DISCLAIMER: Death Note punya Takeshi Obata n Tsugumi Ohba (akhirnya bener juga), dan naskah ngaco disini punya saya~
DEATH NOTE SIDE STORY: YAOI NOTE
Yagami Light, siswa dengan prestasi gemilang yang tengah tertelan dalam kebosanannya sendiri. Dunia yang penuh kebohongan dan kemunafikan ini mulai membusuk... pikirnya sambil membayangkan nasib tomat yang ada di meja belajarnya di rumah jika dalam seminggu tak juga dimasukkan ke kulkas. Namun, hal itu berubah ketika siang itu, Light menemukan sebuah buku bersampul hitam di halaman depan sekolahnya tergeletak begitu saja. Entah karena iseng atau memang berjiwa maling, Light pun memungutnya. Sekilas tak nampak ada sesuatu yang istimewa pada buku tulis tersebut, namun di sampul depannya tertulis, 'Yaoi Note'.
Light mengerutkan kening dan merasa note itu bukanlah sesuatu yang layak ia miliki, apalagi jika mengingat berbagai folder berjudul 'yaoi' yang disimpan adiknya dalam flashdiscnya, biasanya isinya xxxxx, xxxxx, atau xxxxx; semua hal yang membuat Light (dan para lelaki lainnya) mual seketika. Maka Light pun meletakkan note itu disitu dan pulang begitu saja.
-TAMAT-
"No no, no, no~!!! KOK BISA TAMAT SIH?! MATA LO RABUN APA, BACA YANG BENER DONG SCRIPTNYA!!!" tereak Yuzu yang udah minjem toa masjid sebelah (pantesan dari tadi ga adzan-adzan). Sementara Matt sang produser sekaligus aktor, tetep aja adem ayem; cuma duduk di pojokan, maen psp, sambil manggut-manggut menanggapi tereakan Yuzu yang hiperbola.
"BERISIK AH, KALO KAYAK GINI KAN CERITANYA JADI CEPET SELESE, N GW KAGAK PERLU LAGI BERADEGAN YAOI!!" tereak Light ga kalah nyolot.
"TAPI GIMANA CERITANYA TUH, AMA KEMUNCULAN PARA WAMMY BOYS? KALO MEREKA AMPE GA MUNCUL, PENGGEMAR KITA BERKURANG, RATING KITA TURUN TAUUUU~!!!!" Yuzu tambah nyolot.
Akhirnya, setelah pertengkaran tidak penting yang dimenangkan oleh Yuzu, Light balik ke scene yang sesungguhnya....
Karena penasaran, Light pun memungut buku itu. Ternyata, ada beberapa kalimat petunjuk penggunaan di dalamnya yang ditulis dengan hiasan lope-lope, bintang, atau stiker imut-imut yang biasa kita temukan dalam diary anak perempuan kecentilan. Tapi karena Light adalah anak yang rajin dan teladan, ia selalu membiasakan diri melihat manual dulu sebelum menggunakan sesuatu, maka Light pun mulai membacanya...
"How To Use... Orang yang namanya ditulis di buku ini akan menjadi Yaoi-ers, alias gay..." Light langsung sweatdropped, tapi ia kembali melanjutkan membaca, "Jika ditulis nama lain di sebelah nama yang sebelumnya ditulis dalam waktu kurang dari 10 detik, maka kedua orang itu akan menjadi pasangan yaoi dengan nama pertama sebagai seme-nya...". Sweatdrop Light berlipat ganda.
Tapi, dengan ide brilian Light, akhirnya ia menggunakan note tersebut untuk menghukum para penjahat, agar mereka merasakan penderitaan cinta, dijauhi orang-orang 'normal', dan dikejar-kejar fujoshi...!
