SWEET LIES

^ByunYuna^

Pairing:

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Other cast:

Xi Luhan

Oh Sehun

Kim Jongin

Do Kyungsoo

Cast akan bertambah dengan sendirinya

Warning

Genre cerita Boys Love, Yaoi,

Mohon yang tidak suka, jangan dibaca nanti kalian bisa mimisan ?

Dont Like Dont Read

Thanx buat yang Review.

Avisyell756: udah di next kakak

Cici fu: ini sudah di next

Vflicka6104: Hehe jimin bantet banget ya? Awalnya gak kepikiran juga sama jimin, tapi yah mau gomana lagi sudah terlanjur. Sekali-kali bapaknya ceye bantet gak papa lah ^^

Enjoy

...

"Aish, aku benar-benar senang bisa bertemu denganmu lagi, Baek. Bagaimana kabarmu? dan kapan kau pulang dari China." tanya Kyungsoo bertubi-tubi. Do Kyungsoo-teman seperjuangan Baekhyun sejak masih dalam perut-perlu diketahui, Kyungsoo juga dulu sempat bersekolah di China dan akhirnya bertemu dengan Baekhyun. Namun saat SMP kelas 2, Kyungsoo mendadak pindah dan berakhir di Korea.

Baekhyun hanya tersenyum dan merangkul Kyungsoo. Namja itu langsung menyeret masuk Baekhyun ke dalam sekolah. Sementara para siswa siswi yang berada di depan pelataran parkir masih cengo menatap kepergian dua namja pendek itu. Luhan yang pertama kali tersadar dari termenungnya buru-buru memukul lengan Jongin dan Chanyeol.

"Yaa! Lu, sakit tau!" ujar Kim Jongin mengerucutkan bibirnya sembari mengusap pergelangan tangannya yang habis dipukul oleh Luhan.

Luhan tak menjawab, dia hanya menggedikan bahunya. Membuat Jongin kembali mendengus sebal. Mata Luhan kini beralih ke arah namja di depannya yang masih mematung dengan tatapan kosong.

"Chan, kau berhutang cerita padaku!" ujar Luhan sengit dan menarik Jongin agar meninggalkan Chanyeol sendirian yang lagi-lagi termenung dengan wajah bodohnya.

Chanyeol tersadar, ketika Luhan berteriak sembari memaki-maki namanya. Dia menghela napas dan melangkah mengejar dua manusia yang sudah jauh di depan sana.

Sementara di koridor sekolah, dua namja yang mempunyai wajah sama-sama manis itu mendadak jadi perbincangan hangat seantero sekolah. Beberapa Yeoja berbisik-bisik sambil memberikan tatapan penasarannya ke arah Baekhyun dan Kyungsoo.

"Hey siapa namja itu?"

"Kau tahu, dia tadi berangkat bersama Chanyeol?"

"Park Chanyeol kau bilang? Bagaimana bisa?"

"Siapa sebenarnya namja itu? Kenapa dia bisa kenal dengan Chanyeol Sunbae?"

Suara itu bersahut-sahutan di telinga Baekhyun. Namja itu kesal dan segara berhenti untuk menoleh ke arah para Yeoja yang sedang membicarakannya dari belakang. Baekhyun melirik ketus membuat para Yeoja itu diam.

"Kalian pikir aku tidak mendengar, eoh? Kalau mau membicarakan orang itu di depan jangan di belakang! Dasar penggosip!" seru Baekhyun sebal. Para Yeoja itu mematung di tempatnya dengan perasaan campur aduk.

Baekhyun dan Kyungsoo kembali berjalan untuk menuju ke ruangan kepala sekolah.

"Biarkan saja, para Yeoja di sini memang begitu." ujar Kyungsoo.

"Kau benar, lagipula apa hubungan mereka kalau aku datang bersama Chanyeol?" tanya Baekhyun , sembari mengingat tadi para Yeoja itu menghubung-hubungkan dirinya dengan Hyung barunya itu.

"Yaa! Kau tidak tahu Chanyeol itu siapa? Bagaimana mungkin kau tidak tahu dia siapa?" tanya Kyungsoo cukup terkejut dengan bola matanya yang membulat lucu.

