Chapter : 7
Yooo minna-san
Lama gak muncul :v
Gomen baru ada sekarang T.T
Hiatusnya kelamaan : (
Sekarang Chery udah kelas
3 SMA _
Jadinya sibuk banget T.T
Harap di maklumin yah minna-san : D
Hontou ni sumimasen minna-san
Buat nunggu lama X'D
Hontou ni arigatou gozaimasu minna-san
Buat nunggu lama XD
Yosh langsung ke cerita nya : D
Oh shit! Hari sial macam apa ini? Bikin sakit hati, bikin sesak hati, bikin kesal hati. Serangan bertubi-tubi kau tahu!. Cukup sudah Haruno muda ini tidak tahan lagi!. Dia harus bagaimana? Tolong seseorang!, tolong gadis ini. Sakura tengah mengunci diri di kamarnya sekarang dalam keadaan gegana gelisah galau merana.
"Huuu aaahhhh... Aku harus bagaimana lagi ini? Aku harus apa.. Apa.." Sakura mengangkat tangannya keatas sambil tiduran.
"Ya aku tahu!. Aku akan bersenang-senang dan melupakan kesialan dan kekesalan ku di taman hiburan saja"
Sakura langsung beranjak dari tempat tidurnya lalu bersiap-siap untuk pergi ke taman hiburan. Setelah selesai dengan menggunakan warna baju lengan panjang yang mempunyai motif bunga Sakura senada dengan warna rambutnya dan memakai celana jeans kekinian pada saat ini dan tak lupa flatshoes hitam yang membalut kakinya dia sekarang siap. Sakura lalu keluar dari rumah tanpa lupa berpamitan kepada ibunya. Dan dia juga tidak memikirkan tentang Tayuya saat ini.
*CheryUchiha*
Sakura telah sampai di taman hiburan saat ini. Dia masih berjalan-jalan sambil menengok ke kiri dan ke kanan saat ini. Dia masih menikmati suasana nya dalam keramaian itu. Sampai Sakura melihat ada bianglala di hadapannya. Dia langsung berlari menuju loket untuk membeli tiketnya. Pada saat gilirannya untuk membeli tiket petugas berkata
"Dik bianglala minimal dinaiki dua orang. Jadi kamu tidak bisa menaiki nya"
"Oh ayolah, kumohon satu kali ini saja" Sakura memohon sambil menunjukkan muka melasnya pada petugas itu
"Tidak bisa dik, maaf yah"
"Denganku saja, bagaimana?" Terdengar suara perempuan di belakang Sakura, ketika dia menoleh dia melihat seorang gadis.
"Waah terima kasih, nah pak bisa kan.. Hehe"
"Baiklah" Jawab petugas itu.
Lalu Sakura dan gadis itu menaiki bianglala bersama. Beberapa menit terasa sangat canggung karena tidak ada yang memulai pembicaraan. Sampai ada salah satu berkata
"Ah sumimasen, aku tadi bertindak seenaknya begitu. Namaku Hinata Hyuga yoroshiku "
"Daijoubu desu. Ah iya aku Sakura Haruno, yoroshiku"
"Oh bukankah kau Sakura Haruno yang tadi di hukum oleh Sasuke-senpai di sekolah? Ah sumimasen mengingatkan hal semacam itu "
Raut muka Hinata menjadi terkejut.
"Hehe.. Iya itu aku, kau sekelompok denganku? "
"Iya, aku sekelompok denganmu"
"Hei kau tahu. Padahal aku sudah membawa tugas itu, tapi entah hilang dimana"
"Oh astaga, berarti yang kulihat itu punya mu, tadi aku melihat Shino membuang itu. Kukira itu rusak atau bagaimana, dan sebelumnya aku melihatnya membongkar tas untuk mengambilnya. Apa warna tas mu? "
"Tas ku bewarna pink hitam"
"Dan tas yang kulihat tadi juga bewarna pink hitam"
"Hinata kurasa itu memang tas ku, besok aku ingin kau lihat tas ku. Aku harap itu benar tas ku Hinata. Tolong aku yah"
"Baiklah. Aku yang akan menjadi saksimu besok dan juga satu orang lagi yang melihatnya namanya Tenten"
Sakura sekarang berpikir kenapa orang yang bernama Shino itu berbuat jahat padanya. Bahkan dia tidak mengandung siapa Shino itu. Dia tidak memiliki masalah dengan orang lain saat ini.
