Pertandingan yang... 'menggugah' Misaki pun dimulai...
Me and the Golden 23
By : Yuri Misaki
Five...
Pagi itu Golden 23 sudah bersiap di lapangan, latihan terakhir sebelum 'semi final' di babak penyisihan Asia melawan Nigeria.
" Hei Misaki pipimu itu kenapa? " tanya Ishizaki ketika melihat pipi Misaki yang diperban.
" Jangan-jangan gara-gara kau terjatuh saat latihan sendirianmu ya? " Nitta ikut nimbrung.
" Lukamu itu nggak parah kan? " tanya Soda khawatir.
Dan hampir semua Golden 23 menanyakan hal yang serupa. Maklum, sejak kecelakaan yang dialami Misaki saat World Youth, teman-temannya selalu merasa khawatir ketika melihat Misaki terluka, meskipun lukanya tidak parah.
Kebetulan saja, Ide yang sedang menyiapkan perlengkapan latihan langsung berhenti untuk mendengar jawaban Misaki tentang lukanya itu. Dia sedikit gemetaran karena takut Misaki menyalahkan dirinya, meskipun bukan dia yang membuat luka itu pada Misaki.
Misaki yang dipandangi teman-teman satu tim itu merasa salah tingkah, sejenak dia melihat Ide yang tak sabar menunggu jawabannya.
" Tanyakan saja Matsuyama " jawab Misaki seraya 'eye contact' dengan Matsuyama.
' Jangan beritahu yang sebenarnya' isyaratnya, seraya melirik ke arah Ide di belakangnya.
Matsuyama paham.
" Eh..anu..kemarin sore aku dan Misugi menemani Misaki berlatih..kalian tahu kan' kalau Misaki sering latihan sendiri..? " Matsuyama mengawali pembicaraannya.
Golden 23 mengangguk.
" Terus? " Sano nampaknya tak sabar.
Sebelum melanjutkan, mata elang Matsuyama mulai menangkap Ide yang terlihat deg-degan mendengar pernyataan selanjutnya.
" Ya..waktu itu Misaki meminta Misugi untuk melakukan drive shoot pass padanya..habis itu dia juga memintaku untuk melakukan jumping volley berbarengan dengan dia... dan ketika aku melakukan itu, aku gak ngelihat bolanya dan langsung menendang begitu saja..eh gak tahunya yang ditendang bukan bolanya tapi malah pipi Misaki...jadinya ya..begini deh..."
Sejenak Matsuyama memperhatikan Ide, dilihatnya dia bernafas lega dan melanjutkan pekerjaannya kembali.
Sontak Golden 23 tertawa terbahak-bahak.
" Ya ampun...kau ini ada-ada saja..." tawa Jito, diikuti yang lainnya.
" Ya..untung saja Misugi punya kenalan dokter, jadinya aku dan Misugi langsung membawa Misaki kesana..ya kan Misugi? "
" Eh..i..iya..begitulah " jawab Misugi tergagap.
" Sudah..sudah..kita lanjutkan obrolan ini dengan latihan 'final' kita..." tiba-tiba Manager Kira sudah berada di antara mereka semua.
" Baik! "
Mereka semua pun memulai latihan dengan streching terlebih dahulu, setelahnya Manager Kira 'berpidato' sebentar.
" Anak-anak..." katanya.
" Kita akan melawan Nigeria sebelum selangkah menuju 'final', perlu kalian tahu bahwa mereka mempunyai pertahanan dan penyerangan yang bagus, jadi kalian harus berlatih lebih baik lagi dari kemarin, MENGERTI? "
" MENGERTI..! "
Dan Golden 23 pun memulai latihannya, demi mencapai mimpi mereka, meraih medali emas olimpiade yang akan diselenggarakan di Madrid nantinya.
" Oke..kita istirahat dulu sebentar..! " komando Manager Kira.
Para Golden 23 pun beristirahat di lapangan, namun...
