SWEET LIES

^ByunYuna^

Pairing:

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Other cast:

Xi Luhan

Oh Sehun

Kim Jongin

Do Kyungsoo

Kim Jongdae

Kim Joonmyeon

Zang Yixing

Cast akan bertambah dan berganti dengan sendirinya

^Warning^

Genre cerita Boys Love, Yaoi,

Terima kasih buat reviewnya ya.

Khakikira: ceye kan emang suka gitu loh

Rose: makasih reviewnya

Bona: thanks reviewnya

chalienBee04: soal Lulu, dia beneran suka kok kalau kamu penasaran hehe. Tapi ada tapinya loh. Staytune aja hehe

Happy enjoy Reading!

. . .

"Baek, mau ke kafetaria tidak hari ini?" tanya Kyungsoo saat keduanya sudah berada di dalam kelas.

"Memangnya di sekolah kita ada kafetaria?" tanya Baekhyun bingung.

Namja itu duduk di bangkunya, dia membuka tas dan mengambil jus stroberi yang dia beli di perempatan jalan tadi. Namja itu menegaknya sediki, kemudian menyodorkan sebotol lainnya ke Kyungsoo, yang diterima baik oleh namja bermata bulat itu. Terima kasih! Sirat Kyungsoo tak langsung meminumnya.

"Tentu saja, kau pikir sekolah elit seperti ini tidak memiliki kafetaria. Ah salah sendiri sih kau tidak pernah berkeliling. Jangankan kafetaria, taman, kolam berenang, rooftop semua ada. Tapi kalau rooftop itu sudah jadi hak milik anak kelas 12 sih." balas Kyungsoo menggedikan bahu acuh, toh dia juga tidak akan mati kalau tidak bisa datang ke rooftop.

Baekhyun hanya mengangguk kepala paham. Tapi dia juga bingung mau ikut Kyungsoo atau ke kantin sekolah saja. Ah dan omong-omong kemana perginya si kotak itu? Sepertinya daritadi Baekhyun tidak melihat keberadannya. Tumben-tumbenan dia belum datang di saat jam begini. Baekhyun mengalihkan pandangannya ke luar kelas dimana 4 orang namja sedang lewat diikuti teriakan beberapa yeoja dan namja di kelas Baekhyun.

"Ah Chanyeol Oppa, kenapa kau tampan sekali!"

"Luhan Sunbae juga cantik tau!"

"Kupikir Luhan dan Sehun Sunbae cocok tau!"

"Berisik Oy!"

"Suara kalian mengganggu, sialan!"

"Sirik aja! Ah saranghae Jongin Oppa!"

Baekhyun hanya diam di tempatnya sambil mendengar ocehan tidak jelas dari anak kelasnya. Luhan berhenti diikuti ketiga temannya, namja manis itu melayangkan ciuman jarak jauh untuk Baekhyun. Membuat Baekhyun meringis malu di tempatnya.

"Saranghae Baby Baek!" isyarat Luhan dengan mulutnya. Sehun dan Jongin cuma tertawa maklum dengan tingkah Luhan yang memang suka malu-maluin. Chanyeol cuma mendengus, kemudian tatapannya jatuh ke arah Baekhyun yang juga sedang menatapnya.

Sejenak waktu terasa berhenti di antara mereka berdua, Baekhyun bisa melihat jelas warna biru di sudut bibir Chanyeol masih ada, lalu tiba-tiba otaknya berputar mengingat apa yang semalam di lakukannya di UKS. Ah sial! Baekhyun menggeram pelan, dia langsung menunduk menyembunyikan rona merah yang menjalar di pipinya. Dia sangat malu sekarang.

Kyungsoo yang melihat gelagat aneh dari Baekhyun segera menyentuh pundak sahabatnya. Dengan wajah heran, dia melirik Baekhyun yang masih menunduk. Jujur Baekhyun benar-benar malu. Aish kenapa dia bisa jadi salah tingkah begini sih. Ah salahkan saja Chanyeol yang menciumnya tidak tahu tempat. Oh jadi kalau tidak di UKS kau mau begitu, Byun? Yaa! Otak sialan mikir apa sih! rutuknya seperti orang bodoh.

