Golden 23 pun memulai pertandingan pertamanya...lalu keputusan yang mana yang akan diambil Misaki ?
Me and the Golden 23
By : Yuri Misaki
Three...
"Heh, Yuri, mau ikut gak ke stadion? " tanya Matsuyama sambil mengepak bajunya ke dalam tas.
" Emangnya boleh ya? " tanyaku.
"Yah, masa' tamu gak dibolehin ikut sih...ikut aja yuk! " kata Misugi sambil menutup rapat tasnya.
" Ya, biar kita dapet dukungan... " Misaki tiba-tiba nimbrung.
Diam sejenak.
" Ehem Misaki, kita apa kamu ya yang minta dukungan? " canda Matsuyama.
" Bilang aja kamu yang minta dukungan dari Yuri, ahahahahaha..." Misugi ikut-ikutan mencandai Misaki.
Misaki diam saja, bingung mau balas apa.
KREEEKK...!
" Manager Kira? " aku kaget ketika melihat Manager Kira yang masuk ke kamar kami.
" Maaf mengganggu, aku hanya mau memberikan kartu ini untuk Yuri " kata Manager Kira sambil menyerahkan sebuah kartu untukku.
" A..apa ini? "
" Itu kartu bebas keluar-masuk untuk para staff dan anggota peserta olimpiade"
" Jadi saya... bisa ikut? "
Manager Kira mengangguk.
" Aku beri waktu 5 menit untuk bersiap-siap " katanya sambil menutup pintu.
BLAM!
" YEEEESS...! " 3M berteriak senang.
" Kok kalian yang seneng sih? Kan' harusnya aku yang seneng..." kataku protes, seraya bersiap.
" Kan' seneng kalo ada yang nyemangatin kita..." ujar Matsuyama seraya melirik pada Misaki.
"Heh, itu kata-kata aku tahu...!" Misaki memprotes Matsuyama.
" Oh, emangnya ada hak ciptanya ya? "
" Matsuyama...! "
Aku dan Misugi tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan mereka berdua.
Akhirnya kami sampai juga di stadion tempat bertandingnya para Golden 23. Kali ini, mereka akan melawan Denmark di babak penyisihan ini.
Di ruang ganti...
" Misaki.. jadi gimana? " tanya Matsuyama sambil mengikat tali sepatunya.
KYUTS!
" Ngg..gimana apanya? " tanya Misaki bingung, tapi begitu Matsuyama membisikkan sesuatu,
" Masalah Masao dan Kazuo..", Misaki langsung sadar apa yang dimaksud.
" Lo, kata kamu kan' liat kondisi di lapangan..." jawab Misaki langsung.
" Aduh...kapten kita kok gini sih, gak becus banget...gak kayak Tsubasa.." ejek Misugi.
" Yah, jangan dibandingin Tsubasa dong...dia kan' bisa mimpin dan nyusun strategi...aku kan' baru amatiran...huh...Misugi, awas kamu ya..! " Matsuyama membalas dengan sebal.
Misaki dan Misugi terkekeh pelan, sementara Matsuyama bersungut-sungut kesal.
" Sudah..sudah..ayo bersiap kawan-kawan! Kita akan memenangkan pertandingan ini! " komando Misaki.
" YA...! "
Matsuyama langsung menepuk bahu Misaki.
" Kenapa? "
" Kok, kamu ngambil alih tugas aku yang seorang kapten ini buat ngomandoin mereka sih? " protes Matsuyama langsung.
" Uuh..kamu kayak yang gak tahu aja... Misaki kan' sejak jadi Golden 23 'ketularan' Tsubasa..." canda Misugi.
" Oh, iya ya... lupa aku! "
Misaki merengut kesal dan Matsuyama terkekeh-kekeh.
" Eh, Matsuyama..tapi itu juga tandanya kamu tuh kapten gak becus, harusnya pas Misaki ngomong kamu kan' ikutan nyambung, gimana sih? " tiba-tiba Misugi menyerang Matsuyama.