" Duuh..minuman kita mana sih? Kok belum dateng-dateng ? " keluh Urabe yang tidak melihat satu pun botol minuman di pitch.
" Si Ide tuh kerjanya ngapain aja sih..? " sungut Matsuyama kesal. Bagaimanapun dia masih sedikit kesal dengan Ide.
" Maaf lama menunggu...! "
Semua Golden 23 terkaget-kaget melihat aku-lah yang membawakan mereka minuman tersebut.
" Lo..Yuri..kok kamu yang bawain ini semua? Bukannya ini tugas si Ide ya? " tanya Misugi bingung.
" Ya..harusnya sih emang gitu, tapi ini tanda terimakasihku buat kalian semua..lagian aku juga masakin kalian kebab, biar kalian semangat lagi..."
" Kebab? Ya ampun Yuri...gak usah repot-repot gitu..." sahut Misaki dengan senyuman polosnya.
Aku membalas senyumannya.
" Udah cepet nih ambil..! Keburu habis waktu istirahatnya entar..."
Tanpa dikomando, Golden 23 langsung menyerbu kebab dan minuman yang telah kubawa. Setelahnya, mereka langsung makan kebab dengan cepat, takut waktu istirahatnya cepat habis.
" Sudah..sudah..makannya jangan buru-buru..makan saja dengan tenang, kita baru mulai latihan jika makanan dan minuman itu sudah habis..." ujar Manager Kira, melihat anak asuhannya makan dengan buru-buru.
Golden 23 melongo.
" Terimakasih Manager! " sahut mereka bersamaan.
" Sudah..sudah..cepat makan! Sebelum aku berubah pikiran..! "
" Hmm...enak banget Yuri! " sahut Matsuyama ketika melahap kebabnya.
Ya, seperti biasa, 3M langsung duduk mengobrol denganku.
" Hu..Dasar tukang makan! " cibirku.
" Tapi emang enak banget kok Yuri..! " protes Misaki yang kebabnya yang sudah ¾-nya habis.
" Sehat lagi! Ini kan' banyak sayurannya..tahu banget sih kamu Yuri makanan sehat buat kita-kita.." ujar Misugi.
" Dasar anak dokter! " cibir Matsuyama.
Kami tertawa berbarengan.
" Yuri..pertandingan ini kamu bakalan dateng kan? " tanya Misaki.
Aku berpikir.
" Pertandingan kalian itu lusa kan? " tanyaku balik.
" Yup! " sahut Misugi.
" Mungkin aku bisa dateng, tapi...mungkin aku agak telat datengnya, gak apa-apa? "
" Gak apa-apa sih, yang penting kamu dateng, emangnya kenapa? " respon Misaki.
" Mulai lusa, aku udah ujian akhir Misaki...tapi aku usahain habis ujian aku langsung ke stadion "
" Good luck ya ujiannya..." kata Misugi seraya menepuk bahuku.
" Kamu pasti bisa! " sahut Matsuyama dan menepuk bahuku yang satunya.
" Buat bangga kami ya...! " ujar Misaki seraya merangkul kami bertiga.
Aku mengangguk kecil.
Hari itu pun tiba, aku sudah berangkat menuju sekolahku lebih dulu daripada Golden 23 seraya berdo'a agar dimudahkan dalam ujian ini. Dan lima menit setelah aku pergi, Golden 23 berangkat menuju stadion.
Di sekolah...
" Ohayou..anak-anak! " sapa pengawas pagi itu.
" Ohayou..! "
" Kalian sudah tahu kan', mulai hari ini akan dimulai ujian akhir...ujian pertama kita adalah matematika...nah..selamat mengerjakan! "
Ketika menerima soal tersebut aku langsung mengerjakannya dengan cepat dan teliti, sambil terus menerus berdo'a dalam hati.
' Ya...Tuhanku..mudahkanlah aku dalam ujian ini..mudahkan juga teman-temanku yang kini sedang bertanding...Amin..' do'aku dalam hati sambil terus mengerjakan. Aku benar-benar ingin cepat selesai agar cepat bisa sampai di stadion.
