Crimson: Yaah, sebelumnya kami minta maaf banget gara-gara kelamaan update chap 2-nya.
Feathers: Kami menargetkan dapet 5 review buat chap 1. Ketauan banget maruk-nya, ya? Ahaha...*tawa garing*
Crimson: Makasih buat Ac, Anastasia Keehl, meido teme-chan, chariot330 dan Nate Hinasaki yang udah nge-review dan mengalami tekanan batin gara-gara kelamaan update, menurutku.
Feathers: Tak usah basa basi..lanjut baca saja. A/N-nya sudah dikurangi sebanyak hampir 80% kok. Jadi, gak terlalu memusingkan pas baca..Ini chap keduanya! YAA-HAA!
Crimson: Minna-san, ENJOY THIS CHAP!
-Saigo no Chapter-
"Eh?"
Suasana hening sejenak. Mafuyu dan orang yang sedang mengendap-endap itu saling bertatap mata.
"..."
"..."
"Aaaah!" jerit Mafuyu.
~O~
"Kaname!" lanjut Mafuyu. Ternyata yang dilihat Mafuyu adalaahh... KANAME OTOTSUKI!
"Hiiiee, Mafuyu!" jerit Kaname kaget.
Dengan cepat mereka langsung adu kecepatan untuk segera menuju ke tembok dapur tempat Mafuyu jaga. Mereka menuruni tangga dengan gerakan lebay + di-slow motion. Tapi...
Mereka lupa kalau di pertengahan tangga ada Ruri yang lagi tidur dengan nyenyak. Kaname yang satu-satunya menyadari hal itu, tentu dia kaget dan berusaha mengurangi kecepatan, namun nasib berkata lain...
"Ebuset!" karena dia ngerem mendadak tanpa ngasih rambu-rambu, Mafuyu yang enggak tau itu menabrak Kaname hingga Kaname terjatuh guling-guling. Sebelum dirinya terguling-guling, karena penyakit "tidak-mau-kalah"nya (?), dengan cepat ia menarik baju Mafuyu. Jadi dia nggak bakal jatuh sendirian dan Mafuyu nggak sampe ke tempat jaga...
GLUNDUNG GLUNDUNG GLUNDUNG…BRUAKK!
DAN YAK! DENGAN SUKSESNYA…
MEREKA MENABRAK TEMBOK DI UJUNG TANGGA, SAUDARA SAUDARA! MENABRAK TEMBOK! Dan wajah mereka pun merah karena jiplakan dari tembok...
By the way, gimana bisa sih Kaname bisa dengan nekatnya mengendap-endap keluar?
-FLASHBACK-
Pas di kamar Yuu...
"Duuh sampai kapan kita di sini?" keluh Reika.
"Udah, sabar aja..." ucap Kaname santai.
"Aku bisa dehidrasi ini kalo terus di tempat pengap begini, tauk!" dengus Reika kesal dengan suara pelan.
'Bisa-bisanya ngomong begitu padahal selama bertahun-tahun kau ada didalam Abyss of Horizon yang isinya mayat semua. Pengapan mana ama disini?' umpat Kaname dalam hati sambil buang muka.
"Kaname!" panggil Reika agak kesal sambil nyubit perut Kaname.
"Adawdawdaw! Iya, iya. Aku juga pengap di sini. Aku mengecek keadaan dulu, dah..." ucap Kaname cemberut. "Aku juga ikut!" ucap Reika rada manja. Mereka pun turun dari Attic. Dan saat membuka lemari, dia kaget karena ternyata Rei dan Yuu sedang duduk-duduk di kasur (sambil pegangan tangan).
"Yuu? Rei?" bisik Kaname kaget. Yang disebut namanya pun juga ikutan kaget.
"Lho? Kaname? Reika? Kenapa kalian berada di Attic Yuu?" tanya Rei heran. "Maling lu yak!" tuduh Yuu nunjuk-nunjuk.
"Ya iyalah…Eh kagak, bodoh! Kami ini ngumpet!" ucap Kaname yang langsung geplak kepala Yuu.