" Haduuuh... sebenernya kamu tuh di pihak siapa sih? "
" Siapa aja boleh lah... "
Kini, Misaki tertawa puas dan Matsuyama merengut sebal.
" Puas kamu, Misaki! " Matsuyama mencibir pada Misaki.
" Eits..tenang dong... kan' 1 sama...tadi juga kamu mojokin aku kan? " sahut Misaki.
" Oh, iya ya... "
" Eh...ini 3M berantem mulu'...udah mau dipanggil ke lapangan nih...!" tiba-tiba Ishizaki ikutan nimbrung.
3M langsung bengong sesaat.
" Oke deh Kakak...! " teriak mereka bertiga berbarengan.
Para anggota Golden 23 yang lain langsung tertawa melihat tingkah 3M itu...
Sementara itu, di bench...
" Manager, apa gak apa-apa nih aku ikutan? " tanyaku.
" Lo, emangnya kenapa? "
" Habis, aku merasa bersalah kalau ikutan tapi gak bantu-bantu "
" Kamu mau bantu-bantu? "
" Iya manager..! "
" Kalau begitu, Ide..! Kemari! "
Tamotsu Ide, yang akrab dipanggil Ide mendekat.
" Ada apa manager ? " tanyanya.
" Kasih kerjaan ke Yuri gih! "
" Baik Pak Manager! "
" Asyiik...! Aku bantu apa nih? Gak susah kan? " kataku langsung.
" Nggak kok, tolong diurutin ya...dari kapten,striker,mid-fielder,volantie,libero,defender, sama kiper ya..." katanya seraya memberikanku kartu-kartu tentang data para pemain Golden 23.
" Siiip...!"
" Makasih Yuri! Aku kesana dulu sebentar... " kata Ide seraya berlalu.
Maka aku mengurutkan kartu-kartu tersebut, dan begitu selesai...
" ...dan inilah para pemain Jepang yaitu Hikaru Matsuyama dengan nomor punggung 12 sebagai kapten dan volantie... Mitsuru Sano dengan nomor punggung 16 sebagai striker...kemudian Taro Misaki dengan nomor punggung 11 sebagai mid-fielder...Makoto Soda dengan nomor punggung 7 sebagai mid-fielder... Kazuo Tachibana dan Masao Tachibana dengan nomor punggung 2 dan 3 sebagai volantie... Jun Misugi dengan nomor punggung 6 sebagai libero sekaligus defender... Hiroshi Jito dengan nomor punggung 5 sebagai defender...Mamoru Izawa dengan nomor punggung 8 sebagai defender...dan Ryou Ishizaki dengan nomor punggung 4 sebagai defender serta Yuzo Morisaki sebagai kiper..." terdengar suara yang mengenalkan para Golden 23 diikuti foto-foto mereka dalam layar besar.
WAAAA...!
Para penonton bertepuk tangan meriah ketika para pemain Golden 23 memasuki lapangan.
' Berjuanglah teman-teman Golden 23...berjuanglah sahabatku, Misaki, Matsuyama, Misugi..kalian pasti bisa...' batinku dalam hati.
PRIIIIT...!
Peluit sudah dibunyikan oleh wasit, Denmark yang melakukan kick off, langsung menyerang Jepang. Para 3M langsung menyerbu pasukan Denmark tersebut.
" Maju Haas..! Kami percayakan padamu! " seru para pemain Denmark kepada kawannya yang sedang menyerang.
Matsuyama langsung berlari menyongsongnya.
' Akan kuhentikan dia...' batin Matsuyama.
ZRUAAAKK...!
Matsuyama langsung melakukan tackle pada Haas dan langsung menyerang balik.
" Gawat! Cepat mundur! " komando Haas.
DRAP DRAP DRAP!
Matsuyama terus mendribble bola dan langsung bersiap menembak. Namun, pada saat bersamaan, Misugi yang mengawalnya langsung eye contact dengan Matsuyama.
' Jangan tendang disitu..pasti mereka bisa menghalanginya..kalau mau tembak saja padaku, aku akan overlap kesana ' isyarat Misugi.
