Antara musim panas, sepakbola, dan pengumuman kelulusan...waktunya refreshing...!
Me and the Golden 23
By : Yuri Misaki
Six..
Para Golden 23 sibuk latihan demi menghadapi 'final' yang ternyata melawan Australia. Sayangnya, kali ini aku masih terus ujian jadi tidak bisa menyiapkan minuman dan makanan mereka.
Hingga tak terasa, musim panas telah tiba.
" Anak-anak..berhubung nanti malam akan diselenggarakan festival musim panas di kota..jadi latihannya hanya sampai siang saja..selanjutnya kalian bebas beraktivitas untuk menyambut musim panas ini..." kata Manager Kira.
" Terimakasih Manager! " seru Golden 23 gembira.
" Tapi syaratnya..latihan ini harus sungguh-sungguh, kalau tidak aku tidak akan memeberikan kalian waktu bebas.."
" Baik Manager! "
" Asyik..aku ajak Yoshiko kesini ah..biar bisa jalan-jalan.." bisik Matsuyama seraya mengetik sms diam-diam pada tunangannya.
" Aku juga mau ajak Yayoi ah.." Misugi mengikuti Matsuyama mengetik sms pada kekasihnya itu.
" Huu...ngikutin! "
" Emangnya kamu aja yang boleh jalan bareng sama pacar? Heh? "
" Sssst...latihannya udah mau mulai woy..! Entar dimarahin Manager Kira lagi..." seru Misaki tiba-tiba.
Misugi dan Matsuyama gelagapan.
" Eh..oh..iya-iya..."
Latihan pun akhirnya usai dengan baik. Golden 23 langsung kocar-kacir, entah menelpon pacarnya, keluarganya, atau teman-temannya untuk mendatangi festival musim panas kali ini.
" Hei Misaki..kamu mau ke festival musim panas bareng siapa? " tanya Misugi.
" Hmm...nggak tahu..soalnya kalau bareng ayahku, masa' aku harus ke Nankatsu dulu..kan' jauh..kalau bareng keluarga ibuku juga jauh di Sendai..jadi mungkin aku sendirian aja atau bareng yang lain..."
" Kenapa nggak kamu ajak si Yuri aja? " sahut Matsuyama tiba-tiba.
" Bukannya dia masih ujian ya? Entar takutnya ganggu dia belajar.."
" Aduuh...apa kamu gak ngitung Misaki? Dia tuh udah ujian sekitar seminggu, masa' ujian 2 minggu, lama amat..! " seru Misugi.
" Iya juga sih.. "
Kring Kring Kring!
Tiba-tiba saja handphone Misugi dan Matsuyama berbunyi berbarengan tanda adanya sms.
" Ciihui! Yoshiko udah berangkat naik shinkasen cuuy..! Jam 3 dia nyampe di stasiun..." seru Matsuyama senang.
" Eit...Yayoi juga udah berangkat lo...jam 3 nyampe di stasiun..." seru Misugi senang.
" Jam 3? " tanya Misaki.
" E—heh..." Misugi dan Matsuyama mengangguk cepat.
" Misugi..Yayoi naik shinkansen apa kereta biasa? " tanya Misaki lagi.
" Hmm..." Misugi tampak melihat isi sms Yayoi dengan cermat.
" Shinkansen..emangnya kenapa Misaki ? "
" Ya udah..kalo gitu kalian jemput aja mereka bareng..."
Misugi dan Matsuyama melongo.
" Bener juga kamu Misaki! "
" Eh, tapi kamu sendirian gak apa-apa nih Misaki? " tanya Matsuyama khawatir. Habis kasihan juga kalau dia dan Misugi senang-senang tapi Misaki Cuma jalan-jalan sendiri, kan' dia bisa jadi bosan.
" Iya..kamu ikut aja bareng kami..." usul Misugi.
" Ah..kalian tenang aja...justru entar aku gak enak kalau aku ikut kalian, kalian jadi gak bisa berkencan dengan tenang..." jawab Misaki.
Sontak Misugi dan Matsuyama memerah mukanya.
" Kalian gak usah mikirin aku...entar coba aku tanya Yuri bisa ikut apa nggak..kalian tenang aja deh pokoknya..." lanjut Misaki.
" Okki dokki Misaki..! "
" Hai kalian..! Aku pulang...! "
" Hei Yuri...! Ujiannya sukses kan? " seperti biasa 3M langsung menanyaiku tentang ujian ketika aku pulang.
Aku langsung duduk di karpet dan melepas tasku.
" Jawabannya sama seperti kemarin.." kataku, yang berarti jawabannya 'ya'.
" Hmm..Yuri..ujianmu sampe kapan? " tanya Misugi.
" Hari ini terakhir...soalnya kan' ada festival musim panas..jadi pas festival aku disuruh ke sekolah buat ngambil hasil ujiannya...besok langsung acara kelulusannya "
" Tuuh..aku bener kan? " cibir Misugi pada Misaki.
