A/N:
Saya kembali…! Terimakasih banyak buat review-nya sudah aku jawab lewat PM silahkan dilihat!.
Buat Michu-san, maaf karena saya telat. semua pertanyaan kamu akan dibahas di chapter ini termasuk munculnya Shikamaru. Semoga jawaban saya memuaskan… ^^
oOo
A world with no light.
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Setelah pertemuan antara Sasuke dan Temari beberapa waktu lalu, mereka semua menjadi lebih akrab. Mereka menjadi lebih sering menghabiskan waktu bersama. Bahkan Sasuke dan Naruto pernah menginap di rumah Hanabi.
"Aku tidak menyangka kalau Temari dan Sasuke adalah teman les." kata Naruto
"Ya, aku juga tidak menyangka. Kita sama-sama tersesat di Iwagakure dan bertemu di rumah Hanabi," jawab Temari.
Sasuke hanya diam dengan tampang dingin seperti biasa.
"Oh iya, bagaimana kalau sekarang makan siang di luar?" ajak Sakura
"Kalau kamu yang mengajak itu artinya kamu yang harus bayar!" seru Temari
"Ya, ya, ya baiklah, aku yang bayar!" kata Sakura dengan terpaksa.
"Kita makan di tempat langgananku saja!" seru Hanabi
Lalu mereka pergi ke sebuah Rumah makan yang tidak jauh dari rumah Hanabi.
"Ini, yang kamu maksud Rumah makan?" kata Naruto bingung
"Ya! Baguskan? Aku sering makan di tempat ini lho…!" seru Hanabi
Mereka semua (kecuali Hanabi) hanya memandang nanar tempat yang disebut dengan Rumah makan itu.
"Kalian kenapa? Tidak suka?" tanya Hanabi
"Bu..Bukan begitu, tapi tempatnya ini… aneh." Kata Temari
Mereka semua sependapat dengan apa yang di ucapkan Temari. Bentuk restoran itu memang sangat aneh. Letaknya di atas air dan berbentuk seperti pohon Basiah(1). Di bagian atas pohon, terdapat balkon dengan hiasan pita berwarna merah muda dan putih. Dan lampu-lampu yang terpasang di dinding, bersinar terang menyinari gelapnya desa Iwagakure.
Secara teknis, tempat ini memang bagus dan lucu, tapi untuk masuk dan makan di tempat seperti itu, rasanya sulit karena pohon tersebut sangat tinggi dan lebarnya pun mungkin hanya muat untuk 8 orang.
"Ini rumah makan baru ya? Kok aku baru lihat sih?" kata Naruto heran
"Memang! Rumah makan ini baru berdiri sekitar 2 bulan yang lalu!" Seru Hanabi
"Hn… cepatlah! Sebenarnya kita jadi makan atau tidak?" Tanya Sasuke
"Iya, jadi kok sekarang ayo kita masuk!" jawab Sakura. Lalu semuanya melewati jembatan kayu untuk masuk kedalam pohon yang katanya rumah makan itu.
Waw! Mereka bertiga terkejut setelah masuk ke dalam rumah makan tersebut. Ternyata, di dalamnya sangat luas dan tidak kalah unik dari penampilan luarnya. Hanya saja, di bagian dalam terlihat lebih klasik. Setelah diselidiki, ternyata mereka menggunakan sihir untuk membuat rumah makan yang tidak boros tempat dan terlihat lebar setelah masuk ke dalamnya.
"Benar-benar… Waw!" kata Temari takjub. Segala hal yang ada di dalam rumah makan itu benar-benar membuatnya menyesal karena telah menyebut rumah makan itu "Aneh".
"Sekarang kamu tahukan Temari, jangan menilai sesuatu hanya dari luar seperti kamu menilaiku!" kata Sasuke dengan maksud menyindir Temari
"Eh? Memangnya Temari menilaimu bagaimana?" tanya Sakura
"Uchiha dingin yang sok keren." Jawab Sasuke singkat dan berjalan menuju meja kosong yang letaknya tidak jauh dari tempat mereka berlima berdiri.
Sasuke mulai membuka daftar menu. Begitu juga dengan yang lainnya.
Ternyata, bukan hanya dekorasinya yang unik, makanan yang dijual di rumah makan ini juga unik contohnya adalah Jelly fish soup. Jelly fish soup adalah semangkuk soup panas yang berisi jelly ubur-ubur yang sudah dicampur dengan bahan-bahan tradisional ala desa Iwa. Jelly fish soup sangat cocok dinikmati pada musim dingin karena, soup ini harus dimakan dalam keadaan masih panas. Kalau soup ini sudah dingin, jelly ubur-ubur yang menjadi bahan utamanya akan menggumpal dan menjadi keras.