Tiap hari, Light tak henti-hentinya menulis nama-nama penjahat tersebut sambil tertawa laknat melihat adegan kisu-kisu para penjahat yang disiarkan di berita (dengan sensor tentunya). Namun, di lain pihak, ternyata kejadian yang menggemparkan dunia ini telah memanggil sang detektif jenius, L untuk keluar dari persembunyiaannya dan menyelesaikan kasus ini.
Dengan kejeniusanya, L berhasil mencium kemungkinan Light sebagai Kira, sebutan bagi dalang penyebab semua ke-'yaoi'an ini.
(mulai dari sini udah mulai ngaco... -bukannya sejak awal emang udah ngaco?-)
Akibat takut pada tuduhan L padanya yang hanya tinggal menunggu bukti saja, Light menjadi paranoid dan membawa buku Death Note kemana-mana. Apalagi ia belum berhasil menyelidiki nama asli L, walau sudah berusaha (misalnya dengan bertanya pada orangnya langsung, yang dijawab L dengan "Tarjo", atau ngintip ke kertas ulangannya L yang ternyata cuma ditulis nomor urutnya doang) Namun, entah hari itu Light sial ato apa, pada suatu ketika ga ada angin ga ada ujan, ga ada gula batu terbang (?) ia menjatuhkan Yaoi notenya tanpa sadar, dan sialnya lagi, buku itu ditemukan oleh L!!
"He? Buku apaan nih? Pake aja ah, lumayan, nge hemat beli buku," kata L sambil cengengesan. Padahal, harta kekayaannya kan setara ama SBY!! (tampoled). Akhirnya, tanpa membaca segala petunjuk ato apalah yang ada di halaman-halaman awal, L langsung menggunakan note itu sebagai daftar orang yang punya utang dengannya. "Hmm... Light-kun.... 1765,3 yen...." gumam L sambil menulis nama 'Light Yagami' di buku tersebut.
"L-sama~!!!". L langsung bergidik mendengar suara-suara cempreng yang sudah familiar baginya "Glekh... Kenapa para fangirlsku yang semuanya rada-rada itu bisa selalu tahu tempat keberadaanku? Ah, yang penting cabut dulu, deh...". Dan L pun langsung ambil langkah seribu menghindari puluhan fans ceweknya yang menggila (dah kayak artis aja...). Saking buru-burunya, L sampai menjatuhkan yaoi note itu ke rumpun taman.
Sementara itu, Light baru saja kembali dari kelasnya sambil ketawa-tawa ala orang psycho (emang udah sih). Pasalnya dia baru aja berhasil mengungkap nama asli L, tentu saja dia udah nggak sabar nyari tempat sepi(?) untuk nulis nama si sweets addict itu ke dalam 'yaoi note'. "Hwekekek, lumayan... biar dia bisa lebih manusiawi sedikit!" kata Light ngaco sambil ketawa ala Chucky plus secempreng boneka Susan.
"Hng? Itu kan yaoi note-ku? Kenapa bisa ada di taman?" Light memungut buku hitam itu. Dan segera. dengan kecepatan yang menandingi Kobayakawa Sena ia langsung ke WC terdekat untuk menulis nama L Lawliet. Kenapa nulisnya harus ke WC? Soalnya Light suka tempat kayak gitu buat... ah, soalnya tempat itu sepi!!
Yo weiss, pokoknya sekarang, di salah satu wc di kampus yang terbuat hanya dari bambu akibat masalah korupsi pihak kampus (kok malah ngegosip?) Light sedang jongkok enjoy sambil menikmati menulis nama L lawliet di buku tersebut (kok kayaknya nulis di WC menghayati banget...).
Dan alhasil, Light dan L sukses jadi pasangan yaoi. Sebenarnya dalam Yaoi Note pun tak ditulis secara gamblang bahwa 'Light akan menjadi seme-nya L' namun setelah mereka berdua (tanpa sadar) berubah orientasi seksual menjadi suka pada sesama jenis, mulai tumbuh perasaan khusus pada mereka yang sering bertemu dalam rangka penyelidikan. Beginilah kira-kira adegan romantic mereka…
"Besok sudah saatnya borgol ini dilepas ya… aku jadi merasa sedikit sayang…" ujar Light sambil mengamati borgol yang melingkar di pergelangan tangannya dan menyambung pada pergelangan tangan L.
