kearahnya.

"Bisa kau jelas Tuan Park?"

"Ini adalah apartemenku,aku membelinya dengan uang tabunganku ketika memasuki sekolah menengah atas"

"Lalu? Mengapa kau mengajakku kesini?"

"Aku hanya ingin memperlihatkannya padamu" Sahut Chanyeol santai.

"Apa kau sedang pamer?"

"Astaga,bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu?" Tanya Chanyeol tak percaya.

"Maafkan aku,tapi kata 'Aku hanya ingin memperlihatkannya padamu' membuat kau sedang memamerkan diri" Ada jeda dalam ucapannya, lalu melanjutkan "Bisa kau jelaskan? Aku tahu kau mempunyai alasan dengan mengajakku kesini".

Chanyeol tersenyum,Baekhyun itu sangat mengerti dirinya jadi tentu saja ia sangat mencintai Baekhyun. Ia memeluk Baekhyun dengan erat sambil membisikan kata "Aku mencintaimu" berulang kali.

"Dengarkan aku dan jangan memotong ucapanku"

Baekhyun mengangguk mengiyakan.

"Aku pernah berjanji jika aku menemukan seseorang yang benar kucintai,maka semua milikku juga miliknya. Hartaku,tubuhku,hatiku bahkan nyawaku,itu semua milikmu Baek"

Baekhyun masih terdiam mencoba mencerna apa yang Chanyeol katakan.

"Jadi..."

"Jadi?" Ucap Baekhyun penasaran karena Chanyeol malah menggantungkan kalimatnya.

"Jadi apartemen ini juga milikmu"

Baekhyun terkejut dan segera melepaskan pelukannya.

"Tak ada penolakan" Chanyeol berucap cepat.

"Aku harap kau menjaga apartemen ini istriku" Goda Chanyeol

"Apa-apaan,kau berlebihan"

Baekhyun merona saat Chanyeol menyebutnya dengan kata 'istriku'. Ow,apa marganya akan berubah menjadi Park Baekhyun nanti? Baekhyun benar-benar tak bisa membayangkannya!

"Chanyeol,ceritakan padaku"

Chanyeol yang mengerti ucapan Baekhyun menghela nafas.

"Kau tahukan ayah selalu saja keras padaku. Saat disekolah dasar,aku membolos dan malah bermain dirumah,tentu saja Tuan Park itu murka. Ia memarahiku dan aku sangat ketakutan,ia sungguh membenci sesuatu yang lemah dan berhubungan dengan tangisan,jadi aku berusaha tak menangis didepannya. Aku meminta maaf dan ibu menyuruhku masuk kamar,aku terisak sangat pelan namun ayahku tahu dan memarahiku kembali. Akhirnya,aku membeli apartemen untuk bersedih agar tak seorangpun tahu. Aku tahu itu sangat konyol mengingat aku masih duduk dibangku sekolah dasar ketika menginginkannya,tapi ketika aku beranjak dewasa. Aku benar-benat ingin membelinya".

"Jadi,jika kau sedih atau apapun itu kau bisa kesini. Kau tahukan passwordnya?"

"Um.." Baekhyun mengangguk imut.

Sejak saat itu Baekhyun menjadikan apartemen itu sebagai rumah keduanya,merawat,membersihkan bahkan membeli perabotan baru untuk diletakkan disana.

Ia kembali teringat bagaimana Chanyeol menyentuhnya dengan penuh cinta,membisikkan kalimat penenang agar Baekhyun tak kesakitan saat Chanyeol berhasil memenuhinya. Rona kemerahan terlihat jelas diwajah Baekhyun sekarang,ia tersenyum membayangkan bagaimana manisnya percintaan mereka.

Baekhyun tersadar dari bayangan masa lalunya,ia merutuki bagaimana bisa dirinya terlarut sementara keadaan tak bisa berubah seperti semula. Ia kembali teringat mengapa ia datang keapartemen ini,ia harus membujuk siraksasa itu agar pulang menemui istrinya bukan?

Dengan ragu,Baekhyun melangkahkan kakinya menuju kamar yang pernah menjadi kamarnya dan Chanyeol saat mereka masih menjadi sepasang kekasih. Ia tahu bahwa Chanyeol ada disini walaupun Chanyeol tak menyahut segala panggilan dari Baekhyun tadi.

Satu kata yang menggambarkan Baekhyun saat ini yaitu 'bingung'. Ia bingung harus berkata apa saat berhadapan dengan Chanyeol.

CKLEK

Baekhyun membuka pintu bercat putih dengan perlahan

"Chanyeol?"

Baekhyun perlahan mendekati sosok yang sedang berbaring diranjang,apa Chanyeol tertidur? Mengapa ia tak menyahut panggilanku? pikirnya.

Lebih dekat

Dan

"Chanyeol,apa kau sakit?"

Baekhyun panik saat matanya mendapati wajah pucat Chanyeol,ia meletakkan punggung tangannya di dahi Chanyeol. Benar saja,sangat panas dan Chanyeol terserang demam.

Tanpa berkata sedikitpun,Baekhyun bangkit menuju dapur untuk mengambil baskom dengan air hangat,ia kembali dengan wajah cemas lalu mengambil sebuah handuk kecil dilemari yang ada disana.

"Bagaimana bisa kau sebodoh ini Chanyeol?" Ucapnya panik

Chanyeol mengerjapkan matanya,ia berjengit ketika ada jemari mungil yang meletakkan sebuah handuk basah didahinya. Ia langsung menebak siapa yang datang,siapa lagi kalau bukan Baekhyun karena hanya kesayangannya itu yang tahu perihal apartemen ini.

"Baekhyun? Benarkah ini kau?" Tanya Chanyeol bingung,ia tak menyangka Baekhyun akan datang mengunjungi setelah insiden ia membuat Baekhyun menangis meraung-raung kemarin.

"Bodoh"

Hanya kata itu yang keluar dari bibir tipis Baekhyun.

"Aku akan membuatkanmu bubur"

Baekhyun bangkit dan pergerakannya terhenti ketika sebuah tangan menahan lengannya,menariknya lalu ia terjatuh didada Chanyeol.

Chanyeol memeluknya

"Jangan pergi,kumohon jangan hindari aku lagi Baekhyun. Rasanya seperti ingin mati.."

Chanyeol berbicara dengan suara serak

"Chanyeol..." Lirih Baekhyun

Chanyeol merasakan dadanya basah,ia tidak bodoh dan sangat tahu bahwa Baekhyun sedang menangis dipelukannya.

"Jangan menangis,kumohon" Ucap Chanyeol kemudian mencium kepala Baekhyun dengan sayang,sungguh ia baru menyadari bahwa yang selama ini ia cinta itu adalah Baekhyun

"Chanyeol,lepaskan aku"

"Tidak,tidak akan. Aku takkan membiarkanmu pergi lagi,aku bisa gila"

Chanyeol bangkit dengan masih memeluk Baekhyun,perlahan ia melepaskan pelukan itu dan memegang wajah cantik Baekhyun yang sudah berurai air mata. Mata sipitnya,hidung mungilnya,dan bibir tipisnya membuat ia gila. Ia benar-benar sangat mencintai sosok didepannya ini.

Chanyeol menghapus air mata Baekhyun dengan hati-hati seakan tangan besarnya sedang memegang sesuatu yang sangat berharga,tentu saja berharga karena Baekhyun adalah orang yang sangat ia cintai.

Chanyeol tersenyum memandangi wajah kekasih mungilnya yang terlihat lucu,bibir tipis yang bergetar,hidung mungil dan pipi yang memerah. Ia mengelus pipi itu dengan sayang,Baekhyun memejamkan matanya menikmati sentuhan hangat Chanyeol.

Akal sehatnya hilang melihat Baekhyun yang memejamkan mata,Chanyeol mulai berani mendekatkan wajahnya dengan Baekhyun. Ia kecup bibir yang selama ini menjadi candu untuknya. Mata Baekhyun membuka seketika,menatap Chanyeol yang berada tepat didepannya sedang memejamkan mata. Chanyeol menggerakkan bibirnya perlahan,melumat bibir atas Baekhyun dengan penuh perasaan. Baekhyun terbuai,ia menutup matanya kembali dan membalas perlakuan Chanyeol.

Mereka saling memagut,tangan kurus Baekhyun sudah melingkar dileher Chanyeol dan tangan besar Chanyeol memeluk pinggang Baekhyun posesif. Mereka sama-sama bisa merasakan bagaimana jantung keduanya yang berdetak sangat kencang.

Chanyeol tersenyum menyadari Baekhyun tak menolaknya lagi,ia melepas pagutan itu karena menyadari nafas Baekhyun mulai terputus-putus. Baekhyun terengah-engah dengan bibir bengkaknya yang mengapa terlihat begitu seksi bagi Chanyeol.

"Ahh~"

Desahan lolos dari bibir Baekhyun saat Chanyeol sudah menciumi lehernya

"Channn... Hen.. tiikaanhh"

Ucap Baekhyun dengan susah payah ketika Chanyeol sudah menghisap dan meninggalkan bercak merah keunguan di perpotongan lehernya.

Chanyeol seakan tuli,ia mengecup,menggigit,menghisap,dan terus menjilati permukaan leher Baekhyun. Tangannya juga tak diam,ia meremas pelan payudara Baekhyun.

Chanyeol tersentak ketika mendengar isakan kecil Baekhyun,ia merutuki bagaimana bajingannya ia ketika hampir saja memperkosa Baekhyun. Oke,itu tidak bisa dibilang memperkosa ketika Baekhyun juga menikmati semua sentuhannya.

Chanyeol bangkit dari acara menindih Baekhyun,Baekhyun juga bangkit membetulkan kancing kemejanya yang sudah terlepas beberapa, ia terisak karena merasa ini semua salah,seharusnya ia tidak menikmati sentuhan Chanyeol tapi jika boleh jujur ia juga sangat merindukan bagaimana Chanyeol menggagahinya dengan penuh cinta.

"Kau menolakku lagi" Chanyeol tertawa dengan miris.

"Cukup kau dan Kyungsoo yang menjadi pengkhianat,aku tidak mau" Ucap Baekhyun.

Terkejut? Tentu saja. Bagaimana Baekhyun berucap dengan sindiran seperti itu. Kemana perginya Baekhyun si pendiam dan sangat sabar itu?

"Kau tak pernah memberiku kesempatan untuk menjelaskan" Lirih Chanyeol.

"Apa yang kulihat selama ini cukup untuk menjelaskan semuanya"

"Kau tak bisa menyimpulkan segala sesuatu dengan melihat tanpa penjelasan dari pihak yang bersangkutan,terkadang yang kau lihat itu tak sepenuhnya benar"

"Jadi kau menyalahkanku?" Tanya Baekhyun dengan nada tak terima.

Oke,sepertinya Chanyeol harus mengungkit masalah itu lagi.

"Diam dan dengarkan!"

Chanyeol menekan bahu Baekhyun dengan cukup kencang kemudian duduk berhadapan dengan si keras kepala Byun itu.

"Pagi itu aku terbangun dengan pening dan bertelanjang,aku kembali mengingat apa yang terjadi. Malam itu,pada hari ulang tahunmu kita minum-minum dirumah Kyungsoo,kita semua mabuk. Aku tanpa sadar menarik seorang wanita yang kukira adalah kau"

Chanyeol menghela nafas melihat Baekhyun yang yang bergetar didepannya menahan tangis,tapi Baekhyun harus tahu semua bukan?

