SWEET LIES

^ByunYuna^

Pairing:

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Other cast:

Xi Luhan

Oh Sehun

Kim Jongin

Do Kyungsoo

Cast akan bertambah dengan sendirinya

Warning

Genre cerita Boys Love, Yaoi,

Mohon yang tidak suka, jangan dibaca nanti kalian bisa mimisan 😂

Dont Like Dont Read

Thanx Reviewnya hihi.

Sitachaan: Hehe salam kenal. Hhe iya nih kak seto disebut-sebut ama si ojong. Btw udah di next. Thanks ya reviewnya

Kimsherien: hai udah di next yah

Cripsde: hehe iya nih dua ojong. Haha konflik sesungguhnya bukan itu kok wkwk. Stay tune yah. Thanks reviewnya

...

Ini adalah hari kelima semenjak kejadian 'Sehun memeluk Baekhyun di kantin' yang menggemparkan hampir seisi sekolah. Banyak yang penasaran apa hubungan Baekhyun sebenarnya dengan kedua namja tampan itu. Namun tak sedikit yang merasa kesal karena kedekatan mereka, lebih-lebih dari kaum yeoja, yang sudah jelas sangat memuja kedua manusia tampan itu.

Awalnya Baekhyun tidak merasakan keanehan barang secuil, tapi semuanya berubah ketika jam pulang sekolah terdengar membahana siang itu.

Seorang namja tinggi sedang berjalan pelan di di koridor sekolah, kedua tangannya dia masukkan ke dalam saku celana, earphone yang bertengger manis di kedua telinganya semakin membuat karismatik namja itu bertambah. Seakan asyik dengan dunianya sendiri, namja itu tak menyadari keberadaan orang lain di belakangnya. Langkahnya terhenti ketika, seseorang menepuk pundaknya. Dia menoleh dan mendapati seorang namja manis sedang menatapnya.

"Chanyeollie, kenapa kau sendirian?" tanya Baekhyun menatap bingung ke arah Chanyeol yang sedang bengong.

Chanyeol tersadar saat tangan Baekhyun melambai di depan wajahnya. Sedetik kemudian, tatapan namja tinggi itu berubah tak akrab. "Bukan urusanmu!" balasnya acuh.

Baekhyun terkejut dengan suara datar Chanyeol. "Tapi Chanyeollie, aku..." Baekhyun terpaksa menggagalkan ucapannya ketika Chanyeol lebih dahulu memotongnya.

"Ah ya, kau pulang dengan Luhan saja atau Sehunmu itu. Aku ada urusan mendadak. Sudah, ya!" Chanyeol menekankan kata Sehunmu, dan langsung berlalu dari sana dengan tergesa seperti orang kesetanan. Sedang Baekhyun, namja manis itu masih melongo ditempatnya. Setelah Luhan meneriaki namanya, barulah dia sadar.

Bukan hanya sebatas itu, di hari-hari berikutnya Chanyeol bahkan tak menampakkan batang hidungnya barang sebentar. Jelas saja Baekhyun kesal bukan main, belum lagi respon Chanyeol yang selalu mengatakan hal-hal tak masuk akal setiap Baekhyun tanyai, yang membuat Baekhyun yakin ada sesuatu yang tidak beres di sini.

"Kau pulang dengan Luhan atau Sehun. Aku ada jadwal les dan beajar kelompok!" Oke untuk yang ini mungkin masih bisa Baekhyun toleransi, mengingat kalau Chanyeol sudah kelas dua belas, yang otomatis berarti hampir seluruh waktunya tersita untuk belajar dan belajar. Tapi Jimin langsung tekankan sekali lagi, bahwa tidak ada dan tak akan pernah ada kata 'Belajar' di kamus seorang Park Chanyeol.

"Aku sibuk, Luhan memintaku memandikan kucingnya!" Baekhyun mengerutkan dahinya bingung. Heol, sejak kapan Chanyeol mau dekat-dekat dengan kucing? Kucing lewat di depannya saja dia langsung teriak dan naik ke atas kursi. Sekedar memberitahu, kucing yang dimaksud Baekhyun itu adalah miliknya yang dia bawa dari China.