Matsuyama mengangguk. Dengan berpura-pura akan menembak, ia berteriak untuk mengecoh lawan..
" Rasakan ini... TEMBAKAN RAJAWALI...! "
Haas dan kawan-kawan langsung berusaha menghalanginya.
" Aku sudah tahu arah tembakanmu itu...kami telah menelitinya! " teriak Haas.
DAAASSHH..!
Haas dkk. Kaget, karena tembakannya tidak mengarah gawang tapi mengarah pada...
...Misugi yang tengah overlap dan bebas!
' Cih! Rupanya dia sengaja meneriakkan tembakannya itu untuk memancing kami berjaga disini dan melepaskan penjagaan kami pada temannya itu? Benar-benar keterlaluan...! ' umpat Haas dalam hati.
BHAM!
Misugi langsung mendribble bola tersebut.
" Awas kau...! " teriak Haas.
Haas langsung melakukan sliding tackle pada Misugi, namun Misugi sudah melompat seraya mengoper kepada...
...Misaki yang tengah menunggunya di tempat tersebut.
' Umpan bagus Misugi..' gumam Misaki.
" Benar-benar permainan indah dari kombinasi 3M yang terpusat pada Matsuyama, Misugi, dan Misaki ini.. kini Misaki tengah mendribble bola, apakah ia berniat memasukkannya? " gemuruh suara komentator menyatu dengan teriakan penonton..
WAAA...!
Matsuyama langsung berlari menghampiri Misugi.
" Sekarang gimana? " tanya Matsuyama.
Mata elangnya menangkap si kembar Tachibana tengah berlari mengawal Misaki yang overlap ...
...ke arah area kotak penalti!
" Kita maju! "
Misugi dan Matsuyama langsung overlap mengawal Misaki.
' Misaki ayo..! ' Kazuo mencoba eye contact dengan Misaki.
Misaki masih terus mendribble bola. Sejenak, dia melihat Misugi dan Matsuyama di belakangnya.
' Maafkan aku Kazuo..aku...'
' Misaki! ' Kazuo terpekik.
DASSSHHH...!
Misaki langsung melakukan heel pass pada Misugi.
" Misugi! "
" Aku tahu Matsuyama.." Misugi langsung mengambil ancang-ancang menembak.
ZRUAAKK...!
" DRIVE SHOOT...! " teriak Misugi.
WHUUUSHHH...!
DRAK!
Namun kiper berhasil menghalau tembakan tersebut.
" Masih ada kesempatan..." Matsuyama langsung lari mengejar bola lepas tersebut.
Matsuyama melompat dan hendak melakukan jumping volley, tapi Misaki juga hendak melakukan overhead kick.
Misaki kaget ketika melihat kakinya bertubrukan dengan Matsuyama.
" Kenapa Misaki? Aku gak boleh ikut nendang ya? " tanya Matsuyama, sempat-sempatnya dengan nada bercanda.
Misaki tersenyum.
" Bukan gitu..aku nggak ngira kamu bakalan jumping volley.." jawabnya.
" Kalo gitu, kita tembakkan berdua..HIYAAA...!"
DHUASHH...!
" Tidak akan kubiarkan..! " tiba-tiba Haas yang sudah mundur ke gawang langsung menghalau bola tersebut dengan kepalanya alias heading.
PRIT!
Wasit membunyikan peluit tanda out.
" Saudara-saudara... sungguh perjuangan yang sangat keras oleh 3M..namun sayangnya kesempatan pertama Jepang tadi gagal. Sekarang Jepang berhak melakukan tendangan sudut...mampukah Jepang menggunakan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya? " terdengar suara komentator.
Tiba-tiba...
" Bagaimana kau ini Misaki? Kami kan' sudah bilang..kalau kau gak mau ngoper bola pada kami karena kebaikan hatimu..kamu gak akan pernah bisa menangin olimpiade ini..kamu gak akan bisa menang dari Tsubasa...! " teriak Masao emosi.
DEG!
Misaki tertegun.
