SWEET LIES

^ByunYuna^

Pairing:

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Other cast:

Xi Luhan

Oh Sehun

Kim Jongin

Do Kyungsoo

Wu Yifan

Kim Minseok

Kim Jongdae

Cast akan bertambah dengan sendirinya

.Warning.

Genre cerita Boys Love, Yaoi,

Mohon yang tidak suka, jangan dibaca ?

Dont Like Dont Read

Thanx Reviewnya hihi. Kalianlah penyemangatku.

Sitachaan: huhu udah di next. Makasih yah sayang

Rosehyunee: Konsumsi ff banyak2 sayang biar cepat sembuh haha

Baekbyyours614: hehe iya nih, pengen beda aja gitu. Makasih loh dah mau baca

Namibaby: Huhu iya nih, ga tega bikin konflik wkwk gakdeng. Tungguin aja konfliknya ya.

KimDoYoon: Aku juga joms, jadian kuy? wkwk becanda kok

Qwerty: Thank u :)

SHINeexo: Makasih loh buat doanya sayang :)

Polis: Hai salken ya. Sebisa mungkin FF ini akan ditamatin, stay tune. dan thanks pujiannya.

Rose: hai mawar, thank ya hehe

UOcha: Wah makasih masukkannya loh. Sebisa mungkin bakal diusahain semuanya heeh.

Chalienbee04: Ugh kesayangan aku baru muncul. Ga papa sayang. Iya ih, kaka juga ngerasa aneh dengan dialognya tapi udah kak ubah kok hehe. Makasih yah

. . .

Entah Chanyeol harus bahagia atau justru tidak, dia sendiri bingung dengan suasana hatinya saat ini. Jam memang masih menunjukkan pukul 05.30, tapi tidak biasanya dia terbangun di jam segitu. Dia menggelengkan kepala, kemudian menghela napas lemah. Chanyeol memutuskan untuk bangun dari tidurnya dan keluar dari kamar untuk sekadar menjernihkan otaknya, atau sekalian saja dua cuci mata karena kebetulan sekali saat itu Baekhyun baru saja keluar dari kamarnya dengan rambut basah. Khas orang baru selesai mandi.

Chanyeol melirik namja itu dari atas sampai bawah, kemudian telinganya memerah mengingat kejadian waktu itu. "Aish! Kenapa dengan otakku ini! Pergi kau wahai pikiran kotor!" rutuknya heboh sambil memukul kuat kepalanya mencoba menghilangkan hal-hal aneh di otaknya. Kan tidak lucu kalau dia 'menyerang' Baekhyun pagi buta begini.

"Kau sakit kepala?" suara Baekhyun menginterupsi kegiatan Chanyeol. Dia balas melirik Baekhyun yang sedang menatapnya bingung.

"Hah? Ani, aku baik-baik saja! Kenapa pula kau repot bertanya padaku?" tanya Chanyeol dengan ekspresi datar andalannya. Baekhyun menghela napas, padahal dia tadi hanya basa-basi dan agak sedikit khawatir melihat tingkah aneh Chanyeol itu. Tapi, melihat respon tak mengenakan namja itu dia jadi kesal sendiri dan membuang jauh-jauh rasa khawatirnya.

"Memangnya salah? Aku pikir kau habis obat tadi! Memukul kepala seperti orang gila!" balasnya tak kalah ketus.

Chanyeol membulatkan matanya, What? Jadi tadi Baekhyun pikir Chanyeol itu gila? Apa-apaan itu?

"Mwo? Kau barusan bilang apa?" teriak Chanyeol tak terima. Baekhyun pikir, rasanya percuma saja Chanyeol ini memiliki telinga lebar seperti itu, tapi tidak dipergunakan dengan baik. Dia menarik napas sebelum mengucapkan kata-kata keramat yang akan keluar dari bibir manisnya.

"KAU GILA!" Baekhyun menekankan kata-katanya sambil menatap tajam Chanyeol yang masih tak berkedip. Baekhyun sudah berlalu dari sana, sementara Chanyeol sendiri masih asyik memandangi kepergian Adiknya itu.