'Tadi bilang iya… Sekarang bilang kagak… Maunya apaan tau!' batin Yuu megang kepalanya.
"Kami nih ngumpet. Karena kami..." Reika tiba-tiba berhenti berkata. Dia terdiam.
"Ada apa, Reika?" tanya Rei heran.
"Ssst! Sepertinya ada seseorang yang sedang ke lantai 2! Kita harus diam! Bisa saja itu Mayufu…"
"Yang benar Mafuyu!" ralat Yuu dan Kaname.
"Benarkah?" tanya Rei sembari menempelkan kupingnya di pintu. Matanya membulat seketika.
"Ah! Benar! Kita harus diam! Ssst, ssst! Jangan pada bersisik!" bisik Rei.
"Yang benar berisik!" ralat Yuu dan Kaname lagi layaknya tukang peralatan. (Yuu dan Kaname: Yang benar tukang ralat kata!)
Rei pun kembali menempelkan kupingnya ke pintu. Mereka menunggu beberapa saat.
"Fuh... Syukurlah dia menjauh. Tapi kelihatannya dia sedang masuk ke kamarku." ucap Rei dengan tenang. Yang lain langsung menghela nafas lega.
"Ah! Mumpung Mafuyu sedang ke kamar Rei, bagaimana kalau kau melesat langsung ke tempat jaga, Kaname?" usul Reika menoleh pada Kaname.
"Siapa? Gw? Kenapa mesti gue?" tanya Kaname heran sambil nunjuk diri sendiri. Semuanya diam… Lalu, mereka melihat Yuu dengan kompak.
"Ha? Kenapa kalian ngasih tatapan kayak begitu ama gue?" heran Yuu tegang. Semuanya hanya diam dan tetep ngeliat Yuu dengan tatapan Lu-aja-yang-keluar.
"U...Ukh...Ohok! Ohok! Ohok! Anak muda jaman sekarang tega sekali… Nyuruh kakek tua renta begini buat turun tangga! Ohok! Ohok! Kalian pengen kakek mati dengan cepet, ya? Ohok! Ohok! Ohok!" Yuu secara OOC langsung berpura-pura jadi kakek-kakek. Dia bawa tongkat dan megangin punggungnya. Beneran kayak kakek-kakek tua dan hebat banget ngeles-nya ini orang...
"Kau aja Kaname. Kasian kakek (?), udah tua… Entar matinya cepet." desak Rei nge-dukung tunangannya.
"Iya dah! Gue yang keluar!" ucap Kaname sedikit gak ikhlas.
"Hati-hati Kaname, jangan sampai ketahuan." ucap Reika sedikit khawatir. Kaname mengangguk. Rei pun membukakan pintu pelan-pelan.
'Moga-moga berhasil!' batin Kaname. Dia pun mengendap-endap keluar kamar Yuu.
"Ka-na-mee..." panggil Yuu pelan (udah gak jadi kakek-kakek lagi).
"Apa?" tanya Kaname pelan juga.
"Kagak. Cuma ngetes pendengaran lu masih bagus apa kagak..." jawab Yuu dengan bodoh. Kaname pun hampir naik darah. Lalu, Kaname jalan lagi.
"Kaname..." panggil Yuu lagi.
"Apaan, sih!" kesal Kaname.
"Gue dkk bantuin lewat doa aja, ya..." lanjut Yuu.
"Apa kata lu, dah!" saat mau jalan, dipanggil lagi. "Kaname..."
"Apaan!" dengus Kaname. "Hati-hati pas turun ditangga..." saran Yuu.
"Banyak omong!"
-FLASHBACK END-
Yuu yang mendengar kegaduhan itu mengintip sedikit. "Kan udah dibilangin hati-hati pas turun tangga. Jadi bocah ngeyel banget, sih?" batin Yuu yang balik lagi kedalam kamar menemui 2 dayangnya (Rei dan Reika –ditonjokin Kaname gara-gara Reika dianggep sebagai dayang-). Kembali ke 2 orang ter-lambat dalam kecepatan otak di FF...