"Kau kenapa?" tanya Kyungsoo berbisik.

"Apa dia sudah pergi?" tanya balik Baekhyun. Yah, dia yang dimaksud Baekhyun adalah Chanyeol, siapa lagi kalau bukan namja tinggi itu.

"Dia? Dia siapa? Bukankah kau seharusnya bilang mereka?" respon Kyungsoo dengan tatapan bingungnya.

Baekhyun tersadar dengan ucapannya. "Eh, iya maksudku apa mereka sudah pergi?" ujar Baekhyun tergagap kali ini pipinya semakin memerah karena malu.

"Mereka sudah pergi kok, ayo angkat wajahmu!" seru Kyungsoo.

Baekhyun menurut dan pandangannya dialihkan ke luar kelas, benar saja keempat namja tadi sudah menghilang. Baekhyun menghela napas lega, kemudian membenarkan letak duduknya yang agak tak nyaman.

BRAK!

"Yaa! Apa tidak bisa santai saja, Jong!" teriak marah seorang yeoja yang sedang mengoleskan lipstick di bibirnya, saat pintu depan kelas di buka dengan keras oleh seorang namja berwajah kotak yang tadi Baekhyun tanyakan kemana perginya.

Bukannya menjawab, Jongdae justru duduk di bangku guru sambil menatap ke arah siswa yang ada di dalam kelas. Beberapa siswa mendelik sebal ke arah Jongdae, sedang namja itu sama sekali tak menghiraukan tatapan membunuh yamg diberikan anak-anak, terutama yeoja dengan sebuah garis panjang merah di sekitar pipinya.

"Lee Ssaem telat!" ujar Jongdae, kemudian mendapat tatapan terkejut dari seluruh pasang mata di kelas X-A.

"Apa! Bagaimana bisa!"

"Sudah berapa bulan, Jong!"

"Tapi Lee Ssaem kan namja, mana bisa telat!"

"Oy kalian ngomongin apaan sih?" tanya Kyungsoo mendengar respon ambigu teman-temannya. Baekhyun cuma cekikikan tidak jelas membuat Kyungsoo mendelik tajam.

"Maksudku, Ssaem telat datang!" ralat Jongdae sambil bergidik ngeri menatap yeoja yang kini memberikan jari tengah padanya.

"Tuhkan benar, sepertinya kita harus memeriksa gender Lee Ssaem!"

"Yaa! Maksudku bukan itu sialan!" teriak Jongdae berang. "Ssaem terjebak macet, jadi dia tidak bisa datang tepat waktu. Ya Tuhan, kenapa pikiran anak kelas 10 bisa sejauh itu sih?" ujar Jongdae menggeram pelan. Sumpah, dia tidak mengerti apa yang dimakan para cecunguk itu, atau mereka kebanyakan membaca cerita 18+ ah entahlah, buat apa juga Jongdae mengurus hal seperti itu.

"Yah!" koor hampir seluruh siswa, kecuali Jongdae, Kyungsoo, Baekhyun, dan yeoja tadi tentunya.

"Kenapa tidak bilang daritadi sih? Kupikir Ssaem benar-benar telat yang 'itu'!" ujar seorang namja kelewat kecewa.

"Ngomong nih sama bokongku!" seru Jongdae frustrasi dan memutuskan kembali ke bangkunya daripada meladen kalimat tidak waras dari bedebah itu. Begini-begini, Jongdae masih suci tau. Kalo kata Kyungsoo sih. Suci bokongmu! Jelas-jelas ketika ulang tahunmu yang ke 17 kau langsung buru-buru nonton Hentai! Kalau sudah begitu, Jongdae tak akan bisa berkilah lagi.