"Aku bercinta dengan Kyungsoo yang kukira adalah kau. Aku marah padanya mengapa ia tak menghentikanku,namun aku sadar bahwa ia juga mabuk dan seharusnya disini aku yang disalahkan bukan? Ia berkata agar aku melupakan dan menganggap hal itu tak pernah terjadi namun aku melihat noda yang kuketahui darah dan sperma yang mengering,Kyungsoo berjalan dengan tertatih keluar kamar. Aku mengikutinya dan melihat kau dengan Jongin yang tertidur diruang televisi. Aku membawamu pulang tanpa menoleh kearahnya sedikitpun."

Air mata Baekhyun menetes,luka yang selama ini ia tutupi akhirnya terbuka.

"Aku menghilang setelah itu,berusaha sembunyi dari semua orang namun kau menemukanku. Kau datang keapartemen dan memukulku tapi pada akhirnya kau menangis karena mengkhawatirkanku. Setelah itu kita bercinta dengan penuh perasaan seperti biasa." Ucap Chanyeol dengan mata yang berkaca-kaca.

"Semua kembali seperti semula,aku ingin mengabaikannya tapi aku tak bisa karena bagaimanapun juga akulah yang merusaknya. Aku datang padanya,meminta maaf dengan tulus namun ia mengatakan bahwa ia mengandung anakku. Aku tak percaya,lalu menariknya kerumah sakit,memeriksa apakah yang diucapkannya benar atau tidak dan ternyata itu benar. Aku dihadapkan diantara pilihan yang sangat sulit. Aku-"

"Hentikan"

Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menutup rapat telinganya

"Dengarkan aku Baek"

Chanyeol memeluk Baekhyun dengan terisak,mengingat bagaimana brengseknya ia melukai sosok secantik Baekhyun.

"Aku berada dimana aku tak mempunyai pilihan selain memilihnya,tapi percayalah hatiku selalu memilihmu. Demi Tuhan aku sangat mencintaimu Baekhyun"

"Alasan. Bukan keadaan atau pilihan tapi kau. Kau memilihnya karena mencintainya"

Baekhyun melepas pelukan itu,menatap Chanyeol dengan berurai air mata.

"Ya,aku juga berfikir bahwa aku mencintainya,namun saat bersamanya aku merasakan perasaan ingin melindungi bukan memiliki seperti saat bersamamu"

Baekhyun berdecak,mengalihkan pandangannya kesamping. Ia tak tahan melihat Chanyeol seberantakan ini,ia tak tega.

"Kau tahu betapa jahatnya aku? Aku bahkan pernah berfikir bagaimana jika... Jika kau kembali padaku setelah anak Kyungsoo lahir,aku rela menunggu asal kau kembali padaku" Ucap Baekhyun sambil menatap mata Chanyeol kembali.

"Lalu kau kira aku tidak? Aku bahkan ingin melarikan diri dengan membawamu saat itu juga" Chanyeol menghela nafas pelan."Demi Tuhan Baek,aku sangat mencintaimu" Ucap Chanyeol dengan putus asa

"Aku juga,seberapa keras aku menghindarimu tetap saja kau yang selalu bermunculan dipikiranku"

Chanyeol tersenyum kemudian memeluk Baekhyun dengan erat,membisikkan kata 'aku mencintaimu' dengan tulus berulang-ulang.

Baekhyun melepas pelukan itu kemudian menatap Chanyeol dalam,mereka saling melemparkan senyum dan

CUP

Baekhyun mengecup bibir tebal Chanyeol,tentu saja Chanyeol terkejut kemudian ikut memejamkan matanya saat Baekhyun sudah melumat bibir atasnya. Ia menarik tengkuk Baekhyun agar ciuman itu semakin dalam.

Saling melumat,menghantarkan sengatan listrik pada aliran darah masing-masing. Mereka terbuai,Baekhyun membuka mulutnya dan tentu saja lidah Chanyeol langsung melesak masuk,saling membelit.

"Nghhh…" Baekhyun melenguh yang mana membuat libido Chanyeol naik. Ia pun dengan berani membuka kancing piyama yang Chanyeol gunakan. Biarlah Chanyeol menjadi miliknya hari ini,namun bukankah Chanyeol memang tetap miliknya selama ini?

"Baekhhh" Suara Chanyeol memberat menandakan bagaimana besar hasratnya sekarang. Ia merasakan celananya mulai menyempit sejak Baekhyun melenguh keenakan. Hanya dengan Baekhyun ia merasakan perasaan memiliki yang sangat besar.

Baekhyun tersenyum kemudian mengecup bibir Chanyeol yang sedikit membengkak akibat ulahnya. Dengan berani ia duduk dipangkuan Chanyeol dan melumat bibir itu kembali. Chanyeol mengerang bagaimana penisnya terduduki bokong indah Baekhyun. Tangannya membuka kancing seragam Baekhyun,ia kecupi leher dan bahu Baekhyun,meninggalkan bekas kemerahan disana.

"Kau indah,Baek" Ucap Chanyeol ketika mereka berduka sudah full naked,memandangi Baekhyun yang terlentang dibawahnya dengan hanya tersenyum dengan tatapan sayu.

"Aku tidak akan memaksa. Kita bisa berhenti sampai disini" Ucap Chanyeol sambil menciumi wajah Baekhyun.

"Aku menginginkanmu,sayang"

Chanyeok melakukan penetrasi,ia masukkan satu jarinya ke dalam vagina Baekhyun. Baekhyun sempat mengernyit ketika jari Chanyeol sudah keluar masuk dalam vaginanya.

"Mmhhhh" Baekhyun melenguh ketika 3 jari Chanyeol sudah bersarang di vaginanya.

"Masukkan yeol"

Chanyeol yang tak tahan pun segera mengeluarkan jarinya yang sedikit basah dan mengarahkan penis yang mengacung ke vagina Baekhyun.

JLEB

"Akhh" Baekhyun memekik bagaimana kejantanan Chanyeol memasuki vaginanya dengan sekali hentakan,walaupun sering melakukan saat mereka menjadi sepasang kekasih tetapi rasanya masih sakit omong-omong.

"Maafkan aku,jika aku memasukkannya dengan perlahan justru akan semakin sakit" Ucap Chanyeol menyesal

Baekhyun mengangguk paham. "Bergeraklah yeol" ucapnya sambil memeluk leher Chanyeol.

"Aku mencintaimu" bisik Chanyeol dan mulai memaju mundurkan pinggulnya.

"Ahh.." Desahan Baekhyun saat ujung penis Chanyeol mencium spotnya,Chanyeolpun menggeram tertahan bagaimana penisnya diremas oleh lubang Baekhyun.

"Ahh.. Bae..khhhhh.. ahh"

"Lebih cepathhh yeoolhh ahhh"

Mereka tenggelam dalam gelora yang membara,menunjukkan bagaimana rasa saling ingin memiliki yang sangat besar dan melupakan status yang mereka sandang saat ini.

Mengingat rasanya saat Baekhyun menghindarinya membuat Chanyeol sadar akan pada siapa hatinya berlabuh,ia yakin bahwa ia mencintai Baekhyun-nya. Gadis cantik yang meluluhkan hatinya saat pertama kali melihatnya pada acara ulang tahun Jongin.

Sangat berterimakasih kepada Kim Jongin,anggota dari club basket dan juga sahabat Chanyeol selama ini karenanya dipertemukan oleh Baekhyun. Pikiran 'aku mencintai Baekhyun' kembali berputar-putar dalam kepalanya saat berada dipuncak hasratnya. Kejantanannya berkedut-kedut tanda ia akan menumpahkan cairan cinta itu,digerakkan pinggulnya lebih cepat namun lembut menandakan bahwa ia mencintai wanita yang sedang ia setubuhi.

"Ahhhhhhh/ahmmmhhhh" Suara Baekhyun dan Chanyeol bersahutan saat Chanyeol menumpahkan spermanya,Baekhyun merasakan kehangatan saat sperma itu menembak kedalam rahimnya yang terasa penuh.

Mereka terengah-engah, dengan perlahan Chanyeol mengeluarkan kejantanannya,ia mengelap keringat Baekhyun yang ada didahi kemudian menciumnya dengan sayang,mereka tersenyum. Senyuman penuh cinta dan kasih sayang,sama seperti senyuman saat keduanya masih berstatuskan sebagai sepasang kekasih.

Chanyeol bangkit kemudian berbaring disamping Baekhyun,ia menutupi tubuh polos keduanya dengan selimut,tangan kekarnya melingkar ke pinggang Baekhyun,menciumi leher dan bahu Baekhyun dari belakang membuat siempunya tertawa kecil.

"Tidurlah sayang,kau pasti lelah" Ucapan Chanyeol yang serak dan terdengar menggoda itu membuat Baekhyun tersenyum simpul kemudian memejamkan matanya.

.

.

.

Kyungsoo terbangun dari tidurnya,ia melihat jam yang berada diatas nakasnya lalu mendesah pelan

Sudah jam tujuh malam yang artinya ia sudah tidur selama lima jam lamanya. Ia melangkahkan kakinya yang terasa sangat berat kekamar mandi sambil mengelus perutnya yang membuncit.

"Ayahmu pasti akan pulang" Ucapnya dengan lirih

.

.

.

Chanyeol pov

Aku sedang memperhatikan bagaimana indahnya seorang Byun Baekhyun walau sedang tertidur,damai dan tenang. Aku mencium bibirnya lama,menyalurkan bagaimana besarnya cintaku padanya,kegiatan panas pada sore ini mungkin membuatnya lelah dan tertidur seperti orang mati tanpa terusik sedikitpun.

Aku tersenyum memandangi wajah seseorang yang selalu membuat jantungku berdetak kencang,tapi mengingat luka yang kutorehkan kepadanya membuatku menyesal dan dihindarinya membuatku ingin mati,mungkin inilah yang ia rasakan saat aku berpaling padanya dan memilih Kyungsoo.

Ya,aku akui aku labil. Aku juga membenarkan perkataan sahabatku-Jongin bahwa aku serakah mencintai keduanya. Maka saat itu,aku memilih. Memilih pilihan yang sudah harus aku pilih,memilih Kyungsoo yang mengandung anakku namun Baekhyun berkata bahwa aku mencintai Kyungsoo,dan aku juga mengakui hatiku sedikit menerima wanita bermata bulat itu.

Aku benar-benar marah pada diriku mengingat bagaimana cerobohnya aku yang tak bisa menjaga hasratku sendiri,Baekhyun juga tahu bahwa aku juga sering mengalami ini dan dia mewajarkan karena hormonku yang sedang meledak-ledak-katanya. Saat kami berpacaranpun,kami sudah melakukannya. Kami melakukannya tanpa terpaksa tentu saja. Kami sama-sama menginginkan dan aku melepas keperjakaanku juga Baekhyun yang melepas keperawanannya. Dan Kyungsoo? Aku merasa bersalah karena sudah merenggut keperawanannya,apalagi aku melakukannya saat mabuk. Benar-benar kesalahan yang tak termaafkan menurutku.

Aku menghindari Kyungsoo saat itu,menyalahkannya yang tak menghentikan sentuhanku padahal aku tahu bahwa ia juga mabuk malam itu. Lihatlah betapa egoisnya seorang Park Chanyeol? Aku menghilang setelahnya,tepatnya berdiam diri diapartemen ini. Merenungkan semua hal yang kulakukan. Aku ingin bercerita pada Jongin ataupun kakaknya yaitu Luhan noona seperti kebiasaanku yang selalu bercerita kepada mereka setiap aku mempunyai masalah yang tak bisa kuselesaikan, namun mengingat Kyungsoo dan Baekhyun adalah orang yang penting bagi mereka jadi kuurungkan,aku terlalu takut.