Chanyeol tersadar dari keterdiamannya saat melihat Baekhyun berhenti berjalan di depan sana. Karena penasaran dan juga tidak tahu harus berbuat apa pagi-pagi begini, dia memutuskan untuk menyusul Baekhyun saja. Dia nyaris berteriak kencang ke arah Baekhyun, kalau saja dia tidak lihat ke bawah sana. Dimana, banyak orang berlalu lalang dengan segala kesibukan mereka. Dekor sana sini, berbicara panjang lebar dan segala hal.

Chanyeol melirik Baekhyun yang masih terdiam sambil memandang ke arah bawah, bahu namja itu bergetar, entah karena hal apa. Chanyeol bingung, namun sedetik kemudian dia mengerti kenapa Baekhyun seperti itu.

"Kupikir hanya aku yang terguncang dengan semua ini," ujar Chanyeol menyenderkan diri di dinding dekat tempat mereka berdiri. "Ini memang sedikit tiba-tiba,"

Baekhyun langsung menoleh saat mendengar suara bariton di sampingnya, kemudian menghela napas dan ikut menyenderkan diri di samping Chanyeol. Entahlah, sepertinya dia sama bingungnya dengan Chanyeol.

"Kau bisa menolaknya, kalau kau tidak mau. Aku sama sekali tak keberatan. Aku paham perasaanmu!" ujar Baekhyun tiba-tiba, membuat yang tua agak terkejut dengan penuturan Baekhyun barusan.

"Mana mungkin aku bisa menolak. Kau tidak lihat mereka sangat bahagia?" balas Chanyeol sambil menunjuk sepasang manusia yang ikutan sibuk di bawah. Saat melihat dua anak manis di atas sana sedang menatap mereka, salah satu dari keduanya tersenyum dan melambaikan tangan. Membuat kedua namja itu mau tak mau ikut tersenyum tipis sambil membalas lambaian tangan Jimin dan tersenyun ke arah Sunny.

"Terkadang aku tidak mengerti jalan pikiran orang dewasa!" eluh Baekhyun sambil menghela napas. Membuat Chanyeol menoleh dan mengamati wajah lelah itu. Sepertinya Baekhyun tidak tidur, jelas sekali terdapat dua lingkaran hitam di bawah mata namja itu.

"Kau juga nanti akan jadi dewasa!" balas Chanyeol menggedikan bahu.

"Aku tidak mau!" balas Baekhyun sedikit berteriak membuat Chanyeol hendak balas teriak kalau saja tak melihat ekspresi serius dari namja itu. "Yaa! Aku kan hanya basa basi. Huft! Sabar Chanyeol, sabar!" monolognya.

"Kenapa? Kau harusnya senang jadi orang dewasa. Kau bisa bebas kemana saja dan berbuat apa saja tanpa ada yang melarang seperti anak kecil!" ujar Chanyeol dengan nada selembut mungkin.

Baekhyun menghela napas dan membuangnya ke sembarang arah lalu menatap dalam Hyungnya itu. "Kau tahu. Dulu aku memang sangat ingin jadi dewasa, tapi setelah melihat semua yang terjadi antara Appa dan Eommaku, aku merasa tidak ada senangnya jadi dewasa. Orang dewasa itu egois, bilangnya baik-baik saja, padahal nyatanya? Mereka ahli berbohong! Aku tidak suka. Lebih baik aku jadi anak kecil yang tidak tahu apa-apa, daripada dewasa dengan segala kebebasan yang tidak ada gunanya!" balas Baekhyun menerawang. Flashback dengan kejadian beberapa tahun terakhir yang sedang menimpanya.

Chanyeol terdiam dengan berbagai macam pertanyaan di otaknya, saking banyaknya dia bingung ingin tanya yang mana dulu. Sebagian dirinya setuju, tapi sebagian lain menentang juga pendapat Baekhyun.

"Kau tidak mengerti, Baek. Mereka pasti punya alasan lain untuk itu," balas Chanyeol menenangkan.

