SWEET LIES

^ByunYuna^

Pairing:

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Other cast:

Xi Luhan

Oh Sehun

Kim Jongin

Do Kyungsoo

Cast akan bertambah dengan sendirinya

Warning

Genre cerita Boys Love, Yaoi,

Mohon yang tidak suka, jangan dibaca nanti kalian bisa mimisan ?

Dont Like Dont Read

Thanx Reviewnya hihi.

Qwerty: Jinjja? Wah daebak! Salam kenal dari author hehe. Bagus kok hehe. Terima kasih reviewnya muah

SHINeexo: hai hehe sarannya di terima wkwk. iya nih Sehun munculnya bentar, tapi ntar muncul lagi kok ?

Rose: siap mawar hehe. eh rose maksudnya

Chalienbee04: ini dia kesayanganku, makasih reviewnya sayang. iya ih sama, kaka juga ga tega buat chanbaek jauhan. makasih ucapannya muah ?

Lieya: Makasih yah semangatnya hehe

Pacarmu: ugh usernya unik nih. Makasih ucapannya muah hehe

Happy Enjoy Reading

...

Baekhyun dan Chanyeol baru saja turun dari mobil, seperti biasa tatapan heran selalu disuguhkan ketika dua orang itu terlihat sering bersama beberapa hari ini. Chanyeol tak menanggapi sama sekali. Beberapa Yeoja berteriak seperti orang gila, membuat Chanyeol dan Baekhyun mengerutkan dahinya. Ah, Chanyeol paham sekarang kenapa para wanita itu berteriak.

Lihatlah di depan sana, siapa yang baru saja lewat sambil tebar pesona di depan anak-anak. Jawabannya cuma satu, dia adalah Kim Jongin si anak akselerasi yang memang punya keseksian tiada duanya, setelah Luhan dan Chanyeol tentunya. Namja tan itu melambaikan tangan sembari mengedipkan mata genit ke arah kiri dimana banyak Hoobae-nya sedang menahan napas agar tak berteriak karena kagum.

"Hai Baekkie, bagaimana tidurmu semalam, nyenyak?" sapa Luhan sambil tersenyum manis dan menyodorkan sekotak susu stroberi. Ugh, tentu saja Baekhyun menerimanya dengan senang hati.

"Gomawo. Bagaimana Hyung tau kalau aku suka stroberi?" ujarnya dengan mata berbinar senang. Sudah kukatakan bukan kalau Luhan itu jelmaan cenayang yang tau segalanya.

"Ugh manisnya Baekki-ku. Apa sih yang tidak aku tau darimu," balas Luhan seraya mengacak gemas rambut coklat namja manis itu.

Chanyeol ingin muntah melihat adegan itu, terlebih kata-kata menjijikan yang baru saja rusa jelek itu ucapkan. Apa katanya tadi? Baekki-ku, Ck yang benar saja dia.

"Luhan kan stalker, Baek. Kulihat dia sering menstalk akun sosial mu makanya dia tau!" celetuk Jongin tiba-tiba. Sontak Chanyeol terkikik mendengar ucapan Jongin barusan. Well setidaknya Luhan tidak tau apa-apa tentang Baekhyun.

"Kenapa buka kartu hah!" hardik Luhan langsung memukul namja tan itu. Baekhyun cuma tertawa, dia tidak peduli sekalipun Luhan memang menstalk akun sosialnya seperti kata Jongin tadi. Yang penting, Luhan peduli padanya saja sudah cukup.

"Yaa! Aish ampun, Lu. Aww, yaa! Jangan memukulku bodoh, ini namanya kekerasan dalam berteman, akan kulaporkan kau ke Kak Seto!" sungut Jongin sambil mengelus lengannya yang baru jadi sasaran amukan brutal Luhan.

Chanyeol hanya cekikian melihat tingkah keduanya. Sudah jadi kebiasaan, ketika melihat dua sahabatnya itu adu mulut. Bahkan itu bisa dikatakan hiburan gratis ketika dirinya sedang suntuk. "Siapa itu Kak Seto?" tanya Baekhyun tiba-tiba. Membuat Jongin dan Luhan saling melirik.

