Chapter tearkhir... ( hiks..hiks..hiks... ) tapi ya sudahlah...semoga epilognya emang nyambung sama ceritanya...

Sebelumnya, aku minta maaf dulu buat semua readers karena chapter ini sempet 'keganti' sama yg chapter 1... :'( ( buat Sko Nanneke P11ece, makasih banget udah ngasihtahu :) )

Anyway, baca aja ya...

Me and the Golden 23

By : Yuri Misaki


Epilogue...

Meskipun di Indonesia, aku terus mengikuti perkembangan tim Golden 23 Jepang pada olimpiade Madrid. Makanya aku seneng banget ketika tahu mereka berhasil menjadi juara pertama.

Kriiiinnnggg...!

Aku langsung melihat layar handphone, nomor tidak dikenal.

Tanpa pikir panjang, aku langsung menjawab telepon tersebut.

" Halo..? "

" Hei Yuri..lagi dimana sekarang? " terdengar suara khas Misaki.

" Di kampus..emang kenapa ...?"

" Kampusmu deket sama bandara Bandung gak? " tiba-tiba terdengar suara Matsuyama.

" Lho..kok ada kamu? " tanyaku heran.

" Kampusmu deket sama bandara Bandung gak? "

" Eh...lumayan, emangnya kenapa? " aku makin bingung saja.

" Kalo kamu udah selesai sama urusan kampus dateng kesana ya.." tahu-tahu terdengar suara Misugi.

" Heh? Misugi, ngapain...? "

" Ya dateng aja...entar miss call ya kalo udah nyampe " ujar Misaki terkekeh pelan.

Tuut Tuut Tuut!

" Haduuh kenapa dimatiin sih ? Lagian ngapain juga aku ke bandara? " ujarku kesal.

' Tapi apa salahnya aku coba? '

Aku langsung melangkah masuk ke bandara Husein Sastranegara, Bandung. Segera aku miss call Misaki.

' Terus habis ini, apa? ' batinku terus bertanya-tanya, sampai...

" Hei bengong aja! "

Aku menoleh segera, terlihat Misaki, Matsuyama, dan Misugi yang menatapku sambil tersenyum.

" Kaget ya kita ada disini..." ujar Misaki.

Aku mulai terharu, tidak percaya dengan pandanganku.

" Kalian..." aku pun tak sanggup lagi berkata-kata.

Me and The Golden 23—Tamat

Note : Aaaaah...akhirnya selesai juga... cerita ini sebenernya aku bikin waktu liburan kemaren, cuma baru di-upload aja sekarang...jangan lupa review ya...! Arigatou...~ ! n_n