HUAA!!! Maafkan saia kelaamaan apdetnya! Ekstrakulikuler di Sekolah makin menjadi-jadi! Mengakibatkan saia gak sempet-sempet ngelanjutin nih panpik! Udah gitu, mendekati Ujian Semester makin banyak Ulangan ajha!!!!!!! HUA! HUA! (nangis Bombay).

Oh ya! Buat kucingperak senpai tenang aja! Bagian khusus Gaara bakalan muncul di Chapter Spesial Bagian 5! (saia jadi gak sabar ngetik! XD)

Udah deh! Kebanyakan bacot! Selamat Makan..eh baca!^^


CHAPTER SPESIAL BAGIAN 2!!!!

JALAN-JALAN DI ROYAL PARK!!!!!

TEMARI & SHIKAMARU

INO & SAI

Shikamaru, Temari, Ino, dan Sai menuju ke…TAMAN SESAT (sound epek: potong bebek angsa)

Setelah 1 menit membeli tiket akhirnya mereka dapat memasuki TAMAN SESAT!!!

"Aneh deh! Masa loketnya sepi gitu? Mencurigakan nih, firasatku gak enak!" ujar Temari heran.

"Emang firasat bisa dimakan ya? Kok gak enak?" ujar Sai sambil tersenyum, namun tak digubris Temari menyebabkan Sai pundung seketika.

"Cuma perasaan kali" ujar Ino.

"Menurut pemikiran otak kiri otak kanan otak kecil dan logika gue, apa yang dibilang Temari ada benarnya. Coba lihat, daritadi loket itu sepi" ujar Shikamaru sambil mengeluarkan kacamata pembesarnya.

"Tumben Shikamaru setuju dengan apa yang kubilang" batin Temari.

"Jadi masuk gak nih? Atau batal?" Tanya Shikamaru

"JADI" ujar mereka serempak.

-DI TAMAN SESAT-

Begitu mereka memasuki Pintu Taman Sesat, tiba-tiba muncul 2 makhluk biadab yang langsung menyetop mereka berempat.

"STOOOOOOOOOOOPPPP! TUNGGU! WAIT! BERHENTI!!!!!" ujar sang makhluk serempak.

"Heh! Makhluk apa ini?!" jerit Ino kaget begitu sang makhluk muncul di hadapannya.

"Kami adalah…JENG…JENG…JENG…JENG…JENG………..JENG!!!!! BELI JAMUNYA DONG!!!!!! (author dilempar kulit duren oleh para pembaca)

"KALIAN SIAPA?!" bentak Temari kesal

"Eh! Sabar dong non! Kami ini PETUGAS KEAMITAN! EH..KEAMANAN! Aku Kisame dan ini temanku Pein!" ujar sang makhluk persis Hiu itu.

"Terus?" Tanya Shikamaru

"Kalian membawa tas kan? Sini aku periksa!" ujar Pein sambil merebut tas yang dibawa Ino dan Temari.

"Kasar amit! Amit aja enggak kasar!" batin Ino

"Tas ini oke…tas ini…Oh! Ada clurit sama rantai besi!" ujar Pein sambil membuka isi tas Temari.

GLEK

"Buat apa nih non…" belum sempat Kisame melanjutkan kata-kata Temari buru-buru menendang Kisame serta Pein menuju langit ketujuh pangkat tujuh dengan selamat sentausa.

"KABOOOORRRR!!!!!!!!!" ujar Temari menendang teman-temannya masuk ke Lokasi satu. Dan lebih parahnya lagi, Temari tak membaca papan petunjuk apa yang akan ada di Lokasi satu tersebut.

"TEMARI! KAU NGAPAIN SIH?!" ujar Ino sambil mencekik Temari.

"Eh…maap…maap…ghak senghaja! Lepazzin! Ntar kebhuru matih nihh!!!" ujar Temari berusaha melepaskan lehernya dari tangan Ino.

"By the way, Busway, Bawang bombai, Cabai, diulek jadi Jijay…senjata tadi untuk apa?" Tanya Shikamaru masih dalam posisi nungging malas berdiri.

"Ini untuk…KYAAAA!!!!" jerit Temari, sesuatu memegangi pundaknya.

