Kissing?

Naruto © Masashi Kishimoto

Kissing? © My Imagination

Warning :

SasuSaku pairing, AU, OOC, abal, gaje, ETC

Hope you like it

Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_

Last Chapter (3)

"Ini-" Sasuke menunjuk bibirnya, "-cium aku."

Spontan Sakura membulatkan iris jadenya, mulutnya merenggang, membuka tanpa sadar. Apa tadi? Apakah dia salah dengar ya?

"A-apa tadi? Ka-kau bicara apa?" tanyanya ragu dipenuhi rasa penasaran, tangannya meremas rok seragam dipangkuannya. Gadis itu berharap apa yang Ia dengar adalah sebuah kesalahan dan, bukan sebuah paksaan.

Dahi pemuda itu berkerut, Ia tak suka pada gadisnya yang berpura-pura tuli disaat Ia tengah menginginkan sesuatu. Mungkin suaranya kurang jelas atau apa, sampai-sampai Sakura -gadisnya berulang menanyakan apa hal yang di idamkannya. Ia berdehem, meremas tangan Sakura yang dinging. Mau tak mau, Sasuke menarik ujung bibirnya. Ternyata Sakura tau, buktinya tangannya dingin. Dan lagi, lihat wajahnya ketakutan seperti itu. "hhmm~ masa kau tak mendengarnya? Apa perlu aku langsung, hm?"

Darah Sakura seakan berdesir kencang, bermuara pada wajahnya yang kini memanas. "aku mau kau menciumku Sakura, tidak lama, hanya sebentar." sebulir keringat dipelipis Sakura menurun cepat, Ia gugup.

"Ayolah~" Sasuke bangun dari posisi tidurnya menjadi posisi duduk dihadapan Sakura. Pemuda itu melingkarkan satu tangannya pada pinggang Sakura yang duduk disamping tempat tidurnya. "Sa-Sasuke-" gadisnya mencoba menarik diri, Ia beranjak bangun dari kasur king size milik Uchiha itu.

Ok. Kenapa Sasuke jadi pervert semacam ini? Bergaul dengan siapa dia?

Seolah tak mau peluang pergi, Sasuke menarik lengan Sakura. Membuat gadis itu kehilangan keseimbangan dan jatuh terhempas diatas ranjang dengan tampang panik. "ja-jangan Sasu, kau dan-"

"Sstt . . " Sasuke merangkak kearah Sakura, menindihnya. Pemuda itu meletakan ujung telunjuk kanannya dibibir pink tipis milik Sakura.

Sakura lemas seketika, Ia menelan salivanya yang terasa mengganjal ditenggorokan. Bukan hanya itu, Ia juga kekurangan udara karena jarak yang begitu dekat dengan Sasuke membuatnya sesak seketika. Adakah yang tau nomor ambulan atau polisi?

"Ku mohon!" melasnya penuh harap, Ia meredupkan emeraldnya. Berharap Uchiha yang satu ini akan luluh dan melepaskannya setelah Ia melancarkan serangan pupy eyes ala Haruno yang biasa Ia lemparkan kala meminta sesuatu.

"Ckck -tidak bisa Saku, kau harus mencobanya."

Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_

Itachi, kloning Sasuke tengah bersantai jika tidak gerombolan anak-anak pengganggu itu tidak datang dan meneriaki nama sang bungsu dari balik pagar. Dasar kumpulan pendemo!

"Siang kak Itachi," pemuda itu hanya tersenyum err -tepatnya meringis kearah para pemuda dan pemudi yang Ia tahu adalah teman dari adiknya. Uchiha Sasuke.

"Kami datang menjenguk Teme-" pemuda itu mengangkat keranjang buah dengan beberapa buah segar terbungkus didalamnya. "-dan ini kami bawakan oleh-oleh."

Seketika sang sulung Uchiha itu mengangguk. "wah wah, repot-repot-" Ia mengambil keranjang buah itu, dengan senyum mengembang. "-ayo masuk! Sasuke ada dikamarnya."

Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_

"ckck -tidak bisa Saku, kau harus mencobanya."

Sakura menahan dada Sasuke yang menghimpitnya, Ia menggumam tak jelas kearah pemuda itu.

"Sstt-" telunjuk itu menempel pada bibir Sakura, sang gadis kembali menatap kaget sang pelaku pembungkaman. Emerald-nya melebar. "-kau hanya perlu menutup matamu dan menikmatinya." titah Sasuke, seringainya makin jelas nampak.

