Chapter : 6

.

.

.

.

Sakura tak tahu harus bagaimana saat ini. Dia menangis dalam diam di kamarnya, banyak hal yang masuk melintasi jalan pikirannya. Sakura tak tahu bagaimana lagi dia harus terus bernafas. Melihat kejadian tak terduga di dapur tadi adalah hal paling menikam hatinya. Apa yang ada dipikiran kakak perempuannya dan pria yang ia sukai sedari dulu itu yang telah memadu kasih di depan matanya. Ini sudah tengah malam tapi mata Sakura masih enggan untuk berlayar ke pulau kapuk

"Kenapa..kenapa..Nee-chan..Uta-kun...kenapa...hiks...brengsek!"Sakura semakin mempererat pelukannya pada guling di dekapannya

.

Tayuya juga keadaannya tak jauh berbeda dengan Sakura. Ia takut adiknya akan membencinya, menjauhinya bahkan yang lebih parah Sakura tak akan lagi menganggap Tayuya sebagai kakak perempuannya.

"Gomen.. Saku-chan...gomen..hiks"

Flasback On

Derap langkah kaki seseorang terdengar semakin mendekat. Tayuya masih belum berbalik. Tayuya tak akan menyangka langkah kaki itu akan menjadi malapetaka.

"Sakura... tunggulah sebentar lagi pop corn nya matang. Ini kau bawakan duluan minuman ini. Mungkin Uta-kun haus dan ini ju... ternyata kau Uta-kun. Kukira Sakura tidak sabar lagi menunggu. Kau mau minum? Ambil saja" Tayuya berbalik lalu kembali terfokus ke arah oven yang membuat pop corn nya

"Baiklah Tayuya-nee aku mau ambil minuman kaleng ini" Utakata membuka kaldng minumannya. Lalu meneguk beberapa kali dan meletakkannya di meja

"Dan Tayu..."

"Gomen Uta-kun. Bisa kau tunggu pop corn ini. Aku harus ke kamar kecil" Tayuya berlari kecil

Braakk

Belum sempat Utakata menjawab. Pintu kamar kecil itu sudah tertutup. Lama juga Utakata menunggu sampa-sampai pop corn tadi sudah matang dan telah Utakata persiapkan berdampingan dengan beberapa minuman kaleng. Utakata melirik ke arah jam tangan yang dia pakai, dua puluh menit sudah Utakata menunggu. Karena tidak sabaran. Utakata berjalan mendekati pintu kamar kecil

Tok tok tok

Utakata mengetuk pintu itu. Seraya berkata "Tayuya apa kau tidur?"

"Ti-tidak aku tidak tidur hanya saja perutku sangat sakit"

"Apa kau baik-baik saja sekarang?"

"Tidak. Ya. Aku baik-baik saja. Tunggu sebentar"

"Baiklah"

Beberapa lama kemudian Tayuya keluar dari kamar kecil. Lalu berniat memeriksa makanan dan minuman tadi. Baru beberapa langkah Tayuya melangkah dan hampir melalui Utakata..

Grep

"Ada apa Uta-kun?" Tayuya berbalik dan memiringkan kepala karen bingung melihat ekspresi muka Utakata yang tak dapat diartikan

"Tayuya-nee.. atau bisa ku panggil Tayuya-senpai.." Tayuya tertarik ke pelukan Utakata. Lalu Utakata berbisik di telinga Tayuya seraya berkata dengan nada menggoda "atau mungkin Tayuya-chan.."

"Apa maksudmu ? Jangan kurang ajar Utakata!" Tayuya mendorong Utakata dan membuat mereka terlepas dari pelukan

"Oh Tuhan. Aku tidak bermaksud begitu Tayuya-chan. Aku hanya ingin mengungkapkan isi hatiku. Apa aku salah?" Utakata menyeringai

"Apa maksudmu mengungkapkan isi hati?"