"Eh! Makhluk apa lagi ini?!" ujar Ino shock.

"Aku Pocong…" ujar sang makhluk.

"Emangnya ada pocong pakai baju kondangan? Terus rambutnya lurus kayak gini?" ujar Sai.

"Hiks…hiks…itu masalahnya. Saya kemarin baru pulang dari rapat massal Soul Society. Terus tiba-tiba ada kaktus berjalan yang mengejarku sampai ke tempat ini. Sampai sekarang saya enggak bisa pulang…hiks…" ujar sang pocong menangis membuat Shikamaru monyong seketika.

"Kurasa dia lebih pantas ke Pet Society" batin Ino

"Kamu tersesat?" Tanya Temari dan dijawab dengan anggukan sang pocong.

"Kami juga tersesat" ujar Shikamaru.

"HEH?! KOK BISA?!" jerit sang pocong.

"Kan lagi di Taman Sesat" jawab Shikamaru.

"Taman Sesat? Ini di Taman Ria toh? Tanya sang pocong yang lain mengangguk.

"BENARKAH?! KALO BEGITU SAYA PULANG DULU YA!!! SOUL SOCIETY KAN TINGGAL SERONG KANAN SERONG KIRI! MAEN SERONG WAKAAAASYIK! ADA JURANG CUY! NYEMPLUNG CUY! BERGAYA CUY! KAKI TARUH KEPALA! KEPALA TARUH KAKI! DAN SAMPAILAH KE SOUL SOCIETY!!!!" ujar sang Pocong sambil melompat-lompat ria.

"He?????"

"Terima kasih! Saya pasti membalas jasa kalian! Oh iya, saya Orochimaru! Raja ular yang turun pangkat jadi pocong! Kalau ada apa-apa telpon saya aja! Sampai jumpa!" ujar Orochimaru sambil memberikan sebuah kertas kepada Temari. Ia pun segera melompat meninggalkan Temari, Shikamaru, Ino, dan Sai yang cengo ditempat.

"Astaganagaliwat! Ultramanongol! Ada juga makhluk ciptaan Dewa Jashin yang semacam itu!" ujar Ino (Ino ketularan Hidan!)

"Eh…ini…"ujar Temari sambil membaca kertas yang diberikan Orochimaru tadi. Shikamaru yang ikutan membaca pun melotot seketika.

Tulisan di kertas:

Hai! Cewek!!! Simpan nomerku ya!!! Kapan-kapan kita kencan!!! 999999….

"WHAT IS THAT?! MENDOKUSAI! MACAM MANA PULA INI! OMG!!!!" jerit Shikamaru membuat Temari budek seketika.

"KURANG AJAR!!!! HEI POCONG!!! KUBUNUH KAU!!!!! GRAHHHH!!!" ujar Shikamaru sambil mengeluarkan pemukul baseball bergambar Rusa yang entah didapat darimana.

"Sabar…sabar!" ujar Sai menenangkan Shikamaru. Baru pertama kali ini Sai melihat Shikamaru berteriak-teriak layaknya anjing rabies seperti ini.

"Wah…wah…suami sayang istri nih…" ujar Ino menggoda Temari hingga ia blushing.

"Grrr!!! Awas kau ya!" ujar Shikamaru sambil mengambil Hpnya untuk menelpon si Pocong tadi. Baru beberapa menit menunggu, tiba-tiba sang telepon menjawab "THE NOMER YOU'RE CALLING IS A BABON. PLEASE GO TO ZOO IF YOU WANT MORE DETAIL" Shikamaru pun menggubrak dengan indahnya.

Ino melihat sekelilingnya. Ia pun tersadar bahwa mereka daritadi berdiri di depan sebuah bangunan yang tampaknya tak terurus lagi.

"Temari, tadi kamu lihat apa nama lokasi ini enggak???" Tanya Ino.

"Aku enggak baca" ujar Temari.

"GAWAT!!!! KITA GAK TAU PETUNJUKNYA!!!!" jerit Ino sambil mengguncang-guncangkan Temari.

"Menurut pemikiran otak kiri otak kanan otak kecil dan logika gue, kita tinggal masuk ke bangunan ini" ujar Shikamaru kembali ke wujud semula.