Sakura mengatur nafas. Apa dia pasrah saja ya? Atau kabur? Tapi, bukankah itu akan mengecewakan Sasuke-nya? Lantas harus bagaimana?

Seringaian Sasuke melebar, ketika Sakura menutup matanya dan itu tandanya, Ia mau. Jadi, inilah saatnya.

Sasuke menyusuri pipi Sakura pelan dengan jemari telunjuk kanannya, berhenti dan beralih mengangkat dagu Sakura. Ia memiringkan kepalanya guna menggapai benda kenyal dihadapannya.

Sedikit lagi, maka semuanya akan lepas. Ia dan juga Sakura akan-

BRUKKK

"Teme! Kami datang!"

Dan jubelan makhluk-makhluk diambang pintu itu menganga lebar, dengan tatapan kaget bercampur malu. Ada juga yang spontan menutup mulut takjub, dan memerah menatap sebuah pemandangan yang terekspos dikamar tuan muda Uchiha.

Sasuke dan juga Sakura spontan menarik diri, tepatnya Sakura yang mendorong Sasuke agar mengubah posisi mereka menjadi posisi menduduki ranjang, wajah keduanya merah padam.

"A-apa ya-yang ka-kalian lakukan?" tanya Naruto, telunjuk kanannya menuding kearah pasangan SasuSaku yang tengah duduk dipinggiran ranjang. Terlihat seperti kepala desa yang menangkap pasangan kumpul kebo disebuah petakan rumah.

Yang lain mengangguk.

Mata onyx Sasuke berputar bosan, dasar pengganggu! Sudah mengacaukan, seenaknya pula menunjuk orang.

"Ada apa ini?" tanya Itachi, kepalanya muncul dari bahu belakang Sai, sulung Uchiha itu bertaut bingung. Sai menoleh sebentar dengan semburat merah, kemudian Ia beralih menatap pasangan 'Wow!' itu lagi.

Sasuke bangkit dari kasurnya, Ia beralih duduk di hadapan meja komputer. Berpura-pura cuek, hm?

"Tidak ada apa-apa, hehehe!" Haruno Sakura tersenyum canggung, Ia membenarkan kancing bajunya. "-ada apa? Kenapa kalian ramai-ramai datang kemari?" Sasuke mengangguk, melirik teman-teman sepermainannya yang masih dalam posisi awal.

Itachi makin bingung.

"Ka-kami ma-mau menjenguk, Sa-Sasuke. Sakura!" Hinata-lah yang menyahut, mewakili teman-temannya yang masih shock. Walau guratan merah tipis masih tampak dipipi chuby-nya.

Sakura tersenyum lebar, Ia beranjak dan menarik tangan Hinata. "wah . . wah, mereka datang menjengukmu Sasuke." dan Sasuke menoleh kearah Sakura, menarik ujung bibirnya singkat.

Kesal ya, Sasuke?

Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_

Ino, gadis itu menyenggol bahu Sakura yang tengah mengupas sebuah apel merah dengan pisau kecil ditangannya. "hei Saku!" panggilnya, Ia memelankan suaranya. Sakura menyahutnya, "apa?"

"Kau dan Sasuke, tadi?" Sakura membelalak, menghentikan kegiatannya. "maksudmu apa?" tanyanya, pura-pura tak mengerti.

Ino terkekeh, begitupun Hinata yang tengah mencuci buah di westafel.

"Kenapa kalian tertawa?" Sakura mendengus, berbalik dan meletakan apelnya yang baru setengah terkupas pada piring putih tulang berpermukaan ceper pada sebuah meja makan milik keluarga Uchiha. "aku tak melakukan apapun, asal kalian tahu." kilahnya.

Ino mengangguk. "ya ya ya, aku tau. Kalian hanya saling menindih," godanya, setengah terkekeh.

"-dan hampir berciuman," tambah suara TenTen menyahut dari arah pantry. Ia membawa baki dengan dengan deretan gelas-gelas bertangkai, berisi minuman dingin berwarna orange. Gadis bercempol ala China itu menahan senyumnya yang sebentar lagi bertranformasi menjadi sebuah tawa yang begitu geli.

"Hihi, benar."

Sakura memerah.

"Aku tak menyangka, tapi . . . tadikan gagal, kalau berhasil ceritakan pada kami ya, Saku!"