"Poor Jongdae!" teriak Baekhyun sambil tertawa remeh dan memeletkan lidahnya.

"Kucium baru tau rasa kau!" balas Jongdae tak kalah berteriak. Sontak, Baekhyun terdiam dan menunduk menyembunyikan wajahnya.

"Kenapa si sialan itu malah berkata seperti itu!" erangnya dalam hati.

Kyungsoo melirik Baekhyun, kemudian bergantian melirik ke arah Jongdae yang sedang menyembunyikan wajahnya di balik tas. Tidur sepertinya pilihan yang tepat saat ini untuk Jongdae.

"Baek? Wajahmu memerah!" ujar Kyungsoo sambil memegang pipi mochi namja itu.

"Diamlah!" balas Baekhyun ketus.

.

.

Baekhyun menguap untuk yang ketiga kalinya, pasalnya dia sedang duduk termenung dengan wajah ditekuk, sendirian pula, iya sendirian seperti cowok kurang belaian, pasalnya kedua ajudannya itu mendadak hilang saat ketiganya sedang berjalan menuju ke kantin. Jadi daripada mereka tidak dapat tempat, lebih baik Baekhyun jalan duluan. Dan keputusannya benar-benar salah.

"Hoam!" Baekhyun menguap lagi dan lagi. "Tau begini, mending cari Kyungsoo sama Jongdae dulu tadi! Baekhyun bodoh!" rutuknya pada diri sendiri.

Syukurlah penderitaan Baekhyun tak begitu lama, karena keenan manusia itu sudah kelihatan batang hidungnya. Tunggu sebentar, keenam? Iya keenam, karena bukan hanya Jongdae dan Kyungsoo saja ada di sana, tapi keempat namja yang tadi berada di depan kelas X-A juga mengekor di belakang mereka.

"Hai Baekkie!" sapa Luhan dengan senyum menawan. Baekhyun mau tak mau ikut tersenyun juga, walau pandangannya daritadi terpokus ke namja yang sibuk dengan HPnya itu.

"Kau mau makan apa? Ah, hari ini aku akan traktir kalian semua!" seru Luhan, membuat Jongin dan Jongdae tersenyum senang, kalau urusan gratis mereka berdua akan berdiri paling depan pastinya.

"Jinjja, Lu?" tanya Jongin bersemangat sekali.

"Tentu saja, kapan aku berbohong denganmu?" balas Luhan acuh, karena dia masih fokus menatap ke arah Baekhyun.

"Semua, Sunbae?" kali ini Jongdae yang bersuara.

Luhan melirik ke arah namja itu. "Tentu saja semua, termasuk kau dan Kyungsoo!" tambah Luhan yang semakin membuat mata Jongdae berbinar cerah.

"Ah gomawo, Sunbaenim!" seru Kyungsoo tersenyum lebar, dan dibalas senyuman oleh yang lebih tua.

"Lu kau mau makan apa?" tanya Sehun tiba-tiba. Jongin melirik ke arah Sehun kemudian memikirkan objek semalam yang tak sengaja di lihatnya. Sepertinya dugaan Jongin benar kalau kedua namja itu ada sesuatu.

"Aku mencium bau-bau orang pacaran!" celetuk Jongin tiba-tiba. Membuat Luhan, Baekhyun, Sehun, dan Chanyeol sontak menoleh. Langsung saja senyum penuh artinya tercetak jelas di bibir seorang Kim Jongin. "Ugh, kompak sekali menolehnya!"

"Kau ini bicara apa sih? Sebaiknya kau pesan makanan sana. Ah ya, aku mau makanan apa saja, Hun. Belikan saja sesuka hatimu, yang penting Baekki-ku tidak kelaparan!" jawab Luhan dengan tatapan tajamnya. Sehun hanya mengangguk sekilas, kemudian menarik Jongin agar mengikutinya, untuk sesaat Jongin tak masalah, asal dia bisa makan gratis.