"Tapi kalau gak tahu petunjuknya nanti kita malah nyasar! Terus enggak bisa pulang! Menghabiskan umur di tempat ini! Lalu…mati deh! Aku enggak mau!!!!!!!!!!" jerit Ino.

"Buodoh! Kalau gitu gunanya taman sesat apa donk kalau enggak bikin orang nyasar??? Lagian kan kita bisa telpon temen-temen kita kalo kita tersesat!!! Kan ada petugas juga!!!!" ujar Shikamaru membuat Sai meninjunya seketika karena mengatakan Ino bodoh.

"Udah deh! Ayo masuk!" ujar Temari menendang teman-temannya lagi.

-Di dalam Rumah-

"INI KAN RUMAH HANTU!!!!!!!!!" jerit Ino frustasi begitu melihat ada Vampire sedang minum jus Trenggiling bareng Sandal Jebol eh maksud saia Sundel Bolong.

"Siapa bilang Panti Asuhan!" ujar sang Vampire menghentikan aksi minumnya.

"Ke…kenapa bisa ada Rumah Hantu di Taman Sesat???" ujar Sai bengong.

"Namanya juga Taman Sesat…bikin orang nyasar" ujar si Sambel Terong eh maksud saia Sundel Bolong. (digemplang mentimun sama si Sundel)

"Alah! Tinggal jalan terus keluar!" ujar Temari memandu teman-temannya.

"Gak segampang itu jeng, banyak teman kami menunggu untuk menakuti kalian" ujar sang Vampire (Ingat! Bukan Hantu sungguhan! Kalau enggak si Orochimaru gak usah pulang karena ada Rumah Hantu beneran!)

"Biarin…!" ujar Temari memasuki salah satu pintu.

Suasana dalam ruangan tersebut gelap, sunyi, senyap, sepi, hening. Membuat Temari dkk merinding seketika.

"Eh! Cowok di depan!" ujar Temari berlari ke belakang Shikamaru.

"Huh! Tadi kelihatan berani! Ternyata…" ujar Shikamaru langsung digemplang Temari.

HIHIHIHIHIHI

"Suara apa itu?" ujar Ino merinding.

HIHIHIHIHIHI WKWKWKWKWKWK

"Lho kok nyampur suara bebek?!" ujar Sai

HIHIHIHIHIHI WKWKWKWKWK KUKURUYUK!!!!!!!!!

"Lho kok ada Sasuke???" ujar Temari.

"Emang Sasuke Ayam???" Tanya Shikamaru.

"Dia kan sering tidur bareng ayam!" ujar Temari.

"Tahu darimana?"

"Kata Itachi begitu…"

HAYOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!!!!!

WUAAAAAA!!!!!!!!!!!! Temari dkk menjerit seketika.

"Heh! Ngapain kalian masuk kawasan ini?! Ganggu orang nyanyi aja!" ujar suatu suara

"Nyanyi?" ujar Ino bingung mendengar nyanyian bagaikan cecak kesedak dompet kulit buaya.

"Cuma ada pintu ini sih" ujar Shikamaru.

"Oh iya ding. Kalian akan kami takut-takuti!!!!! Hihihihihi!!!!!!!"

"Menurut pemikiran otak kiri otak kanan otak kecil dan logika gue, kalo mau nakutin orang harusnya gak ngelihatin tampang bego macam itu!" ujar Shikamaru membuat sang makhluk manggut-manggut seketika.

"Nama kalian siapa?" Tanya Shikamaru

"Saia Hidan sang dewa kematian…hihihi" ujar Hidan

"Saia Potong Bebek Angsa , wkwkwk" ujar sang Bebek.

"Saia ayam KFC" ujar si ayam.

"Uwah…yang dewa kematian ganteng juga…" ujar Ino membuat Sai retak seketika.

"Benarkah saia ganteng? Kalo gitu silahkan liwat, hihihi!" ujar Hidan hidungnya memanjang sampai ke Konoha.

"Mudah sekali" batin Temari.

"Eh! Hidan Hidden File Read Only! Bego banget seh! Tugas kita kan menakuti mereka, wkwk! Ujar sang Bebek sambil mematuk-matuk Hidan.