Dan yang terakhir ini lebih tak masuk akal. "Kau pulang dengan Sehun, mobilku rusak!" Apa-apaan itu, rusak katanya. Jelas-jelas Baekhyun melihat mobil silver bertengger manis di parkir sekolah, bahkan Baekhyun langsung mengecek sekiranya ban mobilnya bocor atau apalah yang menyebabkannya bisa rusak. Tapi dia sangat yakin mobil itu sehat-sehat saja.

Karena bingung yang berkepanjangan, serta tak tahu harus berbuat apa lagi, Baekhyun memutuskan untuk pergi ke rumah Kyungsoo ketika pulang sekolah, bersama Jongdae untuk menceritakan segala keluh kesahnya dengan tingkah aneh Chanyeol belakangan ini.

"Aku pikir, Chanyeol marah padamu, Baek," ujar Jongdae setelah mendengar semua cerita Baekhyun.

Baekhyun mengerutkan dahinya bingung. "Marah?" ulangnya.

Jongdae mengangguk, kemudian menerawang. Sementara Kyungsoo hanya menatap kedua orang itu dengan mata belonya.

"Iya, dari pengamatanku selama beberapa hari ini mengatakan kalau Chanyeol jelas marah padamu. Apa kau tak ingat saat di kantin seminggu lalu? Dari suaranya saja sudah bisa kupastikan kalau dia tak suka kedekatanmu dengan Sehun Sunbae!" balas Jongdae.

"Yaa! Kenapa malah bawa-bawa Sehun Hyung sih. Memangnya kenapa kalau aku dekat dengan Sehun Hyung?" tanya Baekhyun bingung.

Jongdae hanya memutar kedua bola matanya kesal. "Nanti kau akan tau sendiri!" balasnya tersenyum menenangkan. Baekhyun dan Kyungsoo terhenyak melihat senyuman Jongdae, baru kali ini dia melihat sahabatnya tersenyum seperti itu. Apa mungkin ucapan Jongdae benar-benar serius kalau Chanyeol marah padanya?

"Kau baru saja menyihirku Jongdae!" seru Kyungso langsung melempar bantalnya ke arah Jongdae, dan sukses mendarat di hidungnya dengan tidak elit.

"Yaa! Burung hantu sialan! Kenapa kau melemparku hah! Kucium baru tau rasa kau!" sungut Jongdae sambil membuang bantal doraemon Kyungsoo ke sembarang arah. Bukannya marah, respon Kyungsoo justru berkebalikan dengan pikiran Jongdae.

Tanpa diduga-duga, Kyungsoo justru memeluk sahabatnya itu. "Aku pikir kau berubah, Jong. Aku senang kau sudah kembali jadi si Jongdae sialan!" ujar Kyungsoo terisak. Jongdae dan Baekhyun menatap horror ke arah namja bermata belo itu.

"Kupikir Kyungsoo lah yang tidak waras di sini!" decak Baekhyun.

Jongdae mengangguk, mengiyakan ucapan Baekhyun barusan. Kyungsoo melepas pelukannya, dan menatap ke arah Baekhyun sambil tersenyum. "Bee, kau juga sini kupeluk!" ujar Kyungsoo dengan nada yang dibuat imut.

"Bee? Panggilan sayang macam apa itu?" desis Jongdae.

Baekhyun terdiam, sebelum kemudian ikut menghambur ke pelukan Kyungsoo dan Jongdae. Jujur dia memang merindukan sahabat masa kecilnya ini, dan Jongdae, sekalipun namja itu sangat menyebalkan, tapi percayalah kalau dia tetap menyayangi mereka berdua. Bagaimanapun, keduanya adalah sahabat terdekat Baekhyun.

Akhirnya ketiga orang itu terlibat dalam aksi berpelukan. Setelah 5 menit, barulah Jongdae membuka suaranya.

