Kissing?
Naruto © Masashi Kishimoto
Kissing? © My Imagination
Warning :
SasuSaku pairing, AU, OOC, abal, gaje, ETC
Hope you like it
Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_
Chapter 2
"Kita berpisah disini."
Sakura mendongak, mengangguk cepat . "hem."
"Tapi nanti-" pemuda itu menepuk pelan pucuk kepala pink dihadapannya. "-aku akan ke kelasmu pada jam istirahat. Jadi jangan kemana-mana" dan kepala pink itu kembali mengangguk.
Sasuke menepuk sekali lagi kepala Sakura sebelum berbalik pergi meninggalkan gadis itu. Sakura masih mengamati Sasuke dari sisi ini, sampai pada saat pemuda itu hilang pada sebuah tikungan diantara koridor. Ia menghela nafas, kemudian beranjak dari sana.
'kupikir Sasuke akan menciumku.'
Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_
Sesampainya dikelas, Sasuke berjalan santai kearah bangkunya. Ciri khas para Uchiha, kala dimuka umum. Pemuda itu melempar death-glare pada para jejeran bangku yang berisikan para gadis yang jejeritan tak jelas kearahnya. 'kau pikir aku pencopet apa?' begitu pikirnya, karena jika diperhatikan dengan seksama. Gadis-gadis itu seperti dijambret saja, loncat-loncat tak jelas dengan beberapa buah telunjuk yang menuding kearahnya, teriak pula. Untung tak ada polisi disini, lah? Memang Sasuke penjahat ya?
"Pagi Teme."
"Kau sudah menegurku Dobe. Jadi, diamlah." ketus Sasuke, Ia melirik tajam kearah Naruto yang memanyunkan bibirnya. Pemuda itu mendudukan diri pada bangku di belakang Naruto.
Pemuda blonde itu memutar duduknya, Ia memasang seringaian yang jarang diperlihatkannya kearah Sasuke. "eh Teme-"tegurnya, Ia mengulum senyum. Sedangkan Sasuke hanya menyahut dengan 'hn' kecil miliknya yang khas. Tatapannya pun malas-malasan mengarah ke Naruto yang ada didepannya. Benar-benar, mengganggu blonde yang satu ini.
"-bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan ini?" Naruto menguncupkan kedua tangannya kemudian menyatukan kedua sisinya. Senyumannya-pun mengembang, bukan senyum! Mungkin sebuah seringaian, hm?
Sasuke mengernyit. Apa itu? Dasar bodoh. "hn. Maksudmu?"
"Bahh . . " Naruto spontan berdiri menggebrak meja Sasuke. Membuat pemuda berambut ayam itu mau tak mau tersentak kaget, tapi demi harga diri Uchiha yang agung, tentu saja Ia tetap bertahan dengan raut wajah datar. Ckckck.
Naruto kembali duduk, tampang manisnya menekuk, berpura-pura frustasi. "kau ini Teme, masa kau tidak tahu." Sasuke menanggapinya dengan tatapan datar disertai dengusan.
"Jadi-" blonde itu maju, mencondongkan tubuhnya. Pemuda itu berbisik kearah Sasuke. "-kau belum menjalankan misi mencium Sakura?" tanyanya.
"Hn."
"Astaga." Ia menggeleng dramatis, kembali duduk tapi tetap menghadap Sasuke yang melipat tangan didada menatapnya dengan raut tak terbaca. "-apa, kau takut ya Teme?"
Sasuke menyipit tak suka, kala cengiran mengejek Naruto mengarah kepadanya. "berisik, Dobe!"
"Kalau kau berani-" Naruto mengarahkan telunjuknya pada Sasuke. "-kau dan juga Sakura, akan ku teraktir dinner ditempat termahal di Konoha. Tapi-" Ia menarik tunjukannya, mengusap dagu dengan tampang sombong. "-kalau tidak, kau yang harus meneraktir aku dan juga Hinata. Sanggup, kau Teme?" lirikannya membuat Sasuke geram.
"Deal." dan Sasuke terpancing oleh taruhan bodoh milik Naruto. Sekarang Ia harus berfikir bagaimana cara mendapatkan bibir tipis milik Sakura?, secepatnya.
Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_
Gadis berambut pink itu menopang dagu, tangannya mengaduk jus jeruk miliknya dengan wajah kesal. Matanya memutar bosan kearah pemuda yang berstatus kekasihnya itu. Ia disini untuk apa? Ya, itu yang menjadi pertanyaan Sakura.
Pulang sekolah tadi, Uchiha Sasuke berhasil menculiknya. Membawa gadis itu pulang kekediamannya, dengan alasan minta dibuatkan kerajinan tangan karena ada tugas. Tapi, sekarang yang ada malahan dia yang harus bertopang dagu dengan memperhatikan Sasuke yang tengah sibuk bergelut dengan kumpulan buku-buku miliknya diseberang sana. Entah buku apa, tapi satu yang Sakura tau. Ia bosan, dan bolehkah dia bertanya? Penting mana? Dia atau kerta bertulis menjadi satu itu?
Sasuke mengerutkan dahinya, bahkan berulang kali memijat pelipisnya. Bukan! Bukan rumus pada buku itu yang Ia cari, bukan pula jawaban-jawaban dari titik kosong yang akan Ia isi. Tapi, rasa didadanya. Entah kenapa, Ia jadi bingung sendiri, gugup, dan juga takut. Hei, hei apa Uchiha sepengecut itu ya, Sasuke? Bahkan Naruto Uzumaki saja yang lebih bodoh darinya saja berani, jadi? Kenapa si bungsu ini jadi ciut nyali, hm? Bukankah dia lelaki? atau jangan-jangan . . .
"Sas," panggil Sakura, emeraldnya mendapati Sasuke yang balik menatapnya. "apa?" sahut pemuda itu terlalu singkat, Ia membenarkan frame kaca mata belajar pada batang hidungnya. Ia menopang dagu memperhatikan Sakura.
"Em -sebenarnya apa tujuanmu, membawa aku kesini?"
"Apanya?"
"E- i-itu maksudku, em. Kenapa? Ah tidak-tidak! Ada apa, ya ada apa-" gadis itu mengalihkan pandangan, dari tatapan menghipnotis Sasuke yang ada dari balik lensa kaca mata berwarna hijau jernih itu. Sekalipun dihalangi, obsidian gelap nan tajam itu tetap mampu menerobosnya.
"Apanya?" ulangnya. Pemuda itu melepas kaca matanya, meletakannya pada meja.
Sakura melirik Sasuke sedikit dari ujung matanya, "err, aku bosan Sasu, um aku-"
"-jadi kau bosan bersamaku?" cela Sasuke, Ia berdiri merapikan beberapa buku. Menumpuknya, dan meletakan kacamatanya pada tumpukan teratas. Biarpun terkesan 'cuek' tapi pertanyaan itu terlafas dengan nada menusuk.
Sakura menoleh cepat, menggeleng. "bukan!" tampiknya, Ia merasa Sasuke salah. Bukannya dia ya, yang harusnya marah? Kenapa jadi berimbas padanya juga akhirnya? "-aku belum selesai bicara kau potong." dan, dia yang dirugikan disini. Dengan tampang kesal, gadis itu menarik tumpukan buku yang tidak terlalu banyak. Membawanya pergi.
Sasuke menaikan alis kirinya, bingung. Namun akhirnya, ikut membawa tumpukan buku miliknya, "hei, hei, kau marah Saku?" pemuda itu menyenggol lengan Sakura yang berjalan disampingnya. Bermaksud menggodai sang gadis yang tengah merajuk.
Gadis itu berhenti sejenak, raut wajahnya benar-benar kesal. Dan Sasuke tau itu, pemuda itu ikut berhenti. "hm?" dan kembali memandang sang gadis bingung.
Sakura tak menyahut, memulai langkahnya lagi dengan sentakan kesal.
'Inilah wanita,'
Sasuke membatin, menyusul Sakura. Tapi Sasuke sadar, inilah perbedaan Sakura dengan gadis-gadis umum lainnya. Menggemaskan! Susah dirayu, dan -Sasuke Uchiha menyukai itu.
Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_
"Kalau kau memang mau putus, kau bilang! Kau pikir aku ini apa? Aku bisa kok -aku bisa tanpamu," ya. Sudah hampir setengah jam lebih Sasuke mendengar Sakura mengomel, panas. Hal itulah yang bergemuruh dihati Sasuke, Sakura tak menghentikan 'ceramahnya' padahal pemuda itu sudah menampik semua tuduhan Sakura padanya.
