Disclaimer : Masashi Kishimoto
Chapter : 5
Sepulang sekolah Sakura dan Utakata menunggu di gerbang sekolah. Mereka bahkan telah menunggu lebih dari setengah jam. Mereka menunggu kakaknya Sakura, siapa lagi kalau bukan Tayuya Haruno?. Sakura berjalan mondar mandir. Dia gelisah dan juga kesal karena menunggu lama.
"Dasar. Dimana gadis itu? Lama sekali dia!" Sakura mendengus kesal"Jika dalam waktu lima menit gadis itu tidak datang aku ak..." Sakura menoleh ke arah suara mobil yang mendekat. Sakura kenal mobil itu tidak slah lagi. Tayuya keluar dari mobil dan berjalan mendekati Sakura dan Utakata.
"Apa kau Utakata?" Tayuya terkejut melihat seorang lelaki di samping Sakura. Tayuya menunjuk ke arah Utakata
"Ya. Ini aku. Kau Tayuya?" Tanya Utakata balik
"Ya. Ini aku. Apa kabarmu Utakata? " Tayuya mengulurkan tangan pada Utakata. Utakata menyambut tangannya"Aku merindukanmu"tambah Tauya
"Seperti yang kau lihat sekarang. Dan satu hal lagi" Utakara menarik Tayuya lalu memeluknya. Seraya berbisik pelan ditelinga Tayuya"aku juga merindukanmu"
Sakura merada mukanya telah memerah panas. Bukan sensasi seperti yang Sakura harapkan. Dia kesal, marah dan cemburu.. . Tentu saja bukan? Sakura menyukai Utakata. "Hemm hemm" Sakura berdehem keras agar mereka berdua sadar dengan keberadaannya. Sakura menyilang kedua tangannya di dada
"Gomen Tayuya-nee" Utakata melepas pelukannya pada Tayuya lalu melangkah mundur dan menunduk malu
"Tidak. Tidak apa-apa. Seseorang tengah cemburu sekarang. Bisa kau lihat Utakata?. Hahahaha..." goda Tayuya pada Sakura lalu berbalik dan melangkah ke arah mobil dan menambahkan"Ayo Sakura kita pulang"
"Aku tidak cemburu" tukas Sakura" Sudah dari tadi aku mau pulang Tayuya-no-baka" Ucap Sakura geram. Lalu menoleh ke arah Utakata"Ayo Uta-kun"
"Iya iya" jawab Utakata lalu menaiki motor dan menghidupkannya
Mobil anak gadis Haruno telah melaju kencang dan disusul oleh Utakata di belakang. Setelah sampai dirumah Tayuya lalu berlarian masuk ke dalam rumah lalu berteriak"Aku akan memberi tahu orang di dalam. Jika kau datang Utakata"
"Baiklah Tayuya-nee" balas Utakata
Utakata dan Sakura berjalan berdampingan menuju ke pintu utama rumah keluarga Haruno. Utakata berhenti tepat di depan pintu yang membuat Sakura bingung. Apa ada yang salah? Apa Sakura bau?
"Ada apa Uta-kun?" Sakura bertanya gusar
"Tidak. Tak apa-apa. Hanya saja aku telah begitu lama tak memasuki rumah keluargamu. Aku merasa malu"
"Malu? Apa kau bercanda?. Sudah-sudah ayo masuk" Sakura memegang tangan Utakata dan menariknya
.
Sekarang Utakata di dalam rumah keluarga Haruno. Dia disambut keluarga Haruno dengan ramah. Utakata merasa seperti dulu , seperti di Oto dulu. Dia tak menyangka akan disambut baik seperti ini. Pada malam harinya Utakata telah duduk bersama di meja makan bersama keluarga Haruno. Mereka bercanda dan tertawa, mereka juga ber flashback ria. Setelah makan malam Tayuya, Sakura dan Utakata duduk bersama di depan tv. Ini moment menakjubkan bukan Sakura. Bukankah ini yang kau inginkan?. Bersama Utakata seharian. Apalagi Utakata memutuskan menginap. Hari sempurna untukmu, bukankah begitu Sakura?
"Aku akan ke dapur. Aku mau mengambil makanan ringan dan juga minuman kaleng. Bukankah menonton film harus seperti itu?" Tayuya berdiri dan melangkah ke arah dapur.