Baekhyun mendelik. "Tidak, memangnya Chanyeol itu siapa?" tanya Baekhyun balik.

"Aku juga tidak tahu, Baek!"

What De Fak! Baekhyun mematung di belakang, kalau dia tak ingat dia belum punya teman di sini, sudah dipastikan Kyungsoo akan berakhir di kolam berenang rumahnya. Ingin rasanya dia menenggelamkan Kyungsoo saat ini juga.

"Untung kau itu temanku, Kyung!" Batin Baekhyun.

...

"Hai semuanya," sapa namja itu dengan ceria. "Namaku Byun Baekhyun. Senang bertemu dengan kalian."

Beberapa Namja dan Yeoja di kelasnya menatap penuh minat ke arah Baekhyun. Kyungsoo terlihat melambaikan tangannya senang, Baekhyun hanya tersenyum tak membalas lambaian tangan itu.

"Kuharap kalian bisa membantunya untuk berbaur di sini. Apa ada yang ingin ditanyakan?" ujar Lee Seonsaengnim melirik ke seluruh kelas. Semuanya serentak mengangguk, tak terkecuali Kyungsoo yang kelewat semangat.

"Ssaem, aku ingin bertanya," ujar Namja berwajah kotak itu sambil mengangkat tangan.

"Ya, silakan Kim Jongdae,"

"Baek, bisa kau telepon kan aku ambulance? Sepertinya aku overdosis melihat wajah manismu!" ujar Jongdae tersenyum lebar.

Seluruh anak yang ada di dalam kelas X-A serentak menjatuhkan rahangnya mendengar omongan Jongdae barusan, sedangkan namja itu hanya cekikikan tidak jelas di bangkunya. Lee Ssaem melirik Jongdae dengan tatapan sulit di artikan, beberapa siswa mulai gugup dengan tatapan pria yang menjadi wali kelas mereka itu. Termasuk Jongdae sendiri yang mematung.

"Bapak setuju denganmu, Jongdae!"

BRAK!

Kyungsoo seketika langsung jatuh dari kursinya mendengar pernyataan Lee Ssaem barusan. Pemandangan siswa menjatuhkan rahang bagian dua langsung tersuguhkan di kelas X-A.

What The F*ck! Terkutuklah kau Kim-Keparat-Jongdae! Tatapan membunuh diberikan Baekhyun ke namja yang memasang wajah watadosnya itu.

...

"Sialan kau Jongdae!" Seru Baekhyun geram. Tangannya langsung memukul lengan, perut namja itu bertubi-tubi, sedang Kyungsoo ikut memukul kepala Jongdae dengan penggaris plastik pinjaman milik Yeoja yang ada di kelasnya.

Jongdae berusaha menahan serangan dua namja itu sembari menyembunyikan kepalanya dengan tangan. Sontak saja seluruh kantin jadi berisik dengan tingkah ketiga orang itu. Beberapa ikut bersorak, tapi ada juga yang meringis melihat keberingasan Baekhyun dan Kyungsoo yang memukul Jongdae dengan membabi buta.

"Yaa! Yaa! Ampun. Aish. Yaa! Bisa kah kalian berhenti? Aish, arasseo aku minta maaf. Yaa! Yaa! jangan memukul pantatku, Kyung. Ya Tuhan, Baek aku baru saja merapikan rambutku dan kau merusak tatanannya. Aku bisa gila!" teriak Jongdae frustasi.

Baekhyun dan Kyungsoo berhenti dari pekerjaan mereka dan menatap nyalang ke arah Jongdae yang sudah kusut. Jongdae meringis kemudian tak lama senyum anehnya kembali terhias di bibir namja itu.

"Kau itu ada-ada saja. Kau tidak lihat ekspresi Lee Ssaem tadi? Kalau dia naksir Baekhyun benaran bagaimana?" ujar Kyungsoo agak khawatir sembari duduk di samping Baekhyun.

"Tenang saja, Ssaem tak mungkin seberani itu. Jika dia naksir Baekhyun, dia harus berhadapan denganku dulu." balas Jongdae remeh.