Baekhyun melirik sinis ke arah yang lebih tua, bukannya tenang, namja itu malah beranjak dari sana. Sebelum benar-benar masuk ke dalam kamarnya, samar-samar Chanyeol mendengar ucapan datar Baekhyun.

"Kau sama saja dengan mereka, Chanyeol!"

. . .

Baekhyun tersenyum diam di samping Sunny, sementara Chanyeol sendiri tersenyum di sisi Jimin. Kedua orang itu baru saja selesai mengikrarkan janji mereka. Tidak mewah sama sekali. Bahkan acara suci mereka hanya diadakan di rumahnya. Jimin hanya tak ingin terlihat mencolok, lagipula Sunny sama sekali menentang acara mewah-mewah. Dia tak ingin mengulang kejadian yang sama dua kali. Dan menurutnya mau acaranya sederhana pun tidak ada masalah sama sekali.

Dan tamu yang datang juga hanya rekan kerja Jimin di kantor, teman-teman Chanyeol, serta teman-teman Baekhyun. Memang tidak ada yang spesial di acara pernikahan keduanya, namun menurut Sunny, hanya dengan melihat Baekhyun tersenyum saja sudah lebih dari definisi Bahagia untuknya. Dia tahu betul, Baekhyun sangat menentang idenya itu, namun dia harus egois kali ini. Tentu saja, demi kelangsungan hidup Baekhyun. Tepat seperti dugaan Chanyeol, Sunny pasti punya alasan.

"Eomma? Kapan aku bisa berhenti tersenyum seperti ini? Aku sudah pegal, rasanya rahangku ingin lepas. Aku ingin makan!" bisik Baekhyun ke Sunny.

Sunny tersenyum melirik ke arah Baekhyun, dia tahu Baekhyun pasti kesal, namun anak itu tetap menurutinya. Dia beruntung punya anak semanis Baekhyun. Wanita itu tersenyum dan mengusak lembut rambut anaknya, membuat Baekhyun salah tingkah.

"Kau lapar, ne? Makanlah, kau pasti lelah sayang. Ajak Hyungmu sana," ujar Sunny sambil melirik ke arah Chanyeol yang sama lelahnya dengan Baekhyun, karena seharian harus tersenyum lebar ke tamu-tamu yang datang.

Baekhyun tersenyum senang. Dia mengangguk cepat kemudian berdiri ke samping Chanyeol. "Appa? Aku dan Hyung mau ke teman-teman dulu, ne?" tanya Baekhyun.

Jimin mengangguk. "Pergilah, ajak teman-temanmu makan juga!" seru Jimin.

Baekhyun memamerkan jempol dan senyum bulan sabitnya ke arah Jimin, membuat lelaki itu mau tak mau mencubit gemas pipi gembul Baekhyun. Chanyeol hanya bengong melihat kejadian barusan. Jantungnya mendadak berdetak lebih cepat. Ah! Apa-apaan ini? Dia memegang dada kirinya. Kemudian menoleh ke arah lain seraya menetralkan jantungnya.

"Ayo!" Baekhyun langsung menarik tangan Chanyeol agar menjauh dari sana, masih dengan senyum. Namun tak lama kemudian wajah manisnya berubah kembali seperti tadi pagi, Baekhyun segera melepaskan tangannya dari tangan Chanyeol. Membuat namja tinggi itu tersentak kaget.

"Kau pandai sekali berakting!" ujar Chanyeol dengan nada menyindir, seraya berjalan di samping Baekhyun.

Baekhyun memutar kedua bola matanya malas. "Sudah baik aku menolongmu, memangnya kau mau seharian tersenyum seperti orang bodoh di sana?" balas Baekhyun acuh.

"Baiklah, terima kasih untuk yang tadi," ujar Chanyeol menyerah. Dia hanya tak ingin Baekhyun pergi darinya seperti tadi pagi.