Di stadion...
" Baik anak-anak..kita akan pakai formasi latihan kemarin, sekarang juga! " komando Manager Kira.
" YA! "
Golden 23 mulai memasuki lapangan,diikuti sorakan penonton.
" Hidup Jepang! "
" Ya..tanpa Tsubasa, Hyuga, Aoi, Akai, dan Wakabayashi kalian pasti bisa! "
" Maju Jepang! "
PRIITT..!
Kick off dimulai oleh Nigeria. Penyerang bernama Ochado dan Boban mulai menyerang.
" Jaga dia! " seru Sano.
Sano dan Nitta langsung mengawal kedua pemain tersebut. Namun, Ochado dan Boban tampak lihai melewati pemain Jepang satu persatu.
" Ya ampun...dia lolos! " seru Nitta kecewa.
" Akan kuhentikan dia..." Misugi mulai maju untuk menyerang Ochado yang tengah mendribble bola, namun tiba-tiba Ochado memberi umpan panjang pada Boban yang telah menanti di area penalti.
" Kuserahkan padamu Boban..! " seru Ochado lantang.
DHUASSSHH...!
Rupanya umpan Ochado membentuk lengkungan besar seperti kubah, persis seperti layaknya drive shoot Misugi dan sempat membuatnya tertegun.
' Bagaimana bisa? ' batinnya. Misugi benar-benar kaget, setahunya yang bisa menggunakan tendangan tersebut adalah Tsubasa, dirinya, dan Santana dari Brazil, tapi dia...?
Boban yang tengah overlap langsung melompat tinggi.
" Awas kau! " Jito langsung melompat, namun tinggi Boban yang jangkung membuatnya leluasa untuk melakukan shoot dengan kepalanya.
" Rasakan ini! "
DUG..! ZRUAK...!
Kiper Morisaki pun tak kuasa menangkapnya.
" Gol untuk Nigeria! " seru komentator.
WAAA...!
Suporter Nigeria berteriak riuh rendah.
" Ayo teman-teman..! Kita rebut angka dari mereka! " komando Misaki sambil membawa bola menuju tengah lapang.
" YA! "
" Ckckck..lagi-lagi kamu merebut tugasku lagi ya? " Matsuyama mendecak kesal.
Awalnya Misaki sama sekali nggak ngeh kalau dia sudah merebut tugas 'mengomandoi' yang harusnya dilakukan Matsuyama, untung saja dia langsung cepat mengerti.
" Maaf Matsuyama..aku hanya tak sabar untuk mencetak gol..."
" Hmm..kalau begitu mari kita masukkan bersama ! "
" Hei..hei..jangan lupakan aku dong...mau bikin formasi 3M kan? " Misugi berlari terengah-engah menuju Misaki dan Matsuyama.
" Pasti! " sahut mereka berdua.
Misugi tersenyum.
" Kalau begitu, mari kita lakukan! "
PRIIT..!
3M langsung membina penyerangan dikomandoi Misaki di tengah dan dikawal Matsuyama dan Misugi.
SYUUT..DRAG..BHAM!
Ketiganya terus saling mengoper dan mengacaukan lini belakang Nigeria.
" Cegah mereka..! " sahut para defender Nigeria.
Namun ketika Misugi memberi operan pada Matsuyama...
SYUUT...!
Matsuyama berlari menyongsong bola tersebut dan..
BHAM!
Rupanya Ochado memotong umpan tersebut dan langsung menyerang.
" Bagus Ochado! " seru defender Nigeria seraya ikut maju.
Melihat itu, Matsuyama langsung memberi komando pada dua kawannya.
" Mundur! " perintahnya.
3M langsung overlap ke area belakang, menyusul Ochado yang terus mendribble bola.
DRAP DRAP DRAP!
" Rasakan ini, Jepang..! Kalian akan kalah! " seru Ochado kencang seraya bersiap menembak.