Selain makanan seperti jelly fish soup, rumah makan ini juga menjual bermacam-macam ice cream! Dan ice cream yang paling sering dinikmati adalah ice cream volcano. Sesuai dengan namanya, ice cream ini berbentuk seperti gunung dan akan mengeluarkan sirup karamel yang berwarna orange kemerahan jika digigit di bagian tengah ice cream tersebut. Rasanya? Hmm… sangat lezat! Semua orang yang berkunjung ke rumah makan ini, pasti memesan ice cream ini untuk dinikmati.
"Yaa, sepertinya aku akan memesan jelly fish soup dan ice cream volcano. Bagaimana dengan kalian?" tanya Sakura
"Aku pesan nasi dengan chiken steak yang ditaburi dengan biji wijen." Jawab Sasuke
"Aku pesan Puppy cake(2) aja deh! Oh iya, jangan lupa ice cream volcano-nya juga!" timbal Hanabi
"Aku bingung…," kata Temari "Kalau begitu, aku sama dengan Sakura saja deh," lanjutnya.
"Aku sama dengan Sasuke…," kata Naruto.
Lalu Sakura menuliskan pesanan mereka di kertas yang disediakan untuk menulis pesanan.
'Masa? Tinta pulpen ini terbuat dari… Sirup anggur?' batin Sakura
Tanpa berpikir panjang, Sakura langsung memberikan kertas yang berisi pesanan tersebut pada pelayan. Mereka ber-empat menunggu pesanan datang dengan sedikit bergurau. Seperti biasa, Naruto-lah yang menjadi pelawak. Ia menceritakan sebuah cerita yang dikarangnya sendiri yaitu cerita tentang seekor rubah kuning yang menolong seekor ayam biru yang tersesat. Merasa disinggung, Sasuke yang tadinya diam saja menjadi ikut-ikutan menceritakan cerita yang tidak kalah aneh dari cerita Naruto.
"Makanan siap!" seru seorang pelayan pada Sakura dkk.
"Waah…! Aku sudah tidak sabar. Mana punyaku? Ah, ini dia," kata Hanabi yang langsung melahap puppy cake-nya dengan lahap.
Mereka berempat memakan makanan mereka dengan lahap. Setelah selesai makan, mereka mencoba mencicipi ice cream volcano yang katanya sangat enak itu.
"Ternyata memang benar! Ice cream volcano ini sangat enak…!" seru Hanabi yang sepertinya sudah mulai melupakan masa lalunya yang menyakitkan.
"Kamu senang Hanabi? Aku senang kalau kamu senang. Kalau kamu mau tambah lagi, akan kakak belikan. Mau?" tanya Temari
"Aku senang kak Temari, tapi aku tidak mau tambah lagi. Satu ice cream volcano saja sudah membuatku kenyang." Jawab Hanabi
"Hm.. aku rasa itu benar." Kata Temari
"KYAAA…!" Mendadak Hanabi berteriak sehingga membuat semua yang ada di sekitarnya kaget.
"Hei, ada apa? Apa ada yang menganggumu? Siapa?" tanya Naruto khawatir
"Bukan, lihat kesana!" kata Hanabi sambil menunjuk kearah kiri. Naruto pun mengikuti Hanabi dan berbalik arah kearah kiri.
"Waah!... Keren! Aku tidak menyangka bisa melihatnya…Gyaa!" Naruto malah ikut-ikutan teriak dan itu membuat Sasuke ilfeel.
"Dasar! Seperti anak-anak saja!" dengus Sasuke
"Memangnya, ada apa di sana?" tanya Temari
"Itu loh kak, dia…dia…dia kan pangeran Nara Shikamaru dia itu, anaknya orang yang memimpin Dunia tanpa cahaya," jelas Hanabi.
Tiba-tiba Hanabi berlari dan menghampiri Shikamaru yang sedang duduk sambil memakan makanannya.
"Nara-sama, bolehkah aku menjabat tanganmu? Sebentar saja, semua temanku pernah bertemu denganmu dan hanya aku yang tidak pernah berjabat tangan denganmu…," pinta Hanabi.
Tiba-tiba seorang pelayan pribadi Shikamaru berdiri dan memaki-maki Hanabi.