"Oh itu tidak gratis, Chanyeollie!" ujar Baekhyun tersenyum. Yaa! Senyum itu lagi. Chanyeol merasa ada yang tidak beres akan terjadi sebentar lagi. "Kau harus mengambilkan makanan untukku. Cepatlah, aku sangat lapar!" titah Baekhyun sambil mendorong-dorong Chanyeol agar segera menurutinya. Benar bukan dugaannya. Dengan rasa kesal, Chanyeol pergi juga ke arah lain hanya untuk mengambilkan Baekhyun makan.

"Ah ya, kalau perlu kau bawakan saja semuanya!" teriak Baekhyun seenak jidat. Membuat Chanyeol memberikan tatapan membunuhnya ke arah namja yang tengah tertawa bahagia di sana.

"Seharusnya aku sadar, kenapa bukan Luhan saja sih yang jadi Adikku? Kalau begitu dia pasti akan pingsan mendengar aku bilang terima kasih! Ck! Menyusahkan saja!" ujar Chanyeol menyomot salah satu kue, kemudian mengambil piring dan memasukkan makanan sesuka hatinya Toh, ini juga di rumahnya, memang siapa yang berani melarang kalau dia mengambil semua makanan itu. Tentu saja jawabannya: Tidak ada.

. . .

"Hai Kyung, Jongdae!" teriak Baekhyun seraya melambaikan tangan. Ah kalau sudah bertemu dengan dua kembarannya, Baekhyun pasti akan berubah manis lagi.

"Baek, kau baik-baik saja?" ujar Kyungsoo agak khawatir. Jujur dia tahu betul bagaimana sifat sesungguh, seorang Byun Baekhyun.

"Gwenchana Kyungie. Apa kalian sudah makan?" tanya Baekhyun mengalihkan perhatian ke arah Jongdae.

"Aku bahkan sudah kenyang, Baek. Ah ya, apa kau tahu, tadi aku bertemu dengan Minseok Hyung dan Luhan serta Sehun, ternyata mereka benar-benar teman Chanyeol. Dan satu lagi, aku lupa siapa namanya yang tinggi itu. Ah ya, Kris." ujar Jongdae seraya menunjuk ke salah satu sudut di mana orang yang sedang dibicarakan Jongdae sedang asyik berceloteh.

"Kau tidak menyebut Jongin, Jong!" ralat Kyungsoo. Jongdae tersenyum penuh arti.

"Kau ingat saja kalau aku tidak menyebut namanya!" Kyungsoo melotot, membuat Jongdae tak jadi tertawa. Jujur dia ngeri dengan tatapan mematikan Kyungsoo itu.

"Kenapa kalian tidak ke sana?" tanya Baekhyun bingung. Namun, Kyungsoo dan Jongdae yang justru bingung dengan pertanyaan Baekhyun barusan.

"Kami kan tidak kenal dengan mereka, Baek. Lagipula, mereka mana mau berteman dengan kami. Aku berdiri di sini saja rasanya sudah asing." ujar Jongdae melirik ke seisi halaman rumah.

"Ah kalian terlalu malu. Mereka pasti baik, percaya padaku." Baekhyun menarik paksa Kyungsoo dan Jongdae yang tidak mau diajak menghampiri gerombolan Chanyeol. Omong-omong, namja itu kemana? Apa dia benar-benar menghabiskan seluruh makanan tadi? Ah entahlah, Baekhyun tak mau ambil pusing.

"Luhan Hyung!" sapa Baekhyun ceria.

Luhan yang asyik bicara dengan kelima temannya langsung menoleh mendengar suara favoritnya. Terlihat Baekhyun dengan dua pengikutnya sedang berjalan ke arah mereka sambil tersenyum.

"Baekkie! Kau cantik sekali!" balas Luhan seraya memeluk namja itu, membuat Jongin ingin muntah rasanya.

"Aku namja Hyung. Dan asal kau tahu, kau sendiri juga cantik!" balas Baekhyun jengah dengan tingkah Luhan.

"Ah baiklah, Baekkie yang tampan. Tapi tidak lebih tampan dariku!" balas Luhan ceria.