"Kenapa? Bukankah dulu Light kun-lah yang selalu mengeluh akan borgol ini dan tidak sabar untuk melepasnya?" Tanya L sambil ngemut permen lolly, nyeruput teh overload gula, njilat es krim, plus ngunyah strawberry shortcake (ni orang mulutnya ada berapa sih?).
"Iya, tapi sekarang… aku ingin tetap bersamamu, terus menerus selama 24 jam…". Dan setelah ini yang terdengar adalah efek suara berupa jeritan fangirls yang kegirangan. Begitulah kira-kira awal hubungan mereka.
Tapi, begitu tahu Light adalah Kira, L malah dilanda desperado(halah), pasalnya, dia tidak mungkin mengingkari keadilan untuk menuding orang lain sebagai Kira untuk melindungi Light, namun ia juga tak bisa membongkar kasus kekasihnya sendiri. Repot kalo mo pacaran di penjara kan? (=_=')
Akhirnya L memutuskan untuk mengumumkan pada seluruh pihak bahwa ia telah mengundurkan diri dari kasus Kira; tentunya tanpa mengumumkan alasan yang jelas. Setelah itu ia kembali ke Wammy House dengan Light untuk membina kehidupan rumah tangga(huweeek) yang aman, tenang, tentram, dijagai satpam (baca:Watari) 24 jam.
Menanggapi hal ini, Mello, salah satu dari 3 calon penerus L memutuskan untuk melanjutkan penyelidikan. Ia pun berniat pergi ke Jepang untuk memulainya, tanpa setitik pun kecurigaan pada Light. Memang, sebenarnya kasus-kasus yaoi yang dilakukan Light kini telah terhenti setelah ia dan L jadi suami-suami(?). Namun, Mello hasrat Mello untuk memecahkan kasus ini sudah setara dengan hasrat SpongeBob untuk mengintip Squidward yang lagi mandi.
"Light kun, nggak apa-apa nih? Nanti kalo ujung-ujungnya tuduhannya ngarah ke Light-kun gimana? Kan dia bilang mau nge cek berkas-berkas penyelidikan yang kutinggal di markas di Jepang dulu..." kata L cemas.
"Tenang aja, Ryuuzaki... Semua barang bukti mengenai itu udah gw umpetin.... Yaoi Note itu juga," Light menenangkan.
"Emang diumpetin dimana?"
"Dibawah kasur di markas".
"...".
"Ah... ngomong-ngomong, MELLO!!" Light memanggil choco addict itu saat ia baru saja mau berangkat. "Si Near dibawa juga, ya".
"Eh~? Kenapa?" Mello pasang tampang gw-males-banget.
"Dia kan bisa membantu penyelidikan. Sudahlah, bawa saja!" jawab Light.
Akhirnya sambil ngedumel Mello pun membawa Near yang sebelumnya ia masukkan ke dalam koper untuk menghemat biaya transportasi dengan pesawat. Terdengarlah rintihan memilukan Near saat sendinya ditekuk paksa sedemikian rupa oleh Mello supaya muat masuk koper.
"Bagus juga idemu, Light-kun, dengan begini nggak ada yang ngeganggu kita pacaran lagi," kata L dengan suara manja menggoda(?).
"Hehehe.... siapa dulu dong... HAHAHAHAHA!!" Light pun tertawa pahlawan bertopeng style.
Bandara Jepang.... (mulai dari sini bahasanya ga baku lagi Xp)
"Huwaah... Akhirnya nyampe juga... benar-benar perjalanan yang melelahkan..." keluh Mello tanpa sadar kalimat itu jauh lebih pantas diucapkan Near yang sekarang bentuknya lebih mirip lemper gara-gara masuk koper 8 jam.
