Naah...Misaki mulai terkena masalah yang membingungkan...Misugi, Matsuyama, dan Yuri ikut-ikutan bingung. Sebenernya kenapa ya? Simak aja cerita ini...

Me and the Golden 23

By : Yuri Misaki


Two

" Oy, Misaki! " tiba-tiba ada yang memanggil.

Spontan, aku dan Misaki menoleh ke belakang.

" Eh, Masao, Kazuo, ada apa? " tanya Misaki begitu menyadari siapa yang memanggilnya.

" Kami mau bicara... kebetulan Manager Kira juga mau bicara sama kamu, dan kami berdua " jelas Masao.

" Eh, kamu lagi bareng Yuri ya? Maaf ya Yuri, Misaki-nya dipinjem dulu..." canda Kazuo.

" Hahaha.. ya gak apa-apa lah, silakan aja! " kataku seraya menuju lantai atas.

Maka Misaki dan si kembar Tachibana berjalan menuju lapangan.

KREEEEKKKK...!

" Wah Yuri lama amat.." kata Misugi tanpa mengalihkan tatapan dari laptop.

" Ngapain aja sih sama Misaki? Jangan-jangan curhat lagi..." kata Matsuyama.

" Ya nggak lah, dia tadi Cuma nanya-nanya tentang gaya permainan dia sama Tsubasa kok " kataku kesal.

"Ya ampun..dia kayaknya emang niat banget buat nyaingin Tsubasa ya? " ujar Matsuyama.

"He-eh.." jawab Misugi

Mata mereka berdua tak lepas dari tayangan di laptop.

" Nonton apaan sih? Rame banget kayaknya" kataku merangsek melihat tayangan di laptop.

" Lihat aja sendiri..." jawab Misugi datar.

Maka aku melihat tayangan tersebut yang rupanya video Tsubasa yang pada liga Spanyol beberapa hari yang lalu berhasil mendribble bola dengan melewati 11 pemain sendirian dan menciptakan gol.

" Waaah... Tsubasa keren...! " kataku.

" Yaaah... Tsubasa gitu loo.. " ujar Matsuyama.

Aku terkekeh ringan saja.

Tiba-tiba...

KREEEKKK...!

Muncul Misaki berwajah ...sulit ditebak... karena merupakan campuran wajah kesal dan... sedih?

" Hei Misaki! What's up? " sapa Misugi ramah.

Misaki bungkam, dia hanya duduk di kasurnya.

Matsuyama dan Misugi mengahmpirinya, begitu pun aku.

" Ada masalah Misaki? Ceritakan saja padaku, nanti kita selesaikan bersama " ujar Matsuyama bijak sambil merangkul Misaki.

" Ya... ceritakan pada kami.. " Misugi merajuk.

Misaki menatap mereka berdua, dan menghela nafas.

" Hah... baiklah akan kuceritakan pada kalian bertiga... tapi tolong jangan beritahu yang lain, kecuali...yang bersangkutan di kejadian ini..." katanya sedih.

Kami bertiga mendengarkan dengan minat.

" Tadi, awalnya habis latihan, aku dan Yuri sudah mau kesini, tapi tadi aku dipanggil Kazuo, Masao, dan Manager Kira " katanya.

" Oh, ya gitu ? " tanya Misugi padaku.

Aku mengangguk.

" Kok gak bilang sih ke kita... " kata Matsuyama.

" Ya maaf... "

" Sudah...sudah...lanjutkan Misaki " ujar Misugi.

" Dan ternyata aku dipanggil untuk membicarakan tentang... "

" ... Misaki kami ingin kamu melakukan centering setinggi yang kamu bisa biar kami bisa menggunakan skylab hurricane yang terakhir kalinya " ujar Masao.

" Tapi kalau begitu...kalian gak bisa main lagi... " ujar Misaki.

" Ya tidak apa-apa.. anggap saja ini hadiah spesial dari kami " kata Kazuo enteng.

" Aku.. nggak bisa... maaf...aku gak bisa ngebiarin kalian pake teknik itu dan melukai kaki kalian dan kalian gak akan bisa main bola lagi... "

Manager Kira yang memperhatikan ketiga orang itu langsung angkat bicara.

" Kazuo, Masao, apa kalian serius tentang ini ? "

Si kembar Tachibana mengangguk mantap.

" Hah.. sama seperti Misaki, aku memang berat untuk membolehkan kalian menggunakan skylab hurricane besok, tapi kalau kalian memang sudah yakin dan siap menerima resikonya, dengan berat hati... aku serahkan pada kalian... " katanya pilu.

Misaki kaget.

' Manager membolehkan mereka...? Gak salah? ' batinnya.

" Terimakasih Misaki atas kebaikan hatimu, tapi kami ingin kau membuang kebaikanmu sekali saja pada pertandingan besok, demi mimpi kita.." kata Masao, seolah bisa menebak apa yang dipikirkan Misaki saat itu.

" Ya, kami mengandalkanmu besok...! " ucap Kazuo.

Misaki mengangguk...dengan berat.

" Baiklah, pembicaraan kita... selesai " kata Manager Kira dan pergi dengan langkah berat.

"... begitu.. " Misaki mengahiri ceritanya.

" Jadi Kazuo dan Masao akan menggunakan teknik itu..? " kataku.

" Ya, meskipun tadi aku setuju tapi tetap saja... aku gak tega... "

" Matsuyama, kau kan' kapten, menurutmu gimana? " tanya Misugi.

" Hm... sebenernya aku juga gak tega, tapi tergantung kamu Misaki, mau menuruti mereka apa nggak... "

" Aku masih ragu Matsuyama.."

" Hm.. gitu, saranku sih liat saja kondisi di lapangan besok, gimana Misugi? "

" Lo kok nanya aku? "

" Ya kamu kan' jagonya strategi, namanya juga ' Pangeran Lapangan'..." ujar Matsuyama sambil menyebut gelar Misugi, ' Field No Kikoshi' alias ' Prince on the Field', alias...

( You know lah ya... hehehehe )

" Hmm... saranku sih hampir sama kayak Matsuyama, kamu kan' masih ragu Misaki, jadi kita liat besok kondisi di lapangan, kalau akhirnya kamu gak mau, kita bisa bikin gol bareng lewat formasi 3M kita... tapi kalau mau, ya lakuin aja centering buat si kembar Tachibana "

Misaki mengangguk.

" Makasih ya buat sarannya... aku mau...menenangkan diri dulu.." katanya sambil keluar.

Aku , Misugi, dan Matsuyama diam.

" Sama-sama..." akhirnya aku berkata.

Baik suasana dalam kamar maupun di luar sama-sama membuat kami berempat dirundung sedih dan... perasaan bersalah (?).

Note : Jadinya Misaki mau milih yang mana? Just check out the third chapter!