"Baek? Jadi pacarku ne? Sarangahe!" ujar Luhan tiba-tiba dengan nada sok imut. Sontak semua yang ada di sana geger otak mendengar ucapan Luhan. Kyungsoo dan Jongdae tersedak liurnya sendiri. Sehun melotot, Jongin dan Minseok memutar kedua bola mata jengah.

"Eh, apa Hyung baru saja menyatakan cinta padaku?" tanya Baekhyun bingung.

"Bisa kau tunjukkan aku dimana sisi ketampananmu itu, Lu?" sepertinya hanya seorang manusia yang tidak mempan dengan ucapan Luhan.

"Diam kau! Ah ya Baek, ini sepupuku namanya Yifan, dipanggil Kris. Tapi, terserah kau saja mau memanggilnya apa toh dia tak akan mempermasalahkan nama panggilannya. Tidak seperti orang yang itu," ujar Luhan seraya melirik ke arah Jongin yang sedang asyik menyemil. Jongin melirik ke arah semua orang dengan tatapan. "Apa? Aku kan hanya tak mau salah paham!"

"Annyeong Yifan Hyung. Ah hai Minseok Hyung!" sapa Baekhyun. Kris tersenyum saja. Sementara Minseok melambaikan tangannya ke arah namja itu.

Luhan menoleh. "Kau kenal dengannya?" tanya Luhan heran. Minseok mengangguk, begitupun dengan Baekhyun.

"Ah ya Hyung. Aku juga ingin mengenalkan kalian teman-temanku. Ini Jongdae dan Kyungsoo." ujar Baekhyun.

"Kyungie?" ujar Jongin mengalihkan perhatiannya dan tersenyum manis ke arah Kyungsoo. Membuat namja mata bulat itu merasakan kokoronya dugeun dugeun. Eaak bahasanya!

"A-annyeong Sunbae!" balas Kyungsoo.

"Ah manisnya," balas Jongin membuat Kyungsoo ingin pingsan karenanya.

"Hai Jongdae, masih ingat denganku?" tanya Minseok tersenyum manis.

"A-a-annyeong Hyung." balas Jongdae salah tingkah. Dia merutuk Baekhyun yang harus melibatkannya di sini bersama Minseok pula.

"Santai saja Jongdae," balas Minseok tersenyum menenangkan. Membuat kupu-kupu di perut kim Jongdae rasanya ingin berterbangan keluar. Melihat senyum itu saja sudah membuatnya bahagia setengah hidup. Karena Jongdae belum mati oke.

"Woah, aku tidak menyangka ternyata kalian sudah saling kenal?" tanya seseorang membuat semua yang ada di sana menoleh. Chanyeol sedang berdiri di dekat Baekhyun.

Mereka melirik aneh ke arah namja itu, sedang Chanyeol ikut menatap bingung ke arah semuanya. Alhasil terjadilah aksi tatap menatap antara Chanyeol, dan Luhan Baekhyun and the geng.

"Kenapa kalian menatapku seperti itu? Ah aku tahu, aku ini tampan tapi tidak usah berlebihan!" balas Chanyeol seraya menaikkan kerah bajunya.

"Huek!" jangan tanya itu siapa, sudah jelas Sehun yang mual mendengar ucapan Chanyeol barusan. "Kau membuatku geli, Chan!" ujarnya sarkastik.

"Kau baru membobol dapur atau bagaimana? Kau belum makan setahun, Chan? Astaga!" balas Minseok menahan tawa. Melihat Minseok tertawa yang lain ikut tertawa. Baekhyun dan Luhan yang paling kencang saking lucunya. Padahal menurut Chanyeol tidak ada yang lucu darinya.

Chanyeol melirik piring yang dibawanya, ah ya semua ini karena piring sialan ini. Yaa! Awas kau Byun Baekhyun! Monolog Chanyeol.

"Yaa! Kau sendiri yang minta dibawakan semuanya, ya sudah aku bawakan. Ini, aku malas bicara denganmu!" ujar Chanyeol sambil menyerahkan piring itu ke Baekhyun.

