Chapter 2 nih…..
Selamat membaca dan jangan lupa review ^^
Kallen juga mau mengucapkan Merry Chrismast and Happy New Year.
----------------------------
Christmast Eve
Desclaimer by Masashi Kishimoto
Story by Kallen Valentine
Pairing SasuSaku
Warning AU, mungkin bakalan OOC
----------------------------
Hari ini seperti biasa, bangun seperti biasa lalu berangkat kerja seperti biasa dan melewati jalan yang penuh dengan kerumunan orang yang menyesakan ini sudah menjadi hal yang biasa untukku, tapi ada hal yang lain hari ini.
" Tunggu anak muda " kata seorang nenek yang tiba-tiba saja sudah ada di depanku, itulah hal yang lain hari ini karena aku tidak pernah melihat nenek yang menggunakan pakaian serba hitam disekitar sini. Lalu ada satu hal yang membuatku penasaran kenapa nenek itu menggunakan pakaian yang bisa dikatakan tidak tebal itu pada musim dingin seperti ini.
" Hari ini pertemuan itu akan terjadi lagi " kata nenek itu, tapi aku mengacuhkannya dan pergi begitu saja tapi begitu aku menoleh ke belakang nenek itu sudah tidak ada.
Hari ini pertemuan itu akan terjadi lagi, sebenarnya apa sih maksud nenek itu? pertemuan dengan siapa? dimana? kalau bertemu dengan orang sih setiap hari aku selalu melakukannya. Ah, aku tidak peduli dengan hal itu sekarang saatnya bekerja.
-
-
Sebentar lagi aku sampai di Jepang, tunggu aku gadis berambut merah muda.
" Hei, ada apa sih kok wajahmu serius gitu? sebentar lagi kita sampai jadi tenang saja tidak mungkin terjadi kecelakaan " kata seseorang yang duduk di sebelahku.
" Iya, aku tahu jangan mencemaskanku seperti anak kecil begitu dong aniki " kataku agak ketus.
" Hihihi, iya deh " jawab anikiku sambil tertawa melihat kelakuanku.
----------------------------
Section Two. Meeting
" Sakura… Sakura… ada apa sih kok bengong saja dari tadi? " tanya Ino sambil menggerak-gerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri di depan muka Sakura.
" Tidak apa-apa kok " jawab Sakura.
" La trus, kenapa dari tadi bengong saja? Memangnya semalam kamu diapain sama Gaara? " tanya Ino blak-blakan.
" Apa maksudmu? " tanya Sakura dengan nada marah tentunya.
" Hei, aku kan cuman bercanda jangan marah kayak gitu dong " kata Ino meminta maaf.
" Iya, tapi bercandanya kerterlaluan. Sudah diberitahu berapa kali kalau aku hanya menganggap Gaara itu kakakku saja tidak lebih " jawab Sakura menjelaskan.
" Iya, aku tahu itu kau kan sudah mengatakannya beberapa kali. Oh ya kalungmu itu lucu banget, dari siapa sih? " tanya Ino begitu melihat kalung yang dikenakan Sakura.
" Tidak tahu, tadi pagi sewaktu aku beres-beres rumah aku menemukannya di kardus tempat mainanku waktu kecil " jawab Sakura sambil memegang bandul kalung itu, " Dan entah kenapa kalung ini sangat berharga untukku padahal aku tidak tahu apa-apa tentang asal-usul kalung ini " lanjut Sakura.
" Sudahlah tidak perlu diingat-ingat lagipula kamu kan pernah kehilangan ingatanmu sewaktu kamu masih kecil. Nanti kalau kamu sakit aku juga yang repot " kata Ino lalu keluar dari ruang ganti tempat kantor mereka. Sementara itu Sakura masih duduk dan mencoba mengingat-ingat siapa yang memberinya kalung tersebut.
" Sakura, ayo cepat sudah waktunya buka " kata Ino dari luar ruang ganti.
-
-
" Terima kasih atas kedatangannya dan ini kembaliannya " kata Ino pada salah satu pelanggan.
" Permisi, apa toko ini juga menerima pesanan? " tanya salah satu pelanggan.
" Iya, anda mau memesan apa? " jawab Sakura, sementara Ino masih sibuk dengan pelanggan yang lain.
" Saya mau pesan Christmast Cake " kata seorang gadis yang rambutnya bercepol dua.
" Untuk Christmast Cake kita menyediakan berbagai jenis seperti ini " kata Sakura sambil menunjukkan buku yang penuh dengan berbagai gambar jenis cake.