"Aduh! duh! duh! Kaname, kau itu apa-apaan, sih?" tanya Mafuyu yang terjatuh menimpa Kaname.
"Sakit!" rintih Kaname memegangi wajah + pantatnya.
"Kau ini...jatoh ngajak-ngajak. Jatoh dewekkan aja napa?" lanjut Mafuyu.
"Ogah! Entar kalo gw jatoh sendirian.. Lu bisa melesat tajam ke tempat jaga..." jawab Kaname.
"Tempat jaga?" ucap Mafuyu heran.
Hening beberapa saat…
-Pong-
"Ooh! Benar juga! Kita, 'kan lagi main petak umpet.." ucap Mafuyu.
"La iya..makanya gue gak mau ampe gue kena.." balas Kaname. Ni orang bedua pada bodoh,ya? Gak pada nyadar apa?
Hening lagi...
-Grusak,Grusuk- mendadak Mafuyu dan Kaname lari secepatnya menuju ketempat jaga. Kaname tidak sengaja keserempet kakinya dan jatuh lagi. Mafuyu karena terlalu buru-buru ampe kesandung dan jungkir balik sofa. Kaname pun memanfaatkan waktu disaat Mafuyu jungkir balik untuk menyentuh tempat jaga. Tapi sayang, sebuah tongkat berbentuk jari telunjuk menyentuh tempat jaga sebelum Kaname menyentuh.
"Ha? Apaan nih?" tanya Kaname.
"Kena lu...Ka...na..me!" ucap Mafuyu senyum licik. Kaname pun melihat tongkat itu yang ternyata dipegang oleh Mafuyu.
"Aaaah! Kau curang!" kesal Kaname.
"Muka lu curang! Kan boleh dengan cara begini..." ucap Mafuyu yang berhasil bangkit dari keadaan sebelumnya. (Kakinya diatas dan kepalanya dibawah meja)
"Kan nggak boleh pake alat!" sewot Kaname.
"Kalau nggak boleh ya bolehin..." balas Mafuyu santai. Dan terjadilah adu bacot di antara mereka.
10 menit kemudian...
"Cih! Sial! Sial! SIAAAL!" gerutu Mafuyu sambil berjalan di Hallway. Rupanya Mafuyu kalah adu bacot sama Kaname tadi. 'Bodohnya dirimu, Mafuyuu!' batinnya dalam hati. 'Ah sudahlah... Nah sekarang nyari di mana lagi nih? Dark Room? Atau kamar mandi?' tanyanya dalam hati sambil menopangkan dagunya dengan tangan dan melihat pintu ke Dark Room dan kamar mandi secara bergantian.
"Gw tau! Cap Cip Cup aja...Yosha! Cap cip cup belalang kuncup..Kaname lari dicium ucup (?) berubah jadi curut...!" ucap Mafuyu bodoh sambil menunjuk bolak balik kamar mandi dan dark room. Lalu, tangannya berhenti di Dark room.
"Naha! Brarti di Dark room,ya...?" Mafuyu lalu jalan kembali. Beberapa menit kemudian, sementara Mafuyu ke Dark room…Mayu yang ada didalam kamar mandi merasa keadaan sudah aman...Dia ingin segera keluar. Tapi, baru selangkah dia menginjakkan kaki... twin sister-nya yang tak lain dan tak bukan adalah si Mio ngibrit dengan cepat hingga rok Mayu terbuka sedikit dan rambutnya terbang. Seolah ada asap juga yang mengiri larinya Mio. Mayu sweatdrop.
"Mi... Mio?"
Mio ngibrit diiringi oleh Mafuyu. Mayu pun reflek langsung masuk dan ngumpet kembali karena takut ketauan sama Mafuyu.
"Tunggu kau, cebol!" panggil Mafuyu.
"Siapa yang mau nunggu? Kalo nunggu entar aku jaga!" seru Mio yang langsung masuk keruang tengah.