Jongin menggaruk tengkuknya kemudian berdehem. "Emm aku juga kurang tau. Tapi, seingatku ketika membaca sebuah berita kekerasan anak di blog, nama Kak Seto disebut. Dia itu ketua komisi perlindungan anak di Indonesia, loh!" balas Jongin kelewat bangga. Entahlah kenapa dia bangga, hanya Ojong dan Tuhan yang tau sebabnya.

"Lalu kenapa kau malah ingin melaporkanku?" balas Luhan tak terima. Dikiranya dia sedang menganiaya anak kecil apa? Jongin bukan anak kecil asal kalian tau, dia itu bayi raksasa sama seperti Chanyeol.

"Ya karena aku ingin saja," jawab Jongin menggedikan bahunya.

"Fak!" ujar Luhan menunjukkan jari tengahnya ke depan muka Jongin.

Baekhyun ketawa terbahak, namun sebuah seruan membuatnya berhenti dan menoleh ke arah belakang, di mana terdapat Kyungsoo dan Jongdae tengah berjalan menuju ke arahnya.

"Baekhyun! Ah, annyeong Sunbae-nim!" sapa Kyungsoo seraya membungkuk hormat sambil tersenyum.

"Annyeong Kyungsoo-ya. Kau makin manis saja," sapa Jongin menggoda, membuat Chanyeol menahan isi perutnya yang ingin keluar karena mendengar ucapan namja tan itu.

"Hanya Kyungsso? Kau tidak menyapa kembaranmu, Jong?" ucap Luhan menekankan kata-katanya. Kini balik Jongin yang memberikan jari tengahnya kepada namja cantik yang masih tertawa terbahak. Sedang Jongdae cuma memberinya tatapan. "Apa? Aku juga tidak kepengen punya saudara sepertimu!"

"Baek, Kajja ke kelas!" ajak Kyungsoo jengah melihat tingkah ketiga Sunbae mereka yang tidak waras ini. Yang satu gila, yang satu kelewat diam, dan yang satunya lagi asdfgxhkl, Kyungsoo bahkan tak bisa menjelaskan tingkah orang yang sering menyapanya genit itu.

"Aku permisi, Chan, Luhan Hyung. Dan Jongin!" ujar Baekhyun dan berlari dari sana, sebelum Luhan menahannya agar ikut bersama mereka. Yang artinya menyerahkan diri untuk ikutan gila.

Jongin tersadar dari keterdiamannya, ketika Baekhyun dan kedua sohibnya sudah menghilang. Dia langsung menatap penuh tanya ke arah Luhan dan Chanyeol. "Hei hei, kenapa dia tidak memanggilku, Hyung? Aku kan Sunbaenya?" tanya namja tan itu bingung. Menuntut agar Chanyeol atau Luhan segera memberi tahunya.

"Katakan pertanyaan itu pada anak akselerasi yang bahkan seumuran dengan Baekhyun!" Chanyeol membalas pertanyaan Jongin dengan malas.

Mereka bertiga baru saja hendak masuk ke dalam sekolah, tapi kegiatannya terhenti saat suara decitan rem terdengar di seluruh pelataran parkir. Mobil hitam terlihat sedang berhenti di dekat mereka. Semua yang ada di sana menerka-nerka, siapa kiranya orang yang berada di dalam mobil mewah itu. Selama ini, yang punya mobil mewah seperti itu, hanya Chanyeol and the geng.

Semua yeoja menahan napasnya ketika sang empunya mobil keluar, atmosfer yang ada di parkiran seketika riuh karena kedatangan orang itu. Beberapa yeoja berteriak gila, ketika si orang itu berjalan pelan masuk dan tak menghiraukan pekikan yang memekakan telinganya.

Luhan yang masih dalam mode keterkejutannya hanya diam memandangi punggung orang itu dengan tatapan sulit diartikan. "Tampan!" gumam Luhan, membuat kedua temannya menoleh cepat-cepat. "Ah, tapi masih manisan Baekkie-ku sih!" ujarnya lagi dengan nada acuh.