Baekhyun datang dengan khawatir saat itu,ia menangisiku yang menghilang tanpa kabar,kami bercinta dan lagi itu bukan karena terpaksa melainkan karena cinta yang kami miliki. Setelahnya ia bercerita bagaimana hari-harinya saat aku menghilang,aku tersenyum bagaimana cerewetnya kekasih mungilku itu. Sampai ia membahas sesuatu yang berkaitan dengan orang yang ingin kulupakan dengan semua kenangan yang ada,Kyungsoo.

"Kyungsoo membentakku untuk yang pertama kalinya" Baekhyun menghela nafas "Padahal aku bertanya mengapa ia sangat kacau,aku sangat peduli padanya namun ia malah membentakku" Baekhyun merengut kesal mengingat Kyungsoo yang membentaknya tadi.

"Apakah kau membencinya?" Aku bertanya tanpa sadar

Baekhyun tertawa,menyadari betapa konyolnya pertanyaanku itu.

"Tidak akan,aku tidak akan pernah membencinya sekalipun ia merebutmu ataupun mengambil nyawaku"

Aku menegang mendengar perkataan Baekhyun,apakah ia tidak akan membenci Kyungsoo saat mengetahui bahwa mereka sudah melakukan hal yang salah? Mungkin iya kalau Baekhyun tak akan pernah membenci gadis itu mengingat hubungan mereka yang seperti saudara namun apakah Baekhyun juga tak akan membenciku? Uh,aku tak bisa membayangkan bagaimana dibenci orang yang sangat aku cintai.

Aku datang pada Kyungsoo berniat meminta maaf dan kembali pada Baekhyun-ku. Dan mimpi buruk itu datang lagi,Kyungsoo hamil. Aku sangat menyesal,Kyungsoo menangis meminta maaf yang membuat hatiku terenyuh,bagaimanapun aku yang pantas disalahkan disini. Kyungsoo bahkan mau menggugurkan janin itu,tentu saja aku menolak karena bagaimanapun juga itu adalah darah dagingku. Jadi aku berjanji padanya akan selalu melindunginya dan anak kami.

Aku dan Kyungsoo mulai dekat saat itu,aku selalu mengunjunginya hampir setiap hari tentu saja dengan sembunyi-sembunyi dan aku mulai merasakan bagaimana perasaan nyaman saat berada didekatnya,bagaimana merah wajahnya saat aku mengusap perut datarnya dengan sayang dan aku mengakui bahwa aku mulai tertarik padanya.

Aku mengatakan bagaimana perasaanku saat berada didekatnya,dan betapa terkejutnya aku bahwa ia juga menyukaiku bahkan untuk waktu yang sangat lama,sebelum aku berpacaran dengan Baekhyun. Rasanya pasti menyakitkan,melihat orang yang kau sukai berpacaran dengan sahabatmu sendiri. Aku kembali menyesal,menyakiti dua hati sekaligus.

Akupun tanpa sadar menunjukkan perhatiannya pada Kyungsoo yang membuat Jongin curiga,Jongin bertanya padaku apakah aku menyukai Kyungsoo dan aku tertawa mendengar pertanyaan itu,aku berkata tidak yang justru adalah kebalikan dari suara hatiku.

Memasuki kandungan Kyungsoo bulan ketiga,aku merasakan bagaimana sifat Baekhyun yang berubah,menjadi lebih protektif terhadap apa yang akan aku lakukan,perkataan sinisnya dan sikap dinginnya membuat kami selalu terlibat pertengkaran dengan berakhirnya Baekhyun yang menangis,dan aku sadar satu hal ketika tatapan tajam Baekhyun pada Kyungsoo saat kami sedang bermesraan,Baekhyun selalu bermanja saat didepan Kyungsoo. Baekhyun sudah mengetahuinya. Namun aku tetap berdiam diri,aku sudah berulang kali mencoba menjelaskan namun ia selalu mengalihkan,aku tahu ini juga sulit untuknya jadi aku menunggunya untuk berbicara,sikap dinginnya juga membuatku muak dan perhatianku lebih terfokus pada Kyungsoo.

Malam itu,ia memanggilku dan Kyungsoo. Aku tahu ia akan membahas ini,aku membiarkannya karena akupun tak ingin membuat hatinya semakin terluka,ia merelakanku pada Kyungsoo,aku sudah menduganya sejak lama. Baekhyun pasti tak akan tega membiarkan Kyungsoo membesarkan anak sendiri. Namun ketika aku sudah memantapkan hatiku untuk Kyungsoo,melihatnya menangis ataupun melihat tatapan lukanya membuatku goyah,jadi kukatakan perkataan-perkataan yang sangat kejam-yang membuatnya menjauhiku. Dan benar saja,ia menjauhiku dan aku semakin tersiksa karena itu. Bukankah aku sangat labil?

Rasanya seperti ingin mati melihatnya memalingkah wajah,mungkin ini karma yang kudapat setelah membuat kekacauan ini.

Namun aku bersyukur bagaimana aku bisa melihat wajah itu disampingku,aku berjanji bahwa akan menyembuhkan luka yang aku beri.

Aku tersenyum

bahwa

Ia kembali

Baekhyun-ku kembali

Chanyeol pov end.

.

.

.

Normal pov

Baekhyun menggeliat pelan merasakan tubuhnya yang terasa sangat sakit,ia meraba-raba tempat disampingnya kemudian mengernyit.

Ia membuka mata dengan cepat dan mendapati tempat disampingnya itu kosong

Kemana Chanyeol?

Sampai matanya menangkap kertas kuning yang menempel pada bantal,mengambil,membaca,menghela nafas dan tersenyum.

Jangan marah. .
Aku hanya akan pergi sebentar dan kembali nanti.
Makanlah,aku sudah membuat roti selai strawberry kesukaanmu. Aku janji setelah ini akan membawamu keluar untuk makan sesuka hatimu jadi tunggulah aku,ok?
Sampai jumpa nanti sayang^^
Aku mencintaimu:* -Chanyeol-

Baekhyun tersenyum memegang kertas kuning itu,rona diwajahnya pun semakin memerah. Ah,rasanya ingin berteriak sekencang-kencangnya sekarang. Mengapa Chanyeol begitu manis? Ia merasakan jatuh cinta lagi dan lagi pada manusia tampan itu.

Matanya berbinar menatap dua tangkap roti yang berada diatas nakasnya,bahkan ada segelas susu strawberry disana. Ia makan dengan lahap dan meminum susunya dengan rakus. Hah,Park Chanyeol memang yang terbaik,selalu membuat moodnya membaik.

Ia berjalan kearah lemari yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil -sedang,mencari baju yang akan ia gunakan untuk pergi dengan Chanyeol nanti,dan matanya menangkap setelan dress dengan pita dikedua lengan berwarna cream yang sangat cantik,itu adalah hadiah dari Chanyeol saat hubungan mereka berlangsung pada minggu kedua. Kemudian ia beranjak kearah kamar mandi dengan senyuman yang terpatri diwajah mungilnya

Melupakan fakta bahwa hubungan mereka hanya sebatas teman.

.

.

.

Chanyeol melangkahkan kakinya dengan mantap saat sampai dikediamannya,ia berniat memberitahu hal yang tak bisa ditundanya lagi.

Ia melangkahkan kakinya menuju dapur mengingat waktu makan malam akan berlangsung pasti ibunya sedang berada didapur untuk mempersiapkannya.

"Ibu.."

Taemin menoleh saat namanya dipanggil dengan pelan,ia segera berbalik dan berlari untuk memeluk anaknya. "Astaga Chanyeol,darimana saja kau selama ini?" Ucapnya dengan nada khawatir.

"Ibu,aku ingin berbicara. Apa sudah selesai memasak?"

"Bibi Nam akan menyelesaikannya,ada apa sayang?" Tanya Taemin sambil menarik tangan putranya ke arah sofa ruang keluarga yang berada di sebelah dapur.

"Ibu..." Panggil Chanyeol lagi.

Taemin hanya terdiam menatap mata putranya,ia tahu Chanyeol pasti sedang mempunyai masalah yang membelitnya.

"Aku bertemu Baekhyun hari ini" Chanyeol menghela nafas pelan "Kami bercinta" Lanjutnya lagi dengan suara yang bergetar namun menyorotkan betapa bahagianya ia saat ini.

Taemin terkejut tentu saja,ia tahu perihal Baekhyun yang menemui Chanyeol karena ia yang menyuruhnya namun tak disangka putranya dan mantan menantunya itu melakukan hal seperti itu.

"Aku ingin kembali padanya,aku sadar bahwa aku mencintainya" Ucap Chanyeol dengan tegas menyiratkan betapa yakinnya ia saat ini. "Aku akan menyeraikan Kyungsoo setelah anak kami lahir,ia pasti mengerti" Lanjutnya,masih dengan menatap mata ibunya.

Sudah hancur pertahanan Taemin,air matanya menetes mendengar perkataan bodoh putranya

PLAK

Satu tamparan berhasil Taemin layangkan,ia murka.

"Jangan bercanda Chanyeol! Pikirkan perasaan Kyungsoo!" Bentak Taemin

"Aku benar-benar mencintai Baekhyun bu,aku juga akan bertanggung jawab dengan anak kami namun tetap bersama Kyungsoo akan menyakiti hati kami bertiga" Ucap Chanyeol memberi pengertian pada ibunya. "Maafkan aku bu,aku harus pergi menemui Baekhyun,ia sudah menungguku"

"Chanyeol,jangan pergi. . Istrimu membutuhkanmu nak" Taemin berkata lirih namun Chanyeol tetap saja bangkit dan berjalan menjauh.

Yang bisa Taemin lakukan saat ini adalah menangis,ia ingin melarang putranya pergi namun ia tahu betapa sakitnya cinta yang dilarang jadi ia membiarkan semuanya.

"I-ibuu.."

Taemin tersentak mendengar lirihan suara yang dikenalnya,ia mendongak mendapati sang menantu yang berdiri didepannya. Wajah wanita bermata bulat itu sudah penuh dengan air mata

"K-kyung..soo ap-apakah k-kau.."

Kyungsoo duduk dengan cepat ditempat Chanyeol tadi,ia harus memastikan bahwa apa yang ia dengar tadi.

"Ibu,apa benar Chanyeol bercinta dengan Baekhyun? B-bagaimana bisa?" Tanya Kyungsoo tak percaya,setetes demi setetes air mata berjatuhan dari mata bulatnya.

"Kyungsoo..." Taemin berkata lirih yang mana membuat Kyungsoo meraung-raung. Ia memeluk sang menantu dengat erat agar Kyungsoo tenang.

"Bagai...mana b-bisa hiks" Kyungsoo semakin terisak,bahkan apron yang masih dikenakan mertuanya itu ikutan basah terkena air mata.

"Maafkan mereka,Kyungsoo..."

Tak bisa,Kyungsoo tak bisa menerima semuanya,ditengah kehamilannya ia malah dihadapkan dengan masalah ini,tubuhnya letih karena mencari Chanyeol selama beberapa hari belakangan,matanya lelah karena terus menangisi suaminya dan sekarang hatinya yang terluka? Oh,betapa Tuhan menghukumnya dengan berat kali ini.

Pikirannya melayang,mengingat kata-kata yang Chanyeol ucapkan

"Aku bertemu Baekhyun hari ini,kami bercinta"

Hatinya sakit

"Aku bertemu Baekhyun hari ini,kami bercinta"

Ia terluka

"Aku bertemu Baekhyun hari ini,kami bercinta"

Sampai akhirnya mata bulat itu tertutup dengan air mata yang menghiasi pipi gembilnya.

.

.

.