Baekhyun memutar kedua bola matanya malas. Jongdae ini benar-benar tidak tahu suasana, jelas-jelas Baekhyun sebal dengan ucapannya tadi dan mendadak badmood. Tapi lihatlah sekarang, namja itu malah berucap dengan enteng. Sepertinya kehidupan SMA-nya takkan bisa tenang kalau bersama dengan kedua namja ini.

"Kau menyukainya, Jong?" tanya Kyungsoo.

"Jangan panggil aku Jong, karena bukan aku satu-satunya Kim..." ucapan Jongdae terpotong saat beberapa Yeoja berteriak. Membuat Baekhyun dan Kyungsoo ikut menolehkan arah pandang mereka, sedang Jongdae cuma menekuk wajahnya kesal.

"Jong, hari ini kau traktir aku kan?" suara namja manis itu terdengar, membahana sedangkan orang yang dimaksud cuma mendelik tajam.

"Sudah kubilang jangan memanggilku dengan sebutan, Jong. Panggil aku Jongin, oke?" nego Kim Jongin.

Luhan hanya terkikik, dia tahu benar sahabatnya ini tak ingin namanya disama-samakan dengan Kim Jongdae si wajah kotak kelas X-A itu. Kebetulan Luhan melihat namja itu, dan dia berinisiatif untuk membuat Jongin kesal. Dan rencananya berhasil. Hahaha.

"Tidak apa-apa, kalian bisa jadi Duo Jong. Siapa tau kalian terkenal? Yang satu Teriakannya membahana, yang satunya lagi Hitamnya membahana!" celetuk Luhan tanpa dosa.

Baekhyun dan Kyungsoo yang tak sengaja mendengar teriakan Luhan ikut terkikik di bangku mereka. Sedangkan Duo Jong, cuma mendengus sebal di tempatnya masing-masing. Chanyeol? ya, namja itu telah duduk di bangku kantin dan membiarkan kedua sahabatnya itu adu argumen hal tak penting sama sekali.

Matanya tiba-tiba melirik ke arah Baekhyun yang sedang tertawa lepas di samping namja bermata belo. Chanyeol hanya tersenyum tipis, sangat tipis sampai-sampai hanya Luhan yang bisa merasakan auranya. Namja bermata rusa itu mengerutkan dahi dan menghampiri Chanyeol, dengan Jongin yang mengekor dari belakang.

"Hei hei, lihatlah kawan siapa yang baru saja tersenyum?" sindir Luhan. Chanyeol buru-buru memasang tampang aslinya lagi, dan menatap kesal ke arah Luhan.

"Rusa jelek, bisakah kau tidak mencampuri urusanku?" balas Chanyeol sarkastik.

Jongin hanya bergantian menatap ke arah Luhan dan Chanyeol. Dia bingung sendiri, apa sebenarnya yang di bahas kedua temannya itu. Dasar tidak peka. Itu kata Luhan kalau Jongin tiba-tiba bertanya tentang apa yang sedang mereka bahas.

"Hei, santailah bung. Aku kan hanya bertanya. Ah yah, bisa kau ceritakan siapa sebenarnya namja berwajah manis yang akan jadi calonku itu?" ujar Luhan sambil melirik ke arah depan, diikuti Jongin yang juga memandang ke arah depan.

"Siapa yang kau maksud, Lu? Kyungsoo?" tanya Jongin bingung. Tuhkan, Jongin memang tidak peka.

"Dia bukan siapa-siapa," balas Chanyeol seadanya. Jongin kembali mengerutkan dahi bingung.

"Kalau bukan siapa-siapa, kenapa kalian bisa bersama?" tanya Luhan lagi.

"Hanya kebetulan,"

Luhan mendengus sebal, sedang Jongin kembali memasang tampang bingungnya. "Tidak ada yang namanya kebetulan. Arasseo, kalau kau tidak mau memberi tahu. Biar aku yang cari tahu sendiri," Luhan langsung menarik Jongin agar mengikutinya. Kedua namja itu menghampiri bangku Baekhyun. Sedang Chanyeol hanya diam tak berminat. Lagipula apa yang harus dikhawatirkannya, dia cukup yakin kalau Baekhyun tak akan membocorkannya.