"Pertama-tama, kita harus ke markas pusat investigasi L yang dulu, untuk melihat berkas-berkas penyelidikan yang terdahulu..." usul Near, "Tapi kan kita nggak tahu gedungnya dimana...".
"Heh, urusan kayak gitu sih kecil, liat nih, gw udah bawa alat termuktahir buat menemukan arah ke segala tempat...!!" kata Mello sambil menggrepe-grepe isi ranselnya.
Near mengamati sejenak objek yang dimaksud Mello. Dengan kalem ia pun berkata, "Mello, kita tidak akan mungkin menemukan tempat itu dengan atlas dunia".
Akhirnya, setelah berjam-jam mencari, Mello dan Near pun sukes menemukan gedung itu dengan kecerdasan mereka (menjatuhkan sebuah ranting, lalu pergi ke arah yang dituju ranting itu).
Dan dengan sedikit trik, mereka berhasil membobol sistem keamanan dan menerobos masuk secara diam-diam di dinding, datang seekor nyamuk.... (balik ke cerita, woii!!).
-BREAK-
"Yuzu, ada kiriman FedEx untukmu..." kata Matt yang kepayahan membawa kardus kiriman segede gaban itu.
"Waiii~!! Akhirnya barang yang kutunggu-tunggu dari Claire-san tiba juga~!!" kata Yuzu riang.
"He? Claire-san?" Matt pun memandang kardus yang ia pegang dengan tatapan horor, "emang isinya apaan?".
"Ah, ntar juga tau lo. Udah siap-siap sono, bentar lagi giliran lo muncul kan?"
Matt pun terpaksa menunda hasrat keingin tahuannya yang menggegap gempita layaknya Dora.
"Near, coba lihat apa yang kutemukan!!" kata Mello yang baru saja mengecek kolong kasur tempat Light dan L tidur sebelumnya (satu kasur? Xp).
"Yaoi note?" Near membaca tulisan di sampulnya. "Jangan-jangan ini...".
"Hei, kembalikan!! Itu milikku!!" Mendadak terdengar suara serak-serak basah dari sesosok makhluk nggak jelas yang biasanya hanya kita jumpai di film Lord Of the Ring.
"SA.... SARUMAN?! NYASAR DARI MANA LO?!" tereak Mello panik. Terang aja, kemunculan makhluk jadi-jadian ini nggal ada dalam script.
"Huh, itu bukan urusanmu!! Gara-gara author-author laknat itu.... Sudah sini kembalikan!!" paksa Sarul Khan, eh, Saruman. Padahal sebenarnya Death Note yang ia cari disimpen di studio sebagai cenderamata dari anime seri Death Note yang sesungguhnya, kalo ini mah cuma Yaoi Note.
"OGAH!! NGAPAIN GW SERAHIN KE ELO?!" kata Mello nyolot sambil menjulurkan lidahnya.
"Huh, kelihatannya kalian belum tahu kekuatanku..." Saruman mulai menyebut jampi-jampi buat nyantet Mello n Near.
Dengan gagah berani Near yang memegang Yaoi Note pun mengancam, "Berani lo ngapa-ngapain kita, gw tulis nama lo di yaoi note sebagai uke-nya Ryuk, mau lo?!". Bahkan Mello pun heran, ternyata Near berbakat jadi preman Tanah Abang?
"HUWAA~!! AMPUN~!!" Saruman pun sembah sujud di hadapan Near.
"Hohoho, bagus, bagus!!" tawa Near bak tante-tante membuat Mello sweat dropped on the spot. Bisa-bisanya dia kalah ama orang kayak 'gini'?
Entah darimana mengalun lagu theme song Sponge Bob...
"Ih... serem... nggak ada angin, nggak ada ujan, nggak ada Jeruk bisa jalan kok ada lagu begituan yak?" Mello malah ketakutan.
