Yoo minna-san

Chery kembali membawa chapter baru ^.^

Warning : OOC, Typo, dan yang lain juga dah pokoknya

Chapter 4

Hari mos sekolah telah tiba. Sakura telah mempersiapkan diri dan mental untuk menghadapinya. Sakura bersyukur ada Ino yang banyak memberi tahu soal mos. Jujur Sakura bahkan tidak tahu apa singkatan dari mos. Bertanya pada Tayuya-nee? Sama saja bertanya pada patung! Bukan tanpa alasan. Sakura sudah menanyakannya tetapi malah Tayuya seperti tidak mendengarkannya sedikit pun. Bukankah sebagai kakak yang baik dia harusnya memberi tahu bukan. Mau tanya sama saudara yang lain? Jangan harap malah di suruh cari jawabannya sendiri

.

Sakura berangkat sekolah memakai mobil. Tapi bukan ia yang menyetir tapi Tayuya yang menyetir. Sakura belum bisa mengendarai mobil. Sakura rasa dia di permainkan oleh kakaknya pada hari pertama mosnya. Kenapa? Karena Tayuya sengaja memperlambat rutinitas paginya untuk mempermainkan Sakura. Sakura banyak sekali orang yang mau mempermainkanmu. Jadi Sakura bersabarlah..

.

"Kaa-san lihat Tayuya-nee!. Lelet sekali kayak siput!. Nanti aku bisa terlambat pada hari pertama mos ku. Nanti aku akan mendapat hukuman jika terlambat" Sakura berucap geram.

"Sabar Saku-chan. Tayuya-chan tadi telat bangun jadi beginilah."jawab Mebuki lembut sambil tersenyum lembut.

Bukankah yang salah dia karena bangun telat?. Kaa-san apa tak tahu ini hari pertama mos? Pagi yang sial!

"Atau jangan-jangan tidak sabar bertemu dengan Utakata hmmm.." Oh God ini bahkan masih pagi Tayuya memang sengaja kali ini.

"Cukup Tayuya-nee jangan aneh-aneh ayo berangkat sekarang" aSakura langsung berdiri pergi meninggalkan meja makan lalu langsunh keluar rumah lalu menunggu Tayuya di dekat mobil sambil bermain hp samsung nya.

Tayuya lalu menyusul Sakura dan segera tancap gas ke sekolah. Sakura berhasil dibuat bad mood oleh Tayuya. Dasar Tayuya suka sekali mempermainkan Sakura

.

Sakura tiba di sekolah dengan kurun waktu yang hampir membuatnya telat. Baru satu langkah saja Sakura masuk gerbang sekolah, bel sekolah telah berbunyi

.

Dan disinilah sekarang Sakura dia berkumpul bersama dengan kelompoknya. Sakura mendapati namanya berada dalam kelompok satu lagi dan harus terpisah dengan Ino tadi. Saat Sakura menanyai Ino, Ino menjawab bahwa ia berada di kelompok tiga.

Sakura berkumpul di lapangan basket sekolah. Kegiatan mos hari ini hanya berwisata ria keliling sekolah. Sekolah ini sangat luas dan tentu saja ruangannya tak sedikit. Jadi bukankah ini tidak terlalu sulit bagi Sakura?

Dan hei Sakura salah besar!. Tali kesialan Sakura belum putus. Sakura mengharapkan yang menjadi salah satu 'pemandu wisata' kali ini adalah Utakata. Ternyata Utakata tidak berada di kelompok satu melainkan entah di kelompok mana ia berada. Tetapi 'Utakata KW' yang ada di kelompok ini. Siapa lagi kalau bukan Sasuke!

.

Sakura hendak meminta maaf perihal kemarin saat test dengan Sasuke. Bukankah Sakura lupa dengan hal 'itu' karena terhipnotis terhadap pertemuannya bersama Utakata?. Sakura berjalan mendekati Sasuke yang sedari tadi berada di belakang kumpulan manusia ini.

"Ah gomen Sasuke-senpai aku gadis yang kemarin. Namaku Sakura Haruno, aku tidak bermaksud tuk tidak menemuimu kemarin. Kemarin aku bertemu dengan Utakata-kun yang sebenarnya. Jadi untuk penawaranmu aku tak akan mengambilnya. Kau tahu maksudku Sasuke-senpai. Sekali lagi gomennasai Sasuke-senpai" ucap Sakura pelan karena takut mungkin Sasuke akan marah besar karena menolak kebaikan hatinya untuk menolong Sakura.

"Hn. Tapi kau harus kuhukum nona" ucap Sasuke dingin dengan berbisik di telinga Sakura

Dan sekali lagi hanya dengan berbisik seperti itu. Wajah Sakura dibuat memerah. Sasuke langsung meninggalkan Sakura di belakang rombongan. Sasuke memilih berjalan lebih memilih membuat Sakura menjadi seperti sekarang ini

.

Setelah ditinggal Sasuke sendirian di belakang rombongan. Sakura merasa sangat takut sekarang. Takut jika Sasuke akan melapor pada Sasori si ketua osis untuk menghukumnya. Sasuke bilang akan menghukum Sakura bukan?. Hei Sakura kau masih berpikir akan begitu. Dasar polos..

.

Drrrtttt drrrrttt

Sebuah pesan masuk di hp Sakura. Sakura menggunakan mode getar agar tidak menganggu orang lain. Saat Sakura melihat layar hp samsung nya ternyata ia mendapat sebuah pesan dari orang yang ia sukai. Siapa lagi jika bukan Utakata?

Uta-kun : Sakura saat jam istirahat ayo makan siang bersamaku.