" Iya..iya..." sahut Misaki gusar.
" Besok kamu ada acara kelulusan ? " tanya Matsuyama.
Aku mengangguk.
" Yaahh...kita pas 'final' kamu acara kelulusan..."
" Iya ya.." sahutku sedih.
" Tapi habis acaranya selesai aku langsung dateng deh kayak waktu itu, gimana? " tawarku.
3M mengangguk-ngangguk.
" Hei..kalian pada mau kemana nih? Pasti jalan bareng sama Yayoi sama Yoshiko ya? " tebakku jail.
" Tahu aja kamu.." jawab Misugi.
" Kamu sendiri mau kemana? " tanya Misaki.
" Kan' aku udah bilang aku mau ke sekolah mau ngambil hasil ujian..."
" Habis itu? "
" Hmm...nggak tahu..habisnya aku nggak ada temen. Temen-temenku pada jalan sama pacarnya atau gak bareng keluarganya.."
" Kalau jalan-jalan bareng aku, mau gak? Aku juga gak ada temen nih.." tawar Misaki.
" Boleh..." sahutku senang.
Misaki tersenyum.
" Kalo gitu..kita harus siap-siap sekarang..eh Misugi , Matsuyama..cepetan siap-siap! Udah jam setengah tiga lo...! "
" Dah..Misaki..Dah Yuri..! Kami duluan ya...! " Misugi dan Matsuyama pamitan untuk ke stasiun menjemput kekasih tercinta.
" Ya...hati-hati ya..! " kataku.
" Selamat bersenang-senang.." sahut Misaki.
BLAM!
" Eh Yuri, kamu punya kimono nggak buat dipake pas festival? "
" Kimono? Emangnya harus pake ya? "
" Ya..kalo di tradisi sih biasanya gitu..."
" Tapi aku kan' turis... ada pengecualian dong...!"
" Wooy..kamu tuh udah tinggal disini lama tahu...masa' masih dianggap turis sih? "
" Iya deh iya..." aku menyerah.
" Kalo gitu, kita mampir dulu ke toko baju dulu ya buat beli kimono-mu itu, kebetulan aku tahu toko yang banyak jual kimono bagus..."
" Asyiiik..! Ayo kita pergi sekarang! "
Di toko baju...
" Ngg..yang mana ya? " gumamku bingung. Habisnya kimononya bagus-bagus, jadi bingung mau beli yang mana.
" Yang ini kayaknya cocok buat kamu deh Yuri..." sahut Misaki seraya mengangkat kimono berwarna merah hati yang cantik.
" Ah..iya bener...kamu pinter juga milih kimono buat anak cewek " sahutku seraya mengambil kimono tersebut dari tangan Misaki.
Misaki terkekeh-kekeh saja.
" Aku gitu..." ujarnya narsis.
" Huuuuu... " cibirku. Aku langsung membawa kimono itu ke kasir untuk dibayar.
" Terimakasih..datang lagi kesini ya..oh, ya kimononya mau langsung dipakai?" ujar sang pramuniaga.
" Oh..emangnya boleh ya? "
Pramuniaga yang ramah itu mengangguk.
" Silakan dipakai di ruang ganti ini.."
Aku langsung memasuki ruang ganti tersebut dan memakai kimono tersebut. Setelahnya,aku dan Misaki langsung berjalan keluar dari toko tersebut.
" Ayo cepat..nanti kita telat..! " sahutku menarik lengan Misaki menuju sekolah yang sudah dipenuhi para murid yang menunggu hasil ujian dibagikan.
"..Yuri.." tiba-tiba namaku dipanggil oleh guru. Aku pun maju dan aku diberikan amplop yang berisikan hasil ujianku.
" Ayo buka amplopnya..." desak Misaki tidak sabar.
" Tapi..gak ada Matsuyama sama Misugi..gak adil dong kamu tahu duluan.." kataku.
Misaki terlihat kecewa.
" Nanti begitu Misugi sama Matsuyama pulang kita langsung buka, ok? "
" Iya deh..." akhirnya Misaki menyerah.
" Oh, ya..habis ini kamu mau kemana? " tanya Misaki.
" La..aku kan' gak tahu apa-apa disini..harusnya kamu yang ajak aku dong...kemana gitu.."
" Hmm.." Misaki nampak berpikir.
" Gimana kalo kita ke tempat favoritku aja? "
" Ayo..! "
Misaki langsung menggandengku menuju tempat favoritnya.
" Tokyo Tower.! " sahutku senang ketika mengetahui Misaki mengajakku ke tempat tersebut.
Misaki mengangguk.
" Ayo masuk! " katanya seraya menarik lenganku menuju Tokyo Tower.
Kami pun segera naik ke lantai 2 untuk bisa melihat pemandangan Tokyo pada malam hari dari atas.
" Yaah..belum mulai " sesal Misaki ketika sampai di atas.