"Aku akan traktir eskrim, asal kalian mau melepaskan pelukan ini!" serunya berang.

...

Dan di sinilah ketiga orang itu terduduk, di dalam sebuah kafe yang terletak tak begitu jauh dari rumah Kyungsoo. Ya, setelah teriakan Jongdae tadi, Baekhyun dan Kyungsoo langsung melepaskan pelukannya dan menatap penuh minat ke arah Jongdae. Dan sesuai janji, Jongdae mengiyakan saja ucapannya tadi.

Seketika Jongdae menyesal sekali, dia menatap miris dompetnya yang tadi masih tebal, kini hanya tersisa tiga lembar uang di dalamnya. Dia menatap tajam kepada dua manusia yang sedang asyik melahap eskrim mereka dengan senang, seakan tak melakukan kesalahan apapun. Tak sadar, kalau Jongdae sudah naik darah dibuatnya.

"Ck! Kalian benar-benar menguras uangku," ujar Jongdae sambil menyuap eskrim paling murah miliknya. Sementara kedua temannya memesan eskrim yang tak kira-kira harganya.

"Salah kau sendiri, siapa suruh berjanji!" balas Baekhyun enteng.

"Tak ada asap, takkan ada api. Sudah tau kami ini maniak eskrim, masih saja mengiming-imingi dengan eskrim," balas Kyungsoo sambil menyendok eskrimnya.

Jongdae memutar kedua bola matanya kesal kemudian kembali menyesap eskrimnya dengan ganas. Sedang Baekhyun dan Kyungsoo hanya cekikikan tak jelas di tempat duduk mereka. Sekali-kali mengerjai Jongdae, tidak masalah bukan? Lagipula Jongdae sama sekali tak keberatan dengan tingkah mereka berdua. Pikir Baekhyun.

Tidak keberatan bokongmu! Jelas-jelas Aku sudah menyumpah serapah kalian berdua, tapi pada dasarnya memang kalian berdualah yang tidak peka. Memang benar ya, ungkapan semua cowok itu tidak peka. Dan sadarlah wahai Jongdae, kau itu juga lelaki! monolog Jongdae dalam hatinya.

"Kau namja kemarin yang di Club bukan?" tanya seseorang, membuat Baekhyun yang sedang menyendok eskrimnya mendongak. Kemudian menatap aneh ke arah namja itu. "Apa kita pernah bertemu?" sirat Baekhyun.

Kyungsoo ikut melirik, sementara Jongdae langsung menjatuhkan rahangnya saking terpananya dengan makhluk ciptaan Tuhan di depannya ini.

"Ah ya, Aku Minseok. Temannya Chanyeol!" ujar namja itu tersenyum manis. Dan lagi-lagi, seorang Kim Jongdae cengo dengan wajah bodohnya.

"Jadi kau teman Chanyeollie? Ah salam kenal Hyung, aku Baekhyun. Ini temanku Kyungsoo, dan yang berwajah kotak itu namanya Jongdae," ujar Baekhyun tersenyum seraya memperkenalkan dirinya.

Minseok tersenyum. "Iya aku memang teman Chanyeol." balas Minseok.

"Annyeong," sapa Kyungsoo manis. Minseok kembali tersenyum.

Jongdae yang masih dalam mode keterkejutannya hanya bisa bengong sambil menatap ke arah Minseok. Baekhyun yang melihat hal itu, langsung saja memukul kaki Jongdae.

"Yaa! Kenapa kau menendangku, eoh?" tanya Jongdae bingung.

Sementara Baekhyun hanya memutar kedua bola matanya kesal. "Kau itu yang kenapa? Memandang Minseok Hyung, seperti ingin memakannya saja." ujar Baekhyun enteng.

Jongdae melotokan matanya mendengar ucapan namja itu, aish yang benar saja Baekhyun ini, bisa-bisanya dia mengucapkan hal itu tepat di depan orangnya.