DHUASHH...!
" Takkan kubiarkan! " Matsuyama yang tahu arah tembakan Ochado langsung memotong tembakan tersebut.
" Bagus Matsuyama! " seru para defender.
Tapi sayangnya, bola yang dipotong Matsuyama keluar sehingga membuka peluang Nigeria mencetak gol lewat tendangan pojok.
Dan Ochado-lah yang mengambil kesempatan tersebut, dan...
ZRUAK...!
Bola yang ditendang Ochado melesat masuk tanpa ada yang menduganya.
" Skor 2-0 untuk Nigeria...! Benar-benar tembakan yang bagus oleh Ochado sehingga menghujam gawang Jepang dengan indahnya...tak salah lagi, tembakan itu adalah Speed Slide Shoot! " seru komentator.
Misaki yang mendengar itu tertegun.
' SSS? Bukankah itu tembakanku waktu J-League? Kenapa dia bisa...? ' batinnya.
" Tembakan bagus Ochado! " Boban menghampiri Ochado dan memeluknya.
Melihat itu, Nitta merasa 'panas'.
" Misaki..nanti kalau kau sudah sampai di area penalti langsung oper aku..akan aku cetak gol pertama kita " serunya.
Misaki mengangguk.
PRIIT...!
3M mulai menyerang kembali, dan seperti biasa dikomandoi Misaki.
' Yang bisa menopang tim ini...' batin Misugi.
' ..hanyalah kami...!' batin Matsuyama meneruskan.
" Maju..! " komando Matsuyama.
Namun Misaki masih terus mendribble bola tanpa mengoper.
" Ayo Misaki! " Misugi mulai heran karena Misaki tak mengoper bola tersebut.
Misaki tak bergeming, dia terus mendribble sampai dia dihadapkan pada Boban.
SYUUT...!
Misaki langsung melakukan teknik andalannya yaitu roulette, alias feint dengan melambungkan bola. Dia pun lolos dari Boban, namun..dia kaget ketika melihat Ochado di hadapannya. Sejenak, dia melihat Nitta sudah menunggunya, dan...
DHUASH..!
" Kuserahkan padamu, Nitta! " teriak Misaki.
Nitta langsung menendang.
" Inilah tendanganku yang baru..! " seru Nitta.
DASSSHH...! ZRUAKK..!
" Gol...! Jepang berhasil mengerjar ketinggalan dengan tembakan baru Nitta menjadi 2-1..! " seru komentator.
" Tembakan bagus Nitta! " Misaki langsung memeluk kawannya itu.
" Itu berkat assist-mu, Misaki..operan yang bagus! " jawab Nitta merendah.
PRIIT..PRIT...PRIIIT...!
Wasit membunyikan peluit tanda babak pertama telah berakhir. Para pemain pun kembali ke tempatnya masing-masing untuk turun minum.
" Misaki..kenapa kau menghindar dariku? " seseorang menepuk bahu Misaki.
Misaki menoleh.
" Ochado..." ujar Misaki ketika menyadari siapa yang menepuknya.
" Kenapa kau menghindari pertarungan kita? "
" Aku tak menghindar...sepakbola kan' bukan permainan individu, tapi tim..jadi aku melakukan operan itu, lagipula itulah keahlianku.." jelas Misaki, sedikit gusar.
" Hmm...kalau begitu...permainan bolamu itu sangat... mengecewakan " sahut Ochado seraya berjalan menuju tempatnya.
Misaki tertegun.
Di sekolah..
TENG TENG TENG!
" Baik anak-anak! Waktu sudah habis! Silakan pulang! " sahut guru pengawas.
Aku langsung membereskan alat tulisku, mengumpulkan lembar kerjaku, berpamitan, dan bergegas menuju stadion.
' Kuharap aku belum terlambat...'
" Aku datang...! " seruku terengah-engah ketika membuka pintu ruang istirahat Jepang.
3M yang melihatku langsung berwajah cerah.
