Yoo minna-san
Apa kabar minna-san ^_^
Chery kembali membawa chapter baru. Yaa chery harap minna-san suka dengan cerita gaje dari author gaje *gakkokcandadoangauthorgakgajeingat! *yakinluhauthor? *yaterserahdeh *tuhkangaje-.-
Maaf banyak typo berserakan :3
Yoo tunggu apa lagi ?
Happy reading minna-san ^_^
Chapter : 2
Sakura telah berjalan beberapa menit dengan gadis beriris aquamarine dengan canggung. Yahh ini dikarenakan mereka terdiam tanpa ada yang mau berbicara dulu. Tetapi melihat mimik muka masing-masing mereka sepertinya ingin mengatakan hal yang terselubung.
"Aku ingin bertanya Ino-chan. Apa boleh?" Ucap Sakura memecah keheningan diantara mereka
"Ah ya tentu saja boleh Sakura-chan. Mau tanya hal apa?" Jawab Ino dengan senyum yang mengembang.
"Anu, hari ini test-nya akan dilakukan secara tertulis bukan?" Ucap Sakura dengan menatap muka Ino serius
"Ya kau benar test-nya tertulis. Dari yang ku dengar dari siswa-siswa lain yang akan ikut test, soalnya sama seperti UN kita saat SD. Yaa itu membuatku lega karena kukira soalnya adalah hal rumit yang tak pernah kita pelajari di SD. Oh ya aku lupa!. Jangan menatapku seperti itu jidatmu itu mengerikan kau tau?" Jawab Ino dengan sumringa dan menggaruk pipi yang tak gatal. Waah jujur sekali kau Ino!.
"Waah syukurlah, aku juga merasa lega. Apa kau bilang jidatku mengerikan? Jidatku hanya lebar tau!. Harusnya kau lihat muka mu dengan sumringa tadi. Seperti babi kau tau Ino-chan hahaha..." Sakura tertawa sambil memegang perut.
"Dasar jidat lebar! Aku akan memanggilmu jidat mulai sekarang. Jadi biasakanlah weeekk.." Ino menjulurkan lidah lalu berlari meninggalkan Sakura.
"Jangan lari kau pig! Kemari kau akan ku beri kau hukuman!" Senyum Sakura tak bisa dibendung lagi. Ini yang dia inginkan seorang teman yang tak bertopeng. Itu yang ada dipikirannya tentang Ino.
.
Sekitar lima menit acara kejar-kejaran Sakura dan Ino berlangsung di lapangan basket sekolah. Tak lama kemudian terdengarlah bel masuk yang menandakan calon siswa baru berkumpul. Semua calon murid baru berkumpul di lapangan utama sekolah ini. Tsunade senju selaku kepala sekolah langsung mengambil posisi untuk mengatakan hal penting bagi peserta test hari ini.
"Ohayou anak-anak, saya selaku kepala sekolah akan memberi arahan kepada kalian untuk mengikuti test pagi ini. Daftar nama-nama kalian telah di buat dan kalian akan terbagi menjadi 10 kelompok. Sekarang cari nama kalian di kelas yang tersedia dan minta tolonglah kepada kakak osis yang menjaga ruangan test. Aku beri kalian waktu satu jamYaa sampai disini saja sekarang bubar !" Para siswa calon anak baru tersebut berhamburan kesana kemari mendengar intruksi kepsek.
.
Sakura POV
"Aduhh dimana yahh namaku berada? Aku jadi bingung mencarinya dasar kepsek sialan dia kira mudah apa mencari satu nama diantara gelombang manusia ini?" Ucapku kesal karena ulah kepsek sialan. Kenapa tidak langsung memberi pengenal yang sudah ada urutan kelompok. Menyebalkan!