Minseok hanya tertawa melihat tingkah ketiga orang namja itu, Kyungsoo ikut tersenyum melihat Minseok. "Hyung kau sangat manis. Kupikir Jongdae menyukaimu?" celetuk Kyungsoo watados.

What The Fak! Demi Byun Baekhyun si cabe korea, apa yang baru saja dikatakan Kyungsoo tadi? Ya Tuhan, mau taruh dimana muka Jongdae? Wajah namja itu benar-benar memerah menahan malu. Jongdae ingin kabur secepatnya, kemana saja, ke bawah meja, ke kloset, atau ke tong sampah sekalian pun akan dia lakukan, asal orang di depannya ini bisa tak tersenyum seperti itu.

"Aku pikir kau lumayan lucu, Kim Jongdae!" seru Minseok menekankan kata-katanya.

Sial. Sial. Dengan kecepatan petir yang dia dapat entah dari mana, Jongdae langsung ngacir dari sana dengan tergesa, tak peduli faktanya namja itu baru saja menabrak pintu masuk yang tertutup. Kyungsoo, Baekhyun dan Minseok tertawa keras di tempat mereka. Suara tawa ketiga namja itu menggelegar ke seisi kafe. Dasar para Uke!

Minseok yang pertama berhenti tertawa, diikuti Baekhyun dan Kyungsoo yang memegang perutnya masih menahan tawa.

"Hyung lihat mukanya tadi? Hahah. Seperti udang rebus,"seru Kyungsoo menyeka air matanya.

"Benar Kyung, dasar Jongdae baru digoda begitu saja sudah kabur," tambah Baekhyun.

Minseok tak menjawab, lama dia terdiam sebelum akhirnya berbicara. "Tapi aku serius dengan ucapanku tadi,"

Kini giliran Baekhyun dan Kyungsoo yang tersedak mendengarnya. Kedua namja itu saling melirik satu sama lain dan segera pamit pada Minseok dan keluar dari kafe dengan tergesa. Seperti mereplay kejadian Jongdae barusan, kedua orang itu juga ikut menabrak pintu masuk secara bersamaan membuat keduanya jadi tontonan gratis pengunjung kafe.

Minseok menatap aneh ke arah dua namja yang sudah menghilang dari kafe milik Appanya itu. "Sudah kukira, tidak seharusnya aku meladen mereka!" monolog Minseok geleng-geleng kepalanya.

...

Baekhyun baru sampai sore hari di rumahnya, karena harus berkutat dengan Jongdae yang ngambek dengan mereka berdua. Tapi setelah mendengar kalau Minseok seakan menotice dirinya, Jongdae kembali menyebalkan seperti pertama bertemu. Dan terima kasihlah pada ucapan Minseok, karena sudah mengembalikan Kim Jongdae seperti sedia kala.

"Aku pulang!" seru Baekhyun lantang. Namun tak ada jawaban sama sekali, bahkan ruang tamunya sepi tak berpenghuni.

Baekhyun tak segera ke kamarnya, melainkan melirik pintu lain di depan kamarnya yang sedikit terbuka, menandakan kalau penghuninya masih ada di dalam. Dengan keberanian diri tinggi, dia mengintip dan menemukan seseorang sedang membelakanginya di atas kursi. Dia menelan ludah takut, tapi mau gimana lagi, begini juga itu salah dirinya sehingga orang itu mendadak menjauh.

Ceklek! Pintu terbuka sepenuhnya, Chanyeol yang sedang sibuk di kursinya langsung menoleh dan mendapati Baekhyun sedang berdiri di depan kamarnya. Namja itu diam, dan langsung tak memperdulikan kedatangan Baekhyun sama sekali.

"Ada perlu apa?" tanya Chanyeol dingin. Sebenarnya dia sama sekali tak berniat memusuhi Adiknya itu, tapi ingatan tentang peristiwa lima hari lalu benar-benar menyakiti hatinya. Entahlah, dia hanya tak suka ada orang lain yang dekat dengan namja itu.