Drtt drtt drttt

Chanyeol menoleh kearah ponselnya yang terletak dibangku samping kemudi

Ibunya berulang kali menghubungi namun tak dihiraukan,ia hanya ingin kembali pada Baekhyun secepat mungkin karena tak ingin kekasihnya itu menunggu lama. Ow,apakah ia masih bisa menyebut Baekhyun kekasih? Setelah membuat semua kekacauan ini? Betapa hebatnya Park Chanyeol.

Drrrrtttttt

Ponselnya kembali bergetar,namun kali ini sangat lama. Ia melirik bahwa ada satu pesan masuk. Ia mengambil lalu membuka pesan sambil memfokuskan mengemudi.

SREEIIITT

Mobil itu berhenti mendadak,untung saja dibelakangnya tak ada mobil lain,Chanyeol langsung memutar balik dengan cepat,mengabaikan para pengendara lain yang menghujaninya dengan suara klakson.

Chanyeol,istrimu pingsan datanglah kerumah sakit sekarang.

Mobil BMW hitam miliknya itu melesat dengan kecepatan maksimal,menerobos lampu merah yang ada hingga perbuatan itu bisa saja membuatnya merenggang nyawa. Ia tak peduli,yang ia pikirkan saat ini hanyalah istri dan anaknya.

.

.

.

08.00 pm

Baekhyun is calling

08.04 pm

Chanyeol,kau dimana?

08.47 pm

Baekhyun is calling

08.52 pm

Baekhyun is calling

09.26 pm

Kau pasti datang kan?

11.30 pm

Aku harus pergi,ibu mencariku yeol. Kau sudah berjanji akan makan malam sesuai dengan yang aku inginkan,aku akan membeli makanan yang sangat banyak dan mahal jadi siapkan dompetmu ya sayang:p Aku mencintaimu^^

Begitulah pesan yang terakhir dikirim Baekhyun,gadis itu sudah menunggu selama hampir lima jam namun Chanyeol tak kunjung datang. Ia juga ingin tinggal lebih lama untuk menunggu namun ibunya tadi menelepon.

Butuh waktu satu jam untuk sampai kerumahnya dengan berjalan kaki,moodnya sedang bagus jadi ia tak merasa lelah sama sekali.

Baekhyun melangkahkan kakinya dengan sedikit lambat,ia sedang menikmati gemerlapnya kota Seoul pada malam hari. Bersenandung kecil dan selalu tersenyum disetiap langkahnya. Ah,betapa hebatnya Chanyeol bisa merubahnya seperti ini.

Tak terasa ia sudah sampai dirumah,menyapa paman Jung yang terlihat sedikit kikuk saat berada diruang keluarga.

"Paman,dimana ibu?"Tanya Baekhyun.

"A-aku akan panggilkan nyonya,sebentar nona" Sahut pelayan Jung kemudian berlari menuju kamar yang diketahui kamar nyonya besarnya.

Baekhyun duduk dengan bermain ponselnya,ia mendesah pelan mendapati tak ada satupun panggilan atau pesan dari Chanyeol.

Sampai suara langkah kaki mendekat,ia mendongak mendapati ibunya yang berjalan kearahnya.

Baekhyun berlari kecil menuju Heechul,ia sangat senang mendapati ibunya berada dirumah,maklum saja Heechul itu sangat sibuk sehingga berada di Korea merupakan suatu hal yang langka.

"Ibu,aku merindukan_"

Belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya sampai ia merasakan pipinya yang memanas

PLAK

Baekhyun ditampar.

"I-ibu apa yang-"

"KENAPA KAU BERCINTA DENGAN SUAMI SAHABATMU? APA KAU SEMURAHAN ITU BAEKHYUN?"

"Ibu..."

"APA KAU TAK BERFIKIR BAGAIMANA PERASAAN KYUNGSOO? DIA SEDANG HAMIL! TAPI KAU MALAH MENGGODA SUAMINYA!"

Pertahanan Baekhyun runtuh,airmatanya mengalir tanpa bisa dicegah lagi.

"LALU BAGAIMANA DENGAN PERASAANKU BU? DIA BAHKAN MEREBUT CHANYEOL DARIKU" teriak Baekhyun.

Heechul sempat tersentak mendengar teriakan Baekhyun,putrinya itu tak pernah begini sekalipun Heechul meninggalkannya untuk urusan kerja,Baekhyun akan selalu tersenyum sambil berlinangan air mata mengantar kepergiannya. Tapi amarah menyulut dirinya,putrinya salah jadi tentu saja harus ditegur.

"CHANYEOL ITU SUAMI KYUNGSOO! BAGAIMANA BISA IBU MEMPUNYAI ANAK MURAHAN SEPERTIMU HAH? BETAPA MALUNYA IBU SAAT MENGETAHUI KAU BERCINTA DENGAN SUAMI ORANG TERLEBIH SUAMI SAHABATMU SENDIRI. KAU TAK ADA BEDANYA DENGAN JALANG DILUAR SANA BAEKHYUN!"

Baekhyun menggigit bibir bawahnya,ia berusaha mati-matian meredam isakannya,ia hanya tak ingin terlihat lemah. "A-apa? Bagaimana bisa ibu menyebutku seperti itu? Ibu bahkan tak mengenalku dengan cukup baik,melewatkan pertumbuhanku selama ini tapi bagaimana bisa ibu menyebutku seperti itu?" Ucapnya dengan suara yang lirih.

Heechul tentu saja merasa bersalah akibat perkataan kasarnya,namun saat ini Baekhyun memang salah jadi ia membalikkan badannya saat melihat tatapan putrinya yang begitu terluka.

Baekhyun menghembuskan nafasnya pelan "Sejak awal seharusnya ibu berbalik seperti ini,seperti ibu yang bungkam akan segala urusan tentangku. Seperti ibu yang bahkan lebih memperhatikan sahabat putrinya. Seperti ibu yang selalu bergelut dalam urusan pekerjaan dan tak pernah peduli dengan putrinya! " Ucap Baekhyun.

Bagaikan gunung yang memuntahkan laharnya,Baekhyun pun mengeluarkan keluh kesah pada ibunya. Ia juga tak mengerti bagaimana bisa pertahanan yang ia pupuk selama ini,perasaan yang harusnya ia simpan dalam hati menguar begitu saja dari bibir tipisnya.

Ia hanya lelah,harus selalu mengerti semua orang yang tak mengerti dirinya sama sekali,apa kebahagiaannya harus dikorbankan demi kebahagiaan orang lain?

Pergi dari rumah mungkin terdengar kekanakan,namun ia hanya ingin menenangkan dirinya. Dan apartemen Chanyeol yang terlintas dipikirannya.

Dengan langkah berat meninggalkan kediamannya,ia harap ibunya berbalik dan memeluknya. Namun semua itu sia-sia mengingat tak ada panggilan ataupun suara langkah kaki dibelakangnya. Baekhyun menghembuskan nafasnya sekali lagi agar airmatanya tak jatuh.

Ia menghentikan taxi yang lewat,berharap sampai disana ada Chanyeol yang tengah menunggunya.

Ia memencet beberapa digit angka yang diketahui sebagai password apartemen,ia melangkahkan kakinya dan menghela nafas pelan. Apartemen itu kosong,sama seperti saat ia meninggalkannya tadi. Baekhyun berjalan kearah kamar lalu menjatuhkan dirinya diatas ranjang,ia hanya ingin tidur agar melupakan segalanya.

.

.

.

Chanyeol berlari menyusuri koridor rumah sakit,meminta maaf kepada beberapa orang yang ditabraknya. Ia mengkhawatirkan istri dan anaknya.

Melihat Taemin yang sedang duduk -disalah satu kursi khusus untuk menunggu pasien- Chanyeol segera menghampiri ibunya "Bagaimana keadaannya bu? Apakah ia dan anakku baik-baik saja?" Tanya Chanyeol,terdengar panik saat mengetahui ibunya menangis.

Taemin menghapus air matanya dan tersenyum pada putranya,mencoba menguatkan Chanyeol yang pastinya sangat khawatir. Ia juga sudah menelepon Tuan Do namun karena pekerjaan diluar kota,ayah Kyungsoo tak bisa datang dan berkata 'Aku sudah menelepon Heechul,ia akan segera kesana. Tolong jaga Kyungsoo untukku' Tentu saja di-iyakan oleh Taemin yang sekarang berperan sebagai ibu Kyungsoo.

Jika kalian bertanya dimana ibu kandung Kyungsoo maka jawabannya adalah beliau sudah meninggal,saat melahirkan Kyungsoo. Itulah mengapa Kyungsoo sangat diperhatikan oleh Heechul maupun Yixing yang notabenenya adalah sahabat orangtuanya juga tetangga dari gadis tersebut.

Heechul juga sudah mengetahui penyebab dari masuknya Kyungsoo kerumah sakit,Taemin memberitahu Tuan Do dan Tuan Do memberitahunya. Ia sangat marah dan juga malu pada Tuan Do,namun Tuan Do tak mempermasalahkan yang penting keselamatan putrinya,itulah mengapa Heechul merasa sangat bersalah pada Kyungsoo,ia segera menelepon Baekhyun dan menegurnya,menyadarkan putrinya apa yang ia perbuat itu salah. Ia juga menitipkan Baekhyun pada paman Jung karena harus segera kerumah sakit.

.

.

.

"Luhan,Jongin, ibu harus kerumah sakit sekarang"

"Memangnya siapa yang sakit bu?" Tanya Luhan yang sedang tiduran dipangkuan Jongin.

"Kyungsoo,Jongin bisa antarkan ibu?"

"Tentu saja" Sahut Jongin cepat,ia juga mencemaskan bagaimana keadaan sahabatnya. Mengapa Kyungsoo bisa masuk rumah sakit? pikirnya

.

.

.

Jam menunjukkan pukul 2 dini hari,Chanyeol dan Jongin sedang berada di cafe depan rumah sakit.

"Kau menghilang dan sekarang istrimu masuk rumah sakit. Sebenarnya ada apa dengan rumah tangga kalian?"

Chanyeol menatap Jongin dalam,haruskah ia menceritakan semua pada sahabatnya?

Seakan tahu apa yang Chanyeol pikirkan,Jongin menghembuskan nafas pelan lalu tersenyum " Kau bisa menceritakannya padaku"

"Aku bercinta dengan Baekhyun,Kyungsoo tahu lalu tak sadarkan diri seperti ini" Chanyeol berucap dengan lirih,Jongin sudah berdiri hendak memukulnya. "Aku tahu,aku brengsek tapi Demi Tuhan aku mencintai Baekhyun,Jongin-ah"

Mendengar nada keputus-asaan,Jongin kembali duduk dan menghembuskan nafasnya sekali lagi,namun lebih keras.

"Aku mencintai Baekhyun,bisakah kau mengerti itu?" Lanjutnya lagi. Chanyeol menangis dilipatan tangannya. Hanya dengan Baekhyun dan segala tentang Baekhyun yang bisa membuatnya menangis seperti ini.

Jongin menepuk bahunya pelan,memberi kekuatan yang tak berguna sama sekali bagi Chanyeol.

"Aku mencintainya. Demi Tuhan!" Racau Chanyeol ditengah isakkannya,ia kembali teringat saat pembicaraannya dengan Heechul beberapa saat yang lalu-sebelum Jongin datang.

Setelah dokter memperbolehkan para keluarga menjenguk Kyungsoo yang sudah dipindahkan kekamar inap,Taemin memutuskan membeli beberapa keperluan di supermarket yang berada dalam rumah sakit. Ia berpesan pada Chanyeol dan Heechul agar menjaga Kyungsoo dan memberitahunya saat Kyungsoo sadar.

Heechul masih saja memperhatikan Kyungsoo dalam diam,terlihat sangat khawatir. Membuat Chanyeol sedikit takut akan sikap dingin yang menguar dari dirinya.