Chanyeok tersedak mendengar ucapan Luhan barusan. Sedangkan Jongin menatap penuh kebingungan ke arah namja cantik itu. Luhan yang merasa diperhatikan segera menoleh, dan mendapati kedua temannya tengah bengong melihat ke arahnya.

Luhan tak membalas, dia hanya memasang tampang. "Apa? Ada yang salah?"

...

"Namaku Sehun. Salam kenal!" ujar Sehun dan kembali diam dengan tatapan datar andalannya.

Kim Ssaem mengerutian dahinya. "Hanya itu?" tanyanya sedikit bingung seraya melirik Sehun yang tatapannya masih lurus ke depan.

Sehun mengangguk, kemudian membuat Kim Ssaem manggut-manggut mengerti. Kemudian lelaki itu menyuruh Sehun untuk duduk di samping Luhan yang kebetulan sedang sendirian hari ini, karena memang dia memilih untuk duduk sendiri dibanding dengan teman sekelasnya, terutama dua bayi raksasa itu.

Sehun duduk dengan tenang, tapi tak lama senggolan di tangannya membuat Sehun menoleh dan mendapati namja cantik itu sedang melirik ke arahnya. Benar, Luhan lah pelakunya, tepat ketika Kim Ssaem keluar dari kelas mereka tadi.

"Cih, sombong sekali. Apa begitu caranya berkenalan dengan teman sekelas?" tanya Luhan menyindirnya.

Sehun hanya menghela napas. "Well, setidaknya aku tak munafik untuk bilang, bisakah kita berteman? ah kuharap kalian bisa membantuku berbaur dan blablabla. Maaf saja, itu sama sekali bukan style ku!" balas Sehun kembali memalingkan wajahnya ke arah lain. Luhan terperangah mendengar balasan Sehun. Namun pada dasarnya Luhan saja yang memang tidak waras, dia kembali mencolet lengan yang lebih tinggi.

"Kau ini orangnya realistis yah?" tanya Luhan masih penasaran. Sehun lagi-lagi menghela napasnya lelah, kemudian menatap tajam ke arah Luhan.

"Apa maumu?" tanya Sehun sarkastik. Dia malas sekali untuk berdebat dengan namja itu. Ini masih pagi asal kalian tahu, dan dia tak ingin menghabiskan tenaganya sia-sia hanya untuk meladeni orang ini.

"Waw, lihatlah siapa yang baru saja bertanya? Kau salah jika bertanya denganku, bung! Kalau aku bilang ingin jadi pacarmu, apa kau akan mengabulkannya?" ujar Luhan tersenyum menang. Sehun tersedak mendengar ucapan namja itu, Yaa! Apa dia gila? Baru saja kenal sudah minta jadi pacar.

Luhan yang melihat gelagat aneh dari namja tampan yang dilihatnya sewaktu di parkiran tadi, seketika terkikik geli. Oh lihatlah bagaimana ekspresi seorang Oh Sehun saat Luhan membahas permintaan bercandaanya itu. Seketika suara tawa Luhan membahana ke seisi kelas, Chanyeol dan Jongin yang sedang sibuk dengan HPnya seketika menoleh ke bangku namja itu.

"Lu, kau kesurupan?" tanya Jongin langsung menghampiri namja itu, diikuti Chanyeol yang mengekor. Biarpun begitu, mereka masih peduli pada teman mereka yang sedang sekarat. Terlebih kalau itu adalah Xi Luhan.

Chanyeol ikut-ikutan memeriksa dahi namja itu. Dan sama sekali tidak panas. Atau memang obat Luhan sedang habis? Perlukah Chanyeol ke kabur ke UKS untuk mengambil obat? Tentu saja tidak, karena sekarang Luhan sudah balik ke mode aslinya. Air mata namja itu keluar saking kerasnya tertawa.

"Ya Tuhan kau sangat lucu, Sehun!" ujar Luhan menyeka air matanya. "Aku hanya main-main bodoh."

"Aku tidak tau bagaimana ekspresimu saat bertemu Baekkie-ku nanti. Sekadar memberitahu, Baekkie ku itu sangat menggemaskan!" ujar Luhan memikirkan Baekkienya. Chanyeol lagi-lagi cemberut ketika Luhan menyebutkan kata-kata Baekkie-ku untuk yang kedua kalinya.