Baekhyun terlonjak kaget. Namun dia tetap melangkah mendekati Chanyeol. Saat dia sudah berada di belakang namja itu dia berdehem pelan menetralkan dirinya sendiri yang gugup luar biasa.

"Chanyeollie?" ujarnya.

Sial! Chanyeol menelan ludahnya kasar mendengar sapaan Baekhyun barusan. Kenapa juga Baekhyun harus memanggilnya dengan sebutan itu. Apa dia mau menggoda Chanyeol? Ya Tuhan selamatkan Baekhyun agar aku tak memakannya sekarang juga! teriak Chanyeol dalam hati.

"Apa?" Balas Chanyeol masih dalam mode dingin. Padahal dia jelas menahan napasnya tadi karena takut ekhem.

"Chanyeollie marah padaku?" tanya Baekhyun menunduk.

"Arghh! Sial. Aku bisa gila. Berhenti memanggilku seperti itu, sialan!" batin Chanyeol kembali berteriak kesetanan. Dia sudah mengusap mukanya kasar. Sabar Chanyeol sabar, ini cobaan. Monolognya.

"Siapa juga yang marah padamu! Lagipula aku tak punya waktu untuk marah padamu!" balas Chanyeol masih datar.

"Yaa! Pantas saja kau tidak punya pacar, mana ada wanita yang mau mendekat kalau kau terus menampilkan tampang menyebalkan itu!" teriak Baekhyun berang mendengar respon Chanyeol yang selalu seperti itu. Chanyeol menoleh dan balik dirinya menatap tajam ke arah namja itu.

"Yaa! Kenapa juga kau yang sewot? Terserah aku mau punya pacar atau tidak, itu bukan urusanmu asal kau tahu!" Balas Chanyeol tak terima.

Baekhyun tersadar dengan ucapannya, kemudian menunduk lagi. "Maaf Chanyeollie, aku aku tidak bermaksud seperti itu!" cicitnya pelan kembali ke mode sebelumnya, yaitu menunduk takut mendengar suara menggelegar Hyungnya.

Runtuh sudah pertahanan Chanyeol, entah dapat keberanian darimana, dia bangkit dan mendekat ke arah Baekhyun yang masih menunduk. Baekhyun sontak mendongak, dan mata mereka sukses bertemu. Lama keduanya terdiam dalam keheningan. Hingga Chanyeol mendekat dan menyentuh pundak namja itu.

"Kau yang menggodaku, Baek," ujarnya parau di telinga Baekhyun. Sontak, Baekhyun merasakan tubuhnya menegang ketika deru napas Chanyeol mengenai telinganya.

"Apa yang kau mau? Bisa kau menjauh dariku?" tanya Baekhyun agak risih. Bukannya menjauh, Chanyeol justru mengendus leher namja itu, menaruh kepalanya di perpotongan leher Baekhyun sambil menikmati aroma yang dikeluarkan oleh tubuh namja itu.

"Stroberi." gumamnya dengan suara serak.

Baekhyun kembali menegang, saat Chanyeol menjauhkan kepalanya dari leher dan mulai mendekatkan wajahnya. Baekhyun mundur perlahan, namun Chanyeol lebih dulu menahan gerakannya, dan mengunci Baekhyun dengan kedua tangannya. Dia semakin mendekat, bahkan hidung mereka sudah bersentuhan saking dekatnya.

Baekhyun tak bergerak sama sekali, dia merasakan jantungnya berpacu dengan cepat. Sementara Chanyeol tak berpaling dari tatapannya. Dia memegang pinggang namja yang lebih kecil seakan tak ingin melepaskannya barang sedetik.

"Aku memang tak bisa marah padamu, Baek!"

Chanyeol menempelkan bibir kissablenya ke bibir Baekhyun tanpa aba-aba, dan langsung di respon dengan mata Baekhyun yang membesar karena terkejut. Baekhyun tak bergerak sama sekali, jantungnya benar-benar berdetak makin cepat. Chanyeol baru ingin menggigit bibir bawah Baekhyun, namun terhenti karena teriakan seseorang.