Chanyeol kembali fokus dengan HP-nya, entah apa yang sedang dilakukan namja itu, biarkanlah dia dengan dunianya. Tak berapa lama, Sehun dan Jongin sudah kembali dengan dua pegawai kantin di belakang mereka, yang sedang membawakan makanan yang dipesan kedua namja itu.

"Selamat makan" teriak Jongin seraya melahap makanannya. Jongdae dan Kyungsoo ikut menyumpit makanan mereka berdua. Sementara keempat lainnya makan dengan tenang. Yah sangat tenang. Tidak semua sih.

"Baek, Aaa! Makanan datang!" seru Luhan. Baekhyun menerima suapan dari Luhan, dan Jongin cuma menatap jengah ke arah dua manusia itu. Masih saja kekanakan. Sehun hanya tersenyum manis menatap ke arah kekasihnya itu, kemudian ikut menyuapkan Luhan makanan.

"Buka mulutmu rusa jelek!" seru Sehun mengarahkan sumpit ke arah namja cantik di samping Baekhyun, dan tanpa ragu Luhan langsung menerima suapan itu.

Jongin berhenti menyuap. Aish kenapa mereka ini? Apa hari ini acara suap-suapan seperti anak kecil? Heol, kalian sudah besar kalau kalian lupa. Monolog Jongin sambil adu gulat dengan otaknya. Dia malas melihatnya, jadi dia melanjutkan makan saja, malah kali ini entah angin darimana dia mau berbagi daging dengan Jongdae dan Kyungsoo.

Chanyeol diam di tempatnya, memandang kegiatan ketiga orang itu dengan tatapan datar. Bergantian dia melirik ke arah Baekhyun yang sedang mengunyah makanan, lalu ke arah Luhan yang masih menerima suapan dari Sehun, dan terakhir ke arah namja albino di sampingnya yang sibuk menyumpitkan makananya ke Luhan.

"Apa hubungan Luhan dan Sehun? Tidak biasanya dia mau dekat dengan orang lain, selain Baekhyun!" batin Chanyeol.

"Hyung, minum," rengek Baekhyun. Sontak Kyungsoo menyerahkan minumannya ke Luhan, dan berlanjut ke Baekhyun yang langsung meminumnya dengan rakus.

"Makan pelan-pelan, Baek. Kau ini, kan sudah kubilang kemarin kalau makan itu jangan terburu-buru," ujar Luhan seraya mengelap bibir Baekhyun dengan tisu.

Baekhyun tersenyum manis ke arah Luhan membuat namja cantik itu gemas dan langsung mengacak pelan rambut Baekhyun. "Aish, kenapa kau itu imut sekali sih, Baek!" kali ini Luhan mencubit kedua pipi mochi namja di sampingnya.

BRAK!

Chanyeol menggebrak meja, membuat seluruh tatapan jatuh ke arah namja itu. Bahkan beberapa Hoobaenya yang duduk di belakang bangku mereka langsung mengumpat, karena saking terkejutnya mendengar gebrakan itu. Sementara Chanyeol hanya menatap datar ke arah mereka semua tanpa rasa bersalah.

"Kau pendek! Tidak bisakah kau berhenti melakukan hal bodoh seperti itu! Kau pikir apa posisiku di sini? Hanya diam melihatmu seperti itu, kau tidak sadar apa denganku? Oh atau kau lupa apa posisiku?" ujar Chanyeol, membuat kelima orang itu bingung.

Baekhyun menelan ludah takut. Apa Chanyeol baru saja cemburu dengan Baekhyun karena sudah merengek manja dengan Luhan? Tapi kan Luhan sendiri yang memaksa Baekhyun. Apa Chanyeol benar-benar mencintai Luhan Hyung? Bahkan aku sendiri tidak boleh dekat dengan Luhan Hyung? batin Baekhyun.