" Hah..untung saja kamu datengnya sekarang Yuri.." sahut Misugi seraya menenggak air mineralnya hingga habis.
Glek Glek Glek..
" Emangnya kenapa? "
" Kita udah ketinggalan satu angka dari mereka... makanya kita butuh dukungan kamu.." sahut Matsuyama mengelap mukanya yang penuh keringat.
" Ohh..begitu, oki dokki...! "
Sementara itu, Misaki tengah melepas baju seragamnya dan duduk termenung.
'Kenapa kau menghindari pertarungan kita? '
Kata-kata Ochado tadi terus terngiang-ngiang di benak Misaki.
" Hei Misaki, ada apa? " tanya Matsuyama.
Misaki terkaget-kaget, apalagi ketika melihatku .
" Eh..ah..aku nggak apa-apa kok..."
Matsuyama mangut-mangut saja.
" Hei..bagaimana ujianmu Yuri? Sukses kan? " sahut Misaki mengalihkan pembicaraan.
Aku mengangguk.
" Itu semua berkat do'a kalian.." kataku merendah.
" Nah..kalo kamu berdo'a buat kami..berarti bakalan terkabul juga kayak do'a kami ke kamu..makanya do'ain kami, oke..? " ujar Misugi.
" Pasti! "
PRIIT..!
Peluit tanda babak kedua dimulai sudah berbunyi. Golden 23 langsung membangun serangan dan melakukan tembakan sana-sini. Seperti misalnya Misugi yang telah melakukan drive shoot dari area kiri, lalu menyusul Matsuyama dengan tembakan rajawalinya dari daerah tengah,dan disusul Soda dengan razor shoot dari area kanan mengantisipasi operan Misaki.
Namun, semua tembakan mereka berhasil ditangkap oleh kiper Nigeria,Achuwa yang begitu jangkung sehingga bisa menangkap bola dari daerah mana pun.
" Kau sudah mengerti kan' maksud perkataanku tadi " Ochado mulai meneruskan perkataannya tadi sebelum turun minum pada Misaki.
Misaki hanya menatapnya, menunggu penjelasan selanjutnya.
" Tim Jepang yang kau pimpin ini gak bakalan menang dari kami, karena..." Ochado sengaja menggantungkan kalimatnya.
" ...karena aku tahu kau memang pantas dijuluki 'Artis Lapangan' karena teknikmu itu..tapi kamu tidak seperti Tsubasa..kamu bukanlah 'petarung' di lapangan ini...jadi aku yakin kami pasti menang darimu! "
Misaki tertegun. Pendiriannya yang awalnya tidak goyah sama sekali langsung terguncang ketika Ochado mengatakan hal tersebut padanya.
'Kenapa kau menghindari pertarungan kita? '
' Tim Jepang yang kau pimpin ini gak bakalan menang dari kami, karena kamu bukanlah 'petarung' di lapangan ini'
" Ya...tampaknya ada penambahan waktu 3 menit! Mampukah Jepang mengejar ketinggalan dalam waktu sedemikian singkat ini? " suara komentator membuyarkan lamunan Misaki.
" Ayo serang...! " Misugi, Matsuyama disusul para Golden 23 lainnya membangun serangan dikomandoi Matsuyama.
" Te..teman..teman..." Misaki tersentak, teman-teman timnya masih berusaha dengan gigih untuk mengejar ketinggalan dalam injury time ini.
DUG..BHAM!
Misugi dan Matsuyama saling mengoper kesana kemari dan...
DHASSSH...!
Matsuyama memberi operan keras yang mengarah pada Misaki.
' Kupercayakan kesempatan terakhir ini padamu, Misaki...' isyarat Matsuyama lewat matanya.
' Benar...kami mempercayaimu..' lanjut Misugi.
' Misugi..Matsuyama...' batin Misaki mulai terbangun dari goncangan kata-kata Ochado melihat kepercayaan yang diberikan sahabat 3M-nya.