"Lha? Bukannya itu nada dering handphone lo?" kali ini Near yang SWT. (author: kata siapa nggak ada jeruk bisa jalan? XD)
"Oh, iya deng. Hehe, maklum, lupa..." kata Mello sambil mengambil hape blackberry-nya, sukses bikin Near yang cuma punya hape esia seken sirik.
Mello pun mengangkatnya, "Halo?"
"Oi, Mel? Cepet balik sini!! Kolor Mario Bros kesayangan gw blom lo balikin!!!" omel Matt dari seberang sono.
Mello mengintip sebentar ke dalam leather pants yang ia kenakan, lalu menepuk jidatnya, "Sori Matt, gw lupa... Sekarang gw udah ada di Jepang".
"APAAAA~?!" tereak Matt lebay ala sinetron Isabella, "Ah, tapi gw udah menduga lo bakal lupa sih, jadi gw udah ada di bandara Jepang buat minta itu. Jemput gw, SEKARANG!!"
"APAAAAAAAAAAAAA?!" sekarang giliran Mello yang lebay. "Tunggu… lo bela-belain ke Jepang demi kolor doang?".
"DOANG?! KOLOR ITU SANGAT BERARTI BAGI GW!! BAHKAN SAKING SAYANGNYA GW AMA KOLOR ITU, GA PERNAH GW CUCI SAMASEKALI TUH KOLOR!!" semprot Matt dari sebrang sono. Dan Mello pun sangat, amat menyesal telah meminjam(tepatnya memakai) kolor Matt. Dan kenapa Mello harus meminjam kolor Matt? Itu akan dikupas di lain waktu... (=_=')
Dan karena faktor kekurangan pulsa alias cekak, sambungan telepon pun terputus.
"Ya sudahlah, kita jemput Matt saja. Dia pasti akan berguna untuk penyelidikan," kata Near.
Keduanya pun kembali ke bandara.... tapi mereka melupakan sesuatu.... bukan cuma WC yang belom disiram, tapi mereka meninggalkan Saruman dengan Yaoi Note begitu saja!!! (sound effect: Tring tring tring.... eh salah... Deng deng deng!!)
"Hehehe... akhirnya bisa juga kudapatkan death note ini...." Saruman pun tertawa laknat. Dengan kejam, keji dan tanpa rasa keshinigamian Saruman pun menulis nama Mello dan Near pada Yaoi Note. Dia kan punya kekuatan sporanatural(?) untuk tahu nama asli mereka!
Setelah sukses melaksanakan niatnya, Saruman pun meninggalkan gedung itu sambil tertawa-tawa. Bahkan sampe di jalan raya pun dia masih terus ketawa dengan nistanya, entah udah berapa lalat dan nyamuk yang masuk ke mulutnya. Alhasil, Saruman pun ditahan dan dikirim ke RSJ terdekat dengan status 'orang yang gila pas lagi cosplay'. Yaoi note itu? Terlempar ke tangan seorang pemuda yang kebetulan baru saja melintas.
"Uhh, katanya mau jemput, lama amat sih!! Terpaksa dah gw pergi sendiri...". Ya, pemuda yang tak lain tak bukan adalah Matt itu ngedumel, sampai sebuah buku hitam yang nggak jelas asal-usulnya mendarat di tangannya.
"Heh? Apaan neh? Yaoi Note?" Matt yang merupakan penduduk Inggris yang berbakti dan tak pernah buka situs-situs fujoshi tentunya tak tahu maksud kata 'yaoi'. Tapi toh akhirnya Matt tetap membukanya untuk melihat isinya. Beberapa halaman yang dulunya ditulis oleh Light sudah disobek, tinggal beberapa halaman dengan halaman paling depan berupa tulisan Saruman tadi.