" Sudah..sudah..kami tidak percaya lagi sama kamu! Matsuyama! Berikan kami umpan tinggi di kotak penalti..! " Masao masih saja berteriak emosi.
" Eh? " Matsuyama memasang muka bingung, pura-pura tidak tahu rencana si kembar Tachibana tersebut.
" Nggak usah..aku aja ..." tiba- tiba Misaki bangkit, mengambil bola dan menuju pojok lapangan.
" Misaki? " Kazuo dan Masao kaget.
Misugi yang memperhatikan kejadian itu juga kaget dan langsung berlari menghampiri Matsuyama.
" Eh, apa aku gak salah denger nih? " tanyanya langsung.
Matsuyama diam, ia setengah berlari mengejar Misaki, diikuti Misugi.
" Misaki...kamu..."
" Iya.. aku terpaksa melakukan ini.." kalimat Misugi dipotong Misaki. Suaranya bergetar.
" Misaki..." Matsuyama tak sanggup berkata-kata.
Misugi dan Matsuyama terdiam, mereka tahu benar ini merupakan beban berat untuk Misaki.
Misaki berjalan dengan langkah gontai, airmatanya mulai meluncur turun ke pipinya.
' Demi mimpi ini...dengan sangat berat hati...akan kulakukan ini...' batinnya.
Ia menaruh bola di tempat corner dilakukan, dan mengusap air matanya, bersiap melakukan centering.
" Sekarang Misaki pasti mengoper pada kita! " sahut Kazuo.
Masao mengangguk pasti.
Sementara itu...
" Misugi... Misaki..."
" Iya, Misaki nangis..." Misugi memotong pembicaraan Matsuyama.
" Kasihan...habis ini dia bakalan sedih banget..." ujar Matsuyama sedih.
" Makanya, itu tugas kita sebagai sahabat buat ngehibur dia..lagian kamu kan' kapten..harus bisa bikin Misaki semangat lagi..."
Matsuyama mengangguk.
Di bench...
" Ayo Nitta..Wakashimazu...siap-siap! " perintah Manager Kira.
" Eh? " yang dipanggil terkaget-kaget.
Aku yang dari tadi memperhatikan pertandingan langsung diam membisu.
' Jadi...Misaki bakalan ngelakuin itu...?' batinku.
PRIIIT...!
Misaki ancang-ancang menembak dan...
ZRUAKKK...!
" Kupercayakan padamu Kazuo..Masao..! " teriak Misaki.
Kazuo dan Masao langsung mengambil ancang-ancang teknik mereka.
' Ini... adalah 'penerbangan' kami yang terakhir...' batin Kazuo dan Masao.
Masao langsung mengambil ancang-ancang, Kazuo melompat dan menjejakkan kakinya pada kaki Masao sebagai tolakan.
" Inilah SKYLAB HURRICANE kami...! " teriak Kazuo.
BHAM..!
Kazuo melompat, dan menYuridul centering Misaki menuju gawang Denmark.
" Ti..tingginya..! " para pemain Denmark tak sanggup menghalau bola dan Kazuo yang terbang melayang tinggi.
Krak..!
" Ugh...! " Masao dan Kazuo merintih kesakitan, setelah mendengar bunyi retakan barusan, mereka sadar..sebentar lagi kaki mereka akan benar-benar...
...terluka atau..patah.
Misaki yang mendengar bunyi tersebut langsung berteriak.
" KAZUO..MASAO..! " teriaknya khawatir.
Sementara itu...
Manager Kira juga mendengar sedikit bunyi tersebut. Bahunya berguncang menahan tangis.
Aku langsung menutup wajahku dengan tanganku...tak kuasa melihat.
" Rasakan ini..! "
DHUASHH... ZRUAK..!
Sundulan Kazuo membuahkan gol.
" GOOLL...! 1-0 untuk Jepang,.! " teriak komentator diikuti penonton.
Namun...
" Dengan kaki begini..aku gak bisa mendarat..." gumam Kazuo.
Matsuyama yang mengetahui itu langsung berlari dan menangkap Kazuo.