Baekhyun mengelap air matanya. "Ck! Aku kan hanya bercanda, kau ini baperan sekali sih! Lagipula siapa suruh kau ambilkan semua?" balas Baekhyun tak terima disalahkan.

"Terserah!" balas Chanyeol langsung pergi dari sana. Membuat semuanya mendadak panik. Sehun dan Minseok lah yang paling panik.

"Apa dia marah karena ucapanku tadi?" ujar Sehun bertanya. Namun justru gelengan yang didapatnya.

"Tidak Sehun. Chanyeol marah denganku! Aish, matilah aku!" ujar Minseok pusing. Biarkanlah Sehun dan Minseok dengan segala pemikiran mereka, karena biasanya yang kelihatannya tenang tenang saja, justru itulah yang paling merasa panik.

"Yaa! Kalian ini kenapa sih?" ujar Jongin frustrasi.

"Diamlah hitam!" balas Minseok dan Sehun berbarengan. Jongin tersedak minumannya seketika.

"Aku pamit dulu, kalian mengobrol saja oke?" Baekhyun langaung pergi dari sana untuk mengejar Chanyeol. Sudah jelas, Chanyeol marah dengannya. Bukan dengan Sehun, apalagi Minseok.

Baekhyun melirik seisi halaman, dan dia bersyukur saat menemukan orang yang dicarinya sedang duduk sendirian di tepi kolam berenang. Chanyeol yang tak sengaja menoleh, lantas berdiri dan hendak beranjak dari tempatnya.

"Yaa! Berhenti!" ujar Baekhyun seraya menarik Chanyeol yang sedang berjalan tergesa saat melihat kedatangannya.

Chanyeol diam saja. Dia mengalihkan perhatiannya ke arah lain. "Kenapa kau ke sini? Kalau tidak ada yang penting, pergilah! Aku malas memandang wajahmu!" balas Chanyeol sarkastik tanpa melihat ke arah Baekhyun.

"Aku minta maaf soal yang tadi. Aku hanya mau bilang itu saja. Baiklah, aku akan pergi," balas Baekhyun langsung menarik diri dari pandangan Chanyeol, namun saat sebuah lingkaran tangan berada di pinggangnya, Baekhyun berhenti melangkah dan terdiam dengan berbagai macam perasaan.

Chanyeol memeluk tubuh yang lebih muda itu dari belakang, sementara Baekhyun sama sekali tak berkutik dengan perlakuan Chanyeol barusan. Dua detik setelahnya, barulah dia bergerak gelisah dalam dekapan namja itu.

"Sebentar saja Baek, kumohon!" ujar Chanyeol parau.

Baekhyun tak menjawab, dia hanya diam menikmati momen ini. Matanya terpejam saat deru napas Chanyeol menggelitik di titik sensitifnya.

. . .

Sementara itu di sisi lain.

"Kau berpikir dengan apa yang kupikirkan?"

"Kurasa," balasnya.

"Tentu saja tidak semudah itu. Aku punya ide yang lebih baik. Aku akan menjodohkannya dengan anak temanku!"

"Tapi apa itu tidak akan menyakiti mereka? Aku tidak tega."

"Percayalah ini tidak akan rumit. Ikuti saja permainanku!" ujar orang itu sesekali tersenyum penuh arti ke arah dua orang yang masih asyik berpelukan di salah satu sisi halaman rumah seorang Park Jimin.

TBC

Huaaa Ch6 apdet. Huhu mianhae aku baru muncul. Jujur seminggu pertama operasi aku gam bisa ngapa2in selain baring di ranjang. Minggu kedua lumayan bisa maen hp cuman masih sering pusing. Dan minggu minggu ini alhamdulillah udah nggak lagi hehe. Buat yang nungguin, maaf yak hehe.

Ah ya, jangan lupa Vote EXO di MAMA gaes. Kita diurutan kedua terus yaampun. Akyu syok ngeliat gapnya :( Pokoknya jangan lupa vote gaes. Semangat!

_Baekhyunwife