'Kamu bukanlah 'petarung' di lapangan ini'
Mengingat kalimat Ochado tadi, Misaki mulai menggeram marah, terlihat kilatan cahaya pada matanya.
DASH..!
'Akan kubuktikan kalau kalimatmu itu salah, Ochado..! ' geram Misaki dalam hati.
Misaki mulai maju, dengan semangat berapi-api.
" Matsuyama...Misaki kayaknya bener-bener ngotot buat nge-golin " sahut Misugi.
Matsuyama mengangguk.
"Iya..makin mirip aja dia sama Tsubasa kalo ngotot kayak gitu.." ujar Matsuyama diselingi canda.
" Kapten malahan ngajak bercanda di tengah krisis kayak gini..ayo kita maju bantu Misaki dari belakang! " tahu-tahu Misugi sudah overlap mengejar Misaki.
" Mi..Misugi tunggu aku dong...! " Matsuyama langsung mengejar Misugi.
" Ou...tak seperti biasanya, Misaki melewati para pemain Nigeria hanya dengan dribel lurus tanpa tekniknya..!" seru sang komentator.
Misaki yang sudah berada di area penalti langsung menendang.
DHUASHH...!
"Akan kuhentikan..! " tahu-tahu Boban sudah berada di lini belakang dan menghalau tembakan tersebut dengan tacklenya, namun bolanya masih lepas dan melayang di udara. Sementara itu, Boban dan Misaki yang bertubrukan di udara jatuh di lapangan.
BRUAK!
' Ya ampun...aku tidak bisa menghalaunya...! Ternyata di balik tubuhnya yang kecil itu, tembakannya benar-benar kuat! ' batin Boban.
Melihat keadaan tersebut, Ochado langsung mundur dan menghalau bola lepas itu.
' Tidak apa-apa Boban..aku akan menghalau bola ini dan waktu pun habis..kita akan menang! ' isyarat Ochado.
Misaki yang menyadari itu langsung ikut melompat dan hendak melakukan jumping volley.
' Kaupikir aku akan menyerah? ' batin Misaki berapi-api.
Dan..DHUAG!
Rupanya Misaki lebih dulu menendang bola tersebut. Sang kiper Nigeria telah melompat namun bola melewati ujung jarinya dan...
...DHUG!
Bola tersebut menghantam tiang gawang dan jatuh sebelum garis gawang.
" Cepat singkirkan bolanya! " para defender menggunakan tackle mereka untuk menghalau bola tersebut.
Namun Misaki tak menyerah, ia melompat dan hendak menyundul bola tersebut.
" Hati-hati Misaki...! " Misugi dan Matsuyama berseru khawatir. Pasalnya, bola tersebut jatuh di area kanan gawang yang sebentar lagi akan dihadang tackle dari dua orang defender Nigeria dan heading Misaki...dan keadaan itu sangatlah membahayakan untuk Misaki.
JDAK!
Misaki dan para defender menabrak tiang gawang, dan begitu mereka melihat posisi bola...
" GOL...! Jepang berhasil menyamai angka lewat sundulan Misaki...! " seru komentator.
WAAA...!
Namun setelah mendengar itu, Misaki bergegas mengambil bola dan membawanya ke tengah lapangan.
" Misaki..kau tidak apa-apa? " Soda dan Izawa mulai khawatir ketika mereka melihat noda darah di tiang gawang.
" Kita belum menang kawan-kawan..kita baru menyamai mereka..kita harus cepat mulai lagi..! " seru Misaki terburu-buru, terlihat darah bercucuran dari dahinya.
Tiba-tiba wasit menghampiri Misaki.
" Tenang Misaki...aku mengesahkan golmu..lagipula waktunya sudah habis " katanya.
Dan PRIIT..PRIIT...PRIIT!
Peluit tanda babak kedua berakhir berbunyi sudah.
Sejenak Misaki tertegun.
' Waktu habis? ' batinnya.
Dan sejenak dia kehilangan kesadaran, dan..