"Jidat aku sudah tau ruang test ku. Aku di ruang lima. Semoga berhasil yahh dan setelah test selesai kita makan siang bersama ok jaa..." ucap Ino lalu pergi meninggalkanku sendiri dengan di antara gelombang manusia ini
"Baiklah masuklah ke ruangan mu pig" teriakku untuk menjawab ucapan Ino tadi sembari melambaikan tangan.
Normal POV
Sakura tidak tau bahwa dibelakangnya ada anak laki-laki yang mendekatinya. Lalu anak itu menepuk bahu Sakura, kontan saja membuat Sakura berbalik dengan terkejut. Wahh hari ini sudah dua orang yang melakukan hal ini padanya sungguh ini seperti adegan horor bukan?
"Hei manis sudah tau ruanganmu?. Perkenalkan namaku Sasori dan aku adalah ketua osis di sekolah ini. apa mau kubantu mencari ruanganmu? Kita bisa mulai dari ruang satu karena kurasa kau belum memeriksanya bukan?" Ucap anak laki-laki yang tentu saja badannya lebih besar dan tinggi dari Sakura. Ucapannya lembut seraya tersenyum manis untuk Sakura.
"Ah ya Sasori-senpai aku belum menemukan namaku di ruang tiga ini kurasa namaku ada diruangan lain. Aku mau di bantu oleh mu senpai. Aku memang belum meriksanya dan yahh aku lupa namaku Sakura Haruno" jawab Sakura sembari membalas senyum manis anak laki-laki yang bernama Sasori itu.
Mereka lalu berjalan berdampingan yang ternyata tanpa Sakura sadari banyak pasang mata yang memperhatikan mereka mulai dari tatapan iri, cemburu, kesal dan sebagainya. Bagaimana tidak? Tak pernah sekalipun seorang wanita terlihat begitu dekat dengan si ketua osis. Mereka semua tau bahwa untuk dekat dengan ketua osis yang termasuk dalam daftar pria tertampan seantero sekolah sangatlah susah. Dia hanya dekat dengan beberapa siswi disekolah ini itupun karena mereka mereka temannya dari kecil. Sungguh beruntung kau Sakura.
.
Tak lama kemudian Sakura dan Sasori telah berada di depan ruang satu. Mereka baru saja akan melangkah masuk, tiba-tiba..
Drrrtt-drrrtt
Sasori merasakan getaran hpnya di saku celananya lalu segera mengambilnya. Ternyata itu sebuah panggilan, terbukti dengan Sasori mengangkat hp nya untuk didekatkan pada telinganya. Sasori bersautan dengan seseorang di seberang sana. Lalu menutup panggilan itu
"Sakura maaf aku ada panggilan dari kepsek. Kau periksalah dan jika ada namamu segeralah masuk jika tidak maka berdirilah di sini sekitar lima menit lagi aku akan kembali kesini jaa..." ucap Sasori dengan berjalan menjauh sambil melambaikan tangan.
"Iya tak apa. Aku bisa sendiri dan terima kasih telah membantuku senpai" balas sakura dengan lambaian tangan
.
Sakura lalu berjalan mendekat menuju meja dengan beberapa anggota pengurus osis disana. matanya terbelalak ketika melihat anak laki-laki yang begitu familiar baginya yang sedang berdiri dan bersandar di dinding di dekat meja itu. Sakura bergegas mendekatinya.
"U-utakata-kun kau-kau kah i-itu" ucap Sakura tergagap karena tak percaya dengan pandangan yang dilihatnya sekarang. Seoang anak laki-laki yang berdiri satu langkah didepannya
"Aku bukan Utakata aku Sasuke. Apa aku begitu mirip dengannya sehingga kau mengira aku Utakata?" Ucap pria yang dengan muka datarnya lalu menatap tajam Sakura
"Ah gomen kukira kau adalah Utakata-kun karena gaya rambutmu sama seperti dia. Yaa karena lama tak melihatnya sehingga aku jadi salah orang."ucap Sakura dengan nada yang rendah menandakan dia kecewa karena salah orang.