"Kau dengar tidak!" sekarang sebuah buku melayang tepat kearah Sasuke, karena pemuda itu hanya diam tak membalas argumen sang gadis padanya. Untung berhasil tertangkap, kalau tidak. Mungkin buku itu akan mendarat di wajah mulus the last Uchiha, ne? "kau ini Sasu, aku benar-benar tak mengerti. Kau pikir aku ini pembantumu, heh? Iya! Hah!"
Merasa masalah kian membesar, dan kacau. Sasuke bangun dari duduknya pada kasur. Beranjak kearah rak buku, tempat Sakura yang kini tengah berkacak pinggang menatapnya sengit. Pemuda itu hanya mengacuhkannya, mengacuhkan tatapan tajam namun manis milik sang kekasih.
Ia itu meletakan buku bersampul pudar itu dibelakang sang gadis, "berhenti memarahiku Sakura." gertaknya dingin, tepat dihadapan sang gadis. Sakura tak takut, Ia malah mendengus mendengar gertakan Uchiha yang terkenal kejam.
"Kita terlihat seperti suami dan istri yang tengah bertengkar-" Ia menarik dagu Sakura, membuat gadis itu mendongak menatapnya. "-apa kau sadar? Hm . . "
Sakura berubah pucat, ketika Sasuke berbisik pelan ditelinganya. Merapatkan jarak mereka. "sayang~" dan bisa dipastikan wajahnya merah padam sekarang. Mendengar suara Sasuke yang dibuat setengah mendesah.
Sasuke bersorak dalam hati, inilah saatnya!
"Sa~sasu-" Sakura menahan dada Sasuke yang kian menghimpitnya, pinggang gadis itu sudah menabrak lemari buku dibelakangnya. Tapi, nihil. Sasuke malah menarik pinggang Sakura, mendekat padanya. "kenapa? Bukankah kau jadi tak cerewet kalau begini? Hm . . " jari-jarinya mengelus pelan pipi Sakura yang memerah. "ta-tapi Sasu,"
"Hmm~" pemuda itu menyeringai, kian mendekap Sakura erat. "~tenang saja, kita akan pelan-pelan."
Dan kalau Sakura ini adalah Hinata -pacar Uzumaki Naruto- Sakura bersumpah, Ia akan pingsan ditempat dengan muka memerah akut!
"Hentikan Sasuke, nanti ada yang melihat kita," Sakura tersentak ketika Sasuke, menyusupkan jemarinya pada belakang tengkuknya.
Pemuda itu, memiringkan kepalanya. Matanya terpejam. Ia menarik Sakura kian merapat padanya, tangannya yang tadi berada pada tengkuk sang gadis pun sudah berpindah pada belakang kepala Sakura.
Sakura melebarkan mata emeraldnya, meneguk ludahnya susah payah. Wajah Sasuke, tidak, tidak. Bibir itu, "Sa-Sasu," Ia masih sempat mengucapkan sepotong nama itu, sebelum ikut terpejam. Menanti.
Krekk
"Sasuke waktunya ma-"
Sakura mendorong Sasuke cepat, membuat Sasuke jatuh terjerembab ke lantai. Sedangkan sang pelaku, hanya melempar tatapan bingung kearah keduanya dari ambang pintu.
"Kak Itachi." gadis itu tersenyum gugup.
Sasuke mendengus. Gagal.
"Ma-maaf, ku kira tak ada Sakura disini-" pemuda itu menggaruk tengkuknya, memasang ringisan kearah Sasuke yang menatapnya tajam "-jadi, aku langsung buka saja pintunya."
Mau tak mau, Sasuke harus kembali memutar otak. Dasar Itachi sialan!
Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_
Kejadian kemarin sore cukup membuat Sasuke kesal pada sang sulung Uchiha, sampai detik ingin pergi ke sekolahpun Sasuke tak berniat menegur si kakak. Sasuke tau, Itachi mengejeknya lewat ucapan maaf yang dibuat-buat. Dasar tipe kakak tak mendukung!