Dan Sakura mau tak mau menyunggingkan senyum, dengan wajah merah akut. Sialan!

Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_

"Benar, kalian tadi terlihat seperti difilm-film milik guru Kakashi."

"Sasuke, Sasuke. Kau sudah dewasa rupanya."

"Iya Sasuke bernafsu. Sakura juga, pasrah sekali dia. Menggemaskan" dan well, semua mata langsung menuju kearah Sai. Pemuda itu mengangkat bahu, tak mengerti. "apa? Kenapa menatapku?"

"Cih! Jaga mulutmu, pucat!"

Dan Uchiha Sasuke menggeram, melempar tatapan kematian pada Sai yang malah tersenyum polos kearahnya. Manisnya kau, Sai!

Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_

"Semoga cepat sembuh ya Sasuke!"

"Iya Teme, kau harus cepat kembali ke sekolah. Namamu mencemari absensi kelas kita, tau!"

Death-glare. Naruto memasang cengiran khasnya, menunjukan jari telunjuk dan jari tengahnya yang membentuk huruf 'V'.

"Kami permisi, sampai jumpa."

Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_

Sakura terduduk gugup dimeja belajar milik kekasihnya, kedua belah tangannya meremas panik. Bagaimana ini? Sasuke melarangnya pulang.

Jantungnya yang berdegub kencang hampir saja berhenti kala mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Ya, itu Sasuke. Sakura berpura-pura mencorat coret tak jelas pada lembaran putih dihadapannya, Ia merait namanya dalam huruf hiragana.

Sakura merasakan sebuah langkah mendekat kearahnya, dan itu pasti Sasuke. "Sedang apa?" dagu pemuda itu bersandar dipundaknya, membuat tetesan-tetesan kecil dari rambut basah sang pemuda jatuh kepundaknya. Wangi khas Sasuke-pun menguar, dan Sakura menyukai itu.

"Tidak ada."

"Hm~" Ia mengangguk.

"Pakai bajumu dulu Sasuke." titah Sakura, berpura-pura tenang. Padahal jantungnya sudah mencapai batas detaknya.

Kepala Sasuke menggeleng. "tidak mau." elaknya. Berlagak manja.

Sakura menghentikan aktifitasnya, mengelus kepala Sasuke yang ada dipundaknya. "kau masih sakit Sasu, cepat pakai bajumu."

"Aku mau kau yang memakaikannya."

Seringai Sasuke mengembang, kala mendapati wajah Sakura yang memerah. Dan Sasuke selalu berhasil membuat gadisnya merona, bangga?

Tentu saja!

Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_

Rombongan kecil itu tengah berkumpul dihalaman belakang kediaman Hyuuga. Enam orang, dan mereka memiliki pasangan masing-masing.

"Ku pikir tadi aku akan mendapatkan tontonan pink film gratis, tapi . . " Ino menjitak kepala Naruto, spontan Naruto menyipit tak senang atas perlakuan Ino padanya. "sembarangan kau Naruto. Hinata urus pacarmu tuh, mulutnya failed tahu." saling melempar death-glare.

Hinata menunduk, memainkan ujung-ujung telunjuk dengan ujung telunjuknya yang lain. Wajahnya merah padam. "Naruto . . . . " tegurnya dengan nada pelan.

Yang lain hanya menggeleng dan tertawa.

"Ini cemilan." gadis bercempol itu tersenyum kearah pemuda berambut coklat panjang yang pada ujung rambutnya diikat longgar. "ambil," Ia menyodorkan toples kue kering. Sang pemuda mengambilnya satu, setelahnya berguman terimakasih dengan pelan dan sopan. TenTen mengangguk membalasnya dengan senyuman yang manis. "yang lain mau?"

"Kupikir semua juga karena asumsi anehmu Naruto."

"Apa maksudmu, Sai." tanya si blonde, dengan mulut masih setengah mengunyah kue kering yang Ia ambil dari TenTen. "kau menudingku mengajari Sasuke mesum? Iya?" dan jitakan kedua dari Ino. "telan makananmu dulu, bodoh!"

Hinata meringis kecil memperhatikan sang kekasih yang teraniaya. Sejurus kemudian mengangkat gelas bertangkai miliknya yang berisi ice cream, memakannya pelan.

"Bukan mengajari, kau menantangnya bukan? Kau ini Naruto." sahut Neji, Ia memutar matanya bosan.

