Chapter 6

Bel tanda istirahat berbunyi. Eunyoung melangkah menuju kantin dengan lemas. Hari ini ia tampaknya tak ada niat sekolah sama sekali. Karena, Hyesoo, rivalnya itu tak masuk sekolah. Sehingga, tak ada yang menyangkal semua pernyataan-pernyataannya saat menjawab pertanyaan.

"Hufth..." gerutu Eunyoung dengan lemas sambil duduk di kursi kantin.

"Hei Eunyoung!" sapa Heymin.

"Hai.." sahut Eunyoung lemas.

"Boleh gak aku duduk disitu?" Tanya Hyemin.

Eunyoung mengangguk-angguk tanda mempersilahkan. Hyemin pun duduk di sebelahnya.

Hyemin kemudian mengeluarkan salah satu bukunya. Dan, secara kebetulan, selembar foto jatuh dari buku tsb. Eunyoung memungut lembaran tersebut. Dilihatnya fotonya sedang bersama Hyemin dan Hyesoo.

Itu foto masa lalu pikirnya. Iya, mereka bertiga dulu adalah teman baik. Sebelum Eunyoung jatuh cinta pada Changmin. Ya, saat pertama kali Eunyoung bertemu Changmin, ia langsung jatuh hati.

Tanpa sengaja, Eunyoung mengungkap 1 rahasia hati Changmin. Changmin sangat menyayangi Hyesoo. Rasa saying itu, melebihi rasa sayang pada sahabat.

Ya, Changmin mencintai Hyesoo.

Hal itu benar-benar menghancurkan hati Eunyoung. DItambah lagi, Hyesoo yang tidak tahu menahu tentang perasaan Changmin padanya, bertunangan dengan Jonghyun.

Semenjak hari itu, Eunyoung sangat membenci Hyesoo. Benci sekali.

Eunyoung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat. Hyemin menepuk-nepuk pundaknya.

"Ada apa?" Tanya Hyemin.

"Ah.., ani... kalo liat foto ini, aku jadi inget... sesuatu" jawab Eunyoung sambil menyerahkan selembar kertas itu pada Hyemin.

Hyemin mengambil lembar foto itu. Ia melihat foto tersebut. Ia kemudian tersenyum.

"Dulu, kita ini best friend ya~~ sebelum ketemu sama Changmin oppa~~" kenang Hyemin, senyum manis masih bisa nampak di bibirnya.

"Hn~~ iya... aissshhh~~ lupakan lah!" ujar Eunyoung sambil meminum milkshake yang telah dibelinya.

Hyemin tersenyum. Ia kemudian mengeluarkan kotak bekanya yang berisi kue-kue buatannya. Ia mengambil sepotong kue dan meletakannya diatas tissue tepat di depan Eunyoung.

"Dimakan ya, chingu?".
Eunyoung tersenyum, ia menganggukan kepalanya, dan ia meggigit kue tsb.

"Hey Jjong! Kamu bisa gila kalau menghabiskan waktu istirahatmu disini!" ujar Kyuhyun.

"Hm~ mungkin... ayo kita ke kantin~~" ujar Jonghyun

.
Kyuhyun mengangguk. Jonghyun kemudian keluar perpustakaan bersama Kyuhyun. Saat tiba di depan pintu perpustakaan, Jonghyun melihat Changmin telah menunggu mereka dengan tampang lesu.

"Hai Changmin hyun!" sapa Jonghyun sambil menepuk punggung Changmin.

"Oh, hey Bling-bling! Apakah GaemGyu yang mengajakmu keluar?" tanya Changmin.

Youngsaeng tersenyum, "Yap! MaxieMax!"

"Begitulah.. Kalau tidak, Dino ini tak kan mampu keluar dari perpustakaan dengan sendirinya.." lanjut Kyuhyun.

Mereka bertiga pun berjalan menuju kantin bersama.

Hyesoo menguap lebar-lebar. Ia mengganti-ganti channel TV. Raut wajah bosan nampak di wajahnya.

"MAUU SEKOLAAAH!" gerutu Hyesoo.

"Berisik amat sih Soo! Oppa lagi nonton!" Junsu mengetuk kepala Hyesoo.

"Aduh~! Sakit oppa!" Hyesoo mengelus-elus kepalanya.
-

"Eunyoung... Kita jenguk Hyesoo yuk" ajak Hyemin saat di pintu gerbang sekolah.
"Ani ah!" sahut Eunyoung ketus.

Saat Eunyoung melangkah keluar gerbang sekolah, tiba-tiba, datanglah sebuah mobil ferrari mewah.

Eunyoung dan Hyemin mengenal mobil itu dengan baik.