"Bibi,apakah bibi tidak lelah? Bibi bisa pulang kerumah atau tidur disofa mungkin?" Tanya Chanyeol hati-hati. Heechul hanya tersenyum tipis yang membuat Chanyeol teringat akan Baekhyun.

"Apa kau benar bercinta dengan putriku? Apa kau tak menyadari bahwa kau sudah melukai dua orang sekaligus?"

"Aku mencintai Baekhyun dan tanpa kusadari aku juga mulai membuka celah dihatiku untuk Kyungsoo. Walau bagaimanapun,dia mengandung darah dagingku" Ucap Chanyeol dengan lirih.

"Lalu kau mau bagaimana? Menceraikan Kyungsoo lalu menelantarkan anak kalian?"

"Ya,aku akan menceraikan Kyungsoo saat ia sudah melahirkan dan aku akan bertanggung jawab penuh terhadap anakku,memberi kasih sayang dan cinta sepenuhnya" Jawab Chanyeol dengan tegas.

"Apakah kau pikir semua bisa terselesaikan dengan mudah? Bagaimana dengan perasaan Kyungsoo? Jangan menjadi kekanakkan Chanyeol!" Ucap Heechul dengan sedikit meninggi. "Kau itu seorang ayah! Kau itu adalah kepala rumah tangga! Apa yang akan kau katakan pada anakmu ketika melihat ibu dan ayahnya tak bersatu seperti ayah-ibu teman-temannya? Kau sudah mengambil jalan ini,jadi lanjutkan dan perbaiki kesalahanmu Chanyeol" Lanjutnya lagi,sedikit memberi pengertian pada Chanyeol yang sudah dianggapnya sebagai anaknya sendiri.

Chanyeolpun sempat memikirkan apa yang terjadi nanti, dan hanya kata "Aku mencintainya bi,aku mencintai Baekhyun,sangat mencintainya" yang keluar dari bibir tebalnya.

.

.

.

Baekhyun bangun dari tidurnya dengan perasaan yang sedikit tenang,mungkin karena tidur diapartemen yang memiliki kenangan indah saat bersama Chanyeol membuat suasana hatinya membaik. Ia melihat jam yang menunjukkan angka 5,ia harus kembali kerumah dan bersiap untuk kesekolah.

Ia menyapa pelayan Jung yang sedang menyiapkan sarapan. Pelayan Jung langsung memeluk Baekhyun "Syukurlah,kau pulang. Mengapa tak pulang? Kau menginap dimana?" Persetan dengan etika antara pembantu dengan majikan,pikir Pelayan Jung.

"Aku menginap dirumah teman,hehehe maaf membuat paman khawatir" Baekhyun tertawa kecil melihat pelayannya ini mengkhawatirkannya melebihi anggota keluarganya sendiri.

Baekhyun hanya tak tahu bukan bahwa Heechul terus menghubungi rumah untuk menanyakan apakah putrinya sudah sampai dirumah?

.

.

.

Seorang lelaki berkulit tan sedang memainkan game diponsel dengan wajah serius,berulang kali bibirnya bergerak menggumamkan kata-kata yang hanya bisa dimengerti oleh dirinya sendiri. Ia mengabaikan sipemilik rumah yang sudah memasang wajah jengkelnya.

"KIM JONGIN!" Jongin tersentak ketika seseorang meneriakkan namanya. Ia mendelik kesal pada gadis yang sudah berdiri didepannya dengan seragam sekolah.

"Kau pikir ini hutan bisa teriak-teriak seperti tarzan" Cibir Jongin

"Aku sudah memanggil namamu berulang kali bodoh" Ucap Baekhyun sambil mengayunkan tangannya seolah-olah ingin memukul kepala sahabatnya.

"Yak! Siapa yang kau sebut bodoh?" Ucap Jongin tak terima,ia ini peringkat 7 dikelasnya. Yah walaupun tidak terlalu bagus,namun ia sedikit bangga mengalahkan Baekhyun yang berada di peringkat 10.

Baekhyun terkekeh mendengar gerutuan Jongin,mereka pergi menggunakan bus,walau mereka termasuk orang-orang kaya dan bersekolah disekolahan elit namun mereka diajari bagaimana tidak membanggakan diri atas harta orangtua.

.

.

.

Jongin dan Baekhyun sedang berada di taman sekolah untuk menghabiskan waktu istirahat. Mereka memberi cola-untuk Jongin dan susu strawberry-untuk Baekhyun dan beberapa camilan.

"Baekhyun.."

"Hm" Sahut Baekhyun sambil meminum susunya yang kedua.

Jongin merebut susu itu dan menaruhnya di kursi,Baekhyun hendak protes namun Jongin segera menggenggam erat tangannya dan menatapnya dalam. Baekhyun diam,ia tahu bahwa Jongin ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting.

"Kyungsoo masuk rumah sakit,dan Chanyeol menemaninya sekarang. Apakah kau menunggu Chanyeol semalaman? Paman Jung bilang,kau tak pulang dan menginap disuatu tempat"

"A-apa? Kyungsoo masuk rumah sakit? Bagaimana bisa?" Tanya Baekhyun tak percaya,walau tak bisa dipungkiri bahwa ia kecewa karena Chanyeol lebih memilih menemani istrinya dibanding bertemu dengannya. Haha,kau pikir kau siapa Baekhyun?

"Jangan mengalihkan Baek,apa kau menunggu Chanyeol semalaman?" Tanya Jongin lagi.

Baekhyun menghembuskan nafasnya pelan,ia ingin berbohong namun pasti ketahuan jadi ia mengalah dan mengaku "Ya,aku menunggunya dan ketiduran"

"Apa kau bercinta dengannya? Apa sebegitu cintanya hingga kau merelakan tubuhmu Baek?" Tanya Jongin tak percaya. "Kau tahu? Aku menahan sejak tadi pagi untuk menanyakan ini,aku hanya ingin kau bercerita,memberitahuku melalui mulutmu bukan dari penjelasan orang lain" Jongin menghela nafas,ia menatap mata Baekhyun yang menyorotkan begitu banyak luka. "Bukankah kita sahabat? Apa kau tak mempercayaiku? Rasanya sangat sedih ketika tidak mengetahui apapun tentang masalahmu"

"Bukan begitu Jongin" Lirih Baekhyun,ia hanya belum siap bercerita yang mana mengingatkannya tentang pengkhianatan itu.

"Apa kau benar-benar tak ingin bercerita?" Tanya Jongin

"Maafkan aku" cicit Baekhyun

"Aku kecewa padamu Baek"

Setelah berucap seperti itu,Jongin pergi meninggalkan Baekhyun yang tengah berdiam diri. Jongin hanya kecewa karena Baekhyun tak pernah bercerita apapun,ia hanya peduli dan ingin membantu. Ia. hanya tak ingin Baekhyun terlarut dalam kesedihan,dan ia ingin mengembalikan Baekhyun yang selalu tersenyum manis dengan eyesmilenya yang cantik saat masih kecil.

.

.

.

Kyungsoo sudah siuman pagi ini dan sedang memakan beberapa buah yang disuapkan oleh suaminya,Chanyeol.

"Mengapa kau tak sekolah?" Tanya Kyungsoo

"Bagaimana bisa aku meninggalkanmu?" Chanyeol balik bertanya dengan lembut,tersirat kekhawatiran dan kasih sayang yang sangat besar di nadanya.

Kyungsoo hanya tersenyum kecil menanggapinya. Walaupun terbesit luka yang sangat besar dihatinya,ia tak bisa membahas tentang Chanyeol yang menghilang selama tiga hari atau tentang bagaimana Chanyeol-Baekhyun bercinta kemarin. Ia hanya tak ingin mendengar apa yang tidak ingin ia dengar jadi ia hanya bungkam dan menganggap semuanya baik-baik saja.

"Apa kau ingin makan apel? Aku akan mengupaskannya untukmu"

Kyungsoo tersenyum lagi dan lagi. Betapa dirinya sangat bahagia saat ini mengingat Chanyeol yang begitu perhatian padanya.

Dan jangan lupakan bahwa Chanyeol kembali melupakan Baekhyun karena terlalu sibuk mengurusi istrinya.

.

.

.

Baekhyun pulang kerumahnya dengan lesu. Tugas-tugas yang semakin menumpuk setelah ujian hingga pertengkaran dengan Jongin tadi siang membuat suasana hatinya memburuk ditambah tidak mendapati ibunya dirumah membuat hari ini semakin awkward saja.

Ia menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu meluncur menuju dapur dan meminum air dingin yang disediakan pelayan Jung dengan sedikit tergesa.

"Apa kau begitu haus?" Tanya pelayan Jung sambil terkekeh geli melihat putri majikannya yang begitu lucu dan cantik.

"Ya! Aku kepanasan" Sahut Baekhyun sambil mengipas-ngipasi dirinya menggunakan jemari tangannya yang lentik.

"Bagaimana jika mandi? Paman akan menyiapkan air untukmu"

Baekhyun tersenyum menyadari begitu besar perhatian pelayannya ketimbang keluarganya sendiri "Aku akan menyiapkannya sendiri paman,terimakasih. Paman beristirahatlah!" Ucap Baekhyun sambil mengepalkan tangan dan mengangkatnya keatas berusaha menyemangati pelayannya.

Pelayan Jung menunduk kecil memberi hormat pada Baekhyun yang baru saja berlari kecil menaiki tangga untuk menuju kamar.

.

.

.

"Dari mana saja kau Kim Jongin?! Baekhyun mencarimu dari tadi!" Cecar Luhan saat melihat adiknya yang baru saja melangkahkan kakinya dirumah setelah tak melihatnya selama 2 hari.

Ya,2 hari ini -setelah Jongin yang meminta Baekhyun bercerita- ia menghilang. Bukan menghilang seperti ditelan bumi,ia hanya membolos sekolah dua hari dan hanya pulang untuk berganti baju lalu pamit pergi. Luhan terlalu sibuk karena pekerjaannya sebagai dokter spesialis bedah jadi ia tak pernah melihat batang hidung adik hitamnya selama dua hari ini.

Jongin mendudukan dirinya disamping kakaknya yang sedang menonton drama tengah malam."Aku menemani Kyungsoo dirumah sakit"

"Baekhyun menunggumu dari siang dan baru saja pulang satu jam yang lalu"

Jongin menghela nafasnya sebentar kemudian mengeluarkan ponsel dan memainkannya,mengetik dengan cepat dan menekan tombol kirim,sepertinya ia sedang mengirim pesan.

To : Princess Byun

Jangan menungguku jika aku tak ada

Hanya sebuah pesan singkat namun mengisyaratkan betapa khawatirnya Jongin pada Baekhyun yang menunggunya seharian,ia marah mendapati betapa bodohnya Baekhyun yang hanya membuang-buang waktu untuk menunggunya.

Tidak ada balasan,Jongin sangat memahami bagaimana tak bisa tahannya Baekhyun pada bantal dan selimut berwarna merah kesukannya,ia pasti tertidur mengingat jam yang menunjukkan pukul 01.30 dini hari.

"Selamat malam"

Setelah mengucapkan itu pada Luhan,Jongin berjalan menaiki tangga untuk menuju kamarnya dan terlelap meninggalkan kakaknya yang sedang serius menyimak adegan drama yang sedang tayang.

.

.

.

Ini adalah hari minggu,Baekhyun tak mempunyai alasan lagi untuk tidak menjenguk Kyungsoo. Ia sudah lelah bagaimana berlari dari masalah yang menurutnya tak pernah selesai,ia juga sudah merenungi dan mensugestikan dirinya bahwa 'semua akan baik-baik saja'

Baekhyun menyampirkan tas berwarna silver yang sangat cantik -hadiah ulang tahun dari Jongin. Ia merapikan sedikit rambutnya didepan cermin dan tersenyum sendiri menjelaskan bagaimana siapnya ia untuk semua ini.