'Ukh. Tadi ketauan gak yaa sama Mafuyu?' batin Mayu dengan wajah yang... yah, sulit dijelaskan (?).
Tapi daripada merhatiin Mayu yang nggak menarik itu..sebenarnya, apa yang terjadi di Dark Room?
- 10 menit sebelumnya, di Dark Room -
Mafuyu membuka pintu Dark Room dengan perlahan-lahan, karena siapa tau ada yang ngumpet di Dark Room.
"Hmm...Coba kita cari-cari di sini..." ucap Mafuyu serasa bersama dengan orang lain.
Namanya juga dark room, udah pasti gelap banget. Mafuyu meraba-raba dinding untuk mencari tombol lampu. Tapi, karena terlalu gelap..gak sengaja Mafuyu menabrak lemari dan ember yang ditaro sama Rei diatas lemari jatuh. Reflek Mafuyu pun..
"Ayam! Itu...anu! Ember jatoh! Ayam jatoh...!" Mafuyu latah mendadak. Tapi dia juga mendengar suara sesorang latah 'AYAM!' dengan lantang.
Mafuyu merinding. 'Jangan-jangan...Setan!' batin Mafuyu ngeri dan dengan tampang shock.
'Eits! Bentar... Tp kayaknya gue kenal deh ama suara latah tadi... Siapa ya?' Mafuyu bertanya-tanya dalam hati. Dan pada saat dia lagi mikir-mikir, tiba-tiba seseorang melesat dengan kecepatan cahaya 4,2 detik dari balik lemari menuju pintu keluar Dark Room.
3 detik hening di Dark Room...
"AH IYA! MIO AMAKURA! GUE LUPAAA!" teriak Mafuyu gaje pas nyadar kalo tadi itu Mio yang melesat. Langsunglah dia ikut melesat ngejar si Mio.
"Tunggu, cebol!" panggil Mafuyu.
- Di tempat jaga -
"Hore! Hore! Aku enggak jaga!" girang Mio sambil loncat-loncat. Lalu datang Mafuyu sambil ngos-ngosan. "Cebol! Berani sekali kau mendahuluiku?" kesal Mafuyu.
"Kan lagi main. Ohoho! Daripada mikirin aku, mending nyari yang lain…" ucap Mio yang duduk di sofa bersama Kaname. "Awas lu!" ancam Mafuyu.
"Kalah sama cewek? memalukan sekali…" sindir Kaname.
"Cerewet!" kesal Mafuyu.
Mafuyu mencari kembali. 'Et dah! Pada ngumpet dimana, sih? Kayak setan, ngumpetnya ditempat sepi...' batin Mafuyu rada kesal karena sejak tadi mencari kagak nemu-nemu. Lalu, dia merasa kebelet dan harus segera ke kamar mandi. Dia pergi kekamar mandi. Saat dia masuk kekamar mandi, dia tidak sadar kalo Mayu sedang bersembunyi didekat kloset. Dan saat dia MAU, ingat, ya MAU membuka resleting celana...
"Kyaaaaa! Apa yang mau kau lakukan, Mafuyu!" jerit Mayu yang reflek langsung nyiram Mafuyu pake pancuran.
"Ma…Mayu? Kenapa kau ada disini?" tanya Mafuyu yang menutup resletingnya. "Tidaaaaaak!" Mayu langsung melempar pancuran itu kewajah Mafuyu dan ngibrit. Mendengar kegaduhan itu, yang pada ngumpet langsung keluar.
"Mioooo!" panggil Mayu menuju ruang tengah. Yang namanya dipanggil saat itu tengah makan keripik kentang dengan Kaname sambil nonton tv. "Mayu? Kau kenapa? Kok kau basah begini?" cemas Mio menghampiri Mayu. "Huhuhu, itu tadi Mafuyu…" Mayu menangis gaje.
"Mafuyu?" Mio bingung.
"Hei, ribut-ribut apa ini?" tanya Rei dari atas. "Aku enggak tau, mendadak Mayu datang dengan tubuh basah dan menangis…" jawab Kaname.