Sehun tersenyum kikuk sembari menggaruk tengkuknya yang memang gatal. Hehe pasti mikir Sehun gugup kan? Cie salah cie, orang tengkuk Sehun memang gatal karena digigit nyamuk tadi. Jongin dan Chanyeol saling bertatapan dengan mengerutkan dahi tak mengerti.

"Ah ya, Sehun ini Chanyeol dan Jongin!" ujar Luhan tiba-tiba.

Jongin tersenyum kikuk sambil mengulurkan tangannya dan dibalas oleh Sehun. Chanyeol hanya menyebutkan namanya acuh. Sehun menatap ketiga orang itu bergantian, mencari celah kebohongan di mata mereka. Namun sama sekali tidak dia temukan. Sehun menghela napasnya. Mungkin sudah seharusnya dia berbaur untuk saat ini, mengingat dia sudah kekas XII dan tak lama lagi akan pergi dari sini. Setidaknya dia bisa punya teman saja sudah cukup untuk diceritakan ke anaknya kelak.

"Kupikir kau berbeda," ujar Sehun pelan saat Chanyeol dan Jongin sudah kembali ke tempat duduknya.

Luhan menoleh dan melihat namja itu tersenyum, membuat Luhan balas tersenyum manis. Mengingatkan Sehun dengan senyuman bocah itu. Yah, bocah semalam yang dia antar ke Club, kemudian dia pamit beli minuman dan tahu-tahu saja bocah itu sudah hilang dari peredaran. Ah Sehun jadi merindukannya.

"Kau cantik kalau tersenyum, Lu" seru Sehun. Sehun bertaruh dalam beberapa menit wajah Luhan akan memerah sambil mengerucutkan bibirnya kesal.

Benar saja wajah namja itu memerah, namun bukannya tersenyum malu, atau mengerucutkan bibir seperti yang dipikirkan Sehun. Luhan malah menepuk pelan kepala Sehun sambil tertawa kencang, dan lagi-lagi menjadi perhatian seluruh kelas.

"Ck! Aku memang cantik, dan kau adalah orang ke 100 yang memujiku. Selamat!" ujar Luhan kelewat bahagia. Bahkan dia menjabat tangan Sehun saking senangnya.

Sehun? Jangan tanya, mendadak namja itu Jawdrop mendengar ucapan Luhan barusan. Ah yah, Sehun baru sadar kalau orang yang digodanya ini bukanlah bocah itu. Kali ini Sehun menggaruk tengkuknya yang jelas tidak gatal, dia malu. Ck! Dia yang menggoda, malah wajahnya sendiri yang memerah.

"Aku sudah tau, seharusnya dia tak mengucapkan kalimat keramat itu," Jongin menyenggol lengan Chanyeol sambil menatap acuh ke arah Sehun yang sedang menunduk.

"Kau benar, Jong. Rusa jelek itu kan sangat narsis!" balas Chanyeol dengan ekspresi yang sama dengan Jongin. Acuh dan tak ambil pusing.

...

"Kau tau, ada anak baru yang masuk ke sekolah kita."

"Benar, dia sangat tinggi dan err tampan."

"Kudengar dia langsung bergabung dengan Chanyeol cs!"

"Astaga, lengkap sudah sekolah kita kalau namja itu bergabung dengan mereka!"

Suara itu bersahut-sahutan, Baekhyun dan Kyungsoo serta Jongdae yang mendengarnya hanya bisa menerka-nerka, siapa kiranya orang yang sedang dibicarakan hampir seluruh yeoja yang ada di kantin itu. Ingin sekali Baekhyun menggebrak meja kemudian meneliti beberapa yeoja di dekat mereka itu agar diam. Sungguh dia tidak bisa makan dengan tenang kalau seperti ini.

"Yaa! Bisakah kalian diam!" bentak Jongdae dengan suara cetarnya. Yeoja itu langsung gugup membungkuk minta maaf dan diam seperti yang disuruh Jongdae barusan. Well, setidaknya Jongdae sudah mengabulkan harapan seorang Baekhyun tanpa harus disuruh.