Mobil itu adalah, mobilnya Jonghyun. Mobil Ferrari tsb berhenti tepat di depan sekolah.

"Oy! Hyemin! Hari ini ada catatan apa gak?" tanya Jonghyun sambil turun dari mobil dan berlari menghampiri Eunyoung dan Hyemin.

"Ada. Emang kenapa oppa?" Tanya Hyemin.

"Boleh pinjem gak? Buat si Hyesoo" jawab Jonghyun sambil melepas kacamatanya.

Hyemin mengangguk dan segera membuka resleting tasnya. Ia memberikan Jonghyun 4 buah buku catatan.
Jonghyun tertegun saat melihat buku-buku yang diserahkan Hyemin.
Jonghyun mengambil semua buku tersebut dan segera memasukannya ke dalam tas selempang hitam miliknya.

"Gomawo Hyemin." ujar Jonghyun sambil berjalan menuju mobilnya.

Tiba-tiba...,

"JONGHYUN OPPA!" panggil Hyemin.

"Wae?" sahut Jonghyun dengan segera.

"Aku sama Eunyoung mau jenguk Hyesoo! Kita boleh numpang di mobil oppa gak?" tanya Hyemin sambil tersenyum kecil.

"Dasar! Oppa kira ada apa kamu teriak2 gitu! Uhm,, boleh. Ayo, kita berangkat sekarang.." ajak Jonghyun.

Akhirnya, Hyemin dan Eunyoung naik ke mobilnya Jonghyun.

Ternyata, di dalam mobil sudah ada Changmin dan Kyuhyun.

"Hai Hyemin" sapa Kyuhyun.

Seketika itu juga, pipi Hyemin bersemu merah.

Hyesoo duduk termangu di depan TV. Ia mengganti ganti channel tanpa ada tujuan. Ia kemudian menatap ke luar jendela.

"Hufth.. Bosen nyaa... Junsu oppa~! Main yuk!" ujarnya.

Tak lama kemudian, Hp Hyesoo berbunyi.

"Annyeong~~" ujar Hyesoo.

"Chagya... Oppa dah mau nyampe rumah nih." ujar suara di seberang sana.

"Terus?" sahut Hyesoo lagi.

"Ck! Iya,iya ~~ Hyesoo tau..." ujar Hyesoo

"Bagus deh.. tunggu oppa ya..."

"Iya..."

"Hyesoo~~"

"Wae?"

"Saranghae..."

"..Naado.."

Hyesoo pun dengan segera mematika ponselnya.

"Wah... Tumben nih Eunyoung ikut jenguk Hyesoo. Ada apaan nih?" ujar Kyuhyun yang duduk disebelah Hyemin.

"Berisik! Apa urusannya sama opps?" sahut Eunyoung sambil memukuli Kyuhyun..

"Auw.. mian! Oppa cuman bercanda..." ujar Kyuhyun.

Changmin, Jonghyun, dan Hyemin tertawa melihat kejadian tsb.

Kyuhyun mengusap usap bahunya yang kesakitan.

Hyesoo mengambil setoples kue kering dari atas lemari di dapur. Saat Hyesoo turun, ia tergelincir. Toplesnya jatuh ke lantai. Saat badan Hyesoo hampir jatuh ke lantai. Ada sepasang tangan yang menahannya, sehingga tangan tsb yang terluka mngenai pecahan toples tsb.

"Ahhhh!" terdengar jeritan Jonghyun.

Hyesoo kaget dan segera bangkit berdiri dibantu oleh Changmin dan Hyemin yang sudah ada di hadapannya.

"O..opp...a..." ujar Hyesoo terbata.

"A..ah.. Hyesoo... kamu tak apa-apa kan?" sahut Jonghyun sambil menahan rasa sakit.

"Mi..mia..n hae..yo..." ujar Hyesoo sambil berlutut disebelah Jonghyun.

"Ga..k apa-apa... gak sakit kok... kamu gak.. apa-apa ka..n chagya?" tanya Jonghyun sambil menjulurkan tangannya ke pipi Hyesoo.

Jonghyun menghapus air mata Hyesoo yang berlinangan.

"Oppa lebih ngerasa sakit.. kalo... kamu yang cela..ka.." lanjut Jonghyun.

Hyesoo menunduk..., dan... ia mengecup...

...pipi tunangannya itu.

Raut wajah kaget dan bingung adalah ayng pertama kali tampak di wajah Jonghyun. Tetapi, ekspresi yang muncul kemudian adalah.. ekspresi senang. (note: semua orang tang ngeliat pada sweat dropped =P)

Tak lama kemudian, Junsu datang dengan membawa perban dan obat merah. Ia segera megobati luka di kedua tangan sepupunya itu

-to be continued-

R&R please!

Thanks ^^