"Hai, Aku Luhan dan ini Jongin. Siapa namamu?" tanya Luhan senyum manis.

"Oh, annyeong Sunbae. Aku Baekhyun. Ada yang bisa kubantu?" tanya Baekhyun manis. Dia tak ingin dicap sebagai Adik kelas tidak tahu diri.

"Salam kenal Baekkie," ujar Luhan.

"Baekkie? Ugh, manisnya," celetuk Kyungsoo tiba-tiba.

Baekhyun meringis. Luhan hanya tersenyum manis. "Em, bisa aku bertanya? Apa sebenarnya hubunganmu dengan Chanyeol?" Baekhyun tersedak makanannya, Kyungsoo cuma diam sedangkan Duo Jong sama-sama mengerutkan dahi bingung. Tuhkan, Jongin tidak peka lagi.

"Ah, ya, tidak aku tidak ada hubungan apa-apa. Dia hanya menawariku naik mobil karena, karena..." Baekhyun melirik ke arah Chanyeol yang sedang menatapnya tajam. "... karena dia menabrak sepedaku, jadi sepedaku rusak dan dia memberi tumpangan. Heheh." ujar Baekhyun berusaha meyakinkan Sunbaenya ini.

Luhan mendelik tajam ke arah Baekhyun, membuat namja itu menelan ludahnya susah payah. "Ah, jawaban kalian benar-benar tidak memuaskan. Tapi syukurlah kalau tidak ada hubungan apa-apa. Baiklah, aku mencintaimu Baekhyun. Sampai jumpa!" Luhan melambaikan tangan heboh dan lagi-lagi menarik Jongin untuk kembali ke bangku mereka.

"Kau berhutang dua cerita padaku!" tunjuk Luhan sarkastik di depan wajah Chanyeol.

"Yaa! Apa sebenarnya yang sedang kalian bicarakan ini? Aish yang benar saja!" Ujar Jongin geram.

"Kau ini selain tidak peka, ternyata bodoh juga ya! Sudahlah, aku malas bicara denganmu!" balas Luhan langsung keluar dari area kantin. Jongin memandang aneh ke arah Luhan yang sudah menjauh.

"Yaa! Sebenarnya ada apa ini? Kenapa dengan rusa jelek itu?" tanya Jongin. Dia tak habis pikir sekarang.

Chanyeol hanya menggedikan bahu. Kemudian pandangannya beralih ke seberang sana, dimana salah satu dari ketiga orang itu jadi pusat perhatiannya. Jongin mengikuti arah pandang Chanyeol, kemudian bergantian melirik ke arah Chanyeol dan namja manis yang tadi Luhan hampiri. Aha! Ojong semakin bingung.

"Aish Kau ini kenapa sih, Yeol?"

Chanyeol menghela napas panjang. Susah memang berbicara dengan orang yang punya otak hanya sebesar upil Junmyeon. Omong-omong siapa Junmyeon itu? Dia Ketua Osis tahun lalu yang songong banget. Tapi songongnya sesuai dengan muka. Nggak kaya Jongin.

"Kali ini aku setuju dengan Luhan. Kau memang bodoh, Jong!" ujar Chanyeol frustrasi dan pergi meninggalkan Jongin sendirian.

"Ada yang bisa memberitahuku apa yang terjadi?" ujar Jongin pada dirinya sendiri.

...

KRING KRING

Bel pulang terdengar membahana bersatu dengan suara langkah kaki yang memenuhi koridor. Beberapa langsung memutuskan untuk pulang, tak sedikit yang memilih menunggu koridor sepi baru pulang. Dan Baekhyun memutuskan opsi kedua sebagai pilihan yang bijak. Dia melirik seluruh kelas yang sudah kosong melompong. Jongdae dan Kyungsoo sudah pulang duluan.

Setelah berdiam selama lima menit, dia mengecek keadaan koridor dan benar saja sudah sepi hanya ada beberapa yang berlalu lalang. Baekhyun berjalan menuju luar kelas, namun dia tak melihat jika di belokan ada dua orang namja yang sedang menunggu sepertinya (?)