" Saya pilih yang ini saja " kata gadis itu sambil menunjuk cake mana yang ia pilih, sementara Sakura mencatat pesanan gadis itu.
" Baiklah, Chocolates Cake with Vanilla Cream. Boleh tahu siapa nama anda? untuk memudahkan kami agar kami tidak salah memberikan pesanan cake-nya " kata Sakura.
" Baiklah, namaku Tenten " kata gadis itu.
" Nona Tenten, kami juga menyediakan jasa pengantaran apakah anda ingin kami mengantarnya atau anda akan mengambilnya sendiri? " tanya Sakura lagi.
" Saya akan mengambilnya sendiri. Tanggal 24 Desember nanti pesanan saya bisa saya ambil kan? " kali ini giliran Tenten yang bertanya.
" Bisa, baiklah saya ulangi lagi siapa tahu jika saya ada yang salah. Nona Tenten memesan Chocolates Cake with Vanilla Cream lalu akan diambil pada tanggal 24 Desember nanti dan anda akan mengambilnya sendiri " kata Sakura mengulangi semua hal yang ia bicarakan dari tadi.
" Ya, betul sekali " kata Tenten.
" Terima kasih karena anda sudah mau memesan di tempat kami " kata Sakura sebelum Tenten pergi dari toko itu.
-
-
" Huff, aku capai sekali " kata Ino sambil merebahkan dirinya di atas sofa.
" Tentu saja hari banyak sekali pelanggannya " kata Sakura yang juga duduk di samping Ino.
" Sudah bulan Desember, Natal sebentar lagi " kata Ino.
" Iya, sepertinya akan sibuk nih " kata Sakura sambil meminum lemon tea hangatnya.
" Iya, jadi tidak bisa kencan " kata Ino dengan nada sedikit sedih.
" Sama Sai kan, mentang-mentang sudah pacaran ingat justru malam Natal itu kita bisa untung besar " goda Sakura.
" Iya iya, kamu sendiri gimana hubunganmu dengan Gaara " tanya Ino yang mengalihkan pandangannya ke Sakura.
" Eh? " kata Sakura terkejut, " Aku sudah bilang bera…"
" Aku tahu kau hanya menganggapnya kakak saja, kau sudah bilang hal ini sering banget " kata Ino sebelum Sakura menyelesaikan perkataannya itu.
" Kamu tahu akan hal itu lalu kenapa kau masih bertanya akan hal itu terus menerus " kata Sakura dengan nada agak sebal.
" Tapi paling tidak buka hatimu sedikit saja, sebenarnya Gaara itu baik " kata Ino.
" Iya, aku akan mencobanya " kata Sakura pelan tapi Ino masih bisa mendengarnya.
Di tempat Gaara
" Hatching ".
Aduh kenapa tiba-tiba aku bersin ya, apa aku sakit atau ada seseorang yang membicarakanku?.
Pasti Sakura dan Ino lagi membicarakanku, sms Sakura aja.
Di bandara waktu yang sama
" Sudah lama aku tidak ke sini " kata Sasuke yang sudah sampai di bandara.
" Sasuke " teriak Naruto dari kejauhan sambil malambaikan tangannya.
" Naruto, tumben menjemputku di bandara " kata Sasuke begitu bertemu dengan Naruto.
" Memangnya kenapa? tidak boleh kalau aku menjemputmu? " tanya Naruto keheranan.
" Tidak sih, cuma heran saja " jawab Sasuke dengan nada cool-nya.
" Apa maksudmu Teme " kata Naruto denga nada marah.
" Sudah… sudah kalian ini dari kecil sampai sekarang masih suka bertengkar " kata Itachi yang tiba-tiba sudah ada disamping Sasuke.
" Eh, Itachi niichan sejak kapan kau ada disitu? " tanya Naruto keheranan tentu dengan sedikit terkejut.
" Sudah dari tadi kok " jawab Itachi dengan seyumnya.
" Dasar dobe semenjak aku menemuimu aniki sudah ada disampingku tahu " kata Sasuke dengan ketusnya.
" Apa maksudmu teme? " kata Naruto yang kini amarahnya sudah mencapai ubun-ubun kepalanya.
Tempat kerja Sakura dan Ino
Hi miss Alice
Anata garasu no me de
Donna yume wo
Mirareru no?
Miirareru no?
From Gaara
081802xxxx
Selasa, 02 Desember 2008
13.13
Sakura, nanti malam kau ada acara?