"Mihael Keehl? Nate River? Sialan, kok nama gw ga ada?! Gw kan juga penerus L, walaupun di anime cuma muncul beberapa detik n di komik cuma 10 kotak!!". Matt malah jadi depresi sama kata-katanya sendiri. Dan dengan polosnya ia langsung menulis namanya sendiri di bawah nama Mello. Dan hasilnya jadi....
"Mello.." panggil Near. Saat ini mereka tengah di bandara, sibuk mencari-cari Matt yang ngga kunjung ketemu (ya iyalah, wong dianya aja udah nyasar kemana tau).
"Hng?" Mello menunduk untuk menatap Near yang lebih kate daripada dia (Near: Woi, sopan amat bahasanya yak?).
Dan adegan-adegan selanjutnya adalah adegan-adegan yang biasa terjadi pada shoujo romance...
"Aku suka Mello..." Mello shock, nggak mampu berkata-kata, epilepsi, koma, koit (lebay).
"Near? Jangan-jangan kau minum vodka-nya Matt lagi ya..." kata Mello pasang tampang horror.
"Gw nggak mabok kok. Gw cuma baru nyadar aja, ternyata lo tuh penting banget buat gw. Sesuatu yang kontras yang saling mencabik-cabik sekaligus menopang eksistensi satu sama lain. Karena itu, Mello..."
"Gwaaah~!! Udah cukup!! gw ga ngerti puisi lo itu!! Mendingan sekarang kita ke rumah sakit biar lo bisa...". Dengan segera kalimat Mello terhenti begitu Near mendekapnya, membuatnya tak bisa berkata-kata karena kaget (baca:shock). "Aku benar-benar menyukai Mello..." katanya sambil memeluk pemuda pirang yang masih speechless itu. Namun dengan segera adegan mengharukan(?) itu berakhir dengan sesorang yang menarik kerah Mello dari belakang.
"GA BAKAL GW BIARIN!! MELLO IS MINE!!" ternyata Matt. Yup, Yaoi note juga telah mempengaruhinya.
"Eh, ga bisa gitu dong, kan gw duluan!!" Near menahan tangan Mello.
"Gw kan lebih tua, jadi lebih berkuasa!! Yang muda yang nggal dipercaya!!" kata Matt sempat-sempatnya meniru iklan rokok.
"Justru itu, ngalah ama yang lebih muda dong!!" Near masih ga mau kalah.
"Tapi kan gw yang lebih deket umurnya ama Mello, jadi gw yang lebih berhak!!" Matt menarik salah satu tangan Mello.
"Ga ada hubungannya!! Gw kan peringkat pertama, jadi gw yang berhak!!".
Yak, sementara pertengkaran nggak jelas itu terus berlanjut pelan-pelan Mello mengambil kesempatan untuk kabur...
"Weitss!! Enak aja lo segampang itu kabur!!" dengan sigap Matt mengikat Mello memakai tali tambang yang ia colong dari perayaan tujuhbelasan(?) di deket situ.
"Hmm... gimana kalo kita threesome aja?" usul Near ngaco.
"Wah, boleh, boleh!! Nice idea!!" Matt tambah ngaco
"No...!!! Somebody help me~!!!!" tereak Mello yang udah nggak berkutik dalam jeratan tali tambang.
Begitulah, akhirnya mereka hidup bahagia (dan yaoi) dengan pasangan masing-masing.
The End
Yah, beginilah akhirnya… maap kalo garing ato ga romantis (emang sengaja sih^^'). Akhirnya saya bikin MattxMelloxNear… tapi ngomong2 kenapa Cuma Mello yang ga jadi yaoi walaupun namanya juga ditulis di Yaoi Note? Itu rahasia Illahi… (author dikeroyok readers)
REVIEW!! CHAPS TERAKHIR NEH!! (ga nyambung). Yo weiss, pokoke ripyu!!
Selanjutnya, bikin MelloxMatt lagi ato MattxSayu ya~?^^