Sakura menghabiskan waktunya di taman hiburan bersama dengan Hinata sampai sore. Lalu mereka pulang bersama, ternyata rumah Hinata dan Sakura berdekatan, hanya ada empat rumah diantara rumah mereka. Sakura mendapat teman baru lagi saat ini, dan itu membuat hatinya senang.
*CheryUchiha*
Keesokan harinya Sakura telah menunggu di depan pintu masuk menunggu Hinata datang. Sesaat kemudian ada orang yang berdiri di depan dirinya. Saat Sakura menoleh ternyata itu adalah seorang pemuda yang tak dikenali olehnya.
"Ohayou cantik, perkenalan nama ku Kankuro salah satu anggota OSIS yang mengawasi kelompok 2. Bolehkah aku tahu siapa nama gadis ini"
"Ohayou Kankuro-senpai. Namaku Sakura Haruno"
"Hmm nama cantik seperti orangnya"
"Waah senpai bisa aja" Sakura menoleh ke samping dan langsung melihat Hinata yang semakin mendekat
"Senpai aku duluan, jaa.. " Sakura langsung berlari menghampiri Hinata.
"Ya baiklah, aku ke kelas sajalah" Kankuro berjalan menjauh dari kelas Sakura.
"Ohayou Hinata" Sambut Sakura dengan senyum.
"Ohayou Sakura" Balas Hinata dengan senyum pula.
"Ayo ke kelas dan lihat tas ku"
"Baiklah"
Mereka langsung menuju kelas, saat masuk kelas mereka langsung menuju ke meja Sakura meletakkan tasnya.
"Oh astaga Sakura ini memang tas itu. Benar ini tas yang ku lihat kemarin"
"Dan sekarang yang mana namanya Shino, Hinata beritahu aku"
"Itu yang tengah duduk di belakang pojok kanan"
"Akan ku hampiri orang jahat itu" Sakura langsung berjalan menuju Shino tanpa babibu lagi.
"Hey, apa kau yang namanya Shino? Ikut aku ada senior yang menugaskan kita berdua mengambil sesuatu di perpustakaan"
"Baiklah" Shino berdiri tanpa bertanya lagi.
Setelah itu saat mereka di depan perpustakaan, Sakura langsung berbicara
"Kau kan yang membuang tugas ku kemarin? "
"Tunggu, bicara apa kau? Apa buktinya aku melakukannya. Jangan menuduh sembarangan! " Balas Shino
Tiba-tiba tanpa diduga Hinata menjawab
"Aku saksi yang melihat itu. Bukan hanya aku yang melihatnya kemarin. Tenten juga melihat nya. Benarkan Tenten? "
"Iya benar aku melihatnya"
"Hey, hey tunggu!. Aku melakukan nya karena terpaksa"
"Apa maksudmu jelaskan! " Ucap Sakura.
"Aku di paksa oleh Sasuke-senpai melakukan nya karena aku takut dia akan menghajar ku"
"Apa kau jujur? " Tanya Tenten
"Tentu saja dia lah pelaku sebenarnya. Aku takut padanya, aku ini anak yang lemah"
"Baiklah aku percaya padamu, tapi jika kau berbohong kau akan menerima akibatnya" Ucap Sakura tajam sambil menunjuk muka Shino lalu mengajak Hinata dan Tenten kambali ke kelas.
"Sialan kau Sasuke" Ucap Sakura dengan muka kesal dan marah.
Saat menuju ke kelas dia tidak sengaja melihat Sasuke bersender di dinding kelas.
"Hinata Tenten aku mau melabrak Sasuke aku duluan yah teman-teman" Sakura berjalan ke arah Sasuke sambil melambaikan tangan ke arah Hinata dan Tenten.
"Baiklah" Jawab mereka kompak.
Sakura berjalan dengan percaya diri menuju Sasuke.
'Mati kau Sasuke' batin Sakura
Ketika didepan Sasuke dia langsung menarik tangan Sasuke tanpa permisi
"Hey mau apa kau" Bentak Sasuke
"Ikut saja dulu" Balas Sakura.