Oh tidak! Mata Baekhyun memanas. Sial! Apa-apan dia ini, kenapa malah dirinya yang sedih. Seharusnya dia senang bukan, kalau Chanyeol sudah mau menerima Luhan. Ah bodoh kau Baekhyun! Tidak seharusnya kau seperti ini! Monolognya sambil menahan cairan bening yang berlomba-lomba untuk meluncur di kedua matanya.

"Maafkan aku Hyung, aku tak bermaksud seperti itu! Aku selesai!" pamit Baekhyun langsung membawa dirinya pergi entah kemana, yang jelas perasaannya benar-benar memburuk saat ini. Sudahlah, dia ingin menghilang saja untuk beberapa waktu. Atau sekalian saja dia membolos sampai bel pulang nanti? Sepertinya opsi kedua adalah pilihan yang paling tepat.

Mereka berlima masih menatap kepergian Baekhyun, dan memahami maksud ucapan namja itu. Chanyeol yang pertama kali sadar.

"Argh! Sial!" umpatnya sambil menarik rambut. "Kau salah paham, Baekhyun! Aku cemburu pada Luhan yang bisa sedekat itu denganmu!" batin Chanyeol berteriak kalut.

Luhan hanya diam, Sehun juga, sementara Jongdae, dan Kyungsoo menunduk takut. Jonginlah yang paling bengong diantara kelimanya.

.

.

Bel pulang sudah berbunyi beberapa menit lalu, tapi hal itu tak membuat seorang namja manis bahkan sekedar mengalihkan perhatiannya dari buku. Tidak, matanya memang menatap ke arah buku, tapi percayalah pikirannya sedang mengambang terpisah kemana-mana. Benar, daritadi dia hanya termenung dengan buku sebagai tameng agar dia tak diusir dari tempat itu.

Baekhyun tersadar ketika ada yang menepuk pelan bahunya, dia menoleh dan mendapati namja yang dikenalinya sebagai Ketua Osis itu sedang menatap aneh ke arahnya. Namja itu berkulit putih, dia tersenyum ke arah Baekhyun dan menampilkan di lesung pipi di wajahnya. Ah, manis sekali! batin Baekhyun.

"Kau sendirian? Kenapa tidak pulang?" tanyanya sambil duduk di samping Baekhyun.

"Annyeong, Sunbaenim!" sapa Baekhyun agak canggung.

"Panggil Yixing Gege saja," ujar namja yang bernama Zang Yixing itu. Ya, dia adalah Ketua Osis tahun ini, setelah menggantikan posisi Joonmyeon yang menjabat Osis tahun lalu. Tentu saja karena Joonmyeon sudah kelas 12, dan berkat bantuan Joonmyeon pula Yixing bisa menjabat jadi Ketua Osis.

"Ah ya Gege. Gege juga kenapa masih di sini?" tanya Baekhyun balik.

"Oh, aku sedang menunggu Joonmyeon," balas Yixing kembali tersenyum sambil menunjuk ke arah salah satu rak buku, dan benar saja di sana ada seorang namja pendek sedang sibuk memilih.

"Oh begitu," balas Baekhyun mengangguk paham.

"Kau sendiri? Aku lihat daritadi kau termenung?" tanya Yixing penasaran.

Baekhyun tersenyum kikuk. Ck! Dia ketahuan, sama Ketua Osisnya sendiri pula. Kurang memalukan apa lagi namanya itu. Baekhyun menutup bukunya, kemudian menghela napas. Dia bimbang, apa seharusnya dia memberititahu ke namja ini. Bahkan, ini adalah pertama kalinya mereka berbicara.

"Ah kalau tidak mau cerita juga tidak masalah," balas Yixing lembut dan kembali tersenyum, membuat Baekhyun tersihir untuk sesaat.

"Aku hanya menenangkan pikiranku, Gege," jawab Baekhyun sambil menatap lurus ke depan.

"Yixing? Kau bersama siapa?" tanya seseorang. Baekhyun dan Yixing sontak menoleh.