Kalau tidak aku mau mengajakmu dinner malam ini. Kutunggu ditempat biasa jam 6 sore.
Balas Opsi
" Siapa? Gaara? " tanya Ino.
" Iya ia mengajakku dinner malam ini " kata Sakura yang masih menatap HP-nya.
" Terima saja, bukannya kau akan membuka hatimu untuk dia. Jadi ini kesempatannya " kata Ino.
Hashiridase! Hashiridase!
sora takaku hatakasashi
hatenai kono umi wo koete
sagashi ni ikou yo
From Sakura
085641xxxx
Selasa, 02 Desember 2008
13.27
Ya, aku mau kok.
Sampai nanti malam ya.
Balas Opsi
-
-
Sakura P.O.V
Aduh gawat aku terlambat, Gaara marah tidak ya? semoga saja tidak.
BRUK.
" Aduh maaf " kataku refleks begitu aku menabrak sesorang yang membuatku terjatuh dan orang itu terjatuh juga, kami bertabrakan cukup keras.
" Kalau jalan lihat-lihat dong " kata orang itu tidak berperasaan.
" Iya, aku kan sudah minta maaf " kataku kesal, aku pun memperhatikan orang itu. Dia lumayan tampan juga itu hal yang langsung ada dipikiranku. Tidak Sakura kau harus membuang jauh-jauh pikiranmu itu, kau sudah punya Gaara.
" Hei, kau kenapa menatapku seperti itu? " kata orang itu yang mengembalikan diriku kedalam dunia nyata yang sedari tadi aku sibuk dengan pikiranku.
" Jangan ge-er aku sedang berpikir " jawabku ketus.
" Thinking about me? " kata orang itu menggunakan bahasa Inggris dan aku sama sekali tidak tahu apa artinya.
" Apa arti dari perkataanmu itu? " tanyaku pada pria itu.
" He he he " pria itu cuma terkekeh lalu pergi meninggalkanku begitu saja.
Apa-apaan sih dia, oke memang aku lemah dalam bahasa Inggris tapi aku cukup jago kok dalam hal lainnya.
BRUK.
Bagus hari ini keberuntunganku menabrak dua orang dalam kurun waktu kurang dari satu jam.
" Maaf " kataku sambil membungkukan badan.
" Sakura " kali ini aku mendengar suara yang familiar.
" Gaara " kataku terkejut.
End Sakura P.O.V
Di kediaman Naruto
" Aku pulang " kata Naruto begitu sampai di rumahnya.
" Naruto kau sudah pulang, Sasuke mana? " tanya Itachi menyambut kedatangan Naruto.
" Tidak tahu, katanya dia mau jalan-jalan dulu. Dan yang lebih parah lagi barang bawaanya ditinggal di mobilku, memangnya aku sopirnya " kata Naruto kesal sambil menyeret koper bawaan Sasuke yang super berat itu lalu dibawanya masuk kedalam rumahnya.
" Aku pulang " kata Sasuke, sedangkan Naruto masih menyeret koper miliknya yang baru saja akan menaiki tangga.
" Teme akhirnya kau pulang juga, ini kopermu " kata Naruto, tapi Sasuke malah diam saja dan segera menaiki tangga lalu masuk ke kamarnya. Lalu kopernya masih ada di tangan Naruto yang berusaha menaikkan koper Sasuke ke kamarnya.
Sasuke P.O.V
" TEME, SIALAN KAU "
Aku bisa mendengar suara Naruto yang super duper keras itu dari dalam kamarku, sebenarnya apa yang kulakukan sampai Naruto marah seperti itu?
Ah, I don't care sekarang aku masih kesal sama gadis berambut pink yang menabraku tadi. Tunggu, rambut pink jangan-jangan gadis itu…
BRAKKK
Aku mendengar suara pintu kamarku yang dibuka secara paksa oleh Naruto.
" Ada apa sih? kok kamu marah-marah begitu " tanyaku penasaran
" Ada apa, kau bilang ada apa. Ini kopermu berat banget tahu tidak, susah payah aku menaikannya ke sini bilang terima kasih gitu, eh ini malah tanya ada apa " kata Naruto yang sepertinya marah sekali
" Iya, sory deh. Makasih ya Naruto kun " kataku dengan seyuman mautku. Begitu Naruto melihat seyuman mautku itu dia langsung keluar dari kamarku itu.
----------------------------
Next Section :
Section Three. The Past
----------------------------