Sakura senang sekali saat ini dia seperti diajak kencan. Bolehkah gadis ini berkhayal sebentar?. Sakura cepat membalas pesan dari Utakata

To Uta-kun : Baiklah Uta-kun. Sampai nanti

Sakura menepuk jidat lebarnya setelah mengirim pesan. Ia lupa bahwa ia akan makan siang bersama Ino. Sakura Sakura pelupa sekali kau ini

'Bagaimana ini? Apa yang harus ku katakan pada Ino? Uuhh bodoh sekali kau Sakura! Bisa-bisanya kau lupa!.' Batin Sakura

Drrrttt drrrttt

Sakura melihat lagi layar hp nya yang bergetar kembali. Dia kira Utakata membalas pesannya ternyata malah Ino yang mengirim pesan. Tunggu! Apa? Ino?.

Ino pig : Sakura gomen. Aku akan makan siang bersama dengan Sai-kun. Ini untuk pembalasan ku yang kemarin. Tetapi aku masih berbaik hati padamu karena aku memberi tahu dulu padamu. Jadi ku anggap kita impas

'Waaah Ino kau penyelamatku' Sakura membatin sambil tersenyum sambil memeluk dirinya sendiri

Sakura membalas pesan Ino dengan cepat. Dia tak ingin nantinya Ino berubah pikiran sekarang

To Ino pig : Baiklah. Bersenang-senanglah dengan Sai

Sakura lalu mengirim pesannya. Sakura tersenyum lagi dan tidak sadar ternyata dia di perhatikan oleh orang lain dari tadi

"Sakura apa yang kau lamunkan? Kau senyum-senyum sendiri. Apa kau sakit atau apa?" Ucap si ketua osis Sasori sambil memegang lembut pundaknya dengan nada yang lembut.

"Ah tidak Sasori-senpai. Aku tidak sakit" balas Sakura dengan terkejut dengan nada bergetar.

"Baiklah kalau begitu. Sakura ayo kita susul yang lainnya. Kita hampir tertinggal sekarang ." Sasori berucap sembari tersenyum.

"Hai Sasori-senpai" Jawab Sakura kemudian lalu membalas senyum Sasori dengan senyum manisnya.

Sakura dan Sasori berjalan berdampingan di belakang rombongan. Sedangkan Sasuke di depan rombongan dengan beberapa panitia yang sesekali melirik arah Sakura yang ternyata sedang bercanda gurau bersama si ketua osis. Ada apa Sasuke apa kau cemburu hm?

.

Jam istirahat untuk makan siang sedang dinikmati Sakura dan juga Utakata sekarang ini. Sakura dan Utakata berbincang-bincang sambil memakan makan siang mereka yang mereka beli di kantin.

"Sakura. Boleh aku bertanya sesuatu?" Utakata menampilkan mimik wajah serius setelah berkata seperti itu

"Boleh saja Uta-kun. Apapun yang mau kau tanya, akan ku jawab" Jawab Sakura santai lalu meminum susu kotak rasa stroberi miliknya

"Apakah aku boleh kerumah mu. Seperti dulu. Aku rindu dengan Tayuya-nee, Karin-nee dan semuanya" Utakata memasang mimik muka memohon kali ini.

"Yah tentu saja. Kau boleh kerumahku. Em jika kau mau langsung kerumah ku kurasa nanti kau bisa mengikuti kami nanti. Maksudku mengikuti aku dan Tayuya-nee yang memakai mobil. Lalu kau ikuti kami dengan motor mu itu. Bukankah kau kemarin bilang kau sekolah pakai motor?" Ucap Sakura panjang lebar. Hei Sakura penjelasanmu terlalu panjang kau tahu?

"Ok. Nanti pulang sekolah aku akan menunggumu di jemput Tayuya-nee" ucapnya lalu melirik jam miliknya yang dipakai Utakata pada tangan kirinya "Ayo kita ke kelompok kita masing-masing Sakura. Aku ada urusan sekarang. Dan kurasa kau tidak mau berlama di sini sendirian bukan?" Utakata berdiri dan sudah mengambil langkah

"Tentu saja. Ayo Uta-kun" Sakura berdiri dan menyusul Utakata.

.

Sasuke sekarang berada di atap sekolah bersama teman-temannya. Mereka memang biasa berkumpul di atap sekolah. Apalagi saat jam makan siang seperti ini

"Teme, kau tahu? Aku bertemu gadis cantik di kelompok dua. Aku jatuh cinta padanya teme. Apa kau mau menolongku?" Ujar pria dengan rambut warna kuning berbentuk durian

"Tidak mau dobe" jawab Sasuke dingin yang di panggil 'teme' oleh pria tadi

"Siapa Naruto?. Aku akan membantumu. Dengan jabatanku sebagai ketua osis aku bisa menolongmu kau tahu?" Ujar pria berambut merah siapa lagi kalu bukan Sasori kepada Naruto yang di panggil 'dobe' oleh Sasuke tadi

"Tidak. Terima kasih ketua. Aku tidak mau gadis itu malah memujamu. Seperti uang terakhir kali aku meminta tolong padamu" jawab Naruto dengan nada kesal

"Baiklah-baiklah aku tak jadi menolongmu. Hm, bagaimana denganmu Sasuke apa kau akan menyatakan cinta pada gadis itu. Bukankah sekarang kesempatan bagus?" Sasori melirik ke Sasuke setelah mengatakannya

"Hn" jawab Sasuke singkat dan dingin tentunya.

.

.

.

.

T

B

C

Balasan review ^.^

Shinji : Udah update nahh . Review lagi yah ^.^

Abi-san : udah update nahh. Review lagi yahh^.^

RnR yaah minna-san

Kritik dan saran dari minna-san adalah motivasi dalam membuat fanfic ini

Arigatou untuk yang review maupun silent readers ^.^