Benar saja, ketika Baekhyun tepat di hadapan dua namja itu, dia langaung dihadang. Baekhyun mengernyit bingung, dia sama sekali tak mengenal mereka, bagaimana bisa mereka menghadangnya seperti ini.

"Hai manis. Sendirian saja?" sapanya. Baekhyun memutar kedua bola matanya malas.

"Maaf, aku tidak mengenal kalian. Jadi bisa tolong minggir? Aku mau lewat," ujar Baekhyun lembut.

"Yaa! Kau berani melawanku manis? Kau tidak tahu siapa aku?" ujar namja itu tak terima.

Heol. Apa katanya tadi? Manis? Yang benar saja. Baekhyun seketika geli mendengar panggilan itu. Astaga, dia hanya mau pulang kenapa urusannya jadi panjang begini. Merasa tak ada respon dari Baekhyun, salah satu namja itu mendekat dan memegang pundak Baekhyun kuat.

"Kau pikir kau siapa bocah? Tidak ada yang berani denganku, kau harus membayar semuanya. Kurasa bibirmu cukup untuk itu," serunya tersenyum miring.

Baekhyun mematung. Hei, dia cukup paham kemana arah pembicaraan namja ini. Dia perlahan mundur ke belakang, belum sempat punggungnya menyentuh dinding, dia merasa menabrak sesuatu. Lebih tepatnya sebuah tubuh.

"Seharusnya aku yang bertanya. Kau pikir kau siapa bocah! Mungkin pukulanku bisa membayar semuanya!" ujar Chanyeol sembari meregangkan otot lehernya dan berjalan mendekat ke arah dua namja yang sedang mematung ketakutan.

"Maaf Sunbae. Ka-kami akan pergi!" kedua namja itu langsung lari terbirit-birit.

Baekhyun masih terdiam di tempatnya dengan perasaan dan pikiran yang berkecamuk. Chanyeol melambaikan tangannya di depan wajah Baekhyun, dan berhasil mengembalikan kesadaran namja itu.

"Kau tidak apa-apa? Mereka tidak menyakitmu bukan? Sudah kubilang jangan berjalan sendirian!" ujar Chanyeol dengan suara cukup tinggi. Membuat Baekhyun melototkan matanya.

"Jangan membentakku. Kau menyebalkan!" balas Baekhyun sebal.

"Sudahlah. Ayo pulang!" Chanyeol langsung menarik tangan Baekhyun menjauh dari tempat keramat itu. Jujur saja, Chanyeol sebenarnya daritadi mengekor di belakang namja itu. Dia tak membayangkan kalau dia telat 1 detik, bisa jadi bibir Baekhyun benar-benar didapat dua juniornya tadi. Kalau sampai hal itu terjadi, maka matilah mereka di tangam Chanyeol.

"Yaa! Apa yang barusan kupikirkan?" batinnya bingung.

Sementara di balik dinding, dua orang namja dengan warna kulit kontras berbeda menatap penuh pertanyaan ke arah Chanyeol dan Baekhyun.

"Hei, sebenarnya apa hubungan mereka?"

"Jong?" untuk sesaat Jongin tak menyangkal sebutan Jong itu. "Ayo kita cari tahu. Aku curiga mereka ada apa-apa. Kau ingat kita mengikuti mobil Chanyeol tadi pagi? Dan jelas, Chanyeol tidak menabrak apapun selama di jalan!"

Luhan senyam-senyum begitupun dengan Jongin yang sudah paham kemana arah pembicaraan mereka. Luhan berterimakasih pada Kim Ssaem yang memukul kepala Jongin dengan pulpen tadi, sehingga otaknya lebih encer. Keduanya buru-buru melarikan diri dari sana dan langsung mengejar Chanyeol yang sudah hilang bersama mobil dan tentu saja Baekhyun di dalamnya.

TBC

Huaa Chapter 2 selesai Kakak.

maaf Typo dan karakternya yang tidak sesuai. mohon Review nya jika senang. Terima kasih.

_baekhyunwife