*CheryUchiha*
"Ok sekarang apa mau mu padaku nona? " Tanya Sasuke santai
"Hey harusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa mau mu padaku? "
"Bermain dengan mu" Sasuke memajukan muka nya ke arah muka Sakura sambil tersenyum manis.
'Kawaii' batin Sakura dan tanpa sadar pipinya telah memerah
"Apakah kau baik-baik saja nona? " Sasuke hendak memegang dahi Sakura tapi telah di tangkis oleh Sakura
'Tunggu apa yang kupikirkan' batin Sakura lalu Sakura menggeleng beberapa kali.
"Hey mau a-apa kau! " Bentak Sakura.
"Mukamu merah nona, apa kau sakit" Sasuke memasang muka seperti anak kecil yang tengah perhatian terhadap adik bayinya.
'Tidak mungkin mukaku memerah'
"A-aku tidak apa-apa" Jawab Sakura sambil menoleh ke samping" Hey tunggu dulu. Apa maksudmu bermain denganku?" Kata Sakura yang telah balik ke muka seriusnya.
"Yahh.. Kau tahu bukan arti kata 'bermain'? Aku cuma mau 'bermain' denganmu, apa salah nona? "
"Aku tahu 'bermain' yang kau maksud itu, aku tak mau 'bermain' denganmu. Cari saja teman lain untuk 'bermain' " Setelah Sakura mengatakan hal itu dia langsung berbalik dan pergi meninggalkan Sasuke disana sendirian.
"Tidak bisa karena yang akan 'bermain' denganku hanya kau Sakura Haruno" Sasuke menyeringai tipis lalu pergi ke kelas nya lagi.
*CheryUchiha*
"Astaga Sakura kau harusnya memberikan dia balasan yang pantas atas apa yang kau terima. Tapi, kenapa tadi jadi seperti itu" Sakura merutuki kebodohannya kali ini.
"Hey Sakura, ada apa masih pagi oi muka kayak udah UN aja haha..."
"Ino, ternyata kau. Aku sedang bad mood jadi tidak berminat bercanda. Aku butuh sesuatu untuk menjadi pelampiasan stres ku sekarang" Sakura sangat kesal sekarang.
"Hey aku punya ide! Begini aku akan mengajak mu masuk klub olahraga. Bagaimana?"
"Jangan bercanda Ino"
"Hey siapa yang bercanda. Nama olahraga ini adalah.. " Suara Ino terpotong oleh suara bel sekolah.
"Ya sudah nanti saja bicara tentang ini. Dan aku akan mengajak teman baru lagi saat jam makan siang ok"
"Baiklah. Bawalah teman barumu, karena mereka akan menjadi teman ku juga" Balas Ino
"Ayo ke kelompok kita masing-masing"
"Yosh, Sakura ganbatte ini hari terakhir"
"Yosh. Ino ganbatte"
Setelah mereka saling menyemangati satu sama lain mereka ke kelompoknya. Hari ini adalah hari terakhir mos. Sakura lupa bahwa hari ini akan di adakan suatu acara wajib siswa yaitu meminta tanda tangan seluruh panitia mos kali ini. Ini adalah acara paling heboh selama mos karena para siswa mos dibiarkan berkeliaran baik secara individu maupun grup, ketika mereka meminta tanda tangan itu, biasanya mereka mendapat tugas tertentu dari panitia yang diminta, yah bisa disuruh apa aja seperti joget, nyanyi, pantun, dan apalah itu. Terkadang ada saja panitia mos yang jahil atau malas atau bagaimana menyebutnya, mereka akan bersembunyi di pelosok sekolah, bisa jadi di gudang, wc, atau tempat yang dimana jarang terlihat atau dilalui siswa. Bagi siapapun yang mendapatkan tanda tangan paling sedikit maka mereka harus di hukum oleh panitia kelompok yang bertanggungjawab atas siswa itu, misalnya siswa mos nya kelompok 1 maka panitia kelompok 1 yang akan menghukumnya tetapi dengan satu orang juga yang menghukum, panitianya akan berkompetisi menjadi penghukum. Sayangnya hukuman itu hanya berlaku untuk satu orang. Sasuke telah menyiapkan dirinya, bersiaplah Sakura
T
B
C