"Iya nih!" ujar si ayam KFC membuat Hidan berlari menerjang klan Uchiha. Sejak saat itu Hidan pun bersatu dengan Madara untuk mendirikan sebuah pabrik Komputer dengan Filenya hidden semua! (bodoh ah!)

Temari dkk menggunakan kesempatan ini untuk kabur menuju tangga yang berada di dalam salah satu peti mayat.

"Nah lho?! Kenapa sekarang kita ada di tempat terang???" Tanya Temari

"Eh! Coba lihat papan disana!" ujar Sai menunjuk salah satu papan yang berada di seberang mereka.

Tulisan di Papan:

SELAMAT! ANDA BARU SAJA MEMASUKI DUNIA HARRY POTTER! SILAHKAN BUKA KOTAK DI DEPAN ANDA!

"Harry Potter? Aku sih taunya Harry Muter-Muter!" ujar Ino sambil membuka sebuah kotak yang berada di depan papan tersebut. Di dalamnya terdapat 4 tongkat sihir beserta jubah.

"Aku malah taunya Helikopter" ujar Sai sambil mengambil salah satu tongkat dari dalam kotak tersebut.

"Aku tahunya Heli…GUK…GUK…GUK! Kemari…GUK…GUK…GUK" ujar Temari sambil mengingat si Akamaru peliharaannya Kibacot guguk.

"Dasar Bego! Masa Harry Potter aja gak tau!" batin Shikamaru. Merekapun segera mengenakan jubah yang ada dalam kotak tersebut.

Setelah beberapa menit, tiba-tiba muncul 4 makhluk tak jelas lagi dan ternyata itu adalah VOLDEMORT BESERTA 3 DEMENTOR SAUDARA-SAUDARA!

"Apa itu?" ujar Ino jijik melihat 4 makhluk itu.

"Jangan berkata sambil memperlikatkan ekspresi aneh seperti itu wahai manusia" ujar Voldemort.

"Eh kamu siapa?" Tanya Sai sambil mengacungkan tongkat sihirnya.

"Hm…bego! Enggak pernah baca Harry Potter ya?!" Tanya salah satu Dementor.

"Enggak pernah" jawab Sai singkat sambil tersenyum.

"Baiklah saia akan memperkenalkan diri. Saia Voldemort, raja dari semua raja penyihir yang sedang mencari anak bernama Harry Potter untuk dinikahi (HE???)

"Apa?! Voldemid???" Tanya Ino

"Hus! Demort!" ujar Shikamaru.

"Dan kami bertiga adalah Dementor, penjaga penjara Azkaban yang sebenarnya adalah Pachinko Center" ujar sang Dementor.

"Heh?! Dementia? Itu jenis Pasta Gigi ya???" Tanya Temari.

"Adanya Pepsodentia kale…" jawab si Dementor sambil menyibak rambutnya (dementor punya rambut???)

"Jujur ya, sebenarnya saia benci tempat gelap…jadi latarnya terang gini! Jangan bilang siapa-siapa ya! Nanti J.K. Rowling ngamuk" ujar Voldemort.

"Terus kalian mau ngapain?" Tanya Shikamaru sambil ngupil.

"Tentu saja…MENYERANG KALIAN! HAHAHAHAHA!!!" ujar 4 oarng makhluk itu sambil terbang menuju Shikamaru dkk.

"Wa..wa..! kalau gak salah mantranya RIDDIKUMUS-KUMUS! Eh…RIDDIKULUS!!!!!!!!!!" ujar Shikamaru sambil membayangkan hal lucu agar mantra sihirnya ampuh.

BOFH! Voldemort berubah menjadi SIMPANSE!!!!!

"HUWAAA!!!!!!!! SAIA JADI SIMPANSE!!!!!!" ujar Voldemort nangis darah, ia pun mengayunkan tongkar sihirnya "AVOCADO KEDABRAK!!!!Eh…AVADA KEDAVRA!!!!!!!"

"BAHAYA!!!!!!!" Shikamaru menahan serangan tersebut dengan mantra Patronusnya yang masih belum seimbang alhasil yang keluar malah segerombolan Rusa tanpa tanduk yang jalannya bukan lari tapi malah ngesot.