BRUK!
Misaki pingsan, ia terjatuh di lapangan.
" Mi..Misaki..! " Matsuyama yang berada di dekat Misaki menjerit kaget melihat sahabatnya pingsan di lapangan. Segera dia berlutut dan menepuk bahunya, berharap Misaki cepat sadar.
Golden 23 yang lainnya langsung mengerumuni Misaki.
" Misaki..apa kau tidak apa-apa? " tanya mereka khawatir.
Dengan mata terpejam, tak lepas dari senyuman polosnya, Misaki menjawab.
" Ya..aku tidak apa-apa"
Melihat kejadian itu, aku langsung mengambil kotak P3K dan berlari menuju Misaki, disusul yang lainnya.
" Misaki..kau tidak apa-apa? " tanyaku khawatir.
Misaki hanya mengangguk kecil. Dia mulai berdiri perlahan dibantu lututnya. Dan kemudian, terdengar para penonton memanggil-manggil nama Misaki.
" Misaki, gol yang bagus! "
" Benar-benar artis lapangan! "
" Maju Jepang! Tanpa Tsubasa dan lainnya pun pasti bisa! "
Dan sorakan lainnya yang memenuhi stadion tersebut.
Misugi langsung menepuk bahu sahabatnya itu.
" Misaki..kita pasti bisa bisa maju ke olimpiade Madrid dengan anggota ini " sahutnya.
Matsuyama pun mengikuti apa yang dilakukan Misugi.
" Ya..kita akan habis-habisan di babak penyisihan ini.." tambah Matsuyama.
" Ya..tanpa Tsubasa dan lainnya kita pasti bisa melangkah menuju olimpiade.." sahut Misaki.
" YA...! KITA PASTI BISA! " sontak para Golden 23 berteriak dengan penuh semangat.
" Misaki..sebaiknya kau ke pitch sebentar biar kami bisa mengobati lukamu dulu " ujar salah satu staff Jepang.
" Ya.. daripada infeksi..." tambahku.
" Waah..kayaknya bakat kedokteranku mulai nular ke Yuri nih hahahaha! " canda Misugi.
Golden 23 ikut terbahak, aku terkekeh kecil saja.
Misaki mulai berdiri, tertatih-tatih.
" Yuri..kamu bisa mapah aku kan? " pintanya.
Awalnya aku heran, kenapa dia harus meminta aku yang memapah dia, bukan ke salah satu staff atau yang lainnya? Tapi toh, aku mengangguk seraya mengangkat sebelah tangan Misaki ke bahuku dan mulai memapahnya.
" Aduuuuuuuu..." Matsuyama mulai menggoda kami berdua.
" Apaan sih Matsuyama? " ucapku gusar.
Kami berdua pun sampai di pitch, dan kami pun duduk.
" Maaf ya.." kataku pelan saat menyibak rambut Misaki dan mulai membersihkan darah pada dahinya serta mukanya dengan air bersih dilanjut alkohol. Kemudian aku meneteskan obat merah pada lukanya dan menutupnya dengan perban yang direkatkan di dahinya dengan plester.
" Selesai.." kataku.
"Makasih banget ya Yuri... " ujarnya tersenyum seraya kembali ke bench. Aku pun mengikutinya, disusul Golden 23 lainnya.
Tiba-tiba, Ochado menghampiri Misaki.
" Hei Misaki..pertarungan kita yang sebenarnya baru mulai saat olimpiade Madrid nanti.." katanya.
" Ya..tentu saja! "
Mereka pun bersalaman, dan kembali ke bench masing-masing.
Meskipun seri, tapi tidak ada penalti, karena dari babak penyisihan ini, tim yang berhak maju ke olimpiade Madrid adalah tim yang mendapatkan total skor paling besar.
Note : Aaaah...lagi-lagi Misaki lagi yang jadi 'korban'...untung aja dia-nya mau hehehee... :p Langsung ke chapter selanjutnya aja ya...!