"Kau kenapa Sasuke? Kau sakit?"
Sasuke menggeleng, "tidak." tapi tak menepis tangan Sakura yang bertengger pada keningnya. "ayo!"
Sakura menahan lengan Sasuke. "badanmu panas, kau demam Sasuke." Ia menatap kekasihnya itu, khawatir. "sebaiknya kau istirahat saja dirumah, aku bisa kok sekolah sendiri."
Pemuda itu menggeleng. "tak usah-" padahal dikepalanya berdenyut-denyut nyeri. Tampaknya Ia benar-benar sakit, ne?"-aku tidak sakit Sakura."
Sakura hanya mendengus pasrah. "baiklah."
Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_
"Kau sakit, Teme?"
"Hn,"
"Itu! Wajahmu memerah, kau demam tampaknya." Naruto mengamati wajah Sasuke, yang memerah karena demam. Kasian juga, pikirnya. "aku panggil Sakura ya?"
"Hn," Sasuke membenamkan wajahnya pada lipatan tangannya diatas meja. Selagi Naruto melesat pergi memanggil Sakura dikelasnya.
Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_
Biarpun Sasuke adalah musuh Naruto dalam bertengkar dan juga berdebat. Tapi, Naruto dan Sasuke adalah sepasang sahabat dekat. Dan bisa dipastikan seluruh sekolah mengetahuinya.
"Hinata!" pemuda blonde itu menggebrak meja, membuat gadis berwajah oriental khas itu tersentak kaget, err ralat. Semua penghuni kelas kaget, dan memperhatikan mereka. "Na-Naruto?"
"Sakura! Sakura mana?" Naruto -pemuda blonde itu- mengguncang bahu Hinata, tak begitu kencang.
Hinata spontan celingukan, kearah sekitar. Nihil. Sakura tak ada dikelas. "Sa-Sakura tidak a-ada Na-Naruto. Sepertinya se-sedang kekantin bersama I-Ino."
Naruto mengatur nafas. "Sasuke, Teme. Dia sakit!"
"Sasuke sakit?"
"Eh?"
"Sa-Sakura, I-Ino?"
Naruto dan juga Hinata saling bertatapan, sejurus kemudian mengangguk.
"Dasar Sasuke bodoh."
Tanpa banyak omong lagi, Sakura beranjak dari sana.
Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_
"Aku kan sudah bilang, Sasuke-" Sakura memeras kain basah itu, melipatnya kemudian meletakan kain bersuhu cukup dingin itu pada kening Sasuke. "-kau itu sakit, kau demam."
"Hn," Sasuke bergumam, matanya meneduh menatap Sakura yang balik memperhatikannya.
"Minum obat ya?"
"Tidak usah."
"Mau makan?"
"Tidak Saku."
"Ku buatkan bubur."
" _ "
" _ "
"Lantas kau mau apa?"
"Ini-" Sasuke menunjuk bibirnya, "-cium aku."
TBC
Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_
Holla hallo!
Chapter ini Sasuke OOC nian ye? Tapi, bukankah fanfict indah jika OOC kan? #PLAKK# Minna, arigatou rnr chap pertama kemaren. Senangnya #hug#
Yusha akhirnya bangkit dari kehiatusan (baca : kemalasan) dan akan berusaha mengupdet cepat semua fanfict berchapter Yusha! #berdiri sama si Lee dengan background berapi-api dengan mengepalkan tangan keudara-readers swt-#
Chap depan adalah chapter akhir the last story. Jadi, jangan bosan nunggu yaw! #disambit#
Ok, BIG HUGS FOR :
Hoshi Yamashita, vvv, Shadow Shirayuki, Akira Tsukiyomi, Maya, Miku hatsune, Hikari Shinju, The Portal Transmission -19, me, Uchiha vee-chan, Haza Haruno, Richi Hasegawa, Fae-chan, Andromeda no Rei, 7color, 4ntk4-ch4n, Day-chan hamasaki, Sasusaku Hikaru, VIP, Kirei Atsuka, Shubi Shubi, nmmn, Asadia Diajeng, gieyoungkyu, OraRi HinaRa, Rina.
Happy valentine days all, Yusha sayang kalian semua. Muachh #readers pada muntah#
Sampai jumpa, chapter depan.
RnR?