"RUSA SPESIES APA INI??!!!!!" jerit Shikamaru sambil membuka Buku silsilah Rusanya.

Temari, Ino, dan Sai bengong di tempat. Mereka enggak tahu apa yang harus diperbuat.

"Kita enaknya ngapain nih?" Tanya Temari.

"Kita lawan Desember itu yuk!" ujar Ino

"Dementor kale…" ujar sang Dementor yang tiba-tiba sudah di belakang mereka masing-masing.

WUAAAAAAAAAA

"Gawat! Mereka enggak tahu mantra-mantra apapun!" batin Shikamaru masih melawan serangan sang Simpanse.

"Aduh! Bagaimana ini??? Mantranya apaan ya?!" ujar Ino sambil berlari-lari menghindar dari serangan sang Dementor.

"TUMBARMIRIJAHE!!!!!!!" jerit Sai ngasal membuat sang Dementor yang mengejarnya menggubrak dengan anggunnya.

"Hah?! Ngawur bisa ya?? Kalo begitu…BANCI KESELEK KADAL!!!!!!!!" jerit Temari membuat sang Dementor yang mengejarnya langsung celingak-celinguk mencari si Banci.

Shikamaru kembali monyong. Baru pertama kali ini ia mendengar ada mantra semacam itu.

Ino yang tak mau kalah pun segera menukar tongkat sihirnya dengan sebuah microfon di toko elektronik yang muncul tiba-tiba. Ino pun bersiap-siap menyanyi "TAK GENDONG KEMANA-MANA!!!!!!" membuat sang Dementor berjoget ria (ada yang tahu lyric lagu ini???)

Shikamaru langsung bimoli (bibir monyong limapuluh senti)

Temari pun menerjang Sang Simpanse dan langsung membantingnya sekuat tenaga, tidak lupa ia menendang teman-temannya untuk KABOOOORRRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!!

Setelah beberapa menggelinding ria, akhirnya mereka berhenti juga setelah menabrak sebuah Papan besar bertuliskan FINAL GAME: ANDA BARU SAJA MEMASUKI HUTAN BELANTARA SEMOGA DAPAT BERTEMU DENGAN TARZAN TOBI!!!!!

"Apaan lagi ini?" Tanya Temari

"HUWAA!!! AKU INGIN PULANG!!!!!!!" jerit Ino nangis Bombay.

"Sabar ya say…suaramu tadi bagus lho mirip yang punya lagu" ujar Sai yang maunya menenangkan Ino tapi malah tampak seperti mengejek.

"Kira-kira di Hutan sana ada apa aja ya?" Tanya Temari

"Ya tumbuhan lah! Masa kambing!" jawab Shikamaru singkat, padat, jelas. Temari pun melirik Shikamaru.

"Apa?" Tanya Shikamaru bingung.

"Tidak" jawab Temari memalingkan wajahnya.

Shikamaru menghela napas, ia pun melangkahkan kakinya menuju Hutan tersebut disusul oleh teman-temannya.

"Sai…I love you…" ujar Ino

"I love you too" balas Sai

"Ehem…ehem…belum malem Jum'at Kliwon, dilarang pacaran!" ujar Shikamaru yang biasanya kencan sama Temari setiap malem Jum'at Kliwon.

"Yang bener malem Minggu peang!" ujar Ino dan Sai serempak, bebarengan, kompak, samaan, apa lagi ya???

"Eh! Lihat! Ada Kambing!!!!" ujar Temari menunjuk suatu makhluk di seberang pohon tua agak ke barat utara timur selatan dikit.

"Shikamaru, di hutan ada kambing tuh!" ujar Sai.

"Menurut pemikiran otak kiri otak kanan otak kecil dan logika gue, HARUSNYA DI HUTAN BELANTARA ENGGAK ADA KAMBING!!!!!" jerit Shikamaru sambil menunjuk-nunjuk sang kambing yang hanya membalas dengan ucapan MBEEEEK!

"Eh! Siapa tahu tuh kambing bisa jadi petunjuk!" ujar Ino sambil mendekati si Kambing.