Sebelum ke rumah sakit,ia membeli beberapa buah-buahan untuk Kyungsoo,berhubung Kyungsoo sangat menyukai jeruk dan apel ia pun menyuruh bibi penjual untuk menghias beberapa buah jeruk dan apel dalam keranjang buah yang sangat cantik dan menyelipkan sebuah note yang berisi 'Cepat sembuh! Aku menyayangimu^^'

Baekhyun kembali tersenyum saat melangkahkan kakinya dikoridor rumah sakit,ia mencari-cari letak kamar 512 yang merupakan kamar Kyungsoo.

Hari sudah malam,jam menujukkan angka 7 yang mana jam besuk baru saja dibuka. Baekhyun berhenti sebentar dan menghembuskan nafas pelan saat berada didepan ruangan yang merupakan kamar inap Kyungsoo.

Dengan perlahan ia menggeser pintu dan menampilkan senyuman terbaiknya,tersenyum kearah Kyungsoo yang sedang berbaring yang ditemani seorang lelaki yang sedang terduduk disamping ranjangnya.

Chanyeol berdiri mendapati Baekhyun yang berada diantara pintu,ia tersenyum mendapati Baekhyun yang tersenyum dengan sangat cantik

Baekhyun berlari dan menyerahkan keranjang buah ketangan Chanyeol lalu memeluk Kyungsoo dengan erat,membuat sang empunya tertawa geli.

"Aku merindukanmu" Ucap Baekhyun tulus,ia merindukan sahabat yang sudah ia anggap sebagai saudaranya sendiri.

Kyungsoo hanya tersenyum sambil menepuk pelan bahu Baekhyun. Chanyeol yang mengerti pun segera menyingkir dari sana

"Aku akan membeli beberapa makanan" Ucap Chanyeol dan Kyungsoo mengangguk paham

Setelahnya,Kyungsoo merasakan lehernya basah,ia tahu Baekhyun sedang menangis saat ini. Kyungsoo segera melepas pelukan itu,menatap Baekhyun dengan tatapan menyelidiki

Baekhyun menghapus air mata yang ada di pipinya. "Bagaimana bisa kau masuk rumah sakit? Aku benar-benar khawatir"

"Ibumu bilang kau berada di Kanada,menemui Sehun. Kapan kau kembali?" Heechul memberitahu Kyungsoo bahwa Baekhyun sedang berada di Kanada jadi tak bisa menunggunya. Kyungsoo tahu bahwa semua itu bohong,mungkin Heechul ingin menghiburnya yang sama sekali tak mengurangi hatinya yang terluka.

Baekhyun tergagap,Kanada? Terakhir kali ia kesana yaitu 6 bulan yang lalu saat liburan semester. Ia terlalu sibuk menjadi senior disekolahnya hingga tak mengunjungi kakaknya sesering mungkin seperti dulu. "Ah,a-aku baru datang tadi sore"

"Dan kau langsung kemari? Wow,kau tak lelah?" Tanya Kyungsoo lagi,entahlah melihat wajah Baekhyun membuat emosinya naik apalagi melihat Chanyeol yang berdiri dan tersenyum saat Baekhyun berdiri dipintu membuat ia ingin menangis.

Baekhyun hanya tersenyum canggung dan membalasnya dengan anggukan

Beberapa menit mereka terdiam,Baekhyun masih berdiri disamping ranjang sambil menatap Kyungsoo yang sedang tidur setengah duduk-akibat bagian kepala ranjang yang sedikit dinaikkan-yang balik menatapnya.

"Kyungs..."

Belum sempat Baekhyun berbicara sampai sebuah tamparan mendarat dipipi kanannya.

PLAK

"INI KARENA KAU BERCINTA DENGAN SUAMIKU"

lalu pipi kirinya.

"DAN INI KARENA TAMPARAN YANG CHANYEOL DAPATKAN KARENA BERCINTA DENGANMU"

Bahu Kyungsoo naik-turun,bibirnya bergetar ketika berteriak seperti itu,air matanya menetes,hatinya sakit melihat bagaimana merahnya pipi Baekhyun akibat ulahnya.

Baekhyun masih memiringkan kepalanya kekiri akibat tamparan terakhir Kyungsoo. Ia menoleh kearah Kyungsoo dengan perlahan,menampilkan wajah merahnya dan liquid bening yang sudah menggenang di mata sipitnya.

"Maafkan aku" Cicit Baekhyun,ia salah makanya ia mendapat tamparan seperti ini,namun ketika saat itu-bercinta- tidak ada perasaan bersalah maupun menyesal namun yang ada hanyalah perasaan cinta yang selalu ingin memiliki,Chanyeol benar-benar membuatnya tak berdaya.

"KAU INGIN MEMBUNUHKU KAN? KATAKAN KAU INGIN!" Teriak Kyungsoo "Seharusnya kau menghentikan semua ini saat itu Baekhyun,bukan membiarkannya selama 2 bulan dan menyerah. Seharusnya kau marah padaku dan memarahi bagaimana tak lurusnya jalan pikiranku saat merebut Chanyeol darimu. SEHARUSNYA KAU MARAH!" Kyungsoo berteriak lagi dengan frustasi,ia menyesal bagaimana mengandung anak Chanyeol membuat semua ini semakin rumit.

"YA! AKU MARAH. Tapi tak pernah tersirat dipikiranku bahwa aku ingin membunuhmu! AKU MARAH TAPI PADA CHANYEOL! Bukan padamu Kyung! Aku tak bisa marah pada orang yang selalu membuatkanku bubur ketika aku sedang sakit" Ucap Baekhyun dengan lirih.

Hati Kyungsoo berdenyut,mengingat betapa dekatnya ia dengan Baekhyun dulu namun begitu jauh sekarang.

"Aku tak bisa membencimu bahkan kau mengambil nyawaku sekalipun karena aku menyayangimu lebih dari siapapun" Lanjutnya lagi,Baekhyun benar-benar menyayangi Kyungsoo karena hanya Kyungsoolah yang paling mengerti dirinya.

"Jika kau menyayangiku maka jangan merusak kebahagiaanku Baek" Kyungsoo berucap lirih. "Chanyeol adalah sumber kebahagiaanku. Aku akan melahirkan darah dagingnya, buah cinta kami. Kumohon,jangan pernah menampakkan dirimu didepannya karena aku benar-benar tak ingin kehilangannya"

Kyungsoo tak tahu bagaimana bisa ia mengucapkan kata-kata yang terdengar agak kejam-menurutnya. Ego mengalahkan hati nuraninya yang merasa sangat tidak sampai hati melihat wajah Baekhyun dengan bibir tipis yang bergetar. Baekhyun sedang menahan tangis,Kyungsoo tahu itu dan ia ingin egois sedikit saja untuk kebahagiaannya dan juga anak yang akan lahir nanti. Apa salah?

.

.

.

Saat ini Baekhyun sedang terduduk dikursi-yang disediakan pihak rumah sakit untuk beberapa orang yang ingin membesuk- didepan kamar inap Kyungsoo. Ia sedang menunggu Chanyeol yang tadi keluar membeli beberapa camilan. Ia mengeluarkan cermin kecil dari tasnya dan melihat betapa merah pipinya akibat tamparan Kyungsoo. Ia juga memberikan beberapa tetes cairan pada matanya agar tidak sembab yang tidak membantu sama sekali.

Chanyeol berjalan menenteng sekantuk pelastik putih dengan berbagai camilan dan minuman didalamnya,Ia tersenyum mendapati Baekhyun yang sedang terduduk sambil menunduk.

Baekhyun langsung mendongak mendapati sepasang sepatu didepannya. Ia tersenyum sangat manis "Bisakah kita bicara?"

"Aku dengar taman di rumah sakit ini sangat indah" Sahut Chanyeol lalu menggeser pintu kamar Kyungsoo dan menaruh belanjaannya dilantai. Ia menggeser kembali sampai pintu itu tertutup dan menarik tangan Baekhyun menuju taman rumah sakit.

Disepanjang jalan,mereka-Baekhyun dan Chanyeol- tak henti-henti saling bertatapan dan tersenyum dengan kedua tangan mereka yang terkait dengan erat. Mereka seperti sepasang kekasih baru yang sedang dilanda jatuh cinta yang meletup-letup bukan?

"Maafkan aku karena meninggalkanmu malam itu" Ucap Chanyeol setibanya mereka didepan kolam ikan yang berada di taman rumah sakit tersebut.

Baekhyun menoleh dan langsung menubrukkan dirinya pada Chanyeol. Ia lingkarkan tangan mungilnya pada leher Chanyeol dengan erat,otomatis Chanyeol juga melingkarkan lengannya pada pinggang Baekhyun.

"Aku merindukanmu,sangat." Baekhyun mengecup perpotongan leher Chanyeol yang menurutnya sangat wangi dan memberikan efek candu yang sangat besar untuknya.

Chanyeol terkekeh bagaimana suara Baekhyun yang sangat manja saat ini,merupakan sesuatu yang sangat langka. Baekhyun itu tipe wanita yang akan memperlihatkan dirinya yang tangguh dan dewasa namun itu hanyalah omong kosong bagi Chanyeol. Baekhyun itu wanita yang sangat lemah dan manja,itu yang ia ketahui.

"Ada apa denganmu?" Tanya Chanyeol yang merasa tingkah Baekhyun itu aneh.

Baekhyun melepas pelukan itu lalu menatap tajam."Apa? Aku hanya ingin memelukmu. Apa itu salah?" Tanya Baekhyun sambil mengerucutkan bibirnya.

Chanyeol tertawa melihat Baekhyun yang sangat menggemaskan,ia mengusak surai Baekhyun lalu merengkuhnya kembali. "Hanya saja,aku sangat senang kau menjadi seagresif ini" Goda Chanyeol.

Baekhyun terkekeh,ia mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir Chanyeol. Awalnya hanya berupa kecupan yang lama hingga lumatan-lumatan kecil mendominasi saat ini,tak ada membelit lidah ataupun nafsu didalamnya hanya ada perasaan cinta yang semakin membuncah diantara diri mereka masing-masing.

Mereka melepaskan ciuman itu perlahan,membuka mata lalu saling tersenyum. Chanyeol mengecup kembali bibir Baekhyun lalu tertawa setelahnya.

"Aku ingin pulang" Ucap Baekhyun

"Aku akan mengantarmu kalau begitu,ayo!"

"Tapi-"

Ucapan Baekhyun terpotong begitu saja setelah Chanyeol menariknya menuju basement rumah sakit. Mereka memasuki mobil milik Chanyeol.

Baekhyun mengerucutkan bibirnya setelah Chanyeol memasangkan sealt beltnya.

"Ada apa?" Tanya Chanyeol heran.

"Aku menghubungimu malam itu,dan kau meninggalkan ponselmu di mobil. Pantas saja"

Oh,sepertinya Chanyeol baru ingat bahwa ia tak memegang ponselnya selama dua hari ini. Ia meringis dan menatap Baekhyun memelas. "Maafkan aku"

"Ya,aku tahu kau sibuk" Setelahnya Baekhyun tersenyum sangat manis.

Satu lagi keanehan yang Chanyeol tak sadari,bahwa Baekhyun tak berniat membicarakan Kyungsoo diantara mereka.

.

.

.

Baekhyun melambai setelah berpesan 'Jangan mengebut' yang diangguki oleh Chanyeol. Ia berjalan ke arah sebelah rumahnya yang diketahui sebagai rumah keluarga Kim-tentu saja setelah mobil Chanyeol menghilang dari pandangannya.