"Astaga! Kau sangat tidak peka Tayuya-chan" Utakata mengelus lembut pipi Tayuya

Tayuya menepis tangan Utakata" Sialan!. Apa maksudmu hah?"

"Aku mencintaimu Tayuya-chan. Aku mencintaimu"

"Demi tuhan apa aku salah dengar?. Bukankah kau mencintai adik ku, mencintai Saku-chan?"

"Omong kosong macam apa itu? Aku mendekatinya agar bisa mendekatimu lebih mudah. Aku hanya menganggap adikmu itu hanya sekedar adikku"

"Tapi justru kau mendekati adikku. Dia jadi suka padamu. Dia menyukai mu Utakata"

"Cih. Yang ku cintai itu kau Tayuya Haruno hanya kau"

"Tapi aku tid...hmmphh" belum selesai Tayuya menyelesaikan ucapannya. Utakata telah menciumnya. Utakata mendorong tubuh Tayuya ke arah dinding. Tayuya mencoba memberontak tapi tak kuat. Apalah daya sekarang tenaga Tayuya tak cukup memeberontak kuatnya Utakata. Hingga suara gadis terdengar

"Apa yang kalian lakukan?

Tayuya mendorong Utakata dengan tenaga terkahirnya. Dan terlepas dari jerat Utakata lalu berlari menuju gadis yang tak lain adalah Sakura

"Ini tak seperti yang kau pikirkan. Ini hanya sebu..." belum selesai Tayuya menjelaskan. Sakura telah mengangkat tangannya untuk berhenti bicara

Sakura berbalik dan lari. Tayuya pun ikut berbalik mengarah ke Utakata

"Kau tahu? Aku tak menyukaimu apalagi sampai mencintaimu Otsutsuki-sama. Jangan ganggu adikku lagi ingat itu. Dan jangan lupa bahwa aku sekarang telah menyandang status 'berpacaran' dengan seorang Uchiha saat ini" Tayuya berbalik dan berlari tanpa ingin mendengar jawaban Utakata

"Akan ku bunuh Uchiha itu. Jika bukan aku yang mendapatkan hatimu. Maka tak seorang pun yang akan mendapatkannya" Utakata berucap dingin

.

Flashback off

keesokan harinya Sakura maupun Tayuya tak ada yang mau memulai bicara satu sama lain. Utakata langsung pamit pulang saat sarapan tadi di kediaman Haruno. Bahkan Utakata tak ikut sarapan

Mobil dua gadis Haruno ini sekarang telah berhenti tepat di depan gerbang sekolah Sakura.

"Saku-chan aku.. go"

"Sampai jumpa Haruno-san"potong Sakura cepat. Lalu keluar dari mobil dan menutup pintu cukup keras

Deg

Mata Tayuya terbelelak kaget. Apa yang diucapkan adik nya seakan telah menikam tepat di jantungnya. Sakura tak menganggap lagi Tayuya sebagai kakak perempuannya.

"Gomen..hiks..Saku-chan..sungguh...ini..hiks..hanya..kecelakaan" jedah sejenak" ini..hiks..salah..Otsutsuki sialan itu"

"PERSETAN DENGAN OTSUTSUKI" Tayuya langsung tancap gas setelah berteriak

.

Sasuke sudah mondar-mandir di depan perpustakaan dia tak tahu harus bagaimana. Ia takut apa gadis itu akan menolaknya? Apa gadis itu membencinya? Apa gadis itu sudah punya kekasih? Apa gadis itu..

"Aaarrrggghhhh..."Sasuke menjerit frustasi lantaran gadis dambaannya tidak muncul sedari tadi. Mungkin yang dipikirkannya tadi memang benar.

Sasuke baru ingat dia tidak memberitahu gadis itu jam berapa mereka harus bertemu. Oh astaga, dasar Uchiha satu ini jadi linglung begini. Merasa tindakannya itu bodoh, Sasuke mengeluarkan hp nya lalu mengetik pesan

'Aku sekarang menungg'

"Ohayou Sasuke-kun" sapa seorang gadis yang menghentikan Sasuke mengetik pesannya. Ini dia yang di tunggu. Gadisnya telah datang..