"Ha? Mayu-chan, kau kenapa?" tanya Kirie. "Huhuhu! Itu…Mafuyu…" jawab Mayu.
Mendengar nama pacar dan kakaknya disebut, Kirie dan Miku melesat dengan cepat kebawah. Kirie bahkan merobek kimononya agak bisa memperlebar langkahnya, Miku lompat dari lantai 2 memanfaatkan tubuh kecilnya dan mendarat tepat diatas Kaname. "Hugeh!" rintih Kaname yang punggungya dengan mudah diinjak Miku.
"Kenapa dengan Mafuyu?" tanya Miku dan Kirie sangar sambil memojokkan Mayu ke tembok. Melihat wajah seram mereka berdua, Mayu jadi tambah takut. *Brak!* yang diomongi pun datang.
"Mayu!" seru Mafuyu dengan tubuh basah dan plester X didahinya. "Hii…" kaget Mayu.
"Oi, Mafuyu…kau apain anak orang?" tanya Yuu santai. "Kagak gue apa-apain! Dia-nya aja yang mikir enggak-enggak. Kecil-kecil udah mesum…" bantah Mafuyu. Miku, Kirie dan Mio memberikan tatapan pembunuh.
"Kau apakan Mayu?" tanya mereka bertiga kompak yang sekarang memojokkan Mafuyu. "Ka-kagak gue apa-apain kok!" jawab Mafuyu terbata-bata.
Lalu, Mafuyu menjelaskan.
"Makanya kalo udah kebelet, liat dulu ada orang apa kagak…" ucap Yuu.
"Lah kan gw gak tau. Dikira gue peramal apa?"
"Mayu juga…ngumpet-nya di tempat aneh, sih…" lanjut Rei.
"Ma-maaf…" ucap Mayu memainkan jarinya.
"Jadi…Ni permainan dilanjutin apa enggak?" tanya Reika. "Anggep aja kita semua udah kebakaran. Ulang aja! Ulang!" seru Kaname.
"Tunggu! Ini belom kebakaran! Mana Kei-san?" tanya Miku seperti polisi. Semuanya pun inget. Kei kagak ada disini.
"Brarti tinggal dia doang. Oke! Mafuyu…cari!" perintah Kaname. "Gampang!" PD Mafuyu sambil gosok hidung bawahnya.
"Kagak ada!" batin Mafuyu shock.
"Beeh, katanya tadi 'Gampang'. Sekarang nyari satu orang aja kagak bisa…" sindir Yuu.
"Hei, Mayufu…" panggil Reika. "Mafuyu!" ralat + kesal Mafuyu.
"Whatever! Sudah 4 jam kau cari Kei. Lebih baik nyerah ajalah..." usul Reika yang bersandar dipundak Kaname.
"Tidak! Sebagai cowok, gue gak mau nyerah. Bakal gue cari dia! Hingga ujung dunia sana!" tegas Mafuyu dengan berapi-api + lebay.
"Berarti kalo dia ke neraka nemuin senior iblis (baca: Hiruma Youichi), kau mau?" tanya Mio.
"Ah, kalo itu mah… Gue nolak ah…" jawab Mafuyu pelan sambil garuk-garuk kepala belakangnya.
"Tapi... Kau udah nyari seisi rumah selama 4 jam dan gak ketemu-ketemu..." lanjut Yuu bertopang dagu.
"Tidak!" Mafuyu tetap menolak.
"Miku, terkadang kakakmu keras kepala, ya..." ucap Rei.
"Begitulah..." gumam Miku pasrah.
- 1 jam kemudian -
"Oh, aku lapar..." keluh Mio memegangi perutnya.
"Benarkah? Aku juga lapar..." ucap Mayu. "Mafuyu, berhentilah nyari dan kita makan di restoran aja..." saran Kaname.
"Berisik! Gue mau nyari dia, tato sialan...!"