Ia memencet bel yang langsung saja dibukakan oleh salah satu pelayan disana. Pelayan itu membungkuk yang dibalas anggukan hormat oleh Baekhyun,Baekhyun memasuki rumah itu dan bertemu dengan bibi Yixing yang berada diruang keluarga sambil menonton salah satu acara televisi.

"Keatas saja Baek,Jongin ada dikamarnya"

Baekhyun berlari kecil setelah mencuri ciuman dipipi Yixing-yang terkekeh melihat Baekhyun yang sangat senang dengan keberadaan Jongin saat ini.

Baekhyun membuka pintu kamar -yang berhiaskan stiker bola basket yang sangat besar- setelah mengetuk tiga kali. Mengedepankan etika yang selama ini ia pelajari lalu melangkah dengan perlahan.

Jongin tersentak ketika kepala Baekhyun muncul setelah ketukan yang ketiga dipintu kamarnya. "Kau mengetuk pintu? Mengejutkan" Ucapnya dengan nada tak percaya,setahunya Baekhyun itu akan masuk begitu saja walaupun saat ia sedang bertelanjang bulat. Gadis itu tidak akan pernah peduli pada privasinya.

"Maaf.." cicit Baekhyun. Ia merasa begitu kecil saat berhadapan dengan Jongin saat ini.

Jongin menghembuskan nafasnya,melihat Baekhyun yang begitu rapuh membuatnya tak tega. Ia menepuk ranjang agar Baekhyun duduk disampingnya "Kemari"

Ada nada perintah dalam suara Jongin,Baekhyun tahu itu dan sejujurnya ia sangat tak suka ketika Jongin memerintahkannya,namun kali ini ia menurut.

"Aku-"

"Jangan bicara jika kau memang tak ingin" Potong Jongin,masih saja mengedepankan egonya untuk bersikap dingin pada Baekhyun.

"Bukan begitu,hanya saja.. Itu sedikit memalukan mengatakan kesedihan tentang dirimu" Ucap Baekhyun dengan lirih.

"Astaga! Apa kau masih menganggapku seperti orang lain?!" Tanya Jongin tak percaya. Mereka itu bahkan sudah berteman sejak pertama kali berada dikandungan ibunya masing-masing. Terdengar konyol,namun itulah kenyataan bahwa Yixing-Heechul memang tak bisa dipisahkan saat mereka sedang mengandung anak kedua mereka masing-masing.

"Aku bercinta dengannya,karena memang aku mencintainya" Baekhyun menghela nafas pelan "Aku tak peduli dengan statusnya saat itu,yang kutahu aku sangat menginginkannya. Kami saling menginginkan"

"Aku tahu ini salah,dan aku menyesal" Ucapnya lagi.

Jongin segera memeluk Baekhyun yang langsung saja menangis dengan keras,ia tahu bahwa ia egois dengan memaksa Baekhyun menceritakan semuanya. Ia hanya tak ingin mengambil kesimpulan dengan menyalahkan salah satu diantara mereka,jadi ia harus mendengar penjelasan dari semua pihak. Ia menyayangi Baekhyun,Kyungsoo,dan juga Chanyeol.

"Aku tak bisa melindungimu" Ucap Jongin dengan lirih,ia juga sedih bagaimana semuanya berakhir seperti ini. Jika bukan karena ulang tahunnya yang dirayakan 2 tahun yang lalu,Baekhyun dan Chanyeol pasti tidak akan bertemu dan terlibat masalah seperti sekarang,pikirnya.

Setelah berpelukan dan menangis,Baekhyun berbaring diranjang Jongin dengan seenaknya.

"Aku akan tidur disini! Ah nyamannya~"

Jongin tersenyum mendapati sahabatnya yang tengah mengusak-ngusak pipi pada bantalnya. "Kau beruntung,aku sedang berbaik hati hari ini" Lalu membaringkan dirinya disamping Baekhyun.

"Nyalakan pemanasnya" gumam Baekhyun.

"Apa? Tidak,ini panas. Aku bisa berkeringat nanti" Tolak Jongin.

Baekhyun berdecak kesal "Tapi aku kedinginan Kkamjong,kau tahu kan aku tak tahan dingin"

Jongin menyeringai,Baekhyun bergidik seakan tahu apa yang ada dipikiran Jongin saat ini. "Jangan harap,aku tidak akan memelukmu. Ti-dak-a-kan-per-nah".

"Lagipula siapa yang ingin dipeluk olehmu? Kau bukan tipe-ku" Sahut Jongin.

Selalu seperti ini,ketika mereka sedang berkumpul atau apapun itu pasti saja ada pertengkaran-pertengkaran kecil yang terjadi. Namun itu semua tidak mematahkan tali persahabatan mereka. Kemudian mereka tertawa bagaimana konyol-nya mereka ketika sudah beranjak dewasa masih saja mempeributkan sesuatu yang kecil.

"Kau tahukan bahwa ayah mendaftarkanku di Le Cordon Bleu,dan aku diterima" Ucap Baekhyun.

Jongin terkejut. "Apa?! Wow,itu bagus Byun!" Ia terlihat lebih bersemangat daripada Baekhyun.

"Ya,itu adalah impianku. Belajar di universitas yang akan membuatku sebagai seorang koki" Baekhyun tersenyum membayangkannya. "Dan aku bisa tinggal dengan kakak-ku,kau tahu? Aku sangat bahagia!" Matanya berbinar. "Tapi.. Aku akan berpisah denganmu Jongin" Ia berucap lirih,ini lah yang tak ia mau. Dipisahkan dengan sahabat kecilnya dan tanah kelahirannya.

"Lalu kau ingin menyerah?" Tanya Jongin

"Aku-"

"Jangan berlebihan Baekhyun,kita akan bertemu lagi. Kau hanya belajar selama beberapa tahun disana dan akan pulang bukan? Aku akan menunggumu. Ah tidak,aku akan mengunjungimu saat liburan" Lanjut Jongin lagi.

Baekhyun menghembuskan nafas,yang dikatakan Jongin itu benar. Dan ucapan Kyungsoo dirumah sakit membuatnya sedikit yakin akan keputusannya bersekolah diluar negeri.

.

.

.

Baekhyun terbangun dari tidurnya,ia mengusap matanya dan memandang sekitar.

'Ah,ini kamar Jongin. Pantas saja berbeda'

Ia tertawa kecil bagaimana lamban otaknya untuk mencerna. Ia bangkit lalu menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya-dengan sikat gigi yang ia beli untuk dirumah Jongin. 'Agar aku tak kerepotan saat menginap disini atau ingin sikat gigi dirumahmu' yang hanya dibalas anggukan pasrah Jongin yang menganggap Baekhyun mulai memonopoli kamar mandi kamarnya.

Tak lama,ia keluar dari kamar mandi dengan memegang handuk Jongin. Ia menoleh mendapati Jongin yang tertidur dengan dengkuran. Dengan jahil,ia tutup wajah Jongin menggunakan bantal yang mana membuat sang empunya terlonjak karena tak bisa bernafas.

"HAHAHA" Tawa Baekhyun pecah,ia memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa yang sangat kencang.

"KAU INGIN MEMBUNUHKU?!" Bentak Jongin.

"Bangunlah,lalu bantu aku membereskan semua keperluanku" Ucap Baekhyun ditengah tawanya.

"A-apa?"

"Jangan bodoh,ayo cepat mandi" Ucap Baekhyun sambil mendorong Jongin kekamar mandi.

Jongin hanya pasrah dan mandi sambil memaki bagaimana menyebalkannya Baekhyun dipagi hari.

Sambil menunggu Jongin mandi,Baekhyun membereskan ranjang Jongin dan mengambil sisir yang ada pada tas yang ia pakai semalam. Ia memainkan ponsel Jongin dengan bosan sambil menunggu bagaimana lamanya ritual mandi seorang Kim Jongin.

.

.

.

Sehun memandang kebawah dengan takjub,walaupun sekarang sudah menunjukkan pukul 11 malam,kehidupan di Kanada benar-benar tak akan bisa mati, bahkan masih banyak kelap-kelip lampu mobil yang terlihat dari balkon apartemennya.

Ia menyesap kopinya dengan santai,pekerjaan dikantor cabang ayahnya sudah ia kerjakan semua. Ia bersyukur bagaimana cepat karyawannya bekerja.

Drrt Drttt

Ponselnya bergetar,tertera nama 'Baekby' disana. Ia tersenyum dan segera mengangkatnya.

"Halo"

"Oppa,aku akan kesana jadi jemput aku!"

Ia memutar bola matanya malas

"Tentu saja,kirimkan jadwal penerbanganmu Byun"

dan PIIP

Teleponnya mati. Baekhyun benar-benar menyebalkan,gerutunya.

.

.

.

Baekhyun mengemas kebutuhannya dibantu oleh Paman Jung dan juga Jongin. Sebelumnya ia sudah menelepon ayah dan kakaknya atas keputusan yang ia ambil.

"Apa harus secepat ini? Kita bahkan tidak tahu apa kau lulus atau tidak" Ucap Jongin.

"Jangan merusak mood-ku. Aku pasti lulus,kau juga." Jawab Baekhyun malas.

"Apa kau tidak akan datang saat kelulusan?" Tanya Jongin.

"Tentu saja,datang" Jawab Baekhyun singkat.

Jongin menghembuskan nafasnya keras. "Kemari,aku harus memelukmu selama mungkin"

Mereka berpelukan mengabaikan paman Jung yang menahan tawa. Sangat lucu pikir paman Jung.

Sampai sebuah getaran ponsel membuat mereka melepaskan pelukan itu.

"Halo"

"Kau sedang apa? Aku merindukanmu"

"Oh,aku sedang dikamar"

"Kau sudah sarapan?"

"Ya,baru saja selesai"

"Hm,bagaimana jika makan siang bersama? Aku akan menjemputmu"

Baekhyun tergagap. Ini yang membuat ia bingung,bagaimana jika Chanyeol tahu bahwa dirinya akan pergi?

"Maaf,yeol. Aku sudah berjanji akan menemani Xiu eonni berbelanja"

Terdengar helaan nafas diseberang telepon.

"Yasudah,kita akan makan siang lain kali"

"Tentu saja,aku harus pergi sekarang"

"Berhati-hatilah. Aku mencintaimu"

"A-aku juga mencintaimu,yeol" cicit Baekhyun

Dan sambungan itu terputus.

"Chanyeol?"

"Kumohon jangan beritahu dia"

"Bagaimana jika ia malah mencarimu"

"Maka dari itu kau harus membantuku,ia hanya bingung dengan perasaanya. Buatlah ia mengerti,Kyungsoo adalah istrinya."

"Baek-"

"Aku akan melupakannya,mungkin Kanada terdengar menyenangkan" potong Baekhyun yang hanya dihadiahi tatapan sendu seorang Kim Jongin.

.

.

.

Dengan langkah gemetar,Baekhyun menghampiri ibunya yang berada dikamar. Ia takut,sejak insiden tamparan tak ada pembicaraan dengan ibunya. Ia mencoba lebih berani,bagaimanapun itu ibunya dan ia sangat menyayanginya.

"Ibu..."

Heechul menoleh mendapati Baekhyun yang sudah rapih dengan tas selempangnya. Ia tahu bahwa putrinya akan berangkat ke Kanada sore ini makanya ia pulang ke Korea dan memastikan semuanya.

"Ibu maafkan aku atas kejadian kemarin" Ucap Baekhyun sambil menunduk

Heechul hanya tersenyum lalu merengkuh tubuh mungil putrinya.