"Heh! Jangan bertindak sembarangan! Siapa tahu tuh kambing siluman!" ujar Temari menahan Ino.

"Menurut pemikiran otak kiri otak kanan otak kecil dan logika gue, harusnya enggak berbahaya kan ini cuma permainan" ujar Shikamaru.

"Ah…aku lapar nih! Ayo bikin sate kambing!" usul Ino.

"Boleh juga tuh!" ujar Temari disusul dengan Sai dan Shikamaru. Mereka pun mendekati sang Kambing dgn hawa membunuh tinggi. Tidak lupa Temari mengeluarkan clurit dan rantai besinya.

"Aku kira tuh clurit sama rantai buat menghukumku" batin Shikamaru sambil melirik Temari yang mulai mengayunkan rantainya.

Sang kambing yang merasa terancam pun mulai menjauh dari Temari dkk. Si kambing terus berjalan mundur hingga ia tak melihat sebuah batu besar yang membuatnya nyungsep seketika.

"SEKARANG!!!!" teriak Ino. Belum sempat mereka menangkap sang kambing, tiba-tiba terdengar suara horror dari kejauhan yang membuat mereka langsung berpelukan dengan si kambing.

"AAAAUUUUUUUUTTTTTAAANNNNNNNN!!!!!!!!!!!" ujar si suara sambil melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Ia tak sadar kalau di depannya ada segerombolan manusia yang sedang memeluk seekor kambing. Si pemilik suara pun mendekati mereka sambil berlari layaknya film Kucek-kucek bajune eh Kuch Kuch Hotae.

"Haiiiya….adya…anyak-anyak luchu!" ujar si pemilik suara lebay.

"Ada makhluk autis" ujar Temari dkk serempak.

"Kalian cemua ngapain kecini?" ujar si pemilik suara sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Shikamaru yang bengong sampai ilernya netes 1 Baskom.

"MBEEEK" yang menjawab hanya si kambing saudara-saudara!

"WOIII!"

"WWWOOOAA!!!"

"KALIAN SEMUA NGAPAIN DISINI???" si pemilik suara langsung jadi gentle!

"MMMAAAEENNN!!!!!!!!" jawab Temari dkk.

"Oh…maen towh! Kenalin caya Tarzan hutan inyi, nama caya kalo ciank Tobi, tapi kalo malam jadi Tukul Mewarnai" ujar si tarzan yang tak lain adalah Tobi.

"Saia Temari Shugo Charanya Nadeshiko" ujar Temari ngasal.

"Saia Ino Yamanaka, cewek paling cantik se-Konoha" ujar Ino makin ngasal.

"Kenalkan, Sai si baju setengah jadi" jawab Sai tambah ngasal (kenyataannya benar kok…)

"Aku Nara Shikamaru, si IQ 200, yang berarti otak saya adalah sudut reflex" ujar Shikamaru super duper ngasal.

"Ada yang bica caya bantyu???" Tanya si Tobi lebay.

Shikamaru berpikir sebentar, setelah 20 detik akhirnya muncul lampu neon dari kepalanya.

"Keluarkan kami dari Taman Sesat ini!" ujar Shikamaru.

Tobi berpikir sebentar, setelah 1 menit akhirnya muncul lampu minyak dari kupingnya.

"Boleh dweh, tapi maen bentar bareng akyu yaw!" ujar Tobi sambil cengar-cengir tapi gak keliatan karena ditutupi topeng lolipopnya.

Author berpikir sebentar, setelah bersusah payah ia mengeluarkan sebatang korek api dari kepalanya akhirnya ia melanjutkan mengetik naskah proklamasi ini (digemplang).

"Ah…maen apaan?" Tanya Sai tersenyum.

"Ayo…maen…MXITAN!!!!!!!!" teriak Tobi sambil mengeluarkan Hp bututnya.

-MXITAN BARENG TARZAN DIMULAI-

Tobi Anak Baek! (Tobi): Akhirnya punya temen Mxit!!! MUAHAHAHA!!!

Zzzz : Ugh…merepotkan

Suna Girl: Heh! Ayo ngobrol!

Enchanted: Ngobrolin apaan???

Smile is no one: Aku punya Quiz! Apa bedanya komputer baru dengan komputer lama?