"Yah bawakan aku dua minuman kaleng Tayuya-nee" jawab Sakura
Sakura dan Utakata duduk dengan jarak yang tak bisa dikatakan dekat dan juga tak bisa dikatakan jauh. Mereka menonton film 'The Amazing Spiderman' dalam diam. Tiba-tiba Utakata berdiri
"Sakura. Aku mau ke kamar kecil" ucap Utakata
"Baiklah. Silahkan, kau tahu bukan dimana letaknya?" Sakura menoleh ke arah Utakata
"Iya aku tahu. Di dekat dapur. Tunggu dua menit lagi oke. Aku hanya mau menerima panggilan alam oke?" Utakata mengedipkan sebelah matanya
"Cepatlah. Sebentar lagi adegan yang keren akan muncul" Sakura tersenyum
Utakata berjalan menjauh ke arah kamar kecil. Dan sekarang Sakura sibuk menonton dengan antusias. Tiga puluh menit kemudian Tayuya atau pun Utakata belum kembali. Apa sebegitu lama nya mempersiapkan makanan ringan dan minuman kaleng? Apa Tayuya melafalkan mantra terlebih dahulu. Apa sebegitu lama nya ke kamar kecil hanya untuk buang air kecil?. Apa mungkin Tayuya sakit perut lalu ke kamar kecil?. Atau mereka ke kamar kecil bersama? Tidak. Jauhkan pikiran negatif itu Sakura!
Sakura berdiri lalu berjalan pelan-pelan menuju ke arah dapur. Sakura kembali memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi di antara kakak dan orang yang disukainya. Dari pikiran positif dan berakhir ke pikiran negatif yang membuat Sakura semakin gundah
Mata Sakura terbelelak seketika dan mulutnya menganga. Sakura dengan cepay menutup mulutnya. Sakura terkejut setengah mati melihat ke arah depan. Ke arah sesuatu yang begitu mempengaruhi pikiran Sakura seperti pukulan dari banyak orang. Sakura membeku dan diam seribu bahasa. Sakura cepat-cepat memyadarkan dirinya. Lalu berucap pelan "Apa yang kalian lakukan?"
Utakata terlihat tengah mencium Tayuya. Mereka melakukannya di dinding dapur. Menyadari ada orang lain di dekat mereka. Tayuya cepat-cepat mendorong dan berlari menuju Sakura
"Ini tak seperti yang kau pikirkan. Ini hanya sebu...' belum selesai Tayuya bicara. Sakura telah mengangkat tangannya seperti mengisyaratkan 'berhenti bicara kau brengsek!'
Muka Sakura memerah dan panas. Bukan karena malu, tapi karena gejolak kemarahan yang menyelimuti dirinya. Air mata Sakura tak dapat di tampung lagi. Air matanya tumpah begitu saja. Seperti sungai yang mengalir deras
"Cukup. Aku cukup tahu. Cukup tahu dengan hubungan kalian. Gomen telah menjadi 'perusak hubungan kalian berdua'." Sakura berbalik lalu berlarian ke arah kamar dan tanpa memikirkan lagi yang berada di belakangnya. Sakura langsung mengunci pintu kamarnya dan mengurung diri di dalamnya.
.
Sasuke mondar mandir di kamarnya. Dia tengah kesulitan sekarang. Kesulitan untuk menyatakan cintanya atau tidak pada gadis idamannya. Dia berpikir keras untuk itu. semenjak Sasori mengatakan hal ini di atap tafi. Uchiha satu ini tidak bisa berfokus pada hal yang lainnya.
Sasuke geram dan menjatuhkan tubuhnya dengan kasar ke kasur kingsize nya. Dia mengumpat lalu mencari hp nya di atas kasurnya.
Lalu Sasuke mengetik pesan singkat
'Aku akan menunggumu besok di depan perpustakaan
U.S'
Dan langsung mengirimnya cepat dan melempar hp nya sembarang. Sekarang Sasuke telah memutuskan pilihannya. Pilihan yang membuatnya tenang sekarang dan mengurangi ketegangan di dalam dirinya
Sasuke akan menyatakan cinta nya besok.
Tak lama kemudian Sasuke tertidur. Sasuke seperti orang ling lung jika telah menyangkut tentang masalah gadisnya. Memang Sasori lah yang bisa membuat hati seorang Sasuke Uchiha menderita seperti ini. Sasori memang orang yang hebat bukan. Tapi membuat hati Sasori goyah akan pesona seorang gadis sangat susah. Jika di beri urutan diantara Naruto, Sasori dan Sasuke. Maka Sasorilah orang terkahir yang akan menjadi orang terakhir yang akan terpesona oleh seorang gadis. Dan urutan selanjutnya kalian telah tahu bukan?