"YA TUHAN! PARK CHANYEOL! APA YANG KAU LAKUKAN PADA BAEKKIE-KU!"

...

Di sinilah ketiganya terduduk, dengan Baekhyun yang dipeluk possesif oleh Luhan, sedang di seberang sana Chanyeol sedang menatap acuh ke arah Luhan yang jelas mengganggu acara mereka tadi. Luhan menatap tajam ke arah Chanyeol.

"Bisa kau jelaskan apa yang baru kau lakukan hah?" tanya Luhan sarkastik sambil menunjuk-nunjuk wajah Chanyeol.

"Aku tidak melakukan apapun!" balas Chanyeol tak sesuai dengan harapan Luhan.

"Tidak katamu? Kau jelas baru saja menciumnya, Ya Tuhan aku bisa gila!" ujar Luhan frustasi. "Bahkan aku yang pacarnya saja belum pernah menciumnya," ujar Luhan pelan.

Chanyeol melotot mendengar ucapan namja itu, sementara Baekhyun hanya diam menanggapi keduanya. "Sudahlah, Lu. Baekhyun tidak tahu apa-apa, jangan kotori pikirannya. Dan satu hal, jangan mengaku-ngaku pacarnya!" seru Chanyeol tak terima.

"Aku tak peduli! Kau masih bersalah dalam kasus ini!" balas Luhan bersedekap tangan.

"Sudahlah, Hyung. Ini bukan salah Chanyeollie," ujar Baekhyun pelan, takut kalau Luhan akan memarahinya seperti dia memarahi Chanyeol barusan.

"Hell, tidak Baekkie ini sama sekali bukan salahmu!" tegas Luhan penuh penekanan.

Chanyeol kembali memutar bola matanya kesal. Dia menarik napas, dan bergantian menatap ke arah Luhan yang masih dalam mode menyebalkan dan Baekhyun yang menunduk takut atau malu, entahlah.

"Baiklah, Baiklah, menyebalkan sekali! Aku minta maaf. Baek maafkan aku. Lu, maafkan aku!" ujar Chanyeol dengan nada normal.

1 detik.

2 detik.

3 detik.

BRUK!

Seketika Luhan pingsan di samping Baekhyun, membuat namja itu kelabakan dan langsung memukul-mukul pelan wajah namja cantik itu. Chanyeol hanya mendengus melihat sahabatnya itu. Sudah dia duga, Luhan pasti akan pingsan.

Karena kesal Luhan tidak bangun-bangun, Baekhyun langsung menarik hidung mancung Luhan. Dan sebuah keajaiban, Luhan sadar dari pingsan 10 detiknya. Dia mengerjapkan bola mata lucu, dan melirik ke seisi ruangan. Pandangannya langsung bertemu dengan Chanyeol. Dia memegang kepalanya dan melirik ke arah namja itu.

"Aku rasa aku baru saja bermimpi Chanyeol minta maaf padaku. Tapi kenapa rasanya seperti nyata?" ujarnya sedikit bingung.

"Itu memang nyata, Hyung!" balas Baekhyun malas.

1 detik

2 detik.

BRUK!

Suara itu terdengar lagi. Baekhyun melototkan matanya untuk yang kedua kalinya, Chanyeol hanya menghela napas lelah. Luhan kali ini benar-benar tak sadarkan diri mendengar respon Baekhyun.

TBC

huft ch5 apdet kakak. Kurang puas akutuh sama part ini 😂

Oh ya sekedar ngasi tau, author mau hiatus selama beberapa hari ke depan untuk operasi. Mohon doanya yah semoga operasi author Selasa nanti bisa lancar dan diberi kemudahan. Stay terus ya sama Sweet Lies. Oh ya selama autor hiatus, mungkin ada masukan sekiranya ada yang masih kurang atau apa gitu hehe silakan tinggalkan komentar di kotak review. Terima kasih dan see you

_baekhyunwife