Hei bukan semuanya salahku bukan. Gaya rambutnya itu sangat mirip dengan Utakata-kun. (Ceritanya rambut Sasuke itu kayak di Boruto : Naruto Next Generation)
.
"Lalu apa maumu? Mau aku bersifat seperti Utakata? Aku bisa melakukannya jika kau mau! Bukankah penampilanku sudah sama seperti Utakata ?" Tanpa diduga seorang seperti Sasuke menggoda Sakura dengan seringai tipis.
Blush
"Ah tak perlu aku akan mencari Utakata-kun sendiri. Aku tak mau merepotkanmu Sasuke-san" pipi Sakura blush karena ucapan Sasuke
"Ini perintah karena telah mengangguku kau tau!" Ucap Sasuke di dekat telinga Sakura. Lalu menyeringai lagi
"Ba-baiklah Sasuke-san sa-sampai nan-ti a-aku harus men-ca-cari na-maku" ucap Sakura terbatah dan rasa panas telah merayapi mukanya sedari tadi sejak Sasuke berbisik padanya.
"Carilah jika ketemu masuklah sampai nanti" Ucap Sasuke lalu pergi meninggalkan Sakura yang masih terpatung
"Oh baiklah Arigato Sasuke-san" ucap Sakura yang masih mematung dan beberapa saat kemudian masuk ke ruamg satu. Ruang satu adalah ruang yang di dalamnya adalah anak-anak yang memiliki nilai tinggi diantara nilai anak lainnya di ruang lain. Dengan kata lain nama-nama calon siswa baru diurutkan berdasarkan tingkatan nilai rata-rata yang telah di berikan dari siswa dengan surat keterangan nilai yang ada di buku laporan mengenai nilai yang telah di susun oleh staf yang mendapat tugas dari kepsek.
.
Setelah masuk ruang satu ternyata masih ada sepasang iris onyx yang memperhatikan Sakura dari kejauhan. Yah tebakanmu benar itu Sasuke, Sasuke memang berjalan menjauh tetapi berhenti untuk melihat Sakura sekali lagi
"Aku lupa menanyakan namanya. Tapi aku tak akan lupa dengan rambut merah muda seperti bunga sakura itu dan wangi cherry di tubuhnya tadi, ini akan menarik" ucap Sasuke dengan senyum lebar kali ini. Dia akan menguasai permainan ini pikirnya.
.
Tanpa Sasuke sadar ternyata bukan hanya Sakura yang tanpa sadar diperhatikan. Dari kejauhan ada seorang anak laki-laki yang sedari tadi memperhatikan Sasuke dan Sakura
"Aku akan menikmati ini. Mari berpesta Sasuke Sakura" Seringai lebar nan seram terpampang jelas pada muka anak laki-laki ini. Dia memang dari sejak masuk gerbang sekolah hingga saat ini dia terus membututi Sakura. Dia sangat senang karena Sasuke akan menjadi peran penting dalam pestanya.
.
.
T
B
C
Bagaimana minna-san ? Tidak buruk kan? Aku harap ini cukup menghibur kalian
Balasan review :
Shinji : Arigatou pujiannya Shinji-san. Yaah aku akan berusaha lebih baik lagi. Arigatou atas sarannya. Jangan lupa review lagi yah ^.^
Komagata Haniko : sebenarnya saya lupa buat pair nya sekarang udah saya buat. Sebenarnya ini pair Sasusaku gomen membuat mu kecewa Haniko-san. Ini cerita bakal sampai ke SMA tapi mungkin gak cepat dan langsung ke SMA ceritanya. dan ini udah lanjut kok. Jangan lupa review lagi yah ^.^
Sa'adah337 : haha gomen saya tidak tau tentang karangan yang kamu maksud :3. Yosh arigatou semangatnya. Jangan lupa review lagi yah^.^
pearlipsgurl : ini udah lanjut kok. Jangan lupa review lagi yah ^.^