"Kau sudah selesai? Ah aku hanya mengajak Baekhyun mengobrol, sepertinya dia punya sedikit masalah," ujar Yixing.

Joonmyeon ikut duduk di samping Yixing. "Kau ada masalah apa anak muda?" tanya Joonmyeon sambil menaik turunkan alisnya ke arah Baekhyun.

Yixing mendelik. "Sudah kubilang, humormu itu receh Joon!" ucap Yixing memutar kedua bola matanya malas.

Baekhyun yang tadinya diam, mendadak tertawa keras. Aneh, entah kenapa hanya dengan melihat kedua orang ini bebannya sedikit terangkat. Yixing dan Joonmyeon menoleh, dan saling tatap satu sama lain.

"Lihat, bahkan dia tertawa mendengarnya. Artinya humorku sedikit meningkat!" ujar Joonmyeon bangga.

"Baekhyun itu tertawa karena wajah bodohmu itu, bukan humormu asal kau tahu!" balas Yixing malas.

"Aish sudahlah, terserah apa katamu saja. Aku mengalah, fine!" seru Joonmyeon final.

"Hyung dan Gege benar-benar lucu," ucap Baekhyun tersenyum sampai matanya sedikit menghilang.

"Ah manisnya!" ujar Yixing langsung mencubit gemas pipi Baekhyun. Aish, kenapa harus pipiku lagi sih yang jadi sasaran mereka? Monolog Baekhyun. Salahkan saja pipimu yang seperti kue mochi itu, Byun! kalau kata Kyungsoo.

"Gege? Apa aku boleh bertanya sesuatu?" seru Baekhyun. Baekhyun pikir Yixing adalah orang yang tepat untuk menjawab pertanyaannya. Bukan Kyungsoo, Jongdae apalagi Luhan.

"Tentu saja. Apa yang ingin kau tanyakan?" balas Yixing dengan wajah penuh ingin tahu.

Baekhyun menggaruk tengkuknya sebentar. "Emm, apa salah kalau aku emm menyukai Hyung angkatku sendiri?" entah datang darimana, ucapan itu lolos begitu saja dari mulut Baekhyun. Yixing dan Joonmyeon saling berpandangan untuk beberapa saat, sebelum akhirnya Yixing menatap dalam ke arah namja manis yang sedang menggigit bibir resah menunggu jawaban dari Yixing

"Semua orang boleh jatuh cinta, Baek. Kalau kau suka, kenapa ragu?" balas Yixing.

"Aku, aku hanya bingung, Ge," ujar Baekhyun menghela napas.

"Kau pikirkan baik-baik. Kesempatan tidak datang dua kali. Kalau suka, bilang saja jangan dipendam, ne?" ucap Yixing.

Baekhyun tak menjawab maupun mengangguk. Masalahnya, dia akan dijodohkan dengan Luhan Hyung, Ge. Dan aku tidak ingin egois saja, karena kupikir aku ini masih anak kecil! Bukan orang dewasa! batin Baekhyun bimbang.

Baekhyun yang sibuk dengan pikirannya, tak menyadari keberadaan seseorang di balik pintu perpustakaan. Namja itu daritadi mendengar jelas apa saja yang dibicarakan ketiga orang di dalam sana. Hatinya mendadak berdenyut tanpa alasan yang jelas. Namja itu merogoh kantong celananya, meraih HPnya dan mengetikkan sesuatu di sana kemudian menempelkannya di telinga.

"Halo!" sapa suara di seberang sana.

"Sehun, kau dimana? Aku membutuhkanmu sekarang!"

TBC

Waduh semakin tidak jelas saja ini cerita. Ah yah cuma mau ngasih tahu, kayanya aku bakalan fas update. Dan chapternya gak bakal lebih dari 20. Jadi bentar lagi mau tamat nih FF Yeay! Yehet!. Dan yah kalau ada yang nanya bakalan Happy atau Sad aku ga tau haha. Intinya staytune terus deh.

_Baekhyunwife