Chapter 2
"Ng...?" Hyesoo perlahan-lahan membuka kedua matanya.
Dilihatnya sebuah ruangan yang berisi benda-benda yang tak pernah ia lihat sebelumnya, baik di kamarnya, di kamar teman-temannya, di kamar keluarganya, maupun di kamar Youngsaeng. Dan, Ia pun sadar, bahwa dia sekarang berada di rumah orang yang kemungkinan besar tidak di kenalnya!
"Mwo~~? sofanya empuk banget..~" batin Hyesoo saat berbaring kembali.
Sofa yang ia tiduri itu berwanrna biru sapphire. Sofa itu sangatlah empuk dan membuat Hyesoo nyaman berbaring disana. Dan, ia juga di selimuti oleh sebuah selimut besar yang tebal berwarna ungu. Selimut iu sangatlah hangat, dan membuatnya ingin tidur kembali.
Tanpa dia sadari, seseorang tengah mengawasinya lewat pintu yang telah terbuka. Entah sejak kapan, pintu itu telah terbuka, dan entah sejak kapan orang itu terus memperhatikannya.
"hmm.., sudah kuduga.., itu kamu~~" ujar seorang cowo sambil berjalan menuju Hyesoo.
Hyesoo kaget. Ia segera menengok ke asal suara. Dilihatnya seorang cowo berwajah 'baby-face' nan imut. Cowo itu menggunakan baju hitam lengan panjang, yang lengannya dilipat sampai ke siku. Baju itu tampak longgar di badannya.
"Mwo? kamu kaan..." ujar Hyesoo
"Ya., Ini aku, ~ Changmin" ujar cowo itu seraya duduk di samping Hyesoo yang sedang berbaring.
"Changmin oppa~~ Ya.., itu kau~~ hahaha XD.." ujar Hyesoo.
Ia mencoba untuk duduk, tetapi, badannya masih lemas, sehingga ia nyaris terbaring lagi. Tetapi, kedua lengan Changmin menopangnya, Hyesoo tak jadi jatuh.
"Gomawo oppa~~" ujar Hyesoo sambil tersenyum manis.
Changmin hanya mengangguk dan tersenyum manis. Ia membelai rambut Hyesoo dengan sangat lembut. Dan, hal itu membuat Hyesoo teringat akan Jonghyun. Tunangannya yang cuek. Perlahan-lahan, air mata mulai mentes dari kedua bola matanya. Melihat teman kecilnya itu menangis, Changmin mendekapnya dalam.
"Hyesoo~ knapa nangis? kamu lagi ada masalah sama Jonghyun? Cerita sama oppa~~" bisik Ryeowook pelan sambil membelai-belai rambut Hyesoo.
"Ne, oppa... dia... gak sayang... sama... aku~~" isak Hyesoo.
Changmin menghela napas dan mendekap Hyesoo makin erat.
"Sudahlah~~ mungkin dia tak tahu bagaimana mengungkapkan rasa sayangnya padamu... Aku yakin... dia sangat menyayangimu..." ujar Changmin, dan ia pun melepaskan dekapannya.
Changmin kemudian mengambilkan Hyesoo sebuah gelas berisi soklat hangat yang telah ditaruh sebelumnya di atas meja.
Jonghyun mengerem mobilnya. Ia tampak kelelahan. Ia ingin mengakhiri pencariannya, namun, tak mungkin hal itu terjadi, karena, ia sangat khawatir akan Hyesoo. Entah mengapa, ia rasanya ingin menangis.
"Hyemin ~~ kamu tunggu di mobil.., aku mau mampir ke rumah temanku dulu..~" ujar Jonghyun sambil keluar dari mobil.
Hyemin mengangguk-angguk pasrah.
Jonghyun berjalan sejauh 10 langkah, kemudian berhenti di sebuah rumah, di depan pagar rumah itu tertulis: "Shim"
Jonghyun memencet bel rumah tersebut. 1 menit kemudian. masih tak ada jawaban dari dalam rumah. Jonghyun memencet bel sekali lagi.
**************************************************************************
"Oppa~~ katakan pada Jonghyun, kalo aku tak ada disini~~" ujar Hyesoo sambil mengintip keluar jendela. Ia melihat, Jonghyun sedang bearada di depan rumah tersebut.
"Mwo? Knapa?" Tanya Changmin.
"Kumohon~~ katakan saja padanya seperti itu~~" Hyesoo memelas.
Changmin mengangguk tanda ia paham.., dan kemudian, ia keluar kamar dan menguncinya dari luar. Ia segera berlari ke ruang tamu untukmembukakan pintu.
"Mianhaeyo.., Jonghyun oppa~~" bisik Hyesoo sambil menarik kembali horden jendela kamar, air mata menetes dari kedua matanya.
-to be continued-
-R&R Please!-
Thanks ^^