Naruto mengangguk. "memang, aku dan Sasuke bertaruh. Dan . . . Apa itu salah ya Hinata?"

"E-Eh?" wajah Hinata spontan memerah, Ia mengaduk ice creamnya dengan batang coklat. Merunduk. "ti-tidak kok, Na-Naruto."

"Beuh, kalau kau membenarkannya kau tidak membiarkan Naruto itu menjadi pintar Hinata." sindir Tenten. Ia menatap Hinata prihatin.

"Kau taruhan apa?"

"Hanya traktiran. Dan aku yakin, Teme takkan bisa menang."

"Aku tak setuju. Sasuke pasti menang dan akan mendapatkan first kiss Sakura." dukung Ino.

Sai mengangguk. "benar, bahkan lebih dari kiss, mungkin?"

Yang lain terdiam menatap Sai, sejurus kemudian mereka memasang raut merah merona. Kecuali Sai yang selesai berasumsi kembali asik dengan kuas dan cat airnya.

Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_

Gugup, jemari-jemari jenjang Sakura mengaitkan satu persatu kancing kemeja Sasuke. Sakura blushing akut kala bertemu pandang dengan dada Sasuke yang terekspos polos didepannya. Benar-benar godaan.

Lain Sakura, lain lagi Sasuke. Ia tak henti menyeringai, kala mendapati pipi sang gadis memerah. "Saku~" bisiknya, Sakura mengangkat wajah. Mendongak menatap Sasuke yang berada dalam jarak sangat dekat dengan dirinya.

"Boleh aku memintanya Sekarang?"

Tercekat, sesak, gugup, takut. Sakura tersentak, ketika tangan Sasuke mengalungi pinggangnya. Menarik gadis itu dalam pelukannya. Sakura meremas kemeja biru dongker Sasuke yang baru setengahnya berhasil Ia kancing.

Sasuke menutup matanya, kepalanya sedikit memiring. Sampai akhirnya impiannya tercapai. Bibirnya bertemu dengan bibir Sakura. Lembut, manis dan . . Kenyal. Hei hei tolong catat! Masukkan 'bibir Sakura' dalam daftar kesukaannya ya!

Yang dirasakan Sakura pun sama, gadis itu perlahan mengalungkan lengannya pada leher Sasuke. Mencengkram rambut raven sang kekasih dengan sedikit dorongan agar memperdalam ciuman keduanya. Pelukan Sasuke makin kuat.

Karena kekurangan pasokan udara, menjadi faktor utama berakhirnya ciuman keduanya. Mereka saling memandang satu sama lain dengan terengah-engah, wajah keduanya memerah.

Sasuke menjilat bibirnya. Sedetik kemudian kembali menyerang Sakura dengan ciuman dalam dan panasnya. Uchiha memang selalu mendapatkan apa yang Ia inginkan.

Look Naruto! Sasuke Uchiha menangkan? Dan jangan lupa janjimu ya.

Tamat!

Kissing_Sasuke_Sakura_Kissing_

Blushing-blushing sendiri waktu nyiptain-?-the last chapter. Gak nyebrang rated kan minna? #panik#

Dan kalau ada yang mau dilajutkan pada rated yang berbeda rated M, ehm sepertinya saya belum sanggup. Bisa pingsan saya #dramatisir#

Semoga berkesan ya, dan well jangan ditiru kalau bisa langsung praktek aja #PLAKK# hountou ni arigatou minnasan atas ripiu dan perhatiannya pada fict ini.

BIG HUG'S FOR :

Hoshi Yamashita, vvvv, Shadow Shirayuki, Akira Tsukiyomi, Maya, Miku hatsune, Hikari Shinju, The Portal Transmission -19, me, Uchiha vee-chan, Haza Haruno, Richi Hasegawa, Fae-chan, Andromeda no Rei, 7color, 4ntk4-ch4n, Day-chan hamasaki, Sasusaku Hikaru, VIP, Kirei Atsuka, Shubi Shubi, nmmn, Asadia Diajeng, gieyoungkyu, OraRi HinaRa, Rina, 1Lady Spain, 14Thia Shirayuki, Nagisa Uchiha, 2Just Ana, Sasusaku Hikaru-chan, Meity-chan.

Sampai ketemu dicerita yang lain, dadah #lambein sapu tangan dengan backsong titanic java version#

Best regards

Yusha Daesung V.I.P