"Nyerah aja...sejak tadi aku bahkan tidak bisa merasakan hawa busuknya (?)" Mio berkata dengan entengnya.
"Si...sial..Okelah! Gue nyerah! Keiii..keluarlah! Kau yang menang!" ucap Mafuyu. -Siiiiing- tidak ada jawaban apapun.
"Sudah kuduga gak ada yang beres! Baiklah, kita semua berpencar mencari pak tua bau apek itu (?).." perintah Yuu.
"Oush!"
Mereka pun mencari kesana-sini. Ada yang di halaman belakang, di attic, di kamar mandi dan ditempat-tempat lainnya.
"Kei, kau disini?" tanya Kaname yang ngintip dibawah sofa (?). (Crimson: Haaa? dibawah sofa? dikira yang lo cari anting nyokap lo?)
"Kei-san, kau disini?" Miku yang ketularan bodoh juga nyari di lemari bawah dapur. (Fea: Ini lagi bocah!)
"Kei, kau disini?" Mafuyu membuka kulkas. Tapi, dengan cepat Miku menutupnya. "Hii.." kaget Mafuyu.
"Kakak cari Kei-san apa cari makan?" tanya Miku sangar. Mafuyu hanya senyum miring sambil mundur perlahan dan…
"Ah, A...ahahah...Aku...nyari Kei, kok!" segera ngibrit ke Hallway tapi...
"Hebuchi!" Mafuyu nabrak pintu. "Kei-san gak ada di hallway…" ucap Kirie innocent. Mafuyu terkapar dibawah dengan wajah merah karena nabrak pintu yang dibuka secara tiba-tiba oleh Kirie.
"Lho? Mafuyu, kau enggak apa-apa?" tanya Kirie mendekati Mafuyu.
"Kagak…" –gletak- Mafuyu pingsan. "Tidur disini bisa bikin kamu masuk angin, lho…" lanjut Kirie benar-benar innocent.
"Huhuhu, mendengar kata-katamu membuatku beneran sedih, kirie…"
"A…Ara?"
Akhirnya mereka semua kelelahan mencari Kei yang tak kunjung menampakkan wujudnya. Mereka semua tumbang di ruang tengah. Rei terlalu lelah hingga tertidur dipundak Yuu. Miku bersandar ditembok (Karena gak tau mesti sandaran ama siapa). MioMayu saling bersandar. Kirie melepas keletihannya dengan tiduran di dada Mafuyu. Reika duduk di sofa sementara Kaname sandaran diujung tangga.
"Kemana sebenarnya mahluk halus itu?" keluh Yuu.
"Ya,udah...mendingan kita makan aja yuk. Ntar juga dia keluar sendiri..." usul Rei. "Iyalah..."
Kemudian mereka keluar, saat sampai didepan pintu...mereka mendengar...
"Terima kasih, ya...maaf udah membuat kau repot.." ucap seorang cewek segan.
"Jangan khawatir. Jalan denganmu enak, kok..." balas cowok. Mereka yang ada didalam rumah merasa gak asing lagi dengan suara itu. Mereka membuka pintu dan melihat..
"Kei!" seru geng FF serentak.
"Oh? Hai..." sapa Kei serasa gak punya dosa.
"Darimana saja kau?" tanya Mio.
"Jalan ama Kyouka..enak looh..." jawab Kei sambil wink. FF geng (kecuali Kei) cengo dan rada jawdrop.
"Tidak bisa...Tidak bisa dimaafkan...! Huoooo!" ucap Mio, Reika, Mafuyu, Kaname dan Rei nyerang Kei.
"Hah?"
"HANCURKAN DIA!" seru Mio lantang. "Hiii.." Kei pun langsung kaget dan berniat lari tapi langsung ditangkap oleh Mafuyu.
"Catch MAX! Kirie! Siapkan talimu!" perintah Mafuyu. "Siap kapanpun, honey!" Kirie menarik keluar talinya dari balik kimono.
"Mio, ikat dia!" perintah Reika. "Oke!"
