Disebuah desa terpencil, ada sebuah rumah yang dikelilingi dengan bunga lavender. Aromanya menyengat mengelilingi rumah tersebut. Diketahui bahwa rumah itu adalah pemilik dari seorang pemuda dermawan. Dia sering terlihat disekitar pasaran desa dengan membawa keranjang parfum lavender. Dia penjual parfum satu-satunya disini, tidak, dia hanya penjual parfum dengan aroma lavender satu-satunya disini. Kebanyakan orang tidak suka dengan aroma bunga itu, tapi tidak dengan dia. Kebanyakkan yang membeli parfumnya adalah para penjual daging, berguna untuk menutupi bau darah. Pemuda itu bernama, Jimin.
Jimin yang tinggal seorang diri itu ternyata bersahabat dengan Kimtae. Temannya itu biasanya akan datang jika waktu telah menunjukkan jam 6 sore. Dia biasanya akan membantu Kimtae menguburkan korban jika tidak ingin ketahuan. Kebanyakkan yang dikubur adalah anak-anak. Jika dilihat sekeliling rumahnya adalah jutaan tumbuhan lavender yang tumbuh, tapi dbawahnya ada banyak mayat disana.
Tidak seperti Kimtae, Jimin hanya manusia biasa. Dia hanya seorang manusia biasa yang bersahabat dengan mahluk mengerikan seperti Kimtae.
"ugh, waktu dia datang" katanya sendiri
Benar, Kimtae datang waktu yang tepat, jam 6 sore. Kali ini dia tidak membawa mayat. Terlukis senyum manis disana. Jimin menyukai Kimtae lebih dari perkiraannya. Dia jatuh hati.
"hahh, jimin-ah, aku bertemu dengan lawan yang seimbang.. dia kuaatt!" seru Kimtae
"hahaha, bertemanlah dengannya atau kau bisa mati. Hahaha" canda Jimin
"tidak ah, dia lebih sombong dariku. Aku kan sudah ada teman, itu kau Jiminie" kata Kimtae sambil menyium-nyium bunga lavender diatas meja.
"haha, kau tidak bawa mayat lagi? Hahh, baguslah" jimin menghirup nafas lega
"ekk! Kenapa? Kau terlihat tidak suka?" yang tersinggung membesarkan suaranya.
"aishh! Aku lelah menggali lubang." Ngeluh jimin
"cih,"
Tidak lama setelah mereka bercanda tawa, terdengar suara teriakan seorang pria, tidak, mereka banyak.
"HEI PEMUDA, KELUARLAH!"
"IYA KELUAR. DASAR PEMBUNUH!"
"CEPATLAH! DASAR PENGUNTIT!"
Suara gertakan dari luar terdengar sangat kasar membuat Jimin ketakutan. Dia segera menyuruh Kimtae bersembunyi dan keluar untuk melihat masalah apa yang akan terjadi saat ini.
"ada apa ini?" tanyanya
"kau pembunuh?! Seharusnya kami membiarkanmu mati, dasar tidak tau diuntung. Cuih!" kata seorang wanita dengan pisau ditangannya.
"apa kami ada masalah denganmu? Kenapa kau membunuh anak-anak kami?"
"tidak. Aku tidak tau apa-apa tentang itu"
.
"apa kami ada masalah denganmu? Kenapa kau membunuh anak-anak kami?"
"tidak. Aku tidak tau apa-apa tentang itu"
Kimtae mendengar semua yang mereka katakan dari dalam sana. Terdengar jelas Jimin membela diri untuknya. Tapi siapa yang beri tau? Apa selama ini ada orang diantara mereka berdua disini.
Dia mencoba berpikir, "siapa?"
Tidak lama dia mendengar suara berisik dari belakang, dapur. Dia mengendap-endap dan melihat apa yang terjadi. Dia tidak percaya dengan dia lihat sekarang, dia bersumpah. Dia melihat banyak mayat-mayat disana, tapi ini masih terlihat baru. Diantara semua, mayat itu anak-anak.
"h-hyung?"
.
"Jangan mengelaklah, kau itu dasar pembunuh. Sekarang kami tau apa tujuanmu menjual parfum haram itu. Cih, MENJIJIKAN."
Jimin tidak mempunyai kata-kata lagi. Mereka membicarakan hal yang sangat jauh dari yang dia tau. Jimin terus mencoba menjelaskan, untuk menyelamatkan dirinya juga. Tapi malam berakhir, mereka melempar batu kearahnya.
Aliran darah mulai mengalir dipelipis kepalanya. Dia terduduk karena harus bertahan, dia tidak ingin mereka mengetahui hal yang sebenarnya. Berlebihan, aku dan Kimtae menguburnya secara baik-baik. Mereka dialam yang tenang. Dan yang kami bunuh hanya seorang anak-anak yang tidak mempunyai orangtua, yatim piatu.
Ketika salah satu dari 'mereka' mencoba melempar bahan kimia yang dapat membakar kulit. Seorang pria berkulit putih pucat mencegahnya. Dia berpakaian rapi dan dihormati. Dia adalah pemimpin masyarakat disana. Dia disegani.
"eit, eit, jangan. Bisa saja itu hanya cerita palsu. Kalian menunduhnya tanpa bukti yang nyata" belanya
"tapi .."
"lihat, apa lingkungan rumahnya terlihat seperti seorang pembunuh?" belanya lagi. Kali ini dia menghampiri Jimin. Dia membantu jimin dan membawa masuk setelah dia menenangkan masyarakat. Dia kembali keluar setelah itu.
"siapa yang memberitau kalian berita palsu ini?"
.
.
"h-hyung, kenapa kau disini. Ini apa?" Tanya Kimtae dengan seseorang yang adalah kakaknya sendiri.
"Makanan lah. kenapa harus kaget, kita kan sama. Nikmatilah, kau suka anak-anak kan?" katanya
"SEOKJIN HYUNG!"
-Chap.3, End-