Zzzz: Komputer lama lebih lemot!

Tobi Anak Baek!: Komputer baru mahal!

Suna Girl: Hm…masa bodo! Paling lebih canggih!

Enchanted: Fiturnya lengkap yang baru!

Smile is no one: Yang paling mendekati Cuma Shikachangcutters! Tapi masih salah!

Zzzz: Namaku Shikamaru bodoh!

Suna Girl: Shikamaru bodoh?

Zzzz: HWA! SALAH KETIK!

Smile is no one: Yang bener, kalo komputer baru tombol enternya loading cepet, tapi kalo komputer lama tombol enternya loading lama karena enter jadi entar!

Tobi Anak Baek!: Wah seru! Lanjut!!!

Enchanted:Bahasa Inggrisnya bendera adalah FLAG, kalo bahasa Inggrisnya bendera berkibar??

Suna Girl: KIBAR FLAG! (dengan PD-nya)

Zzzz: Ngawur! (padahal dalam hati Shikamaru udah ketawa melihat jawabannya Temari)

Tobi Anak Baek!: FLAG A FLEK A FLEK!

Zzzz: Bodoh!

Smile is no one: Nyerah deh!

Enchanted: Tobi benar! FLAG A FLEK A FLEK!

Zzzz: JDDAAAAKKKKKKKK!

Tobi Anak Baek!: Seruu! Tobi emang pintar! Lagi-lagi!

Zzzz: Sampai kapan kita maen barang ente?!

Tobi Anak Baek!: Satu kali lagi! Ayo nyanyi!

Suna Girl: Anak Ayam turun ke Bumi

Enchanted: Induk Ayam naik ke Langit

Smile is no one: Anak Ayam naik ke Langit

Tobi Anak Baek!: Induk Ayam nyungsep ke Bumi! (disisi lain Sasuke udah bersin-bersin ria)

Zzzz: Enggak masuk nalar! Mana ada nyanyian kayak gitu!

Tobi Anak Baek!: Uwa! Lucu! Baiklah kalian boyeh mengakhiri game inyi! Campai Jumpa Kawan!!!!!!!!!!!!!

-MXITAN BARENG TARZAN END-

Tiba-tiba Tobi menghentakan kakinya membuat Temari dkk yang masih duduk manis di tempat jatuh ke lobang buatan Tobi bersama sang kambing yang masih berada dipelukan Shikamaru.

"WUUUUUAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!"

BRAK! GDUBRAK! GUBRAK! GROMPYANG! GUK! GUK! TOKEK!

Setelah sekian lama menggelinding akhirnya mereka sampai di suatu tempat yang tak lain dan tak bukan adalah…AWAS! TITANIC LIWAT! (author diazab Temari dkk)

"Lho..ini…" ujar Temari membuka matanya "KEBUN BINATANG!!!!!!!!"

"Tepatnya kita sedang berada di lingkungan Monyet" tambah Sai sambil tersenyum.

"Huh! Bajuku kotor!" ujar Ino kemudian ia melihat sekelilingnya "Astaga…KITA DILIHATIN BANYAK ORANG!!!!!!!! MALU!!!!!!!!! KYAA!!!!!!!!!!!!"

"Kurang ajar Tobi! KUBUNUH KAU!!!!!!!!" ujar Shikamaru masih memeluk si kambing sambil berteriak-teriak ria.

Ino menangis-nangis ria.

Sai tersenyum-senyum ria.

Temari berbengong-bengong ria.

Yang melihat bermonyong-monyong ria.

Author mngetik-ngetik ria

SELAMAT DATANG DI TAMAN RIA!!!!!!!!!!! (author berhasil kabor sebelum digigit ayam KFC! MUAHAHAHA!!!!!!!!!!!)

TBC…


Bagaimana? Bagaimana? Aneh ya???? Ya???? Ya????? Kurang seru???? Maklum author lagi pengin ngetik tapi gak ada ide (contoh keras kepala)

Minta Repiew donk! (sambil mengadahkan kaki)

Repiew!

Repiew!

Pew!

Pew!

MBEEEEEKKKKKKKK!

Lho..??

REPIEW PLEASE!^^