"Ck, padahal kita kan seangkatan dengan mereka," bisik Jongdae pelan. Membuat Baekhyun dan Kyungsoo terkikik pelan.

"BAEKKIE!"

Teriakan itu seketika membuat seluruh penghuni kantin menoleh ke sumber suara. Luhan terlihat sedang melambaikan tangan ke arah Baekhyun, kemudian namja itu berlari ke arah namja manisnya dan segera mengusak surai coklat Baekhyun.

"Yaa! Hyung, apa kau tidak bisa santai memanggilku? Ini bukan di hutan, Hyung," ujar Baekhyun malas.

"Benar Sunbae, nanti suaramu berubah cempreng seperti Jongdae, dan itu sangat mengganggu asal kau tahu," tambah namja bermata belo di samping Baekhyun.

"Yaa! Kau tau apa burung hantu. Diamlah!" balas Luhan cemberut, membuat Kyungsoo tersenyum kikuk sedang Jongdae cekikikan. "Kau juga Duo Jong!" seru Luhan sarkastik.

"Yaa! Lu, kau cepat sekali sih menghilangnya," ujar Jongin yang baru saja sampai dengan dua namja tampan di belakang. Well lengkap sudah geng ini, Chanyeol yang tampan, Sehun yang seksi, serta namja tinggi yang satu ini tak kalah memukau. Luhan? Ah namja itu sangat cerewet, tapi percayalah, 50 persen yeoja di sekolah itu iri dengan kecantikan Luhan. Well benar-benar lengkap bukan?

"Baekhyun?"ujar namja itu memastikan.

"Sehun?" balas Baekhyun mengerjapkan bola matanya lucu, apa benar ini orang yang mengantarkannya kemarin malam.

"Yaa! Kupikir kita tidak akan bertemu lagi, aku merindukanmu bocah!" ujar Sehun memeluk Baekhyun, membuat semua yeoja menahan napasnya. Yaa! Beruntung sekali Byun Baekhyun itu, sudah didekati Chanyeol sekarang namja baru yang memeluknya itu juga. Begitulah pikiran mereka saat melihat kejadian itu.

Luhan melotot, Kyungsoo hanya mengerjapkan mata bingung, Duo Jong memutuskan untuk tak mau ikut campur. Chanyeol? Dia menggeram dengan tangan terkepal di samping Jongin.

"Apa kalian saling kenal? Yaa! Baekkie bisa kau jelaskan aku semua ini?" tanya Luhan dengan tatapan tajam yang dia berikan ke arah Sehun.

Baekhyun tersenyum. "Nde. Sehun Hyung yang menolongku semalam," jawab namja itu.

Luhan tersenyum remeh. "Tidak kusangka kau gerak cepat juga ya!" ujar Luhan.

Chanyeol sudah tidak tahan, dia merasa kesal entahlah. Cukup Luhan saja, jangan sampai Sehun juga ikut-ikutan mengklaim Baekhyun sebagai miliknya. Bahkan dia yang notabene Hyungnya saja tidak pernah mengaku-ngaku.

"Aku tidak lapar!" ujar Chanyeol datar dan menyelipkan amarah dalam ucapannya. Baekhyun terkejut dengan nada bicara Chanyeol barusan. Namja tampan itu berlalu dari sana dengan perasaan campur aduk. Baekhyun yang melihat kepergian Hyungnya hanya menatap bingung ke arah Luhan mencoba mencari jawaban.

"Sudahlah dia mungkin banyak pikiran, Kajja kita makan!" ujar Luhan berusaha mencairkan suasana. Baekhyun dan yang lainnya mengangguk saja, namun percayalah Baekhyun sama sekali tidak fokus saat itu.

Sedang Luhan, dia juga sama, namja cantik itu menghela napasnya. "Lihatlah siapa yang baru saja cemburu? Seharusnya orang itu aku, bukan kau, Chanyeol!" gumam Luhan sangat pelan.

TBC

Ck ch4 kelar. Kayanya agak pendek yah. Otakku buntu heol. Nikmati dulu masa jaya Chanbaek hehe.

_baekhyunwife