DISCLAIMER: Punya.... punya saya!! (dilelepin ke inti bumi)


"Beyond... sudah tiada". Kata-kata yang terlontar dari mulut Matt sepersekian detik tadi telah sukses membuat para aktor Death Note yang lagi kumpul di studio terlarut dengan keterkejutan dan keheningan; alias cengo.

"Tiada? maksud lo matek?" Tanya Light nyolot. Namun Matt hanya membalas dengan anggukan singkat.

"Bener-bener meninggal?" tanya Near.

"Iya..." jawab Matt dengan lirih.

"Beneran tuh? Betul betul matek, almarhum, isdet, ko-it, mampus?" Buset dah, si Mello keluar dari RSJ bukannya sembuh malah maki gendheng?

Sementara itu Light, kalo aja ga ada kru-kru laen disitu dia pasti udah bikin selametan atas meninggalnya Beyond. Namun dia menahan nafsunya itu dan bertanya dengan penuh hasrat dan harapan(?), "Jadi side story yaoi-nya dibatalin dong? Kan story writernya udah mati?"

"Kata siapa? Sebelum isdet tuh orang udah memberi amanah pada seseorang untuk menulis scriptnya," kata-kata L berhasil meluluh lantakan hati Light. "Emangnya sopo sihh?!" kata Light esmosi, es teler, es campur, es cendol, es buah, es... (udah ah, author keburu ngiler...)

Matt pun membaca secarik kertas berisi surat wasir... eh, wasiat Beyond yang udah dia pegang sejak kapan tau, "Near?". Sontak semua pandangan langsung tertuju pada orang yang bersangkutan (udah kayak miss Indonesia aja...XP).

"Yang bener aja?!" Mello merinding dangdut (bosen kalo disco).

"Fufufu... jadi aku ya..." bisik Near sambil menunjukkan senyuman; atau lebih tepatnya cengirannya yang langka itu, mebuat yang lain ikutan merinding pada apa yang bisa dipikirkan oleh makhluk yang selama ini mereka anggap baik hati dan tidak sombong(?) itu.

"Tapi kalau sampai diamanatkan oleh Beyond berarti Near memang bisa menulis cerita Yaoi, yaa... tidak kusangka..." kata L penuh rasa bangga dan haru (?).

Sementara itu batin Mello terkecamuk. Ia takkan pernah rela dan sudi kalah dari Near... tapi kalau soal membuat cerita yaoi? Mello ragu, haruskah ia ikut mengajukan diri untuk membuktikan ia pun bisa menulis yaoi? (-musik ala pelm horror mengalun entah darimana-)

"Ngomong-ngomong, kok bisa sih Beyond mendadak matek gitu?" tanya Light.

"Tau tuh. Menurut diagnosa dokter sih gara-gara dia kebanyakan makan selai strawberry..." jawaban Matt sukses membuat para rekannya sweatdrop berjamaah. Ternyata selai strawberry bisa bikin mampus?

"Ne, ne, daripada itu..." Misa yang muncul entah darimana mulai ikutan nimbrung, "Emangnya Near bisa bikin yaoi?"

"Oh, serahkan saja pada daku... hohohoho..." Near mulai ketawa gaje, bikin yang lain mempertimbangkan apa lebih baik Near juga dimasukkin RSJ, udah mulai ga beres pula tuh anak. Sementara itu Matt merasa bersalah telah memberikan Near vodka, padahal dia sendiri tau betapa eblengnya Near kalo lagi mabok, melebihi Jeki chen!!(???) Sementara itu, otak waras Light masih memikirkan Yaoi macam apa yang bisa ditulis Near.

"WAAAAAAAIIIIIIII~!!! AKHIRNYA BISA KETEMU CHARA DETNOT!!" teriakan riang seseorang yang mendadak masuk dan misuh-misuh ga jelas berhasil membuat para aktor earbleed plus nosebleed(??). Dan tampaklah sosok si pemilik suara, seorang remaja berumur sekitar 64 kali Lebaran, Natal plus taon baru menampakan wujudnya.

"Siapa tuh? Muncul-muncul udah tereak-tereak gaje..."

"Ini Yuzu," Matt memperkenalkan anak(?) itu, "Dia itu fujoshi sejati, jadi dia bakal bantuin kita ngembangin konsep cerita yang bakal keluar".

"Heeh...? Orang mencurigakan kayak gitu?" selidik Light penuh prasangka sambil mengamati penampilan Yuzu; baju lengan panjang yang rada kelonggaran, celana pendek selutut, sepatu crocks item dan yang paling aneh pake helm ke dalem studio!! Warna oren nge-jreng pula!!

Dan seakan bisa membaca pikiran Light, Yuzu pun berkata, "Kalo ada yang bertanya-tanya kenapa saya masuk studio pake helm, itu biar nama asli n umur saya ga bisa diliat pake mata shinigami, plus jadi gampang dicari". Light couldn't help but cengo.

"Oke, sekalian disini bakal saya jelasin bakal kayak apa kira-kira side story-nyah. Kemungkinan besar side story ini hanya akan dibuat dalam episode pendek, atau bisa saja hanya 1 episode. Toh ini juga cuma fan service. Tapi justru karena pendek itulah kita mesti bikin sesuatu yang DAHSYAT, D-A-H-S-Y-A-T! Soalnya inilah yang bakal meninggalkan kesan di hati penonton, bla bla bla beli bala bala..." Yuzu pun cuap-cuap dengan penuh hasrat bak ikan lele. Maklum, Yaoiers pasti langsung semangan 2012 kalo udah menyinggung yaoi!!

"Jadi... gw mesti bahas dasarnya ama para perancang cerita ini. SEKARANG," dan Yuzu pun langsung menyeret Mamat n Ninir(?) ke ruangan laen.

Dan Light, Mello plus L (yang sbenernya ga terlalu peduli) cuma bisa ngintip dari balik pintu sambil mencoba menguping, namun mereka nggak bisa mendengar apa yang dibicarakan.


1,860 jam menurut waktu tapir berlalu...

"HAYOOO!! NGUPING YA?!" tegor Yuzu yang dari-kapan-tau udah ada di depan pintu.

"Sudahlah, pembicaraan juga sudah selesai kan? Aku juga mau cepat-cepat pulang untuk membuat naskah..." ujar Near kalem.

Dan semuanya pun langsung bubar begitu dapet death glare-nya Yuzu. Tapi sayup-sayup Matt mendengar Near menyebut namanya, jadi ia berbalik...

"Hmf, jangan kira aku takkan memanfaatkan hasil voting yang kau sembunyikan...". Near tersenyum tipis sembari keluar dari ruangan tersebut, meninggalkan Matt yang terbengong-bengong.

To Be Kontinut


Wekekekek... gomen buat yang ga suka OC yahh... Tapi dia cuma numpang lewat kok. Ripyu onegaaiiiii~~!!