" Apanya yang belum mulai ? " tanyaku bingung.
" Liat aja nanti " katanya misterius.
" Uuh.." sungutku kesal. Habisnya, aku paling tidak suka dengan orang yang suka menyembunyikan sesuatu.
" Eh, sambil nunggu kita beli itu yuk! Aku laper nih..." ajak Misaki ke salah satu stand yang menjual sushi dan kembang gula.
Setelah membeli, kami pun duduk seraya memakan makanan tersebut.
" Hmm..Misaki? "
" Hm? "
" Kenapa kamu...nggak mau cari pacar? " tanyaku jahil.
" Hu..pengen tahu aja kamu.." katanya kesal seraya mencubit pipiku.
" Wadaw! Sakit...! " kataku seraya mengelus pipiku.
" Tapi kamu serius mau tahu? " tiba-tiba saja Misaki bertanya begitu.
Aku mengangguk saja.
" Habis..aku heran, kok kamu kayak yang biasa aja liat Matsuyama sama Yoshiko dan Misugi sama Yayoi ..."
Misaki tersenyum seraya merangkulku.
" Kamu tahu..buatku itu belum waktunya..." jelasnya.
" Perjalanan aku masih panjang, Yuri...jadi kupikir aku jalani aja apa adanya kayak sekarang...entar juga ketemu kok.." lanjutnya diselingi canda.
Tiba-tiba...
DHUAR DHUAR...!
Terlihat kembang api warna-warni yang menghiasi kota Tokyo.
" Akhirnya mulai juga.." gumam Misaki.
" Jadi ini maksud kamu yang belum mulai itu? " tanyaku.
Misaki mangut-mangut.
Aku tenggelam dalam pemandangan yang indah itu.
" Bagus..." komentarku pelan.
" Gimana? Seneng kan' aku ajak kesini..? " tanya Misaki.
" Iya..."
" Nah, sekarang kita ke festival yuk! " Misaki langsung mengajakku berlari menuju festival musim panas.
Di festival tersebut aku dan Misaki melihat-lihat aneka ragam stand yang ada. Kami lebih sering mampir ke stand makanan ( ini karena laper apa rakus ya? Hehehe ) dan stand pernak-pernik. Setelahnya, kami langsung pulang.
" Kami pulang...! " tiba-tiba saja Misugi dan Matsuyama masuk ke kamar.
" Hah..akhirnya kalian datang juga..." sahut Misaki senang.
" Emangnya kenapa Misaki? " tanya Misugi heran.
" Ah..kamu ini Misugi, pura-pura gak tahu aja...Misaki kan' kangen sama kita berdua..." ujar Matsuyama jahil.
" Hush..! Bukan gitu..aku nunggu kalian biar Yuri mau buka hasil ujiannya sekarang..." sahut Misaki gusar.
" Kalo gitu cepet buka! " Misugi mulai tak sabar, begitu juga Matsuyama. Misaki pun begitu.
Aku pun membuka amlop dan mengeluarkan isinya, tiba-tiba...
HAP!
" Aku aja yang baca! " seru Matsuyama seraya mengambil hasil ujianku.
" Eh...pemiliknya aja belum baca masa' kamu baca duluan sih? " protes Misaki.
Namun Matsuyama tak bergeming, ia membuka lipatan surat itu dan memulai membaca.
" Ehem..." Matsuyama memulai membaca.
" Ujian hari pertama, matematika..80 , ujian hari kedua, bahasa jepang..100.."
" Waw, keren..." puji Misugi.
" Ujian hari ketiga, fisika...82, ujian hari keempat, biologi..80, ujian hari kelima, bahasa inggris, 90..ujian hari keenam, sejarah..79, ujian hari terakhir, kimia...85...dengan ini siswa yang bersangkutan dianggap..."
"...LULUS..! Berhasil Yuri...! " Misugi langsung memotong kalimat Matsuyama dengan penuh semangat.
Mendengar itu, aku langsung bersyukur dan terisak bahagia. Misaki langsung memelukku.
" Selamat ya Yuri..." katanya.
Misugi dan Matsuyama ikut-ikutan memelukku.
" Congrats ya..." ujar Matsuyama.
Mereka bertiga langsung melepas pelukannya.
" Kalo Yuri bisa lulus, berarti kita juga harus menang lawan Australia besok, ya gak? " tanya Misaki.
" Ooh...itu pasti Misaki! Kita hajar mereka dengan formasi 3M kita dan kekuatan Golden 23...! " sahut Matsuyama.
" Ya...! " Misugi bersorak dengan penuh semangat.
Ya..besok...hari dimana aku akan 'benar-benar' mendapat predikat kelulusanku dan hari dimana Golden 23 menyongsong mimpinya yang tinggal selangkah lagi...
Note : Hahaha...senengnya bisa ke festival bareng Misaki ( kalo beneran mah..pasti seneng banget ahahahaha )...udah ah, yuk lanjuuuuut..!