"Dasar anak kecil! Kamu tidak lihat apa, Shika-sama sedang memakan makanannya. Lihat! Karena perbuatanmu Shika-sama kehilangan selera makannya!" kata pelayan pribadi Shikamaru tepat di depan wajah Hanabi.
Tentu saja Hanabi menjadi sedih. Ia hanya ingin berjabat tangan dengan Shikamaru tapi dilarang oleh pelayan pribadi Shikamaru. Hanabi menangis sejadi-jadinya. Sasuke, Temari, Naruto, dan Sakura yang melihat Hanabi menangis menyusul Hanabi dan mencoba menenangkannya.
"Maaf, maafkan adikku, dia hanya ingin melihatmu dari dekat tolong dimaaf kan! Jika selera makanmu hilang hilang karena kami, kami benar-benar minta maaf." Kata Temari sambil membungkuk.
"Seingatku aku tidak pernah berkata bahwa aku kehilangan selera makanku. Jangan mengarang Madara! Anak ini hanya ingin berkenalan denganku, memangnya ada yang salah jika anak ini berjabat tangan denganku?" tanya Shikamaru
"Tapi Shika-sama…" belum sempat Madara melanjutkan perkataannya, Shikamaru segera berdiri dan menghampiri Hanabi dan Temari.
Shikamaru berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan Hanabi.
"Namaku, Nara Shikamaru. Namamu?" Shikamaru bertanya sambil memperlihatkan senyumnya.
"Hyuga…Hyuga Hanabi," lalu, Shikamaru menjabat tangan Hanabi.
"Aaah… kamu kakaknya Hanabi 'kan?" tanya Shikamaru pada Temari
"Umm… bukan, Hnabi bukan adikku, tapi aku dan temanku yang merawatnya sementara. Jadi, aku sudah menganggapnya sebagai adik." Jawab Temari
"Jadi begitu. Kamu baik sekali ya! Karena kamu begitu baik pada Hanabi, bagaimana kalau kalian berlima aku undang ke rumahku. Bagaimana?" tanya Shikamaru
"Dengan senang hati!" seru Mereka semua(kecuali Sasuke)
oOo
Setelah Shikamaru selesai makan, mereka semua langsung menuju rumah Shikamaru. Shikamaru sangat berbeda dengan pangeran-pangeran lain ia adalah pangeran yang sederhana dan baik hati ya, walaupun sifatnya sangat *maaf* pemalas. Shikamaru memilih berjalan kaki menuju rumahnya dari pada naik tandu yang diangkat oleh pengawal-pengawalnya yang setia. Tentu saja hal itu membuat para gadis berteriak kagum ketika melihat sang pangeran berjalan melewati mereka.
"Hei, apa kamu tidak merasa tergaanggu selalu diikuti oleh pengawal dan pelayan pribadimu?" tanya Temari
"Hm… tentu saja itu mengganggu! Kadang-kadang mereka itu sangat merepotkan. Harusnya aku yang merepotkan mereka dan merekalah yang merasa direpotkan olehku, tapi seiring berkembangnya waktu, mereka menjadi sangat merepotkan dan akulah yang akhirnya merasa direpotkan! Huuh..benar-benar merepotkan!" Seru Shikamaru
'Sepertinya kata favorit anak ini adalah Merepotkan hihihi itu aneh,' batin Temari.
Mereka terus berjalan sampai akhirnya tiba di depan sebuah gua besar yang sangat gelap. Pengawal Shikamaru berjalan duluan dan diikuti oleh Shikamaru lalu, Sakura dkk.
Gua ini sangat menyeram kan! Gelap, lembab, dan banyak binatang-binatang kecil yang berterbangan.
"Hiiie…seb..sebenarnya, kita mau kemana sih lewat gua begini?" tanya Naruto yang kelihatannya sudah mulai takut.
"Ke rumahku," jawab Shikamaru santai.
"Bagaimana mungkin ada rumah di dalam gua!" seru Naruto
"Dasar Naruto! Mana ada rumah di dalam gua. Kalau pun ada, itu pasti rumah kelelawar yang memang habitatnya di gua!" jawab Sakura
"Ini memang rute yang harus dilewati kalau mau ke rumahku." kata Shikamaru
"Apa? Bagaimana bisa?" Naruto rupanya masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Shikamaru.
