DISCLAIMER: (mengacungkan jari dengan semangat *dilempar ke saturnus*)
WARNING: May contain OOCness, GeJelasness, GaNyambungness dan Ga manusiawiness
Matt bener-bener really/very/amat/sangat/apalah kok jadi banyak... nggak nyangka dia bakal ikutan ribet. Dia pikir asalkan nggak terlalu ikut-ikutan banyak-banyak meranin adegan yaoi maka dia ga perlu gengsi ato ilfil tentang side story yang yaoi. Ilfil? Yup, seandainya harga kaset game ga naek dan duitnya nggak abis buat beli rokok pasti dia bakal menentang habis-habisan tentang ide side story yang yaoi, sama kayak Light. Tapi... ternyata takdir berkata lain... (halah)
Dan awalnya dia masih adem ayem karena menganggap diriya nggak bakal ikut-ikutan desperet meranin adegan yaoi kayak tokoh-tokoh utama. Tapi nyatanya? Ternyata Mamat kita tercinta harus mengahadapi cobaan (tulah tepatnya) dalam bentuk yang berbeda...
Matt harus ngebaca komik plus fic-fic yaoi 27,4 jam sehari, 12 hari seminggu, 7 minggu sebulan (gimana caranya?). Hal ini dikarenakan kemampuan Matt sebagai (Calon) sutradara film yaoi masih diragukan, oleh karena itu Matt dipaksa 'meresapi' hal-hal berbau yaoi supaya nanti bisa menyutradai side story Death Note dengan baik dan benar seperti tata cara membaca ber EYD.
Dan begitulah, tiap hari mata Matt dipaksa merem-melek ngeliat sekedar boys love story yang ringan ampe yang rated M, yang Matt harus baca meskipun tahu bakal ada resiko epilepsi. Mungkin bagi pembaca mestinya ini bukanlah kegiatan yang sulit untuk dilakukan, tapi Mamat kan bukan fujoshi seperti anda sekalian, jadi...(author dikeroyok readers). Yah, pokoknya intinya cewek biasa aja suka ilfil kalo ngeliat yaoi, apalagi cowok tulen?
Parahnya lagi, Matt juga HARUS ngeliat doujinshi tentang dirinya sendiri, entah dipairing-kan dengan siapa, entah gambarnya gimana, terlepas dari rate nya aman ato nggak, se OOC apapun itu, misalnya;Love life, Love traveling, Angel's song, Call, Pray, Promised Land, Birthmark....(wah, ficnya bisa panjang kalo author bener-bener nyebutin atu-atu)
Dan ga cuma itu, tanggung jawab Matt pun gede, dia mesti ngeyakinin para aktor buat mau meranin adegan yaoi.... (Oke, kayaknya yang satu ini ga gitu susah).
Nah, cukup sudah deskripsi ga penting tentang penderitaan si tukang tomat, kita lanjut ke cerita...
Hari itu semua keluarga besar Death note (baca: aktornya doang) kumpul di rumah produksi, untuk melihat konsep alur cerita, dan yang paling penting, ama siapa mereka di-pairing-kan. Matt dengan cepat membagikan lembaran konsep pada para pemeran, trus langsung kabur ke tempat yang 'aman'.
Bener aja, ledakan pun terjadi sepersekian detik setelah script dibaca....
Light pun langsing ngebacot, "WTH GILALOYANGBENERAJAMASAGUADIPASANGINAMA....". Light memberi jeda sejenak untuk menuding orang yang akan ia sebut, "MATSUDA?". Matsuda pun noleh dan dengan tampang polosnya itu berkata, "Heh? Nani desuka?".
Sementara L, dia ngelirik ke kostum Ryuuk, membayangkan dirinya harus berkisu-kisu ria dengan 'itu', trus berbalik dan berusaha menghiraukannya sambil meneruskan ngebaca naskah. Near langsung menatap tajam Giovanni setelah membaca script, berharap pistol mainan miliknya bisa benar-benar membunuh orang. Mello? Udah dibawa ama petugas RSJ saking hebohnya pas dia tahu dipasangin ama bapaknya Light.
"APA-APAAN NIH, PAIRING KAYAK BEGINI?!?!!!!" tereak aktor kita tercinta pada Mamat, pake kuah tentunya.
"Ampun~!! Itu bukan usul gw kok!! Yang bikin script dia noh!! Dia!!" Matt yang udah terpojok langsung menunjuk kearah sesosok pria. Semua mata mulai tertuju pada tersangka....
"Beyond Birthday?! WTF.... Ternyata selama ini elo yang bikin naskah nista ini,hah?!".
Beyond hanya tersenyum; senyuman ala chessire cat. "Aku punya alasan yang logis untuk membuat pairing seperti itu," katanya dengan tenang.
"Pertama, LightxMatsuda. Bukankan di beberapa adegan manga dan anime menyiratkan bahwa Matsuda mengagumi Light? Dan lagi, kepribadian mereka yang bertolak belakang bisa jadi sesuatu yang menarik kan?"
"Lalu, pairing LxRyuuk, bukankah itu unik? Pasangan antara makhluk yang 'unik' dan manusia yang 'unik' akan menciptakan romantisme tersendiri".
"Pairing NearxGiovanni, pas mereka sama-sama bekerja di SPK, pasti tercipta hubungan tertentu dimulai dari rasa saling percaya kan?"
"Yang terakhir, MelloxSouchirou. Inget nggak, pas di bagian Mello meledakkan markas mafianya? Pas adegan itu kan Mello punya pandangan bagus mengenai prinsip Souchirou. Usia bukanlah halangan untuk hubungan yang indah!!"
Selanjutnya, nggak ada sedikitpun suara keluar dari mulut mereka selain bunyi-bunyian seperti efek berkelahi yang mengorbankan Beyond.
To be Kontinut
Yah...maap, kalo pendek... Ripyu oi!! Saya suka males nge update karena reviewnya dikit!!