BRUKKK!
" Kau tidak apa-apa Kazuo? " tanya Matsuyama khawatir.
Kazuo tak menjawab, ia merintih kesakitan.
" Masao kau tidak apa-apa? " Misugi menghampiri Masao.
Sama hal-nya dengan kembarannya, Masao merintih kesakitan.
Misaki yang memperhatikan itu semua hanya bisa tertunduk lesu...mencoba tidak menangis kembali...
Di bench...
Nitta dan Wakashimazu baru sadar bahwa alasan mereka untuk bersiap-siap adalah ini.
" Manager..." kalimat Nitta terputus ketika ia melihat bahu Manager Kira yang berguncang.
Manager Kira menangis.
Wakashimazu yang bingung, menatapku yang tengah terguncang tangis.
" Gol tersebut rupanya benar-benar mempertaruhkan nyawa...kini Masao dan Kazuo Tachibana dibawa keluar lapangan dan hendak digantikan oleh Shun Nitta dengan nomor punggung 18 sebagai striker dan Ken Wakashimazu dengan nomor punggung 17 sebagai striker! " seru sang komentator.
Masao dan Kazuo pun diangkut dengan tandu. Ketika tandu mereka melewati Misaki...
" Terimakasih Misaki..." ujar Masao tenang.
" Ya, makasih Misaki... centering-mu benar-benar bagus..." lanjut Kazuo.
" Sekarang semuanya terserah padamu...kalian semua harus memenangkan olimpiade ini.."
Misaki hanya diam, tak mampu berkata-kata. Begitu juga yang lainnya.
Pertandingan akhirnya diselesaikan Jepang dengan skor 2-0. Begitu selesai, para pemain langsung hendak menuju tempat perawatan Masao dan Kazuo.
" Jangan kesana.." perintah Manager Kira.
Yang lainnya berseru heran.
" Kenapa...? " akhirnya Ishizaki yang berani buka suara.
" Para tim medis tadi bilang jangan diganggu " katanya sendu.
Yang lainnya langsung berseru kecewa.
3M langsung menghampiriku.
" Seneng kan' bisa nonton kami main? " canda Matsuyama.
Aku mengangguk.
" Siapa yang gak seneng bisa nonton 3M yang terkenal ini...gratis lagi...! " sahutku bercanda.
" Huuu...Yuri – Yuri... maunya..hahahahaha! " canda Misugi.
Kami bertiga tertawa terbahak-bahak, Misaki hanya tersenyum kikuk.
" Kamu kenapa Misaki? " tanyaku.
" Nggak apa-apa..."
" Aaah.. jangan bohong...!" Matsuyama nimbrung.
" Serius...! Dua rius... malah...! " jawabnya mencoba bercanda...tapi kedengaran lebih garing daripada gurauan Misaki biasanya.
Misugi yang mengerti keadaan Misaki sekarang langsung merangkul Misaki.
" Nggak usah pura-pura gitu deh Misaki..." katanya.
" Pura-pura apa? "
" Kalau kamu lagi sedih, ya sedih aja...gak usah pura-pura ketawa gitu juga...kita semua ngerti kok..."
Misaki menunduk.
" Maafkan aku..." ucapnya terisak.
Matsuyama ikut merangkul Misaki.
" Nggak apa-apa...aku dan Misugi tahu ini emang berat buat kamu..."
" Aku juga ikut ngerasain kok..." kataku , sambil menangis pelan.
Misaki langsung merangkulku, juga merangkul kedua sahabatnya.
" Makasih...kalian emang sahabat yang baik..." ucap Misaki.
Kami berempat pun berangkulan dalam sedih.
Manager Kira yang melihat kami langsung keluar...dengan mata sembap...
Ya, hari ini...sepertinya merupakan hari pertandingan yang benar-benar mengharukan buatku...
Note : Haaaah...sedihnya.. jadi terharu... :'( lanjut ke chapter 4 aja lah, hehehehee :D ( oh, ya judul chapter ini aku pinjam dari salah satu chapter di Golden 23 )