"Maafkan ibu,sayang. Apa kau sudah siap? Ayo berangkat"

Heechul mengantar kepergian putrinya. Air matanya tak bisa ditahan saat mengetahui bahwa putrinya sudah dewasa dan akan berkuliah jauh di luar negeri. Walaupun ia ingin pergi ke Kanada bersama Baekhyun dan bertemu Sehun disana,namun ia tak bisa. Pekerjaan di Korea membuatnya harus bertahan selama seminggu disini. Jadi ia harus bertahan dan ke Kanada setelah urusan disini selesai.

.

.

.

Chanyeol gusar bagaimana bisa nomor Baekhyun tak aktif selama dua hari. Ia benar-benar mencemaskan gadis itu. Dimana dia? Mengapa tak mengaktifkan ponselnya? Pertanyaan-pertanyaan berkeliling di pikiraannya. Itu pun membuat Kyungsoo khawatir,Chanyeol tak pernah memperlakukannya seperti dulu,perhatiaannya masih sama namun tak ada kecupan didalamnya. Membuat Kyungsoo ingin menangis bila mengingat bagaimana Chanyeol menginginkan Baekhyun kembali dan bercerai dengannya.

Chanyeol benar-benar tak tahan lagi,ia segera menarik tangan Jongin yang baru saja melangkahkan kakinya di kamar inap Kyungsoo.

"Jongin,kau tahu dimana Baekhyun? Ia menghilang,Aku sudah mencari kerumahnya dan paman Jung berkata bahwa ia sedang pergi bersama temannya"

Jongin masih diam dan menatap mata Chanyeol,dalam. Ia juga bingung harus memberitahu Chanyeol dari mana.

"Chanyeol,Baekhyun pergi" Jongin berkata dengan lirih.

"Apa?! Jangan bercanda!" Chanyeol mencengkram kerah Jongin. Kata-kata Jongin itu ambigu,apa yang dimaksud dengan Baekhyun-nya pergi?

"Dia pergi,Kanada" Lanjut Jongin dengan lirih.

"Demi Tuhan! Jangan bercanda Kim Jongin! Bagaimana bisa ia meninggalkanku tanpa berkata sepatah katapun?!"

"Bukan dia yang meninggalkanmu,tapi kau yang meninggalkannya. Bahkan aku juga meninggalkannya saat itu" Jongin masih merasa bersalah saat insiden ia yang memaksa Baekhyun bercerita lalu menghindari wanita itu selama dua hari,tingkah yang sangat kekanakan pikirnya.

Setelahnya Chanyeol berlari meninggalkan Jongin yang berdiri didepan kamar inap Kyungsoo.

Chanyeol mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh,mengabaikan pengemudi yang berteriak kearahnya akibat kebut-kebutan disiang hari.

Mobil itu berhenti didepan rumah yang terlihat mewah,ia melangkahkan kakinya dengan terburu-buru. Mengabaikan mobilnya yang terparkir sembarangan. Paman Jung menyapa dan menyuruhnya masuk,dan beruntunglah Chanyeol hari ini bahwa sang Nyonya pemilik rumah ini sedang bersantai di ruang keluarga.

"Bibi.." Panggil Chanyeol,ia melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa dan langsung saja duduk berhadapan dengan orang yang disebutnya sebagai 'bibi'.

"Oh,Chanyeol. Kau datang" Heechul sedikit tersentak ketika Chanyeol dengan tak sopan duduk didepannya,dan ia memaklumi karena sudah menganggap Chanyeol sebagai anaknya sendiri.

Chanyeol menatap Heechul dalam. "Bi,dimana Baekhyun? Aku menghubunginya tapi nomornya mati"

"Baekhyun pergi ke Kanada,ia melanjutkan pendidikannya disana" Jawab Heechul pasrah.

"Apa? Jadi yang dikatakan Jongin itu benar? Bukankah kami sama-sama mengikuti ujian masuk SNU beberapa bulan yang lalu dan kami sudah dinyatakan sebagai mahasiswa disana." Ucap Chanyeol tak percaya memandang Heechul.

Heechul menghela nafasnya sebentar lalu berkata "Dia sudah mengundurkan diri dari SNU dan memilih melanjutkan pendidikannya di Kanada" Dengan sabar Heechul memberi pengertian pada Chanyeol.

"Tapi kenapa ia tak bicara denganku terlebih dahulu? Bahkan ia pergi begitu saja? Kumohon jangan mempermainkanku bi! Jangan bercanda!"

"Dia sudah pergi,Chanyeol"

"Aku akan menyusulnya sekarang juga" Chanyeol hendak bangkit sebelum lengannya ditahan.

"Kumohon jangan seperti ini Park Chanyeol! Kau ingin pergi sementara istrimu masih berada dirumah sakit dengan kondisi tak berdaya?! Dimana otakmu sebenarnya hah?! Kau ini seorang suami dan akan menjadi ayah!" Heechul membentak Chanyeol yang mana membuat Chanyeol seperti deja vu.

Dulu ia sering mendapat bentakan ketika mengajak Baekhyun kencan sampai larut malam namun ia tahu bahwa Heechul hanya mengkhawatirkan putri kecilnya,dan sekarang Chanyeol mendapati Heechul membentaknya karena ingin meninggalkan Kyungsoo.

"Tapi aku mencintainya bi" Ucap Chanyeol dengan frustasi.

Heechul menghela nafas lagi dan memeluk tubuh lelaki dihadapannya. "Dewasalah,Chanyeol! Bertanggung jawablah pada keputusan yang sudah kau ambil!"

Dan setelah itu terdengar isakkan yang terdengar dari lelaki dipelukannya.

.

.

.

"Apa yang dimaksud dengan Baekhyun pergi?" Tanya Kyungsoo sesampainya Jongin memasuki kamar inapnya.

"Jadi kau mendengarnya" Ucap Jongin sambil berjalan mendekati ranjang dan duduk dikursi yang ada disebelah ranjang.

Bibir Kyungsoo bergetar. "Jawab aku"

"Dia melanjutkan pendidikannya di Kanada,Le Cordon Bleu. Kau tahu kan cita-citanya untuk menjadi seorang koki yang handal?"

Air mata Kyungsoo menetes,jadi Baekhyun benar-benar pergi? Bagaimana bisa? Apa karena pertengkaran mereka waktu itu? Kyungsoo bersumpah,ia benar-benar tak mengira bahwa Baekhyun menuruti permintaannya-agar menghilang dari hadapan Chanyeol- tanpa mengatakan apapun. Ia juga tak benar-benar ingin Baekhyun pergi,saat itu ia hanya terbawa emosi dan mengatakan hal-hal yang menurutnya tidak sejalan dengan hatinya yang mana dianggap serius oleh Baekhyun.

Ia menyesal lagi dan lagi,berharap waktu diputar kembali dan memilih dilahirkan tidak dilingkungan yang sama dengan Baekhyun. Ia merasa bahwa semua kesalahan ini berawal dari dirinya.

.

.

.

Chanyeol kembali menghilang,beberapa kali Kyungsoo menghubungi namun tak ada satupun panggilan yang dijawab oleh suaminya. Ia kembali frustasi,ditengah kehamilan yang seharusnya membuat ia bahagia justru membuatnya terpuruk.

Sudah cukup Baekhyun yang pergi dan sekarang ditambah Chanyeol yang menghilang? Sungguh,ia bukan wanita sekuat itu yang akan baik-baik saja dengan apa yang terjadi pada dirinya. Dokter sudah memperingati akan kondisi kehamilannya yang memburuk. Seharusnya ia sudah diperbolehkan check out- dari rumah sakit beberapa hari yang lalu namun menghilangnya Chanyeol dan kepergian Baekhyun membuat kondisinya memburuk dan kembali ditahan di kamar inap yang menurutnya sangat membosankan.

Siang ini,kamar inapnya sepi. Hanya ada dirinya seorang. Taemin sedang pulang kerumah untuk mengambil beberapa keperluan,Tuan Do masih di Jepang dan akan pulang Ke Korea malam ini sedangkan Kim Jongin berada disekolah. Biasanya ada Yixing yang ikut menjaganya ataupun Luhan yang menjenguknya ketika mempunyai waktu luang karena bekerja di rumah sakit tempat Kyungsoo dirawat. Ia ingin buang air kecil dari tadi,perlahan ia pijakkan kakinya pada lantai yang dingin. Tubuhnya sangat sakit,mungkin pengaruh karena terlalu lamanya tidak bergerak sedikitpun dari ranjangnya. Semua orang sudah memperingatkannya agar menghubungi suster jika membutuhkan sesuatu,namun ia tak ingin merepotkan. Dengan hati-hati ia melangkahkan kakinya. Semua berjalan lancar,dan ia sudah lega karena sudah terbebas dari rasa ingin pipis. Perlahan ia keluar dari kamar mandi,tak mengerti bagaimana semuanya terjadi,tiba-tiba ia merasakan pusing yang amat sangat dan limbung. Ia jatuh dengan posisi terlentang,pinggangnya sangat sakit dan sebelum semuanya menjadi gelap ia mendengar jeritan Luhan yang meneriakkan namanya.

.

.

.

Kyungsoo pov

Aku membiasakan retinaku pada cahaya. Objek pertama yang kulihat adalah suamiku dengan gurat kelelahan yang terpatri jelas. Aku tersenyum ketika ia dengan cepat menciumku dan langsung memencet tombol yang kuketahui untuk memanggil dokter.

Setelah melalui pemeriksaan dan dokter mengatakan bahwa aku baik-baik saja,ia mendekat. Duduk dikursi yang berada di sebelah ranjang lalu memegang tanganku dengan erat. Aku sangat bahagia melihat tangan kami saling bertautan dengan dihiasi cincin pernikahan yang ia beli untukku. Aku bisa merasakan bagaimana besar rasa khawatirnya padaku hanya dari- tatapan matanya.

"Apa ada yang sakit?" Chanyeol berucap dengan perhatian,aku menggeleng. Memberi tahunya bahwa aku baik-baik saja sekarang.

Ia makin erat menggenggam tanganku,aku bisa melihat bagaimana mata bulatnya itu berkaca-kaca. Chanyeol menangis dan aku baru saja melihatnya menangis kali ini. Aku dengan sayang mengusap air mata yang jatuh di pipi tirusnya.

"Aku baik-baik saja,jangan khawatir" Ucapku padanya,ia menangis lebih kencang di genggaman tangan kami.

"Maafkan aku Kyungsoo,maaf.." Ucapnya dengan nada menyesal

Aku mengerti maksud permintaan maafnya. Seketika aku merasakan mataku memanas.

"Jangan tinggalkan aku lagi,sentuh aku sebagaimana kau menyentuh Baekhyun pada malam itu"

Seketika tangisannya semakin kencang. Aku mengerti bagaimana bersalahnya menjadi Chanyeol. Dan aku juga merasa bersalah pada Baekhyun namun bisakah aku egois kali ini?

'Baek,maafkan aku. Aku mencintai suamiku dan aku menyayangimu,sangat'.

Kyungsoo pov end

TBC


Akhirnya aku update ff ini setelah satu bulan menghilang,maaf ya teman-teman T.T

Review dichapter kemarin menurun huhu:( Aku cuma bisa berterima kasih sama reviewers yang selalu mendukungku ataupun mengkritikku. Aku bacain semua review kalian kok,dan aku seneng banget sampe ketawa sendiri*gila-_-. Dan silent riders! Tunjukkan batang hidungmu!*apaanini-_- Jangan berdiam diri yaa kuharap kalian meninggalkan jejak ketika membaca ff ku. Ahhh aku cuma ingin bilang makasih sama maaf banget atas keterlambatan ffku:')

See you next chap guys

Mind to review?^^