"Lihat saja nanti!" kata Shikamaru tanpa melihat kearah Naruto.
oOo
5 menit kemudian…
"Whooaa…! Ini rumah kamu shika?" tanya Naruto. Tadi di perjalanan, Naruto lah yang paling berisik dan yang paling tidak percaya kalau rumah Shikamaru memang berada di balik gua. Dan setelah sampai, Naruto lah yang paling heboh ketika melihat rumah Shikamaru.
Tentu saja Naruto heboh saat melihat rumah Shikamaru! Rumahnya sangat besar, tapi tidak sebesar Shiny land ya, kira-kira setengah dari Shiny land.
Rumah Shikamaru terletak di tengan-tengah dan di setiap sisinya terdapat pemandangan yang berbeda-beda.
Pemandangan di sebelah Utara, sukses membuat Sakura terpana. Sebuah perkebuanan apel kuning dan anggur menghiasi halaman sebelah utara rumah Shikamaru. Dan sebuah taman berbentuk segitiga yang ditumbuhi banyak bunga membuat suasana semakin berwarna.
'Ingin rasanya aku membantu merawat kebun dan taman bunga itu…,' batin Sakura
Pemandangan di sebelah Selatan, rupanya juga membuat Sasuke menyukai rumah Shikamaru. Yang ada di sebelah selatan adalah sebuat labirin yang tersusun dari rerumputan yang di tata rapi.
'Rumah ini lumayan juga.' Batin Sasuke
Sedangkan pemandangan di sebelah Timur, membuat mata Hanabi berbinar-binar. Kalau dipikir-pikir, pemandangan disini benar-benar bagus. Ya, sangat bagus. Pemandangan sebuah air terjun yanga sangat tinggi dan air-nya yang bening, mengalir tanpa henti sampai menuju laut. Dan di pinggir air terjun tersebut terlihat lima ekor rusa yang sedang minum.
'Pemandangan ini membuatku tenang! Andai saja ada sinar matahari yang bersinar pasti air terjun ini akan terlihat lebih bagus.' batin Hanabi
Dan Pemandangan di sebelah Barat, membuat Temari penasaran dan tidak percaya. Sebuah bangunan berbentuk sepatu dengan cat berwarna ungu berdiri dengan kokoh. Tanaman rambat yang menggantung di tembok bangunan tersebut membuat kesan tersendiri bagi orang yang melihatnya.
'Bangunan ini seperti sepatu. Atau mungkin aku yang salah lihat?' bingung Temari
"Semuanya, ayo masuk!" kata Shikamaru.
Mereka pun berjalan menuju pintu utama. Madara, pelayan pribadi Shikamaru menekan bell agar pintu terbuka. Tidak lama kemudian, pintu itu terbuka dan dari dalam terlihat seorang anak kecil yang memakai jubah berwarna hijau muda dengan garis putih di bawahnya. Dan anak itu duduk di atas sebuah sapu terbang.
"Selamat datang Shika-sama!" seru anak itu heboh "Eh, tunggu kamu kak Sakura dan Hanabi 'kan?" tanya anak itu
"Ah! Sepertinya aku kenal kamu. Kamu itu Moega, Mega atau… aduh siapa ya?" kata Sakura
"Aku Moegi!" jawab Moegi
"Nah, itu yang aku maksud. Tapi Moegi kamu sedang apa di sini?" tanya Skura
"Aku belum cerita ya? Baiklah begini, aku adalah penyihir pribadi di kerajaan ini." Jelas Moegi
"Penyihir pribadi?" bingung Temari
"Ya, tugas aku adalah meramal ke jadian-kejadian yang akan datang, tapi hanya untuk satu hari kedepan saja. Kalau untuk melihat kejadian satu tahun kedepan aku tidak bisa. Tapi aku di sini bukan hanya untuk menjadi penyihir pribadi. Aku juga belajar dengan ahli sihir yang lebih kuat." Jelas Moegi
"Jadi begitu, ternyata bekerja sambil belajar ya?" ujar Naruto. Moegi hanya mengangguk senang.
"Ayo semua silahkan masuk!" ajak Shikamaru
Mereka pun masuk kedalam rumah Shikamaru.
Bersambung…..
oOo
Keterangan:
Pohon Basiah: Kata mamah aku, itu pohon yang gede banget. Terus umur pohonnya juga panjang.
2. Puppy cake: Itu sejenis cheese cake yang memakai cokelat cair untuk isi dalamnya dan buah semangka yang sudah dipotong kecil-kecil untuk hiasan. Makanan ini Cuma sekedar imajinasi saya.
oOo
A/N: ada yang mau review? Kalo ada, silahkan klik "biru-biru" yang ada di bawah sini.