"Reika! Cekek dia!" perintah Kaname. "Baik…" nyiapin tangan kanan.
"Eh? AH! HEI! APA YANG KALIAN LAKUKAN?" sewot Kei yang dipegangi oleh Yuu dan Kaname.
"BRISIK! KITA UDAH NYARI-NYARI ELU KLILING RUMAH STENGAH MAMPUS TAUU!" kesal Kaname teriak dikuping Kei.
"Sapa suruh nyari gue keliling rumah ampe mampus? Salah elu ndiri!" balas Kei enteng.
"Setengah mampus!" ralat Mafuyu yang menyiapkan tali. "Iyalah…"
"Sudah cukup kami sabar menghadapimu, orang tua sialan (?)! BUNUH DIA!" seru Mayu.
"YEAH!" lantang FF geng yang mulai ritual balas dendam.
"Tidaaaaak!" jerit Kei.
"AH! Kei-san!" panggil Kyouka cemas.
Duak, grusak, dger, ciit, buak, jealkb (?), bump MAX, dll!
Suara pertempuran tragis bin sadis terjadi dikediaman Rei.
1 jam kemudian…
"Oke. Udah selesai…" ucap Yuu yang menepuk tangannya.
"Fuuh, lumayan capek juga, nih…" lanjut Rei. "Ayo kita makan!" ajak Mio. "Ayo, ayo!"
"Woi! Kalian mau kemana? Ngebiarin gue dengan keadaan begini? Hei, maniak kamera sialan! Come back! Woi!" panggil Kei yang diikat di sofa tanpa pakaian (hanya pakai celana boxer), wajah belopotan gara-gara dicoret-coret pake tinta kutukan dan lipstick, diikat pake tali Strangling Ritual, bekas genggaman tangan hasil cekekkan Reika, wajah babak belur digampar cowok FF, rambut yang dibotakin setengah, dll.
"Kalian denger sesuatu?" tanya Kirie polos. FF geng geleng-geleng.
"Paling cuma suara tikus di attic. Ayo kita makan…!" jawab Reika.
"Go to restoran. Yaaa!" semangat Miku. "Yaaa!"
FF gang pun pergi meninggalkan Kei dalam keadaan tragis di dalam rumah sementara mereka pergi makan. "Gimana gue mau kekamar mandi kalo diikat kayak begini! Gyaaaaaa!" jerit Kei.
The End? Finish? Owari? Fin?
Crimson: Yaa, akhirnya selese juga nii cerita, Fea-chin…
Feathers: Fic yang udah kita rencanakan sejak tahun lalu baru selesai hari ini. Menakjubkan…
Crimson: Atarimae MAX! *wink*
Readers: Lalu? Bagaimana keadaannya Kei?
Feathers: Ah, karena dia diikat dan ditinggal oleh FF geng selama beberapa jam, Kei-ossan ngompol di sofa Rei…*baca scenario*
Crimson: Ngompol? Benar juga. Selain itu, Crawling Woman yang mendiami attic-nya Yuu datang kebawah dan menggoda Kei yang dalam keadaan terikat.
Feathers: He? Benarkah? Kei digodain ama Crawling Woman?
Crimson: Haide gozaru.
Readers: Makasih udah jawab pertanyaanku…*pergi*
Crimson: Minna-sama, review dibutuhkan. Mana tau kalo kami ada ide…kami akan mejeng di fandom ini…
Feathers: Yaa, sebagai penutup fic gaje ini…kami persembahkan band sehari jadi, The Devils!
*Jreng!*
Sae Kurosawa (Fatal Frame 2), Handmaiden girls (Fatal frame 3), Sakuya Haibara (Fatal Frame 4)
Sae: Kami akan menyanyikan sebuah lagu asal jadi, harap didengarkan! Music!
Sakuya: *Jreng!* main gitar (gitar buat anak kecil yang senarnya dari plastic)
Handmaiden girls: *Nari*
Feathers: Band gila! Makasih udah mau baca… dan sampai jumpa! OHOHOHOHOHOHO!