"O-oha-you Shion-chan" Sasuke jadi gugup jika telah berhadapan dengan gadisnya

"Ada apa Sasuke-kun? Mengapa kau mengajakku kesini?. Apa kau mau meminta tolong padaku mencari buku?"

"Ti-tidak. Aku hanya ingin mengungkapkan sesuatu"

"Katakan saja"

"Aku mencintaimu Shion. Jadi pacarku yahh?" Sasuke merasa mukanya sudah memerah seperti tomat kesukaanya. Dia hanya menunduk dari tadi

"Em.. aku.."

"Hahaha.. tak apa jika tak mau" Sasuke tertawa hambar

Cup

Sasuke semakin memerah mukanya karena Shion telah mencium pipinya

"Aku terima dengan senang hati Sasuke Uchiha. Ayo kita ke lapangan. Aku rasa ketua osis telah mengumumkan sesuatu pada seluruh panitia pengurus mos"

Shion mengenggam erat Sasuke lalu berlari sambil menarik Sasuke. Sasuke sangat senang ternyata gadisnya juga mencintainya.

'Shion mencintaiku! Mencintai? Apa tadi Shion mengatakannya? Tidak!. Hey tapi dia mencium pipi ku. Berarti dia mencintaiku. Cinta tak harus diungkapkan oleh kata-kata bukan?' Batin Sasuke

Mos hari kedua berlanjut dengan seru hari ini. Yaa tak semua orang sih. Seru untuk panitianya saja, yang sial adalah siswa baru. Sebagai contoh dari sekian banyaknya dari siswa baru yang sial hari ini adalah Sakura Haruno di kelompok satu. Bagaimana tidak sekarang ia tengah...

"Potong bobok ongso...mosok do koolo..nono monto donso...donso ompot kolo..sorong ko konon..sorong ko koro...lolololololololo~" Sakura berhenti bernyanyi. Dia menyanyikan lagu itu sambil membuat gerakan sesuai lirik lagu.

"Hahahaha...lucu sekali kau"

"Kau berbakat Sakura.. hahahaha"

"Merdu sekali...hahahaha"

Sakura merasa mukanya telah memanas karena malu. Dia menutup mukanya dengan dua tangannya.

'Sialan kau Sasuke' batin Sakura

Dan yahh siapa lagi kalau bukan Sasuke pelakunya. Yang membuat Sakura jadi seperti ini. Dia menghukum Sakura dengan alasan Sakura tidak membawa tugas yang diberikan. Padahal Sakura membawanya. Ternyata ia telah membayar orang untuk mengambil tugas itu selagi Sakura ke kamar kecil tadi.

Hey nona bukankah pangeran ini telah memperingatkanmu akan hukuman?

"Hn. Tapi kau harus kuhukum nona"

Sakura menepuk pelan jidatnya. Sekarang dia tahu maksud Sasuke. Ternyata Sasuke bersungguh-sungguh untuk memberi hukuman padanya. Betapa bodohnya kau Sakura.

.

"It's a bad day ever" gumam Sakura pelan di depan gerbang sekolah. Sekarang sekolah telah usai. Dia menunggu kakak perempuannya sekarang

"Akhirnya"

"Hey Sakura. Ayo pinky naiklah"

"Hn" ucap Sakura dingin

Tayuya yang sedari tadi tersenyum sekarang tak lagi terlihat setelah ucapan dingin adiknya. Sakura telah berubah. Bahkan saat memasuki mobil Sakura hanya menoleh ke arah luar jendela mobil. Sampai tiba dirumah pun Sakura langsung keluar tanpa mengucap sepatah kata pun pada Tayuya.

"Ini semua salahmu Otsutsuki"

.

.

.

T

B

C

Chery Uchiha